cover
Contact Name
Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Contact Email
mariaelvinatresia@gmail.com
Phone
+6285350040007
Journal Mail Official
jfe@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasundan No.21, Jawa, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75122
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Etam
ISSN : 27976696     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52841/jfe.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles 39 Documents
Formula Optimization and Evaluation of Furosemide Powder Liquisolid Technique using Simplex Lattice Design Dwi Retno Sari
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.595 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.211

Abstract

Liquisolid furosemide powder has been developed to overcome the problem of BCS (Biopharmaceutical Classification System) class IV which has low solubility and low permeability. The purpose of this research was to determine the optimum concentration of non-volatile solvent (PEG 400, glycerin, tween 80) and adsorbent (aerosil 200) in order to produce powder with the right proportions. The simplex lattice design analysis approach was used to determine the effect of concentration on the response of flow properties, angle of repose and compressibility of liquid furosemide powder. Determination of the optimum formula was carried out using Design Expert Version 11. The evaluation results showed that all formulas met the requirements, namely flow properties of 10 seconds, angle of repose ranging from 27-40° with good flow properties, but compressibility did not meet the requirements, the percentage yield was 23%. The analysis using the simplex lattice design approach produces a contour plot that provides positive and negative interactions for each response, so that the optimum formula for determining the optimum point for the equation of powder mixture properties using the simplex lattice design has a desirability value of 0.734 . The optimum formula is the formula that has the highest response. The calculation results obtained a formula containing a concentration of PEG 400 with a concentration of 1.95 grams, Glycerin 1.2 grams, Tween 80 2.7 grams and Aerosil 200 2.4 grams. So that the area can meet the response criteria (flow properties, angle of repose, and compressibility).
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Rawat Jalan Di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi 2019 Adel arrahman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i1.201

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, Indonesia memiliki berbagai penyakit infeksi yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat setiap saat. Salah satu penyakit infeksi itu adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Penyakit ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Terapi pengobatan ISPA menggunakan antibiotik karena ditunjukkan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien ISPA rawat jalan Di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi Tahun 2019 meliputi data yaitu jenis antibiotik, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian Observasi yang dilakukan secara Retrospektif dengan cara mengumpulkan 106 data rekam medik pasien rawat jalan di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi Tahun 2019. Hasil penelitian ini adalah pasien di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi ini terbanyak menggunakan antibiotik Amoksisilin (90,56%) dengan pasien Faringitis (87,19%), Tepat indikasi (84,17%), Tepat dosis (100%), dan Tepat lama pemberian obat (100%).Kesimpulan antibiotik yang paling banyak digunakan di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi pada tahun 2019 yaitu amoksisilin.
The Formulation and Evaluation of Lipstick with Brazilline Pigment of Caesalpinia sappan L Yuniarti Falya
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i1.241

Abstract

Lipstick is one of the decorative cosmetics used to beautify the lips with attractive colors. A good lipstick preparation must be easy to apply, not irritating, not sticky, and can maintain the durability of the color that sticks to the lips. Secang wood contains pigments, tannins, brazilin, tannic acid, resin, resorcin, brazielin, sappanin, and gallic acid. This study aims to make a formulation of sappan wood lipstick (Caesalpinia sappan L.) as a colorant when applied with a concentration of 10%, 14%, 18% and 22% of the lipstick extract of sappan wood (Caesalpinia sappan L.) formula which produces color in the formulation. physically and chemically stable lipstick preparations. The preparation was carried out by maceration using 96% ethanol solvent for 3 x 24 hours and evaporated to obtain a thick extract of secang wood. Lipstick testing was carried out physically and chemically including organoleptic test, spreadability, melting point, preference test, irritation test and pH test. The results show different colors in the four formulas, the best formula is Formula II with a concentration of 14% seen from several favorite tests 73.33%, irritation test shows negative results, spreadability shows good results, melting point at 72°C, pH 5.9, and not irritating.
Identification of Paracetamol in Jamu Pegel Linu Packaged and Jamu Gendong with TLC Standard Addition and Spectrophotometer UV-Vis Nastiti Utami -
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i1.245

Abstract

Traditional medicines that are circulated in the territory of Indonesia must have a distribution permit granted by the Head of the BPOM. However, it is excluded (not required to have a distribution permit) one of which is herbal medicine. One of the traditional medicines that are prohibited from being circulated contains Medicinal Chemicals (BKO). The BKO contained in herbal medicine is caused by the lack of knowledge of producers about the dangers of consuming medicinal chemicals uncontrolled, both in dosage and how to use them or even solely to increase sales because consumers like traditional medicinal products that react quickly to the body, 3 samples of packaged herbal medicine with the efficacy of overcoming aches and pains in the Surakarta. The test was carried out by qualitative analysis using Thin Layer Chromatography (TLC) and quantitative analysis using a UV-Vis Spectrophotometer. The results of the qualitative and quantitative test of paracetamol BKO in the sample showed negative results.
ANALISIS KADAR ASAM RETINOAT DALAM KRIM PEMUTIH DI PASAR PAGI KOTA SAMARINDA DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Charry Maria Gabriela
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i2.272

Abstract

Krim pemutih merupakan kosmetik yang memiliki campuran zat kimia dan zat lainnya untuk mencerahkan kulit. Penggunaan asam retinoat secara bebas dilarangerdasarkan peraturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dalam krim pemutih karena membuat kulit terasa seperti terbakar, teratogenik dan karsinogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kandungan dan mengetahui kadar asam retinoat pada sampel krim pemutih wajah yang beredar di Pasar Pagi Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sampel krim pemutih wajah yang diteliti sebanyak 10 sampel dengan kriteria sampel krim yang tidak teregistrasi BPOM. Uji kualitatif dengan penelitian ini menggunakan metode KLT dengan fase gerak n-heksana-aseton (6:4) dan diamati dibawah sinar UV 254 nm. Hasil pengamatan pada lempeng KLT menunjukkan terdapat satu sampel dari sepuluh sampel yang dianalisis mengandung asam retinoat yaitu sampel C memiliki nilai Rf yaitu 0,7 sedangkan nilai Rf baku pembanding yaitu 0,711 dengan noda bercak gelap bewarna biru tua. Uji kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Visible dengan panjang gelombang maksimum 340 nm. Kadar rata-rata asam retinoat dalam sepuluh sampel yaitu 0,002%-0,052% b/b ini berarti bahwa sampel krim pemutih yang dianalisis tidak memenuhi persyaratan BPOM karena mengandung asam retinoat dalam kadar tertentu.
JURNAL KELLY LAURA BAD_EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN UPTD PUSKESMAS SUNGAI BOH Kelly Laura Bad
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i2.286

Abstract

Patient satisfaction is one indicator of service quality in pharmaceutical services. Evaluation of patient satisfaction is one way to find out the services provided have been carried out properly. This study aims to determine the characteristics and level of patient satisfaction in Pharmaceutical Services. The type of research used is descriptive research with a cross sectional design and distribution of questionnaires to patients who receive pharmaceutical services at the Outpatient Pharmacy Installation of UPTD Sungai Boh. This research was conducted at the Pharmaceutical Services section at the Outpatient Pharmacy from June to July 2022 with a total of 100 respondents. The analysis technique uses the SERVQUAL method to determine the respondent's value and the data will be analyzed using a Likert scale, then the results are displayed in the form of a percentage table. Based on the results of the study, data on respondents' satisfaction with pharmaceutical services at the Outpatient Pharmacy Installation of Sungai Boh Health Center showed that 30% were very satisfied with pharmaceutical services, 54% were satisfied with pharmaceutical services, and 16% of respondents said they were quite satisfied. Keywords: Satisfaction Evaluation; Public Health Center; SERVQUAL.
EVALUASI KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KEM KEM CENDANA SAMARINDA TAHUN 2022 Jesika Angelia Jesika
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i2.296

Abstract

Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan perawatan serta menyimpan dengan meletkakan obat yang diterima pada tempat yang aman. Penyimpanan obat yang baik dapat menjadi faktor penentu mutu obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati proses evaluasi dari sistem penyimpanan obat di Apotek Kem Kem Cendana Samarinda berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung pada sistem penyimpanan obat dengan menggunakan lembar observasi dan wawancara dengan Apoteker. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dari tiga variabel dapat diketahui variabel pertama komponen penyimpanan obat menunjukkan nilai 100% dan tergolong dalam kategori “Sangat Baik”, variabel kedua metode penyimpanan obat menunjukkan nilai 80% dalam kategori “Baik” dan untuk variabel ketiga sarana dan peralatan penyimpanan mendapatkan nilai 57,14% dalam kategori “Cukup Baik”. Total keseluruhan implementasi penyimpanan obat di Apotek Kem Kem Cendana Samarinda menunjukkan nilai persentase 80% untuk kategori yang tergolong dalam rentang “Baik”. Hal ini menunjukkan bahwa Apotek Kem Kem Cendana Samarinda tidak 100% memenuhi standar penyimpanan obat berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Depo Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Joshua Onesimus Brilian
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i2.298

Abstract

Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit adalah unit bagian yang tidak bisa dipisahkan dari seluruh sistem pelayanan di rumah sakit yang berfokus pada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, serta Bahan Medis Habis Pakai yang terjangkau bagi setiap masyarakat dimana salah satunya pelayanan farmasi kllinik. Pelayanan kefarmasian dapat diketahui melalui tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2022. Sampel yang digunakan adalah pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda yang diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung persentase menggunakan rumus Tingkat Kepuasan Pasien. Hasil analisis tingkat kepuasan pasien yang didapatkan adalah tangibles sangat puas (89%), reliability sangat puas (86%), responsiveness sangat puas (84%), assurance sangat puas (85%) dan empathy sangat puas (85%).
Evaluation sella astria sella astria
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i2.299

Abstract

Kekurangan obat pada setiap unit pelayanan kesehatan merupakan suatu komponen masalah yang kompleks. Oleh karena itu diperlukan manajemen pengelolaan obat yang efektif dan efisien. Salah satu proses pengelolaan obat yang efektif adalah dengan menjamin ketersediaan obat baik dalam hal jenis dan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menghindari adanya kekurangan dan kelebihan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses perencanaan dan pengadaan obat dan menganalisa implementasi Permenkes No. 72 tahun 2016 terhadap manajemen perencanaan dan pengadaan di instalasi farmasi Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahakam Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dan pengambilan data secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit GSM belum sepenuhnya sesuai dengan indikator standar. Hal ini ditunjukkan dari enam indikator perencanaan yang dapat diukur, empat indikator sesuai dengan standar yaitu penetapan prioritas, sisa persediaan, data pemakaian periode yang lalu dan waktu tunggu pemesanan sedangkan dua indikator belum sesuai dengan standar yaitu anggaran yang tersedia dan rencanan pengembangan kemudian empat indikator pengadaan yang sesuai dengan standar yaitu sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP harus mempunyai nomor izin edar dan masa kadaluarsa minimal 2 tahun sedangkan dua indikator tidak sesuai dengan standar yaitu bahan baku obat harus disertai sertifikat analisa dan bahan medis berbahaya harus menyertakan MSDS.
VALUASI PENGELOLAAN OBAT TAHAP PENDISTRIBUSIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA TAHUN 2021 Febriani Jatoerrinda Bakti Anastasia Sumule
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v2i1.301

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit merupakan satu-satunya unit dirumah sakit yang dapat melakukan kegiatan pengelolaan obat. Pendistribusian merupakan tahapan paling penting pada pengelolaan obat. Sistem distribusi obat yang tepat dapat mempermudah pelayanan kepada pasien rawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit.Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengelolaan obat tahap distribusi di Instalasi farmasi Rumah sakit sudah sesuai atau belum dengan standar indikator yang telah ditentukan. Peneliti menggunakan metode observasi yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan pada Bulan juli 2022 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Peneliti menggunakan sistem indikator pengelolaan obat yaitu: Kecocokan kartu stok, tingkat ketersediaan obat, presentase obat kedaluarsa dan rusak, presentase stok mati. Hasil penelitian terdapat kecocokan antara obat dengan kartu stok, Tiongkat ketersediaan dan presentase stok mati di IFRS Dirgahayu samarinda sudah sesuai.

Page 2 of 4 | Total Record : 39