cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Hemera Zoa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
Kasus kematian sapi Bali di Kabupaten Donggala akibat keracunan Lantanan camara Sobari .
Hemera Zoa Vol. 71 No. 2 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2675.473 KB)

Abstract

Pada bulan Maret 1980, 51 dari 105 sapi Bali mati selama 26 hari setelah mereka diturunkan dari kapal dan dibiarkan merumput di halaman karantina hewan di Palu, Sulawesi Tengah dimana tumbuh Lantana camara.Diagnosa penyakit dibuat berdasarkan suatu pendekatan epidemiologik dan dikukuhkan dengan suatu percobaan makanan yang memakai seekor sapi Bali betina yang beratnya  75 kg. Sapi percobaan ini diberi makan satu kg daun Lantana camara segar yang diambil dari halaman karantina.Tanda-tanda klinis dan kelainan-kelainan makroskopik yang ditemukan pada sapi Bali percobaan itu tidak dapat dibedakan dari tanda-tanda klinis dan kelainan-kelainan makroskkopik pada "Balische ziekte" yang digambarkan oleh Lubberink pada tahun 1925.Meskipun keracunan lantana diduga dapat ditemukan di negara tropik seperti Indonesia, kasus ini adalah laporan pertama keracunan semacam ini di Indonesia. Penulis merasa bahwa laporan ini membuat agak terang sebab terjadinya "Balische ziekte" yang tidak diketahui selama 55 tahun.Sejarah, tanda-tanda klinis, kelainan-kelainan makroskopik dan mikroskopik kasus ini juga di gambarkan.
Pemeriksaan serologik di Jawa Timur dan Bali terhadap penyakit Akabane I Gde Sudana; Y. Miura
Hemera Zoa Vol. 71 No. 2 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.166 KB)

Abstract

Penyakit Akabane dapat menyebabkan abortus pada sapi dan biri-biri yang disertai dengan arthrogryposis dan atau hydranencephaly, Neutralizing antibody juga ditemukan pada kera, onta, kambing dan kuda. Agen penyebabnya termasuk famili Bunyaviridae di dalam sub grup arbovirus teratogenik. Secara serologik virus Akabane terdapat di Jawa Timur dan Bali tetapi laporan-laporan mengenai bentuk-bentuk cacat pada foetus yang berasal dari abortus tidak ditemukan. Neutralizing antibody terhadap virus Akabane di temukan pada 83.3 persen  dari 30 sera sapi yang berasal dari Jawa Timur dan 78.3 persen dari 60 sapi yang berasal dari Bali.Untuk menyingkap pengaruh penyakit terhadap perkembangan peternakan di Indonesia perlu di adakan penelitian lebih lanjut.
Peta beberapa penyakit hewan di Propinsi Sumatera Barat, Jambi dan Riau Soenardi .; Mulyawan Sapardi; Samrosi Pakpahan; Agus Herijanto
Hemera Zoa Vol. 71 No. 2 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.649 KB)

Abstract

Usaha pemetaan penyakit yang ditemuakn dan didiagnosa di BPH Bukittinggi sudah dilakukan sejak tahun 1974.Beberapa penyakit yang ditemukan dibuatkan titik lokasinya dan daerah penyebaran penyakit tersebut di suatu kabupaten digambar. Demikian juga data mengenai bulan kejadian dan banyaknya kasus yang berhasil dikumpulkan di dalam rangka memberikan informamsi yang diperlukan mengenai penyakit hewan kepada Dinas Peternakan.Pemetaan dan Data ini penting artinya dalam perencanaan pemberantasan oleh Dinas Peternakan dalam hal menentukan macam obat, jenis vaksin dan jadwal vaksinasi.
Caplac (Acarina: Ixodidae) Pemarasit domba dan kambing di Indonesia: Keanekaragaman Jenis Hasan Basri Munaf
Hemera Zoa Vol. 75 No. 3 (1992): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5769.672 KB)

Abstract

Penelitian Caplak ini menikuti daerah-daerah survei yang dikunjungi oleh tim Penelitian Sumber Daya Hayati, Puslitbang Biologi-LIPI (Munaf, 1986)
Pengaruh ekstrak beberapa tanaman antidisentri dan antidiare terhadap usus kelinci terisolasi B. Dzulkarnain; B. Wahjoedi; S. Bakar; N. Prasetyaningsih
Hemera Zoa Vol. 70 No. 1 (1978): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.667 KB)

Abstract

1 ml. ekstrak 10% per 50 ml. tirode daun E. Scaber, kembang W. floribunda meninggikan tonus dan amplitudo kontraksi usus terisolasi kelinci normal. Pada dosis yang sama, ekstrak daun E. triplinerve, daun H. colorata, L. cubeba, daun P niruri tidak jelas pengaruhnya. Pada dosis di atas, daun M. paniculata, buah P. cubeba, daun P. indica dan pertumbuhan tenunan Q. lusitanica mengurangi tonus dan amplitudo kontraksi usus terisolasi kelinci. Akibat dari ekstrak kembang W. floribunda mungkin disebabkan adanya derivat antrakinon.
Sebuah pengamatan terhadap dinamika populasi sapi Bali di Bali Soeharsono .; D.H.A. Unruh; I Gde Sudana; M. Gunawan; Dewa N. Dharma; A.A. Gde Putra; Tatty Syafriati; Slamet Witono; I Gde Kartayadnya; Ketut Santhia; Adhy Putra; G.M. Alit Putra; M. Malole
Hemera Zoa Vol. 71 No. 2 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.441 KB)

Abstract

Suatu pengamatan terhadap sapi Bali di Bali telah dilakukan pada bulan Juni 1980 sampai dengan bulan Mei 1981.Tujuan utama dari pengamatan ini adalh untuk memperoleh data dasar mengenai produksi dan kehilangan (kematian dsb.) pada populasi.Hasil yang diperoleh menggambarkan umur, struktur, angka kematian, angka kelahiran, angka keguguran dan angka pemindahan pada sapi betina. Data ini dapat dipakai untuk menaksir kerugian yang disebabkan oleh kematian dan menyelidiki penurunan populasi.
Tick fauna of Baluran Wildlife Reserve, Indonesia Munaf Basri Hasan
Hemera Zoa Vol. 70 No. 1 (1978): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.234 KB)

Abstract

Thirteen species of ticks, both ixodids and argasids, from Baluran Wildlife Reserve., Indonesia, were collected between 1960 and 1975 from different hosts as well as from vegetation. Records of each species are provided with additional notes on its distribution, hosts association and other remarks relative to its occurence in Indonesia.
Bait preference by urban and suburban mammals in the port area Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia N. Sustriayu; B. L. Lim; A. Munif
Hemera Zoa Vol. 70 No. 1 (1978): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.18 KB)

Abstract

Bait trials using burnt coconut, burnt saltfish and peanut butter for trapping urban rodent and insectivores were carried out at two residential areas and a rice field plot around Tanjung Priok, Jakarta from July to September 1977. Traps baited with cotton wool used as controls. Coconut was found to be a better bait than saltfish in residential areas, whilst both baits were observed to be equally as good in rice field. Peanut butter was least accepted in both habitats. Saltfish and coconut were found to be equally acceptable baits for R. r. diardii. Coconut was preferred to saltfish by R. r. norvegicus, and saltfish was preferred to coocnut by S. murinus, but R. argentiventer was shown to feed on coconut only. Baitpreference by individual species of rodents and insectivores in relation to their feeding behaviours was discussed. Overall results showed that coconut was the most effective bait followed by saltfish and least effective was peanut butter. Flavours of these baits as an additional attractant to house and field rats was also disecussed.
Pengaruh ikan kering selama periode kritis terhadap pertumbuhan lanjutan babi Bali D. Darmadja; G. K. Budiarta; A. A.M. Harmiati
Hemera Zoa Vol. 70 No. 1 (1978): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.834 KB)

Abstract

Pemberian tambahan ikan kering 15% pada ransum anak babi selama delapan minggu periode kritis ternyata mengakibatkan rata-rata pertambahan berat badan yang lebih tinggi daripada kelompok pembanding selama 36 minggu berikutnya, yaitu rata-rata 6.28 kg per hewan per 4 minggu dibanding dengan 4.68 kg per hewan per 4 minggu.
Deteksi penyakit TSV (Taura Syndrome Virus) secara PCR pada udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan berbagai ekstraksi, suhu dan waktu penyimpanan O. Surfianti .; N.C. Prihartini .; M. Fathoni .; E.R. Ekoputri .; Laminem .; R. Wilis .; E. Pujiastuti .; Sokhib .; A.D.Koswara .
Hemera Zoa Vol. 2 No. 1 (2010): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8549.607 KB)

Abstract

The shrimp farming industries have been adversely affected by epizootics due to viral pathogens, especially Taura Syndrome Virus (TSV). The TSV has been causative agent of economically disastrous epizootics in Panaeus vannamei, causing mass mortalities of 40%-90% in affected post larval and juvenile population. The current diagnostic and detection methods for TSV included clinical signs, gross pathology, in situ hybridization, and PCR. Three RNA extraction methods, i.e. RNA lysis buffer with Guanidine - HCL, RNA lysis buffer with beta-mercaptoethanol dan phenol-chloroform) were used the RNA lysis buffer with beta-mercaptoethanol, constantly had the highest yield as measured (quality and quantity) using a geneQuant spectrophotometer at period af 3 month in -20° C storeage, except the one extracted by phenol - chloroform extraction had the highest yield quantity at -80°C. Each of 3 (three) extraction methods yielded sufficient RNA for positive result in a RT PCR for TSV at period of 1 month, and 2 months, in both temperature storage (-20°C and -80°C), but at period of 3 months, only the phenol - chloroform extraction give positive result after it was stored at -20°C and -80°c.

Page 3 of 40 | Total Record : 391