cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Hemera Zoa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
Mastisis study in dairy cattle in Baturraden Maryono Agus
Hemera Zoa Vol. 74 No. 1 (1991): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A total of 56 catle in Baturraden were examined. From these animals, 41 (73.2%) had subclinical mastisis. Staphylococcus epidermis organism were isolated from cultures prepared from positive milk samples. Other bacteria isolated were Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Sensitivity test revealed all isolates were sensitive to erytthromycin, methicillin and penicillin. Therefore, these antibodies should become the drugss of choice for the treatment of masitis in Baturraden.
Evaluasi aktivitas fraksi hexan rimpang kunyit (Curcuma longa) dalam persembuhan luka pada mencit W. Winarsih .; I. Wientarsih .; E. Handharyani .; R. M. Almira .
Hemera Zoa Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6618.654 KB)

Abstract

The aim of this research was to evaluate the affectiveness of hexane fraction of ethanol turmeric extract on the wound helaing process of mice. The extraction process was based on maseration method. Fourtyfive male albino mice aged 2-2,5 month were divided into 3 groups, all groups were received incision 1 cm on their back skin; group I was positive control (treated with commercial oitment which contained neomycin sulfat 5%); group II was negative control (without treatment); group III was treated by hexane turmeric fraction ointment. The commercial ointmnetand hexane turmeric fraction ointmnet were given topically twice a day. Three mice from each gropus were euthanized at 2nd, 4th, 7th, 14th, and 21st days post incisition (pi) for gross pathology abservation and microscopic lesions of the injured skin. Phytochemical analysis resulted that the hexane turmeric fraction contain alkoloid, kuinon and saponin. Gross examination revealed that the hexane turmeric fraction and positive control gropus showed better result an woud healing process compared to the negative control. Histophatology of the hexane fraction treated mice showed few neutrophil with increase in collagenation and neovascularization compared to the negative control. Based on the macroscopic and microscopic observation, the hexane turmeric fraction has properties which promotes wound healing.   
Peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit parasitik pada hewan Omik Koswara
Hemera Zoa Vol. 74 No. 1 (1991): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini penyakit-penyakit parasitik sudah mulai dirasakan dan diperhitungkan kaitannya dengan gerak laju pembangunan pertanian, khususnya pembangunan sub sektor peternakan. Penyakit parasitik, justru karena sifatnya yang khronis, mulai disadari oleh negara berkembang seperti Indonesia sebagai salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas ternak.
Peranan mitoksin dalam industri makanan ternak Sukardi Hastiono
Hemera Zoa Vol. 71 No. 2 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2669.482 KB)

Abstract

Dalam rekomendasi khusus konperensi mikotoksin yang diselenggarakan di Nairobi Kenya tahun 1977, antara lain ditekankan peprlunya peningkatan usaha mencegah berkembangnya mikotoksin, baik pada bahan pangan maupun pakan dna produk-produknya, di samping pengawasan dan pengendalianyang ketat terhadap pencemaran mikotoksin kemudianmerupakan masalah dunia yang penting dan harus ditangani secara bertanggung jawab mulai dari jalur petani ke perusahaan sampai jalur perusahaan ke konsumen. Bagi negara-negara tropik seperti Indonesia, penanganan secara bersungguh-sunggguh perlu diperhatikan, jika tidak menghendaki akibat-akibat negatif daripadanya.Mikotoksin  itu sendiri merupakan penamaan umum bagi produk-produk toksin dari cendawan dalam proses perombakan substrat, dan sebagai pencemar hasil-hasil pertanian, terutama serelia dan kacang-kacangan, mikotoksin ini selalu ditemukan di dalamnya.Beberapa hasil penelitian yang dilaporkan oleh Departemen Kesehatan RI menyebutkan tingginya kadar aflatoksin dalam bahan pangan tertentu. Kadar itu menjadi lebih tinggi melampaui kadar minimum yang diperbolehkan untuk konsumsi, apabila cara-cara penyimpanan dan penanganannya tidak diperhatikan.
Responses to different doses of PMSG on Embryo Collection in Rats Bambang Poernomo; Yuhara Sukra
Hemera Zoa Vol. 75 No. 2 (1992): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development ability of embryos recovered from LMR - Strain rats (age 3 to 4 months with an average 120 g). embryos recovered from treated animals with 10 and 20 IU PMSG, respectively, were compared with those from control (0 IU). Embryos were collected from uteri on day 4 post coital.Treated groups tended to show an increase willingness to mate comfored to control groups, but a high number of embryos that have degenerated in rats treated with 20 IU PMSG were observed. The experiment suggested, that the dose of PMSG was an important source of variation in embryo production.
Cinta dan neurotransmiter B. Kiranadi .
Hemera Zoa Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7973.306 KB)

Abstract

Legenda Yunani kaya akan cerita menarik, seperti Aphrodite dewi cinta dan erotik atau eros dewi inspirasi cinta yang akan menyatukan pasangan, Ondine curse atau kutukan Ondine terhadap suaminya yang menyeleweng dan mengambil pusat otomasinya sehingga suami mati karena lupa bernafas. Narsisme yang bangga terhadap dirinya sendiri dan akhirnya mati karena ingin melihat dan mengagumi dirinya dengan berkaca di air dan akhirnya tenggelam. Semua mitologi tadi akhirnya menemukan logos atau pemikiran logis dan ilmiah. Ondine curse diterangkan dengan pusat pernafasan di otak. Bangga diri dan cinta dicoba diterangkan di otak. Bangga diri berkaitan dengan paras serotomin. Dalam perkembangan ajaran zaman Romawi yang dipengaruhi ajaran gereja muncul karya sastra Dante yang merupakan hasil renungan yang berdasarkan kepada sabda biblical tentang dosa, dan ada tujuh dosa dasar dari manusia yakni luxuria (berlebihan/extravagance) termasuk disini lust atau dorongan sexual, gula (rakus/gluttony), avaritia (serakah/greed), acedia (malas/discouragement ), ira (marah/wrath), invidia (iri/envy), superbia (bangga diri/pride). Dalam perkembangan ilmu pengetahuan kesemua dosa tadi ada di otak, yakni pada sistem saraf. Neurotransmitter atau neurohormon mempengaruhi perilaku-perilaku yang disebut dosa tadi dan dosa menjadi lebih mudah untuk diterangkan atau kita bisa mengatakan itu bukan dosaku melainkan neurotranmitter atau neurohormon yang mempengaruhi. Perkembangan ajaran agama di barat juga mengajarkan tujuh jalan kesucian, yakni rendah hati (humility), beramal (charity), murah hati (kindness), sabar (patience), kesucian (chastity), kesederhanaan (temperance), dan rajin (diligence). Jika ini merupakan kebalikan dari dosa maka kemungkinan neurotransmitter juga mempengaruhi kesucian tadi ada di otak makan bukan tidak mungkin cinta juga ada di otak dan neurotransmitter memegang peranan penting dalam proses tersebut.
Dugaan letupan penyakit demam tiga hari pada sapi ongole di Tuban dan Lamongan Soeharsono .; I Gde Sudana; D.H. Unruh; M. Malole
Hemera Zoa Vol. 71 No. 2 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.778 KB)

Abstract

Dugaan penyidikan telah dilakukan oleh Balai Penyidikan Penyakit Hewan Wilayah VI Denpasar untuk menentukan sifat berjangkitnya suatu penyakit pada sapi Ongole di Tuban dan Lamongan, Jawa Timur. Penyakit ini diduga penyakit baru.Ciri-ciri penyakit ini ialah bahwa ia berlangsung sebentar dan sembuh dengan sendirinya. Pemeriksaan klinis dari 15 kasus memeperlihatkan tanda-tanda demam (100%), kakunya otot kaki atau kepincangan (67%), lemahnya gerakan rumen (67%) dan bengkaknya limfonoduli superfisial (53%). Pemeriksaan-pemeriksaan laboratorik di lapangan memperlihatkan lekositosis selama empat hari. Uji-uji serologik yang dilakukan di Jepang menunjukkan adanya neutralizing antibody terhadap virus demam tiga hari. Tetapi virusnya tak berhasil diisolasi.Masuknya sapi Ongole dari Sumba pada tahun 1977 diduga merupakan sebab berjangkitnya penyakit ini di Tuban. Penyakiti yang serupa berjangkit di Sumba pada sapi Brahman yang diimpor dari Australia.Berdasarkan pengamatan epidemiologik, pemeriksaan klinis dan laboratorik dan uji serologik , maka penyakit ini diduga keras adalah penyakit demam tiga hari atau ephemeral fever.
Taksiran kerugian produksi daging akibat infeksi cacing saluran pencernaan pada sapi ongole Indonesia Simon HE; Elok Budi Retnani; Lily Zalizar
Hemera Zoa Vol. 74 No. 1 (1991): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One hundred and ten males of Ongole cattle were recorded for their carcass weights at slaugter and their faccal samples were assayed for worm eggs. Significant negative correlation (r) with determination coefficient (r2) 0.2754 was found between the numbers of worm eggs in the faeces and the cattle carcass weight 151.5 kg were found infected with nematodes only, worm eggs.
The effect of anthelmintic treatment on growth and sexual development of javanese thin-tailed ram lambs reader under village conditions I. K. Sutama; Beriajaya .
Hemera Zoa Vol. 74 No. 1 (1991): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A n experiment was conducted to determine the effect of internal parasite control, using a broad spectrum anthelmintic (Tetramisole) or a long-acting narrow spectrum anthelmintic (Disophenol) on growth and sexual development of Javanese thin - tailed ram lambs reared underville conditions. Treatment with a broad spectrum anthelmintic for controlling Hemonchus spp., alone did not result in a similar improvement in weight gain (39.8 g/day). The untreated group grew at a rate of 42,2 g/day. Neither anthelmintic treatment nor birth type (single or twins) significantly affect sexual development of lambs under village conditions, though single born ram lambs grew at significantly (P.01) faster rate than those or twins (57.5 vs 31.8 g/day).
Gambaran darah sapi Bali di Bali Hartaningsih .; I Gde Sudana; M. Malole
Hemera Zoa Vol. 71 No. 2 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.306 KB)

Abstract

Suatu studi pendahuluan terhadap gambaran darah sapi Bali dilalkukan terhadap 551 sampel darah yang diambil dari sapi-sapi Bali yang dianggap sehat secara klinis danberasal dari semua kabupaten di Bali. Metode yang dipakai pada pememriksaan gambaran darah adalah baku (standar). Suatu korelasi yang nyata terlihat antara umur dan RBC, WBC dan PCV yang diperoleh (P≤0.01). Hewan yang makin tua memperlihatkan RBC, WBC dan PCV yang makin rendah. RBC, WBC dan PCV sapi jantan lebih unggul daripada yang berasal dari sapi betina.

Page 2 of 40 | Total Record : 391