Media Pustakawan
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Articles
415 Documents
Perancangan Chat Bot Messenger Dengan Pendekatan User Centered Design (Studi Kasus : Perpustakaan Fakultas Teknik UGM)
Nova Indah Wijayanti;
Rita Yulianti;
Bagus Wijaya
Media Pustakawan Vol 26, No 4 (2019): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.628 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v26i4.555
Revolusi industri dalam bidang informasi di Perpustakaan telah mengalami perkembangan.. Tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan adalah bagaimana penerapan konsep 4.0 ini disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana merancang dan mengembangkan chatbot yang berfungsi sebagai customer service. Metode penelitian yang digunakan dengan Google Design Sprint yang terdiri dari Understand, Define, Diverge, Decide, Prototype dan Validate. Analisis data menggunakan user centered design yaitu kesesuaian antara desain dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. Hasil dan Pembahasan yaitu penerapan Artificial Intelligence di Perpustakaan dengan cara memasang chatbot untuk pekerjaan customer service bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi manychat. Fitur yang dipasang disesuaikan dengan FAQ (Frequanlty Ask Question) yang telah didokumentasikan di Perpustakaan. Hasil penelitian adalah chatbot berhasil dipasang dan bisa berfungsi dengan baik melalui usability test. Untuk hasil lebih optimal dibutuhkan integrasi dengan channel komunikasi lain yang dimiliki oleh perpustakaan.
Pustakawan Sekolah dan Pembelajar Sepanjang Hayat: Konsep dan penerapan literasi informasi di sekolah
James Frederich Kurniajaya
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5348.756 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.793
Perpustakaan sebagai salah satu sarana pembelajaran harus mampu menyediakan berbagai macam informasi yang dibutuhkan siswa dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Pustakawan harus tanggap akan kebutuhan pemustaka. Sistem pendidikan yang menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran, menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi primer dalam penyelesaian tugas-tugas sekolah. Seiring dengan perkembangan teknologi, beragam informasi dapat ditemukan dengan cepat. Dibutuhkan keterampilan khusus untuk mengantisipasi membludaknya informasi yang ditemukan dalam proses penelusurannya. Keterampilan ini akan sangat bermanfaat dalam setiap aspek kehidupan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat. Keterampilan Literasi Informasi mengajarkan siswa untuk berpikir kritis dan logis dalam memecahkan setiap permasalahan yang ditemukan. Perpustakaan dan pustakawan sekolah sangat berperan dalam mengajarkan keterampilan Literasi Informasi dengan berbagai konsep dan model. Berbagai model Literasi Informasi dapat diintegrasikan ke dalam program sekolah dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi/lembaga.
Pengaruh Pameran Buku Baru Terhadap Minat Baca Masyarakat Di Perpustakaan Umum Kabupaten Magelang
Lilik Suhaeli
Media Pustakawan Vol 15, No 1&2 (2008): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.446 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v15i1&2.924
Kegiatan penambahan buku baru di Perpustakaan Umum Kabupaten Magelang seharusnya menjadi faktor pendorong meningkatnya minat baca masyarakat. Namun sayangnya kegiatan tersebut tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan. Penelitian ini menggunakan pameran buku baru sebagai media promosi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Pameran ini telah diselenggarakan pada tanggal 5-17 Desember 2005 di dalam gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Magelang. Metode penelitian menggunakan metode kausal-komparatif yaitu membandingkan antara minat baca masyarakat di Perpustakaan Umum Kab. Magelang sebelum dan sesudah adanya pameran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pameran buku baru terhadap minat baca masyarakat di Perpustakaan Umum Kabupaten Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diselenggarakan pameran buku baru, terdapat perbedaan kenaikan data statistik yang cukup besar antara periode sebelum dan sesudah adanya pameran buku baru. Sebelum adanya pameran buku baru kenaikan data statistik untuk periode satu bulan hanya 0% - 9%, untuk periode satu tahun 1% - 14% bahkan untuk jumlah anggota baru mengalami penurunan sebesar 16%. Namun setelah adanya pameran, kenaikan untuk periode satu bulan sebesar 110%-203%, untuk periode satu tahun sebesar 21%-59%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pameran buku baru terhadap minat baca masyarakat di Perpustakaan Umum Kabupaten Magelang cukup besar.
Peran Perpustakaan Pertanian dalam Kegiatan Repositori Kementerian Pertanian untuk Menghadapi Revolusi 4.0
Rushendi Rushendi
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.526 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v26i2.183
Abstrak Perkembangan perpustakaan di Indonesia cepat berkembang, Perpustakaan Pertanian harus berkontribusi dalam penelitian pertanian berbasis digital untuk menciptakan repositori Kementerian Pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran perpustakaan pertanian dalam kegiatan repositori Kementerian Pertanian. Penelitian didesain secara deskriptif korelasional metode survei. Populasi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan berjumlah 116 melalui teknik pengambilan sampel rumus Slovin dengan sampel 34 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner online Google Form bit.ly/2OOTNoP. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan inferensial dengan pengolahan data menggunakan SPSS22 yang dilaksanakan pada Agustus–Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan pustakawan/ pengelola perpustakaan berperan ikut andil dalam proses repositori; koleksi digitalnya dapat mendorong pengembangan repositori; koleksi perpustakaan disimpan dalam bentuk digital dan perpustakaan dilibatkan dalam updating kegiatan repositori; perpustakaan terlibat dalam proses distribusi repositori; dan struktur transfer koleksi digital sebagai pengetahuan. Tampilan repositori sesuai dengan jenis website lembaga induknya; formatnya sesuai dengan standar website pada umumnya, tetapi dalam menyediakan informasi dapat dipercaya; dan kualitas interaksi repositori aman dalam menyampaikan dan melengkapi data koleksinya. Efektivitas informasi repositori yaitu mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan pemustaka; dapat meningkatkan kinerja layanan perpustakaan; teknologi informasi repositori mempermudah dalam pengolahan dan penyimpanan koleksi; dan sebagai sarana resource sharing koleksi, sebagai sumber pengetahuan berbasis eletronik; dan perlu mendapatkan bimbingan teknis yang berhubungan dengan repositori. Pustakawan; Perpustakaan eselon 2; Komoditas Perkebunan, Hortikultura, Peternakan, Tanaman Pangan; dan Database berperan dalam kegiatan pengembangan respositori Kementerian Pertanian. Pustakawan/pengelola perpustakaan terlibat kegiatan digitalisasi dan dapat mendorong pengembangan Repositori Kementerian Pertanian; tampilan repositori pertanian sesuai jenis website dan informasinya menambah pengetahuan; dan format informasi sesuai dengan lembaga induknya. Abstract The development of libraries in Indonesia is rapidly developing, the Agricultural Library must contribute to digital-based agricultural research to create a repository of the Ministry of Agriculture. The research objective was to determine the role of agricultural libraries in the repository activities of the Ministry of Agriculture. The study was designed in a descriptive correlational survey method. The population of Library Librarians / Managers amounted to 116 throughsampling techniques of Slovin formula with a sample of 34 respondents. Techniques for collecting data through the Google Form online questionnaire bit.ly/2OOTNoP. Data were analyzed quantitatively and inferentially by processing data using SPSS22 conducted in August-December 2018. The results showed that librarians / library managers had a role in contributing to the repository process; its digital collection can encourage the development of repositories; library collections are stored in digital form and libraries are involved in updating repository activities; libraries involved in the repository distribution process; and the structure of digital collection transfers as knowledge. Display repository according to the type of website of the parent institution; the format is in accordance with website standards in general, but in providing reliable information; and the quality of repository interactions is safe in delivering and completing data collection. The effectiveness of the repository information is that it is easy to get the information needed by the user; can improve the performance of library services; repository information technology makes it easy to process and store collections; and as a means of collection resource sharing, as an electronic source of knowledge; and need to get technical guidance related to the repository. Librarian; Echelon 2 Library; Plantation, Horticulture, Animal Husbandry, Food Crops Commodities; and Databases play a role in the development activities of the Ministry of Agriculture respository. Library librarians managers are involved in digitalization activities and can encourage the development of the Ministry of Agriculture Repository; display of agricultural repositories according to the type of website and information add to knowledge; and format of information in accordance with the parent institution
Learning Society Di Kampung Bosscha: Praktek Kepustakawanan di Rw 10 Kampung Bosscha Desa Lembang, Jawa Barat
Elyani Sulistialle
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (620.948 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v18i4.830
Pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan dan bertugas untuk memberikan layanan informasi kepada pengguna perpustakaan. Mengacu pada fungsi dan jenis perpustakaan maka layanan tersebut bersifat informatif, pendidikan, riset dan rekreatif. Masyarakat dan pengguna perpustakaan memanfaatkan perpustakaan dengan bantuan pustakawan. Sudah sewajarnya jika seorang pustakawan adalah seorang yang ramah dan ringan tangan, gemar membaca dan belajar, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dipergunakan untuk mengorganisasi dan mengelola bahan pustaka sedangkan keramahan pustakawan melayani pengguna perpustakaan, dan fasilitas yang ada dapat membuat pengguna betah untuk belajar di perpustakaan, sehingga dapat tercipta masyarakat yang gemar belajar. Di Kampung Bosscha Lembang, terdapat Observatorium Bosscha, sebagai lembaga yang menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, di Kampung Bosscha terdapat kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan belajar dan membaca. Tulisan ini berkaitan dengan pembinaan minat baca di Kampung Bosscha Desa Lembang. Beberapa kegiatan perpustakaan yang dilaksanakan di Kampung Bosscha yang berhubungan dengan upaya menambah pengetahuan seperti Les Bahasa Inggris dan Latihan Menggambar, Pengajian Ibu dan Anak, Keterampilan Membuat Makanan Ringan, Lomba Menggambar Anak, Pembinaan Minat Baca.
Peranan Taman Bacaan Masyarakat Sebagai Sumber Belajar Rumah Singgah Anak Mandiri Yogyakarta
Rohmaniyah Rohmaniyah;
Marwiyah Marwiyah
Media Pustakawan Vol 27, No 1 (2020): April
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.307 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v27i1.668
This research studies the role of TBM as a source of learning, an effort made by TBM to make children interested in learning at TBM, namely by providing learning that makes the horizon of knowledge more broad and developing. Data collection techniques used are through interviews, observation and documentation. The role of TBM as a learning resource by supporting the pursuit of learning packages that are currently being carried out by children in preparation for the exam. In supporting children to get chase packages, foundation management must provide supporting books available at TBM. Activities undertaken by TBM in order to be close to street children are by making direct visits to the location of street children who usually gather and do storytelling activities so that children who cannot read can be helped and understand the meaning of the story. Constraints that have occurred namely regarding the compilation of children who are difficult to read because of differences in nature.
Studi Bibliometrika Jurnal Penelitian Politik 2013 – 2017
Rochani Nani Rahayu;
Tupan Tupan
Media Pustakawan Vol 25, No 3 (2018): September
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.757 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v25i3.217
AbstrakArtikel dari Jurnal Penelitian Politik yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Politik LIPI periode 2013 – 2017 sebanyak 91 judul, dianalisis menggunakan metode bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel terbanyak dimuat pada 2017 ( 19 judul = 20,88%), 81 artikel (89%), ditulis oleh penulis tunggal dan 20 artikel (11%) ditulis oleh kolaborasi dua orang penulis dengan nilai tingkat kolaborasi adalah 0,109. Sebanyak 101 penulis bekerja di 20 instansi dan sebanyak 7 jenis dokumen ( 2.229 referensi) disitir. Disimpulkan bahwa dari 91 artikel yang dimuat dalam Jurnal Penelitian Politik, didominasi oleh penulis tunggal, dengan instansi paling produktif adalah LIPI (72,53%). Buku terbanyak disitir (41,14%), dan panjang halaman artikel terbanyak berada pada kisaran 11 – 15 halaman.
Kompetensi Pustakawan Menuju Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional
Sri Rumani
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.316 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.867
Dalam masyarakat ilmu pengetahuan, perguruan tinggi sebagai media transfer ilmu dan kekuatan moral untuk menumbuhkan daya saing nasional. Oleh karena itu world class university/WCU dan worl class faculty/WCF menjadi komitmen dan semangat para pimpinan perguru tinggi di Indonesia. Penelitian menjadi roh/jiwanya, yang dapat eksis bila ditopang oleh perpustakaan yang berfungsi sebagai “jantung” PT dan mempunyai kualitas pelayanan bertaraf dunia. Salah satu indikator untuk mewujudkan perpustakaan bertaraf internasional adalah pustakawan yang kompeten baik secara profesional maupun individual. Kompetensi profesional dan individual wajib dimiliki oleh setiap pustakawan pustakawan perguruan tinggi di Indonesia. UU No. 43 Tahun 2007 dan kode etik pustakawan menjadi landasan yuridis dan moral bagi pustakawan dalam melaksanakan kewajibannya. Pustakawan ideal memiliki kompetensi yang secara legal diberikan sertifikasi. Oleh karena itu sertifikat pustakawan (Serpus) dan konsekwensinya menjadi agenda yang tidak bisa ditunda lagi.
Peran Virtual Literacy di Masa Pandemi Covid-19: Best Practices Pusat Perpustakaan Dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian
Sutarsyah Sutarsyah;
Vivit Wardah Rufaidah;
Retno Sri Mulyandari
Media Pustakawan Vol 27, No 3 (2020): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (674.248 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v27i3.1020
The disease outbreak due to the corona virus (COVID-19) as a global pandemic has a broad impact on lives. The speed of the internet provides a wide variety of applications that allow people to carry out various activities even though physical activity has been hampered by the outbreak, for example from face-to-face meetings to virtual meetings using video conferencing. The use of interactive media with video conferencing is inseparable from the new era of development of information and communication technology (ICT) which is very powerful. ICT makes it easy to carry out various activities, anytime and anywhere. Therefore, the Center for Library and Dissemination of Agricultural Technology (PUSTAKA) implemented a strategy by launching a Virtual Literacy (VL) program. VL aims to increase the knowledge and skills of the community in the field of agriculture, the media for agricultural business transactions, and to bring together information sources, experts, or agricultural business actors with massive stakeholders. This study aims to describe in detail the implementation of Virtual Literacy conducted by PUSTAKA during a period of three months from March 4 to May 12, 2020. The study method was carried out descriptively by collecting data and analyzing information on the whatsapp group (WAG). The results show that since the VL program was launched on 3 March 2020, the VL have been conducted for 65 times. The Virtual Literacy Program which was implemented by PUSTAKA for three months showed a response that the participants of Virtual Literacy welcomed this program, seen from the increase in responses and the number of participants who participated in Virtual Literacy, as well as the number of visitors to the sites and applications owned by PUSTAKA.
Promosi Perpustakaan melalui Media Sosial di Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro
Luckty Giyan Sukarno
Media Pustakawan Vol 24, No 4 (2017): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (747.755 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v24i4.526
Abstrak Promosi perpustakaan melalui media sosial merupakan salah satu yang paling tepat dan cepat. Setidaknya ada tiga keunggulan jika perpustakaan melakukan promosi dengan memanfaatkan media sosial. Pertama, media sosial mudah dilakukan karena hanya dalam hitungan menit akun yang sudah dibuat bisa langsung digunakan untuk promosi. Kedua, media sosial tak perlu modal besar. Untuk membuat sebuah akun di media sosial yang kita perlukan hanyalah kuota internet setiap bulannya. Ketiga, media sosial lebih cepat dikenal. Perpustakaan harus menyuguhkan dengan konten yang menarik melalui gambar maupun tulisan. Simpulan yang dapat disampaikan sebagai berikut: (1) Mengenalkan perpustakaan melalui media sosial merupakan salah satu langkah promosi yang efektif dan efisien. (2) Hasil/dampak yang diperoleh dari promosi perpustakaan melalui media sosial sebagai berikut; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan kepada pemustaka/siswa melalui media sosial meningkatkan jumlah kunjungan; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan kepada pemustaka/siswa melalui media sosial meningkatkan jumlah peminjaman buku; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan kepada pihak luar melalui media sosial menarik penulis maupun penerbit untuk bekerjasama dengan perpustakaan; Upaya perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan melalui media sosial mengoptimalkan promosi tanpa membutuhkan biaya yang besar tapi memberikan dampak yang besar bagi perpustakaan