cover
Contact Name
Eka Wulandari
Contact Email
eka.wulandari@unpad.ac.id
Phone
+6222-7798241
Journal Mail Official
eka.wulandari@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Hasil Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang KM 21 Jatinangor, Kab. Sumedang 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan
ISSN : -     EISSN : 27224783     DOI : https://doi.org/10.24198/jthp.v2i2
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan is a journal that publishes research outcomes related to the aspects of material, processing technology, and quality of dairy, meat, egg, edible insect/worm products, edible and non-edible by-products, and livestock waste. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan covers concepts, models, and implementation of research as an effort to improve technology in the downstream sector of livestock business. It is a reference for anyone needing to keep abreast of current findings in animal products and technology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2024): September" : 5 Documents clear
Isolasi dan Identifikasi Kapang dan Khamir pada Ekoenzim Campuran Feses Sapi Potong dan Jerami Padi pada Lama Fermentasi yang Berbeda Faikar, Riisyafa Ayuna; Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i2.56004

Abstract

Ekoenzim merupakan produk hasil fermentasi yang berasal dari limbah organik  dalam kondisi anaerob fakultatif yang mengandung enzim-enzim ekstraseluler dan mikroba. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah populasi dan karakteristik kapang dan khamir pada proses pembuatan ekoenzim campuran feses sapi potong dan jerami padi  penambahan molases 7,5% pada lama fermentasi yang berbeda. Metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan (P1 = lama fermentasi 7 hari, P2 = lama fermentasi 14 hari, P3 = lama fermentasi 21 hari, P4 = lama fermentasi 28 hari), masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan Uji Tukey, sedangkan identifikasi kapang dan khamir berdasarkan morfologi koloni secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jumlah populasi kapang  dan khamir pada fermentasi ekoenzim dengan lama fermentasi yang berbeda menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05).  P (lama fermentasi 21 hari ) menghasilkan populasi kapang tertinggi sedangkan P4 (lama fermentasi 28 hari ) menghasilkan populasi khamir tertinggi. Hasil isolasi kapang diperoleh 5 isolat antara lain genus Aspergillus, Acrophialophora,  dan Mucor, sedangkan pada khamir diperoleh 7 isolat antara lain genus Saccharomyces, Pichia, dan Debaryomyces.
Identifikasi Bakteri dan Kapang dalam Proses Pembuatan Bioetanol Menggunakan Campuran Feses Sapi Perah dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Riyanto, Kirana Fairuza; Marlina, Eulis Tanti; Harlia, Ellin
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i2.54748

Abstract

Empty palm bunches are plantation waste with a high fibre content that has potential as a bioethanol raw material. The high lignin content in TKKS requires decomposition treatment with the addition of dairy cow faeces which acts as a lignin degrader due to the presence of cellulolytic bacteria. The initial decomposition phase is the phase where microorganisms play a role in degrading cellulose substrates into glucose needed in the bioethanol fermentation process. This study aims to determine the population and characteristics of bacteria and moulds that play a role in the process of making bioethanol using a mixture of dairy cow faeces and EFB  macroscopically and microscopically. This study used descriptive analysis with 4 treatments namely P1 (60% Dairy Cow Feces : 40% EFB), P2 (70% Dairy Cow Feces : 30% EFB), P3 (80% Dairy Cow Feces : 20% EFB), and P4 (90% Dairy Cow Feces : 10% EFB) observations on day 1, 7 and 14 of the initial decomposition phase. The results showed that the highest bacterial population was 11,35 CFU/g in the P1 treatment and the highest mould population was 60 CFU/g. in the P4 treatment. The dominant bacteria are rod-shaped, gram-positive bacteria and the genus Bacillus bacteria. The moulds that play a role in the decomposition process of the mixture of TKKS and dairy cow faeces are Aspergillus, Trichoderma, Penicillium, Rhizopus and Mucor.
Pengaruh Konsentrasi Penggumpal Jus Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) pada Proses Pembuatan Fresh Cheese Terhadap pH, Total Bakteri Asam Laktat, dan Daya Hambat Larasati, Alfanny Hasna Putri; Putranto, Wendry Setiyadi; Badruzzaman, Deden Zamzam
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i2.57628

Abstract

Fresh cheese dibuat dari susu segar dan menggunakan enzim rennet sebagai penggumpal protein susu. Enzim rennet belum diproduksi secara masif di dalam negeri. Maka dari itu, diperlukan pengganti berupa buah kiwi yang mengandung enzim aktinidin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai penggunaan dan level konsentrasi jus buah kiwi pada pembuatan fresh cheese terhadap pH, total BAL, daya hambat, intensitas warna, dan rendemen. Metode yang digunakan, yakni eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi jus buah kiwi (5%, 10%, 15%) dan dilakukan sebanyak 6 kali sehingga didapatkan total 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jus buah kiwi dengan konsentrasi 5 – 15% mampu menurunkan pH 6,06 – 5,62, memiliki total BAL tertinggi pada konsentrasi 15% (17,68 × 103 CFU/g), memiliki daya hambat dengan kategori sangat lemah (<5 mm), menurunkan intensitas warna kecerahan dengan nilai 84,89 – 81,47, meningkatkan warna hijau dengan nilai -1,80 sampai -3,38, meningkatkan warna kuning dengan nilai 15,19 – 21,59, dan rendemen 9,07 – 8,70. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jus buah kiwi dengan konsentrasi 15% terhadap pH, total BAL, daya hambat, intensitas warna, dan rendemen  yang terbaik sebagai pengganti rennet dalam pembuatan fresh cheese.Kata Kunci: Fresh cheese, jus buah kiwi, pH, total BAL, daya hambat, intensitas warna, rendemen
Pengaruh Pemberian Minyak Ikan Patin Terhadap Kualitas Omega 3, Omega 6 dan Omega 9 Pada Whey Susu Sapi Dwijayanti, Ratumas Sherly; Monica, Metha; Elymaizar, Zulfa
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i2.55599

Abstract

ABSTRAK Pada susu sapi terkandung Omega 3, omega 6, dan omega 9 yang merupakan golongan asam lemak tak jenuh yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia saat membentuk sel, dan ketiga asam lemak tak jenuh ini mempunyai peranan serta manfaat yang berbeda bagi tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan patin terhadap kualitas omega 3, omega 6 dan omega 9 pada whey susu sapi. Whey diolah dari susu sapi yang dipanaskan dan ditambahkan minyak ikan patin dengan perbandingan persentasenya adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dari beratnya susu. Peubah yang diamati adalah kandungan omega 3, omega 6, dan omega 9 pada whey. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian minyak ikan patin pada whey dengan persentase di atas 5% dapat menambah kandungan omega 6 dan omega 9 pada whey namun tidak menambah kandungan omega 3 di dalam whey.Kata kunci       : Whey, minyak ikan patin, omega-3, omega-6, omega-9  Abstract Cow's milk contains Omega 3, Omega 6 and Omega 9, which are unsaturated fatty acids which are really needed by the human body when forming cells, and these three unsaturated fatty acids have different roles and benefits for the human body. This research aims to determine the effect of adding catfish oil on the quality of omega 3, omega 6 and omega 9 in cow's milk whey. Whey is prepared from heated cow's milk and catfish oil is added with a percentage ratio of 0%, 2.5%, 5%, 7.5% and 10% of the weight of the milk. The variables observed were the omega 3, omega 6 and omega 9 content in whey. The resulting data was then analyzed descriptively. The results of this study show that adding catfish oil to whey with a percentage above 5% can increase the omega 6 and omega 9 content in the whey but does not increase the omega 3 content in the whey.Keywords        : Whey, catfish oil, omega-3, omega-6, omega-9
Pengaruh Tingkat Penambahan Labu Siam Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Dimsum Ayam Prayoga, Renaldi; Pratama, Andry; Yuniarti, Endah
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i2.56916

Abstract

Daging ayam merupakan sumber protein hewani dan sering diolah menjadi berbagai makanan seperti dimsum. Dimsum memiliki nilai gizi tinggi dan biasanya menggunakan tapioka dan terigu yang mengandung pati sebagai bahan pengisi agar padat. Karakteristik pati labu siam mirip dengan tapioka, sehingga memiliki potensi sebagai bahan pengisi dimsum ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan tingkat persentase penambahan labu siam terhadap sifat fisik (daya ikat air, susut masak, keempukan) dan organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, total penerimaan) yang paling disukai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan (P0=Kontrol, P1=25%, P2=35%, P3=45%), dan 5 kali ulangan. Sifat fisik dianalisis dengan uji sidik ragam dan uji lanjut Duncan, sedangkan hasil uji organoleptik di analisis dengan uji statistic KruskalWallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan labu siam memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap sifat fisik dan organoleptik pada dimsum ayam. Penambahan labu siam sebanyak 45% merupakan konsentrasi terbaik dengan nilai daya ikat air sebesar 6,24% dan keempukan 10,31 mm/g/10detik, serta nilai rataan susut masak sebesar 20,34% yang masih dalam kisaran normal. Selain itu, kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan total penerimaan) masih tetap terjaga, tanpa mempengaruhi warna dan aroma dimsum ayam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5