cover
Contact Name
Ade Yulita Hesti Lukas
Contact Email
ade.yulita@staf.undana.ac.id
Phone
+6281285951581
Journal Mail Official
jaqubdpundana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui Kupang NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Aquatik
ISSN : 23015381     EISSN : 27460010     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Aquatik merupakan media desiminasi hasil-hasil penelitian kelautan dan perikanan. Jurnal Aquatik terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober. Minimal ada 20 Artikel baru yang diterbitkan setiap tahunnya. Selain terbitan berkala dimungkinkan juga ada terbitan khusus. Jurnal ini berisi tentang penelitian-penelitian yang berhubungan dengan Rekayasa lingkungan akuatik, reproduksi dan nutrisi organisme perairan, penyakit dan parasit organisme perairan, genetika, kualitas air dan semua penelitian yang berhubungan dengan teknologi budidaya perairan.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2022): Maret" : 14 Documents clear
Uji fitokimia dan aktivitas antibakteri daun binahong (Anredera cordifolia) terhadap bakteri Vibrio alginolyticus in-vitro Fransiska Seran; Yudiana Jasmanindar; Yuliana Salosso
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.395 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) pada bahan pelarut dan konsentrasi yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticus secara In-Vitro. Bahan uji berupa ekstrak air daun binahong dan ekstrak metanol daun binahong yang diencerkan menggunakan akuades steril dengan konsentrasi 0,1%, 1% dan 10%. Hasil penelitian mununjukan bahwa ekstrak air daun binahong dan ekstrak metanol daun binahong pada konsentrasi 0,1%, 1% dan 10% mampu menghambat pertumbuhan bakteri V. alginolyticus. zona hambat tertinggi terdapat pada ekstrak air daun binahong konsentrasi 10% yaitu 19 mm, sedangkan pada ekstrak metanol konsentrasi 10% yaitu 16,33 mm. Hal ini dikarenakan kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak air daun binahong lebih banyak dibandingkan ekstrak metanol daun binahong. Selain itu zona hambat yang terbentuk akan semakin meningkat seiring meningkatnya konsentrasi bahan antibakteri yang diberikan. Kata Kunci: Aeromonas hydrophilla, antibakteri, ekstrak daun binahong, Vibrio alginolyticus, zona hambat.
Efektivitas tepung bunga marigold (Tagetes erecta) terhadap peningkatan warna orange pada ikan badut (Amphiprion percula) Maria S.V Wawo; Ade Y.H Lukas; Priyo Santoso
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.813 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan tepung bunga marigold (Tagetes erecta) terhadap peningkatan warna tubuh ikan badut (Amphiprion percula). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung bunga marigold pada pakan berpengaruh terhadap peningkatan warna tubuh ikan badut (Amphiprion percula) dan penambahan tepung bunga marigold 2% merupakan perlakuan terbaik. Penambahan tepung bunga marigold tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup ikan badut. Kata Kunci : Bunga marigold (Tagetes erecta) , ikan badut (Amphiprion percula), karotenoid, kualitas warna.
Upaya Memperbaiki Kualitas Air Dan Warna Ikan Nemo (Amphiprion percula) Dengan Penggunaan Komposisi Filter Yang Berbeda Rofika Rahayu; Sunadji Sunadji; Ade Yulita Hesti Lukas
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.119 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6538

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan komposisi filter berbeda terhadap kualitas air dan terhadap warna ikan nemo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan 3 ulangan. Komposisi filter yang digunakan yaitu (A) sabut kelapa 0% + kerikil 20% + arang kusambi 30% + zeolit 50%, (B) sabut kelapa 10% + kerikil 20% + arang kusambi 30% + zeolite 40% (C) sabut kelapa 20% + kerikil 20% + arang kusambi 30% + zeolite 30%. Data yang di kumpulkan yaitu kualitas air suhu, salinitas, pH, DO, ammonia, kelulushidupan ikan (SR), warna ikan, berat mutlak dan panjang mutlak. Hasil penelitian menunjukkan nilai suhu salinitas, pH, DO dan amonia pada perlakuan A, B dan C menunjukan nilai yang masih dalam batas toleransi hidup ikan. komposisi filter berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan (SR), warna ikan serta berat dan panjang mutlak ikan nemo. Perlu adanya penelitian lanjutan terkait komposisi filter perlakuan B (sabut kelapa 10% + kerikil 20% + arang kusambi 30% + zeolit 40%). dimana penggunaan komposisi sabut kelapa 5% dan 15%, komposisi zeolit antara 35% dan 45%. Kata kunci : Ikan nemo, sistem resirkulasi, komposisi filter, sabut kelapa, kerikil, arang kusambi, zeolit.
Pengaruh Kombinasi Tepung Kepiting Uca (Ocypodidae)dan Tepung Daun Bakau (Rhizopora mucronatta) Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Oliviano Trianto Santoso; Felix Rebhung; Agnette Tjendanawangi
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.567 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6539

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kombinas tepung kepiting uca (Ocypodidae)dan tepung daun bakau (Rhizopora mucronatta) terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan kepiting bakau (Scylla serrata). Percobaan menggunakan rancangan acak acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A (tepung daun bakau dengan dosis 10%, kepiting uca 80%), B (tepung daun bakau dengan dosis 15%, kepiting uca 75%), C (tepung daun bakau dengan dosis 20%, kepiting uca 70%).Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan tertinggi sebesar 46,33 gram dihasilkan pada perlakuan B dan terendah pada perlakuan A sebesar 36,33 gram, kelulushidupan pada setiap perlakuan sebesar 100%.Anova menunjukkan kombinasi pakan kepiting uca dan tepung daun bakau tidak berpengaruh terhadap partumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup kepiting bakau. Kata kunci: Kelulushidupan, pertumbuhan, tepung kepiting bakau, tepung kepiting uca.
Penggunaan pakan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan Sargassum sp. dalam formulasi pakan buatan terhadap indeks kematangan gonad (IKG) bulubabi (Tripneutes gratilla) Yanuaria Deliyanti Un; Agnette Tjendanawangi; Yudiana Jasmanindar
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.032 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6540

Abstract

gratilla merupakan salah satu jenis bulubabi yang tergolong dalam kelas Echinodea yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Bulubabi diambil dari alam untuk diambil gonadnya sebagai sumber makanan. Cangkang dan duri bulubabi dapat digunakan sebagai hiasan, pupuk organik dan pengobatan penyakit seperti kangker dan tumor pada manusia. Gonad bulubabi dapat dijadikan sumber pangan bergizi tinggi karena mengandung 28 asam amino, vitamin B kompleks, vitamin A dan dan mineral. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan (April-Mei 202) bertempat di Balai Besar Pantai (BBIP) Tablolong Kupang Barat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh persentasi tepung daun kelor (M. oleifera) dan Sargassum sp dalam formulasi pakan buatan terhadap indeks kematangan gonad (IKG) dan kualitas warna gonad bulubabi (T. gratilla). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali peugulagan yaitu: A 10 % tepung daun kelor + 20 % tepung Sargassum sp, B 15 % tepung daun kelor + 15 % tepung Sargassum sp. dan C 20 % tepung daun kelor + 10 %, tepung Sargassum sp. Variabel yang diukur adalah indeks kematangan gonad dan kualitas warna gonad. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap indeks kematangan gonad dan kualitas warna gonad. Nilai tertinggi pada indeks kematangan gonad terdapatkan pada perlakuan C (5.2 %) dan terendah pada perlakuan A (4.67 %) dan kualitas warna gonad tertinggi pada perlakuan C (3.66) dan terendah pada perlakuan A (2). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pemberian pakan dengan dosis C 20 % tepung daun kelor + 10 %, tepung Sargassum sp. Terhadap indeks kematangan gonad dan kualitas warna gonad bulubabi (T. gratilla). Kata Kunci : Bulubabi, daun kelor (Moringa oleifera), indeks kematangan gonad, Sargassum sp.
Pemberian Pakan Berbasis Batang Pisang Dengan Proses Fermentasi Untuk Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos) Adriansyah Adriansyah; Marcelien Dj Ratoe Oedjoe; Agnette Tjendanawangi
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.063 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6541

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu ikan konsumsi yang populasinya tersebar di seluruh Indoensia. Kebutuhan bandeng cenderung meningkat untuk ekspor yang merupakan peluang usaha positif dengan keuntungan yang tinggi dari pada permintaan konsumen lokal. Namun dewasa ini, kebutuhan ikan bandeng masih mengandalkan penangkapan dari alam. Hal ini tentunya akan mengakibatkan penurunan populasi ikan bandeng di alam. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya perbaikan populasi ikan bandeng serta pemenuhan permintaan pasar dengan adanya kegiatan budidaya ikan bandeng. Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan suatu kegiatan budidaya. Biaya pakan yang semakin tinggi mengharuskan pembudidaya menemukan alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan bahan alternatif berupa batang pisang untuk meningkatkan laju pertumbuhan ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (7 hari fermentasi), perlakuan B (14 hari fermentasi), dan perlakuan C (21 hari fermentasi). Hasil penelitian menunjukan lama waktu fermentasi 21 hari memberikan hasil terbaik dalam pertumbuhan mutlak (25,71 gr), FCR (4,27), efisiensi pakan (23,36%). Sedangkan kelulushidupan semua perlakuan memiliki nilai 100% yang artinya tidak ada ikan bandeng yang mati selama pemeliharaan. Kata kunci: Ikan Bandeng (Chanos chanos), Batang Pisang, EM4 (Effective Microorganism 4)
KONTRIBUSI PENDAPATAN DAN CURAHAN WAKTU KERJA ISTRI PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA Astylia Abuk Bria; Sunadji Sunadji; Yulianus Linggi
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.503 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6542

Abstract

This research was conducted in West Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province in October-November 2020. The aim of the study was (1) to determine the average contribution of the seaweed cultivator's wife's income to household income in order to determine the role of income. seaweed cultivator wife on household improvement. (2) to determine the average amount of time spent working for the social activities of the wives of seaweed cultivators, both formal and non-formal. The population in this study is the wife of seaweed cultivators who work as seaweed workers who live in West Kupang District, Kupang Regency, while the samples taken proportionately from each of the existing villages, where the number of samples is 60 respondents spread across three villages namely Bolok, Tesabela and Tablolong. And to determine the respondent (sample) from each village using accidental sampling method, where the sample taken is based on the population found with the consideration that the population distribution is not even in each village. And the data sources used are primary data and secondary data. The data analysis used is descriptive quantitative, namely the discussion of the variables of the wife's role in increasing household income. Quantitative analysis is using the analysis of income contributions. The results of this study indicate that the activities carried out by the wife in the process of cultivating seaweed in helping to increase household income are processing seaweed for sale with the highest number or at most 37 people or with a presentation value of 61.67% while the lowest or a little with a total income of one million to one million and five hundred with a presentation value of 20% with the number of respondents 12 people. The average contribution of the wife's income to the household income of seaweed cultivators is 37%, which is in the sufficient category. Keywords: Contribution of income, Spending of wife's working time, household inco
Pengaruh Kedalaman Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Anggur Laut (Caulerpa lentillifera) Yang Dibudidayakan pada Substrat Bambu Berbentuk Rigid Quadrant Nets Maria E Genara; Franchy Ch Liufeto; Ade Y.H Lukas
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.897 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6543

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada Bulan April - Juni 2020, bertempat di Perairan Laut Atapupu, Kabupaten Belu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman yang berbeda terhadap pertumbuhan anggur laut (C. lentillifera) yang dibudidayakan pada substrat bambu berbentuk rigid quadrant nets dan untuk mengetahui berapa kedalaman yang terbaik bagi pertumbuhan anggur laut (C. lentillifera) . Pertumbuhan C. lentillifera dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang mendukung seperti cahaya, nutrien, arus, dan substrat. Penelitian ini menggunakan kedalaman yang berbeda untuk melihat pertumbuhan anggur laut (C. lentillifera) yang dibudidayakan pada substrat bambu berbentuk rigid quadrant nets. Kedalaman air laut yang digunakan yaitu 30 cm, 60 cm, 90 cm, dan 120 cm. Hasil penelitian menunjukan kedalaman 30 cm merupakan kisaran yang optimal untuk pertumbuhan C. lentillifera karena jumlah pertumbuhan lebih tinggi yaitu 163,33 gram. Kedalaman 30 cm dengan menggunakan substrat bambu berbentuk rigid quadrant nets dapat digunakan sebagai substrat pertumbuhan anggur laut (C. lentillifera). Kata kunci: Anggur laut (C. lentillifera), rigid quadrant nets, kedalaman air
Pengaruh Musim Pancaroba Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Karaginan Pada Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Elisabeth AD Wangge; Marcelien Dj Ratoe Oedjoe; Sunadji Sunadji
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.122 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6544

Abstract

alvarezii merupakan rumput laut penghasil kappa karaginan yakni senyawa polisakarida yang umumnya dimanfaatkan dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, tekstil dan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musim pancaroba terhadap pertumbuhan dan kandungan karaginan serta kandungan proksimat dari rumput laut K. alvarezii. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 45 hari terhitung dari bulan maret hingga bulan mei 2020 pada musim pancaroba di Perairan Batubao, Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Rumput laut K. alvarezii dibudidaya degan meggunakan metode long line dan uji karagenan di Laboratorium Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Kupang. Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa data pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak, serta kualitas air kemudian dinalisis secara deskriptif disertai dengan tabel. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh terhadap pertumbuhan mutlak rumput laut yang dibudidaya pada musim pancaroba yaitu sebesar 72,3 gram. Sedangkan, laju pertumbuhan harian rumput laut K. alvarezii yang dibudidaya pada musim pancaroba yaitu berkisar antara 0,48-1,6 gr%/hari. Nilai suhu pada musim pancaroba berkisar antara 24-33 0C, salinitas 27-34 ppt, pH6,8-7,4, kecepatan arus 0,16-0,20 cm/detik dan gelombang 0,25-5 m. Hasil analisis kandungan karaginan rumput laut yang diperoleh sebesar 13,3 %. Sedangkan hasil analisis kandungan proksimat rumput laut yang dibudidaya pada musim pancaroba diperoleh kadar protein 4,408 %, kadar lemak 0,887 %, serat kasar 4,000 % dan karbohidrat sebesar 29,58 % Kata Kunci : Kappaphycuz alvarezii, Pertumbuhan, karaginan, kadar protein, kadar lemak, serat kasar dan karbohidrat.
PENGUNAAN TEPUNG WORTEL, Daucus carota DALAM PAKAN KOMERSIAL UNTUK MENINGKATKAN KECERAHAN WARNA DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BADUT (Amphiprion percula) Yecika Agustina Bani; Ridwan Tobuku
Jurnal Akuatik Vol 5 No 1 (2022): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.92 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v5i1.6668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung wortel dalam pakan buatan dan dosis yang tepat untuk meningkatkan kecerahan warna dan kelangsungan hidup ikan badut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Terdiri dari perlakuan kontrol (tanpa penambahan tepung wortel) Perlakuan A (pakan komersial + 5% tepung wortel), Perlakuan B (pakan komersial + 10% tepung wortel) dan Perlakuan C (pakan komersial + 15% tepung wortel). Paratemer yang diamati dalam penelitian ini berupa kualitas warna, berat mutlak dan kelulushidupan ikan badut. Data yang diperoleh selama penelitian berupa berat mutlak dan kelulushidupan dianalisis menggunakan ANOVA sedangkan untuk kecerahan warna hanya dihitung nilai rata - rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung wortel dengan dosis yang berbeda dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna ikan badut. Peningkatan tertinggi selama 50 hari perlakuan terdapat pada perlakuan C dengan penambahan 15% tepung wortel dalam pakan komersial yang menghasilkan kualitas warna 8,7%, berat mutlak 4,0 gram dan kelulushidupan 93%. ANOVA berat mutlak menunjukan adanya perbedaan nyata antar perlakuan sedangkan ANOVA kelulushidupan ikan badut menunjukan tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan. Kata kunci : Ikan badut, tepung wortel, kecerahan warna, kelangsungan hidup

Page 1 of 2 | Total Record : 14