cover
Contact Name
Nyokro Mukti Wijaya
Contact Email
nyokromw@fkip.unila.ac.id
Phone
085809937263
Journal Mail Official
jurnalpenelitiangeografi@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23020032     EISSN : 2746248X     DOI : http://doi.org/10.23960/jpg
Jurnal Penelitian Geografi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Jurnal ini berisikan kumpulan karya ilmiah dalam bentuk artikel baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi, serta hasil-hasil penelitian lain yang berhubungan dengan kajian pendidikan geografi dan geografi.
Articles 642 Documents
Perjalanan Masyarakat Tionghoa di Kota Palembang dalam Perspektif Geografi Sejarah Mubarok, Robby Anzilni; Utami, Dian; Nurazizah, Adila; Dewi, Fitria Melinia; Wijayanto, Wahid Hadi; Riyanto, Riyanto
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v10i1.23434

Abstract

Sebagai kota tertua di Indonesia, Kota Palembang telah mengalami berbagai perkembangan yang ada di dalamnya. Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan sejarah Kota Palembang adalah Masyarakat Tionghoa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana perjalanan masyarakat Tionghoa di Kota Palembang dalam perspektif Geografi Sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. masyarakat Tionghoa pertama kali mulai muncul di Kota Palembang pada masa Kerajaan Sriwijaya dalam tujuan perdagangan. Pada masa Kesultanan Palembang, masyarakat Tionghoa mulai menetap di Sungai Musi hingga naik ke darat pada pemerintahan Belanda hingga saat ini. Seiring berkembangnya waktu, masyarakat Tionghoa saat ini telah menyebar ke berbagai penjuru kota baik dari pusat kota hingga ke pinggiran kota dengan perjalanan yang begitu banyak. Kata Kunci: Masyarakat Tionghoa, Kota Palembang, Geografi Sejarah. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.23434
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG JAWA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI LABUHAN JUKUNG KECAMATAN PESISIR TENGAH Iryana, Elma; Zulkarnain, Zulkarnain; Suwarni, Nani; Widodo, Sugeng
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v10i1.22616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat Kampung Jawa dalam pengembangan objek wisata Pantai Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang bekerja di Pantai Labuhan Jukung berjumlah 34 orang, terdiri dari 2 orang bekerja sebagai jasa transportasi dan 32 orang berkerja dibagian fasilitas. Pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Pariwisata Pesisir Barat telah mengajak masyarakat sekitar khususnya Kampung Jawa untuk berpartisipasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara ikut mengelola objek wisata Pantai Labuhan Jukung ini dengan membuka usaha dibidang jasa transportasi yaitu penyewaan kendaraan motor dan penyewaan kendaraan mobil dan dibidang fasilitas yaitu usaha penyewaan akomodasi penginapan, usaha makanan dan minuman, cinderamata, penjaga tiket, penjaga kebersihan, penjaga kamar bilas/toilet dan petugas promosi. Kata Kunci: Pantai Labuhan Jukung, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Objek Wisata. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.22616
Analisis Pengaruh Aktivitas Gunung Kelud Terhadap Karakter dan Jenis Tanah dalam Sektor Pertanian Permata, Vina; Azzahro', Tamaya; Putranto, Anggoro
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.28340

Abstract

Gunung berapi aktif merupakan gunung yang masih memiliki riwayat dapat meletus atau mengeluarkan magma, lahar panas, lahar dingin sewaktu-waktu apabila telah terpantau dalam status awas. Gunung Kelud adalah salah satu gunung berapi aktif tipe A yang terletak di Blitar, Jawa Timur. Pada artikel ini akan menjelaskan mengenai pengaruh aktivitas Gunung Kelud pada karakteristik dan jenis tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari aktivitas Gunung Kelud seperti pasca letusan terhadap perubahan karakteristik dan jenis tanah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kajian literatur. Hasil dari penelitian yaitu mengetahui karakteristik serta jenis tanah pasca letusan. Kata kunci: gunung kelud; jenis tanah; karakteristik tanah DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.28340
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH USIA PENDIDIKAN DASAR DI DESA BRAJA LUHUR KECAMATAN BRAJA SELEBAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2021 Karunia, Rizki; Widodo, Sugeng; Utami, Dian
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v10i2.24850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab anak putus sekolah di Desa Braja Luhur pada Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak putus sekolah yang ada di Desa Braja Luhur baik itu Jenjang SD maupun SMP pada tahun 2021 sebanyak 50 anak. Kemudian penelitian ini adalah penelitian populasi yang berarti seluruh populasi yang ada menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 50 anak putus sekolah baik itu jenjang SD ataupun SMP. Lalu teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa.:.(1).Rendahnya motivasi anak untuk bersekolah adalah faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Braja Luhur Tahun 2021. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase motivasi anak yang rendah sebesar 60 %. (2) Rendahnya minat anak untuk bersekolah adalah faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Braja Luhur Tahun 2021. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase minat anak yang rendah sebesar 54%. (3) Rendahnya pendapatan orang tua anak putus sekolah adalah faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Braja Luhur Tahun 2021. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase pendapatan yang rendah sebesar 72%. (4) Rendahnya perhatian orang tua adalah faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Braja Luhur Tahun 2021. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase perhatian orang tua yang rendah sebesar 54%. Kata Kunci: Faktor Penyebab, Anak Putus Sekolah, Pendidikan Dasar DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.24850
Kesejahteraan Penduduk Asli Dan Pendatang di Desa Melungun Ratu Kecamatan Sungkai Tengah Lampung Utara Sari, Ratih Meilia; Haryono, Edy; Nugraheni, Irma Lusi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v8i1.19204

Abstract

This study aims to describe the level of welfare of indigenous people and migrants in Melungun Ratu. This research used quantitative descriptive methods. The sample technique used is a proportional random sampling with 59 samples. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Data analysis was done by using descriptive statistics and percentage tables. The results showed (1) there was a difference in income level between indigenous people and migrants by 52.4% of migrant families having higher incomes than indigenous people, and (2) there was a difference in welfare level between indigenous people and migrants by 52.2% welfare level migrant families are higher than the native population.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesejahteraan penduduk asli dan pendatang di Melungun Ratu. Penelitian menggunakan  metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel perbandingan acak dengan 59 sampel. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif  dan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat perbedaan tingkat pendapatan antara penduduk asli dan pendatang sebesar 52,4 % keluarga pendatang memiliki pendapatan lebih tinggi dibandingkan penduduk asli, dan (2) Terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan antara penduduk asli dan pendatang sebesar 52,2 % tingkat kesejahteraan keluarga pendatang lebih tinggi dibandingkan penduduk asli.Kata kunci: kesejahteraan, pendatang, penduduk asli
PENGARUH KEMISKINANTERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI LAMPUNG Nugraheni, Irma Lusi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v9i2.21338

Abstract

 Pembangunan manusia merupakan sebuah proses kegiatan yang dilakukan suatu wilayah untuk mengembangkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu tolak ukur pembangunan manusia dapat dilihat melalui Indeks Pembangunan Manusia yang diukur melalui kesehatan,kualitas tingkat pendidikan dan ekonomi. Pembangunan ekonomi ditujukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sisi ekonomi maupun sisi sosial,hal ini bertujuan untuk meminimalisir meningkatnya jumlah kemiskinan. Kemiskinan sudah sejak lama menjadi masalah bangsa Indonesia, dan hingga sekarang masih belum menunjukkan tanda-tanda menghilang. Angka statistik terus saja memberikan informasi masih banyaknya jumlah penduduk miskin. Di Provinsi Lampung, masalah kemiskinan dan pengangguran juga merupakan isu penting yang menjadi permasalahan tahunan dalam pembangunan ekonomi.Karenanya tidak heran jika IPM Provinsi Lampung berada pada kategori sedang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh antara jumlah penduduk miskin, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sektor pangan Provinsi Lampung tahun 2011-2018,garis kemiskinan,dan pengangguran terbuka terhadap indek pembangunan manusia (IPM) di Provinsi Lampung.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. sumber data yang akan dianalisis berasal dari data jumlah penduduk miskin,anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sektor pangan Provinsi Lampung tahun 2011-2018, garis kemiskinan,dan pengangguran terbuka.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi menggunakan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta data BPS Provinsi Lampung Tahun 2019. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi berganda menggunakan minitab 15.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara jumlah penduduk miskin,pengangguran terbuka dan garis kemiskinan terhadap IPM Provinsi Lampung. Sementara pengaruh positif dan linear ditunjukkan oleh APBD sektor pangan terhadap IPM Provinsi Lampung. Namun secara keseluruhan, hasil analisis of varian untuk nilai P regression yaitu sebesar 0,033 dimana ˂ 0,05,yang artinya bahwa secara simultan (keseluruhan),variabel jumlah penduduk miskin,pengangguran terbuka,APBD sektor pangan dan garis kemiskinan mempunyai pengaruh bermakna pada variabel IPM di Provinsi Lampung.Yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Kata Kunci: IPM, Kemiskinan, Lampung DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.21338Full Text:PDF ReferencesBakhri, S. (2019). Animasi Interaktif Pembelajaran Huruf dan Angka Menggunakan Model ADDIE.INTENSIF, 3(2), 130-144.BNPB. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Direktorat Pengurangan Risiko Bencana, BNPB.Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.Cahyadi, R. A. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ADDIE Model. Halaqa, 3(1), 35- 43.Halim, A., Huda, I., Tarmizi, Mustafa, & Khaldun, I. (2019). Penerapan Model ADDIE pada PengembanganModul E-Learning dalam Pembelajaran Fisika. Talenta Conference Series: Science and Technology (ST), 2(2).Kramer, S. L. (2007). Geotechnical Earthquake Engineering. New Delhi: Pearson.PusGeN. (2017). Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman, Balitbang Kementerian PUPR.Rosmiati,Liliasari,Tjasyono, B.,Ramalis,T.R.,& Satriawan, M. (2020). Adaptasi dan Mitigasi Bencana Alam untuk Mahasiswa Calon Guru Fisika Melalui Pengembangan LKM. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 11(1), 1-7. 
Analisis Faktor Geografis Daerah Rawan Longsor di Kecamatan Pagelaran Utara Berbasis SIG Rozadi, Muhammad; Miswar, Dedy; Suwarni, Nani
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v8i2.18437

Abstract

This research is aimed to identify the geography factors which cause the sub-distric of Pagelaran Utara is vulnerable prone to landslide landslide by using Geographic Information System. The method applied was overlay and scoring with an arithmatic approach using arcmap 10.4 software. Based on the result gained, the highest vulnerability rate of landslide occurs in 8 villages of Pagelaran Utara; Fajar Baru, Fajar Mulia, Giri Tunggal, Madaraya, Margosari, Neglasari, Sumber Bandung and Way Kunyir. Generally, the geography factors that cause the vulnerable of landslide in those villages located in steep slope areas (20%-30%), had rainfall 1500-2500 mm/year, had cambisol soil, and the area was used as residential area and tegalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor  geografis yang menyebabkan Kecamatan Pagelaran Utara rawan terhadap longsor menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan adalah overlay dan skoring dengan pendekatan aritmatik menggunakan software Arcmap 10.4. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh tingkat kerawanan longsor pada kelas tinggi tersebar di delapan desa yang ada di Kecamatan Pagelaran Utara yaitu Desa Fajar Baru, Desa Fajar Mulia, Desa Giri Tunggal, Desa Madaraya, Desa Margosari, Desa Neglasari, Desa Sumber Bandung dan Desa Way Kunyir. Secara umum faktor geografis yang menyebabkan desa-desa tersebut rawan terhadap longsor berada pada daerah dengan kemiringan lereng yang agak curam sampai curam (20%-30%), curah hujan 1500-2500 mm/tahun, jenis tanah kambisol, dan penggunaan lahan terdiri dari permukiman dan tegalan.Kata kunci: faktor geografis, kerawanan longsor, Sistem Informasi Geografis 
Distribusi Sebaran Hotspot Berdasarkan Data Modis Aqua Dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran Kumalawati, Rosalina; Nugroho, Arief Rahman; Murliawan, Karnanto Hendra; Anggraeni, Rizky Nurita
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.26787

Abstract

Hotspot dapat diketahui menggunakan bantuan teknologi penginderaan jauh yaitu satelit Terra/Aqua dengan bantuan sensor MODIS. Hotspot jumlah banyak dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi memiliki potensi kebakaran. Dampak kebakaran cukup besar, sangat diperlukan adanya sistem deteksi dini, jadi penting dilakukan penelitian dengan judul “Distribusi Sebaran Hotspot berdasarkan Data MODIS Aqua dan Terra untuk Deteksi Dini Kebakaran”. Metode yang digunakan adalah analisis time series untuk mendapatkan informasi jumlah hotspot dari Citra Modis Aqua dan Terra tahun 2012-2019. Analisis untuk menemukan distribusi sebaran hotspot berupa titik koordinat yang di tumpang susun ke peta administrasi menggunakan Arc GIS. Hasil penelitian diketahui Kecamatan paling tinggi jumlah hotspotnya dari perekaman data Aqua dan Terra Modis adalah Kecamatan Candi Laras Utara; Jumlah hotspot paling banyak berada pada tingkat kepercayaan Tinggi dan Sedang sehingga dapat diketahui Kabupaten Tapin memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran; dan Deteksi dini, koordinasi, kerjasama dan komunikasi dengan pemerintah pusat, daerah maupun swasta untuk meminimalkan korban jiwa dan harta benda akibat kebakaran.Kata kunci: Distribusi, Sebaran Hotspot, Modis aqua dan Terra, Deteksi Dini KebakaranDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.26787ReferencesA. Sandhyavitri, M. A. Perdana, S. Sutikno, and F. H. Widodo, “The roles of weather modification technology in mitigation of the peat fires during a period of dry season in Bengkalis, Indonesia,” in TALENTA-CEST, IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering, 2018, pp. 0–9, doi: 10.1088/1757899X/309/1/012016. “About MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer),” MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). https://modis.gsfc.nasa.gov/about/ (accessed Dec. 25, 2022).Adam, S. S. (2020). Evaluasi Area Kebakaran Lahan dan Hutan Berbasis Hotspot Citra Modis. ScientiCO: Computer Science and Informatics Journal, 3(1), 19-34.Adiputra, Agung, Baba Barus. 2018. Analisis Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Bengkalis. Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan. Volume 1, Nomor 2.Afriyani, A., & Purwaningsih, E. (2019). Analisis Jumlah Sebaran Hotspot di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 2(7), 26-38.Agustiar, A. B., Mustajib, M., Amin, F., & Hidayatullah, A. F. (2020). Kebakaran Hutan dan Lahan Perspektif Etika Lingkungan. Profetika: Jurnal Studi Islam, 20(2), 124-132. https://doi.org/10.23917/profetika.v20i2.9949.Asyrowi, H., Saharjo, B. H., & Putra, E. I. (2021). Analisis Pola Sebaran Hotspot Di Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 18(2), 151-165.Budiyono, A. (2021). APLIKASI KONSEP ADDIE DALAM DESAIN PEMBELAJARAN PELATIHAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK MASYARAKAT. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2).Dolcemascolo, G. P. (2004). Burning Issues: Control of Fire Management in Central Kalimantan, Indonesia. University of Hawai’i.Fatkhuroyan, Trinahwati dan Panjaitan A., (2015). Forest fires detection in Indonesia using satelliteHimawari-8 (case study: Sumatera and Kalimantan on august-october 2015). IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., doi:10.1088/1755-1315/54/1/012053.Giglio L., Descloitres J., Justice C O., and Kaufman Y J. (2003). An Enhanced Contextual Fire Detection Algorithm for MODIS. Remote Sensing of Environtment. 87: 273-282.Giglio, L. (2015). MODIS Collection 6 Active Fire Product User's Guide Revision A. Department of Geographical Sciences. University of Maryland.Giglio L, Schroeder W, Justice C O. (2016). The Collection 6 MODIS Active Fire Detection Algorithm and Fire Products. Remote Sensing of Environtment. 178: 21-34.Harmain, A., Paiman, P., Kurniawan, H., Kusrini, K., & Maulina, D. (2021). Normalisasi Data Untuk Efisiensi K-Means Pada Pengelompokan Wilayah Berpotensi Kebakaran Hutan Dan Lahan Berdasarkan Sebaran Titik Panas. TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia, 2(2), 83-89.Hamzah A.S., Darmawan, Sumawinata B., dkk., 2019.Spatial analysis of hotspot data for tracing the source of annual peat fires in South Sumatera, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science,393<doi:10.1088/1755-1315/393/1/012068>Handayani, Tri, Albertus Joko Santoso, dan Yudi Dwiandiyanta. 2014. Pemanfaatan Data Terra MODIS untuk Mengidentifikasi Titik Api pada Kebakaran Hutan Gambut (Studi Kasus Kota Dumai Provinsi Riau). Jurnal. Seminar Nasional Teknologi dan Komunikasi.Heryalianto, S. C. (2006). Studi tentang sebaran titik panas (HOTSPOT) sebagai penduga kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004.Hidayati, N., Sutikno, S., & Qomar, N. (2022). Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambut di KHG Pulau Rangsang. JURNAL TEKNIK, 16(2), 116-122.Hutagaol, R. R. (2017). Studi Evaluasi Sebaran Titik Panas (Hotspot) Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Dan Lahan di Kabupaten Sintang. PIPER, 13(24).Indradjad, A., Purwanto, J., & Sunarmodo, W. (2020). Analisis Tingkat Akurasi Titik Hotspot dari S-NPP VIIRS dan TERRA/AQUA MODIS Terhadap Kejadian Kebakaran. Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 16(1).Jayawardana, H. B. A. (2016). Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini sebagai Upaya Mitigasi Bencana Ekologis. In Symbion (Symposium on Biology Education) (pp. 49-64). p-ISSN: 2540-752x e-ISSN: 2528-5726.K. A. DS, P. Sofan, S. Suwarsono, I. Prasasti, and F. Yulianto, Evaluasi Hasil Estimasi Suhu Udara dari Data Satelit NOAA-18 AVHRR di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. JAKARTA TIMUR: LAPAN, 2015. Accessed: Dec. 24, 2022. [Online]. Available: https://onesearch.id/Rec-ord/IOS4589.slims-4617Kumalawati, R., Nasruddin, N., & Elisabeth, E. (2019). Strategi penanganan hotspot untuk mencegah kebakaran di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. 4(2): 351-356.Khairani, N. A., & Sutoyo, E. (2020). Application of k-means clustering algorithm for determination of fire-prone areas utilizing hotspots in West Kalimantan Province. International Journal of Advances in Data and Information Systems, 1(1), 9-16. DOI: 10.25008/ijadis. v1i1.13.(LAPAN) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. [LAPAN] Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. 2016. Informasi Titik Panas (Hotspot) Kebakaran Hutan/Lahan. Jakarta. Sumber Daring. [Diakses 28 April 2020]. http://pusfatja.lapan.go.id/files_uploads_ebo ok/publikasi/Panduan_hotspot_2016 %20v ersi%20draft%201_LAPAN.pdf Lestari, A., Rumantir, G., & Tapper, N. (2015). Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 6(2), 128-134.Nugraheni, I. L., & Sugiyanta, I. G. (2022). Pemodelan Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir (Studi Kasus Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung). JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 10(1).Nugroho, A. R., Kumalawati, R., Nasruddin, N., Sari, Y. P., & Pangaribuan, A. N. (2021). ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 9(2), 88-95.Pasai, M. (2020). Dampak Kebakaran Hutan dan Penegakan Hukum. Jurnal Pahlawan, 3(1), 36-46.Pinem, A., Yulianto, S., & Dwiastuti, R. (2022). Karakteristik Spasial Data Hotspot MODIS Tahun 2019 Di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah: Spatial Characteristics of MODIS Hotspot Data in 2019 in Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. HUTAN TROPIKA, 17(1), 104-113.Rasyid, F. (2014). Permasalahan dan dampak kebakaran hutan. [Problems and impacts of forest fires]. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 47-59.Rosalina, K., Nasruddin., Anggraeni, R. N. (2021). PEMETAAN SEBARAN HOTSPOT DATA MODIS AQUA DAN TERRA DI KALIMANTAN SELATAN. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL LINGKUNGAN LAHAN BASAH (Vol. 6, No. 2).Rustan, R., & Handayani, L. (2020). Analisis Distribusi Suhu Maksimum dan Kelembaban Rata-Rata Untuk Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Studi Kasus: Kabupaten Muaro Jambi). JIFP (Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya), 4(1), 16-20.Riyadi, M. D. P., Setiawan, Y., & Taufik, M. (2022). Pola Distribusi Spasial-Temporal Hotspot dan Variasi Standardized Precipitation Index pada Lahan Gambut Tropis di Kepulauan Meranti, Riau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 457-464.Sinaga, M. T., Asyik, B., & Miswar, D. (2020). Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Tangguh Bencana Di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 8(2), 118-126.Schweithelm, J., & Glover, D. (1999). Penyebab dan Dampak Kebakaran dalam Mahalnya Harga Sebuah Bencana: Kerugian Lingkungan Akibat Kebakaran dan Asap di Indonesia. [Causes and Effects of Fires at the High Cost of a Disaster: Environmental Costs of Fire and Smoke in Indonesia]. Editor: D. Glover & T. Jessup.Syaufina, L., Siwi, R., & Nurhayati, A. D. (2014). Perbandingan sumber hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan gambut dan korelasinya dengan curah hujan di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Jurnal Silvikultur Tropika. 5(2): 113-118.Yuliarti, A., & Anggraini, R. N. (2022). Pengembangan Strategi Pengurangan Risiko Kebakaran Gambut Dalam Bingkai Media Berdasarkan Jumlah Hotspot Menggunakan S-NPP VIIRS. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 7, No. 2). 
Factor Analysis in Understanding The Spread of Sexually Transmitted Diseases in West Java Province Citra, Leysha Adinda; Adelard, Muhammad Daffa; Rahmawati, Rizqa; Illahi, Mohammad Raihan Anugrah; Handawati, Rayuna
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.30880

Abstract

This study aims to analyze the factors that contribute to the spread of sexually transmitted diseases (STDs) in West Java Province, using a Final Project Based Learning approach. The study uses a mixed-methods research design, combining quantitative and qualitative data collection and analysis methods. The results show that the prevalence of STDs in West Java Province is high, particularly among young people and those with low socioeconomic status. The study also identifies several factors that contribute to the spread of STDs, including lack of knowledge about STDs, lack of access to healthcare services, and risky sexual behavior. The study suggests that education and awareness programs, as well as access to healthcare services, are crucial in reducing the spread of STDs in the province. The study also recommends that policymakers and healthcare providers take into account the social and economic factors that contribute to the spread of STDs when developing policies and interventions to address this issue.Keywords: Sexually transmitted diseases; West Java province; Health services. 
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH TERDAMPAK ERUPSI GUNUNGAPI SEMERU (4 DESEMBER 2021) Arif Saputra, Danang Maulana
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i1.26950

Abstract

Dampak erupsi Gunung Semeru pada tanggal 4 Desember 2021 berupa abu vulkanik dan material lainnya dapat diamati secara visual dengan citra penginderaan jauh, dalam hal ini ialah citra resolusi menengah. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra satelit Landsat 8. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan terdampak erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan untuk mendeteksi dampak luasan erupsi ialah dengan memanfaatkan transformasi indeks vegetasi berupa NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), klasifikasi penutupan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing (supervised classification) dan Maximum Likelihood. Berdasarkan Analisis NDVI, luas wilayah terdampak adalah 2354,24 Ha. Kawasan terdampak erupsi berada di 3 desa yaitu Desa Oro-oro ombo, Desa Supiturang dan Desa sumberwuluh. Perubahan Tutupan lahan didapatkan dari hasil korelasi antara data klasifikasi tutupan lahan pra erupsi dan pasca erupsi. Kelas tutupan lahan hutan sebelum erupsi mempunyai luas 994,33 Ha (42%) mengalami perubahan menjadi 689,54 (30,70%). Sedangkan kelas penggunana lahan Pertanian dan Sawah pada tahun 2021 sebelum erupsi mempunyai total luas 531,14 Ha (22,53%), pasca erupsi mengalami perubahan menjadi 137,45 Ha. Pada kelas penggunaan lahan pemukiman luas sebelum erupsi yaitu  50.62 Ha (3%) mengalami perubahan menjadi  7,18 Ha (0,45%). Kata Kunci: erupsi, gunungapi, semeru, NDVI, lahar DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.26950

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) More Issue