cover
Contact Name
Mahmuda Saputra
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6281229472841
Journal Mail Official
mahmuda@ugp.ac.id
Editorial Address
Jln. Simpang Kelaping-Lukup Badak-Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 24560
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi (Telangke)
ISSN : 28098943     EISSN : 28098978     DOI : https://doi.org/10.55542/jiksohum.v4i1
Core Subject : Education,
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi adalah jurnal terbitan berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Isipol Universitas Gajah Putih Program Studi Ilmu Komunikasi. Isi jurnal mencakup bidang studi ilmu Komunikasi dan Pendidikan. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantic pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan inter disipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan senilainnya, puisi dan prosa filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi, psikologi: psikologi pendidikan, psikologisosial, psikolog ikonseling. pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran Hukum studi budaya, Sosial. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 49 Documents
MODERNISASI TEKNOLOGI NEGARA AMERIKA DALAM FILM ELYSIUM (Analisis Semiotika Roland Barthes) Agustina, Krismonica
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v4i2.406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimanakah Modernisasi Teknologi dalam film Elysium dan menemukan makna dan tanda yang digunakan film Elyisum dalam mempresentasikan Modernisasi Teknologi. Teori yang digunakan untuk memecahkan penelitian ini adalah teori semiotika. Objek penelitiannya yaitu Elysium, yang merupakan film produksi Amerika dan tayang pada tahun 2013 dengan durasi selama 109 menit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik analisis semiotika model Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa adegan yang menggambarkan perkembangan teknologi yang begitu pesat di dalam film Elysium. Modernisasi teknologi tersebut terlihat dari tanda dan makna yang di telaah melalui teori semiotika Roland Barthes.
STRATEGI KOMUNIKASI PIMPINAN CAMAT SEI LEPAN KABUPATEN LANGKAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 Rahma Triana Hasibuan, Mawaddah; Anas Azhar, Anang; Zuhriah, Zuhriah
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v4i2.407

Abstract

Mengingat komunikasi sangat berperan dalam memudahkan pekerjaan manusia. Manusia sabagai mahluk sosial juga memerlukan bantuan orang lain. Penelitan ini berjudul “Strategi Komunikasi Pimpinan Camat Sei Lepan Kabupaten Langkat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Masa Pandemi Covid-19.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Komunikasi Pimpinan Camat Sei Lepan Kabupataen Langkat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Masa Pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi pimpinan camat sei lepan kabupaten langkat dalam meningkatkan kinerja pegawai di masa pandemic covid-19. Teori yang digunakan adalah menggunakan teori informasi organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 8 orang informan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian skripsi ini, menunjukkan Camat Sei Lepan Kabupaten Langkat memiliki strategi komunikasi yang digunakan antara lain 1. Penyampaian informasi menggunakan tutur kata yang baik, 2. Selalu melakukan monitoring di setiap aktivitas karyawan dan 3. Mengevaluasi hasil kerja karyawan.
REPRESENTASI OPTIMISME PIDATO GRUP BAND BEYOND THE SCENE (BTS) DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID 19 DI VIDEO SIDANG UMUM PBB UNITED NATIONS GENERAL ASSEMBLY 2021 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Hidayana, Aulya; Nasution, Belli
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i1.446

Abstract

Pandemi Covid-19 adalah bencana global yang menginfeksi ratusan ribu dan membunuh ribuan lainnya. Dampak yang disebabkan oleh Covid-19 tidak hanya menyebabkan permasalahan sosial, ekonomi, dan kesehatan saja tetapi juga psikologis masyarakat. Karenanya, dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang semakin tinggi terdapat energi besar yang dapat dibangun salah satunya sikap optimisme dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Sidang PBB United Nations General Assembly 2021 mengundang salah satu grup band korea ternama yaitu Beyond The Scene (BTS). Mereka di tunjuk untuk menyampaikan pidato yang membahas terkait pandemi Covid-19 yang terjadi. Kehadiran BTS dalam sidang PBB 2021 diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi kepada generasi masa depan di seluruh dunia dan menarik simpati mereka terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana makna Denotasi, Konotasi, Mitos dan Representasi Optimisme dalam pidato BTS pada sidang umum PBB UNGA 2021. Subjek penelitian ini adalah penonton video pidato grup band BTS dalam sidang umum PBB UNGA 2021. Objek penelitian ini adalah video pidato grup band BTS dalam sidang umum PBB UNGA 2021. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Kemudian untuk mencapai keabsahan data penelitian, penulis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotasi dalam video pidato grup band Beyond The Scene (BTS) pada sidang PBB United Nations General Assembly 2021 menunjukkan setiap member BTS menyampaikan pesan optimisme dengan memberikan pesan positif, semangat dan motivasi dalam menghadapi pandemic COVID-19.dengan makna konotasi yaitu optimisme dalam menghadapi pandemic COVID-19 dengan saling menguatkan satu sam lain, selalu berpikir positif, serta tidak menyerah. Kemudian makna mitos yang ditunjukkan bahwa orang yang memiliki sikap optimis adalah orang yang menghadapi kesulitan dengan pikiran positif sehingga mereka akan tetap semangat dan yakin bahwa setiap kesulitan akan dapat dihadapi dan teratasi dengan baik.
PENGARUH TINGKAT LITERASI MEDIA DIGITAL PADA GENERASI MILENIAL TERHADAP KEMAMPUAN MENGOLAH INFORMASI HOAX Karisma, Warih; Terryana Sukma, Della; Sholaica Gunatria, Fadilla
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i1.458

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data observasi yang menunjukkan banyaknya penyebaran informasi hoaks di Kabupaten Boyolali. Untuk merespons hal itu, maka peneliti melakukan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas yang bertujuan untuk mencari pengaruh antara “Tingkat Literasi Media Digital Pada Generasi Milenial” yang merupakan variabel independen/mempengaruhi (X) terhadap “Kemampuan Mengolah Informasi Hoax” yang merupakan variabel dependen/dipengaruhi (Y). Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 40 orang responden yang dipilih dengan kriteria usia 28-41 tahun atau dapat dikatakan sebagai generasi milenial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang merupakan generasi milenial di Kelurahan Sempu, Kabupaten Boyolali berada pada tingkatan basic dalam literasi bermedia digital. Sedangkan hasil dari indikator variabel independen (X) yaitu tingkat literasi media digital pada generasi milenial dan variabel dependen (Y) yaitu kemampuan mengolah informasi hoax, memiliki hasil yakni adanya pengaruh antara tingkat literasi media digital pada generasi milenial terhadap kemampuan mengolah informasi hoax di Kelurahan Sempu, Kabupaten Boyolali.
ANALISA KOMUNIKASI INTERNAL DAN EKSTERNAL DINAS SYARIAT ISLAM DALAM PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI KABUPATEN ACEH TENGGARA Soefi, Roezaini
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i1.541

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Diskripptif Kualitatif dengan metode Observasi. Subyek dan Obyek penelitain ini adalah Dinas Syariah Islam Kabupaten Aceh Tenggara, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses komunikasi yang dijalankan Dinas Syariat Islam secara internal dan eksternal dalam penerapan Syariat Islam di Aceh Tenggara dan untuk mengetahui hubungan komunikasi internal dan eksternal Dinas Syariat Islam. Hasil dari penelitian ini adalah Dinas Syariat Islam menunjukakan dengan Komunikasi Internal dan Ekternal yang dilaksnakan oleh Dinas Syariah Islam Kabupaten Aceh Tenggara, telah dapat mengurangi pelanggaran Syariah Islam, dengan sumber daya yang dimilki sebanyak 29 Pegawai Negeri Sipil, dari berbagai Didiplin Ilmu dan Jenjang Kepangkatan.
FENOMENA KONTEN #RACUNSHOPEE DALAM PLATFORM TIKTOK PADA PERILAKU KONSUMTIF PEREMPUAN KOTA PEKANBARU Ramadhani, Dini Widanti; Shasrini, Tessa
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i1.621

Abstract

Perkembangan media sosial yang terus berkembang dengan pesat dapat membantu kehidupan manusia dalam berbagai aktivitas. Salah satunya media sosial TikTok yang dikenal sebagai media yang paling banyak digunakan pada masa sekarang, keberadaan TikTok menghadirkan konten-konten yang dapat membuat penonton tertarik melalui halaman FYP (For Your Page). Berangkat dari fenomena tersebut maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena konten #racunshopee dalam platform TikTok pada perilaku konsumtif perempuan kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Menentukan informan penelitian menggunakan teknik Snowball Sampling yang terdiri dari 5 perempuan kota Pekanbaru. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa khalayak lebih memilih menggunakan TikTok kerena TikTok merupakan media yang sangat update mengenai berita-berita yang sedang terjadi, selain itu bahwa hanya dengan penonton konten #racunshopee sekali dapat membuat teracuni untuk langsung membeli produk, tak hanya itu pendapat lainnya mengatakan bahwa mereka merasa teracuni tapi tidak menimbulkan harsat untuk langsung membeli karena terjadinya pertimbangan terlebih dahulu. Ternyata dari adanya perilaku konsumtif dapat menimbulkan 2 aspek perilaku konsumtif pada informan yaitu implusive dan pembelian berlebihan (boros).
Opini Netizen tentang Iklan Rebranding Sorabel” (Studi Deskriptif pada Netizen Pengikut Kampanye #Cobadulubarubayar) KN, Jamiati
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i1.636

Abstract

Sale Stock, one of the Marketplaces in the field of women's fashion, is rebranding to Sorabel. This rebranding has been carried out since January 14 2019, accompanied by changes in the form of the website and applications for smartphones. With this title, Sorabel guarantees that the quality of each product, service and price can compete with other marketplaces. This startup always innovates in serving its clients. Innovation “Try First Then Pay. This research intends to identify and analyze what audiences think about Sorabel's rebranding ads on Instagram with #hastag#codulubarupaid. A qualitative research approach by outlining the results of questions and answers to campaign followers, directly or indirectly by netizens who participated in the sorabel #codulubarupaid campaign. The type of research used is descriptive, because the researcher will define and explain what the audience views about Sorabel's rebranding advertisement #trydulubarupaid through the campaign. The results of this research prove that netizens are enticed to take part in the #Cobadulubarupaid campaign because the theme used is attractive, Be Fashionable Forever, so that netizens look better and always look fashionable. Most informants recognized Sorabel's rebranding before exploring the #Cobadulubarupaid campaign. However, several informants said that Sorabel was a Salestock even though they had explored the #Cobadulubarupaid campaign. From the results of this research, it can be concluded that the views of netizens regarding their interest in participating in the #Cobadulubarupaid campaign are captivated because the theme carried by Sorabel is interesting and different from other competitors.
Analisis Clickbait Terhadap Tajuk Dan Keluku Kanal Youtube Johannes Liong Pada Kontennya Tentang Ustad Abdul Somad Zuhri, Al; Putra, Heri Rahmatsyah; Nurdin, Hanifah; Adrianda, Irsan; Pratama, Agus; Amri, Saiful
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i2.622

Abstract

Transfigurasi media terjadi begitu drastis didukung layanan internet yang sudah menembus banyak ruang bahkan sampai pelosok. Jika dahulu masyarakat hanya menjadi pengkonsumsi media secara aktif, maka saat ini memungkinkan siapa saja dapat mengelola media seperti YouTube dalam kajian ini. Tujuan dari serangkaian aktivitas penelitian yang dilakukan adalah mencari tahu apakah masyarakat sudah mampu memanfaatkan YouTube secara tepat, akurat, dan sehat dengan memanifestasikan regulasi dan fungsi media massa berdasarkan UU Pers dan ITE. Adapun subjek kajian di sini adalah kanal YouTube “Johannes Liong” dengan kualitatif sebagai metode yang diterapkan serta penggunaan dokumentasi dan observasi dalam melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan. Sementara teknik analisis data yang dipakai adalah content analysis. Setelah diteliti, maka didapati bahwa kanal YouTube “Johannes Liong” belum mampu memanifestasikan hukum dan fungsi media massa sebagaimana tuntunan UU Pers dan ITE. Di sana ada banyak ditemukan tajuk dan keluku yang mempraktikkan clickbait dan tidak memiliki relevansi dengan isi video, diantaranya berjudul “Resmi Ditangkap”, “Somad Resmi Ditangkap Densus”, dan “Resmi Ditangkap Dijemput Polisi” yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Jadi konten-konten yang dipublikasi dapat dikategorikan ke dalam konten pembohongan publik yang dapat merugikan dan menyesatkan dengan memanfaatkan tajuk dan keluku sensasional dan manipulasif demi kepentingan komersial semata, sehingga mengabaikan pemenuhan fungsi edukasi dan informasi serta etika dan moral bermedia.
Pola Komunikasi Mahasiswa Etnis Jawa Dalam Interaksi Sosial di Universitas Riau Sausan, Putri; Firdaus, Muhammad
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i2.707

Abstract

The need to improve the quality of life is increasingly diverse and requires sacrifice, one of which is education. Currently, if we want to get the major we want, we need to get out of the city where we live, which is often called wandering. When we go abroad, we need fast and good adaptations so that we can get an education as much as possible, but it cannot be denied that differences in residence create many obstacles in getting an education, one of which is cultural differences that hinder communication. This study uses a qualitative method with a descriptive approach and uses uncertainty reduction theory and uses a purposive sampling technique. Types and sources of data obtained through primary data and secondary data. Data collection is done by interviews, observation and documentation. Data analysis techniques by reducing data, presenting data and drawing conclusions. Furthermore, checking the validity of the data was carried out by extending participation and triangulation. The results showed that the communication patterns of Javanese ethnicity were in the form of communication patterns based on communication facilities and media which were supported by mutual feedback so that messages could be understood properly. While the inhibiting factors are stereotype, ethnocentrism, and alienation while the supporting factors are the use of the same language, namely Indonesian, the same means of communication and the ability to think of the Javanese themselves.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Media Promosi Pada Akun Instagram @bittersweet_by_najla Millenia, Leza Putri; Gemiharto, Ilham; Risanti, Yuliani Dewi
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v5i2.720

Abstract

This study aims to find out the reasons for the use of Instagram social media by Bittersweet by Najla, how it is used as a form of promotional activity, to the constraints on its use. This study uses a qualitative method with a case study approach and uses data collection techniques by interviews, observation, and documentation,. The key informants in this study are consist of two informants, with two informants as the main informant, and there is also four informants as supporting informants from Instagram followers of @bittersweet_by_najla as well as consumers and Instagram followers of @bittersweet_by_najla who are not consumers. Then, data analysis uses the Miles & Hubberman analysis technique which consist of three things, data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The results of the study show that there are several reasons driving the use of Instagram social media by Bittersweet by Najla as a promotional medium, cost efficiency, easy operation and maximum features, the right social media platform to do promotion in the culinary field, fit Bittersweet by Najla's market segmentation, and the promising advertising features (Instagram Ads). Then it is also found in the management of Instagram social media Bittersweet by Najla which studies by use of Chris Heuer's Social Media Marketing concept with four elements in it namely context, communication, collaboration, connection it was found that the management of Instagram Bittersweet by Najla fulfilled these four elements as promotional media. However, it was found that these four elements complement each other, if there is one element that is not optimal it will affect the decline in sales and the existence of Bittersweet by Najla in the community. In addition, obstacles were also found in this study. This research is expected to produce an Instagram social media model for culinary businesses in order to promote a bussinesses.