cover
Contact Name
Linda Efaria
Contact Email
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Phone
+6287887655756
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
EDITORIAL DAN DAFTAR ISI, JURNAL LITJAK, VOL. 15, NO. 1 TAHUN 2022 JPKP
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edisi pertama, volume 15 Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan yang terbit di tahun 2022 ini, menerbitkan 6 (enam) artikel dengan topik beragam terkait dunia pendidikan. Mulai dari keefektifan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pemanfaatan dongeng sebagai media pendidikan kesehatan dini, implementasi pembelajaran bahasa Indonesia, peran organisasi masyarakat sipil dalam pengelolaan keragaman di sekolah, pengaruh manajemen dana terhadap keefektifan sekolah, hingga dampak pandemi Covid-19 terhadap keterserapan lulusan SMK. Artikel pertama ditulis oleh Refranisa, dkk. tentang Keefektifan Kegiatan Kolaboratif Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Skema Mengajar di Satuan Pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor minat siswa dan fasilitas pembelajaran secara bersama-sama memengaruhi efektivitas pelaksanaan MBKM. Dari data yang disajikan, terlihat bahwa faktor minat siswa memiliki pengaruh lebih besar terhadap efektivitas pelaksanaan MBKM dibandingkan faktor fasilitas. Penelitian ini bermanfaat untuk mendorong penyempurnaan sistem pembelajaran dengan menciptakan strategi yang dapat mendukung program Merdeka Belajar untuk pembelajaran masa depan.  Artikel kedua ditulis oleh Riswanda Himawan tentang Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks di SMPN 1 Bambanglipuro Bantul. Kebijakan terkait pembelajaran bahasa Indonesia saat ini mendorong tercapainya kemampuan literasi yang tidak hanya sekadar mengingat, melainkan mencapai level mencipta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengajarkan berbagai jenis teks kepada siswa, guru sebagai fasilitator pembelajaran sudah mampu merancang rencana pembelajaran sesuai kurikulum yang mengedepankan proses dan menciptakan luaran. Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks ini juga mendorong siswa untuk gemar membaca. Hal ini merupakan dampak positif kebijakan terkait, karena dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa. Artikel ketiga ditulis oleh Harpiana Rahman, dkk. tentang Pemanfaatan Dongeng Let’s Read sebagai Media Pendidikan Kesehatan Dini di Sekolah Dasar. Penelitian ini menyoroti pendidikan kesehatan di sekolah dasar (SD) melalui program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diimplementasikan melalui poster promosi kesehatan di sekolah, yang dinilai belum maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa sekolah memerlukan pembelajaran inovatif sesuai dengan karakteristik usia sekolah dasar dan dongeng merupakan salah satu media kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Hasil analisis penelitian ini menjelaskan bahwa pemanfaatan dongeng sebagai sarana pendidikan kesehatan di sekolah dasar dipilih sebagai praktik cerdas dalam pengembangan pendidikan dan promosi kesehatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam memahami informasi kesehatan, khususnya urgensi penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Artikel keempat yang ditulis oleh Herman Hendrik memaparkan tentang Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Pengelolaan Keragaman di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi masyarakat sipil merupakan elemen penting dalam suatu negara demokrasi, termasuk dalam bidang pendidikan. Dunia pendidikan di Indonesia mencerminkan karakter masyarakat Indonesia secara umum, yaitu adanya keragaman. Dengan itu, pengelolaan keragaman di sekolah menjadi sesuatu yang sangat mendesak untuk mengantisipasi potensi munculnya konflik yang bersumber dari sikap yang tidak menerima perbedaan atau sikap intoleran. Dari kajian pustaka yang dilakukan ditemukan bahwa sejumlah organisasi masyarakat sipil telah berperan dalam pengelolaan keragaman di satuan pendidikan melalui beragam kegiatan, seperti pelatihan, seminar, dan diskusi, menyasar hampir setiap elemen di sekolah, yaitu peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Artikel kelima ditulis oleh Parwanto, mengulas tentang Pengaruh Manajemen Dana, Kualitas Pelayanan Dinas Pendidikan, dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Keefektifan Sekolah. Dari data yang disajikan, hasil penelitian dengan pendekatan kuantitatif ini menunjukkan bahwa model teoretis yang dibangun berdasarkan teori setelah diuji ternyata didukung oleh data empiris. Dari deskripsi variabel laten manajemen dana, kualitas pelayanan, gaya kepemimpinan, dan keefektifan sekolah sudah baik. Dalam rangka memperbaiki manajemen dana sekolah terutama aspek pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara memperbaiki struktur organisasi pengelolaan keuangan sekolah terutama kejelasan tugas dan fungsi masing-masing pengelola dana sekolah. Selain itu, artikel ini juga mengemukakan bahwa dinas pendidikan kabupaten/kota perlu melakukan pembenahan, terutama memperbaiki kinerja pegawai dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang selalu berkembang dinamis. Artikel terakhir ditulis oleh Sudiyono dan Relisa mengkaji tentang Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Keterserapan Lulusan SMK ke Dunia Kerja. Penelitian dilakukan pada pekerja lulusan SMK tahun 2020 dengan responden lulusan SMK tahun 2020 bidang keahlian teknologi dan rekayasa serta bidang pariwisata. Variabel yang dikaji adalah terkait keterserapan lulusan SMK ke dunia kerja, yakni faktor-faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya lulusan mendapat pekerjaan, dan kegiatan yang dilakukan lulusan SMK sebelum memperoleh pekerjaan. Dari data yang disajikan, hasil penelitian ini menunjukkan terdapat penurunan keterserapan lulusan SMK yang bekerja untuk semua bidang keahlian. Keterserapan lulusan SMK bidang keahlian teknologi rekayasa dan pariwisata/perhotelan ke dunia kerja merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan rata-rata keterserapan lulusan SMK bidang keahlian lainnya. Faktor-faktor yang memengaruhi keterserapan lulusan SMK ke dunia kerja di antaranya adalah kompetensi keahlian yang dimiliki, motivasi lulusan dalam mencari pekerjaan, dan ketersediaan lowongan pekerjaan. Rekomendasi yang diajukan dari penelitian ini antara lain penguatan soft skill dalam pembelajaran di SMK dan optimalisasi lembaga pelatihan dan kursus. Semoga apa yang disajikan dalam jurnal edisi pertama ini dapat menjadi referensi dan rujukan, terutama bagi para pemerhati dunia pendidikan, serta pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan kebijakan di bidang pendidikan.
LITERASI INFORMASI: KEMAMPUAN PENTING ABAD 21 DAN PEMETAANNYA DI SEKOLAH DALAM MENGHADAPI ASESMEN NASIONAL Zainul Mustofa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i2.393

Abstract

Students as the nation’s next generation are expected to master information literacy, but unfortunately, false information is still circulating even though there is a preventive program such as “Gerakan Literasi Sekolah” (or School Literacy Movement). This study aims to describe the initial profile of students’ information literacy in the global era to prepare for the implementation of the national assessment. The subjects of the study were 105 Vocational High School (SMK) students in the Bululawang District. Quantitative descriptive research was conducted to map students’ information literacy skills. The study found that the average result for students’ information literacy skill was in the category of needing special intervention with a score of 34.4. Furthermore, there was no significant difference between the information literacy skill of male and female students. Moreover, the students’ information literacy skill was divided into three categories, i.e.: 1) need special intervention (62.9%), 2) basic (30.5%), and 3) proficient (6.7%). The lack of information literacy skill was resulted from their tendency to use assumptions or intuition rather than absorbing and managing the information. Based on these data, it is essential to improve the quality of students’ literacy skills by improving the facilities, programs, and evaluation of the School Literacy Movement. 
ANALISIS PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA/MA DI JABODETABEK DITINJAU DARI STANDAR PROSES Dina Rahma Fadlilah; Yanti Herlanti
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i1.527

Abstract

A good implementation of Process Standard is a part of the effort to improve the quality of learning process. In Permendikbudristek No. 16 of 2022 regarding Process Standard, it is stated that learning is done in an interactive, inspiring, enjoyable, challenging and motivating environment for students. This type of learning had actually been initiated in the 2013 Curriculum through a scientific approach which proposes several learning models, namely discovery/inquiry learning and problem-based learning; such as problem-based learning (PBL) and project-based learning (PjBL). Therefore, this study aims to analyze the scientific approach in Biology learning as an implementation of Process Standard in Jakartan High Schools. Furthermore, this study used quantitative and qualitative methods as its approach. It found that teachers had implemented the scientific approach in their classrooms. However, results from students' perceptions showed the opposite. They stated that teachers did not effectively do “hands-on” activities through discovery/inquiry and PjBL. Moreover, this study suggests that the implementation of the Process Standard that have been effectively applied since the 2013 Curriculum needs to be maintained in Kurikulum Merdeka (in English: Emancipated Curriculum) because it is still relevant with the goals of Emancipated Curriculum. Finally, the findings of this study should be addressed so it can improve the implementation of Process Standard in the Emancipated Curriculum. 
PERMASALAHAN PENGELOLAAN GURU HONORER PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR Simon Sili Sabon
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i2.599

Abstract

Honorary teachers are recruited to address the shortage of teachers in public schools, but the recruitment appears to be poorly planned. This hasty recruitment process results in inefficiency in the management and development of these honorary teachers. This qualitative research aims to describe and analyze the management of honorary teachers to support the optimization of school performance in primary education. This research used two methods of data collection, which are focus group discussions (FGD) and questionnaire. The data from the FGD were collected from honorary teachers and headmasters from several schools in West Java and Banten. And the data from the questionnaire were collected from 2.831 honorary teahers in Indonesa. The analyses on honorary teacher’s issues were related to: (i) staff planning, (ii) recruitment process, (iii) career development; and (v) competence, performance, and welfare. From the analysis, the research recommended: (i) the staff planning and recruitment process should be managed directly by the regional education office, (ii) in recruiting honorary teachers to become government employees with a work agreement, it is best to apply affirmative rules that provide a sense of fairness, (iii) it is best to mention teachers’ names when inviting them to self-development activities in orderto prevent the principals from sending only civil servant teachers, (iv) the government needs to thoroughly consider the welfare of the honorary teachers. 
RELEVANSI KURIKULUM PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNJ TERHADAP KOMPETENSI SMK DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN Febby Fraharyani; R. Eka Murtinugraha; Daryati
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i2.622

Abstract

This study aims to determine the level of relevance between the Building Engineering Education study program curriculum in the State University of Jakarta (UNJ), and the competency of Building Design and Information Modeling expertise program in Vocational High Schools (SMK) in ”Kurikulum Merdeka” (Emancipated Curriculum). The objects of the study are the Kurikulum Merdeka guidelines, Semester Lesson Plan for the Building Engineering Education study program, and document on Learning Outcomes for the Building Design and Information Modeling expertise program. The method used in this research was descriptive quantitative. The data were collected through literature review, documentation, and interviews. The data were analyzed by assessing the percentage of each competency or learning element in the expertise program. Then, the results were categorized according to the relevance level, which were divided into very relevant, quite relevant, and irrelevant. The result found that overall; the curriculum of the Building Engineering Education study program is very relevant to the competency of Building Design and Information Modeling expertise program with a correlation of 80.77%. 
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENCEGAH PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA Yeni Mulati
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i2.632

Abstract

Based on the current age composition of the population, Indonesia is predicted to get a demographic bonus from 2030 to 2040. However, the phenomenon of adolescent deviance, such as ‘klitih’, drugs abuse, cyberbullying, promiscuity, and so on, might continue to be a persistent problem in the future. Parents are one of the most important agents in nurturing positive characters. Therefore, this study tried to examine what parents can do to strengthen positive characters in teenagers and avert them from deviant behavior or juvenile delinquency. This study used literature review as the method of the research. This study found that parents’ roles should include: ensure that adolescents can go through their developmental phases well; understand adolescent psychology; and be a good role model for teenagers. Furthermore, they need to develop the 3 dimensions of character, which are moral knowing, moral feeling, and moral action. Moreover, they need to apply the appropriate parenting styles according to the needs of their teenagers. Meanwhile, to optimize children’s potential, parents are expected to implement the multiple intelligences approach in their children’s education. Cooperation with various parties, especially schools, is needed to ensure these efforts run effectively.
SINKRONISASI PASAR TENAGA KERJA: ANALISIS PERAN SMK PADA PERKEMBANGAN PASAR TENAGA KERJA DI INDONESIA Goldy Dharmawan; Wisnu Harto Adi Wijoyo
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i2.644

Abstract

This research tries to evaluate the efficiency of the vocational school distribution by examining the supply-demand pattern of vocational school graduates at the national and regional levels in Indonesia using employment, underemployment, and wage level as the indicators. We use the recent data of the Indonesian National Labor Force Survey (Sakernas) and Core Educational Data (Dapodik) to conduct statistical analysis assessing the vocational school graduates. The result indicates that vocational school graduates’ odds to get a job is generally better than the high school graduates. However, the study finds that high school graduates get higher wage level compared to vocational school graduates. Moreover, there is a different pattern of enrolment of the vocational study program in different regions. The results also suggest that job training with a certificate has a better effect on higher earnings than graduating vocational schools. The result can be considered as a valuable input in the form of policy recommendation to recalculate which study program that is needed in which region and providing alternatives to take job-training as a strategy to boost workers wage level.
EDITORIAL DAN DAFTAR ISI, JURNAL LITJAK, VOL. 15, NO. 2 TAHUN 2022 JPKP
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan (JPKP) Edisi Kedua Volume 15 tahun 2022 ini berisikan 6 (enam) artikel dengan topik beragam di bidang pendidikan. Enam topik tersebut antara lain mengenai pembelajaran Biologi SMA/MA di Jabodetabek ditinjau dari Standar Proses, relevansi kurikulum jurusan Pendidikan Teknik Bangunan UNJ terhadap kompetensi program keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK, peran SMK pada perkembangan pasar tenaga kerja di Indonesia, kemampuan penting abad 21 dan pemetaannya di sekolah dalam menghadapi Asesmen Nasional, permasalahan pengelolaan guru honorer pada jenjang pendidikan dasar, dan peran orang tua dalam mencegah perilaku menyimpang pada anak melalui penguatan karakter dan optimalisasi potensi anak. Artikel pertama tentang pembelajaran Biologi SMA/MA di Jabodetabek ditinjau dari Standar Proses ditulis oleh Dina Rahma Fadlilah dan Yanti Herlanti. Implementasi Standar Proses yang baik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran. Dalam Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses, disebutkan bahwa pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik. Pembelajaran yang demikian sebenarnya sudah mulai diinisiasi dalam Kurikulum 2013 melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran berbasis pemecahan masalah. Pelaksanaan Standar Proses yang telah berjalan baik dari Kurikulum 2013 layak dipertahankan pada Kurikulum Merdeka, karena masih sejalan dengan tujuan kurikulum yang baru. Adapun kekurangan yang ditemukan pada penelitian ini dapat menjadi masukan agar implementasi Kurikulum Merdeka menjadi lebih baik. Artikel kedua berjudul Relevansi Kurikulum Pendidikan Teknik Bangunan UNJ terhadap Kompetensi SMK Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan ditulis oleh Febby Fraharyani, dkk. Objek penelitian ini yaitu dokumen Kurikulum Merdeka, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, dan dokumen Capaian Pembelajaran Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kurikulum Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan UNJ sangat relevan terhadap kompetensi SMK Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan pada Kurikulum Merdeka, dengan hasil keterkaitan sebesar 80,77%. Artikel ketiga tentang Sinkronisasi Pasar Tenaga Kerja: Analisis Peran SMK pada Perkembangan Pasar Tenaga Kerja di Indonesia ditulis oleh Goldy Dharmawan dan Wisnu Harto Adi Wijoyo. Penelitian ini mengukur efisiensi distribusi sekolah kejuruan melalui pola permintaan-penawaran lulusan SMK di tingkat nasional dan daerah di Indonesia dengan indikator lapangan kerja, status setengah pengangguran, dan tingkat upah. Dengan menggunakan Survei Angkatan Kerja Nasional Indonesia (Sakernas) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peluang lulusan SMK untuk mendapatkan pekerjaan umumnya lebih baik dibandingkan lulusan SMA, namun dengan tingkat upah yang lebih rendah. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah mengkaji kembali program studi apa yang dibutuhkan di daerah tertentu serta memberikan alternatif untuk mengikuti pelatihan kerja sebagai strategi untuk mendongkrak tingkat upah pekerja. ditulis oleh Simon Sili Sabon. Analisis terhadap guru honorer dilakukan terkait: (i) perencanaan kebutuhan, (ii) proses rekrutmen, (iii) pengembangan karier, serta (iv) kompetensi, kinerja, dan kesejahteraan. Rekomendasi yang diusulkan berdasarkan hasil analisis terutama berfokus pada peningkatan kesejahteraan guru honorer, pemerataan kesempatan dalam peningkatan kompetensi, serta pemenuhan hak guru honorer. Artikel kelima berjudul Literasi Informasi: Kemampuan Penting Abad 21 dan Pemetaannya di Sekolah dalam Menghadapi Asesmen Nasional ditulis oleh Zainul Mustofa. Penelitian ini melihat bagaimana profil awal literasi informasi siswa di era global sebagai persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa masuk dalam kategori “perlu intervensi khusus” (62,9%) dengan rata-rata kemampuan literasi informasi berada di nilai 34,4. Penelitian juga menyimpulkan bahwa para siswa lebih menggunakan anggapan atau intuisinya daripada mengelola informasi yang diberikan. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya peningkatan kualitas literasi siswa dalam bentuk peningkatan fasilitas, program, dan evaluasi terhadap Gerakan Literasi Sekolah. Artikel terakhir tentang Peran Orang Tua dalam Mencegah Perilaku Menyimpang pada Anak dengan Penguatan Karakter dan Optimalisasi Potensi Anak ditulis oleh Yeni Mulati. Indonesia diprediksi memiliki potensi bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2040, namun pada saat yang sama kasus kenakalan remaja dan perilaku menyimpang juga masih menjadi permasalahan. Orang tua sebagai agen penting dalam pembentukan karakter anak diharapkan dapat berperan dalam membantu remaja memenuhi tugas-tugas perkembangannya; memahami psikologi remaja; menjadi role model yang baik untuk remaja, serta mengembangkan 3 dimensi karakter, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action; dan menerapkan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan anak. Untuk mengoptimalkan potensi anak, orang tua dapat menerapkan pendidikan di dalam rumah dengan pendekatan kecerdasan majemuk. Semoga apa yang disajikan dalam jurnal edisi kedua ini dapat menjadi referensi dan rujukan, terutama bagi para praktisi dan pemerhati dunia pendidikan, serta pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan kebijakan di bidang pendidikan. Jakarta, Februari 2023
ANALISIS PEMANFAATAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SMA DAN SMK Sudiyono, Sudiyono
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i2.170

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dana BOS di SMA dan SMK ditinjau dari sumber pendanaan, pemanfaatan dana, dan sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran. Studi ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam studi ini adalah seluruh SMA/SMK yang menerima bantuan BOS tahun 2014 baik negeri maupun swasta di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Teknik pengambilan sampel kabupaten/ kota menggunakan proporsional random sampling dengan didasarkan pada indeks kapasitas fiskal (IKF) tinggi dan rendah, sedangkan penentuan sampel SMA dan SMK secara random. Responden/sumber data penelitian adalah 64 kepala sekolah dan 64 pengelola BOS di sekolah sampel. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, FGD, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dana BOS di SMA dan SMK terbesar digunakan untuk pengadaan buku dan kegiatan ekstrakurikuler efektif dalam membantu kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran. AbstractThe purpose of this study is to examine the school operational assistance funds in general and vocational senior high school in terms of source of fund, utilization of fund and as an effort to improve the quality of learning. This study is descriptive research with quantitative and qualitative approach. The population in this study is the entire general and vocational senior high school which receive school operational assistance in 2014 both public and private in districts/cities throughout Indonesia. The sampling technique of districts/cities using proportional random sampling is based on high and low fiscal capacity index, whereas the determination of sample of general and vocational senior high school is random. Respondents/ research data sources were 64 school principals and 64 school operational assistance managers in sample schools. The data in this study were collected by using questionnaires, FGD, and documentation. The data obtained were analyzed using descriptive statistic method. The results showed that the utilization of school operational assistance funds in general and vocational senior high school is used to procure books and extracurricular activities and also effective in helping school activities such as curricular to enhance quality learning.
ESTIMASI KEMAMPUAN SISWA DALAM UJIAN NASIONAL MENGGUNAKAN METODE BAYES Hikamudin, Eviana
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i2.171

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengukur estimasi kemampuan SMA program IPA dalam Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Rerata Bayes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif Kuantitatif ex post-facto. Data dalam penelitian ini adalah hasil UN berupa respon jawaban siswa SMA Program IPA mata pelajaran Matematika tahun pelajaran 2015/2016. Sampel dipilih secara acak sebanyak 1200 responden dan jumlah butir sebanyak 40 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 12,08% kemampuan siswa berada pada kategori tinggi, 74,28% berada pada kategori sedang, dan 13,65% berada pada kategori rendah. Simpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Bayes diperoleh hasil estimasi kemampuan siswa SMA IPA dalam UN mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2015/2016 sebagian besarberada pada level sedang (rerata). Metode Bayes cukup akurat digunakan untuk mengestimasi kemampuan siswa, sehingga dapat menghasilkan informasi yang obyektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran. AbstractThe purpose is student ablitiy measuring estimation in Senior High School of Science Program in Mathematics at National Examination (UN) using Bayesian method. The method of research is Quantitative Descriptive. The data is result of UN for Mathematics academic years 2015/2016. Samples have got by randomize about 1200 students and 40 items test.. The distribution of student’s ability are: 12,08% in category high, 74,28% in medium category, and 13,65% in low category level. The conclusion is student ability in Senior High School of Science Program in Mathematics at UN academic years 2015/2016 which obtain of Bayesian Method tent to be average. Bayesian Method is accurate to estimate student ability and make objective informations to improve learning quality.

Page 10 of 23 | Total Record : 224