cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 415 Documents
Pelestarian Jangka Panjang Dan Aksesibilitas Isi Informasi Dengan Teknologi Purwono Purwono
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.378 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.870

Abstract

Pemilihan program komputer untuk kegiatan di perpustakaan pada kenyataannya, bukan masalah sederhana, terutama jika program komputer tersebut akan digunakan untuk pengolahan data koleksi perpustakaan. Perubahan kebijakan, perluasan layanan, dan munculnya kerjasama antar perpustakaan, merupakan beberapa pemicu masalah dalam pemakaian program komputer di perpustakaan. Pilihan untuk mengganti program komputer agar sesuai dengan perkembangan kegiatan perpustakaan bukan hal yang mudah. Kegagalan migrasi data merupakan masalah besar yang sering kali muncul, terutama jika perpustakaan harus mengisi ulang seluruh data koleksi yang dimilikinya. Oleh karena itu perlu kecermatan dalam pemilihan teknologi yang tepat untuk kegiatan preservasi.
Efektivitas Sistem Temu Kembali Informasi Perpustakaan Digital Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam Tinjauan Recall dan Precision Thoriq Tri Prabowo
Media Pustakawan Vol 28, No 1 (2021): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.767 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v28i1.1087

Abstract

Today's digital library is a necessity. A system that provides all-digital information and services requires that all aspects of it should be accessed effectively. In the context of information retrieval in digital libraries, the information retrieval systems are important instruments. The system becomes a link between relevant information and its users. Evaluation of the information retrieval system to determine its effectiveness is important to ensure that users receive good retrieval services. Recall and precision are approaches to measure the effectiveness of information retrieval systems that are widely used. This study aims to determine the effectiveness of the ISI Yogyakarta digital library retrieval system based on recall and precision approaches. This study will provide benefits for librarians in knowing the effectiveness of the information retrieval system and the extent of their accuracy in indexing. This research uses an experimental method with a quantitative approach. The researcher chose a sample of the searching keywords purposively and then tested them by searching on the portal http://digilib.isi.ac.id/. The data obtained were analyzed using the formula recall and precision. In this study the subjects tested were interior design subjects. The precision measurement of 10 keywords on the subject of interior design gets 92.37% results while the recall measurement gets 80.79% results. The result stated that precision is higher than recall, it showed that the information retrieval system of ISI Yogyakarta’s digital library is quite effective.
Perilaku Knowledge Sharing Antarstaf Pustakawan: suatu Kajian melalui Pendekatan Learning Audit Model pada Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha Ni Putu Pramita Utami
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.018 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.544

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku knowledge sharing (KS) antarstaf pustakawan, mengetahui faktor-faktor pendorong perilaku KS dan mengetahui faktor-faktor penghambat perilaku KS. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada perpustakaan Undiksha, sehingga subjek dari penelitian ini adalah pustakawan, tenaga administrasi dan teknisi yang berjumlah 25 orang. Sedangkan, objek kajiannya adalah perilaku KS. Pendekatan learning audit model digunakan dalam menentukan nilai dari informasi dan sekaligus menentukan efektifitas dari proses KS yang dilakukan. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi perilaku KS antar staf pustakawan tergolong cukup positif dengan persentase 68,7%. Faktor pendorong perilaku KS antar staf pustakawan pada perpustakaan Undiksha adalah motivasi intrinsik sebesar 87,5% (sangat positif), penerimaan pengetahuan sebesar 78,8% (positif), sikap terhadap KS sebesar 78,2% (positif), loss of knowledge power sebesar 78,1% (positif), kowledge self-efficacy sebesar 77,6% (positif) dan pengiriman pengetahuan sebesar 72,4% (positif). Selain itu, ditemukan pula beberapa aspek lain yang dapat mendorong KS seperti: kepercayaan, kesetiakawanan, keterbukaan, kebersaman, kekeluargaan dan komunikasi. Sebaliknya, faktor-faktor penghambat perilaku KS antar staf pustakawan pada perpustakaan Undiksha adalah motivasi eksternal sebesar 49,6% (negatif), respon balik/feedback sebesar 69,3% (cukup positif), iklim organisasi sebesar 68,5% (cukup positif), norma subjektif sebesar 64,2% (cukup positif), norma timbal balik sebesar 62,1% (cukup positif), motivasi introjektif sebesar 60,5% (cukup positif), teknologi informasi dan komunikasi sebesar 59,1 % (cukup positif). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka untuk meningkatkan perilaku KS diperlukan adanya koordinasi bidang yang berfungsi untuk memfasilitasi, mengelola, dan mengaudit KS dengan model learning audit, sehingga diperoleh pengetahuan kolaboratif untuk keunggulan kompetitif institusi. Kata-kata kunci: knowledge sharing, learning audit, manajemen pengetahuan, perilaku individu dalam organisasi  AbstractThe aims of this study were to describe the behavior of knowledge sharing (KS) among librarian, to know the factors enhancing the behavior of KS and to determine the factors inhibiting KS behavior. This research was a case study in the library of Undiksha, so that the subjects of this study are librarians, administrative staff and technicians, totaling 25 persons. Meanwhile, the object of the study was the behavior of KS. Audit learning approach model was used in determining the value of the information and also to determine the effectiveness of the process undertaken KS. Data were collected through questionnaires, interviews and observation. The collected data were analyzed descriptively. The results showed that the description of the KS behavior among librarian was quite positive with a percentage of 68.7%. The driving factors of KS behavior among librarian at the library of Undiksha were the intrinsic motivation of 87.5% (very positive), the reception of knowledge by 78.8% (positive), attitude towards KS amounted to 78.2% (positive), loss of knowledge power amounted to 78.1% (positive), knowledge self-efficacy of 77.6% (positive) and delivery of knowledge 72.4% (positive). In addition, there were also some other aspects found that can encourage KS such as: trust, solidarity, openness, collaboration, family and communication. Conversely, factors inhibiting KS behavior among librarian at the library of Undiksha were external motivation of 49.6% (negative), feedback of 69.3% (quite positive), organizational climate 68.5% (quite positive), subjective norm by 64.2% (quite positive), the norm of reciprocity amounted to 62.1% (quite positive), introjective motivation by 60.5% (quite positive), and the information technology and communications at 59.1% (quite positive). Based on the results obtained, in improving the KS behavior it was necessary to construct a coordinate field that serves, facilitate, manage, and audit the KS with audit learning models, in order to obtain collaborative knowledge for competitive advantage of institution. Key words: knowledge sharing, knowledge management, learning audit, the behavior of individuals within the organization
Media Multitasking di era digital natives Endang Fatmawati
Media Pustakawan Vol 24, No 2 (2017): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.866 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i2.3

Abstract

Artikel ini membahas media multitasking di era digital natives. Multitasking menjadi salah satu ciri dari generasi digital natives, sehingga memahami multitasking menjadi penting bagi pustakawan dalam ranah di perpustakaan modern. Berkembangnya teknologi internet dan smartphone menyebabkan aktivitas multitasking bagi pustakawan seperti difasilitasi.
Pengaruh Kepemimpinan dan Pengaturan Staf Terhadap Keterbatasan Kuantitas SDM Dalam Upaya Optimalisasi Jadwal Kerja dan Layanan Prima di Perpustakaan Universitas X Erika Erika
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3894.881 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.796

Abstract

Kebutuhan informasi dan riset di perguruan tinggi menuntut perpustakaan untuk menyediakan jam operasional yang lebih panjang selain koleksi yang mendukung dan layanan prima dari pustakawan. Perpustakaan Univeristas X dalam upaya tersebut beroperasi selama 14 jam dalam sehari mulai pukul 07.00 sampai 21.00 pada hari Senin sampai Jumat dan pukul 09.00 sampai 17.00 pada hari Sabtu dengan jumlah pustakawan yang terbatas, yaitu 5 orang di Perpustakaan Kampus A. Sementara Perpustakaan di Kampus B buka dari pukul 08.00 sampai 19.00 dengan jumlah pustakawan 1 orang. Penelitian ini fokus pada pengaturan jadwal kerja dalam upaya memaksimalkan jam buka layanan perpustakaan, dan pengaruh gaya kepemimpinan untuk memotivasi pustakawan agar tetap memberikan layanan yang prima. Melalui metode observasi dan wawancara, Perpustakaan Universitas X memberlakukan 3 jadwal kerja dari hari Senin hingga Jumat dan 2 jadwal kerja di hari Sabtu. Gaya pemimpin dalam manajerial mempengaruhi kedisiplinan waktu para pustakawan terhadap shifting serta dapat juga memotivasi untuk memberikan layanan prima pada pemustaka.
Menjadi Pustakawan: Memaknai Hidup Luthfiati Makarim
Media Pustakawan Vol 15, No 1&2 (2008): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.394 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v15i1&2.927

Abstract

Semua pribadi yang normal tentu menginginkan menjadi individu produktif. Individu produktif adalah pribadi yang dapat menghasilkan suatu objek, gagasan, pemecahan masalah atau menyelesaikan tugas pekerjaan dan seterusnya. Individu yang produktif akan selalu mengupayakan apa yang diperbuat secara efektif, efisien dan berkualitas. Sesuai dengan profesi kita sebagai pustakawan, berikut adalah 7 poin profesionalisme pustakawan hasil penelitian Sulistyo Basuki terhadap pustakawan alumni UI yaitu: 1. Memiliki keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (ability) yang memadai sesuai kriteria yang ditetapkan institusi masing-masing; 2. Memiliki kedewasaan psikologi dalam menjalankan pekerjaan dan tugas yang dibebankan kepadanya; 3. Ia harus termasuk dalam kategori high growth need employee; 4. Memiliki kesadaran bahwa kesuksesan dalam tugas atau pekerjaan tidak harus selalu diukur dari jumlah gaji dan imbalan materi yang diperolehnya; 5. Memiliki kesadaran bahwa tugas dan tanggung jawab yang utama adalah memberikan layanan informasi yang sebaik-baiknya kepada masyarakat; 6. Memiliki kemampuan untuk bertindak komunikatif serta edukatif; 7. Dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya, ia tidak bersitegang dengan hal-hal rutin dan bersifat kaku, namun berani menggali hal-hal baru dan bermanfaat bagi instansi dan masyarakat yang dilayaninya. Selain itu kompetensi pustakawan didasari oleh hal-hal seperti keterampilan, pengetahuan, peran sosial, citra diri, watak, dan motif. Keenam hal tersebut strukturnya dalam diri seseorang mirip gunung es, yang puncaknya adalah keterampilan dan pengetahuan. Memiliki nilai tambah dalam diri individu pustakawan sangat diperlukan agar pustakawan memiliki kompetensi pembeda yang membedakannya dari regular performer dengan outstanding performer.
Analisis Bibliometrika untuk Co-Authorship, Co-Bibliographic, Co-Descriptor Pada Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer IPB Tahun 2006-2008 Rudianto Rudianto
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.152 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.186

Abstract

Abstrak Penelitian dan kajian dilakukan bertujuan untuk menghasilkan temuan-temuan baru atau memperbarui temuan yang telah ada sebelumnya, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas suatu bidang ilmu bagi kehidupan umat manusia. Penggunaan sitiran dalam karya tulis ilmiah merupakan suatu bentuk komunikasi antara pengarang yang menyitir dan pengarang karya ilmiah yang disitir. Sitiran digunakan karena relevansinya terhadap suatu subjek yang sedang dikaji. Sehingga akan dapat dilihat hubungan yang terjadi antara karya tulis satu dengan yang lainnya. Kajian ini bertujuan melihat hubungan antar karya ilmiah dan melihat kolaborasi pengarang yang ada di Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer IPB melalui co-authorship, co-bibliographic, dan co-descriptor. Diharapkan dengan adanya kajian ini dapat dilihat pemetaan subjek yang telah diteliti di Ilmu Komputer IPB dalam kurun waktu 2006 sampai dengan 2008. Abstracts A research is intended to produce new findings or renew the previously-existing findings. It is expected to increase the quality and productivity of a field of study for human life. The use of citation in a scientific paper is a form of communication between the writer who cites scientific papers of other writers, and the writers whose papers are being cited. Citations are used because they are relevant to the studied subjects, so that the relation between one paper and another can be seen. The research aims at observing the relation between scientific papers and the collaboration of writers in IPB computer science scientific journals through co-authorship, co-bibliographic, and co-descriptor. The research is expected to show the subject mapping that has been examined in the computer science study program of IPB, from 2006 to 2008.
Perpustakaan Desa Sebagai Sumber Layanan Informasi Utama Asnawi Asnawi
Media Pustakawan Vol 22, No 3 (2015): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.915 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i3.210

Abstract

Perpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang sekarang telah digunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khazanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai jasa layanan lainnya. Salah satu jenis perpustakaan yang ada di Indonesia adalah perpustakaan desa. Perpustakaan Desa merupakan perpustakaan umum yang berada ditingkat pemerintahan paling rendah dalam struktur perpustakaan umum. Landasan keberadaan Perpustakaan Desa adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 50 Tahun 2000. Perpustakaan Umum Desa berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari perpustakaan umum kabupaten/kota.Pemerintah desa adalah bagian dari sistem pemerintahan negara, yang strukturnya terdiri atas desa,AbstrakPerpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang sekarang, telah digunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khazanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai jasa layanan lainnya. Pelayanan sumber informasi di perpustakaan desa merupakan ujung tombak kesuksesan kegiatan perpustakaan. Perpustakaan desa yang sudah dibentuk merupakan subsistem dalam sistem nasional perpustakaan. Tujuan utama pembentukan Perpustakaan Desa adalah sebagai satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan membaca guna mencerdaskan kehidupan masyarakat desa. Nilai-nilai dasar yang ada dalam perpustakaan desa bisa dijadikan sebagai sumber informasi utama bagi perpustakaan desa dalam melayani masyarakat, baik yang mau belajar, meneliti, berkarya, memperluas wawasan, mencari pengetahuan baru serta informasi-informasi lainya yang dibutuhkan. Keberhasilan suatu perpustakaan desa dapat diukur berdasarkan pada tinggi rendahnya kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi dan rekreasi masyarakat. Adapun kendala-kendala yang dihadapi perpustakaan desa adalah keberadaan perpustakaan yang belum dikenal luas, kondisi perpustakaan yang serba terbatas, pengelolaan perpustakaan yang belum optimal, akses informasi yang relatif sulit, cara memanfaatkan dan kegunaannya yang belum efektif dan pembinaan perpustakaan desa yang belum diselenggarakan dengan baik.
Manajemen Pembinaan Perpustakaan Rumah Pintar Di Kecamatan Semarang Barat Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.715 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (a) perencanaan (planning),  (b) pengorganisasian (organizing), (c) penggerakan (actuating), dan (d) pengawasan (controlling) pada manajemen pembinaan Perpustakaan Rumah Pintar di Kecamatan Semarang Barat. Lokasi penelitian ini adalah Kecamatan semarang Barat, yang meliputi: Kelurahan Bongsari, Kelurahan Bojong Salaman, Kelurahan Kembangarum, Kelurahan Gisik Drono, dan Kelurahan Krobokan. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara disertai dengan record. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut fungsi manajemen: 1) Perencanaan (planning) belum dapat direalisasikan sepenuhnya; 2) Pengorganisasian (organizing) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Hanya Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Krobokan yang menyatakan bahwa pengorganisasian perpustakaan dapat berjalan dengan (Pustakawan Madya di Perpustakaan Universitas Negeri Semarang (UNNES))lancar dikarenakan pengelola tetapnya sudah ada; 3) Penggerakan (actuating) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Meskipun demikian, dua kelurahan dapat menjalankan aktivitas perpustakaan. Hanya satu kelurahan yang menyatakan bahwa penggerakan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar dikarenakan pengelola tetapnya sudah ada; 4) Pengawasan (controlling) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Hanya Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Krobokan yang menyatakan bahwa pengawasan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar dan terprogram setiap tiga bulan sekali melalui pertemuan pihak kelurahan, pengelola Rumah Pintar dan pengelola Perpustakaan Rumah Pintar, serta tutor.
Peran Sekolah Menulis Mata Aksara dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Sekitar Nazzatul Farhanah; Thoriq Tri Prabowo
Media Pustakawan Vol 27, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.932 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v27i2.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Sekolah Menulis Mata Aksara dalam meningkatkan minat baca masyarakat sekitar. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini merupakan masalah sosial yang berkaitan dengan sebuah perilaku manusia, sehingga desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti mengambil tiga orang informan, yaitu penggagas program Sekolah Menulis Mata Aksara sebagai penanggung-jawab kegiatan, dan dua peserta Sekolah Menulis Mata Aksara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipan, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data dengan reduksi data, model data, dan verifikasi simpulan. Dalam penelitian ini uji keabsahan data menggunan cara member checking, yaitu dengan cara melakukan konfrontasi kembali kepada para informan mengenai data yang telah diperoleh. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menulis Mata Aksara telah memberikan kontribusi pada peningkatan minat baca masyarakat, utamanya pelajar melalui kegiatan pelatihan menulis. Adapun hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya rasa ingin tahu, potret kondisi lingkungan yang representatif untuk kegiatan membaca, ketersediaan alokasi waktu luang yang cukup untuk membaca, motivasi membaca yang kuat dari para peserta kegiatan, dan adanya motivasi yang kuat dari lingkungan.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue