cover
Contact Name
Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Contact Email
mariaelvinatresia@gmail.com
Phone
+6285350040007
Journal Mail Official
jfe@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasundan No.21, Jawa, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75122
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Etam
ISSN : 27976696     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52841/jfe.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles 39 Documents
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Akbar, Muhammad Akbar
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v3i2.289

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan merupakan salah satu pelayanan kesehatan rumah sakit yang diwajibkan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 dan Nomor 128 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, menyebutkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep mempunyai standar pelayanan minimal untuk resep racikan ≤ 60 menit dan resep non racikan ≤ 30 menit. Penelitian ini bertujuan menggambarkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan obat non racikan pasien rawat jalan umum di Instalasi Farmasi RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggambarkan keadaaan subjek atau objek dalam penelitian serta sifat dan fenomena yang akan di teliti di lapangan dan data yang di hasilkan akan dianalisis secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep untuk jenis resep racikan adalah 87,38 menit dan untuk jenis resep non racikan adalah 26,67 menit. Jadi, dapat disimpulkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit dikarenakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sumber daya manusia, pengalaman kerja atau masa kerja, stok obat dan jumlah item obat. Sedangkan Resep obat non racikan sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit sesuai dengan Kemenkes RI No.129 Tahun 2008
TINGKAT PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT TAHUN 2021 Ariandi, Febrianus
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i1.290

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama di negara - negara berkembang termasuk Indonesia. Bakteri yang resisten terhadap antibiotika tersebut terjadi akibat penggunaan antibiotika yang tidak bijak baik dalam lingkungan masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberi peresepan obat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Puskesmas Barong Tongkok tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Tempat penelitian di Puskesmas Barong Tongkok. Hasil penelitian yang diperoleh 992 resep yang terdapat antibiotik. Hasil ini menunjukan banyak penggunaan antibiotik dari bulan Agustus-Desember adalah 36,91%, antibiotika yang paling besar presentasenya yaitu pada bulan Agustus yaitu 43,33%, dan persentase paling kecil pada bulan Desember yaitu 30,82%, dan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Amoksisilin sebanyak 86,29% dan antibiotik yang paling sedikit digunakan adalah Kotrimoksazol sebanyak 0,60%. dan untuk lama pemberian obat antibiotik yang umum diresepkan adalah 3 hari untuk obat Amoksisilin dan Kotrimoksazol dan untuk pemberian 5 hari adalah obat Kloramfenikol dan Siprofloksasin. Kata kunci : Antibiotik, Dosis Antibiotik, Jangka Waktu Penggunaan.
Kepatuhan Kontrol dan Minum Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Linggang Bigung di Masa Pandemi Covid-19 Paulus, Maria Octaviani
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i1.291

Abstract

Bagi pengidap hipertensi, kepatuhan terhadap kontrol dan minum obat secara rutin khususnya di masa pandemi adalah faktor penentu keberhasilan terapi dalam proses penyembuhan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan kontrol dan minum obat antihipertensi serta golongan obat antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Linggang Bigung di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Juni 2022 dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode Non-probability sampling dengan teknik Purposive Sampling, sampel yang diteliti sebanyak 100 responden yang terdiri dari pasien hipertensi yang tercatat di rekam medik Puskesmas Linggang Bigung. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kepatuhan kontrol berobat pasien yang patuh terhadap pengobatan sebanyak 71%, sedangkan dalam kepatuhan minum obat pasien dengan kategori kepatuhan tinggi sebanyak 36%, kategori sedang sebanyak 35% dan kepatuhan rendah sebanyak 29%.
FORMULASI SEDIAAN MINUMAN SERBUK JELI LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) Sari lubis, Minda
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i1.293

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) salah satu jenis tumbuhan yang mudah sekali kita temukan dan banyak manfaatnya. Sejumlah penelitian diseluruh dunia, lidah buaya membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Jenis lidah buaya yang dipakai untuk pembuatan herbal lidah buaya adalah jenis Barbadensis yang mengandung zat untuk kebutuhan manusia, seperti Vitamin A, B1, B2, B6, B12, Vitamin E dan Vitamin C. Tanaman ini dapat juga menyembuhkan penyakit diabetes jantung,dan penyakit lainnya. Lidah buaya dapat diformulasikan menjadi minuman serbuk karena dapat memberikan rasa yang menyegarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi baru dari lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) sebagai minuman serbuk dengan komposisi maltodekstrin yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pada penelitian ini lidah buaya diformulasikan dalam bentuk minuman serbuk. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji waktu alir, uji sudut diam dan uji waktu larut, uji organoleptis serta uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa evaluasi mutu fisik uji kadar air sediaan berada pada rentang 2,93%-4,73 %,kadar abu 0,12%-0,23%, waktu alir 4,23-6,20 gram/detik, sudut diam 21,95°-29,92o, dan waktu larut berada pada rentang 1,03-2,90 menit. Pada uji hedonik formula yang paling disukai adalah F3 baik dari segi rasa,aroma dan warna. Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa minuman serbuk lidah buaya memenuhi eveluasi mutu fisik dan memiliki rasa yang disukai oleh para panelis.
Evaluasi Penyimpanan dan Pendistribusian Obat di Instalasi Farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara Malliku, Delini
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i1.294

Abstract

Pengelolaan obat merupakan manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam penyediaan pelayanan kesehatan secara keseluruhan karena jika tidak efisien akan memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengelolaan obat pada tahap penyimpanan dan tahap pendistribusian obat sesuai dengan indikator standar yang ada. Pengambilan data secara retrospektif dan conccurrent dilakukan dengan observasi, wawancara dan mengumpulkan data dari dokumen penyimpanan dan pendistribusian dan survei langsung di Instalasi Farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap penyimpanan diantaranya persentase kecocokan antara obat dengan kartu stok 100%, sistem penataan obat di gudang 100%, persentase obat kedaluwarsa/rusak tahun 2021 sebesar 6,7% dan periode tahun 2022 sebesar 3,31%, persentase stok mati tahun 2021 sebesar 4,27% dan periode tahun 2022 sebesar 7,64%, dan untuk tahap pendistribusian diantaranya rata-rata waktu tunggu pasien untuk resep racikan selama 80,27 menit untuk non racikan 120,50 menit, presentase obat yang dapat diserahkan sebesar 91,49% dan persentase obat yang dilabeli dengan benar sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penyimpanan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung belum efisien, karena belum memenuhi standar yang ditetapkan sehingga perlu dilakukan perbaikan.
TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT RT 18 LOA DURI ULU Kristin, Agus Kristin Ruminda
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i1.297

Abstract

Swamedikasi sebagai kemampuan individu, keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menjaga kesehatan, mengatasi penyakit dan kecacatan dengan atau tanpa dukungan penyediaan layanan kesehatan. Diharapkan kepada masyarakat RT 18 Loa Duri Ulu memiliki pengetahuan yang baik. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RT 18 Loa Duri Ulu tentang obat bebas dan bebas terbatas. Metode penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil tingkat pengetahuan masyarakat RT 18 Loa Duri Ulu termasuk dalam kategori baik dengan presentase 66,3% dengan total skor sebesar (9-12). Kesimpulan dari hasil penelitian ini tingkat pengetahuan masyarakat RT 18 Loa Duri Ulu termasuk kategori baik.
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI (BMHP) DI BANGSAL RAWAT INAP RS DIRGAHAYU SAMARINDA Cindy Steffanie
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i2.302

Abstract

Distribusi merupakan rangkaian kegiatan untuk menyalurkan atau menyerahkan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) dengan menjamin keamanan, ketersediaan, ketepatan jumlah, ketepatan jenis, dan ketepatan waktu yang terjangkau dan sesuai dengan standar mutu pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem distribusi alat kesehatan dan BMHP di bangsal rawat inap rumah sakit dirgahayu samarinda dan untuk mengetahui apakah sistem distribusi alat kesehatan dan BMHP tersalurkan dengan efisien di bangsal rawat inap rumah sakit dirgahayu samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskripitif kualitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Informan dalam pengambilan data di rumah sakit dirgahayu samarinda adalah kepala gudang farmasi atau kepala bagian penyimpanan dan distribusi, petugas pelaksana distribusi, kepala ruangan, dan perawat. hasil penelitian yang didapatkan Jumlah persentase permintaan dan pengeluaran barang gudang ke ruangan diperoleh hasil yang belum efektif karena tidak memenuhi standar 100% yaitu pada ruang Gabriel 1 sebesar 97%, Gabriel 2 sebesar 96%, Gema 1 sebesar 96%, Gema 3 sebesar 98%, Theresia 2 sebesar 96%, theresia 3 97%, dan Yakobus B sebesar 98.91%. Dan ada juga yang memenuhi standar yaitu pada ruang Gabriel 3 sebesar 100%, dan Gema 2 sebesar 100%.
Profil Kepuasan Pasien Swamedikasi Terhadap Pelayanan Informasi Obat Di Apotek Kem Kem Cendana Beatriks Ruth Delviani Panggo Solo
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v4i2.303

Abstract

Apotek merupakan pelayanan kefarmasian tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian Salah satu kegiatannya adalah PIO (Pelayanan Informasi Obat). Pelayanan informasi obat merupakan kegiatan pemberian informasi yang tepat dari apoteker ke pasien. Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit atau gejala yang dialami oleh diri sendiri tanpa mendapatkan resep, diagnosa, dan saran dari dokter juga bantuan dari petugas kesehatan lainnya. Cara mengetahui kualitas pelayanan yaitu dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan tersebut dengan menggunakan dimensi kehandalan (reliabilitiy), bukti fisik (tangible), ketanggapan (responsiveness), empati (emphaty), dan jaminan (assurance). Penelitian deskriptif dengan metode survey. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Cochran untuk menentukan besar sampel, populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pasien yang masuk dalam kriteria inklusi di Apotek Kem Kem Cendana dan jumlah sampel adalah 100 responden. Hasilnya pada dimensi kehandalan total nilai kualitas pelayanan sebesar -0.88, dimensi fasilitas berwujud sebesar -0.24, dimensi daya tanggap sebesar 0.07, dimensi jaminan sebesar 0.11, dan dimensi empati sebesar -0.09. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa sebagian besar pasien dari Apotek Kem Kem Cendana merasa belum puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Analisis Pengawet Natrium Benzoat Pada Kecap Asin Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Henny Nurhasnawati; Anita Apriliana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v3i1.246

Abstract

Kecap asin merupakan produk olahan kedelai yang digunakan sebagai penyedap masakan. Agar memiliki waktu simpan yang cukup lama, produsen umumnya menambahkan pengawet natrium benzoat, salah satu bahan pengawet yang diperbolehkan dalam bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar natrium benzoat serta kesesuaian kadar natrium benzoat menurut SNI 01-2543-1999 dalam produk kecap asin yang beredar di Pasar Pagi Kota Samarinda. Identifikasi natrium benzoat dilakukan dengan reaksi warna menggunakan FeCl3 5%, sedangkan penetapan kadar natrium benzoat menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel yang diuji positif mengandung natrium benzoat ditandai dengan terbentuknya endapan kecoklatan. Kadar natrium benzoat yang diperoleh menunjukkan seluruh sampel memenuhi persyaratan SNI 01-2543-1999 yaitu tidak melebihi ambang batas 600 mg/kg. Kadar natrium benzoat pada sampel A sebesar 157,66 mg/kg ± 1,35, sampel B sebesar 148,65 mg/kg ± 0,20 dan sampel C sebesar 12,90 mg/kg ± 0,27.

Page 4 of 4 | Total Record : 39