cover
Contact Name
Nyokro Mukti Wijaya
Contact Email
nyokromw@fkip.unila.ac.id
Phone
085809937263
Journal Mail Official
jurnalpenelitiangeografi@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23020032     EISSN : 2746248X     DOI : http://doi.org/10.23960/jpg
Jurnal Penelitian Geografi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Jurnal ini berisikan kumpulan karya ilmiah dalam bentuk artikel baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi, serta hasil-hasil penelitian lain yang berhubungan dengan kajian pendidikan geografi dan geografi.
Articles 641 Documents
STUDI KASUS PADA SMA LUAR BIASA B (TUNARUNGU) DHARMA BHAKTI DHARMA PERTIWI Anggi Tyas Prabawati; Sumadi Sumadi; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.412 KB)

Abstract

This study aims to determine the curriculum, tools, and methods used in integrated social studies learning in SLBB (deaf) Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Academic year 2013/2014. The method used in this research is the case study method. Research the type of case study aims to find out about something in depth. Analysis of the data used is the collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that the curriculum used in the learning process is the Integrated Social Science curriculum is designed specifically for students who have physical limitations in this case deaf. This curriculum has a percentage of 60% skill and 40% common material. In the Integrated Social learning methods used in class XB (deaf) are two special methods that include group method, demonstration method, drill method, and study tours. While the individual methods include a question and answer method, face to face and oral.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kurikulum, sarana, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran IPS terpadu di SMALB B (tunarungu) Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran IPS Terpadu adalah kurikulum khusus yang dirancang untuk peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik dalam hal ini tunarungu. Kurikulum ini memiliki persentase 60% keterampilan dan 40% materi umum. Dalam pembelajaran IPS Terpadu metode yang digunakan dikelas X B (tunarungu) adalah dua metode khusus yaitu metode kelompok meliputi, metode demonstrasi, metode drill, dan karya wisata. Sedangkan metode individu meliputi metode tanya jawab, face to face dan oral.Kata kunci: bandar lampung, IPS terpadu, SMA luar biasa
Kondisi Sosial Eonomi Petani Karet Desa Kembang Tanjung Lampung Utara Tahun 2016 Hayat Tunur; I Gede Sugiyanta; Edy Haryono
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.67 KB)

Abstract

The research aims to display the socio-economic condition of rubber farmers at Kembang Tanjung Village, South Abung Subdisctrict, North Lampung in 2016. Data were collecting through observation, questionnaire, and documentation. The results of the research showed that 1) Rubber farmers are mostly low-educated. Generally, the rubber farmers levels of formal education were Elementary (equally) 50 people (62.05%), (2) The average field width is 1.09 ha/each family, (3) Their average yearly income is Rp. 3,355,000/family to purchase fertilizer, medicines, and workers wage, (4) Average yearly production of each farmer is 4,007 kg/family, (5) Average yearly income of rubber farmers is Rp. 12,000,000/family, (6) The average number of rubber farmers children are 3 children, and (7) The minimum level of basic needs fulfillment of rubber farmers is 3.072.800/year.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Kondisi Sosial Ekonomi Petani Karet di Desa Kembang Tanjung Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2016. Pengumpulan data dengan teknik observasi, kuesioner, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Petani karet berpendidikan rendah sebanyak 50 orang 62,05%, (2) Luas lahan petani karet rata-rata 1,09 ha/kk, (3) Rata-rata biaya sebesar Rp 3.355.000/tahun/KK. Biaya tersebut digunakan untuk pembelian pupuk, asam semut, obat-obatan dan upah tenaga kerja, (4) Rata-rata produksi yang diperoleh setiap petani 4.007 kg/KK, (5) Rata-rata pendapatan Rp 12.000.000/tahun/KK yang diperoleh setiap petani karet, (6) Jumlah anak yang dimiliki kepala keluarga petani karet dengan rata-rata 3 anak, dan (7) Tingkat pemenuhan kebutuhan pokok minimum petani karet yaitu Rp 3.072.800/tahun.Kata kunci: kondisi sosial, petani karet, sosial ekonomi
Karakteristik Sosial Ekonomi Pekerja Batu Lapis Bukit Widoro Payung Nur Eka Kusuma W; I Gede Sugiyanta; Zulkarnain Zulkarnain
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.453 KB)

Abstract

The purpose of this research for reviewing the characteristic of social economic labours layer stone of widoro payung hill in gemahripah village in the gemahripah sub district pagelaran district in pringsewu. This research used descriptive research method with a population of 60 people and a sample of 30 people with random sampling. Data analysis used in this research is technique of frequency percentage table.The results of this study showed that 1. A total of 96.67% labours age belong to the productive age and only 3.33% are not procinductive. 2.As many as 50% of education labours of rocks are low, namely education basic. 3.As many 35.71%. Has a large family dependent.4 as much as 73.33% labours working days are high8 hours per day.5.as 80% of  labours  income is low. 6. as many as 63.33% the level of fulfillment of basic needs are met ie ≥ Rp Rp. 384.270.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang karakteristik sosial ekonomi pekerja batu lapis bukit widoro payung di Pekon Gemahripah Kelurahan Gemahripah Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah  populasi yaitu 60 orang dan sampel 30 orang dengan random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tabel persentase frekuensi.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 1. Sebanyak 96,67% usia pekerja tergolong pada usia produktif dan hanya  3,33% yang tidak berusia prokduktif. 2.Sebanyak 50% pendidikan pekerja batu tergolong rendah yaitu pendidikandasar. 3.sebanyak 35,71%. Memiliki tanggungan keluarga yang besar.4 sebanyak 73,33% lama kerja pekerja tergolong tinggi yaitu 7- 8 jam setiap hari.5.sebanyak 80 % pendapatan pekerja tergolong rendah. 6. sebanyak 63,33% tingkat pemenuhan kebutuhan pokok terpenuhi yaitu ≥Rp. 384.270.Kata kunci: karakteristik, pekerja batu lapis, sosial ekonomi
Deskripsi Industri Tempe Di Kelurahan Jagabaya II Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung Ayu Gita Aprilia; Trisnaningsih Trisnaningsih; Edy Haryono
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.234 KB)

Abstract

This study aims to describe: (1) the availability of raw materials, (2) the amount of capital used,  (3) the origin of the workforce, (4) the origin of the fuel,  (5) transportation marketing and (6) marketing of tempe products. The research method uses a descriptive survey. Data collection by observation, documentation and questionnaire. Data analysis uses percentages. The results of the study: (1) The availability of raw materials derived from imports and the acquisition of raw materials through the market 22 respondents (62.86%) and suppliers 13 respondents (37.14%). (2) The amount of capital used is the majority of small capital (Rp. 889,602,9). (3) origin of work from family. (4) The origin of fuel from within the Way Halim District and the type of fuel used is fuel wood with a percentage of 62.86% or 22 respondents. (5) Marketing transportation mostly uses motorcycle. (6) Most of the marketing of tempe results is sold in the market and customers who come.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) ketersediaan bahan mentah, (2) jumlah modal yang digunakan, (3) asal tenaga kerja,  (4) asal bahan bakar, (5) transportasi pemasaran dan (6) pemasaran hasil tempe. Metode penelitian menggunakan survei deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian: (1) Ketersediaan bahan mentah berasal dari impor dan perolehan bahan mentah melalui pasar 22 responden (62,86%) dan pemasok 13 responden (37,14%). (2) Jumlah modal yang digunakan mayoritas modal kecil (Rp. 889.602,9). (3) asal tenaga kerja dari keluarga. (4) Asal bahan bakar dari dalam Kecamatan Way Halim dan jenis bahan bakar yang digunakan adalah kayu bakar dengan persentase 62,86% atau 22 responden. (5) Transportasi pemasaran sebagian besar menggunakan sepeda motor. (6) Pemasaran hasil tempe sebagian besar dengan cara dijual dipasar dan pelanggan yang datang.Kata kunci: deskripsi, industri tempe, geografi industri.
Karakteristik Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Yang Bekerja Di Objek Wisata Pantai Klara Rafin Hidayat; Sudarmi Sudarmi; Zulkarnain Zulkarnain
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.318 KB)

Abstract

The aim of this study was to describe the social economics characteristics of the heads of family working at the tourist attraction of Klara Beach. This study used a descriptive method. Data collection was done by using percentage tables. The results of this study indicate that: (1) 72.41% of the heads of family belong to the full productive age. (2) 79.31% of the education of the heads of family are low education. (3) 55.71% of the heads of family are included in an extended family with more than two children. (4) 56.76% of the heads of family’s children are taking primary and secondary education. (5) 93.10% of the heads of family have high working hours 35 hours per week. (6) 62.07% heads of family income have a low income with an average monthly income of Rp. 1,333,620. (7) 86.21% of the heads of family have valuables with moderate criteria. (8) 65.52% of the heads of family who can fulfill their family's needs.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sosial ekonomi kepala keluarga yang bekerja di objek wisata Pantai Klara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) 72,41% kepala keluarga tergolong usia produktif penuh. (2) 79,31% pendidikan kepala keluarga berpendidikan rendah. (3) 55,71% kepala keluarga termasuk kedalam keluarga besar dengan jumlah anak lebih dari dua. (4) 56,76% anak kepala kepala sedang menempuh pendidikan dasar dan menengah. (5) 93,10% kepala keluarga memiliki jam kerja tinggi 35 jam perminggu. (6) Sebagian besar pendapatan kepala keluarga berpendapatan rendah 62,07% dengan rata-rata pendapatan perbulan sebesar Rp. 1.333.620. (7) 86,21% kepala keluarga memiliki barang berharga dengan kriteria sedang. (8) 65,52% kepala keluarga dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga.Kata kunci: kepala keluarga, objek wisata, sosial ekonomi
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PEMUKIMAN DI KECAMATAN SEBERANG ULU I Nova Fitria Resiwiyasa; I Gede Sugiyanta; Irma Lusi Nugraheni
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.637 KB)

Abstract

This research aims to analyze the land area has been changed into the settlement, the direction of development and the factors that affect the change of use of residential land in the District of Seberang Ulu I Palembang 2004-2012. This research uses exploratory. The object of research is the unit of land District of Seberang Ulu I Palembang which experienced in residential land use change from 2004 to 2012. Collecting data using observation and documentation. Analyzed using maps, mapping unit and the unit of analysis. The results of the analysis in this study: (1) The area of residential land area of 68.77 Ha change (4.09%). (2) Direction change Seberang Ulu I subdistrict settlement getting closer to roads, riverbanks, and common facilities centers with rapid changes in the Ulu Village 15. (3) The causes of land-use change for the settlement consists of non-physical factors and physical.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas lahan yang mengalami perubahan menjadi pemukiman, arah perkembangannya dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan pemukiman di Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang tahun 2004-2012. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif. Objek penelitian merupakan satuan lahan Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang yang mengalami perubahan penggunaan lahan pemukiman tahun 2004-2012. Pengumpulan data menggunakan cara observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis peta, unit pemetaan dan unit analisis. Hasil analisis dalam penelitian ini: (1) Luas lahan pemukiman mengalami perubahan seluas 68,77 Ha (4,09%). (2) Arah perubahan pemukiman Kecamatan Seberang Ulu I semakin mendekati jalan, pinggiran sungai, dan pusat-pusat fasilitas umum dengan perubahan pesat yakni Kelurahan 15 Ulu. (3) Faktor penyebab perubahan penggunaan lahan untuk pemukiman yakni terdiri dari faktor non fisis dan fisis.Kata kunci: pemukiman, penggunaan lahan, perubahan
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL QUANTUM LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU Alfi Zahrul Fuadah; Pargito Pargito; Sudarmi Sudarmi
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.016 KB)

Abstract

This research aimed to analyze the difference result of IPS used quantum learning model which is used conventional learning model of class VII student and the effect of the application of the quantum learning model to result of IPS class VII SMPN 1 Air Hitam. This study used quasi experimental method and the sample experimental class was class VII-B as experimental class treated by quantum learning model and class VII-C as control class used conventional learning model. Data analysis used t test and simple analysis regression. The results showed that there are the differences result of IPS where the student which is used quantum learning model reached higher score than students who used conventional learning model and there are the influence of the used quantum learning model to the results of IPS class VII SMPN 1 Air Hitam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPS yang menggunakan model quantum learning dengan model pembelajaran konvensional kelas VII SMPN 1 Air Hitam dan pengaruh penggunaan model quantum learning terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII SMPN 1 Air Hitam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan sampel kelas VII-B sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan model quantum learning dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS dimana siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan model quantum learning mendapat nilai lebih tinggi dibanding dengan nilai siswa yang menggunakan model konvensional dan terdapat pengaruh penggunaan model quantum learning terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII SMPN 1 Air Hitam.Kata Kunci: quantum learning, hasil belajar, dan konvensional.
PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMA NEGERI 7 BANDAR LAMPUN Wilda Nuraida; Sumadi Sumadi; Zulkarnain Zulkarnain
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.775 KB)

Abstract

This research aimed to know about : (1) comprehension of Geography teachers about scientific approach, (2) Geography learning plans, (3)Geography implementation process using scientific approach, (4) assessment in scientific approach, (5) and constraint of Geography learning with scientific approach. This research used descriptive qualitative method. Data collected technique used interview, observation, and documentation. Subject of the research is SMA N 7 Bandar Lampung and the object is Geography learning with scientific approach. Data analysis using interactive models. Result of the research were : (1) Geography teachers comprehension about scientific approach was good, (2) Geography learning plans made by Geography teachers were good, (3) Geography learning implementation with scientific approach good, (4) scientific approach including attitude, cognitive, and psychomotor assessment, (5) constraint of Geography learning with scientific approach are infrastructure.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pemahaman guru Geografi, (2) perencanaan pembelajaran Geografi, (3) pelaksanaan pembelajaran Geografi, (4) penilaian dalam pendekatan saintifik, dan (5) kendala pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah SMA N 7 Bandar Lampung dan objek penelitian adalah pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik. Analisis data dengan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) pemahaman guru Geografi terhadap pendekatan saintifik baik, (2) perencanaan pembelajaran Geografi yang dibuat oleh guru Geografi baik, (3) pelaksanaan pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik baik, (4) penilaian dalam pendekatan saintifik meliputi penilaian sikap, kognitif, dan psikomotor, (5) kendala dalam pembelajaran Geografi dengan pendekatan saintifik adalah sarana prasarana.Kata kunci: pembelajaran geografi, pendekatan saintifik, SMA Negeri 7 bandar lampung.
Analisis Soal Ujian Semester Genap Geografi Kelas XI di SMAN 1 Belitang Tahun 2017 Saprama Eric Oktareza; Sumadi Sumadi; Yarmaidi Yarmaidi
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.341 KB)

Abstract

The purpose this research to analysis test items on Even Semester Examination Geography XI in SMAN 1 Belitang of East OKU Regency in the Year 2017. This study uses descriptive quantitative method. the gathering data with documentation,test and interview. The result of research shows 1) The valid items were 16 or 32% and invalid 34 or 68%. The valid concept were 23 or 46% and invalid 27 or 54%. 2) The indeks reliability 49,64% (enough). 3) The difficulty items 15 items (30%) were easy, 23 items (46%) were moderate, and 12 items (24%) difficult. 4) The distinguish items not good, 23 items (46%) were bad, 14 items (28%) moderate, 9 items (18%) good, 4 items (8%) very bad. 5) Option answer effective were 26 options (52%) and ineffective 24 options (48%). Option Spotting effective were 148 options (74%), and ineffective 52 options (26%).Tujuan penelitian ini untuk menganalisis soal Ujian Semester Genap Kelas XI Mata Pelajaran Geografi di SMAN 1 Belitang Kabupaten OKU Timur Tahun 2017. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, pengumpulan data dengan dokumentasi, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Validitas item kriteria valid 16 soal (32%) dan tidak valid 34 soal (68%). Validitas isi kriteria valid 23 soal (46%) dan tidak valid 27 soal (54%). 2) Indeks reliabilitas 49,64% (cukup). 3) Tingkat kesukaran soal kriteria mudah 15 soal (30%), sedang 23 soal (46%), sukar 12 soal (24%), 4) Daya pembeda soal klasifikasi jelek 23 soal (46%), cukup 14 soal (28%), baik 9 soal (18%), sangat jelek 4 soal (8%). 5) Opsi kunci jawaban efektif 26 opsi (52%) dan tidak efektif 24 opsi (48%). Opsi pengecoh efektif 148 opsi (74%), dan tidak efektif 52 opsi (26%).Kata Kunci : analisis butir soal geografi, reliabilitas, validitas
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE Indrian Agustina; Sumadi Sumadi; Nani Suwarni
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.853 KB)

Abstract

The study aims to assess: (1) the average results of higher geography learning with cooperative learning model think pair share type compared with the lecture method. (2) the difference of learning results improvement (gain) in geography with cooperative learning model think pair share and lecture method. (3) the increasing (gain) of geography learning which it higher with the treatment of cooperative learning model think pair share type compared with lecture method. The method used was experimental method with a quasi experimental design and design of nonequivalent control group design.  Collecting data IS using techniques such as multiple choice questions test. Result of the study: (1) there are differences in the average of study geography result with cooperative learning model think pair share type and lecture method. (2) there are differences in improvement (gain) treatment study geography results with cooperative learning think pair share model and lecture method.Penelitian bertujuan mengkaji: (1) Rerata hasil belajar geografi yang lebih tinggi dengan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dibandingkan dengan metode ceramah. (2) Perbedaan peningkatan (gain) hasil belajar geografi dengan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dan metode ceramah. (3) Peningkatan (gain) hasil belajar geografi yang lebih tinggi dengan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dibandingkan dengan metode ceramah. Metode yang dipakai adalah metode eksperimen dengan desain eksperimen semu dan rancangan nonequivalent control group design. Pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa soal pilihan jamak. Hasil penelitian: (1) Terdapat perbedaan rerata hasil belajar geografi dengan model pembelajaran kooperatif think pair share dan metode ceramah. (2) Terdapat perbedaan peningkatan (gain) hasil belajar geografi dengan model pembelajaran kooperatif think pair share dan metode ceramah.Kata kunci: ceramah, hasil belajar geografi, think pair share.

Page 7 of 65 | Total Record : 641


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 6 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Geografi (JPG) More Issue