cover
Contact Name
Nyokro Mukti Wijaya
Contact Email
nyokromw@fkip.unila.ac.id
Phone
085809937263
Journal Mail Official
jurnalpenelitiangeografi@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23020032     EISSN : 2746248X     DOI : http://doi.org/10.23960/jpg
Jurnal Penelitian Geografi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Jurnal ini berisikan kumpulan karya ilmiah dalam bentuk artikel baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi, serta hasil-hasil penelitian lain yang berhubungan dengan kajian pendidikan geografi dan geografi.
Articles 642 Documents
Migrasi Suku Minangkabau ke Lampung Tengah Tahun 2018 Sasmita, Sila; Trisnaningsih, Trisnaningsih; Yarmaidi, Yarmaidi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v9i1.19868

Abstract

This study aims to describe the driving and pulling factors of the Minangkabau migration to migrate to Central Lampung. The research method uses descriptive. The population of all migrant family heads during the life of the Minangkabau tribe in the West Bandar Jaya Village. The research sample is the entire population. The sampling technique is purposive sampling. Retrieval of data using questionnaires, interviews, documentation and observation. Data analysis uses percentage analysis techniques. The results found that (1) 85.0% of the factors driving migration are the desire to improve living standards, (2) 86.8% of the factors driving migration are difficult to find work in the area of origin, (3) 85.0% of factors that attract migration are the opportunity to get employment in the destination, (4) 85.0% of the pull factors of migration the opportunity to get a better income in the destination, (5) 71.7% of the pull factors of migration success of friends or relatives.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendorong dan penarik migrasi Suku Minangkabau bermigrasi ke Lampung Tengah. Metode penelitian menggunakan deskriptif. Populasi seluruh kepala keluarga migran semasa hidup Suku Minangkabau yang terdapat di Kelurahan Bandar Jaya Barat. Sampel penelitian ialah seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) 85,0% faktor pendorong migrasi keinginan untuk memperbaiki taraf hidup, (2) 86,8 % faktor pendorong migrasi sulitnya mendapatkan pekerjaan di daerah asal, (3) 85,0% faktor penarik migrasi kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di daerah tujuan, (4) 85,0% faktor penarik migrasi kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan, (5) 71,7% faktor penarik migrasi keberhasilan teman atau saudara.Kata kunci: faktor pendorong, faktor penarik, migrasi, suku minangkabau
Tingkat Kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kelurahan Bidara Cina Putri, Mega Dwi Ananda; Handawati, Rayuna; Nugratama H, Sony
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i1.29065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur yang difokuskan pada wilayah rawan banjir sepanjang sungai Ciliwung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan observasi, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dari penelitian ini berjumlah 284 anggota Dasa Wisma dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 74 anggota Dasa Wisma. Kemudian hasil pengambilan angket diolah dan dianalisis menggunakan teknik skoring yang mengacu pada LIPI-UNESCO dengan  parameter pengetahuan dan sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumberdaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma paling tinggi berada di wilayah kerawanan banjir sedang diperoleh nilai indeks 79 kategori siap, dengan parameter tertinggi berada pada rencana tanggap darurat 86 kategori sangat siap Sedangkan, dilihat dari keseluruhan tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina masuk dalam kategori siap dengan nilai indeks 75. Parameter tertinggi yang didapatkan oleh Dasa Wisma seluruh Kelurahan Bidara Cina berada pada sistem peringatan dini dengan nilai indeks 82 kategori sangat siap. Kata kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, Dasa WismaDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.29065
DAMPAK PENAMBANGAN BATU TRAS TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEKERJANYA DI KELURAHAN SUKAMENANTI BARU KECAMATAN KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2021 Triandini, Della; yarmaidi, yarmaidi; zulkarnain, zulkarnain; Haryono, Edy
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v10i2.25547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambangan batu tras di Kelurahan Sukamenanti Baru terhadap kondisi sosial ekonomi pekerjanya. Kondisi sosial ekonomi tersebut meliputi kondisi sebelum dan sesudah bekerja di tambang batu tras. Variabel yang diteliti yaitu: tingkat pendidikan anak, jumlah tanggungan, pendapatan, dan pemenuhan kebutuhan pokok. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pendidikan anaknya pekerja tambang sebelum pekerja bekerja di tambang batu tras, paling banyak berada pada tingkat pendidikan SMA sebanyak 43 orang (53,75%), paling sedikit sebanyak 3 orang (3,75%) berada pada tingkat pendidikan SD. Tingkat pendidikan anaknya pekerja tambang sesudah pekerja bekerja di tambang batu tras, sebanyak 80 orang (100%) berada pada tingkat pendidikan SMA. (2) Tanggungan paling banyak pekerja tambang sebelum bekerja di tambang batu tras yaitu tanggungan besar sebanyak 21 orang (84%), dan jumlah tanggungan yang paling sedikit yaitu tanggungan kecil sebanyak 4 orang (16%). Tanggungan pekerja tambang sesudah bekerja di tambang batu tras yang paling banyak yaitu tanggungan kecil sebanyak 23 orang (92%), dan tanggungan paling sedikit yaitu tanggungan besar sebanyak 2 orang (8%). (3) Pendapatan yang diperoleh 25 orang pekerja tambang sebelum bekerja di tambang batu tras yaitu rata-rata Rp. 1.126.000/bulan. Pendapatan yang diperoleh 25 orang pekerja tambang sesudah bekerja di tambang batu tras yaitu rata[1]rata Rp.2.200.000/bulan. (4) Kebutuhan pokok pekerja tambang sebelum bekerja di tambang batu tras belum dapat terpenuhi sebanyak 25 orang (100%). Kebutuhan pokok pekerja tambang sesudah bekerja di tambang batu tras dapat terpenuhi sebanyak 25 orang (100%). Kata kunci : Batu Tras, Dampak Penambangan, Kondisi sosial Ekonomi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.25547
Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Tangguh Bencana Di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Sinaga, Maruli Tua; Asyik, Buchori; Miswar, Dedy
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v8i2.19597

Abstract

This study aims to describe how preparation of disaster resilient village communities in Sukaraja Village, Rajabasa District, South Lampung Regency, measured by 5 parameters. This research used descriptive percentage method. The results of the study showed that: (1) Knowledge and attitudes of the community are ready because they already know what actions should be taken if a disaster occurs and where they should go to save themselves. (2) There is a mutual agreement in the community regarding evacuation and following a disaster evacuation simulation. (3) The emergency response plan is ready because the community has participated in the socialization of disaster mitigation and the availability of evacuation routes. (4) Disaster warning systems are less prepared because they only rely on clans as tools for disaster warning systems. (5) Mobilization is less prepared because there is no specific allocation for disaster emergency response.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesiapsiagaan masyarakat desa tangguh bencana di Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan yang diukur oleh 5 parameter. Penilitian ini menggunakan metode deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengetahuan dan sikap masyarakat tergolong siap karena sudah mengetahui secara alamiah tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana dan kemana harus menyelamatkan diri. (2) Sudah adanya kesepakatan bersama di dalam masyarakat dalam hal evakuasi dan mengikuti simulasi evakuasi bencana. (3) Rencana tanggap darurat tergolong siap karena masyarakat sudah mengikuti sosialisasi mitigasi bencana dan tersedianya jalur evakuasi. (4) Sistem peringatan bencana tergolong kurang siap karena hanya mengandalkan kentongan sebagai alat sistem peringatan bencana. (5) Mobilisasi tergolong kurang siap karena tidak adanya alokasi khusus untuk tanggap darurat bencana.Kata kunci: bencana, desa tangguh bencana, kesiapsiagaan bencana
Analisis Autokorelasi Spasial Jumlah Sekolah, Guru dan Murid di Kota Padang monsaputra, monsaputra
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.27600

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok masnyarakat yang akan menentukan kualitas sumberdaya manusia untuk masa yang akan datang. Pemerataan fasilitas pendidikan menjadi tolak ukur tercapainya salah satu tujuan perencanan pendidikan Kota Padang merupakan salah satu daerah yang memiliki jumlah angka rata-rata lama sekolah yang paling tinggi di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis autokorelasi spasial jumlah sekolah, guru dan murid pada masing-masing tingkatan sekolah di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks moran dan LISA. Hasil analisis indeks moran  menunjukkan  bahwa jumlah sekolah, guru dan murid di SD dan SMP tidak terdapat autokorelasi spasial. Untuk SMA terdapat autokorelasi spasial jumlah sekolah, sedangkan jumlah guru dan murid tidak memiliki autokorelasi spasial. Hasil analisis LISA memeperlihatkan tidak terdapat autokorelasi spasial lokal untuk tingkatan SD dan SMP baik jumlah sekolah, jumlah guru dan jumlah murid, sedangkan untuk SMA terdapat autokorelasi spasial lokal jumlah sekolah, guru dan murid dibeberapa kecamatan. Kata kunci: autokorelasi; LISA; moran,; pendidikan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27600 ReferencesAprilia, R. N., Sugiyanto, & Prihadi, S. (2021). Kajian Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar ( SD / MI ) dan Menengah Pertama ( SMP / MTS ) di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Tahun 2020 ( Implementasi Dalam Pembelajaran Geografi Kelas XI Pada Materi Kualitas Penduduk dan Indeks Pembangun. Geadidaktika, 1(2), 87–103.Arisca, W. D., & Agustini, E. P. (2020). Pola Persebaran Sekolah Sma Dan Smk Di Kabupaten Ogan Komerin Ulu, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, Dan Prabumulih Menggunakan Metode Avarage Nearst Neighbour. Jurnal Bina Komputer, 2(2), 99–121https://doi.org/10.33557/binakomputer.v2i2.975Asnia, R. R., Syaf, H., & Mey, D. (2020). Analisis Spasial Dan Sebaran Fasilitas Pendidikan Tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Kolaka. Jurnal Perencanaan Wilayah, V(1).Ayyumi, F. H., Damayanti, A., & Maulidina, K. (2022). Pola Sebaran dan Keterjangkauan SD, SMP dan SMA di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 10(2), 6–9.Badan Pusat Statistik Kota Padang (2023). Kota Padang dalam Angka 2023. BPS Kota Padang.Dewi, R. P. (2016). Analisis Spasial Penyediaan Fasilitas Pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 1(2), 51–58.Marinda, R., R.P. Sitorus, S., & Pribadi, D. O. (2020). Analisis Pola Spasial Persebaran Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Jurnal Geografi, 12(02), 161. https://doi.org/10.24114/jg.v12i02.17646Muazir, S., Lestari, Nurhamsyah, M., Alhamdani, M. R., & Rudiyono. (2022). Pola Sebaran dan Keterpusatan Fasilitas Pendidikan sebagai Pelayanan Publik di Kota Pontianak. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(3), 233–248. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2022.6.3.233-248Mukhlis, & Harudu, L. (2019). Pola persebaran dan keterjangkauan lokasi sekolah terhadap pemukiman dengan menggunakan sistem informasi geografi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 4(4).Mukhlis, Harudu, L., & Musyawarah, R. (2019). Analisis Pola Persebaran dan Keterjangkauan Lokasi Sekolah Terhadap Pemukiman di kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Environmental Science, 2(1).Nisa, E. K. (2012). Identifikasi Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation Pada Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2012. Jurnal At-Taqaddum, 9(1), 202–226.Preana, I. W. (2020). Pemetaan pola sebaran sekolah dasar berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Nusa Penida. ENMAP, 1(1), 37–43.Retno, D., Saputro, S., & Widyaningsih, P. (2018). Proporsionalitas Autokorelasi Spasial dengan Indeks Global ( Indeks Moran ) dan Indeks Lokal (Local Indicator Of Spatial Association ( LISA ). KNPMP, III.Rizal, S., & Syaibana, P. L. D. (2022). Analisis Keterjangkauan dan Pola Persebaran SMA / MA Negeri di Kabupaten Banyuwangi Menggunakan Analisis Buffering dan Nearest Neighbor pada Aplikasi Q-GIS. Techno.COM, 21(2), 355–363.Sapakoly, V. T. W., & Papilaya, F. S. (2023). Analisis Pola Persebaran & Keterjangkauan SMA / SMK di Kota Salatiga Menggunakan Analisis Buffering & Nearest Neighbor. Jurnal Sistem Informasi dan Informatika, 6(1), 1–9.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENTINGNYA RUANG TERBUKA HIJAU DI SEMPADAN DAS KARANG MUMUS Afriani, Rani; Komariyah, Laili; Saputra, Yulian Widya
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v9i2.21385

Abstract

Sempadan Sungai Karang Mumus memiliki alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya, sehingga Sungai Karang Mumus mengalami kerusakan dan penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang pentingnya ruang terbuka hijau disempadan DAS Karang Mumus Kota Samarinda (2) untuk mengetahui perilaku masyarakat di sempadan Das Karang Mumus Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di hulu, tengah, dan hilir DAS Karang Mumus yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik sampel area. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data kualitatif menggunakan dari Miles dan Huberman yaitu hasil data berupa wawancara, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulam. Hasil penelitian menunjukkan (1) masyarakat memiliki tingkat pengetahuan tentang pentingnya ruang terbuka hijau di sempadan DAS Karang Mumus tinggi 10%, sedang 26,7%, dan rendah 63,3% (2) perilaku masyarakat di sempadan DAS Karang Mumus positif 43,3% dan negatif 56,7%. Masyarakat di DAS Karang Mumus dinyatakan memiliki tingkat pengetahuan rendah dan perilaku yang negatif.  Kata Kunci: Loop analisis, Kematian bayi, Kota Bekasi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.21385Full Text:PDF ReferencesAjzen, I., dan Fishbein, M. 1975. Belief, Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. New York : Addison-Wesley, Reading, MA.Anto, Dajan. 1986. Pengantar Model Statistik II. LP3ES : Jakarta.Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Proyek Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Regional Provinsi Kalimantan Timur. 2002. Laporan Akhir Studi Penataan Dan Konservasi Daerah Tangkapan Air (DTA) Karang Mumus Dengan Bididaya Agroforestry Berbasis Masyarakat Setempat. SamarindaBandura, Albert. 1977. Social Learning Theory. New Jersey : Prentice-Hall,Icn.Branch, M.C. 1955. Perencanaan Kota Komprehensif : Pengantar dan Penjelasan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.Cuwin, A. 2009. Pengtahuan Dasar Keperawatan dan Pendidikan Dasar Bidan. Malang : PT Erlangga Perkasa.Danarti,K. 2011. Peran Taman Balekambang sebagai Pembentuk Estetika Kota. Jurnal Teknik dan Arsitektur FT UTP Vol 9.Devy, D Shaloha. 2017. Permodelan Air Tanah DAS Karang Mumus Wilayah Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Skripsi. Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Mulawarman. Samarinda.Dewanto, Hadi., Dyah, Hariani., dan Maesaroh. 2013. Artikel Perencanaan Strategis dalam Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang. Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang.Depdiknas. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Balai Pustaka.Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Balai Pustaka.Depdiknas. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Balai Pustaka.Fauzian R Aziz, Rahmi F Luthfia, dan Nugroho Trilaksana. 2016. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Memeriksakan Diri Ke Pelayanan Kesehatan: Penelitian pada Pasien Glaukoma di Rumah Sakit Dr. Kariadi. Jurnal Kedokteran Diponegoro Vol 5 Nomor 4.Gold, Seymour M. 1980. Recreation Planning and Design. United Stated Of America : McGraw-Hill, Inc.Grey, G.W, and Deneke, F.J. 1986. Urban Forestry. Second Edition. New York : John Wileyand Sons.Huberman, A.M. 2014. Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook Edition 3. USA : Sage Publications.J. Supranto, M. A. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 1, Edisi Keenem. Jakarta : Erlangga.Keputusan Presiden. 1990. Keppres No.32 Tahun 1990 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.Mahmud. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: CV Mustika Setia.Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.Maryono, Agus. 2003. Pembangunan Sungai Dampak dan Restorasi Sungai. Yogyakarta :Gadjah Mada University.Miller, Robert W. 1981. Urban Forestry. California : Wadsworth Publishing.Mirsa, Rinaldi. 2012. Elemen Tata Ruang Kota. Yogyakarta : Graha Ilmu.Mislan. 2016. Kajian Pergeseran Tipe Iklim untuk Mendukung Terwujudnya Ketahanan Air di DAS Mahakam. Makalah PIT HATHI XXXIV. Semarang: 9-11 September 2016.Moleong, J Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.Mulyandari, Hestin. 2010. Pengantar Arsitektur Kota. Yogyakarta : CV Andi Offset.Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.Notoatmodjo, S. 1993. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta : Andi Offset.Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (online), (http://www.esdm.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Daerah Kota Samarinda No. 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda Tahun 2014 – 2034. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Badan Pemeriksa Keuangan Kota Samarinda (online), (http://www.samarinda.bpk.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.5 Tahun 2008 tentang Pendoman Penyediaan danPemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum (online), (http://www.birohukum.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Sempadan Danau. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (online), (http://www.sda.pu.go.id) diakses 17 Maret 2019.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai. Direktorat Jenderal Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Ham (online), (http://www.ditjenpp.kemenkumham.go.id) diakses 17 Maret 2019.Ramadhani, A. 2013. Pemodelan Hidrologi Untuk Penentuan Tingkat Prioritas Sub Sub DAS Dalam Pengendalian Banjir Menggunakan Citra Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Tesis. Program Studi Teknik Ilmu Lingkungan. Sekolah Pascasarjana UGM. Yogyakarta.Rapuono, Michael, P.P. Pirone, and Brooks E. Wigginton. 1964. Open Space In Urban Design. Cleveland, Ohio : The Cleveland Development Foundation,. Tersedia : Hilman Firmanyah Tugas Akhir, Tahun 2008. “Kajian Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Guna Menanggulangi Pencemaran Udara Di Pusat Kota Cianjur”. Jurusan Teknik Planologi, Universitas Pasundan.Shirvani, Hamid. 1983. The Urban Design Process. New York : Van Nostrand Reinhold Company.Skinner, B.F. 1938. The Behavior of Organisms : An Experimental Analysis. Cambridge Massachusetts : B.F. Skinner Foundation.Soeryono, S.D. 2006. Kegiatan dan Masalah Kehutanan Dalam DAS. Jakarta : Prosiding Pertemuan Diskusi Pengelolaan DAS DITSI.Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : ALFABETA.Suharti, Titing. 2004. Pengelolaan Sungai, Danau, dan Waduk untuk Konservasi Sumberdaya Air. Bogor : Institut Pertanian Bogor.Supranto, J. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 1 Edisi 6. Jakarta : Erlangga.Undang-Undang Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Keuangan (online), (http://www/jdih.kemenkeu.go.id) diakses 17 Maret 2019.Walgito, Bimo. 2003. Pengantar Psikolog Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset.Wawan, A., dan Dewi, M. 2011. Teori dan Pengukuran Pengetahuan Sikap, dan Perilaku Manusia Yogyakarta: Nuha Medika.Wijayanti, Daru. 2009. Fakta Penting Sekitar Reproduksi Wanita. Yogyakarta : Diglosia Printika.Wongkar P Aprilita. 2017. Tingkat Pengetahuan Masyarakat Surabaya Mengenai Brand Baru Indosat Ooredoo. Jurnal E-Komunikasi Vol 5 Nomor 1.Yogaswara, Herry. 2004. Dinamika Interaksi Hulu – Hilir Daerah Aliran Sungai. Jakarta : PUSAT PENELITIAN KEPENDUDUKAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (PPK – LIPI)Zoer’aini, D.I. 2005. Tantangan Lingkungan dan Hutan Kota. Jakarta : Bumi Aksara.
Deskripsi Petani Kopi di Desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus Nuraini, Eni; Yarmaidi, Yarmaidi; Suwarni, Nani
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v8i1.18869

Abstract

This study aims to describe the condition of coffee farmers in Datar Lebuay Village, Air Naningan Sub-district, Tanggamus Regency in 2018. The results of this study indicate that: (1) the knowledge of coffee farmers comes from family or close relatives of as 49 people or 90.74%, (2) the fund comes from each personal with a total of 37 people or 68.51%, (3) the farmers come from a family of 42 people or 77.78%, (4) the production of coffee farmers belongs to low quantity which is about 2 tons from 54 people or 100%, (5) it is sold to middleman with a total of 47 people or 87.03%, and (6) coffee farmers' income is relatively low <Rp. 40.000.000,00. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan petani kopi di Desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus Tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) pengetahuan petani kopi berasal dari keluarga atau kerabat dekat yaitu sebanyak 49 jiwa atau 90,74%,.(2) modal yang dikeluarkan berasal dari modal sendiri dengan jumlah 37 jiwa atau 68,51%, (3) asal tenaga kerja berasal dari keluarga dengan jumlah 42 jiwa atau 77,78%., (4) hasil produksi petani kopi tergolong rendah dengan rata-rata < 2 ton dengan jumlah yang dilakukan petani kopi sebagian besar hasil produksinya 54 jiwa atau 100%, (5) strategi pemasaran dijual kepada tengkulak dengan jumlah 47 jiwa atau 87,03%, (6) pendapatan petani kopi tergolong rendah yakni < Rp 40.000.000,00.Kata kunci : kopi, pertanian, usaha
ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN LIMAU KABUPATEN TANGGAMUS Darmawan, Riyan Yoga; Miswar, Dedy; Nugraheni, Irma Lusi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v10i1.22624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat rawan longsor di Kecamatan Limau, (2) faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor di Kecamatan Limau. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survey.. Teknik analis data menggunakan teknik Analisis Tumpang Susun (Map Overlay) dan Metode Pengharkatan (Scoring). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat rawan longsor di Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus dibedakan menjadi dua yakni kelas kerawanan tidak rawan dan kelas kerawanan rawan longsor. (2) Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor di Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus yang paling mendominasi adalah faktor kemiringan lereng dan jenis tanah. Kata Kunci: pemetaan, rawan, longsor DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i1.22624
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH DAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PEMBANGUNAN MASS RAPID TRANSIT (MRT) TAHAP 1 DI KECAMATAN MENTENG JAKARTA PUSAT (TAHUN 2014 - 2021) Saputra, Muhammad Iqbal Adi; Dewi, Citra; Murdapa, Fauzan
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v10i2.24212

Abstract

Kecamatan Menteng memiliki 6 kelurahan, dengan luas 653 Ha. Pada tahun 2014 Pemda DKI Jakarta membangun mass rapid transit (MRT). Tingginya permintaan tanah dikawasan sekitar stasiun MRT menyebabkan perubahan harga tanah yang cenderung meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi penyebab perubahan penggunaan tanah. Penelitian ini menggunakan peta penggunaan tanah tahun 2014 dan 2021. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan tanah. Sedangkan, analisis perubahan nilai tanah menggunakan peta zona nilai tanah tahun 2014 dan peta zona nilai tanah tahun 2021 yang didapatkan dari hasil survei lapangan menggunakan metode penilaian tanah masal. Dari hasil tersebut, dilakukan analisis pengaruh perubahan penggunaan tanah terhadap perubahan nilai tanah di Kecamatan Menteng sebagai akibat dari pembangunan MRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas perubahan tanah sebesar 18,604 hektar atau 2,879%. Rincian perubahan tersebut yaitu perdagangan naik  1,362%, pemukiman turun 1,938%, hotel naik 0,071%, danau naik 0.114%, tanah kosong turun 0,006%, taman naik 0,368%, PT teratur naik 0,485%. kenaikan harga tertinggi adalah sebesar Rp110.218.903/m2 karena terdapat perubahan penggunaan tanah dari perumahan teratur menjadi perdagangan. kenaikan nilai tanah terbesar yang dilihat dari karakteristik penggunaan tanah dominan terdapat pada kawasan komersial atau perdagangan yaitu sebesar 187% dengan kenaikan nilai Rp76.170.137/m2. Kata Kunci: Perubahan Penggunaan Tanah, Perubahan, Nilai tanah, Zona Nilai Tanah, Menteng, Penilaian Tanah Masal. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v10.i2.24212
Spatial Analysis of Healthcare Facilities in Mersam Subdistrict Susana, Neti; Ulni, Arie Zella Putra; Zuriyani, Elvi
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.30913

Abstract

This study aims to assess and analyze healthcare facilities in the Mersam Subdistrict. The research employs a descriptive quantitative approach, utilizing a regional study design with a spatial analysis based on Geographic Information System (GIS) software. The author seeks to understand the distribution, accessibility, and performance of these healthcare facilities. The Mersam Subdistrict serves as the population unit for this research. The findings reveal that the distribution of healthcare facilities in the Mersam Subdistrict includes community health centers (Puskesmas), assistant community health centers (Puskesmas Pembantu), and village health posts (Poskesdes). Accessibility to these healthcare facilities is defined as 3,000 meters for Puskesmas, 1,500 meters for Puskesmas Pembantu, and 1,000 meters for Poskesdes. These radii are established based on the Indonesian National Standards (SNI) 03-1733-2004 regarding the planning of urban residential environments. The analysis indicates that the facilities can be accessed effectively by the community. Performance assessments of the healthcare facilities in Mersam, derived from questionnaire surveys, reveal mixed levels of satisfaction among the public. For the Puskesmas, the satisfaction survey indicates positive feedback for Mersam Puskesmas. Among the assistant community health centers, Mersam Pustu received satisfactory ratings, while Belanti Jaya Pustu received a rating of dissatisfaction. The village health posts (Poskesdes) predominantly indicated a level of dissatisfaction among users.Keywords: Distribution; Affordability; Performance of Health Facilities

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) More Issue