cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 4 (2025)" : 33 Documents clear
DIFUSI INOVASI DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN: TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI DI SMK Naufal, Naufal; Maksum, Hasan; Novaliendry, Doni
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.8985

Abstract

The transformation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Vocational High Schools (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) has become a strategic agenda in responding to changing workforce competency demands driven by digitalization, automation, and industrial dynamics. However, various vocational education innovations formulated through national policies are not always optimally implemented at the school level. This study aims to analyze the transformation of SMKs from a diffusion of innovations perspective by examining the types of innovations that have emerged, patterns of adoption within educational institutions, and factors influencing the success and constraints of their implementation. The study employs a qualitative approach through a targeted literature review and policy document analysis, which are thematically synthesized to identify general trends and dynamics in the adoption of vocational education innovations. The findings indicate that SMK transformation occurs in the form of innovation packages encompassing the strengthening of link and match, the implementation of teaching factory models, industry-based project learning, competency certification, and the digitalization of learning. Innovation adoption tends to be partial and gradual due to differences in human resource readiness, infrastructure availability, the quality of industry partnerships, and change management at the school level. Innovations are adopted more rapidly when their benefits are directly perceived, aligned with the practical culture of SMKs, trialable on a limited scale, and easily observable in their outcomes. This study concludes that accelerating TVET transformation in SMKs requires diffusion strategies oriented toward strengthening teacher capacity, systematic change management, and the development of sustainable school–industry networks. ABSTRAKTransformasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi agenda strategis dalam merespons perubahan kebutuhan kompetensi dunia kerja yang dipicu oleh digitalisasi, otomasi, dan dinamika industri. Namun, berbagai inovasi pendidikan vokasi yang dirancang melalui kebijakan nasional tidak selalu terimplementasi secara optimal di tingkat sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi SMK melalui perspektif difusi inovasi dengan menelaah bentuk inovasi yang berkembang, pola adopsi di satuan pendidikan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terarah dan analisis dokumen kebijakan, yang disintesis secara tematik untuk mengidentifikasi kecenderungan umum dan dinamika adopsi inovasi pendidikan vokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi SMK berlangsung dalam bentuk paket inovasi yang mencakup penguatan link and match, penerapan teaching factory, pembelajaran berbasis proyek industri, sertifikasi kompetensi, serta digitalisasi pembelajaran. Pola adopsi inovasi cenderung bersifat parsial dan bertahap akibat perbedaan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kemitraan industri, serta tata kelola perubahan di tingkat sekolah. Inovasi lebih cepat diadopsi ketika manfaatnya dirasakan secara langsung, selaras dengan kultur praktik SMK, dapat diuji coba dalam skala terbatas, dan hasilnya mudah diamati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan transformasi PTK di SMK memerlukan strategi difusi inovasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas pendidik, pengelolaan perubahan yang sistematis, serta pengembangan jejaring sekolah–industri yang berkelanjutan.
PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN DIRI GURU ANAK USIA DINI Harianto, Jimi; Safitri, Amanda Ajeng; Alfadila, Eva
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9017

Abstract

Early Childhood Education (ECE) teachers must continually adapt their roles to support children's character development and meet evolving educational needs. Beyond educating, teachers act as facilitators and innovators, which requires ongoing professional development. This study examines how technology supports early childhood teachers' self-development, identifies factors that influence its implementation, and analyzes its impact on professional growth. The research uses a library research method, collecting and analyzing relevant books, journal articles, and research reports. Findings show that Information and Communication Technology (ICT) is central to ECE teachers' professional development. Digital infrastructure, including internet access, hardware, software, and online platforms, allows teachers to access resources, collaborate, and design innovative lessons. Effective ICT use not only engages students with digital materials but also encourages teachers to innovate and adapt their methods to current educational demands. The success of ICT integration depends on available facilities, teachers' digital skills, and institutional support. ABSTRAKPeran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter anak dituntut untuk terus berkembang seiring kemajuan zaman. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai fasilitator dan inovator dalam menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang memerlukan pengembangan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan teknologi dalam pengembangan diri guru PAUD, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis dampak teknologi terhadap peningkatan kemampuan profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan dan analisis terhadap sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan fokus kajian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan sentral dalam pengembangan profesi guru PAUD. Infrastruktur digital seperti akses internet, perangkat keras, perangkat lunak, dan platform daring memungkinkan guru mengakses sumber belajar, berkolaborasi, dan mendesain pembelajaran inovatif. Penerapan TIK yang sistematis tidak hanya merangsang keaktifan peserta didik melalui eksplorasi materi digital, tetapi juga mendorong guru untuk berinovasi dan menyesuaikan metode pengajaran dengan tuntutan pendidikan kontemporer. Keberhasilan integrasi TIK sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas, kompetensi digital guru, serta dukungan kelembagaan.
DIFUSI INOVASI DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN: TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI DI SMK Naufal Naufal; Hasan Maksum; Doni Novaliendry
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.8985

Abstract

The transformation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Vocational High Schools (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) has become a strategic agenda in responding to changing workforce competency demands driven by digitalization, automation, and industrial dynamics. However, various vocational education innovations formulated through national policies are not always optimally implemented at the school level. This study aims to analyze the transformation of SMKs from a diffusion of innovations perspective by examining the types of innovations that have emerged, patterns of adoption within educational institutions, and factors influencing the success and constraints of their implementation. The study employs a qualitative approach through a targeted literature review and policy document analysis, which are thematically synthesized to identify general trends and dynamics in the adoption of vocational education innovations. The findings indicate that SMK transformation occurs in the form of innovation packages encompassing the strengthening of link and match, the implementation of teaching factory models, industry-based project learning, competency certification, and the digitalization of learning. Innovation adoption tends to be partial and gradual due to differences in human resource readiness, infrastructure availability, the quality of industry partnerships, and change management at the school level. Innovations are adopted more rapidly when their benefits are directly perceived, aligned with the practical culture of SMKs, trialable on a limited scale, and easily observable in their outcomes. This study concludes that accelerating TVET transformation in SMKs requires diffusion strategies oriented toward strengthening teacher capacity, systematic change management, and the development of sustainable school–industry networks. ABSTRAKTransformasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi agenda strategis dalam merespons perubahan kebutuhan kompetensi dunia kerja yang dipicu oleh digitalisasi, otomasi, dan dinamika industri. Namun, berbagai inovasi pendidikan vokasi yang dirancang melalui kebijakan nasional tidak selalu terimplementasi secara optimal di tingkat sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi SMK melalui perspektif difusi inovasi dengan menelaah bentuk inovasi yang berkembang, pola adopsi di satuan pendidikan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terarah dan analisis dokumen kebijakan, yang disintesis secara tematik untuk mengidentifikasi kecenderungan umum dan dinamika adopsi inovasi pendidikan vokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi SMK berlangsung dalam bentuk paket inovasi yang mencakup penguatan link and match, penerapan teaching factory, pembelajaran berbasis proyek industri, sertifikasi kompetensi, serta digitalisasi pembelajaran. Pola adopsi inovasi cenderung bersifat parsial dan bertahap akibat perbedaan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kemitraan industri, serta tata kelola perubahan di tingkat sekolah. Inovasi lebih cepat diadopsi ketika manfaatnya dirasakan secara langsung, selaras dengan kultur praktik SMK, dapat diuji coba dalam skala terbatas, dan hasilnya mudah diamati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan transformasi PTK di SMK memerlukan strategi difusi inovasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas pendidik, pengelolaan perubahan yang sistematis, serta pengembangan jejaring sekolah–industri yang berkelanjutan.
PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN DIRI GURU ANAK USIA DINI Jimi Harianto; Amanda Ajeng Safitri; Eva Alfadila
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9017

Abstract

Early Childhood Education (ECE) teachers must continually adapt their roles to support children's character development and meet evolving educational needs. Beyond educating, teachers act as facilitators and innovators, which requires ongoing professional development. This study examines how technology supports early childhood teachers' self-development, identifies factors that influence its implementation, and analyzes its impact on professional growth. The research uses a library research method, collecting and analyzing relevant books, journal articles, and research reports. Findings show that Information and Communication Technology (ICT) is central to ECE teachers' professional development. Digital infrastructure, including internet access, hardware, software, and online platforms, allows teachers to access resources, collaborate, and design innovative lessons. Effective ICT use not only engages students with digital materials but also encourages teachers to innovate and adapt their methods to current educational demands. The success of ICT integration depends on available facilities, teachers' digital skills, and institutional support. ABSTRAKPeran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter anak dituntut untuk terus berkembang seiring kemajuan zaman. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai fasilitator dan inovator dalam menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang memerlukan pengembangan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan teknologi dalam pengembangan diri guru PAUD, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis dampak teknologi terhadap peningkatan kemampuan profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan dan analisis terhadap sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan fokus kajian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan sentral dalam pengembangan profesi guru PAUD. Infrastruktur digital seperti akses internet, perangkat keras, perangkat lunak, dan platform daring memungkinkan guru mengakses sumber belajar, berkolaborasi, dan mendesain pembelajaran inovatif. Penerapan TIK yang sistematis tidak hanya merangsang keaktifan peserta didik melalui eksplorasi materi digital, tetapi juga mendorong guru untuk berinovasi dan menyesuaikan metode pengajaran dengan tuntutan pendidikan kontemporer. Keberhasilan integrasi TIK sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas, kompetensi digital guru, serta dukungan kelembagaan.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sulham Efendi Hasibuan; Juna Marta Sari Panggabean; Hotnita Putri Siregar
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9185

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the field of education, including the learning of Islamic Religious Education (PAI). This study aims to analyze the use of digital media in increasing students’ learning interest in Islamic Religious Education. The research employed a qualitative descriptive approach using a library research method. Data were collected through a systematic review of scientific literature, including journal articles, reference books, and relevant publications discussing digital media, learning interest, and PAI instruction. The results indicate that the use of digital media, such as instructional videos, interactive presentations, online quizzes, and digital learning platforms, has a positive impact on students’ attention, motivation, and active participation in PAI learning. Digital media also assists teachers in delivering learning materials in a more engaging, contextual, and learner-centered manner. Therefore, the integration of digital media can serve as an effective learning strategy to enhance students’ interest in Islamic Religious Education. This study is expected to provide a reference for educators in developing technology-based learning innovations aligned with Islamic values. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi relevan yang membahas media digital, minat belajar, serta pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti video pembelajaran, presentasi interaktif, aplikasi kuis daring, dan platform pembelajaran digital, berkontribusi positif terhadap peningkatan perhatian, motivasi, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran PAI. Media digital juga membantu guru menyajikan materi secara lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Dengan demikian, pemanfaatan media digital dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang tetap selaras dengan nilai-nilai Islam.
PEMANFAATAN RUANG GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (GTK) SEBAGAI SARANA ASESMEN DAN INOVASI UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Rahmat Jilanuari; M.Fayis Gumelar; Rahmat Ary Zulkarnain
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9994

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of utilizing digital technology to improve the quality of learning and strengthen multicultural education, which has not yet been optimally implemented in many educational settings. The focus of this study is to examine the use of the Teacher and Education Personnel Platform (GTK) as a tool for assessment and innovation in strengthening multicultural education. This research employs a qualitative approach using a library research method, involving stages of identification, selection, classification, and content analysis of relevant scientific literature published within the last five years. The findings indicate that the use of digital platforms in education enhances the effectiveness of assessment through systems that are more flexible, efficient, and data-driven. In addition, digital learning innovation has been shown to increase students’ motivation, engagement, and access to learning, particularly in areas with limited resources. The integration of multicultural values in learning also contributes positively to character building, tolerance, and students’ awareness of diversity. However, several challenges remain, particularly related to teachers’ digital competencies and the integration of multicultural values in assessment practices. The study concludes that the utilization of the GTK platform has integrative potential in linking digital assessment, learning innovation, and multicultural Education, Thereby Creating An Adaptive, Inclusive, And Sustainable Learning System. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta penguatan pendidikan multikultural yang belum optimal diimplementasikan di berbagai satuan pendidikan. Fokus penelitian ini adalah mengkaji pemanfaatan Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai sarana asesmen dan inovasi dalam memperkuat pendidikan multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui tahapan identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan analisis isi terhadap literatur ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital dalam pendidikan mampu meningkatkan efektivitas asesmen melalui sistem yang lebih fleksibel, efisien, dan berbasis data. Selain itu, inovasi pembelajaran digital terbukti dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta akses belajar peserta didik, termasuk di wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter, sikap toleransi, dan kesadaran kebhinekaan peserta didik. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam implementasi, terutama terkait kompetensi digital guru dan integrasi nilai multikultural dalam asesmen pembelajaran. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Ruang GTK sebagai platform digital memiliki potensi integratif dalam menghubungkan asesmen, inovasi pembelajaran, dan pendidikan multikultural, sehingga mampu menciptakan sistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI MUTU PENDIDIKAN MELALUI STRATEGI PENGEMBANGAN KARIER TENAGA PENDIDIK BERBASIS KOMPETENSI DAN KINERJA Yoga Prasetia Aziz; Lalu Renggi; Muliawan Hidayatullah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9995

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of education is a strategic issue in developing competitive and high-quality human resources. One of the key factors in optimizing educational quality is the career development of educators based on competence and performance. However, in practice, there is still a gap between expected competency standards and real conditions, such as low levels of teacher professionalism, limited career development opportunities, and suboptimal performance evaluation systems. This study aims to analyze career development strategies for educators in improving educational quality and to identify influencing factors. The research method used is a qualitative approach through a literature review of recent scientific journals. The research process includes data collection, selection, analysis, and synthesis of relevant sources. The findings indicate that structured career development based on pedagogical, professional, social, and personal competencies, supported by continuous performance evaluation, significantly enhances the quality of learning. Furthermore, the implementation of adaptive and innovative human resource management strengthens educational quality. The study concludes that optimizing educational quality can be achieved through the integration of career development, competency improvement, and effective and sustainable performance evaluation systems. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan merupakan isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global. Salah satu faktor kunci dalam optimalisasi mutu pendidikan adalah pengembangan karier tenaga pendidik yang berbasis kompetensi dan kinerja. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara standar kompetensi yang diharapkan dengan realitas di lapangan, seperti rendahnya profesionalisme guru, terbatasnya pengembangan karier, serta belum optimalnya sistem evaluasi kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan karier tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah terbaru. Proses penelitian meliputi pengumpulan, seleksi, analisis, dan sintesis data dari sumber-sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karier tenaga pendidik yang terstruktur, berbasis kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, serta didukung oleh sistem evaluasi kinerja yang berkelanjutan, mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. Selain itu, penerapan manajemen sumber daya manusia pendidikan yang adaptif dan inovatif turut memperkuat mutu pendidikan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi mutu pendidikan dapat dicapai melalui integrasi antara pengembangan karier, peningkatan kompetensi, dan sistem evaluasi kinerja yang efektif dan berkelanjutan.
TRADISI ROAH SEBAGAI PEDAGOGI BUDAYA: TRANSFORMASI MAKNA SIMBOLIK MENJADI KARAKTER PESERTA DIDIK Jumiati Septiawati; Badarudin Badarudin; Musifuddin Musifuddin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15044

Abstract

ABSTRACT Local traditions have the potential to serve as sources of character education when students are directly involved in cultural practices and understand the values embedded within them. In the context of Islamic schools, Roah is not merely a cultural-religious practice but can also function as a pedagogical space that connects religious, social, and cultural values with students’ lived experiences. This study aims to analyze the implementation of Roah, its symbolic meanings, educational values, and contribution to students’ character development at MTs NW Anjani, East Lombok. The study employed a qualitative approach with an ethnographic orientation. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the school principal, teachers, students, and informants with knowledge of the Roah tradition. Data were analyzed through reduction and coding, categorization, theme identification, and verification using source and technique triangulation. The findings show that Roah is conducted during various school occasions through a series of activities involving the active participation of students and the wider school community. The symbolic meanings identified connect religious practices, togetherness, sharing, and cultural identity, while the educational values encompass religiosity, mutual cooperation, responsibility, discipline, social concern, togetherness, and cultural preservation. These values become educational experiences through participation, role modeling, habituation, and reflection on cultural practices. The study concludes that Roah has the potential to be developed as a contextual and participatory cultural pedagogy for students’ character development, as cultural values are not merely conveyed verbally but are experienced and practiced within the life of the Islamic school. ABSTRAK Tradisi lokal memiliki potensi menjadi sumber pendidikan karakter ketika peserta didik terlibat langsung dalam praktik budaya dan memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks madrasah, Roah tidak hanya menjadi praktik budaya-keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pedagogis untuk menghubungkan nilai religius, sosial, dan budaya dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Roah, makna simbolik, nilai edukatif, dan kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik di MTs NW Anjani, Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru, peserta didik, serta informan yang memahami tradisi Roah. Analisis data dilakukan melalui reduksi dan pengodean, kategorisasi, penemuan tema, serta verifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roah dilaksanakan dalam berbagai momentum madrasah melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik dan warga madrasah. Makna simbolik yang ditemukan menghubungkan praktik keagamaan, kebersamaan, berbagi, dan identitas budaya, sedangkan nilai edukatifnya mencakup religiusitas, gotong royong, tanggung jawab, disiplin, kepedulian sosial, kebersamaan, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut menjadi pengalaman pendidikan melalui keterlibatan, keteladanan, pembiasaan, dan pemaknaan terhadap praktik budaya. Penelitian menyimpulkan bahwa Roah berpotensi dikembangkan sebagai pedagogi budaya yang kontekstual dan partisipatif dalam pembentukan karakter peserta didik, karena nilai budaya tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi dialami dan dipraktikkan dalam kehidupan madrasah.
KEKUATAN EKOSISTEM SOSIAL PESANTREN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS UNTUK PENGUATAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK Dedi Maman Daman Huri; Muhamad Ali; Abdul Rasyad
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15097

Abstract

ABSTRACT The communal life of Islamic boarding schools provides an educational setting that brings together social experiences, values, and social studies learning in students’ everyday lives. This context forms the basis of the present study, which aims to analyze the social strengths of Pondok Pesantren Darul Hijrah NWDI Orong Balu as a learning resource for Social Studies and to examine the social skills that develop through these experiences. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study orientation. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving students, Social Studies teachers, caregivers, and pesantren community leaders from May to September 2025. The data were organized through coding, categorization, theme development, triangulation, and interpretation to map the relationship between social practices within the pesantren, their use in Social Studies learning, and the social skills manifested through these experiences. The findings revealed three main domains: the pesantren’s collective life as a social ecosystem, everyday activities as Social Studies learning resources, and social experiences as a space for strengthening communication, collaboration, empathy, tolerance, responsibility, adaptability, and leadership. Practices such as mutual cooperation, deliberation, religious habituation, student organizations, and shared responsibilities can be connected to Social Studies topics including social norms, cooperation, diversity, conflict, leadership, and social participation. The study concludes that the pesantren can function as an authentic Social Studies learning resource when local experiences are deliberately connected to learning objectives and student reflection. ABSTRAK Kehidupan komunal di pesantren menyediakan ruang pendidikan yang mempertemukan pengalaman sosial, nilai, dan pembelajaran IPS dalam keseharian peserta didik. Kondisi tersebut menjadi fokus penelitian ini, yang diarahkan untuk menganalisis kekuatan masyarakat Pondok Pesantren Darul Hijrah NWDI Orong Balu sebagai sumber belajar IPS serta keterampilan sosial yang berkembang melalui pengalaman tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif berorientasi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap santri, guru IPS, pengasuh, dan tokoh pesantren selama Mei–September 2025. Data ditata melalui pengodean, kategorisasi, pengembangan tema, triangulasi, dan interpretasi untuk memetakan hubungan antara praktik sosial pesantren, pemanfaatannya dalam pembelajaran IPS, dan keterampilan sosial yang tampak. Temuan mengarah pada tiga ranah utama: kehidupan kolektif pesantren sebagai ekosistem sosial, aktivitas keseharian sebagai sumber belajar IPS, serta pengalaman sosial sebagai ruang penguatan komunikasi, kolaborasi, empati, toleransi, tanggung jawab, adaptasi, dan kepemimpinan. Praktik gotong royong, musyawarah, pembiasaan keagamaan, organisasi, dan tanggung jawab bersama dapat dihubungkan dengan materi norma sosial, kerja sama, keberagaman, konflik, kepemimpinan, dan partisipasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren dapat berfungsi sebagai sumber belajar IPS yang autentik ketika pengalaman lokal secara sengaja dihubungkan dengan tujuan pembelajaran dan refleksi peserta didik.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VCD DAN MIKROSKOP TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP Muh. Salman Al Wathoni; Muhammad Khairul Wazni; Marhamah Marhamah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15098

Abstract

ABSTRACT The differences in how students interact with biology content become an important consideration when instructional media are used to foster both engagement and learning achievement. This study examined differences in learning motivation and achievement between learning with VCD and microscope media, as well as the relationship between motivation and learning achievement. Ninth-grade students from SMP Negeri 1 Kediri and SMP Negeri 2 Kediri, West Lombok, participated in the study using a posttest-only design. Data were collected through a 30-item achievement test and a 30-item motivation questionnaire, then analyzed using the Independent Samples t-Test, product-moment correlation, and ANOVA with SPSS 11.50 at α=0.05. The VCD group obtained a mean motivation score of 113.16, higher than the microscope group’s score of 109.60, with a significant difference (p=0.00). A similar pattern was observed for learning achievement, with mean scores of 21.98 and 21.03, respectively (p=0.00). Motivation was also positively correlated with learning achievement (r=0.531; p=0.00), while the ANOVA yielded a significance value of 0.00. These findings position media selection as part of learning experience design rather than merely a technical choice. VCD produced higher outcomes in the context of this study, while the use of instructional media should remain aligned with the characteristics of the content and learning activities. Future research may involve broader populations and employ designs that allow changes in learning outcomes to be examined more comprehensively. ABSTRAK Perbedaan cara siswa berinteraksi dengan materi biologi menjadi pertimbangan penting ketika media pembelajaran digunakan untuk membangun keterlibatan sekaligus pencapaian belajar. Penelitian ini menelaah perbedaan motivasi dan prestasi belajar pada pembelajaran menggunakan VCD dan mikroskop, serta keterkaitan motivasi dengan prestasi belajar. Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kediri dan SMP Negeri 2 Kediri Lombok Barat mengikuti pembelajaran dalam rancangan posttest-only. Data diperoleh melalui tes prestasi berjumlah 30 soal dan angket motivasi sebanyak 30 item, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-Test, korelasi product moment, dan ANOVA dengan SPSS 11.50 pada α=0,05. Kelompok VCD memperoleh rata-rata motivasi 113,16, lebih tinggi daripada kelompok mikroskop sebesar 109,60, dengan perbedaan signifikan (p=0,00). Pola serupa tampak pada prestasi belajar, masing-masing 21,98 dan 21,03 (p=0,00). Motivasi juga berkorelasi positif dengan prestasi belajar (r=0,531; p=0,00), sedangkan hasil ANOVA menunjukkan signifikansi 0,00. Temuan ini menempatkan pemilihan media sebagai bagian dari perancangan pengalaman belajar, bukan sekadar pilihan teknis. VCD menunjukkan capaian yang lebih tinggi dalam konteks penelitian ini, sementara pemanfaatan media tetap perlu disesuaikan dengan karakter materi dan aktivitas belajar. Penelitian lanjutan dapat memperluas populasi dan menggunakan rancangan yang memungkinkan perubahan capaian diamati secara lebih komprehensif.

Page 1 of 4 | Total Record : 33