cover
Contact Name
Miftakhul Faizin
Contact Email
miftakhulfaizin69@gmail.com
Phone
+6289527336603
Journal Mail Official
jasna@unisnu.ac.id
Editorial Address
Jl. Taman Siswa Pekeng Tahunan, Jepara, Jawa Tengah., Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah, 59427
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
JASNA : Journal For Aswaja Studies
ISSN : 27744051     EISSN : 27749282     DOI : 10.34001/jasna
Core Subject : Religion,
JASNA Journal For Aswaja Studies adalah jurnal kajian Islam yang diterbitkan oleh Pusat Studi Aswaja, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Jurnal ini berfokus pada topik topik keIslaman inter, multi, dan transdisipliner. Ruang lingkup artikel meliputi, Ahlu As sunnah wa al jamaah, Filsafat Islam, Pemikiran dan Sastra Islam, Islam dan Perdamaian, Ilmu Pengetahuan dan Peradaban dalam Islam, Islam di Daerah, Komunitas Muslim, Pendidikan Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam dan Studi Bisnis, Al-Quran dan Hadits.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Konsep Urf dalam Hukum Islam Perspektif Syaikh Yasin Alfadani (Padang) dalam Kitab Alfawaid Aljaniyah Altsaury, Roychan Abdul Aziz; As'ad, Ali
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i2.5456

Abstract

Abstract Culture represents a controversial source of Islamic law. However, it's not yet clear what kind of culture can serve as a legal foundation, its criteria, and its legitimacy. Using a literature study approach, the objective of this research is to analyze the concept of 'urf (custom) in Islamic law from the perspective of Sheikh Yasin Alfadani in his book "al-Fawa’id Al-janiyah." Additionally, this study aims to interpret Sheikh Yasin Alfadani's views on the concept of 'urf in Islamic law through a qualitative analysis approach.In Indonesian, 'urf is defined as adat (custom) or kebiasaan (habit). 'Urf that can be considered as hujjah (evidence) in Islamic law refers to the valid customs of the society, encompassing both speech and actions. "Al-'Adat Muhakkamah" is a concept in the science of ushul fiqh (principles of Islamic jurisprudence) that signifies that the customs or habits of the society can be a valid basis or hold authority in Islamic law. Through the examination of the book al-Fawa'id Al-janiyah, several principles related to 'urf are discovered. These principles include the understanding that uncertain or changing customs cannot be established as determinations, customs conflicting with the syara' (Islamic law) must be adhered to the syara'. Moreover, customs can serve as requirements in certain situations, and customs that occur after a statement or action are not valid. Keywords: 'Urf, Ritual, Culture. Abstrak Budaya merupakan sumber hukum Islam yang kontroversial. Namun, belum jelas budaya seperti apa yang bisa dijadikan dasar hukum, kriterianya, dan nilai keabsahannya. Dengan metode pendekatan studi literatur, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep 'urf dalam hukum Islam dari perspektif Syaikh Yasin Alfadani dalam Kitab al-Fawa’id Al-janiyah. Penelitian ini juga bertujuan untuk menginterpretasikan pandangan Syaikh Yasin Alfadani tentang konsep 'urf dalam hukum Islam melalui pendekatan analisis kualitatif.’Urf diartikan dalam bahasa indonesia sebagai adat atau kebiasaan. ‘Urf yang dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam adalah kebiasaan-kebiasaan masyarakat, baik ucapan maupun sikap atau perbuatan yang sahih. ”Al-’Adat Muhakkamah” adalah sebuah konsep dalam ilmu ushul fiqh yang berarti bahwa adat atau kebiasaan masyarakat dapat menjadi dasar hukum yang sah atau memiliki otoritas dalam Islam. Dalam tinjauan kitab al-Fawa’id Al-janiyah, ditemukan beberapa prinsip yang berkaitan dengan ’urf. Prinsip-prinsip tersebut meliputi pemahaman bahwa adat tidak dapat dijadikan ketetapan jika tidak pasti atau tetap, adat yang bertentangan dengan syara'' harus diikuti syara''. Selain itu, adat dapat menjadi syarat dalam beberapa situasi, dan adat yang terjadi setelah ucapan atau tindakan tidak berlaku.  Keywords: ’Urf, Adat, Budaya.
Sejarah Lahirnya Peradaban Pendidikan Islam dan Relevansinya Terhadap Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Fikriyan, Fahrur; Huda, Fatkhul; Rahmawati, Ana
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i2.5381

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji sejarah perkembangan pendidikan Islam dan relevansinya dengan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur kualitatif, penelitian ini menelusuri perkembangan pendidikan Islam sejak masa awal Islam hingga masa sejarah seperti Dinasti Abbasiyah, Fatimiyah, dan Andalusia. Penelitian ini menunjukkan pentingnya peran lembaga pendidikan seperti kuttab, masjid, madrasah, dan lainnya dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Selain itu penelitian ini menjelaskan bagaimana pengaruh sejarah pendidikan Islam masih relevan dalam perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Konsep desentralisasi dan kemandirian pendidikan, serta adaptasi terhadap konteks lokal menjadi ciri khas lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini juga menyoroti relevansi pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Islam masa lalu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, dan lain-lain, dalam dinamika lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Pemikiran mereka, khususnya dalam hal epistemologi dan pendidikan, masih mempengaruhi pendekatan pendidikan Islam di Indonesia saat ini. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah pendidikan Islam dan dampaknya terhadap perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Relevansi sejarah tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman akademis tetapi juga memberikan landasan bagi peningkatan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam di masa depan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam dan dinamis. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Sejarah Peradaban Islam, Dinasti Bani Umayyah, Dinasti Abbasiyah AbstrakPenelitian ini mengkaji sejarah perkembangan pendidikan Islam dan relevansinya terhadap lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif studi pustaka, penelitian ini melacak perkembangan pendidikan Islam sejak zaman awal Islam hingga periode sejarah seperti Abbasiyah, Fatimiyah, dan Andalusia. Penelitian ini mengidentifikasi peran penting lembaga-lembaga pendidikan seperti kuttab, masjid, madrasah, dan lainnya dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Selain itu, penelitian ini menguraikan bagaimana pengaruh sejarah pendidikan Islam tersebut masih relevan dalam perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Konsep desentralisasi dan kemandirian dalam pendidikan, serta adaptasi terhadap konteks lokal, menjadi ciri khas lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini juga menyoroti relevansi pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Islam masa lalu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, dan lainnya, dalam dinamika lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Pemikiran mereka, khususnya dalam hal epistemologi dan pendidikan, masih mempengaruhi pendekatan pendidikan Islam di era Indonesia sekarang. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah pendidikan Islam dan dampaknya pada perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Relevansi sejarah ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga memberikan landasan bagi perbaikan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam di masa depan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam dan dinamis. Kata kunci: Pendidikan Islam, Sejarah Peradaban Islam, Dinasti Umayah, Dinasti Abbasiyah
Internalisasi Nilai Karakter Pada Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kebumen Irodati, Fibriyan
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i2.5693

Abstract

ABSTRACK This research was conducted because of the emergence of a phenomenon related to the decline in the character of students in several madrasas or schools. This research aims to analyze the efforts made to internalize character values in students at MAN 2 Kebumen. The location of this research was MAN 2 Kebumen. The method used in this research is qualitative, by conducting observations and interviews with educators, the Deputy Head of Education, the IRMAS Organization (Mosque Youth Association), and parties who play a role in the internalization of character values in the madrasa. The results of this research show that the internalization of character values in students at MAN 2 Kebumen uses habituation methods, such as the habit of praying before and after completing learning activities, welcoming students at the Madrasah gate, carrying out the Dhuha prayer, midday prayer and Asr prayer in congregation, Tadarus Al-Qur'an every Friday and reading Asmaul Husna every day, strengthening character education in order to realize students' religious moderation, implementing environmental care, with these habits it is hoped that students will be able to practice positive character values in their daily lives day.Keywords: Internalization of Values, Character Values, Madrasah Aliyah StudentsABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena munculnya fenomena terkait menurunnya karakter peserta didik di beberapa madrasah atau sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya yang dilakukan dalam internalisasi nilai karakter pada peserta didik di MAN 2 Kebumen. Lokasi penelitian ini dilakukan di MAN 2 Kebumen. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif, dengan melakukan pengamatan serta wawancara kepada Pendidik, Waka Kepesertadidikan, Organisasi IRMAS (Ikatan Remaja Masjid), dan pihak yang berperan dalam internalisasi nilai karakter di madrasah tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai karakter pada peserta didik di MAN 2 Kebumen menggunakan metode pembiasaan, seperti pembiasaan doa sebelum dan sesudah selesai kegiatan pembelajaran, penyambutan peserta didik di pintu gerbang Madrasah, pelaksanaan sholat Dhuha, sholat Dzuhur, dan Sholat Ashar berjamaah, Tadarus Al-Qur’an setiap hari Jum’at dan membaca Asmaul Husna setiap hari, penguatan pendidikan karakter dalam rangka mewujudkan moderasi beragama peserta didik serta menerapkan peduli lingkungan, dengan pembiasaan tersebut diharapkan peserta didik mampu mengamalkan nilai-nilai karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.  Kata Kunci : Internalisasi Nilai, Nilai Karakter, Peserta Didik Madrasah Aliyah
Dandangan: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan Masyarakat Kudus dalam Perspektif Hadis dan Psikologi Friyadi, Arif; Abdillah, Aufa
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i2.6212

Abstract

AbstractThe Dandangan tradition is a tradition that has existed since the time of the Sunan Kudus to welcome the arrival of the holy month of Ramadan. The Dandangan tradition in Kudus is still preserved every year. Unfortunately, this tradition had to be tainted by some non-moderate religious figures by accusing the implementation of this tradition of heresy. The purpose of this study is to find out the history of the Dandangan tradition in Kudus as a living hadith to welcome the holy month of Ramadan. This research uses a qualitative research method with an ethnographic approach. Data is collected through literature review, observation, and in-depth observation. The data were analyzed using functional structural proximity. The results showed that the existence of Islam is an inseparable part of the Kudus community so the implementation of welcoming the holy month of Ramadan alone has become a tradition of the Kudus community known as the Dandangan tradition. The function of this tradition is nothing but an expression of gratitude for the arrival of the holy month of Ramadan and a means of social interaction that increases the homogeneity of the Kudus community in one social identity.Keywords: Tradition, Ramadan, Hadith. AbstrakTradisi Dandangan merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman Sunan Kudus untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi Dandangan di Kota Kudus masih dilestarikan dalam setiap tahunnya. Sayangnya tradisi ini harus dinodai oleh beberapa tokoh agama yang tidak moderat dengan menuduh pelaksanaan tradisi ini sebagai bid’ah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dari tradisi Dandangan di Kota Kudus sebagai living hadis menyambut bulan suci Ramadan. Peneletian ini menggunakan motede penelitian kualitatif yang dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui telaah data pustaka, observasi, pengamatan mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan pedekatan struktural fungsional. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan agama Islam menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada masyarakat Kudus sehingga pelaksaan menyambut bulan suci Ramadan saja telah menjadi tradisi masyarakat Kudus yang dikenal sebagai tradisi Dandangan. Fungsi dari pelaksaan tradisi ini tidak lain adalah ungkapan syukur atas datangnya bulan suci ramadan serta menjadi sarana interaksi sosial yang meningkatkan homogenitas masyarakat Kudus dalam satu identitas sosial.Kata kunci: Tradisi, Ramadan, Hadis.
Nilai-nilai Tradisi Jeguran di Blumbang Sarean Mbah Mutamakkin Desa Kajen Kabupaten Pati Ziadaturrohmah, Evi; Chasanah, Nur; M.Nur, Dany Miftah
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i2.6256

Abstract

Abstract This research aims to: (1) Implementation of the jeguran tradition in blumbang sarean, (2) the relationship between blumbang sarean and sheikh ahmad mutamakkin (3) the values contained in the jeguran tradition. This research method uses a descriptive qualitative approach. The jeguran tradition at Blumbang Sarean is a tradition that must be held every year. Every night, community suros and students flock to throw themselves into the pool. The tradition of jeguran at blumbang sarean is believed to be a blessing. The aim of this research is to find out the values that exist in the jeguran tradition in Blumbang Sarean. This research uses the research method used is a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. The data collection technique through observation is collecting data by going directly to the observation location and accompanied by observing every situation or behavior of the object being studied. The jeguran tradition in Blumbang Sarean is a tradition of bathing in the pool next to Mbah Mutamakkin's grave. In the process of implementing the Jeguran tradition, there are values that can be taken, including: The value of monotheism, the value of worship, the value of unity, the value of struggle, the value of responsibility, the value of brotherhood, the value of Islamic boarding school. Keywords: Jeguran tradition, Mbah Mutamakkin. Religious values AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) Implementasi tradisi jeguran dalam blumbang sarean, (2) hubungan blumbang sarean dengan syekh ahmad mutamakkin (3) nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi jeguran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tradisi jeguran di Blumbang Sarean merupakan tradisi yang wajib diadakan setiap tahunnya. Setiap malam suro, pelajar berbondong-bondong menceburkan diri ke dalam kolam. Tradisi jeguran di blumbang sarean dipercaya membawa berkah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai yang ada dalam tradisi jeguran di Blumbang Sarean. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi adalah pengumpulan data dengan cara mendatangi langsung lokasi pengamatan dan diiringi dengan mengamati setiap keadaan atau perilaku objek yang diteliti. Tradisi jeguran di Blumbang Sarean merupakan tradisi mandi di kolam sebelah makam Mbah Mutamakkin. Dalam proses pelaksanaan tradisi Jeguran terdapat nilai-nilai yang dapat diambil, antara lain : Nilai tauhid, nilai ibadah, nilai persatuan, nilai perjuangan, nilai tanggung jawab, nilai persaudaraan, nilai nilai pesantren. Kata Kunci : Tradisi Jeguran, Mbah Mutamakkin, Nilai-nilai Tradisi
Manajemen Public Relation dalam Membangun Brand Image di Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Banyuwangi Fauzi, Muhammad Irfan
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i2.5736

Abstract

AbstractPublic relations management is a form of regulation on public relations (internal and external), related to the image of educational institutions, so that image and quality still get public attention, and can even experience change and development. The objectives of this study are: 1) Able to describe the implementation of public relations management in building brand image at LP.Ma'arif NU Banyuwangi, 2) Able to describe related supporting and inhibiting faktors of public relations management in building brand image at LP.Ma'arif NU Banyuwangi. This research uses a qualitative research approach with a type of descriptive qualitative research. Data collection techniques use 3 stages, namely observation, in-depth interviews, and documentation. Determination of informants in this study using purposive sampling. Checking the validity of data by triangulation, namely triangulation of theories, methods, and observers. The data analysis used is the interactive Miles and Hu-berman model in the form of data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study describe that the existence of public management in building a brand image at LP.Ma'arif NU Banyuwangi educational institutions has been well programmed and systemized. (1) The implementation process of public relations management carried out by LP.Ma'arif NU Banyuwangi is very good. Starting from planning by compiling all programs deliberately, organizing the person in charge of each program, coordination of the head of LP. Ma'arif NU Banyuwangi to the person in charge of the program and the formation and distribution of work jobs for all  program implementation committees, communication carried out by explaining the technical integrity of existing programs, optimal implementation and always paying attention to situations and conditions, supervision of implementation so that it can be realized properly and optimally, The evaluation process is carried out jointly in order to realize maximum implementation, as well as the modification process carried out for the next program implementation, especially by taking into account the situation, conditions and also the needs of the community in general. (2) In implementing a program, of course, there are many good faktors that are supporting faktors so that a program can be realized properly and easily, as well as inhibiting faktors that will certainly make the implementation of the program a little difficult to realize.Keywords: Brand Image.Management, Public Relations.AbstrakManajemen Public relation adalah bentuk pengaturan tentang hubungan masyarakat (internal dan eksternal), berkaitan dengan citra lembaga pendidikan, agar image dan kualitas tetap mendapat perhatian masyarakat, bahkan dapat mengalami perubahan dan pengembangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mampu mendeskripsikan implementasi Manajemen public relations dalam membangun brand image di LP.Ma’arif NU Banyuwangi, 2) Mampu mendeskripsikan terkait faktor pendukung dan penghambat Manajemen public relation dalam membangun brand image di LP.Ma’arif NU Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 tahapan yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi yaitu triangulasi teori, metode, dan pengamat. Analisis data yang digunakan yaitu interaktif model Miles dan Huberman berupa, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa adanya manejemen public relation dalam membangun brand image di lembaga pendidikan LP.Ma’arif NU Banyuwangi telah terprogram dan tersystem dengan baik. (1) Proses implementasi manajemen public relation yang dilakukan LP.Ma’arif NU Banyuwangi sangatlah baik. Dimulai dari perencanaan dengan menyusun seluruh program secara musyawaroh, pengorganisasian terhadap penanggung jawab setiap program, pengkoordinasian dari kepala LP. Ma’arif NU Banyuwangi kepada penanggung jawab program serta pembentukan dan pembagian job kerja terhadap seluruh panitia pelaksanaan program, pengkomunikasian yang dilakukan dengan menjelaskan keselurahan teknis terhadap program-program yang ada, pelaksanaan yang optimal serta selalu memperhatikan situasi dan kondisi, pengawasan terhadap pelaksanaan agar dapat terealisasi secara baik dan maksimal, proses evaluasi yang dilakukan secara bersama agar terwujud pelaksanaan yang lebih maksimal, serta proses pemodifikasian yang dilakukan untuk pelaksanaan program selanjutnya terutama dengan memperhatikan situasi, kondisi dan juga kebutuhan masyarakat pada umumnya. (2) Dalam melaksanakan sebuah program, tentu banyak sekali faktor-faktor baik itu faktor pendukung agar sebuah program dapat terealisasi dengan baik dan mudah, maupun faktor penghambat yang pastinya akan membuat pelaksanaan program tersebut sedikit kesulitan untuk merealisasikannya.Kata kunci: Brand Image, Manajemen, Public Relation.
Relevansi Prinsip Tasamuh di Era Kontemporer Ningrum, Nurul Maulidi Widya; Mutrofin, Mutrofin
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v3i2.6132

Abstract

 AbstractThis research examines the principles of tasamuh and their relevance to the current era, the aim of this research is to find answers to the relevance of the principles of tasamuh and their relevance in this contemporary era, with qualitative research literature studies, this research looks for the history of Ahlusunnah Waljama'ah, the principles of Ahlusunnah Waljama' ah, and evidence of the principles of tasamuh which are relevant today, the results of this research provide an in-depth understanding of the history of Ahlusunnah Wal jama'ah, the principles of aqidah held by the Ahlusunnah Waljama'ah sect, and the relevance of the principles of ttasamuh in the contemporary era, and the researcher found The answer is that the Aswaja sect was formed because of the tahkim incident between Muawiyah and Ali bin Abi Talib which caused the Muslim community to be divided into 73 groups in accordance with the words of the Prophet, and the principles of the Ahlusunnah Waljama'ah aqidah which uses the Al-Qur'an and Sunnah and ijtima' of the ulama' in determining a law, faith in the pillars of faith, and obedience to leaders in matters of virtue and so on, and the principle of tasamuh or tolerance is still held by many people, especially the followers of Ahlusunnah Waljama'ah because they use tasamuh in life there will be peace.Keywords: history of Aswaja, principle of aswaja, tasamuhAbstrak Penelitian ini mengkaji prinsip tasamuh dan relevansinya dengan era sekarang, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban relevansi prinsip tasamuh dan relevansinya di era kontemporer ini, dengan penelitian kualitatif studi pustaka, riset ini mencari sejarah Ahlusunnah Waljama’ah, prinsip-prinsip Ahlusunnah Waljama’ah, dan bukti prinsip tasamuh yang relevan pada masa kini, hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai sejarah Ahlusunnah Wal jama’ah, prinsip-prinsip aqidah yang dipegang oleh aliran Ahlusunnah Waljama’ah, dan relevansi prinsip ttasamuh di era kontemporer, dan peneliti menemukan jawaban bahwa aliran Aswaja terbentuk karena peristiwa tahkim antara Muawiyah dan Ali bin Abi Thalib yang membuat umat muslim menjadi terpecah belah menjadi 73 golongan yang sesuai dengan sabda Rasulullah, dan prinsip-prinsip aqidah Ahlusunnah Waljama’ah yang menggunakan AL-Qur’an dan Sunnah dan ijtima’ para ulama’ dalam menentukan suatu hukum, beriman kepda rukun iman, dan taat kepada para pemimpin dalam hal kebajikan dan lain-lain, dan prinsip tasamuh atau toleransi ini masih dipegang oleh banyak orang terutama para pengikut Ahlusunnah Waljama’ah karena dengan menggunakan tasamuh dalam kehidupan akan tercapainya perdamaian.Kata kunci: sejarah Aswaja, prinsip aswaja, tasamuh

Page 1 of 1 | Total Record : 7