cover
Contact Name
Rustamaji
Contact Email
verstek@mail.uns.ac.id
Phone
+6285865999842
Journal Mail Official
verstek@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Gedung 3, Departemen Hukum Acara Alamat: Ir. Sutami No. 36A,Kentingan, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Verstek
ISSN : -     EISSN : 23550406     DOI : https://doi.org/10.20961/jv.v9i3.55027
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Verstek is a peer-reviewed journal published by Procedural Law Department, Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret three times a year in April, August, and December. This Journal aims primarily to facilitate undergraduate students paper over current developments on procedural law issues in Indonesia as well as to publish innovative legal researches concerning Indonesian procedural laws and legal system. It provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to public support a greater global exchange of knowledge. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics in the fields of Procedural Law, included but not limited to legal construction of procedural law, critical construction of procedural law in practice, trends and changes in procedural law, and the technical challenges faced in proedural law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 802 Documents
Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi Anak Tanpa Sumpah Serta Pertimbangan Hakim Terkait Pemenuhan Asas Minimum Pembuktian Ratna Jayanti Suyono
Verstek Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v5i1.33440

Abstract

           This theoretically and normatively discussion and study on the strength of evidence for child witnesses testify without oath and the judge's consideration in deciding criminal violence against children review of minimum evidentiary basis of Article 183 of the Criminal Procedure Code. This research is doctrinal research with prescriptive type and case approach research. The technique of legal material coleecting in this research is library research or the primary legal material and secondary legal material. This research using deductive method syllogism.            According to the study result of the criminal case about violance against child that happened in Lubuk Pakam which the defendant had flicked and pulled on the ear of his victim until the victim felt pain in the inner ear, in this case the testimony from underage children as witness without oath is considered as additional of evidence and also as indication to the judge, then the judge’s opinion to decides this case have already qualified the principle of minimum evidence in section 183 criminal-law procedural code (KUHAP), where there has been evidence of testimony from witness who has taken an oath followed by testimony from witness without an oath as well as written evidence of Visum Et Repertum result.           Keywords: strength of evidence, child witnesses, minimum basic evidentiary
Analisis Penjatuhan Putusan Oleh Hakim Yang Didasarkan Kepada Alat Bukti Keterangan Saksi-Saksi Dibawah Umur Yang Dibacakan Penuntut Umum Di Persidangan Perkara Pencurian Humam Mabruri; Reza Irfandi
Verstek Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v4i1.38317

Abstract

    Penelitian    ini    bertujuan    untuk    mengetahui    bagaimanakah    suatu penjatuhan putusan oleh hakim dengan alat bukti keterangan saksi-saksi yang dibacakan oleh penuntut umum dalam persidangan perkara Adapun kajian selanjutnya adalah untuk mengetahui bagaimanakah kesesuaian pembacaan keterangan saksi oleh Penuntut Umum di persidangan yang sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Adapun kajian selanjutnya mengenai dasar pertimbangan putusan pengadilan terhadap pembuktian yang sesuai dengan Ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terhadap perkara pencurian.     Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menghasilkan suatu kesimpulan. Pembacaan keterangan saksi oleh Penuntut Umum di persidangan dalam perkara pencurian tidak sesuai dengan ketentuan KUHAP. Karena berdasarkan ketentuan Pasal 185 ayat (1) KUHAP   menyebutkan bahwa keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan, dan melihat pada saksi-saksi dalam perkara ini tidak hadir dalam persidangan dan keterangannya dibacakan maka nilai pembuktiannya tidak sempurna. Sedangkan dasar putusan Pengadilan kepada pembuktian saksi-saksi yang dibacakan juga tidak sesuai dengan ketentuan KUHAP.      Kata Kunci : Alat Bukti, Keterangan Saksi, Pencurian 
Kesesuaian Alasan Pengajuan Peninjauan Kembali Dalam Tindak Pidana Penipuan Dengan Ketentuan KUHAP Ismail Eka Syahrial
Verstek Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v5i2.33472

Abstract

      This research aims is to find out whether the reason for the submission of a review in supreme court by the convicted person on the ground of novum is in compliance with article 263 paragraph (2) letter a Code Of Criminal Procedure on the basis of the review request as well as to find out whether the legal consideration of Supreme Court Justices grant the petition for review in the case of fraud is in compliance with article 266 Code Of Criminal Procedure regarding the result of the request for review.     Types of legal research this is a normative legal research that is both prescriptive and applied. Type of data used are secondary data. Study document used as data collection techniques.      The results obtained from the research are : first, the reason for filing the review by Widar Kusuma convict on fraud lawsuit on the basis of novum has pursuant to section 263 subsection (2) letter a Code Of Criminal Procedure on the basis of a request for review. Second, consideration of the law of the Supreme Court Justices grant the petition for review in the case of fraud on a Supreme Court Verdict Number 36/PK/Pid/2013 have been in accordance with the article 266 Code Of Criminal Procedure regarding the result of the request for review, namely the suspension of the verdict of the District Court and the deliverance of the convicted person.      Keywords : The Basis Of The Review Request, Novum, The Case Of Fraud, Legal Consideration Of Supreme Court Justices
Dasar Pertimbangan Hukum Hakim Menjatuhkan Sanksi Dalam Perkara Kekerasan Terhadap Barang Diska Harsandini
Verstek Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v5i2.33496

Abstract

     Demonstration is one part of democratic life to express opinions in public with certain demands to those that sued. Demonstration is legal in a democratic constitutional state and it is guaranteed and protected by law. It applies in Indonesia. Based on the Law No. 9 of 1998 Freedom of Expression in Public that freedom expression in public is a human right which is guaranteed under Article 28 of the Constitution of the Republic of Indonesia 1945.     At the end of 2013, there was a demonstration conducted by two students in Majalengka, namely, Yogi Nandang Ruhiyat and Iwan Sulistiawan, both defendants are members of the PMII organization. The demonstrations ended with vandalism of public facilities and property of PMII organizations. The defendant’s reason to take the action is because their disappointments with the policy of the PMII organization.    The conclusion of this study explained that the basic of decision-making by Supreme Court judges has changed the Bandung High Court Decision No. 172 / PID / 2014 / PT.Bdg is in accordance with applicable laws and regulations. Based on the Supreme Court Decision No. 1217 K / Pid / 2014 that providing sanctions of imprisonment is appropriate because it contains elements of good judgments.     Keywords: demonstrations, basic decision-making, Justices considerations, and the elements of good judgments
Tinjauan Pembuktian Dakwaan Berbentuk Subsidaritas Dengan Sistem Alternatif Dan Implikasinya Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor : 2244 K/Pid.Sus/2013 Muhammad Zain
Verstek Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v4i2.38393

Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuktian dakwaan berbentuk subsidaritas dalam pemeriksaan perkara korupsi dana bantuan sosial di Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian hakim diperkenankan menggunakan sistem alternatif dan untuk mengetahui implikasi pembuktian dakwaan berbentuk subsidaritas dengan sistem alternatif terhadap putusan hakim     Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan sifat perspektif dan terapan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kasus. Jenis dan sumber bahan hukum penelitian ini yaitu berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum menggunakan studi kepustakaan atau studi dokumen. Teknik analisis yang penulis gunakan yaitu teknis analisis logika deduktif     Majelis Hakim telah memperlakukan dakwaan subsidiaritas yang disusun Penuntut Umum sebagai dakwaan alternatif, seharusnya majelis hakim tetap mempertimbangkan dakwaan primair terlebih dahulu dan ketika dakwaan primair tidak terbukti, selanjutnya majelis hakim bisa mempertimbangkan dakwaan subsidair, sehingga pada dasarnya menurut penulis hakim tidak diperkenankan menggunakan sistem alternatif dalam pembuktian dakwaan berbentuk subsidaritas dalam pemeriksaan perkara korupsi dana bantuan sosial di Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian.      Implikasi pembuktian dakwaan berbentuk subsidaritas bagi penjatuhan vonis pada tindak pidana kasus korupsi yang dilakukan oleh Suhartono alias Oto bin Rifa’i tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Vonis ringan oleh Hakim Pengadilan Negeri tersebut menurut penulis kurang tepat dan terlalu ringan karena tidak mencerminkan semangat pemberantasan korupsi.      Kata Kunci : dakwaan berbentuk subsidaritas, sistem alternatif, putusan hakim, tindak pidana korupsi
Pembatalan Putusan Pailit Pengadilan Niaga Oleh Mahkamah Agung Gerald Angga Pratama Putera; Zakki Adhiliyati, S.H., M.H., LL.M
Verstek Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v5i3.33530

Abstract

          The aims of this research is to determine the Judge Ratio Decidendi (law consideration), in granting Cassation Appeal in Number 522k/Pdt.Sus/2012. and the law consequences the annulment of bankruptcy against Verdict Number 02/Pailit/2012/Pn.Niaga.Smg.            This is prescriptive normative law research and applied research with case approach. Using primary and secondary law materials of source law. Collection technique of law material in the form of a literature study or a document studies. Analytical techniques used by Author are the technical analysis of deductive syllogism.            This bankruptcy case started from a mortgage right in a debts agreement between debtor and creditor. The debtor can't fulfill his duty, so the creditor be avowed as a bankrupt because it fulfilled the terms of bankruptcy, because the simple provident of bankruptcy was fulfilled, Semarang Commercial Court grant the bankruptcy application, but it was declined in Supreme Court Casation, the Supreme Court Casastion judge ratio decidendi are The request of bankruptcy statement is the final effort (ultimum remidium) on debtor debt to creditor problem's solving which was pledged by mortgage right, about creditor's who hold mortgage right as a Separatist Creditor should do the auction from Agency Office of debts and state auction first, not applying a bankruptcy statement because it can make a premature verdict and can be canceled by Supreme court. This canceling bankruptcy verdict make the Creditor legal position  not bankrup anymore, the completion of settlement assets bankruptcy by curator, and there was a restitutie in integrum.            KeyWords : bankruptcy, commercial court, cassation,  void bankruptcy
Analisis Pengabaian Visum Et Repertum Oleh Hakim Pengadilan Negeri Kabanjahe Menjatuhkan Putusan Bebas Sebagai Alasan Kasasi Penuntut Umum Rian Pertiwi; Bambang Santoso, S.H., M.Hum
Verstek Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v4i3.38776

Abstract

       Penuntut umum mengajukan kasasi terhadap tindak pidana  yang dilakukan oleh Sempakata Kaban alias Ucok Ngana Pasal 351 KUHP mengenai tindak pidana penganiyaan yang diputus bebas oleh hakim Pengadilan Negeri Kabanjahe, Sumatera Utara. Penuntut umum berpendapat hakim Pengadilan Negeri Kabanjahe telah melakukan kekeliruan dengan tidak mempertimbangkan bukti visum et repertum sebagai bukti surat yang sah. Pengabaian visum et repertum dijadikan sebagai alasan kasasi penuntut umum. Pada tingkat kasasi, permohonan kasasi dari pemohon kasasi dikabulkan dan menjatuhkan 3 bulan penjara terhadap Terdakwa.        Hasil penelitian normatif menunjukkan bahwa alasan pengajuan kasasi oleh penuntut umum terhadap putusan bebas dalam perkara penganiayaan telah sesuai dengan Pasal 253 KUHAP tentang alasan pengajuan kasasi yaitu pengadilan salah menerapkan hukum,cara mengadili tidak sesuai menurut undang-undang, pengadilan telah melampaui batas wewenangnya. Penuntut umum mengajukan upaya hukum kasasi terhadap putusan bebas karena merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 114/PPU-X/2012 yang mempebolehkan putusan bebas diajukan upaya hukum kasasi. Pertimbangan hukum hakim Mahkamah Agung dalam memeriksa dan memutus mengabulkan pengajuan kasasi oleh penuntut umum dalam perkara penganiayaan telah sesuai Pasal 256 KUHAP yaitu Mahkamah Agung telah mengabulkan permohonan kasasi dengan membatalkan putusan Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung mengadili sendiri berkara tersebut.Kata Kunci : Kasasi, Penganiayaan, Pengabaian Visum Et Repertum
Alasan Permohonan Kasasi Penuntut Umum Terhadap Putusan Bebas Dan Pertimbangan Hakim Memutus Tindak Pidana Pengangkutan Bahan Bakar Minyak Tanpa Izin Apriza Rizaldi Na'im
Verstek Vol 7, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v7i2.34286

Abstract

     Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui apakah alasan pengajuan kasasi oleh Penuntut Umum dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1828 K/pid.sus/2015 telah sesuai dengan ketentuan Pasal 253 KUHAP, selain itu juga untuk mengetahui pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pelaku tindak pidana pengangkutan BBM tanpa izin sesuai dengan ketentuan Pasal 256 jo 193 KUHAP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, alasan permohonan kasasi oleh Penuntut Umum terhadap putusan bebas Nomor 1828 K/pid.sus/2015 sesuai dengan Pasal 253 KUHAP tentang tatacara pemeriksaan dalam tingkat kasasi. Hakim mengabulkan permohonan kasasi yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum telah sesuai dengan Pasal 256 KUHAP jo Pasal 193 ayat (1) KUHAP. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Raba Bima telah salah dalam membuat putusan dan mengadili perkara tersebut karena tidak menerapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya sehingga Mahkamah Agung berhak dalam mengabulkan permohonan  kasasi untuk kemudian Mahkamah Agung mengadili sendiri perkara ini dengan amar putusan yang telah ditentukan.      Kata kunci : Permohonan Kasasi, Putusan Bebas, Pertimbangan Hakim
Penerapan Dissenting Opinion Terhadap Pembebasan Terdakwa Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Novita Sari
Verstek Vol 7, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v7i2.34302

Abstract

     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan Judex Factie membebaskan Terdakwa berdasarkan Dissenting Opinion dalam perkara Pembunuhan Berencana dan Pertimbangan Mahkamah Agung dalam memutus perkara Pembunuhan Berencana pada Putusan Nomor 745 K/PID/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif bersifat preskriptif dan terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Dissenting Opinion yang dilakukan Hakim terlihat dari Hakim Anggota II yang tidak sependapat dengan Hakim Ketua dan Hakim Anggota I bahwa dalam kasus tersebut terdakwa tidak terbukti melanggar Pasal 340 KUHP. Hakim Ketua berpendapat bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum kepadanya, terdakwa harus dibebaskan dari semua dakwaan. Meskipun demikian merujuk pada Pasal 183 KUHAP mayoritas Hakim berpendapat bahwa Judex Facti salah menerapkan hukum. Tindak pidana benar-benar terjadi dan terdakwalah yang bersalah melakukannya.      Kata Kunci: Dissenting Opinion, Pembebasan, Hukum Acara Pidana 
Penggunaan Alat Bukti Surat Sebagai Upaya Penuntut Umum dalam Pembuktian Tindak Pidana Membujuk Anak Untuk Melakukan Perbuatan Cabul Ignatius Ninorey
Verstek Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v7i1.30054

Abstract

     The purpose of this study is to discuss about, frstly whether the submission of proof of letter or Visum Et Repertum in a criminal act to persuade the child to commit lewd acts are in accordance with the provisions of the Criminal Procedure Code, secondly whether the evidence proof of letter or Visum Et Repertum in the criminal investigation to persuade the child to Performing lewd acts considered by a judge.      The results of this study indicate that the use of letter proof or Visum Et Repertum in a criminal act to persuade a child to commit obscene acts have complied with the provisions of Article 187 letter c of the Criminal Procedure Code, So that the explanation about the evidence of expert information must be based on the expertise and also there is an offcial statement in which in this case the expert information is completed and based on the Visum et Repertum considered by the judge as the basis for the cut off plus the testimony of the witness, the statement of the defendant and the evidence.Keywords: Letter or Visum Et Repertum, Evidence and Criminal pervert.