cover
Contact Name
Nyokro Mukti Wijaya
Contact Email
nyokromw@fkip.unila.ac.id
Phone
085809937263
Journal Mail Official
jurnalpenelitiangeografi@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23020032     EISSN : 2746248X     DOI : http://doi.org/10.23960/jpg
Jurnal Penelitian Geografi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Jurnal ini berisikan kumpulan karya ilmiah dalam bentuk artikel baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi, serta hasil-hasil penelitian lain yang berhubungan dengan kajian pendidikan geografi dan geografi.
Articles 642 Documents
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI KEPALA KELUARGA DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN KELUMBAYAN KABUPATEN TANGGAMUS Sepri Tazida Kurniawan; Dedy Miswar; Annissa Salsabilla
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan Karakteristik Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Daerah Bencana Banjir di Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. Titik kajiannya pada : pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan, jenis rumah, status kepemilikan rumah, jumlah anggota keluarga dan pemenuhan kebutuhan pokok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 324 kepala keluarga di daerah rawan bencana banjir, diambil sampel 15 % (49 KK). Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data dengan pendekatan keruangan yang digunakan sebagai dasar dalam interpretasi dan membuat deskripsi laporan penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan : (1) Sebagian besar pendidikan kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan adalah Pendidikan dasar (SD dan SMP), (2) Jenis pekerjaan kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan sebagian besar adalah petani, (3) Pendapatan kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan rata-rata sebesar Rp 1.953.000,- per bulan, (4) Jenis rumah kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan sebagian besar permanen, (5) Sebagian besar status kepemilikan rumah kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan adalah milik sendiri, (6) Sebagian besar jumlah beban tanggungan setiap keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan rata-rata 3 orang, (7) Sebagian besar pemenuhan kebutuhan pokok kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir Kecamatan Kelumbayan nyaris miskin. Kata Kunci: sosial, ekonomi, kepala keluarga rawan bencana banjir, keruangan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.27083
KAJIAN PENGEMBANGAN DAYA TARIK OBJEK WISATA DI PANTAI MINANGA Dewita Dewita; Sri Maryati; Daud yusuf
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis pengembangan daya tarik objek wisata dengan menggunakan analisis SWOT di Pantai Minanga. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pantai Minanga, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara. Metode penarikan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, dokumentasi  dan survei lapangan. Analasis data dalam bentuk deskriptif kualitatif berdasarkan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities dan Threats). Hasil penelitian ini adanya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan objek wisata di Pantai Minanga tersebut. Strategi pengembangan tersebut  dapat dilakukan oleh pengelola maupun pihak masyarakat objek wisata Pantai Minanga sehingga dapat berkembang lebih baik dan dapat bersaing dengan objek wisata lainnya. Pengembangan objek wisata Pantai Minanga sesuai analisis SWOT menghasilkan empat alternatif strategi yaitu SO merupakan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk memperhitungkan peluang, strategi WO yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang, strategi ST adalah strategi yang mengunakan kekuatan untuk mengatasi ancama dan strategi WT merupakan strategi yang meminimalkan kelemahan- kelemahan dan menghindari ancaman. Kata Kunci: Daya Tarik Objek Wisata, Analisis SWOT, Pengembangan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.26161
Eksplorasi Budaya Repong Damar Dalam Ranah Geografi Perilaku (Studi Fenomenologi Pada Masyarakat Krui) Novia Fitria Istiawati; Annisa Salsabilla
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna repong damar melalui pendekatan fenomenologi dan proses penerimaan dalam masyarakat Krui. Tahap pengungkapan makna dan penerimaan dilakukan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi dan analisis dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Krui memaknai repong damar sebagai: konservasi hutan, sumber pendapatan, dan simbol status sosial. Proses penerimaan repong damar dilakukan dalam tiga ranah, yaitu: kognitif: masyarakat menerima informasi bahwa getah pohon damar memiliki harga jual yang tinggi di pasar lokal dan internasional, afektif: masyarakat mulai membahas tentang budidaya pohon damar di kawasan hutan tanpa merubah fungsinya, dan psikomotor: merupakan tahap penerimaan budidaya pohon damar dengan terus mengembangkan gagasan dalam proses pengelolaannya. Oleh karena itu, repong damar merupakan budidaya pohon damar yang dilakukan di dalam kawasan hutan produksi tanpa mengubah fungsi hutan dan membantu penyelamatan hutan untuk masa depan. Kata Kunci: Konservasi Hutan, Masyarakat Krui, Proses Penerimaan, Repong Damar. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.27051
PERSEPSI MASYARAKAT DESA AKE JAWI TERHADAP KEBERADAAN TAMAN NASIONAL AKETAJAWE LOLOBATA (TNAL) KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Siti Murniati; Risky Nuri Amelia
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Desa Ake Jawi Terhadap Keberadaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber datanya adalah 22 keluarga yang berbatasan langsung dengan TNAL. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Responden dipilih secara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif (pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi/penarikan kesimpulan). Berdasarkan analisis data yaitu (1) Persepsi sebagian kecil masyarakat yang memiliki persepsi baik terhadap keberadaan taman nasional yang dianggap masyarakat bahwa TNAL berdampak positif. Keberadaan taman nasional diharapkan dapat terus memanfaatkan sumber daya hutan dan menjaga kelestariannya di masa mendatang. Persepsi masyarakat yang kurang baik yaitu keberadaan TNAL tidak memberikan apa-apa melainkan hanya mengurangi luas lahan garapan mereka yang masuk ke dalam kawasan TNAL yang membuat masyarakat terganggu dengan keberadaan TNAL. Hal ini banyak terjadi pada responden Desa Ake Jawi yang mengenyam pendidikan dasar dan menengah. (2) Persepsi masyarakat Desa Ake Jawi disebabkan oleh faktor eksternal yaitu rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya partisipasi sosialisasi, kurangnya pengalaman dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang taman nasional dan fungsinya untuk kehidupan selanjutnya. Kata Kunci: Taman nasional, persepsi, masyarakat DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.27052
ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR Arif Rahman Nugroho; Rosalina Kumalawati; Nasruddin Nasruddin; Yulika Puspita Sari; Alfio Nita Pangaribuan
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Banjarmasin memiliki fungsi strategis sebagai pusat pertumbuhan perdagangan dan pelayanan sosial. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan tempat tinggal, orang cenderung menggunakan lahan rawan bencana sebagai tempat tinggal. Dampaknya, banyak masyarakat yang menjadi korban bencana banjir ketika musim penghujan tiba. Masyarakat yang menjadi korban banjir tersebut tetap memilih bertahan. 0/eh karena itu untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting dan pertimbangan masyarakat kembali bermukim di kawasan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Populasinya adalah rumah tangga yang bermukim di lokasi tersebut. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive. Penelitian ini didesain menggunakan mixed method. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui survei. Pengolahan data kuantitatif meliputi editing dan tabulasi, penelitian kuantitatif menggunakan Analisis faktor Sedangkan pengumpulan data kualitatif, dilakukan melalui lndepth-Interview dan FGD. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pertimbangan utama yang mendasari masyarakat memutuskan untuk tetap tinggal di kawasan rawan bencana banjir Pulau Bromo Kota Banjarmasin adalah faktor jarak waktu tempuh ke tempat kerja kedekatan dengan keluarga,dan persepsi harga Iahan. Kata Kunci: Analisis faktor, Banjir, Kawasan rawan bencana, Lahan ilegal, Preferensi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.27033
APLIKASI KONSEP ADDIE DALAM DESAIN PEMBELAJARAN PELATIHAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK MASYARAKAT Arif Budiyono
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan bencana gempa bumi untuk masyarakat merupakan suatu upaya penanggulangan bencana pada tahap pra-bencana untuk menyiapkan masyarakat tangguh bencana yang senantiasa siap siaga menghadapi ancaman bencana gempa bumi. Konsep ADDIE diterapkan sebagai model desain pembelajaran pada pelatihan ini yang dimulai dari tahap analisis, desain, hingga developmen. Strategi pembelajaran yang diterapkan adalah model ekspositori yang dipadukan dengan model interaktif. Sumber daya pembelajaran utama menggunakan informasi peta sumber dan bahaya gempa dan kawasan rawan bencana gempa bumi dan buku saku tangguh menghadapi bencana yang dikemas melalui perpaduan media antara media bentuk cetakan dan teknologi multimedia. Sarana prasarana kelas untuk simulasi pengalaman bencana gempa bumi dirancang untuk pelaksanaan kegiatan kesiapsiagaan di rumah tinggal dan ruangan gedung bertingkat. Durasi penyelenggaraan pelatihan dilaksanakan selama 35 jam pelajaran atau 4 hari pelatihan.  Kata Kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, model inkuiri DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.27031
Potensi Lubang Timah Waterfall Sebagai Objek Wisata Di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis Muhammad Mazdi Rezqi; Ruli As’ari; Anita Eka Putri
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi Lubang Timah Waterfall sebagai objek wisata di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan melihat variabel atraksi, aksesibilitas, amenitas, akomodasi, dan ancilliary. Untuk variabel atraksi di Lubang Timah Waterfall sendiri terdapat air terjun yang indah, terdapat sungai yang jernih, dan berenang dengan menikmati suasana alam yang tenang. Dari variabel aksesibilitas akses jalan untuk menuju ke Lubang Timah Waterfall sedikit memadai karena kondisinya yang masih bebatuan dan karena berada di kaki gunung sawal jadi rawan longsor dan tidak ada petunjuk jalan untuk kita dapat sampai di objek wisata Lubang Timah Waterfall tersebut. Dari segi amenitas sudah terdapat warung yang menyediakan makanan serta minuman untuk pengunjung, terdapat fasilitas umum seperti WC dan sarana ibadah. Dari variabel akomodasi tempat penginapan atau home stay belum tersedia, tetapi pengunjung bisa menginap di sana dengan cara camping. Serta dari segi ancilliary terdapat organisasi yang mendukung pengelolaan wisata di Lubang Timah Waterfall. Kata kunci: Ciamis; lubang timah waterfall; pariwisata DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27724
Aplikasi Electrical Resistivity Tomography (ERT) untuk Sistem Grounding: Studi Kasus di Pesisir Bandar Lampung Rustadi Rustadi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrical resistivity tomography telah digunakan untuk membantu memetakan zona konduktif sebagai tapak penempatan electrode penangkal petir di Pesisir Bandar Lampung. Terdapat tiga lintasan ERT menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger, panjang lintasan 200 m dan spasi antar electrode 6 m. Profil bawah permukaan memperlihatkan kemiripan tersusun oleh dua lapisan. Llapisan konduktif dengan kedalaman 0 – 15 m, menutup lapisan resistif di bawahnya. Zona konduktif dengan resistivitas 7  Ω-m berupa lensa-lensa sebagai air tanah dangkal yang terpapar oleh air laut. Pengayaan unsur khususnya Na, Cl, dan Mg, telah menjadikan air tanah dangkal berperan sebagai konduktor dan memenuhi spesifikasi untuk penempatan electrode system penangkal petir. Kata kunci: ERT; grounding; pesisir bandar lampung DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.28509
Analisis Pengaruh Aktivitas Gunung Kelud Terhadap Karakter dan Jenis Tanah dalam Sektor Pertanian Vina Permata; Tamaya Azzahro'; Anggoro Putranto
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung berapi aktif merupakan gunung yang masih memiliki riwayat dapat meletus atau mengeluarkan magma, lahar panas, lahar dingin sewaktu-waktu apabila telah terpantau dalam status awas. Gunung Kelud adalah salah satu gunung berapi aktif tipe A yang terletak di Blitar, Jawa Timur. Pada artikel ini akan menjelaskan mengenai pengaruh aktivitas Gunung Kelud pada karakteristik dan jenis tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari aktivitas Gunung Kelud seperti pasca letusan terhadap perubahan karakteristik dan jenis tanah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kajian literatur. Hasil dari penelitian yaitu mengetahui karakteristik serta jenis tanah pasca letusan. Kata kunci: gunung kelud; jenis tanah; karakteristik tanah DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.28340
Distribusi Sebaran Hotspot Berdasarkan Data Modis Aqua Dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran Rosalina Kumalawati; Arief Rahman Nugroho; Karnanto Hendra Murliawan; Rizky Nurita Anggraeni
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotspot dapat diketahui menggunakan bantuan teknologi penginderaan jauh yaitu satelit Terra/Aqua dengan bantuan sensor MODIS. Hotspot jumlah banyak dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi memiliki potensi kebakaran. Dampak kebakaran cukup besar, sangat diperlukan adanya sistem deteksi dini, jadi penting dilakukan penelitian dengan judul “Distribusi Sebaran Hotspot berdasarkan Data MODIS Aqua dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran”. Metode yang digunakan adalah analisis time series untuk mendapatkan informasi jumlah hotspot dari Citra Modis Aqua dan Terra tahun 2012-2019. Analisis untuk menemukan distribusi sebaran hotspot berupa titik koordinat yang di tumpang susun ke peta administrasi menggunakan Arc GIS. Hasil penelitian diketahui Kecamatan paling tinggi jumlah hotspotnya dari perekaman data Aqua dan Terra Modis adalah Kecamatan Candi Laras Utara; Jumlah hotspot paling banyak berada pada tingkat kepercayaan Tinggi dan Sedang sehingga dapat diketahui Kabupaten Tapin memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran; dan Deteksi dini, koordinasi, kerjasama dan komunikasi dengan pemerintah pusat, daerah maupun swasta untuk meminimalkan korban jiwa dan harta benda akibat kebakaran.Kata kunci: Distribusi, Sebaran Hotspot, Modis aqua dan Terra, Deteksi Dini KebakaranDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.26787ReferencesA. Sandhyavitri, M. A. Perdana, S. Sutikno, and F. H. Widodo, “The roles of weather modification technology in mitigation of the peat fires during a period of dry season in Bengkalis, Indonesia,” in TALENTA-CEST, IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 2018, pp. 0–9, doi: 10.1088/1757899X/309/1/012016. “About MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer),” MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). https://modis.gsfc.nasa.gov/about/ (accessed Dec. 25, 2022).Adam, S. S. (2020). Evaluasi Area Kebakaran Lahan dan Hutan Berbasis Hotspot Citra Modis. ScientiCO: Computer Science and Informatics Journal, 3(1), 19-34.Adiputra, Agung, Baba Barus. 2018. Analisis Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Bengkalis. Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan. Volume 1, Nomor 2.Afriyani, A., Purwaningsih, E. (2019). Analisis Jumlah Sebaran Hotspot di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 2(7), 26-38.Agustiar, A. B., Mustajib, M., Amin, F., Hidayatullah, A. F. (2020). Kebakaran Hutan dan Lahan Perspektif Etika Lingkungan. Profetika: Jurnal Studi Islam, 20(2), 124-132. https://doi.org/10.23917/profetika.v20i2.9949.Asyrowi, H., Saharjo, B. H., Putra, E. I. (2021). Analisis Pola Sebaran Hotspot Di Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 18(2), 151-165.Budiyono, A. (2021). APLIKASI KONSEP ADDIE DALAM DESAIN PEMBELAJARAN PELATIHAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK MASYARAKAT. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2).Dolcemascolo, G. P. (2004). Burning Issues: Control of Fire Management in Central Kalimantan, Indonesia. University of Hawai’i.Fatkhuroyan, Trinahwati dan Panjaitan A., (2015). Forest fires detection in Indonesia using satelliteHimawari-8 (case study: Sumatera and Kalimantan on august-october 2015). IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., doi:10.1088/1755-1315/54/1/012053.Giglio L., Descloitres J., Justice C O., and Kaufman Y J. (2003). An Enhanced Contextual Fire Detection Algorithm for MODIS. Remote Sensing of Environtment. 87: 273-282.Giglio, L. (2015). MODIS Collection 6 Active Fire Product User's Guide Revision A. Department of Geographical Sciences. University of Maryland.Giglio L, Schroeder W, Justice C O. (2016). The Collection 6 MODIS Active Fire Detection Algorithm and Fire Products. Remote Sensing of Environtment. 178: 21-34.Harmain, A., Paiman, P., Kurniawan, H., Kusrini, K., Maulina, D. (2021). Normalisasi Data Untuk Efisiensi K-Means Pada Pengelompokan Wilayah Berpotensi Kebakaran Hutan Dan Lahan Berdasarkan Sebaran Titik Panas. TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia, 2(2), 83-89.Hamzah A.S., Darmawan, Sumawinata B., dkk., 2019.Spatial analysis of hotspot data for tracing the source of annual peat fires in South Sumatera, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science,393doi:10.1088/1755-1315/393/1/012068Handayani, Tri, Albertus Joko Santoso, dan Yudi Dwiandiyanta. 2014. Pemanfaatan Data Terra MODIS untuk Mengidentifikasi Titik Api pada Kebakaran Hutan Gambut (Studi Kasus Kota Dumai Provinsi Riau). Jurnal. Seminar Nasional Teknologi dan Komunikasi.Heryalianto, S. C. (2006). Studi tentang sebaran titik panas (HOTSPOT) sebagai penduga kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004.Hidayati, N., Sutikno, S., Qomar, N. (2022). Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambut di KHG Pulau Rangsang. JURNAL TEKNIK, 16(2), 116-122.Hutagaol, R. R. (2017). Studi Evaluasi Sebaran Titik Panas (Hotspot) Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Dan Lahan di Kabupaten Sintang. PIPER, 13(24).Indradjad, A., Purwanto, J., Sunarmodo, W. (2020). Analisis Tingkat Akurasi Titik Hotspot dari S-NPP VIIRS dan TERRA/AQUA MODIS Terhadap Kejadian Kebakaran. Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 16(1).Jayawardana, H. B. A. (2016). Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini sebagai Upaya Mitigasi Bencana Ekologis. In Symbion (Symposium on Biology Education) (pp. 49-64). p-ISSN: 2540-752x e-ISSN: 2528-5726.K. A. DS, P. Sofan, S. Suwarsono, I. Prasasti, and F. Yulianto, Evaluasi Hasil Estimasi Suhu Udara dari Data Satelit NOAA-18 AVHRR di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. JAKARTA TIMUR: LAPAN, 2015. Accessed: Dec. 24, 2022. [Online]. Available: https://onesearch.id/Rec-ord/IOS4589.slims-4617Kumalawati, R., Nasruddin, N., Elisabeth, E. (2019). Strategi penanganan hotspot untuk mencegah kebakaran di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. 4(2): 351-356.Khairani, N. A., Sutoyo, E. (2020). Application of k-means clustering algorithm for determination of fire-prone areas utilizing hotspots in West Kalimantan Province. International Journal of Advances in Data and Information Systems, 1(1), 9-16. DOI: 10.25008/ijadis. v1i1.13.(LAPAN) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. [LAPAN] Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. Sumber Daring. [Diakses 28 April 2020]. http://pusfatja.lapan.go.id/files_uploads_ebo ok/publikasi/Panduan_hotspot_2016 %20v ersi%20draft%201_LAPAN.pdf Lestari, A., Rumantir, G., Tapper, N. (2015). Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 6(2), 128-134.Nugraheni, I. L., Sugiyanta, I. G. (2022). Pemodelan Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir (Studi Kasus Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung). JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 10(1).Nugroho, A. R., Kumalawati, R., Nasruddin, N., Sari, Y. P., Pangaribuan, A. N. (2021). ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2), 88-95.Pasai, M. (2020). Dampak Kebakaran Hutan dan Penegakan Hukum. Jurnal Pahlawan, 3(1), 36-46.Pinem, A., Yulianto, S., Dwiastuti, R. (2022). Karakteristik Spasial Data Hotspot MODIS Tahun 2019 Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah: Spatial Characteristics of MODIS Hotspot Data in 2019 in Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. HUTAN TROPIKA, 17(1), 104-113.Rasyid, F. (2014). Permasalahan dan dampak kebakaran hutan. [Problems and impacts of forest fires]. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 47-59.Rosalina, K., Nasruddin., Anggraeni, R. N. (2021). PEMETAAN SEBARAN HOTSPOT DATA MODIS AQUA DAN TERRA DI KALIMANTAN SELATAN. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN LAHAN BASAH (Vol. 6, No. 2).Rustan, R., Handayani, L. (2020). Analisis Distribusi Suhu Maksimum dan Kelembaban Rata-Rata Untuk Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Studi Kasus: Kabupaten Muaro Jambi). JIFP (Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya), 4(1), 16-20.Riyadi, M. D. P., Setiawan, Y., Taufik, M. (2022). Pola Distribusi Spasial-Temporal Hotspot dan Variasi Standardized Precipitation Index pada Lahan Gambut Tropis di Kepulauan Meranti, Riau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 457-464.Sinaga, M. T., Asyik, B., Miswar, D. (2020). Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Tangguh Bencana Di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 8(2), 118-126.Schweithelm, J., Glover, D. (1999). Penyebab dan Dampak Kebakaran dalam Mahalnya Harga Sebuah Bencana: Kerugian Lingkungan Akibat Kebakaran dan Asap di Indonesia. [Causes and Effects of Fires at the High Cost of a Disaster: Environmental Costs of Fire and Smoke in Indonesia]. Editor: D. Glover T. Jessup.Syaufina, L., Siwi, R., Nurhayati, A. D. (2014). Perbandingan sumber hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan gambut dan korelasinya dengan curah hujan di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Jurnal Silvikultur Tropika. 5(2): 113-118.Yuliarti, A., Anggraini, R. N. (2022). Pengembangan Strategi Pengurangan Risiko Kebakaran Gambut Dalam Bingkai Media Berdasarkan Jumlah Hotspot Menggunakan S-NPP VIIRS. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 7, No. 2). 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) More Issue