Jurnal Farmasi Etam
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles
39 Documents
Analysis of Drug Needs Planning at the Pharmacy Installation of Dirgahayu Hospital, Samarinda
Febby Floresita Gamas
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v2i1.307
Drug management in hospitals is how to manage these stages and activities so that they can run well and complement each other so that the goal of effective and efficient drug management is achieved so that the drugs needed by doctors are always available when needed in sufficient quantities and guaranteed quality. to support quality services. The purpose of the study was to analyze the planning of drug needs in the hospital pharmacy installation. Qualitative descriptive analysis using data from interviews and observations. In this study, interviews were conducted with informants, namely, pharmacists and pharmacists at Dirgahayu Hospital Samarinda to determine the process of planning drug needs at the Pharmacy Installation of Dirgahayu Hospital. The results showed that the suitability of the drug item with the formulary was 85%, which means that it is in accordance with the standard, the deviation of planning is 17% which means that it is in accordance with the established standard. The results of interviews with pharmacy staff showed that the Pharmacy Installation at the Dirgahayu Hospital in Samarinda rarely experienced drug vacancies, so overall it showed that the drug planning at the Dirgahayu Hospital had been implemented well. Given the importance of drugs for hospitals, their management must be carried out effectively and efficiently so that they can provide the maximum benefit for patients and hospitals.
Analisis Pengawet Natrium Benzoat Pada Kecap Asin Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis
Henny Nurhasnawati;
Anita Apriliana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3, No. 1, Juni 2023
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i1.246
Kecap asin merupakan produk olahan kedelai yang digunakan sebagai penyedap masakan. Agar memiliki waktu simpan yang cukup lama, produsen umumnya menambahkan pengawet natrium benzoat, salah satu bahan pengawet yang diperbolehkan dalam bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar natrium benzoat serta kesesuaian kadar natrium benzoat menurut SNI 01-2543-1999 dalam produk kecap asin yang beredar di Pasar Pagi Kota Samarinda. Identifikasi natrium benzoat dilakukan dengan reaksi warna menggunakan FeCl3 5%, sedangkan penetapan kadar natrium benzoat menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel yang diuji positif mengandung natrium benzoat ditandai dengan terbentuknya endapan kecoklatan. Kadar natrium benzoat yang diperoleh menunjukkan seluruh sampel memenuhi persyaratan SNI 01-2543-1999 yaitu tidak melebihi ambang batas 600 mg/kg. Kadar natrium benzoat pada sampel A sebesar 157,66 mg/kg ± 1,35, sampel B sebesar 148,65 mg/kg ± 0,20 dan sampel C sebesar 12,90 mg/kg ± 0,27.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN PEMILIHAN BENTUK DAN DOSIS SEDIAAN PARASETAMOL DALAM UPAYA SWAMEDIKASI DEMAM
Cindy Yopitha
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i1.270
Masyarakat Indonesia sering melakukan swamedikasi untuk mengatasi demam. Penanganan demam pada anak sangat tergantung pada peran orang tua. Tingkat pendidikan orang tua berpengaruh terhadap swamedikasi demam karena swamedikasi membutuhkan pengetahuan obat yang memadai dan tepat. Parasetamol merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi demam pada anak karena relatif aman, sehingga menjadi pilihan lini pertama pada demam anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap pemilihan bentuk sediaan dan dosis parasetamol dalam upaya swamedikasi demam. Penelitian ini mencari hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan pemilihan bentuk dan dosis sediaan parasetamol dalam upaya swamedikasi demam masyarakat di Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Sampel penelitian adalah orang tua yang memiliki anak dengan usia 0 bulan - 12 tahun dan pernah menggunakan parasetamol dalam rangka swamedikasi demam. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil dari penelitian antara tingkat pendidikan dengan bentuk sediaan adalah 0,407>0,05, dan untuk hasil penelitian dari tingkat pendidikan dengan dosis sediaan adalah 0,118>0,05. Dalam hal ini berarti H0 diterima, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pemilihan bentuk dan dosis sediaan.
Analisis Metil Paraben pada Hand Body Lotion yang Beredar Di Pasar Pagi Kota Samarinda Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Visible
Chandida Fitrilia Hiban
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i1.278
Hand body lotion adalah sediaan kosmetik yang menjadi pelembab bagi kulit. Pada sediaan hand body lotion mengandung metil paraben yang merupakan senyawa antibakteri yang dapat digunakan dalam mengurangi kontaminasi bakteri. Pada sediaan hand body lotion konsentrasi maksimum metil paraben dalam sediaan kosmetik menurut BPOM adalah 0,04%. Tujuan penelitian adalah mengetahui kandungan metil paraben dalam sampel hand body lotion yang beredar di Pasar Pagi Kota Samarinda. Sampel hand body lotion yang diteliti sebanyak 10 sampel. Uji kualitatif metil paraben dengan kromatografi lapis tipis yang diamati di bawah sinar lampu UV 254 nm. Berdasarkan hasil uji kualitatif sampel yang dinyatakan positif mengandung metil paraben adalah sampel G dan sampel H. sampel G dengan nilai Rf (0,537), dan sampel H dengan nilai Rf (0,537) sesuai dengan niali Rf baku metil paraben (0,55) dengan memberikan bercak biru kehitaman. Hasil kuantitatif yang didapatkan sampel G yaitu 0,0003% b/b dan H yaitu 0,0002% b/b dimana kurang dari 0,4% sehingga dinyatakan sampel yang diuji masih dinyatakan aman.
The Knowledge Of Oral Antibiotics Use In Students Of STIKES Dirgahayu Samarinda
Demitha Darius
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i1.281
There are still errors in the use of antibiotics that are a risk for antibiotic resistance. The level of knowledge affects the correct use of antibiotics, especially for students who take health education are expected to have a good level of knowledge in order to minimize the risk of antibiotic resistance. The aims of the study were to determine the knowledge of STIKES Dirgahayu Samarinda students about the use of oral antibiotics, to determine the effect of respondents' characteristics on the level of knowledge of oral antibiotics and to determine the relationship between the level of knowledge and the use of oral antibiotics without a doctor's prescription. The research method used is descriptive observational and cross sectional. The results showed that the level of knowledge about oral antibiotics in S1 Pharmacy students of STIKES Dirgahayu Samarinda was in the good category, namely the average total score was 15. There was no relationship between age, gender, place of origin and level with the level of knowledge of oral antibiotics of respondents with p value > alpha (0.05). There is no relationship between the level of knowledge and the use of oral antibiotics without a doctor's prescription with a p value > alpha (0.05).
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Di Puskesmas Temindung Kota Samarinda
Ni Ketut Dhiya Savitri
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i1.282
Pengetahuan (knowledge) merupakan suatu hasil dari penginderaan pada manusia, atau bisa dikatakan lain hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimiliki seperti mata, telinga, hidung. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik di Puskesmas Temindung Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional deskritif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 283 sampel dari 1400 populasi yang ada pada tiap bulannya. Pengambilan subjek penelitian untuk sampel dilakukan dengan menggunakan metode non probability sampling dengan pendekatan purposive. Jumlah Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan instrumen penelitian yaitu menggunakan kuisioner Questionnaire assessing use and knowledge of generic drugs among laypersons. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik di Puskesmas Temindung Kota Samarinda dalam kategori tingkat pengetahuan baik dengan persentase 63.3%, sedangkan tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 9.5% dan tingkat pengetahuan kurang dengan persentase 27.2%.
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DISERTAI HIPERTENSI DI PUSKESMAS PASUNDAN KOTA SAMARINDA
Rombe Kabanga, Filadelfia Rombe Kabanga
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i2.283
Kepatuhan pasien Diabetes Melitus (DM) dalam meminum obat sangat penting dilakukan untuk mencapai tujuan pengobatan yang efektif dan mencegah terjadinya komplikasi. Gangguan produksi dan fungsi insulin dapat mengakibatkan terjadinya hiperglikemia yang akhirnya akan meningkatkan tekanan darah (hipertensi). Pasien diabetes melitus tipe 2 yang disertai penyakit hipertensi memiliki resiko dua kali penyakit kardiovaskular seperti infark miokard, stroke, atau kematian dibandingkan dengan pasien hipertensi tanpa diabetes, sehingga kepatuhan minum obat sangat penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan terapi berupa pengontrolan kadar gula darah dan tekanan darah selalu dalam rentang normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 yang disertai hipertensi di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, kuesioner yang digunakan yaitu MMAS-8. Jumlah responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling dari bulan Juni tahun 2022 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian menunjukkan kategori tingkat kepatuhan minum obat pasien meliputi kepatuhan tinggi sebesar 37,5%, kepatuhan sedang sebesar 31,5%, dan kepatuhan rendah sebesar 31,5%. Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan variabel karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, jenis pengobatan dan lama pengobatan, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT PADA PASIEN RAWAT JALAN DI UNIT PELAYANAN FARMASI UPT PUSKESMAS PASUNDAN
DESITASARI, MERY DESITASARI
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i2.284
Pelayanan Informasi Obat atau PIO adalah kegiatan pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker informasi yang diberikan harus secara akurat,jelas dan terkini mengenai nama obat, sediaan obat, dosis obat, cara pakai obat, peyimpanan obat, indikasi obat, interaksi obat, efek samping obat yang mungkin terjadi pada pasien. Berdasarkan hal tersebut sangat tentulah penting untuk melaksanakan PIO sesuai dengan Permenkes No.74 Tahun 2016 demi tetap menjaga kebutuhan informasi obat kepada pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, non eksperimental dengan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan serta menggambarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi dilapangan pada saat penelitian yang dinyatakan dalam bentuk kalimat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian informasi obat pada pasien yang diberikan oleh Apoteker sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No.74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Pasundan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa metode observasi, metode wawancara terstruktur, dan dokumentasi yang dimana peneliti secara langsung mengamati dilapangan terhadap obyek penelitian dengan menggunakan metode-metode tersebut. Hasil Penelitian mengenai kelengkapan dan kesesuaian PIO yang diberikan oleh apoteker kepada pasien telah terlaksana dan terealisasikan sebesar 100% dari 10 pasien yang menjadi obyek penelitian dan sesuai dengan permenkes No.74 tahun 2016.Jadi, dapat disimpulkan bahwa Apoteker Unit Pelayanan Farmasi UPT Puskesmas Pasundan telah melakukan PIO yang tepat dan lengkap sesuai dengan pendoman Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016 yang telah ditetapkan.
Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat Desa Pentat Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat
Saputra, Petrus Yendi
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i2.285
Penggunaan obat tradisional dalam upaya pengobatan masyarakat telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dan dapat dibeli bebas di apotik, toko obat atau didapatkan langsung dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan obat tradisional, tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan penggunaan obat tradisional pada masyarakat Desa Pentat Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat. Desain penelitian ini adalah deskriptif non eksperimental. Penelitian ini mengikutsertakan 100 responden. Pengukuran tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan diukur dengan menggunakan kuesioner dan di analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil tentang penggunaan obat tradisional yaitu Rata-rata tingkat pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik (6,635), rata-rata sikap masyarakat termasuk dalam kategori sangat baik (3,86) dan keterampilan masyarakat yaitu sebagian responden sering mengalami penyakit batuk / flu (54%), obat yang sering digunakan untuk mengatasinya adalah OB Herbal (41%), obat yang digunakan dalam bentuk cairan (71%), dengan frekuensi penggunaan adalah 2-3x dalam seminggu (50%), dan cara mendapatkan obat tersebut adalah membeli di warung kelontong (72%).
ANALGESIC ACTIVITY TEST OF SUJI LEAF ETHANOL EXTRACT (Dracaena angustifolia) IN MALE MICE (Mus musculus) ACCETIC ACID INDUCED
Deanser, Serli
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52841/jfe.v3i2.287
Suji Leaf (Dracaena angustifolia) or also known as the local name Suji Leaf plant that is widely spread and used for generations in Southeast Asia, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the analgesic activity of the ethanolic extract of suji leaf which is efficacious as an analgesic in mice induced by 1% acetic acid. The results of the identification test of secondary metabolites of the ethanolic extract of suji leaves contain flavonoids, saponins, alkaloids, and steroids. Analgesic test using the chemical induction method of 1% acetic acid intra peritoneally in mice (Mus musculus) with 3 doses of ethanol extract of suji leaves. The results of the analgesic activity test of suji leaf extract successively at a dose of 25 mg/kgBW the analgesic power was 56.7%, at a dose of 50 mg/kgBW the analgesic power was 64.5%, at a dose of 100 mg/kgBW the analgesic power was 69.8%. Based on the ANOVA statistical test, there was a significant difference between the extract doses of 25 mg/kgBW, 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBW to the positive control and the negative control 0.000 (ᴘ 0.05).