cover
Contact Name
Christine
Contact Email
christinekromoprawiro@gmail.com
Phone
+6285241079002
Journal Mail Official
christinekromoprawiro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, 94145 Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 27978176     EISSN : 27978184     DOI : https://doi.org/10.33860/bjkl
Core Subject : Health, Social,
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan accepts original research articles and literature review articles covering the following topics: 1. Environmental Health 2. Environmental Epidemiology 3. Environmental Health Risk Assessment 4. Environmental Health Management 5. Environmental Health Technology 6. Environmental-Based Diseases 7. Environmental Toxicology 8. Water and Sanitation 9. Waste Management 10. Vector Rodent Disease Control and Prevention 11. Food Safety 12. Aspects of Environmental Health in Disaster Management
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Aida Fitria Rafiah; Khambali; Setiawan
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.2988

Abstract

Latar Belakang: Terdapat satu kesamaan permasalahan pada setiap Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Lape yaitu masih belum disediakannya sarana penunjang program PHBS yang layak oleh pihak sekolah serta implementasi penerapan PHBS oleh siswa yang masih minim. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PHBS pada SDN di Kecamatan Lape. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian secara deskriptif dengan sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan populasi. Proses pengolahan data dilakukan secara manual berdasarkan hasil pengisian lembar observasi. Data selanjutnya di analisis menggunakan teknik analisis data deskriptif dan kriteria klasifikasi PHBS pada tatanan pendidikan. Hasil: Dari 8 indikator PHBS pada institusi pendidikan, indikator yang tidak memenuhi syarat yaitu mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun sebanyak 9 SDN (64,2%), mengonsumsi jajan sehat di kantin sekolah sebanyak 2 SDN (14,2%), menggunakan jamban yang bersih dan sehat sebanyak 10 SDN (71,5%), membuang sampah ke tempat sampah yang terpilah (21,5%), dan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan sebanyak 5 SDN (32,8%). Kesimpulan: dari penelitian yang telah dilakukan pada 14 SDN di Kecamatan Lape, terdapat 5 dari 8 indikator pada PHBS tatanan institusi pendidikan yang tidak memenuhi syarat.
Efektivitas Penggunaan Beberapa Jenis Resin Kation terhadap Penurunan Kesadahan Air Sumur Gali di Gampeng, Triwidadi, Pajangan, Bantul Febia, Yana; Amri, Choirul; Santjoko, Herman
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.3923

Abstract

Latar Belakang: Sumur gali yang berada di daerah lapisan batu gamping memiliki kondisi kualitas air rendah dikarenakan mengandung kesadahan. Kesadahan dapat diturunkan dengan proses pertukaran ion, media yang digunakan dalam proses tersebut yaitu resin kation. Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan resin kation jenis Laterase, Trilite KH-80, dan Amberlite IR 120 Na terhadap penurunan kadar kesadahan air sumur gali di Gampeng, Triwidadi, Pajangan, Bantul.. Metode: Jenis penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan desain Pre Test – Post Test With Control Group. Kelompok perlakuan dengan menggunakan jenis resin kation Laterase, Trilite KH-80, dan Amberlite IR 120 Na, serta kelompok kontrol. Total sampel perlakuan sebanyak 24 sampel dan 1 sampel pre test. Waktu kontak yang digunakan selama 10 menit dan menggunakan aliran down flow. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023. Hasil: Hasil pemeriksaan kesadahan air sumur gali dengan pre test sebesar 409,03 mg/L dan presentase penurunan perlakuan menggunakan resin kation Laterase sebesar 81%, Trilite KH-80 sebesar 86,74%, dan Amberlite IR 120 Na sebesar 76,81%. Hasil uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dengan nilai sig. 0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan kesadahan air sumur gali dengan menggunakan resin kation jenis Laterase, Trilite KH-80, dan Amberlite IR 120 Na. Kesimpulan: Resin kation Trilite KH-80 merupakan resin yang paling efektif untuk menurunkan kesadahan air sumur gali dengan persentase penurunan sebesar 86,74%.
Gambaran Personal Hygiene dan Angka Kuman Es Teh Kantin Sehati (Food Court) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Fikri Widodo, Izzati; Suyanto, Adib; Mulyaningsih, Tri
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.3950

Abstract

Minuman teh merupakan minuman olahan daun pucuk teh yang disukai oleh semua kalangan. Minuman es teh merupakan minuman yang favorit di Kantin Poltekkes Yogyakarta. Minuman teh dapat dikonsumsi apabila bersih dan aman dari komponen berbahaya. Keberadaan mikroba dapat menjadi salah satu parameter biologis yang dapat menentukan layak atau tidaknya makanan dan minuman tersebut untuk dikonsumsi. Latar Belakang : Berdasarkan Studi Pendahuluan yang dilakukan di Kantin Sehati terdapat permasalahan pada Penjamah Makanan yang belum lengkap menggunakan APD. Tujuan : Mengetahui besarnya angka kuman pada minuman es teh dan personal hygiene penjamah minuman di kantin (food court) Kampus Poltekkes Yogyakarta. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel yang digunakan adalah minuman es teh kantin Kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kuman ada di kantin, 2 dari 7 telah memenuhi syarat sedangkan perilaku personal hygiene telah diterapkan oleh semua penjamah makanan di Kantin Sehati dan memenuhi syarat. Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pemeriksaan angka kuman pada 2 kantin memenuhi syarat dan 5 kantin tidak memenuhi syarat dan personal hygiene telah diterapkan oleh semua penjamah makanan di Kantin Sehati dan memenuhi syarat.
Gambaran Hygiene Sanitasi Rumah Makan Di Lingkungan Kampus Pusat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Istikomah, Ayu Puja; Amalia, Rizki; Haryanti, Sri
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.3959

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya kualitas pangan pada tempat pengolahan pangan seperti rumah makan adalah rendahnya pengetahuan dan pemahaman terhadap tempat pengolahan pangan seperti seperti lokasi tempat pengolahan pangan, pemilihan bahan, penyimpanan bahan, pengolahan pangan, penyimpanan pangan jadi dan penyajian. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran hygiene Rumah makan di lingkungan kampus pusat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan cara survei langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi menggunakan checklist dan wawancara dengan jumlah sampel 29 rumah makan. Hasil: hasil penelitian diperoleh dari 29 rumah makan yang tidak memenuhi syarat berjumlah 29 rumah makan dengan presentase 100%, hygiene sanitasi area pelayanan konsumen diperoleh dari 29 rumah makan yang memenuhi syarat berjumlah 7 rumah makan dengan presentase 24,2% dan rumah makan yang tidak memenuhi syarat berjumlah 22 rumah makan dengan presentase 75,8%, hygiene sanitasi area dapur atau penyiapan pangan, yang memenuhi syarat berjumlah 17 rumah makan dengan presentase 58,6% dan rumah makan yang tidak memenuhi syarat berjumlah 12 rumah makan dengan presentase 41,4%. Dan hasil keseluruhan hygiene sanitasi rumah makan yaitu 14 rumah makan (48,3%) memenuhi syarat dan 15 rumah makan (51,7%) tidak memenuhi syarat. Dengan batas laik hygiene sanitasi ≥ 80 memenuhi syarat dan ≤80 tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Mayoritas rumah makan yang diteliti tidak memenuhi standar hygiene dan sanitasi yang ditetapkan. Khususnya, area pelayanan konsumen menunjukkan tingkat ketidaklayakan tertinggi dengan 75,8% rumah makan tidak memenuhi syarat.
Evaluasi Kualitas Sanitasi dan Keamanan Kolam Renang X, Kota Ternate I.D. Alim, wahyuni
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.4063

Abstract

Latar Belakang: Kualitas sanitasi kolam renang sangat penting untuk menjamin kesehatan pengguna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sanitasi Kolam Renang X di Kota Ternate berdasarkan standar Permenkes. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif digunakan dengan melibatkan observasi, pengukuran kualitas air, dan wawancara. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kondisi sanitasi kolam renang tergolong baik. Kualitas air memenuhi standar, namun terdapat beberapa kekurangan pada aspek lingkungan dan kelengkapan fasilitas sanitasi. Ketersediaan tempat cuci tangan masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kondisi sanitasi kolam renang cukup baik, namun perlu dilakukan perbaikan berkelanjutan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna.

Page 1 of 1 | Total Record : 5