cover
Contact Name
Nyokro Mukti Wijaya
Contact Email
nyokromw@fkip.unila.ac.id
Phone
085809937263
Journal Mail Official
jurnalpenelitiangeografi@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23020032     EISSN : 2746248X     DOI : http://doi.org/10.23960/jpg
Jurnal Penelitian Geografi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Jurnal ini berisikan kumpulan karya ilmiah dalam bentuk artikel baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi, serta hasil-hasil penelitian lain yang berhubungan dengan kajian pendidikan geografi dan geografi.
Articles 642 Documents
Analisis Autokorelasi Spasial Jumlah Sekolah, Guru dan Murid di Kota Padang monsaputra monsaputra
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok masnyarakat yang akan menentukan kualitas sumberdaya manusia untuk masa yang akan datang. Pemerataan fasilitas pendidikan menjadi tolak ukur tercapainya salah satu tujuan perencanan pendidikan Kota Padang merupakan salah satu daerah yang memiliki jumlah angka rata-rata lama sekolah yang paling tinggi di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis autokorelasi spasial jumlah sekolah, guru dan murid pada masing-masing tingkatan sekolah di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks moran dan LISA. Hasil analisis indeks moran  menunjukkan  bahwa jumlah sekolah, guru dan murid di SD dan SMP tidak terdapat autokorelasi spasial. Untuk SMA terdapat autokorelasi spasial jumlah sekolah, sedangkan jumlah guru dan murid tidak memiliki autokorelasi spasial. Hasil analisis LISA memeperlihatkan tidak terdapat autokorelasi spasial lokal untuk tingkatan SD dan SMP baik jumlah sekolah, jumlah guru dan jumlah murid, sedangkan untuk SMA terdapat autokorelasi spasial lokal jumlah sekolah, guru dan murid dibeberapa kecamatan. Kata kunci: autokorelasi; LISA; moran,; pendidikan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27600 ReferencesAprilia, R. N., Sugiyanto, Prihadi, S. (2021). Kajian Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar ( SD / MI ) dan Menengah Pertama ( SMP / MTS ) di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Tahun 2020 ( Implementasi Dalam Pembelajaran Geografi Kelas XI Pada Materi Kualitas Penduduk dan Indeks Pembangun. Geadidaktika, 1(2), 87–103.Arisca, W. D., Agustini, E. P. (2020). Pola Persebaran Sekolah Sma Dan Smk Di Kabupaten Ogan Komerin Ulu, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, Dan Prabumulih Menggunakan Metode Avarage Nearst Neighbour. Jurnal Bina Komputer, 2(2), 99–121https://doi.org/10.33557/binakomputer.v2i2.975Asnia, R. R., Syaf, H., Mey, D. (2020). Analisis Spasial Dan Sebaran Fasilitas Pendidikan Tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Kolaka. Jurnal Perencanaan Wilayah, V(1).Ayyumi, F. H., Damayanti, A., Maulidina, K. (2022). Pola Sebaran dan Keterjangkauan SD, SMP dan SMA di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 10(2), 6–9.Badan Pusat Statistik Kota Padang (2023). Kota Padang dalam Angka 2023. BPS Kota Padang.Dewi, R. P. (2016). Analisis Spasial Penyediaan Fasilitas Pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 1(2), 51–58.Marinda, R., R.P. Sitorus, S., Pribadi, D. O. (2020). Analisis Pola Spasial Persebaran Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Jurnal Geografi, 12(02), 161. https://doi.org/10.24114/jg.v12i02.17646Muazir, S., Lestari, Nurhamsyah, M., Alhamdani, M. R., Rudiyono. (2022). Pola Sebaran dan Keterpusatan Fasilitas Pendidikan sebagai Pelayanan Publik di Kota Pontianak. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(3), 233–248. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2022.6.3.233-248Mukhlis, Harudu, L. (2019). Pola persebaran dan keterjangkauan lokasi sekolah terhadap pemukiman dengan menggunakan sistem informasi geografi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 4(4).Mukhlis, Harudu, L., Musyawarah, R. (2019). Analisis Pola Persebaran dan Keterjangkauan Lokasi Sekolah Terhadap Pemukiman di kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Environmental Science, 2(1).Nisa, E. K. (2012). Identifikasi Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation Pada Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2012. Jurnal At-Taqaddum, 9(1), 202–226.Preana, I. W. (2020). Pemetaan pola sebaran sekolah dasar berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Nusa Penida. ENMAP, 1(1), 37–43.Retno, D., Saputro, S., Widyaningsih, P. (2018). Proporsionalitas Autokorelasi Spasial dengan Indeks Global ( Indeks Moran ) dan Indeks Lokal (Local Indicator Of Spatial Association ( LISA ). KNPMP, III.Rizal, S., Syaibana, P. L. D. (2022). Analisis Keterjangkauan dan Pola Persebaran SMA / MA Negeri di Kabupaten Banyuwangi Menggunakan Analisis Buffering dan Nearest Neighbor pada Aplikasi Q-GIS. Techno.COM, 21(2), 355–363.Sapakoly, V. T. W., Papilaya, F. S. (2023). Analisis Pola Persebaran Keterjangkauan SMA / SMK di Kota Salatiga Menggunakan Analisis Buffering Nearest Neighbor. Jurnal Sistem Informasi dan Informatika, 6(1), 1–9.
Dampak Kerusakan Ekosistem Mangrove Terhadap Aktivitas Nelayan di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat M. Reza Fahlepi Daulay; Mirza Yolanda; Muhammad Hakim Tijaman; Shafira Dwi Annisa; Meilinda Suriani Harefa
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai dampak yang timbul akibat kerusakan ekosistem mangrove terhadap aktivitas nelayan serta mencari solusi yang dapat dilakukan guna mengatasi kerusakan ekosistem mangrove di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Jaring Halus yang berjumlah 3.360 jiwa (907 KK), dengan sampel sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah terjadi kerusakan ekosistem mangrove, yaitu sebelum ekosistem mangrove rusak, nelayan mendapatkan penghasilan hingga Rp. 300.000/hari, setara hasil tangkapan sebanyak 12 kg, setelah ekosistem mangrove rusak, nelayan hanya mendapatkan penghasilan Rp.100.000/hari, setara dengan hasil tangkapan sebanyak 4 – 5 kg. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ekosistem mangrove, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat, rehabilitasi dan pengurangan aktivitas yang dapat merusak ekosistem mangrove, meningkatkan keberlanjutan ekonomi lokal, serta pemantauan terhadap kondisi mangrove.Kata kunci: aktivitas nelayan; jaring halus, secanggang; kerusakan mangrove; langkatDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27523
Analisis Sebaran Spasial Penderita ISPA Wilayah Sekitar Lapak Pengepul Sampah Anorganik di Desa Setiamekar Errina Gita Pramadhani; Dwi Sukanti Lestariningsih; Ilham Badaruddin Mataburu
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Desa Setiamekar mencatat kasus penyakit terbanyak di Desa Setiamekar tahun 2022, ISPA menempati posisi pertama di berbagai golongan usia penderitanya dengan jumlah 2.077 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) wilayah sekitar lapak pengepul sampah anorganik di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan keruangan (analisis spasial). Hasil analisis data menunjukan bahwa pada radius 50 meter dari lapak pengepul sampah anorganik seluruh responden yang berjumlah 8 responden menderita penyakit ISPA, pada radius 100 meter dan 150 meter sebanyak 7 dari 8 responden menderita penyakit ISPA,  sedangkan pada radius 200 meter, 250 meter dan 300 meter sebanyak 6 dari 8 responden menderita penyakit ISPA. Penyakit ISPA yang diderita oleh masyarakat didominasi oleh gejala ISPA sedang dengan jumlah sebanyak 21 responden yang terdistribusi secara ekspansi (expansion diffusion). Hal ini menunjukkan bahwa jarak dari sumber pencemar yaitu lapak pengepul sampah anorganik akan berbanding lurus dengan tingginya risiko penyakit ISPA yang diderita. Kata kunci: infeksi saluran pernapasan akut (ISPA); pencemaran udara; sebaran spasial DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27635 ReferencesHeraningsih, T., Heralambang, A. (2019). Penambahan Penderita Ispa Akibat Pencemaran Udara Dari Kegiatan Pembersihan Lahan Dalam Pembangunan Rel Kereta Api. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 11(2), 63–74.Junaidi. (2002). Analisis Kumulatif Kadar Debu PT. Semen Andalas Indonesia di Lingkungan AKL DEPKES RI Banda Aceh. Skripsi Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2002). PMK No. 1331 Tahun 2002 Perubahan Atas PMK RI No. 167 Tahun 1972 Pedagang Eceran Obat. 6–9.Mulia, R. (2005). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.Muttaqin. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.Soemirat, S. (2009). Jenis dan Karakteristik Sampah. Yogyakarta.Widoyono. (2008). Penyakit Tropis, Epidemologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.World Health Organization. (2015). Infection Prevention and Control of Epidemic-and Pandemic-prone Acute Respiratory Infection in Health Care. WHO Inatitutional Repository.World Health Organization. (2018). Protocol for the Investigation of Acute Respiratory Illness Outbreaks of Unknown Etiology. Brazzaville: Integrated Disease Surveillance Programme Health Security and Emergencies Cluster, World Health Organization Regional Officer for Africa.World Health Organization. (2019). Map and Spatial Information Technologies (Geographical Information System) in Health and Envionment Decision Making. Scientific data and assessment tools, The Health and Environment Linkages Initiative (HELI).  
Sebaran Objek Wisata Bahari di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Berbasis Sistem Informasi Geografis Heinrich Rakuasa; Marhelin C Mehdila
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi geografis (SIG) dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam analisis sebaran objek wisata bahari di Kecamatan Nusaniwe. Hal ini akan membantu untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengembangan infrastruktur pendukung, promosi, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi wisatawan. Penelitian ini memanfaatkan tenologi SIG untuk memetakan sebaran objek wisata bahari di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat delapan objek wisata yang ada di Kecamatan Nusaniwe diantaranya; Pintu Kota, Namalatu Beach, Santai Beach, Pantai Lima Jari Kolam Belanda, Amahusu Beach, Pantai Batu Lubang, Pantai Wainitu dan Tanjung Nusaniwe. Hasil Pemetaan sebaran objek wisata bahari di Kecamatan Nusaniwe ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam tujuan berwisata di Kota AmbonKhususnya Wisata Bahari dan juga bermanfaat bagi bagi pemerintah Kota Ambon khusuSnya pada Dinas Pariwisata agar kedepannya tetap memperhatikan dan terus melakukan Pengembangan terhadap objek wisata Bahari yang ada di Kota Ambon sebagai salah satu objek wisata di Kecamatan Nusaniwe. Kata kunci: Ambon; Nusaniwe; SIG; wisata bahari DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27585
Simulasi Hujan Lebat Pemicu Banjir Bandang Di Sub Das Sumbergunung Kota Batu Menggunakan Model WRF-ARW Skema Kessler Kain Fritsch Ilham Diki Pratama; Emilya Nurjani; Andung Bayu Sekaranom
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa banjir bandang dipicu oleh curah hujan lebat. Dampak banjir bandang di Kota Batu tanggal 4 November 2021 mengakibatkan kerusakan harta benda, lahan pertanian, hancurnya permukiman masyarakat, matinya hewan ternak dan hilangnya nyawa manusia. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Sumbergunung Kota Batu, Jawa Timur dengan menggunakan model WRF-ARW skema mikrofisika Kessler dan skema cumulus Kain Fritsch. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data GFS pada tanggal 30 Oktober 2021 dengan resolusi 0,25ox0,250 yang digunakan untuk memprediksi kejadian hujan hingga pada tanggal 4 November 2021.Verfikasi model dilakukan dengan menggunakan tabel kontingensi dan verifikasi menggunakan batas toleransi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model ini mampu memprediksi kejadaian hujan dan tidak hujan dengan sangat baik. Akan tetapi model ini belum cukup baik dalam memprediksi ketebalan hujan hingga pada tanggal 4 November 2021. Meskipun demikian, model ini mampu memprediksi hujan hingga 2 hari kedepan yakni hingga tanggal 1 November 2021. Kata kunci: banjir bandang; kota batu; parameterisasi; sub das sumbergunung; WRF-ARW DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27701
Analisis Spasial Titik Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Kupang dan Sekitarnya dengan Metode Kernel Density Abraham Ballo
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak kebakaran hutan dan lahan membuat aktivitas manusia terganggu dan memunculkan data titik api yang dapat diamati dengan penginderaan jauh dan pengembangan analisis spasial berupa heat map pada peta. Data yang digunakan pada penelitian adalah informasi tentang koordinat geografis titik api, intensitas, dan waktu terjadinya kejadian yang diambil dari website FIRMS (Fire Information for Resource Management System). Tujuan dari penelitian adalah melihat pola spasial dan korelasi spasial kebakaran hutan dan lahan di kota kupang dan kabupaten kupang pada tahun 2010 sampai tahun 2022. Pola spasial akan dianalisa menggunakan kernel density estimation berupa bentuk titik api berdasarkan evaluasi jarak dan kontribusi lokal referensi dalam radius tertentu dengan jumlah titik api tertinggi. Berdasarkan analisis kernel density estimation, analisis menggunakan pemanfaatan kernel density dapat melihat daerah dengan munculnya titik api terbanyak di suatu daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah Rabeka adalah area dengan munculnya titik api terbanyak, sementara daerah di sekitar Amarasi Barat juga tercatat sebagai daerah dengan tingkat kejadian titik api yang signifikan. Informasi ini memberikan wawasan penting mengenai daerah-daerah yang rentan terhadap kebakaran hutan atau sering terjadi munculnya titik api. Kata kunci: analisis spasial; kernel density; kebakaran; titik api; peta panas DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.28371
Analisis Kesesuaian Lahan Pemukiman di Kawasan Pesisir Kabupaten Gorontalo Padungo, Moh Rizki; Maryati, Sri; Yusuf, Daud
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i1.29101

Abstract

Pemanfaatan lahan di kawasan pesisir sering menimbulkan konflik antar masyarakat dan tumpang tindih dalam pemanfaatan lahan. Penataan kawasan pesisir dan analisis kesesuaian lahan merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan permukiman di kawasan pesisir Kabupaten Gorontalo. Variabel penelitian ini meliputi aspek fisik lahan, aspek aksesibilitas dan aspek ketersediaan prasarana lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan secara spasial menggunakan perangkat lunak sistem informasi geografis. Wilayah yang sangat sesuai untuk permukiman seluas 804.59 Ha (2.96%). Wilayah yang sesuai untuk permukiman di lokasi penelitian sebesar 5965.93 Ha (21.92%). Seluas 7815.69 Ha (28.72%) lahan kurang sesuai untuk permukiman. Wilayah penelitian dengan kelas tidak sesuai sementara yaitu seluas 12625.65 Ha atau sebesar 46.39%. Wilayah-wilayah yang berada di dekat garis pantai, didominasi oleh kelas sesuai, diikuti oleh kelas sangat sesuai untuk permukiman. Hal ini dikarenakan aksesibilitas dan prasarana lingkungan berupa jalan dan jaringan listrik terdapat dengan pola memanjang di sepanjang pantai Kabupaten Gorontalo. Kata kunci: kesesuaian lahan, permukiman, pesisir, skoring, spasial DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.29101 
Design of Educational Facility Service Standards in Indonesia (Case: Junior High School in Lampung Province) Sri Utami, Rahma Kurnia; Sudarmi, Sudarmi; Afriansyah, Rafif; Akbar, M Satria
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.31371

Abstract

The educational facility standards in Indonesia do not meet regional needs. A strategic design aligned with regional demographics is necessary. This research aims to create verified standardized designs for educational facility services. The research uses quantitative methods with formal schools at junior high school level in Lampung Province as the research object. The research uses documentation data with secondary data analysis techniques and descriptive statistics. The research results denote (1) educational services condition facilitated by the government in Lampung Province for junior high school level according to Ministry of Education criteria is 16.20%, while according to BSN criteria is 38.87%. The amount of junior high school level standard, both according to Permendiknas and BSN criteria, is stated undersupply. (2) The standard design used is Utami version (2023), modified according to Ministry of Education and BSN criteria, using threshold changes and number of school-age population. The design is equipped with school type criteria: type A, B, and C. (3) Implementation results indicate that if the government maximizes the junior high school facilities with type A relatively then it can be declared as capable of meeting the standard needs for the number of schools, even without the involvement of private schools. Keyword: Educational facility; Service standards; Design; Junior high school; Lampung province
Pemetaan Kawasan Rawan Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) Berbasis Komunitas di Desa Kebonagung Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk Rahmawati, Lenny Pratiwi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i1.28561

Abstract

Desa Kebonagung termasuk dalam kawasan dataran tinggi dengan ancaman bencana tanah longsor. Kejadian tanah longsor menimbulkan berbagai kerugian mulai dari kerugian material, kerusakan lingkungan, terhambatnya aktivitas warga, dan bahkan korban jiwa. Untuk mengurangi kerugian tersebut, dilakukan pemetaan terhadap kawasan rawan longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kawasan di Desa Kebonagung yang rawan terjadi longsor. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi informasi, serta bahan belajar bagi masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana. Pemetaan dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan metode pembobotan. Pendekatan penelitian juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses penggalian data melalui wawancara, plotting, validasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelas kerawanan longsor di Desa Kebonagung, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Daerah rendah kebanyakan berada di bagian utara Desa Kebonagung, sedangkan daerah sedang kebanyakan berada di selatan. Adapun kawasan dengan potensi longsor yang tinggi hanya di titik dekat dengan Desa Kweden. Kata Kunci: Pemetaan, Longsor, Partisipasi masyarakat 
The Role of Islamic Non-Governmental Organizations in Environmental Conservation: A Case Study of the Global Muslim Climate Network (GMCN) Aina, Qurratul; Fauzi, Fauzi; Novialdi, Risky
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.30692

Abstract

In the international arena, the author believes that one way to maintain world peace is by protecting the environment. In this context, the author posits that actions taken by the Global Muslim Climate Network (GMCN) are instrumental in environmental protection. The GMCN was established in response to the climate challenges faced by predominantly Muslim countries. Composed of scholars, philanthropists, experts, and NGOs, the organization aims to address the climate crisis through the lens of Islamic teachings. GMCN promotes renewable energy and sustainable investment, urging predominantly Muslim countries to increase their renewable energy usage to at least 20% of their energy mix. The organization’s involvement in international environmental diplomacy, advocacy at UN climate conferences, and local initiatives exemplifies its role in shaping global environmental policy. Through collaborative efforts, GMCN demonstrates how Islamic principles can drive innovative solutions to the current environmental crisis, highlighting the potential of religion as a powerful force for global sustainability.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) More Issue