cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6285259948993
Journal Mail Official
eksergi.polines@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jalan. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eksergi: Jurnal Teknik Energi
Design of DC Accumulator Charging using Backup Accumulator Based on Inverter and Converter Device Parlindungan Pandapotan Marpaung
Articles 256 Documents
METODE PENURUNAN TAHANAN PEMBUMIAN PADA ELEKTRODA PLAT DENGAN SOIL TREATMENT GARAM Wiwik Purwati Widyaningsih; Teguh Harijono Mulud
Eksergi Vol 12, No 3 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.011 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v12i3.619

Abstract

Permasalahan yang timbul dalam sistem pembumian adalah keadaan tanah berbeda-beda dapat menyebabkan nilai tahanan pembumian yang berbeda pula. Tujuan sistem pembumian adalah untuk menurunkan nilai tahanan pembumian dengan menambahkan garam dapur pada tanah. Metode yang digunakan adalah metode tiga titik. Elektroda plat tembaga yang digunakan memiliki panjang 20 cm, lebar 18 cm, dan tebal 0,8 mm. Variasi yang dilakukan yaitu soil treatment di atas elektroda, dibawah elektroda, serta diatas dan dibawah elektroda. Berat garam dapur yang digunakan adalah 2 kg. Penelitian dilakukan selama 7 hari tiap variasi posisi. Masing – masing variasi posisi, memberikan pengaruh penurunan nilai tahanan pembumian. Posisi soil treatment di atas elektroda plat tembaga mengalami penurunan tahanan pentanahan sebesar 90,77 % menjadi 25,18 Ω. Posisi soil treatment di bawah elektroda plat tembaga mengalami penurunan nilai tahanan pembumian 85,26 % menjadi 32,86 Ω. Posisi soil treatment di atas dan dibawah elektroda plat tembaga mengalami penurunan nilai tahanan pembumian sebesar 92,20 % menjadi 23,7 Ω.Kata Kunci : Penurunan tahanan pembumian, soil treatment
Analisis Aliran Pada Rotor Turbin Angin Sumbu Horisontal Menggunakan Pendekatan Komputasional Nazaruddin Sinaga
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.106 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1027

Abstract

Pemanfaatan energi angin di Indonesia terkendala oleh rendahnya kecepatan rata-rata angin di kebanyakan wilayah Indonesia. Oleh karena itu perlu diupayakan dan dikembangkan teknologi yang dapat digunakan untuk memanfaatkan energi angin yang berkecepatan rendah ini sehingga dapat diterapkan secara komersial. Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan memantapkan kemampuan dalam melakukan analisis dan perancangan turbin angin untuk berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik turbin angin. Dalam tulisan ini dikemukakan hasil-hasil perhitungan numerik 2 dan 3 dimensi dari suatu turbin angin yang terdapat di Laboratorium Efisiensi dan Konservasi Energi, Universitas Diponegoro. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan model simulasi perhitungan yang nantinya dapat digunakan untuk menganalisis dan merancang turbin angin dengan berbagai variasi parameter, misalnya sudut pitch, sudut yaw, sudut tilt, sudut precone, diameter rotor, jenis airfoil, kecepatan angin, intensitas turbulensi, dan sebagainya. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ANSYS FLUENT dengan model turbulensi k- standard dan Spalart-Allmaras, pada sebuah turbin angin sumbu horizontal 3 sudu berdiameter 120 cm menggunakan airfoil NACA 4415 dengan panjang chord terlebar 153 mm. Kecepatan angin divariasikan dari 2,5 m/s - 3,4 m/s dengan kecepatan rotor 355 rpm, dengan sudut serang dari 0 - 16 derajat serta sudut pitch 23 - 26 derajat. Kesimpulan utama yang dihasilkan dari studi ini adalah bahwa analisis aliran pada turbin angin dapat dilakukan dengan metoda numerik dengan hasil yang cukup baik. Kesimpulan lainnya adalah bahwa model turbulensi k- standard memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan model turbulensi Spalart-Allmaras. Dari simulasi ini juga dihasilkan rancangan rotor turbin angin yang dapat bekerja pada kecepatan angin yang lebih rendah dibandingkan dengan turbin angin yang dimiliki saat ini. Kata kunci : turbin angin, wind turbine aerodynamics, blade design, computational fluid dynamic
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS MATAHARI, SUHU PERMUKAAN & SUDUT PENGARAH TERHADAP KINERJA PANEL SURYA - Suwarti
Eksergi Vol 14, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.8 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i3.1373

Abstract

Abstrak Tujuan utama tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas matahari, suhu permukaan, dan sudut pengarah terhadap daya panel surya. Pengaruh intensitas matahari didapat dengan cara perubahan waktu sehingga intensitasnya bervariasi dengan sudut tetap 90odan suhu permukaan relatif sama, suhu permukaan didapatkan dengan cara memvariasi suhu dengan sudut pengarah tetap 90odan intensitas relatif sama, sudut pengarah didapat dengan cara memvariasi sudut pengarah dengan intensitas dan suhunya relatif sama. Pengaruh kinerja panel surya yaitu semakin besar intensitas matahari maka arusnya semakin besar dan tegangannya cenderung tetap. Suhu permukaan mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin besar temperaturenya maka tegangannya semakin kecil dan arusnya cenderung tetap. Sudut pengarah mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin mendekati tegak lurus terhadap datangnya cahaya matahari maka tegangan dan arusnya akan semakin besar. Data-data hasil pengujian kemudian diolah untuk mengetahui daya listrik maksimum yang mampu dihasilkan. Hasil tugas akhir ini menunjukkan bahwa pada intensitas matahari 1006 W/m2 dengan daya terbesar yang mampu dihasilkan adalah 28,035 watt. Pada temperature permukaan 54,5oC dengan daya terbesar 28,035 watt. Pada sudut pengarah 90o daya terbesar yang dihasilkan adalah 26,7735 watt. Peforma panel surya dipengaruhi oleh intensitas matahari, temperatur permukaan, dan sudut pengarah semakin besar faktor yang mempengaruhinya daya yang dihasilkan juga semakin besar. Kata kunci : Peforma panel surya, Daya yang dihasilkan, Faktor pengaruh.
DISAIN MODUL POMPA AIR LAUT TENAGA SURYA UNTUK PRODUKSI GARAM Widiatmoko, Kristianto Adi
Eksergi Vol. 17 No. 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.512 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i1.2079

Abstract

Kelangkaan garam perlu dengan cepat diatasi. Penggunaan modul pompa air laut diharapkan menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan kelangkaan garam. Desain modul pompa air laut tergantung dari potensi energi Matahari di Indonesia. Kemampuan panel surya mengekstrak energi Matahari dan hubungannya dengan pemilihan kapasitas pemompaan di analisa dalam makalah ini. Keekonomian penggunaan modul pompa air laut dan pompa degan mesin berbahan bakar minyak dibandingkan untuk diketahui nilai keekonomisan modul pompa air laut sebagai pengganti mesin pompa.
PEMBUATAN MODUL SISTEM PROTEKSI TENAGA LISTRIK SEBAGAI ALAT PRAKTIKUM DI LABORATORIUM TEKNIK KONVERSI ENERGI - Wahyono; Achmad Syafiruddin Anwar; Ahad Dimas Aditiawarman
Eksergi Vol 10, No 2 (2014): MEI 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.495 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i2.244

Abstract

Di laboratorium teknik konversi energi Politeknik Negeri Semarang perlu penambahan alat praktikum mata kuliah Sistem Proteksi dengan topik MCB (Mini Circuit Breaker), Sekering Lebur, dan  TOLR (Thermal Over Load Relay). Dimana dalam praktikum tersebut ada beberapa kekurangan yaitu dalam hal pengambilan waktu uji atau timer yang kurang tepat karena masih menggunakan timer manual (stopwatch) yang datanya tidak valid dan ada beberapa alat uji yang sudah menurun kualitasnya. Oleh sebab itu dibuat rancang bangun modul sistem proteksi tenaga listrik yang nantinya digunakan sebagai alat praktikum di laboratorium teknik konversi energi Politeknik Negeri Semarang. Setelah dilakukan pengujian dan didapatkan hasil yang berupa data yang ditabelkan dan masing – masing komponen yang diuji mempunyai data yang berbeda sebagai contoh pada pengujian MCB 1 phasa 1A, MCB  baru trip pada arus sebesar 1,5A dengan lamanya pengujian selama 300 detik sedangkan untuk MCB 1 phasa 2A, MCB baru trip pada arus sebesar 2,7A selama 196 detik dan juga trip pada arus sebesar 3A selama  60 detik. Dari kedua data tersebut dapat disimpulkan pada pengujian MCB ini arus yang digunakan untuk mengetripkan MCB sebesar 150% dari spesifikasi yang tertera pada alat. Untuk pengujian yang dilakukan pada alat ini menggunakan pengujian beban lebih.  Kata kunci : modul, proteksi, tenaga listrik.
ANALISA PERHITUNGAN KERJA ALAT PENUKAR KALOR BERDASARKAN DATA DESAIN DAN DATA AKTUAL Nugraha, Rapi; Setiawan, Reza; Anjani, Ratna Dewi
Eksergi Vol. 17 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.226 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i3.2858

Abstract

Alat penukar kalor atau Heat Exchanger merupakan  alat yang digunakan untuk menukar atau mengubah temperatur fluida atau mengubah phasa fluida dengan cara mempertukarkan atau memindahkan kalornya dengan fluida lain.   Sebagian besar dari industri ”“ industri yang berkaitan dengan pemprosesan selalu menggunakan alat ini, sehingga alat penukar kalor ini mempunyai peran penting dalam suatu proses produksi atau operasi. Seperti halnya yang akan dibahas   pada studi kasus yang telah dilakukan di PT Sintas Kurama Perdana sebuah alat penukar kalor Reboiler AB 464 Jenis Shell and Tube Type 1-1 (Single Pass) yang memiliki fungsi sebagai pemanas. Dimana fluida panas (hot fluid) adalah uap panas (steam) yang diperoleh dari PT. Pupuk Kujang Cikampek   dan fluida dingin (cold fluid) adalah campuran methanol, metil format, dan air sebagai fluida yang dipanaskan. Untuk menentukan besar kecilnya panas yang dipindahkan pada beda temperature ini tergantung pada harga variabel yang ditentukan, dimana pada suatu alat penukar kalor tersebut ini dapat diperkirakan besarnya melalui hasil perhitungan.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efektivitas Reboiler pada data aktual sekitar 83,31% sedangkan pada pada data desain hanya 21,5%. Untuk mendapatakan hasil  maksimal, hendaknya melakukan koreksi kembali terhadap data desain atau specificatiom sheet karena penulis menemukan hasil perhitungan yang tidak ideal pada efektivitas peforma Reboiler AB 464.
PERANCANGAN TURBIN STRAIGHT BLADE DARRIEUS DENGAN TIGA SUDU - Supriyo
Eksergi Vol 11, No 2 (2015): MEI 2015
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4088.077 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v11i2.262

Abstract

Karakteristik  turbin angin tipe Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) Straight Blade Darrieus  berpenampang aerofoil NACA 0020 dengan 3 sudu  , sudut sudu (5°, 10°, 15°, dan 20°) serta pengaruh rumah pengarah angin model  setengah silinder. Metode yang digunakan menguji turbin dengan rumah pengarah  dan tanpa rumah pengarah angin. Menggunakan kecepatan angin dari blower 6 m/s, diameter rotor turbin tanpa rumah pengarah 50 cm, diameter rumah pengarah angin 65 cm, panjang sudu turbin 70 cm dan tinggi rumah pengarah angin 86 cm. Pada  sudut sudu  15°  menghasilkan  Cp  0,137  dengan PTurbin  6,097 Watt,  pada putaran turbin 127 rpm, dengan Torsi 0,459 Nm, Ct 0,310 dan TSR 0,554. Menggunakan rumah pengarah angin tipe setengah silinder menghasilkan data terbaik pada sudut sudu 15° menghasilkan Cp 0,073 dengan PTurbin 3,260 Watt, pada putaran turbin 107 rpm, dengan Torsi 0,291 Nm, Ct 0,196 dan TSR 0,467. Penggunaan turbin yang terbaik adalah tanpa menggunakan rumah pengarah angin pada sudut sudu 15° menghasilkan efisiensi 13,7 %. Kata kunci: Aerofoil, Darrieus, NACA 0020, Sudut Sudu.
PERENCANAAN SURVEY SEBARAN POTENSI ENERGI TERBARUKAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TERAPUNG PROVINSI JAWA BARAT BERBASIS VISUALISASI DAN LAYOUTING PETA QGIS 3.16 Diniardi, Enno Agdelliano; FarrosHariyadi, Wahyu; Iqbal, Muhammad; FarisSyaifullah, Moh.; Dewantara, Prayudi Wahyu; Ayu Febriani, Siti Diah
Eksergi Vol. 18 No. 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.619 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v18i1.3222

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung adalah peralatan pembangkit listrik yang mengubah daya matahari menjadi listrik. PLTS sering juga disbut Solar Cell, atau Solar Photovoltaik. Sistem PLTS terapung ini dipasang di atas perairan waduk atau danau. Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang melimpah dan menarik perhatian peneliti dalam beberapa dekade terakhir ini. Tingginya polusi udara dan laju pertumbuhan konsumsi energi mendorong setiap negara untuk mengoptimalkan segala potensi energi terbarukan dan optimalisasi pemanfaatan PLTS terapung di daerah Jawa Barat. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan PLTS terapung di Jawa Barat dengan menggunkan aplikasi QGIS. Penelitian ini diawali dengan melakukan studi literatur, identifikasi masalah, penentuan kriteria perencanaan survey potensi, pengolahan data, hingga visualisasi layouting peta pada aplikasi QGIS. Berdasarkan analisis data dan hasil pemetaan didapatkan di daerah jawa barat yaitu ada 7 waduk yang terletak di daerah Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cimahi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten bandung barat, Kabupaten Kuningan. Dengan demikian digitalisasi ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi PLTS terapung di Jawa Barat. Kata Kunci: PLTS, QGIS 3.16, terapung, inovasi energi, teknologi, energi surya
ANALISA EFISIENSI TURBIN GAS UNIT 1 SEBELUM DAN SETELAH OVERHAUL COMBUSTOR INSPECTION DI PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN PLTGU CILEGON - Sunarwo; Teguh Harijono Mulud
Eksergi Vol 12, No 2 (2016): MEI 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2255.016 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v12i2.288

Abstract

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh overhaul combustor inspection terhadap efisiensi turbin gas unit 1 di PLTGU Cilegon. Untuk mengetahui pengaruh overhaul terhadap efisiensi turbin gas maka digunakan metode perhitungan efisiensi berdasarkan input dan output komponen turbin gas. Pengaruh overhaul combustor inspection dilihat dari efisiensi kompresor, efisiensi ruang bakar, efisiensi turbin, efisiensi thermal siklus brayton, efisiensi thermal efektif, heat rate turbin, dan konsumsi bahan bakar. Hasil perhitungan setelah dilakukan overhaul efisiensi kompresor mengalami peningkatan tertinggi 1,44 %, efisiensi ruang bakar mengalami penurunan tertinggi 1,74 %, efisiensi turbin mengalami peningkatan tertinggi 0,23 %, efisiensi thermal siklus brayton mengalami peningkatan tertinggi 0,47 %, efisiensi thermal efektif mengalami peningkatan tertinggi 0,27 %, heat rate mengalami penurunan tertinggi 114,83 kJ/kWh, dan konsumsi bahan bakar mengalami penurunan tertinggi 697,42 Nm3/h. ”Kata Kunci: Turbin gas, overhaul combustor inspection, efisiensi turbin gas
Perbaikan Motor Induksi 2380 KW di PT.PINDAD (Persero) Nanda Tri Amalia; Teguh Harijono Mulud; Budhi Prasetiyo
Eksergi Vol 13, No 2 (2017): MEI 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.731 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i2.910

Abstract

Perbaikan motor induksi 2380 kW di PT.PINDAD (Persero) yaitu dilakukannya uji kinerja motor induksi sebelum dan sesudah proses rewinding dan mencatat hasil pengujian. Proses rewinding bertujuan agar kondisi dan kinerja motor induksi kembali seperti semula. Proses dilanjutkan pada tahap pengujian untuk menentukan kemampuan motor induksi. Langkah Tugas Akhir yaitu melakukan pengamatan dan wawancara dengan pembimbing di PT.PINDAD (Persero). Proses rewinding meliputi proses pembuatan coil, isolasi awal, hot press, forming coil, tes awal (impulse), isolasi akhir, tes tegangan tinggi DC, proses inserting, proses penyambungan, boring field test, proses Vacum Pressure Impregnating, proses pengeringan, tes tegangan tinggi AC, proses perakitan, dan final test. Pengujian tahap akhir meliputi pengujian keadaan diam, pengujian tanpa beban, pengujian getaran, pengujian ketahanan panas. Setelah dianalisa hasil pengujian pada U-body 2340 MΩ, V-body 6220 MΩ dan W-body 2950 MΩ sedangkan standar nilai tahanan isolasi adalah 100 MΩ, pengujian tanpa beban didapat 68A per-fasa, nilai getaran dibawah 1 mm/s sedangkan standar nilai getaran minimum 2,8 mm/s, dan pada pengujian ketahanan panas tidak terdapat permasalahan suhu. Pengujian dinyatakan telah berhasil karena sudah memenuhi standar. Kata kunci : Proses rewinding, Pengujian tahap akhir, dan Analisa.