cover
Contact Name
Deni Darmawan
Contact Email
dendar@untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
labkom@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2442546X     EISSN : 2442546X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418%2Fpublika.v10i2
Core Subject : Social,
Publika adalah jurnal akses terbuka, dan peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarluaskan artikel terkini dan asli dari para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah sosial dan politik kontemporer: kebijakan publik, administrasi pembangunan, manajemen publik.
Articles 1,314 Documents
EFEKTIVITAS KANTOR DESA BATUK MULAU DALAM PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA DI KABUPATEN SEKADAU E21108001, Abang Hibnul Anwar
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 3, No 4 (2014): Publika, Edisi Desember 2014
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v3i4.425

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya aparatur desa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, kurangnya kemampuan sosialisasi dari aparatur desa tentang program alokasi dana desa, masih kurangnya motivasi kerja aparatur desa,hasil kerja aparatur desa masih kurang optimal. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai efektivitas organisasi dalam melaksanakan program pemerintah yaitu Alokasi Dana Desadengan mengukur efektivitas organisasi tersebut melalui adaptasi, integrasi, motivasi dan produksi yang dilakukan oleh parapegawai Kantor Desa dalam pelaksanaan program Alokasi Dana Desa di Desa  Batuk Mulau Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian ditemukan bahwa efektivitas kerja Kantor Desa Batuk Mulau dalam melaksanakan program Alokasi Dana Desa masih belum optimal. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar pegawai kantor desa Batuk Mulau dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat setempat, sarana dan prasarana kantor desa juga harus memadai untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan di kantor desa, dan pegawai sebaiknya selalu melihat atau menilai kembali apakah hasil kerjanya benar-benar dapat memuaskan masyarakat, dan jika dinilai sudah memuaskan, maka sebaiknya hal tersebut dipertahankan ataupun jika memungkinkan lebih ditingkatkan lagi. Kata-kata kunci: Efektivitas Organisasi, Alokasi Dana Desa
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA DI DESA TERAP KECAMATAN TOHO KABUPATEN MEMPAWAH NIM. E01112052, KARTIKA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i2.1508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses implementasi kebijakan di Desa Terap Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah dan Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat keberhasilan dalam pelaksanaan kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini didasarkan atas permasalahan pelaksanaan pembangunan yang berkaitan pada Perencanaan Program ADD kurang efektif, Pelaksanaan Program ADD tidak maksimal, dan Pencairan Dana ADD sering mengalami keterlambatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengorganisasian, Interpretasi dan Aplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa Dalam Meningkatkan Pembangunan Desa di Desa Terap Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dapat dilihat dari analisis Pengorganisasian yaitu struktur organisasinya sudah cukup bagus dalam menjalankan tugas-tugasnya tetapi perlu ditingkatkan lagi agar lebih dalam menjalankan program dapat terlaksanakan tepat waktu. Dan Interpretasi yaitu arah pembangunan nya sudah tepat sasaran tetapi masih banyak yang belum terlaksana dengan baik, jadi perlu ditindaklanjuti lagi dalam proses pelaksanaannya. Dan selanjutnya Aplikasi yaitu pemerintah desa melakukan musrembang agar pembangunan yang dilaksanakan sudah berjalan dengan baik, dan dalam musrembang tersebut seharusnya lebih banyak lagi melibatkan masyarakat didalamnya. Kata-kata kunci: Implementasi Kebijakan, Alokasi Dana Desa
PENGARUH SUMBER DAYA DAN DISPOSISI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI KECAMATAN PONTIANAK KOTA NIM. E1011141096, NOVIA ARDILLA SIREGAR
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v8i1.2311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variabel sumberdaya dan disposisi terhadap terhadap tingkat keberhasilan implementasi kebijakan usaha mikro kecil menengah di Kecamatan Pontianak Kota. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan sample (sample random).Penelitian ini diawali dengan melakukan penelitian pendahuluan dan pengajuan usulan penelitian kemudian membuat dan menguji validitas dan reliabilitas kuesioner. Setelah itu, kuesioner disebarkan kepada responden dan dianalisis dengan bantuan software SPSS 23 for windows. Lokasi penelitian UMKM Kecamatan Pontianak Kota. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pernyataan hipotesis pertama sumberdaya berpengaruh posistif dan signifikan terhadap terhadap tingkat keberhasilan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah terbukti. Hal ini dapat ditunjukan dengan nilai siginifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 serta nilai koefisien regresi sebesar 0,809 dan nilai koofisien determinasi sebesar 0,654 sama dengan 65,40 %. Pernyataan disposisi berpengaruh posistif dan signifikan terhadap terhadap tingkat keberhasilan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah terbukti. Hal ini dapat ditunjukan dengan nilai siginifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 serta nilai koefisien regresi sebesar 0,443 dan nilai koofisien determinasi sebesar 0,1962 sama dengan 19.62%.Pernyataan sumberdaya dan disposisi berpengaruh posistif dan signifikan terhadap terhadap tingkat keberhasilan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah terbukti. Kata Kunci : Sumberdaya,Disposisi,Tingkat Keberhasilan Implementasi Kebijakan, UMKM.
KOMPETENSI PENGAWASAN ANGGOTA DPRD DALAM PENGGUNAAN APBD DISPENDA KOTA PONTIANAK E.21107027, Nahdin
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i3.203

Abstract

This paper is motivated by the human resource competencies legislators in APBD monitoring Pontianak is low, and therefore this paper focuses on the competence of DPRD Member Supervision Department in the Use of APBD revenue Pontianak is studied based on knowledge, skills and self-concept. Knowledge legislators to basic competencies needed in monitoring the use of APBD is still not adequate. Because most of the members of the council still has not mastered the basic principles of accounting, performance budgeting, budgeting techniques and principles of accountability. Expertise in performing supervisory councilors APBD usage, still needs to be improved, including through; Bimtek-Bimtek and assistance as well as sending the members to attend seminars and workshops both locally and nationally, as well as carry out a comparative study. In general, councilors had an attitude which uphold and respect differences of opinion that occur in the field. As a solution put forward the following suggestions: competency enhancement program should be tailored to the specific needs of the local legislators mainly Pontianak City Commission C, so the technical guidance and workshops that have relevance to the duties given council members are concerned, should the implementation of comparative studies, and workshops Bimtek followed seriously by council members, because of the attitude and behavior of councilors who are not serious in following programs to improve the competence and councilors are expected to make value as a reference in supervising the use of APBD. Keywords: supervisory competence members of Parliament, the use of APBD.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SUMUR GARAM DI DUSUN SUAK KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG NIM. E01109008, JIMMYLENIUS GERSON
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v5i3.1181

Abstract

Penelitian ini dimksudkan untuk mengetahui serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi proses pengembangan objek wisata Sumur Garam, serta mengatasi segala faktor yang menjadi penghambat. Yang mana masih minimnya kualitas sumber daya manusia yang menyebabkan rendahnya akan sadar wisata masyarakat, tidak  tidak ada upaya pemamfaatan potensi pendukung selain potensi wisata alam yang indah dan masih sangat asli di kawasan wisata Sumur Garam, minimnya sarana akomodasi dan pelayanan kebutuhan wisatawan serta fasilitas pendukung yang ada disekitar objek wisata dan juga kurangnya promosi akan objek wisata Sumur Garam. Teori dalam penelitian ini mengunakan analisis SWOT dengan menganalisis apa yang menjadi faktor internal dan eksternalyang didalamnya mencakup kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah Daerah Kabupaten Sintang melalui DISBUDPAR masih lamban dalam proses pengembangan objek wisata Sumur Garam yang dikarenakan juga belum adanya RIPPARDA (Rancana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) yang dimiliki DISBUDPAR. RIPPARDA itu sangat penting karna merupakan landasan bagi perkembangan kepariwisataan daerah. Kurangnya fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di kawasan objek wisata Sumur Garam serta akses menuju objek wisata Sumur Garam yang masih susah untuk ditempuh karna faktor jalannya. Sumber Daya Alam yang sangat berpotensi tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang ada di kawasan objek wisata Sumur Garam tersebut serta kuantitas maupun kualitas yang dimiliki DIBUDPAR masih juga kurang memadai. Masih terdapat faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi dan mendominasi pengembangan objek wisata Sumur Garam menjadi objek wisata unggulan serta daerah tujuan wisata.  Saran penelitian ini yaitu Pemerintah Kabupaten Sintang melalui DISBUDPAR harus segera berkerja sama dan merancang RIPPARDA yang menjadi pedoman bagi kepariwisataan Indonesia disetiap daerah agar proses pengembangan pariwisata di Sintang khususnya objek wisata Sumur Garam dapat berkembang secara optimal dan membenahi segala faktor yang menjadi kelemahan didalam pengembangan objek wisata Sumur Garam ini khususnya, mengenai akses jalan serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi para pengunjung objek wisata Sumur Garam. Serta DISBUDPAR harus dapat memamfaatkan teknologi yang sekarang ini semakin canggih khususnya mengenai internet, guna mempromosikan pariwisata-pariwisata yang ada di Kabupaten Sintang melalui blog khusus yang dimiliki DISBUDPAR maupun melalui media-media sosial yang lagi tren pada saat ini. Kata-kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Objek Wisata, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Analisis SWOT
PENGAWASAN DINAS KESEHATAN TERHADAP DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN DELTA PAWAN KABUPATEN KETAPANG KIKI ANGGRAYNI NIM. E1011131035
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v7i1.1824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan langsung depot air minum isi ulang yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan di Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis kualitatif. Peneliti menggunakan teori pengawasan langsung dari Siagian yang terdiri dari inspeksi langsung, on the spot observation, dan on the spot report. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan langsung yang dilaksanakan Dinas Kesehatan ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan terkendalanya pengawasan langsung tersebut yaitu: pengawas memiliki kesibukan masing-masing dan juga jumlah staf Seksi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja yang hanya berjumlah 8 orang, Dinas Kesehatan tidak mempunyai wewenang untuk memberikan sanksi, masih banyaknya pemilik depot isi ulang yang tidak mau mendengar arahan atau saran dari petugas, pemeriksaan laboratorium yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya, sehingga tidak bisa disampaikan secara langsung. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah penambahan staf seksi penyehatan lingkungan dan kesehatan kerja, melakukan pengamatan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, harus memiliki peralatan untuk pemeriksaan kimia sendiri, berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun Badan POM untuk memberikan sanksi bagi pemilik depot air minum isi ulang yang tidak memiliki sertifikat laik higiene sanitasi. Bagi pemilik depot air minum isi ulang yaitu untuk melakukan pengawasan internal terhadap depotnya sendiri. Kata-kata Kunci : Pengawasan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Depot Air Minum Isi Ulang
PELAKSANAAN KOMUNIKASI ADMINISTRASI VERTIKAL DI KANTOR CAMAT SEKADAU HILIR BERGITA BANU NIM. E21110086
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v4i1.555

Abstract

Fokus artikel ini berangkat dari adanya masalah dalam penyampaian gagasan bawahan kepada atasan dimana seringkali terjadi ketidakcocokan antara apa yang disampaikan oleh pimpinan dengan apa yang dikerjakan oleh bawahan (pegawai) sehingga komunikasi administrasi vertikal di Kantor Camat Sekadau Hilir tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi administrasi vertikal yang diberikan atasan kepada bawahan di Kantor Camat Sekadau. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang dilaksanakan melalaui wawancara dengan para informan serta didukung dengan observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan komunikasi administrasi vertikal yang dilakukan pimpinan kurang dapat mendorong atau memotivasi semangat kerja bawahan karena atasan terlalu fokus pada perintah yang disampaikan secara lisan sehingga bawahan merasa kurang leluasa mengembangkan kemampuan dan kemahiran kerjanya. Dalam hal ketepatan waktu dalam memberikan perintah kepada bawahan juga dapat dianggap kurang tepat karena bawahan sering merasa tidak nyaman dan miskomunikasi. Kata kunci: Komunikasi adminstrasi vetikal, Ketepatan Waktu, Kepedulian Pemimpin
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) PRIA DI DESA LINGGA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA YANI NIM. E1011131079
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v6i2.1577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor  apa saja yang menyebabkan program keluarga berencana (KB) pria di  Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya belum berjalan sebagaimana mestinya. Metode penelitian ini menggunakan  penelitian deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi belum berjalan dengan baik. Komunikasi yang kurang baik terlihat dari  adanya transmisi yang kurang lancar, kejelasan informasi yang diterima dan konsistensi program KB pria. Sumberdaya yang kurang memadai terlihat dari Kurangnya staff dalam pelaksanaan program KB pria ini. Disposisi/ sikap implementor yang kurang mendukung program ini terlihat dari kurangnya motivasi dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB pria. Tidak diterapkannya standar prosedur penyaluran alat kontrasepsi ini sehingga tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini antara lain lebih mengintensifkan sosialisasi dengan bekerja sama dengan para tokoh masyarakat, menambah sumberdaya yang berkualitas, dan berkompeten dibidangya, yang dapat dipercaya dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya. dan struktur birokrasi juga harus ditegaskan agar tidak terjadi benturan antara tujuan awal dan fakta di lapangan. Kata-kata  kunci:     Implementasi Program KB Pria Di Desa Lingga, Komunikasi,Sumberdaya, Disposisi, Struktur Birokrasi
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROHANI ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA PONTIANAK RIZKY WAHYUDI NIM : E01112108; Pabali Musa *; H Arifin *
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v8i3.2468

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memberi gambaran dan pemahaman mengenai efektivitas pelaksanaan kegiatan Rohis di SMA Negeri 6 Pontianak dan SMK Mandiri Pontianak. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Permasalahannya adalah mengenai sumber daya manusia yang mengalami turun naik tiap tahunnya. Kemudian pemahaman pengurus Rohis terhadap pelaksanaan kegiatan Rohis masih kurang. Selain itu program yang dilaksanakan kurang mendapatkan minat dari siswa dikedua sekolah tersebut. Disamping itu pula sarana dan prasarana Rohis belum maksimal terpenuhi untuk menunjang kegiatannya serta kejelasan dari pengawasan dan pendampingan kegiatan dari pihak alumni dan pihak sekolah. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas organisasi manajemen publik menurut Gibson dalam Tangkilisan (2005 :141) mengemukakan terdapat 7 indikator yang menentukan tercapainya efektivitas organisasi yaitu kejelasan tujuan yang hendak dicapai, kejelasan strategi pencapaian tujuan, proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap, perencanaan yang matang, penyusunan program yang tepat, tersedianya sarana prasarana dan sistem pengawasan serta pengendalian yang bersifat mendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam di Sekolah menengah atas kota Pontianak yang berfokus di SMA Negeri 6 Pontianak dan SMK Mandiri Pontianak dilihat dari aspek - aspek kejelasan strategi pencapaian tujuan, proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap, penyusunan program yang tepat, tersedianya sarana dan prasarana serta sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik yaitu : (1) Ketersediaan sumber daya manusia mengalami turun naik. (2) Kejelasan pemahaman pengurus Rohis terhadap pelaksanaan kegiatan Rohis. (3) Kejelasan penyusunan program kegiatan yang membuat minat siswa kurang. (4) kelengkapan sarana dan prasarana Rohis yang belum maksimal terpenuhi. (5) Pengawasan dan pendampingan kegiatan dari pihak alumni dan pihak sekolah. Saran dalam penelitian ini yaitu pihak yang mengelola Rohis dapat memberikan pelatihan manajemen Rohis bagi seluruh anggota Rohis dan mengatur pengelolaan keuangan Rohis dengan tepat guna. Kata kunci : Efektivitas, Kegiatan, Program EFFECTIVENESS OF THE IMPLEMENTATION OF ISLAMIC SPIRITUAL EXTRACURRICULAR ACTIVITIES IN THE MIDDLE SCHOOL PONTIANAK CITY byRIZKY WAHYUDI, NIM E01112108 Prodi Ilmu Administrasi Publik FISIP UNTAN RIZKY WAHYUDl 1 NIM: E01112108 Dr. Pabali Musa M. Ag 2, Dr. H.Arifin, M.AB 2 1. Student of Public Administration Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Tanjungpura University, Pontianak 2. Lecturer of Public Administration Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Tanjungpura University, Pontianak Email:wrizky31@yahoo.com ABSTRACT The writing this undergraduate thesis gives an overview and understanding concerning the effectiveness of the implementation of Islamic Spiritual activities at SMA Negeri 6 Pontianak and SMK Mandiri Pontianak. This type of research used is descriptive with quantitative approach. The problem is related to human resources experiencing ups and downs every year. Islamic Spiritual administrators' understanding of the implementation of Islamic Spiritual activities is still lacking. Besides that the program that was carried out lacked the interest of students in both schools. In addition, the Islamic Spiritual facilities and infrastructure have not been maximally fulfilled to support its activities as well as clarity from the supervision and assistance of activities from the alumni and school staff. This study uses the theory of effectiveness of public management organizations according to Gibson in Tangkilisan (2005: 141) which states that there are 7 indicators that determine the achievement of organizational effectiveness, namely the clarity of objectives to be achieved, the clarity of strategies to achieve the objectives, the analysis process and formulation of good policies, careful planning, preparation of appropriate programs, the availability of infrastructure facilities and systems of supervision and control that are educational in nature. The results showed that the effectiveness of the implementation of Islamic Spiritual extracurricular activities in Pontianak City high schools focusing on SMA Negeri 6 Pontianak and SMK Mandiri Pontianak seen from the aspects of the clarity of strategies to achieve goals, the process of analysis and formulation of sound policies, the preparation of appropriate programs, the availability of facilities and infrastructure as well as educational and supervisory and control systems namely; (1) The availability of human resources is experiencing ups and downs. (2) The clarity of Islamic Spiritual management's understanding of the implementation of Islamic Spiritual activities. (3) Clarity in the preparation of activity programs that make students less interested. (4) the Islamic Spiritual facilities and infrastructure of that have not been maximally met. (5) Supervision and assistance of activities from the alumni and the school. The suggestion in this study is that those who administer Rohis can provide Rohis management training for all Rohis members and properly manage Rohis finances. Keywords: Effectiveness, Activity, Program
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS Rahmania Alkadrie E.21110104
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v2i3.230

Abstract

Writing this article is intended to provide an understanding of the implementation of community -based tourism development policy at the Department of Tourism Kabudayaan and Pontianak . Issues concerning the implementation of development programs in the Regional tourism attractions such Pontianak , the attraction potential seen yet developed ( managed ) or has not received the attention of the Regional Government of Pontianak , there are several historical attractions in the city of Pontianak and the dominant of the affairs of the Department of of them are like the Equator Monument , Kadariah palace and tomb of Pontianak Sultanate . Regarding the potential of existing attractions and have not developed or managed optimally . The results showed that the implementation of the communication in order to develop tourism Equator Monument in Pontianak has not run yet in terms of maximum effective implementation of two-way communication in disseminating these policies are carried out in Disbudpar . Disposition or attitude of local government implementers through Disbudpar Pontianak Pontianak not fully evaluate the condition of existing objects in determining the action to be taken , by improving facilities and infrastructure damaged in the object in question . Then the available resources in order to develop tourism as the Equator Monument Kapuas River is the lack of personnel educational background in tourism , infrastructure and facilities available is not adequate , still minimal ( not optimal ) is movable or immovable . Therefore , the need for exchange of information on the field of tourism , the presence of a good working relationship , the availability of accurate data on the profile of existing attractions in Pontianak , the commitment made ??in the context of tourism promotion stickers, brochures and advertisements about tourism potential .Keywords : Implementation of Tourism Policy, Tourism Development and Tourism, Community Based

Page 33 of 132 | Total Record : 1314


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): PUBLIKA EDISI JUNI 2024 Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024 Vol 12, No 4 (2023): PUBLIKA EDISI DESEMBER 2023 Vol 12, No 3 (2023): PUBLIKA EDISI SEPTEMBER 2023 Vol 12, No 2 (2023): PUBLIKA EDISI JUNI 2023 Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023 Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022 Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022 Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022 Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021 Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021 Vol 10, No 2 (2021): PUBLIKA, EDISI JUNI 2021 Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021 Vol 9, No 4 (2020): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2020 Vol 9, No 3 (2020): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020 Vol 9, No 1 (2020): PUBLIKA, EDISI MARET 2020 Vol 8, No 4 (2019): PublikA, Edisi Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019 Vol 8, No 2 (2019): PublikA, Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018 Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018 Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018 Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017 Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017 Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017 Vol 5, No 4 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 4 Edisi Desember 2016 Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016 Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016 Vol 4, No 4 (2015): Publika, Edisi Desember 2015 Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015 Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015 Vol 3, No 4 (2014): Publika, Edisi Desember 2014 Vol 3, No 3 (2014): Publika, Edisi September 2014 Vol 3, No 2 (2014): Publika, Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014 Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013 Vol 2, No 1 (2013): PublikA, Edisi April 2013 Vol 1, No 1 (2012): PublikA, Edisi Perdana 2012 More Issue