cover
Contact Name
Heliyanti Kalintabu
Contact Email
heliyantikalintabu@gmail.com
Phone
z=6285241319887
Journal Mail Official
heliyantikalintabu@iaknmanado.ac.id
Editorial Address
Jl. Bougenville, Tateli Satu, Minahasa, Sulawesi Utara, 95631.
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
DA'AT: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : -     EISSN : 27472159     DOI : https://doi.org/10.51667/djtk.v3i1.657
Core Subject : Religion,
Teologi Kristen sedangkan cakupannya adalah Sejarah dan Filsafat, Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk, Sosiologi agama, Sosio budaya yang semuanya terkait dengan teologi Kristen.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024" : 6 Documents clear
Kajian Teologi Tentang Doa Dalam Kitab Mazmur Dan Implementasinya Bagi Orang Percaya Pada Masa Kini Penggu, Ilenus; Budiman, Sabda
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1253

Abstract

Prayer becomes a very central part of the believer's life. Not only today, but throughout the history of the life of the faithful, prayer has become an important spiritual part of the faith. So did a biblical figure named David. David's prayers can be investigated in the book of Psalms. The book of Psalms is a book of verses that presents david's real prayer life experience. David's prayer life is an example for believers today. Therefore, the author wants to examine the theology of prayer in the tips of the Psalms and their application to today's believers. To study and explore this topic, the author uses a quality research method with a descriptive approach. The author finds that there are at least 3 types of prayers in the book of Psalms, namely prayers of supplication, prayers of thanksgiving, and prayers of belief. The application that believers can make from the study of prayer in the Psalms is prayer as a personal relationship with God, prayer as an act of faith, and prayer as worship. All prayers begin with a special relationship between God and man. Doa menjadi bagian yang sangat sentral dalam kehidupan orang percaya. Tidak hanya saat ini saja, tetapi sepanjang sejarah kehidupan orang beriman, doa telah menjadi bagian spiritual iman yang penting. Begitu pula seorang tokoh Alkitab yang bernama Daud. Doa-doa Daud dapat diselidiki di dalam kitab Mazmur. Kitab Mazmur merupakan kitab syair yang menyajikan pengalaman kehidupan doa yang nyata dari Daud. Kehidupan doa Daud menjadi teladan bagi orang percaya saat ini. Oleh karena itu, penulis hendak meneliti teologi doa dalam kiatb Mazmur dan penerapannya bagi orang percaya masa kini. Untuk mengkaji dan mendalami topik ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis menemukan setidaknya ada 3 jenis doa dalam kitab Mazmur yaitu doa permohonan, doa ucapan syukur, dan doa kepercayaan. Penerapan yang dapat dilakukan oleh orang percaya dari pengkajian doa dalam Mazmur yaitu doa sebagai hubungan relasi pribadi dengan Allah, doa sebagai tindakan iman, dan doa sebagai ibadah. Semua doa itu diawali dengan suatu hubungan khusus antara Allah dan manusia.
MODERASI BERAGAMA SEBAGAI TANGGAPAN DISRUPSI ERA DIGITAL Kumowal, Royke Lantupa
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1739

Abstract

Salah satu aspek yang terpengaruh oleh disrupsi era digital adalah praktik keagamaan dan persepsi terhadap agama dalam masyarakat. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi cara individu mempraktikkan agama, mengakses informasi keagamaan, dan berinteraksi dengan komunitas keagamaannya. Hal ini menghadirkan pertanyaan tentang bagaimana agama merespons disrupsi ini? dan bagaimana respons tersebut memengaruhi keseimbangan dan kesejahteraan spiritual umatnya? Penulis menggunakan metode penelitian studi kepustakaan untuk mengeksplorasi fenomena moderasi beragama sebagai tanggapan terhadap disrupsi di era digital. Metode ini memungkinkan penulis untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, laporan riset, dan sumber-sumber teoritis lainnya, untuk mendukung penulisan ini. Agama memandu individu dan masyarakat dalam menghadapi disrupsi era digital dengan menekankan etika teknologi, keadilan sosial, pengembangan karakter, kesejahteraan mental, inklusivitas, dan refleksi mendalam terhadap dampak teknologi pada nilai-nilai dan makna kehidupan. Moderasi beragama berdampak positif pada keseimbangan dan kesejahteraan spiritual dengan menciptakan lingkungan inklusif, harmonis, dan toleran. Ini mempromosikan dialog antaragama yang konstruktif, memperkuat nilai-nilai universal seperti kasih sayang dan keadilan, serta mendukung pertumbuhan individu dalam keyakinan mereka sendiri. Dalam era digital yang semakin maju, tantangan menjaga keragaman dan harmoni agama muncul di tengah transformasi fundamental kehidupan manusia. Disrupsi digital, seperti penyebaran pesan kebencian dan hoaks, telah mengubah lanskap sosial dan spiritual, memengaruhi praktik keagamaan dan persepsi agama. Moderasi beragama muncul sebagai respons efektif, menawarkan pendekatan inklusif untuk mengelola perbedaan keyakinan sambil memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian tentang moderasi beragama dalam era digital penting untuk memahami interaksi agama dan teknologi serta dampaknya terhadap individu dan masyarakat.
INJIL, BUDAYA DAN PANCASILA BAGI TRANSFORMASI SOSIAL MENURUT KAJIAN RICHARD SIWU SEBAGAI GAGASAN TEOLOGI PUBLIK INDONESIA Mawikere, Marde Christian Stenly; Hura, Sudiria; Mawikere, Jean Calvin Riedel
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1869

Abstract

This article examines the role of the Gospel, Minahasan culture, and Pancasila in Indonesia's social transformation, using Richard Siwu's contributions as a primary framework. The introduction highlights the relevance of these three elements in the context of societal modernization, particularly in Minahasa, Indonesia. Richard Siwu, through his integrated approach of theology, cultural studies, and sociology, depicts the complexity of interaction and mutual influence among Christianity, Minahasan indigenous traditions, and the national ideology of Pancasila. The research methodology employs a qualitative approach with content analysis to delve into the complex concepts within Siwu's works and other relevant literature. Findings indicate that integrating Christian values, local culture, and Pancasila principles has the potential to strengthen an inclusive national identity and promote positive social change in Indonesia. The conclusion emphasizes the analytical outcomes on how the interaction of these three elements can support social harmony and sustainable national development. Thus, this article contributes significantly to understanding the complex dynamics of religion, culture, and politics in Indonesia and their implications for future modern and inclusive development. Keywords: Gospel, Religion, Culture, Pancasila, Social Transformation
Membangun Identitas Budaya melalui Bahasa: Analisis Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann dalam Cerita Menara Babel Kejadian 11: 1–9 Palar, Yolanda; Janis, Vinkan Anggita
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1895

Abstract

This research aims to describe the role of language in building social identity in the Tower of Babel narrative (Genesis 11: 1-9) using the analytical framework of Berger and Lucmann's (1966) social construction theory. The focus of this research is the description of human ambition to build a tower that can reach the sky which ultimately causes division and language diversity. Based on the analysis using Berger and Lucmann's social construction theory in Genesis 11: 1-9 shows that language can be a unifying tool, a builder as well as a destroyer and inhibitor of a nation's cultural identity. It can be said that language becomes the main tool in the process of forming cultural identity, both individual and collective. The analysis of the Tower of Babel story highlights the complexities in social and linguistic interactions that shape and reconstruct cultural meaning in the context of social construction theory.
Model Relasional Ciptaan dan Upaya Berteologi Ekologi di Desa Tabang Kabupaten Kepulauan Talaud Tombokan, Tifany; Berdame, Jekson; Manapode, Cicilia
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1902

Abstract

ABSTRACT The plastic waste crisis "haunts" the Talaud Islands Regency, including Tabang Village. Plastic waste not only affects the scenery but also diminishes the quality of fishermen's catches. The community's awareness of the inherent value of nature is believed to shape their attitudes towards the environment. Therefore, an appropriate perspective on creation is needed. This research aims to examine the impact of plastic waste in Tabang Village and identify the theological roots of these attitudes. The research employs a qualitative method designed to describe both natural and human-engineered phenomena, with an emphasis on the characteristics, quality, and relationships among existing activities. Considering the importance of nature in the lives of the Talaud community, the author proposes an understanding of ecotheology with a relational model on creation in an effort to develop an ecological theology in Tabang Village. This approach aims to foster a proper perspective and cultivate relevant attitudes towards God's creation among the community. ABSTRAK Krisis sampah plastik “menghantui” Kabupaten Kepulauan Talaud termasuk di Desa Tabang. Sampah plastik bukan hanya memengaruhi pemandangan, tetapi juga menurunkan kualitas hasil tangkapan nelayan. Kesadaran masyarakat terhadap nilai (value) yang dimiliki alam ditengarai ikut memproduksi sikap masyarakat terhadap alam. Untuk itu diperlukan cara pandang yang tepat terhadap alam ciptaan. Penelitian diarahkan untuk melihat dampak sampah plastik di desa Tabang dan menemukan akar persoalan sikap tersebut secara teologis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena baik alami maupun rekayasa manusia dengan penekanan pada karakteristik, kualitas dan hubungan di antara kegiatan yang ada. Mengingat pentingnya alam dalam kehidupan masyarakat Talaud, penulis mengusulkan pemahaman ekoteologi dengan model relasional ciptaan dalam upaya berteologi ekologi di Desa Tabang supaya masyarakat memiliki cara pandang yang tepat dan dapat mengembangkan sikap yang relevan berhadapan dengan alam ciptaan Tuhan.
KAJIAN TEOLOGIS TENTANG TRADISI MABARIS’SA DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS DI GERMITA SION KALONGAN Tulis, Alex Lodweik Krisye; Kalintabu, Heliyanti
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v5i2.1903

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisa tradisi Mabaris’sa di GERMITA Sion Kalongan. Serta mendeskripsikan nilai teologis tradisi Mabaris’sa dalam meningkatkan rasa solidaritas di GERMITA Sion Kalongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menguraikan secara deskriptif, dengan menggunakan pendekatan etnografi realis yang dilaksanakan di jemaat GERMITA Sion Kalongan Wilayah 12 Kalongan 2024. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dari hasil analisis dan interprestasi data diperoleh indikasi bahwa pertama persepsi yang dimiliki oleh anggota jemaat mengenai tradisi Mabaris’sa sama, jemaat sudah memahami akan tradisi Mabaris’sa. Kedua kajian teologis tentang tradisi Mabaris’sa dalam meningkatkan solidaritas ini pun membuktikan bahwa tradisi dan agama memanglah merupakan suatu hal yang saling berhubungan. Kesolidaritasan Kristiani terwujud dalam kemurahan hati, pengampunan, rekonsialisasi, dan persahabatan. Ini telihat ketika tegur sapa satu diantara lain menjadikan tradisi Mabaris’sa lebih bermakna secara teologis sebab semua kalangan sama-sama menjadi satu kesatuan dalam tradisi Mabaris’sa. Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan untuk gereja agar bisa mengupayakan untuk memberikan perhatian secara khusus pada tradisi ini, mulai dari meningkatkan pemahaman jemaat, hingga membuat aturan-aturan khusus yang tegas dalam pelaksanaan tradisi Mabaris’sa dalam perayaan gerejawi. Sehingga dampak dari tradisi ini memanglah jelas mampu meningkatkan solidaritas diantara jemaat sehingga mencerminkan perayaan Kristen yang sesungguhnya dan berkenan dihadapan Tuhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6