cover
Contact Name
Masri
Contact Email
masri@uho.ac.id
Phone
+6282296451988
Journal Mail Official
jurnal.ophiolite@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Kampus Hijau Bumi Tridharma Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Ophiolite : Jurnal Geologi Terapan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27154440     DOI : 10.56099
Jurnal OPHIOLITE dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Teknik Geologi Universitas Halu Oleo. Jurnal ini memuat artiket penelitian geosains dan geologi terapan. Riset geosains mencakup riset sains kebumian di bidang geologi, geofisika dan geokimia. Riset geologi terapan mencakup bidang geologi eksplorasi, geologi teknik, mitigasi bencana geologi, hidrogeologi, dan geologi lingkungan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE" : 5 Documents clear
Penentuan zona resapan air menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis untuk kawasan perlindungan sumberdaya airtanah di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Adi Pangestu; Irawati Irawati; Suryawan Asfar
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.082 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v1i1.9315

Abstract

Daerah penelitian ini terletak di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, terletak 165 km dari ibukota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran dan luas daerah tangkapan air menggunakan metode survei dan analisis overlay menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Metode survei bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan, sedangkan analisis overlay telah dilakukan untuk menentukan distribusi dan luas daerah resapan air. Distribusi zona resapan kawasan, termasuk penelitian ke dalam 5 kategori: zona resapan baik hingga kedalaman level air tanah antara 0-10 meter dengan wilayah tangkapan air seluas 37851,72 ha (13%), zona resapan normal alami hingga kedalaman level air tanah berkisar antara 5-20 meter seluas 33553,73 ha (12%), zona resapan mulai kritis hingga kedalaman muka air tanah berkisar dari 0-30 meter dengan daerah tangkapan air seluas 74850,11 ha (25%), zona resapan agak kritis dengan rentang level air tanah dari 0-20 meter seluas 50175,72 ha (17%), dan zona resapan sangat kritis untuk kedalaman level air tanah berkisar 0-10 meter dengan zona tangkapan seluas 95211,3 ha (33%).
Analisis pengaruh aktivitas pertambangan terhadap kualitas air tanah di Kabupaten Konawe Selatan Ali Okto; La Ode Ngkoimani; Suryawan Asfar; Jahiddin Jahiddin; Marwan Zam Mili
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.605 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v1i1.9321

Abstract

Aktivitas pertambangan dengan metode open pit mining dilakukan dengan cara pengupasan lahan, sehingga meninggalkan lahan tanpa tutupan vegetasi. Lahan tanpa tutupan vegetasi akan memperbesar laju aliran permukaan dan laju infiltrasi bawah permukaan. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil dari analisis terhadap sampel air yang berada di sekitar lokasi pertambangan di Kabupaten Konawe Selatan menunjukkan adanya unsur logam berbahaya seperti Arsen (As), Kromium VI (Cr+6), Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Timbal (Pb). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran sampel air telah mengalami pencemaran ringan (untuk peruntukan Kelas I) dan masih memenuhi baku mutu air (untuk peruntukan Kelas III).
Analisis kestabilan lereng terhadap potensi longsoran guling menggunakan Continuous Slope Mass Rating (C-SMR) pada ruas jalan Tawaeli-Toboli km 42–52, Sulawesi Tengah Masri Masri; Imam Achmad Sadisun
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.961 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v1i1.8986

Abstract

Bidang diskontinuitas pada lereng di ruas jalan Tawaeli-Toboli KM 42-52 dapat menjadi bidang lemah yang memicu longsoran, di antaranya longsoran guling. Longsoran guling dapat terjadi pada blok tunggal yang menghasilkan jatuhan blok batuan (rockfall) dan dapat terjadi pada massa batuan yang diikuti perpindahan volume blok batuan yang besar. Metode empiris yang berbasis pembobotan diskret seperti klasifikasi Slope Mass Rating memberikan penilaian yang cukup konservatif terhadap potensi longsoran, sehingga pembobotan berbasis fungsi kontinuum bisa digunakan untuk mengevaluasi penilaian. Potensi tipe longsoran dan arah gerakan blok batuan pada lereng diidentifikasi dengan analisis kinematika. Pada empat lereng yang diinvestigasi, kualitas massa batuan berdasarkan klasifikasi C-SMR menunjukkan interval normal hingga baik. Hasil analisis kinematika menunjukkan bahwa potensi longsoran pada lereng yang diinvestigasi adalah longsoran gulng tipe direct toppling dengan nilai probabilitas kelongsoran terbesar 33%. Kedua metode tersebut mampu mengidentifikasi kondisi massa batuan dan potensi kelongsoran pada lereng. Metode empiris yang berbasis pembobotan kontinuum juga mampu mereduksi bias yang dihasilkan oleh pembobotan diskret. 
Stratigrafi Pegunungan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria Hasria; Arifudin Idrus; I Wayan Warmada
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2185.221 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v1i1.9311

Abstract

Stratigrafi Pegunungan Rumbia, Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan hasil analisis lapangan dan analisis petrografi yang dipadu dengan peta geologi Lembar Kolaka 1:250.000, maka daerah penelitian memiliki lima satuan stratigrafi dengan urutan tua ke muda yakni Satuan Sekis Pompangeo, Satuan Batupasir Langkowala, Satuan Batugamping Eemoiko, Satuan Batugamping Lempungan Boepinang dan Satuan Endapan Alluvial.
Analisis petrofisika deterministik pada Formasi Parigi dan Batu Raja di Cekungan Jawa Tengah Utara Ahmad Julianto; Harisma Buburanda; Erzam Salahuddin Hasan
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1992.668 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v1i1.9313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui properti petrofisika secara deterministik pada zona reservoar karbonat di formasi Parigi dan Batu Raja melalui data bawah permukaan (log sumur dan inti bor batuan) dengan variabel volume serpih (Vsh), porositas (Ф), permeabilitas (K), dan saturasi air (Sw). Penelitian ini membandingkan beberapa metode pada sebagian variabel yakni volume serpih secara linear dan non-linear, model porositas berdasarkan log kombinasi dan tunggal, dan saturasi air berdasarkan metode Archie, Simandoux, dan Indonesia, yang diintegrasikan sesuai informasi geologi yang berlaku di daerah tersebut. Analisis elektrofasies log gamma ray memperlihatkan pola serrated sebagai petunjuk litologi dominan karbonat dengan suksesi vertikal aggradasi. Hasil analisis petrofisika untuk variabel volume serpih (Vsh) memperlihatkan nilai cut off rata-rata 32,0 dan 26,0 persen pada metode linear, kelas porositas (Ф) yakni rendah-tinggi dan menengah-tinggi, saturasi air (Sw) rata-rata 57,0 dan 55,0 persen. Net pay reservoar adalah 155,23 m pada zona 3 di sumur A-1, 10,92 m pada zona 5 di sumur A-1, 82,26 m dan 31,24 m pada zona 3 di sumur B-1, 53,49 m dan 41,76 pada zona 4 di C-1, dan 15,00 m pada zona 4 di sumur M-1. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5