PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publika adalah jurnal akses terbuka, dan peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarluaskan artikel terkini dan asli dari para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah sosial dan politik kontemporer: kebijakan publik, administrasi pembangunan, manajemen publik.
Articles
1,314 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM RIAM ENSILING DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
NIM. E1011131119, ELISABET SIAULING
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v6i4.1731
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan strategi pengembangan objek wisata Riam Ensiling di Desa Lumut Kabupaten Sanggau yang belum berjalan optimal dengan permasalahan kurangnya sumber daya manusia, kondisi area wisata yang kurang diperhatikan dan kurangnya sarana dan prasarana yang dirumuskan melalui Faktor Internal, Faktor Eksternal dan Merumuskan Strategi Untuk Mengelola Isu menurut Bryson. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian Deskriptif dengan menggunakan metode Kualitatif. Subjek dalam penelitian yakni Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pariwisata Kabupaten Sanggau, Kepala Desa Lumut, Masyarakat Setempat Desa Lumut dan Pengunjung Objek Wisata Riam Ensiling. Hasil penelitian adalah Strengths (S) Kekuatan meliputi Lokasi wisata yang tidak jauh dari kota Kecamatan, Keadaan wisata yang masih alami sehingga memberikan keindahan, Terjalinnya kerjasama yang baik antara pengelola dan Pemerintah Daerah Dinas Pariwisata. Weaknesses (W) Kelemahan meliputi Kurangnya SDM dan anggaran, Kurangnya pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana pariwisata Riam Ensiling dan Kondisi area wisata Riam Ensiling yang kurang diperhatikan sehingga perlu adanya pembenahan. Opportunities (O) Peluang meliputi Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Menjadikan objek wisata Riam Ensiling sebagai tempat wisata yang memiliki banyak pengunjung baik domestik maupun asing dan Otonomi Daerah. Threaths (T) Ancaman meliputi Meningkatnya minat masyarakat untuk berkunjung wisata ke daerah lain dan Menurunnya minat masyarakat untuk berkunjung ke Riam Ensiling.Kata-kata  Kunci: Strategi, Pengembangan, Objek Wisata
DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA DINAS PENANAMAN MODAL TENAGA KERJA DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA PONTIANAK
NIM. E1011151086, Fetty Nurhaliza;
*, Zulkarnaen;
*, H. Arifin
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 4 (2019): PublikA, Edisi Desember 2019
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v8i4.2523
Penelitian ini dimaksudkan untuk keberhasilan kinerja instansi pemerintahan, khususnya Pegawai Negeri Sipil, yang diataur dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Di Kantor Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pontianak dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teori Edy Sutrisno (2011: 94) yaitu taat terhadap peraturan waktu, taat terhadap peraturan kantor, taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan, dan taat terhadap peraturan lainnya di kantor. Dalam Penelitian ini peneliti mendeskripsikan secara komprehensif melalui pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan dalam disiplin pegawai masih rendah terhadap ketentuan jam, kerja masih terlihat pegawai yang datang terlambat, tidak mengikuti apel serta pulang sebelum jam kantor usai. Dalam hal penggunaan pakaian seragam berserta atributnya belum cukup memadai. Dan dalam hal penggunaan peralatan kantor dapat dikatakan cukup baik, hal ini disebabkan karena adanya kesadaran akan keterbatasan peralatan dan dana yang ada. Mengingat selama ini pelanggaran atas ketentuan jam kerja masih banyak ditolelir oleh pimpinan, maka untuk lebih meningkatkan disiplin pegawai selain upaya himbauan-himbauan, perlu upaya yang lebih tegas seperti pemberian sanksi hukuman kepada para pegawai yang melanggar, disamping itu juga diperlukan keteladanan pimpinan untuk memberi contoh kepada bawahannya. Kata Kunci : Disiplin, Pegawai, Aturan
PENGARUH PELAYANAN PT. TELKOM SPEEDY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN
E.01109027, Sugianto
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v3i1.284
Factors that affect customer satisfaction is a good service to consumers with the level of customer satisfaction are met in their use, so how should PT.Telkom can improve a customer satisfaction rate of the provision of services Telkom Speedy. This study aims to determine whether there is a significant effect or not, between PT Telkom Speedy service on customer satisfaction in the District of South Pontianak. The investigations on this, see the level of customer satisfaction based on Display, reliability, responsiveness, assurance, empathy. The data collection instruments in the form of a questionnaire that has been validated and statistically terealibilitasi. While customer satisfaction seen in the results of the test sample of respondents who are satisfied will be a service PT.Telkom validity and reliability. This study uses quantitative methods associative type of research is research that analyzes the causal relationship between the variables with other variables or how a variable affects the other variable. The population in this study was 171. Amount of 30% of samples taken at random from the total population, so that the total sample of 120 consumers Speedy service users. The results of the writing of this article is classified in the level of consumer satisfaction criteria are quite satisfactory. Service quality to customer satisfaction is affected by 45.4%, and 54.6% are influenced by other factors. Based on calculations using the statistical analysis of the product moment formula, declare that there is a significant relationship between the level of customer satisfaction of service users in Sub Speedy South Pontianak.Suggestion of this paper is PT.Telkom Speedy PT.Telkom must convince customers that Speedy is the best choice as their internet service provider, through the high quality services that Speedy can meet the high expectations of customers in the District of South Pontianak. Therefore, researchers suggest that Speedy can be more focused and consistent in providing the best service over internet services they offer, so it makes Speedy primary choice for Internet users as an internet service provider in the District of South Pontianak. Keywords : Service Quality, Customer Satisfaction, PT.Telkom Pontianak
MANAJEMEN WEBSITE DALAM MENYAJIKAN INFORMASI DI UNIVERSITAS TANJUNGPURA
NIM. E01112054, STEPHANIE INDRA KARINA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v6i1.1457
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen website dalam menyajikan informasi bagi civitas akademika yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura. Permasalahan dalam penelitian ini terdiri kurangnya kelengkapan informasi seperti pemutakhiran informasi dan belum terintegrasi informasi antara Untan dan setiap Fakultas. Adapun Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam menganalisis, peneliti menggunakan pemahaman analisis dari Sule dan Kurniawan yang terdapat empat indikator terkait manajemen informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit Pelaksana Teknis Teknologi informasi dan komunikasi tidak melakukan proses mencari, menyusun dan mengklasifikasikan informasi, dikarenakan itu bukan tanggung jawab mereka. Proses mencari, menyusun dan mengklasifikasikan dilakukan oleh pihak pemberi informasi seperti rektorat, fakultas dan Unit Pelaksana Teknis yang ada di Untan. Proses Menyajikan dilakukan oleh Pengelola Website Untan yang memang berasal dari Unit Pelaksana Teknis Teknologi informasi dan komunikasi. Penyajian informasi dilakukan dalam bentuk format text, gambar, foto dan video sesuai dengan permintaan dari pihak pemberi informasi. Kata-kata Kunci: manajemen informasi, website
PENEMPATAN PEGAWAI DI DINAS PENATAAN RUANG DAN CIPTA KARYA KABUPATEN KAPUAS HULU
NIM. E1011141033, UTIN SUMARNI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v7i4.2228
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses penempatan pegawai yang dilakukan oleh Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya daerah Kabupaten kapuas Hulu. Permasalahan penempatan pegawai di Kabupaten Kapuas Hulu menarik untuk diteliti karena terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia seharusnya mampu melakukan pengevaluasian terhadap penempatan pegawai di Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Kapuas Hulu. Namun kenyataannya, masih terdapat penempatan pegawai yang belum profesional dan susuai dengan kualifikasi yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dan tehnik pengumpulan data dengan wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan pengawasan lansung berdasarkan pengamatan masi belum optimal dilakukan. Penempatan pegawai di Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Kapuas Hulu belum optimal dalam proses evaluasinya. Sedangkan Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia dalam proses pengevaluasian sudah dilakukan. Jumlah sumber daya manusia yang minim dan keterbatasan waktu menjadi kendala bagi Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya dalam menempatkan para pegawai sesuai dengan jabatan yang sesuai. Disarankan kepada Kepala Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya untuk mengevaluasi secara langsung sumber daya manusia untuk mengisi kekosongan penempatan pegawai yang sesuai dengan jabatannya. Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan mampu mengevaluasi sumber daya manusianya mengenai penempatan pegawai dan membuat peraturan terkait kualifikasi jabatan untuk wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.Kata-kata kunci : Penempatan, Pegawai, Struktural
PROSES PENEMPATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI DINAS PERKEBUNAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Hakim E.01108006, Arwin Amru
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v2i2.172
The title of this article is cent Placement Civil Servants In the Plantation Office of West Kalimantan Province. The article was based on the placement error Plantation Office of the Civil Service of West Kalimantan Province in General and Administrative Section, An error in the placement of the Civil Service Office of West Kalimantan Plantation In Marketing Section. From both these problems, will greatly affect the activity and human resource management activities in particular in achieving organizational goals or government. This in turn will affect the human resource management employee less than optimal. The formulation of the problem is presented in order to clarify the objectives contained in this research, in particular that this study does not deviate from the predetermined target more, especially in collecting data in the field. Thus the formulation of this problem is: "Why Error Occurred In The placement process (Staffing) Civil Servants In the Plantation Office of West Kalimantan Province". The method used in this study was a descriptive study with a qualitative approach where in solving the problems examined do to give you an idea what it is in accordance with the reality on the ground. Purpose of this article is to provide an understanding of the placement of the Civil Service in Plantation Office of West Kalimantan Province. Issues regarding Why Error Occurred In process and why things go wrong in Placement (Staffing) Civil Servants In the Plantation Office of West Kalimantan Province.Data analysis shows the occurrence of errors in the placement of the Civil Service in West Kalimantan Plantation Office, due to the employee who is approaching retirement who have been filling the position, but his experience and is often followed that training. It should be given to more effective training for employees to non-technical so that it can run smoothly and effectively and should be a synchronization between the Provincial Government SBKA with the Placement Office Employees that can suit the needs of employees and positions that are vacant.Keywords: Placement Errors Employees, Employee Training.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ADMINISTRASIKEPENDUDUKAN TENTANG PENCATATAN LAHIR MATI DI KECAMATAN SUHAID KABUPATEN KAPUAS HULU
NIM. E21111007, SYAPRIADI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v5i3.1100
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Implementasi kebijakan Administrasi Kependudukan Tentang Pencatatan Lahir Mati Di Kecamatan Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu kurang berhasil. Permasalahan dalam penelitian ini tidak adanya laporan dari pihak Kecamatan Suhaid ke Disdukcapil, begitu juga tidak adanya laporan dari desa ke Kantor Kecamatan Suhaid mengenai pencatatan lahir mati. Warga dan kepala dusun tidak tahu adanya kebijakan yang mengatur adminstrasi kependudukan tentang pencatatan lahir mati, tidak tahu kegunaan dari pencatatan lahir mati itu sendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian mengacu pada teori implementasi kebijakan publik model George C. Edward III yang menerapkan empat variabel yaitu: 1). Komunikasi, 2) Sumber daya, 3) Disposisi, 4) Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pencatatan Lahir Mati di Kecamatan Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu belum dilaksanakan secara utuh oleh pihak Kecamatan Suhaid kepada desa-desa dikarenakan rendahnya tingkat pemahaman dari Kecamatan itu sendiri tentang kebijakan pencatatan lahir mati serta jarak antar desa yang sangat jauh. Sumberdaya dalam Implementasi kebijakan Administrasi Kependudukan Tentang Pencatatan Lahir Mati di Kecamatan Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu tidak memadai Rekomendasi yang dapat disampaikan antara lain; adanya komunikasi yang berkelanjutan antara pihak Kantor Camat Suhaid dan Disdukcapil. Tenaga pegawai atau staf tenaga honorer diikutkan dalam pelatihan, di samping itu perlu fasilitas dan anggaran biaya untuk kegiatan sosialisasi. Ada koordinasi dan kerjasama dengan istansi terkait seperti Pemerintah Kecamatan, Disdukcapil, Desa/Lurah dalam memberikan penyuluhan tentang kebijakan administrasi kependudukan tentang pencatatan lahir mati.Kata-kata Kunci:     Implementasi, Kebijakan, Administrasi Kependudukan Tentang Pencatatan Lahir Mati
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS PENDUDUK MUSIMAN (KIPEM) DI KELURAHAN BANSIR LAUT KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA
NIM. E01111034, NEVIANA WULANDARI
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v7i3.2022
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan pemahaman mengenai pelaksaanaan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2004 Tentang Pemberian Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM) yang telah diperbaharui dalam Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2016 Tentang Penyelenggaran Administrasi Kependudukan yang dilaksanakan di Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Permasalahan mengenai proses pembuatan Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM) yang terjadi di Kelurahan Bansir Laut ini cukup menarik untuk diteliti mengingat masih banyaknya penduduk pendatang yang tidak memiliki KIPEM. Proses pelaksanaan kebijakan KIPEM di Kelurahan Bansir Laut ini dianalisi mengunakan teori Charles O Jones, yaitu; Organisasi, Interprestasi dan Aplikasi dengan demikian dapat diketahui dengan jelas hambatan yang menyebabkan belum terlaksananya dengan baik kebijakan ini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian dari penelitian ini adalah proses pelaksanaan kebijakan KIPEM berjalan dengan baik, namun kurangnya sosialiasi membuat KIPEM hanya dianggap sebagai identitas diri oleh penduduk pendatang. Selain itu dalam penelitian ini peneliti menemukan jika yang menjadi penyebab tidak terlaksananya KIPEM dengan baik dikarenakan penduduk pendatangnya yang tidak mau membuat KIPEM dikarenakan mereka beranggapan KIPEM tidak memiliki manfaat yang signifikan bagi penduduk pendatang. Khusunya bagi penduduk pendatang di Kelurahan Bansir Laut.Adapun saran untuk penelitian ini adalah sosialisasi harus rutin dan intensif dengan memanfaatkan sosial media dan dilakukan keseluruh Kota Pontianak. Kata-kata kunci: KIPEM, Organisasi, Interprestasi, Aplikasi
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DI BIDANG KEARSIPAN DALAM MENUNJANG KINERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KOTA PONTIANAK
NIM. E21109014, MARTARIDLA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v4i3.747
Permasalahan penelitian ini adalah masih rendahnya kinerja pegawai di bidang kearsipan, salah satunya dilihat dari rendahnya kemampuan pegawai dalam pengorganisasian informasi di bidang kearsipan dan tidak adanya petugas yang khusus menangani arsip atau tenaga arsiparis untuk mengelola arsip. Untuk melakukan analisa terhadap permasalahan tersebut peneliti mengacu pada pendapat Syaidam (2006:502), bahwa pengembangan sumber daya manusia meliputi: pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, sumber daya manusia melalui Built In Training (BIT), sumber daya manusia melalui penugasan, sumber daya manusia melalui mutasi dan promosi, sumber daya manusia melalui pengembangan karier dan sumber daya manusia melalui gugus kendali mutu (GKM) Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, ditinjau berdasarkan frekuensi keikutsertaan pegawai dalam pelatihan kearsipan dirasakan kurang memadai. Rendahnya frekuensi penugasan pegawai untuk mengikuti pelatihan kearsipan disebabkan adanya keterbatasan alokasi dana pada Sekretariat Daerah Kota Pontianak. Penawaran jabatan fungsional arsiparis melalui pemberian promosi dan mutasi belum dapat menarik minat pegawai untuk alih fungsi dari tenaga struktural menjadi tenaga fungsional arsiparis, karena penawaran tersebut tidak disertai dengan penjelasan mengenai jenjang karir dan kondisi jabatan fungsional. Tidak adanya ruangan khusus dan sarana penyimpanan arsip yang tidak memadai menyebabkan pengelolaan dan penataan sistem kearsipan tidak dapat dijalankan secara baik dan benar. Kata-kata kunci : kemampuan pegawai, keterampilan, mengelola arsip
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM BERAS MISKIN DI KELURAHAN SAIGON KECAMATAN PONTIANAK TIMUR
NIM. E1012131078, M.F. SANDI ANUGRAH
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/publika.v7i1.1759
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi apa saja yang menyebabkan pelaksanaan program raskin di Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur belum terlaksana secara optimal. Adapun skripsi ini diangkat berdasarkan dari permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan program raskin antara lain distrubusi beras raskin yang belum tepat sasaran, belum tepat jumlah dan belum tepat waktu, masih ada masyarakat miskin yang belum terdata dalam penerima raskin, serta akibat dibagi rata jumlah beras yang diterima RTM menjadi sedikit, sehingga kurang bermanfaat bagi penerimanya. Hasil penelitian ini menjelaskan belum optimalnya pelaksanaan program beras raskin di Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur dipengaruhi oleh beberapa aspek yaknik aspek efektivitas dimana belum efektifnya dimana belum bisa menjawab sepenuhnya ketepatan waktu dalam mencapai tujuan program beras raskin tersebut, aspek efisien yakni belum dapat mencapai hasil maksimal di dalam pelaksanaan program beras raskin tersebut, aspek adequency belum bisa menjawab semua permasalahan yang ada sehingga belum optimal, aspek equity masih ada orang yang berhak menerima bantuan akan tetapi belum terdaftar dan belum bisa mendapatkan bantuan tersebut, aspek responsiveness sudah baik respon dari penerima bantuan beras raskin dan berharap selalu memberikan pelayanan yang optimal dalam program beras raskin tersebut, aspek appropriateness sudah memberikan ketepatgunaan dari segi hasil akan tetapi belom optimal di dalam pelayanan beras raskin tersebut. Kata-kata Kunci: Pelaksanaan Program Raskin, Efektivitas, Efisiensi, Adequency, Equity, Responsiveness, Appropriateness