cover
Contact Name
Zamrud Whidas Pratama
Contact Email
jurnalmebang@gmail.com
Phone
+6282221778818
Journal Mail Official
jurnalmebang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Mebang
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 27763919     EISSN : 27762513     DOI : https://doi.org/10.30872/mebang
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik is academic, open access, peer-reviewed journal founded and first published in 2021 by the Department of Ethnomusicology, Faculty of Cultural Studies, Mulawarman University. Issues are published two times a year in April and October. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik contains the results of music research, such as ethnomusicology; music performance art; music creation and research; and music education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Musik Salating sebagai Wujud Kreativitas Kelompok Kuarsa Mahakam di Kota Samarinda Zenita, Rifkia; Pratama, Zamrud Whidas; Setyoko, Aris
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v3i2.56

Abstract

This study aims to describe the presentation form of Salating music and the creativity of the Kurasa Mahakam group. The method used is qualitative with a descriptive analysis approach. The method used is qualitative with a descriptive analysis approach. The research steps include determining the research location and data collection techniques (literature study, observation, interviews, documentation), and laboratory work. The results of this study show that the creativity of the Kurasa Mahakam group is built from the 4P aspects, which include person, process, press, and product. The person includes all members of the Kurasa Mahakam group. The process starts from (a) the emergence of anxiety from within each member of the Kurasa Mahakam group towards the sustainability of traditional music in Samarinda City, (b) seeking inspiration by conducting discussions, (c) getting ideas and solutions by establishing the Kurasa Mahakam group, to (d) producing a creative product. The pressures of the Kurasa Mahakam group come from within each member and the external environment. The creative product of the Kurasa Mahakam group is Salating music.
Kajian Hermenutika Teks Lagu Tradisional Cik-Cik Periok di Daerah Kalimantan Barat Zakarias Aria Widyatama Putra; Yudhistira Oscar Olendo; Mastri Dihita Sagala
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v3i2.58

Abstract

This hermeneutic study research seeks to translate traditional songs from West Kalimantan, particularly thos of Cik-Cik Periok. The purpose of the application research is to study Cik-Cik Periok’s song historical context, an interpreter’s interpretation of meaning, and cultural context in order to find the deep context. The method for expressing subsequent interpretations uses qualitative methods with a Schleiermacher romantic hermeneutic approach that focuses on grammatical interpretation, technical interpretation, and cultural context. The data collected comes from in-depth interviews with ethnographers, writers, and language academics. The hermeneutical study discovered interpretations and translation results in the historical context of the Sambas people’s daily life in the West Kalimantan region; the technical interpretation of the song text is the attitude of respect implied to newcomers in the area; and the cultural context associated with character education Cik-Cik Periok’s song.
Strategi Sanggar Seni Karya Budi dalam Menjaga Kesenian Tingkilan Tradisional Kutai di Kalimantan Timur Fahrurazi Fahrurazi; Asril Gunawan; Zamrud Whidas Pratama
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v3i2.66

Abstract

Karya Budi merupakan salah satu sanggar seni yang masih mempertahankan kesenian tingkilan tradisi di era modern. Sanggar seni Karya Budi telah mempertahankan kesenian tingkilan tradisi hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan cara atau strategi yang dilakukan sanggar seni Karya Budi dalam menjaga kesenian tingkilan tradisional Kutai di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, meliputi teknik pengumpulan data, observasi, dan teknik analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan data-data yang telah ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sanggar seni Karya Budi memiliki strategi atau cara tersendiri dalam menjaga keaslian tingkilan tradisi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Strategi yang dijalankan oleh sanggar seni Karya Budi, antara lain (a) menyesuaikan lirik musik dengan tema acara disetiap penampilannya, (b) mengajarkan kesenian tingkilan melalui ekstrakurikuler, serta (c) memiliki kerja sama dengan beberapa tokoh kebudayaan dan instansi pemerintah daerah.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kesenian Sakeco di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat Disfi Afriandayani; Hana Permata Heldisari; Antonia Indrawati
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v3i2.71

Abstract

Kurangnya pemahaman tentang pendidikan karakter menyebabkan menurunnya kesopanan dan meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur maupun orang dewasa. Pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui kesenian tradisional, khususnya kesenian Sakeco yang terdapat di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Melihat kesenian Sakeco tanpa pesan dan makna menimbulkan permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kesenian Sakeco Kabupaten Sumbawa Besar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Subyek penelitian ini adalah ketua adat, seniman, pembuat lawas dan perancang busana. Teknik validasi yang digunakan adalah teknik triangulasi. Menganalisis data yang diperoleh mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan dari sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Sakeco mengandung nilai-nilai pendidikan karakter pada busana, syair/lawas, penabuh, dan tata rias. Nilai pendidikan karakter tersebut meliputi nilai religius, kerja keras, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, peduli sosial, cinta tanah air, kreatif, dan tanggung jawab.
Hibridisasi pada Musik Keroncong dalam Lagu Bugih Lamo oleh Grup Orkes Keroncong Buana Lestari Sawahlunto Ade Febri Yulfita; Asril Asril
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v3i2.88

Abstract

Minang pop song Bugih Lamo was composed by Syahrul Tarun Yusuf and arranged by the Buana Lestari Keroncong orchestra to become keroncong music. Bugih Lamo songs are already in the form of hybrid music between local and global cultures. The original musical arrangement uses modern musical instruments and uses diatonic tones. Keroncong music is also a hybrid music, so the two musical genres have adapted music globally following the western diatonic scale. The concept of the musical arrangement performed by the Buana Lestari Keroncong Orchestra in the Bugih Lamo song in the form of keroncong, by incorporating elements of keroncong music and other elements of Minang traditional music. The purpose of this study was to see the hybridization process in the keroncong music of the Buana Lestari Keroncong Orchestra. The method used is a qualitative method with the presentation of data is descriptive analysis. The results of this study indicate that there is hybridization and ambivalence in the arrangement of Bugih Lamo’s songs, where there is an assimilation between pop, keroncong, and traditional music. Data collection was carried out based on observation, documentation, and interviews with the artist’s work.

Page 1 of 1 | Total Record : 5