Media Pustakawan
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Articles
415 Documents
Transformasi Perpustakaan dari Pusat Informasi ke Pusat Aktivitas (Makerspace)
Irhamni Ali
Media Pustakawan Vol 25, No 2 (2018): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.091 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v25i2.270
Abstrak Selama dua dekade ini teknologi terus berkembang dan telah menjadi sebuah kebutuhan hidup dan merubah semua aspek kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang banyak mengalami perubahan terutama di bidang perpustakaan adalah hubungan pemustaka dengan perpustakaan dan pustakawan di dalamnya yang mengalami transformasi menjadi suatu ruang publik yang bersifat kompleks. Tulisan ini akan membahas mengenai peluang perpustakaan bertransformasi dari pusat informasi menjadi pusat aktivitas (makerspace). Ada banyak cara untuk bertransformasi antara lain dengan menambahkan layanan Tech Hub, Co-Working Space, Mini Lab, Research Pod. Namun terdapat dua masalah yaitu masalah eksternal yaitu infrastruktur TIK yang belum merata, sementara itu untuk masalah internal yaitu mindset dan culture set perpustakaan yang masih belum bisa mengadopsi konsep makerspace. Peluang perpustakaan untuk bertransformasi menjadi makerspace atau pusat aktivitas masyarakat sangat besar namun, dibutuhkan usaha yang keras agar bisa meyakinkan para stakeholders.
Pustakawan Kreatif Stakeholder Aktif
Sumini Ambuliyani
Media Pustakawan Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.384 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v17i3&4.880
Keterkaitan koleksi perpustakaan di lingkungan sekolah masih dirasa kurang. Dalam permasalahan ini, peranan pustakawan perlu ditingkatkan kreativitasnya untuk memunculkan ide-ide baru yang dapat menggugah minat pengunjung. Hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam menarik pengunjung. Pustakawan memegang peran strategis dalam pemberdayaan perpustakaan untuk menunjang keberhasilan dan ketercapaian tujuan pendidikan. Sekolah sebagai tempat anak didik menimba ilmu pengetahuan dan informasi maka perlu disediakan sarana dan prasarana yang memadai sesuai kebutuhan termasuk ketersedian perpustakaan.
Kendala Pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin Ketika Work from Home Selama Pandemi COVID-19
Iskandar Iskandar;
Trimurtiati Trimurtiati
Media Pustakawan Vol 28, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7965.327 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v28i2.1047
This study aims to identify and describe the constraints faced by librarians of the Hasanuddin University Library when working from home (WFH) during the COVID-19 pandemic. This research is descriptive. Respondents of this study were librarians of the Hasanuddin University Library who carried out official duties in the field of librarianship at home including doing WFH during the COVID-19 pandemic, starting from the Procurement, Processing, Service, and Information and Technology units. There were two librarians representing each unit as informants, so that eight informants were obtained. Data collection was carried out by distributing questionnaires and documentations. Data were analyzed using qualitative analysis. The results of the study illustrate that the constraints faced by librarians of the Hasanuddin University Library when WFH during the COVID-19 pandemic occurred when: the librarian's view of librarian duties was ineffective; the librarian's ability to work from home was not in accordance with the ability to work in an office; there is no motivation to work at home because the librarian work is supposed to be done offline; the need for facilities and infrastructure is inadequate;and there is no leadership support while working from home. In conclusion, the constraints faced by librarians of Hasanuddin University Library when WFH during the COVID-19 pandemic need to be followed up by providing solutions. The solutions can be made in accordance with the obstacles faced, for example the completeness of facilities and infrastructure and avoiding offline work.
Hubungan Open Access Institutional Repository (OAIR) dengan Produktivitas Ilmiah pada Dosen di Perguruan Tinggi
Bulqis Khumairo;
Dian Novita Fitriani
Media Pustakawan Vol 26, No 4 (2019): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5506.776 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v26i4.662
OA becomes a new model in the scientific communication process. In various studies show that OA gives the impact of increasing research by giving free access to articles for all who are interested. The OA movement is not only limited to the process of disseminating and promoting work from the research community, but has evolved into individual institutional repositories, electronic archives of research results of staff working on these institutions. Some academic libraries have begun to develop Open Access Institutional Repositories (OAIR). Along with the development of OAIR, the academic community is demanded to be productive in conducting scientific publications. The development of OAIR and scientific publications are very important components in scientific communication. This study aims to determine whether there is a relationship between the availability and accessibility of OAIR with the scientific productivity of lecturers. The method used in this research is descriptive quantitative. The number of respondents was 70 lecturers from 3 universities who presented the 2018 SINTA Awards, namely the University of Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati and the Ministry of Health II Jakarta Poltekkes. Data collection is done by using questionnaires in the form of online and offline. The results of this study indicate that the availability and accessibility of the OAIR system has a multiple correlation coefficient of 0.812 and a significance value of 0,000, so there is a positive influence and has a very strong relationship on scientific productivity among lecturers.
Layanan Referensi melalui SMS: studi literatur
Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 24, No 1 (2017): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.579 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v24i1.154
Layanan referensi virtual menjadi tren dalam dunia perpustakaan. Ada berbagai media yang dapat digunakan perpustakaan dalam menyelenggarakan layanan referensi virtual. SMS merupakan salah satu media yang dapat digunakan. Pemilihan media yang digunakan dalam layanan referensi virtual harus berdasarkan alasan yang kuat dan tidak hanya sekedar mengikuti tren yang ada supaya terlihat tidak ketinggalan zaman. SMS banyak digunakan perpustakaan untuk layanan referensi di luar negeri termasuk di negara maju seperti Amerika Serikat. Penggunaan SMS ini didasarkan profil masyarakat yang sering menggunakan SMS dan untuk meluaskan pasar layanan referensi. Tulisan ini bertujuan mengetahui dan memahami bagaimana pelaksanaan layanan referensi melalui SMS. Untuk itu dilakukan penelitian kualitatif berupa studi literatur dari tulisan yang ada terkait layanan referensi melalui SMS. Hasilnya SMS disejajarkan dengan media komunikasi virtual lainnya yang digunakan dalam layanan referensi. Berdasarkan literatur yang ada, perpustakaan yang sudah menyelenggarakan layanan referensi melalui SMS mendapati penggunaannya yang terus meningkat walau memang jumlah tidak sebesar media e-mail dan chat. Walau dirasakan sulit untuk melakukan wawancara referensi, namun dalam pelaksanaannya tetap ada pertanyaan referensi yang masuk melalui layanan referensi melalui SMS. Penggunaan teknologi dalam layanan referensi melalui SMS dinilai murah dan mudah dilakukan, mulai dari hanya cukup menggunakan telepon genggam hingga menggunakan software pada komputer. Seperti halnya layanan referensi lainnya, aspek komunikasi memegang peran sendiri untuk menciptakan suasana yang nyaman tanpa merasa direndahkan. Penggunaan SMS menuntut pustakawan untuk mampu menerjemahkan bahasa nonverbal dalam bahasa teks. Berdasarkan studi literatur ini, penulis menilai media SMS mempunyai potensi yang besar untuk meraih pasar yang lebih luas dalam layanan referensi. Kondisi kepemilikan non-smartphone yang lebih besar dibandingkan smartphone, perilaku SMS dari pengguna smartphone, jaringan internet belum merata di seluruh wilayah Indonesia, dan penggunaan internet yang masih kecil merupakan alasan yang sangat kuat untuk penggunaan media SMS dalam layanan referensi.
Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pustakawan Perpustakaan Nasional
Wuri Setya Intarti
Media Pustakawan Vol 18, No 1 (2011): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1744.143 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v18i1.805
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui ada atau tidak pengaruh yang nyata antara kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama maupun parsial terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Dan 2) Mengetahui variabel mana yang lebih dominan berpengaruh terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Adapun metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode metode teknik simple random sampling. Sedangkan metode analisis datanya menggunakan analisis regresi linier berganda, yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil uji F didapat nilai F hitung sebesar 25.646 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka hasil dari model regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi (X2) terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. 2) Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai probabilitas variabel kepemimpinan (X1) sebesar 0,013 0,05, dan variabel motivasi (X2) sebesar 0,000 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kepemimpinan (X1) dan variabel motivasi (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Dan 3) Adapun variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja pustakawan adalah variabel motivasi (X2), dimana berdasarkan hasil koefisien determinasi parsial variabel motivasi (X2) mempunyai nilai yang paling tinggi yaitu sebesar (r2 = 0.690)2 = 0,476 atau 47,6%.
Tinjauan Literatur: Konsep Dasar Pendidikan Pemustaka
Endang Fatmawati
Media Pustakawan Vol 20, No 2 (2013): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.325 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v20i2.936
Pendidikan pemustaka sangat diperlukan di sebuah perpustakaan apapun jenisnya. Tujuan kegiatan pendidikan pemustaka disesuaikan dengan tingkatan kegiatan pelaksanaannya. Tingkatan pendidikan pemustaka dimulai dari orientasi, instruksi perpustakaan, instruksi bibliografi, sampai dengan instruksi literasi informasi. Peserta pendidikan pemustaka mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menyerap materi, ada yang mudah menerimanya melalui visual, auditori, maupun kinestetik. Dalam mengevaluasi kegiatan pendidikan pemustaka bisa menggunakan cara formatif maupun sumatif, tergantung kebutuhan perpustakaan.
Kesiapan Pustakawan Indonesia Menyongsong MEA 2015
Endang Fatmawati
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (8080.902 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v22i2.834
MEA yang rencananya akan diberlakukan Desember 2015 menjadi momen yang membuka gerbang perdagangan bebas ASEAN. MEA menjadi salah satu bentuk kesepakatan 10 anggota negara ASEAN untuk memberikan peluang yang sama dan menciptakan sebuah iklim pasar yang terbuka. Kunci utama MEA adalah daya saing. Pustakawan harus optimis dan siap untuk bersaing menghadapi pustakawan asing. Dampak dari konsekuensi MEA yang jelas adalah aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus tenaga kerja, dan arus bebas bidang permodalan. Pustakawan termasuk yang terkena dampak dari persaingan tenaga kerja. Terkait dengan kesiapan pustakawan menyongsong MEA, maka sertifikasi pustakawan adalah salah satu indikatornya. Hal ini sebagai bentuk jaminan dan pengakuan akan kompetensi yang dimiliki pustakawan Indonesia.
Pustakawan Idaman Masyarakat Pengguna
Badarudin Salam
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.806 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v14i1.965
Pustakawan idaman masyarakat pengguna adalah pustakawn yang memiliki motivasi tinggi baik dari dalam diri (internal) maupun dari luar diri pustakawan (eksternal), dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan pustakawan dalam membentuk pribadi yang profesional dalam kegiatannya. Kecerdasan emosi adalah faktor psikologi yang harus dimiliki pustakawan, setidak-tidaknya kemampuan mengenal diri sendiri, kemampuan berempati, dan kecakapan sosial yang tingi untuk menuju pustakawan idaman masyarakat penggunanya, Dengan memiliki motivasi yang tinggi, kecerdasan emosional yang mantap diharapkan pustakawan pun memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Setiap perilaku dan kegiatannya adalah ibadah dan mendapat ridha Allah.
Layanan Delivery Pustaka (De_Tak): Inovasi layanan perpustakaan umum
Budiman Muslim
Media Pustakawan Vol 22, No 4 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1061.009 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v22i4.220
AbstrakPerpustakaan umum milik dan untuk masyarakat luas tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Begitu besar peran perpustakaan ini, maka perlu senantiasa membuat inovasi atau pembaharuan dalam kualitas dan kuantitas layanan. Layanan perpustakaan haruslah berorientasi kepada pemustaka (customer oriented), sehingga kepuasan pemustaka selalu terjaga. Salah satu faktor rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan dan rendahnya minat baca masyarakat adalah akibat sulitnya memperoleh sumber informasi. Oleh karena itu, agar pemustaka mudah memperoleh informasi yang dibutuhkan, perlu membuat inovasi layanan perpustakaan yang dapat mengatasai masalah demikian, yaitu menyelenggarakan jasa layanan pesan antar (delivery order). Jika perpustakaan menerapkan jasa layanan ini maka akan sangat membantu masyarakat yang sibuk dan sedikit memiliki waktu luang ke perpustakaan. Jasa layanan delivery order merupakan salah satu penunjang citra perpustakaan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Pada bagian akhir tulisan ini, disampaikan metode atau cara kerja layanan ini.