cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022)" : 6 Documents clear
GAMBARAN FAKTOR RISIKO RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME PADA NEONATUS DI RSUP DR M. DJAMIL PADANG EFRIZA EFRIZA; PUTRI UM; GUSMIRA YH
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.2 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1064

Abstract

Respiratory Distress Syndrome (RDS) is one of the main causes of respiratory failure and death in neonates, so it can increase morbidity and mortality in neonates. The risk factors for Respiratory Distress Syndrome in neonates can be from the baby, mother or delivery method. The purpose of this study was to describe the risk factors for Respiratory Distress Syndrome (RDS) in neonates at Dr. M. Djamil Padang. This type of research is a descriptive observational study with a retrospective design. The population of this study were all neonatal patients who had been diagnosed by doctors with Respiratory Distress Syndrome (RDS) at Dr. RSUP. M. Djamil Padang from January to December 2019 with 59 samples using the total sampling technique. The measuring instrument used medical record data and analyzed using univariate test and presented in the form of frequency distribution table and percentage. All neonates suffering from RDS were aged 0 – 7 days (100%) of which the majority were male (54.2%) and most were born with a weight < 2500 grams (96.6%) with a gestational age of < 37 weeks (96 ,6%). Neonates born to their mothers experienced Premature Rupture of Membrane (PROM) 11.9%, maternal diabetes 3.4%, hypertension 55.9% and oligohydramnios 8.5% and 94, 9% of neonates suffering from RDS were born by caesarean section. ABSTRAKRespiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan salah satu penyebab utama kegagalan pernafasan dan kematian pada neonatal, sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada neonatus. Faktor risiko Respiratory Distress Syndrome pada neonatus bisa dari faktor bayi, ibu maupun cara persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya Respiratory Distress Syndrome pada neonatus di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan retrospective study. Populasi penelitian ini adalah semua pasien neonatus yang telah didiagnosis oleh dokter menderita Respiratory Distress Syndrome di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari sampai Desember 2019 dengan 59 sampel menggunakan teknik total sampling. Alat ukur menggunakan data rekam medik dan dianalisa menggunakan uji univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Neonatus yang menderita RDS semuanya berusia 0 – 7 hari (100%) yang mayoritasnya adalah laki-laki (54,2%) dan paling banyak lahir dengan berat badan < 2500 gram (96,6%) dengan usia kehamilan < 37 minggu (96,6%). Neonatus yang lahir dengan ibunya mengalami Premature Rupture of Membrane (PROM) sebanyak 11,9%, yang mengalami diabetes maternal sebanyak 3,4%, yang mengalami hipertensi sebanyak 55,9% dan yang mengalami oligohidramnion sebanyak 8,5% serta sebesar 94,9% neonatus yang menderita RDS dilahirkan dengan cara persalinan sectio caesarea.
EFEKTIVITAS SENAM AEROBIK TERHADAP KADAR GUL DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 BAHARUDDIN K
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.183 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1089

Abstract

Diabetes mellitus (DM) type 2 is a condition where the body is resistant to the hormone insulin, causing uncontrolled blood sugar levels. If blood sugar levels are not controlled and continue to increase, it will cause complications and reduce the quality/life expectancy of people with type 2 DM. To control blood sugar levels can be done with exercise which is part of the 4 pillars of diabetes mellitus management. One type of exercise that is recommended is aerobic exercise. This study aims to explain the effectiveness of aerobic exercise on blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This study used a qualitative descriptive design method with a literature review approach. The databases used are PubMed, Science Direct, and Google Scholar. Search results found 340 articles. After the identification and screening process, 10 articles were obtained that were worthy of being used as literature reviews. Results and Analysis: After doing aerobic exercise in patients with type 2 diabetes mellitus, the average value of blood sugar levels decreased. However, in the study of one article, it was found that after aerobic exercise was done, 2 out of 4 respondents actually experienced an increase in blood sugar levels. Discussion and Conclusion: aerobic exercise can be used as an effective therapy in controlling sugar levels for people with type 2 diabetes mellitus because it can increase insulin sensitivity which is directly correlated positively with increasing glucose absorption in muscles so that it can reduce blood sugar levels directly. ABSTRAKDiabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan keadaan dimana tubuh resisten terhadap hormon insulin sehingga menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol. Apabila kadar gula darah tidak terkontrol dan terus meningkat maka akan menyebabkan komplikasi dan mengurangi kualitas/harapan hidup penderita DM tipe 2. Untuk mengendalikan kadar gula darah dapat dilakukan dengan olahraga yang menjadi bagian dari 4 pilar penatalaksanaan diabetes mellitus. Salah satu jenis olahraga yang dianjurkan yaitu senam aerobik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas senam aerobik terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review. Database yang digunakan adalah PubMed, Science Direct, dan google Scholar. Hasil pencarian ditemukan 340 artikel. Setelah proses identifikasi dan skrining kemudian diperoleh 10 artikel yang layak digunakan sebagai literature review. Hasil dan Analisis: setelah dilakukan senam aerobik pada penderita diabetes melitus tipe 2, rata-rata nilai kadar gula darah mengalami penurunan. Tetapi dalam penelitian salah satu artikel ditemukan bahwa setelah senam aerobik dilakukan, 2 dari 4 responden justru mengalami peningkatan kadar gula darah. Pembahasan dan Kesimpulan: senam aerobik dapat dijadikan sebagai salah satu terapi dalam upaya pengendalian kadar gula bagi penyandang diabetes melitus tipe 2 yang efektif karena bisa meningkatkan sensitivitas insulin yang berkorelasi langsung secara positif terhadap peningkatan penyerapan glukosa dalam otot sehingga dapat menurunkan kadar gula darah secara langsung
INTERVENSI UNTUK MENURUNKAN NYERI POST SECTIO CAESAREA PIPIH NAPISAH
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.588 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1113

Abstract

Post section caesarea can cause pain in the area of the abdominal incision wound. Post section caesarean pain needs correct and effective treatment so that it does not cause complications. The purpose of this article is to determine the effectiveness of various interventions that can reduce the pain scale of post section caesarea. Writing articles using literature studies. Search data using four databases, namely EBSCO, Proquest, Neliti and Google Scholar. Article criteria, namely in English and Indonesian, published in 2020-2021, research studies using randomized control trials and quasi experiments. Keywords in article search using interventions AND pain AND post section caesarea. The data needed is collected through text studies, then analyzed using JBI. Based on the results of the literature study, it shows that there are 19 articles. Single interventions, namely abdominal breathing relaxation techniques, lavender essential oil, acupuncture, guided imagery therapy, deep tissue massage, progressive muscle relaxation, benson relaxation exercises, distraction therapy listening to music, mediation of dhikr, lavender extract, foot massage, and gel package. Meanwhile, the combination interventions, namely lavender oil and oxygen, lemon and mozart classical music therapy, swedish massage and lemon aromatherapy, deep breathing techniques, and music therapy. All studies proved effective for reducing the post SC pain scale. One of the interventions that are effective, easy to do independently by the mother at home, safe and do not cause side effects, are deep breathing relaxation techniques with abdominal breathing techniques, progressive muscle relaxation, Benson relaxation, dzikir mediation and guided imagery therapy. However, research is still limited both abroad and in Indonesia. ABSTRAKPost section caesarea dapat menimbulkan nyeri diarea luka insisi abdomen. Nyeri post section caesarea perlu penanganan yang benar dan efektif sehingga tidak menimbulkan komplikasi. Tujuan penelitian artikel, yaitu untuk mengetahui keefektifan berbagai intervensi yang dapat menurunkan skala nyeri post section caesarea. Penulisan artikel menggunakan studi literature. Pencarian data menggunakan empat data base, yaitu EBSCO, Proquest, Neliti dan Google Scholar. Kriteria artikel, yaitu berbahasa Inggris dan Indonesia, tahun terbit 2020-2021, studi penelitian menggunakan randomized control trial dan quasi experiment. Keyword dalam pencarian artikel menggunakan intervenstions AND pain AND post section caesarea. Data yang diperlukan dihimpun melalui kajian teks, kemudian dianalisis menggunakan JBI. Berdasarkan hasil studi literature menunjukan bahwa terdapat 19 artikel. Intervensi yang efektif untuk menurunkan nyeri post section caesarea, yaitu intervensi tunggal dan kombinasi. Intervensi tugal, yaitu teknik relaksasi abdomal breathing, lavender essential oil, acupuncture, terapi guided imagery, deep tissue massage, progressive muscle relaxation, latihan relaksasi benson, terapi distraksi mendengarkan music, mediasi dzikir, ekstrak lavender, pijat kaki, paket gel. Sementara itu, Intervensi kombinasi, yaitu minyak lavender dan oksigen, terapi lemon dan mozart music klasik, swedish massage dan aromaterapi lemon, teknik napas dalam dan terapi musik. Semua penelitian terbukti efektif untuk menurunkan skala nyeri post SC. Salah satu intervensi yang efektif, mudah dilakukan secara mandiri oleh ibu di rumah, aman dan tidak menimbulkan efek samping, yaitu teknik relaksasi napas dalam dengan teknik abdomal breathing, progressive muscle relaxation, relaksasi benson, mediasi dzikir dan terapi guided imagery. Namun, penelitian masih terbatas baik di luar negri maupun di Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN PENCEGAHAN TERJADINYA STROKE BERULANG TUNIK TUNIK
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.203 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1114

Abstract

Recurrent stroke is the occurrence of repeated strokes after the patient is discharged from the hospital or occurs after the first attack. Repeated strokes will cause more severe symptoms than the previous ones, this is because the damaged area is wider than the previous attack. Therefore, the patients and their families have to know how to prevent and what causes recurrent strokes. The purpose of this study was to determine the cause and prevention factors of recurrent stroke. The method used in this research was a literature review and the data sources were taken from Proquest, Ovid, and Google Scholar. The journals used in this study were twenty (20) research journal articles. The result showed that recurrent stroke had several cause and prevention factors. The factors included permanent factor (age) and changeable factor (lifestyle). Other factors were the provision of pharmacological therapy for controlling comorbidities, providing knowledge, motivation, and support to patients, as well as controlling stress and depression in patients ABSTRAKStroke berulang merupakan kejadian serangan ulang stroke setelah pasien pulang dari layanan kesehatan atau terjadi setelah serangan pertama. Stroke berulang akan menimbulkan gejala yang lebih parah dari gejala sebelumnya, hal ini dikarenakan área yang rusak lebih luas dibandingkan serangan sebelumnya. Penderita dan keluarga harus mengetahui bagaimana cara pencegahan dan apa saja yang menyebabkan terjadinya stroke berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan pencegahan terjadinya stroke berulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi literatur review, sumber diambil dari Proquest, ovid, google scholar. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 jurnal penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stroke berulang memiliki beberapa faktor penyebab dan pencegah. Faktor tersebut antara lain faktor yang tidak bisa diubah (usia); faktor yang bisa diubah (gaya hidup). Faktor lainnya yaitu pemberian terapi farmakologis untuk pengendalian penyakit penyerta sebagai faktor resiko, pemberian pengetahuan, motivasi dan dukungan kepada pasien, dan juga pengendalian stress dan depresi pasien
PERBEDAAN ASUPAN PROTEIN, FE, VIT B6, VIT C, DAN STATUS KEK PADA REMAJA PUTRI ANEMIA DAN NON ANEMIA USDEKA MULIANI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.943 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1115

Abstract

Iron deficiency anemia (IDA) is a nutritional problem in young women that needs special attention. Except for lack of iron intake, the cause of anemia is due to lack of micronutrient intake that plays a role in iron metabolism, erythropoiesis, and hemoglobin formation, including vitamin B6 and vitamin C. Another nutritional problem that is often experienced by young women is Chronic Energy Deficiency due to energy intake. less than an ongoing need. The purpose of this study was to determine differences in the nutritional intake of protein, iron, vitamin B6, vitamin C and KEK status in anemic and non-anemic adolescent girls. Data collection was carried out in August-September 2020 on 122 respondents. The amount of nutrient intake was obtained through interviews and the respondent's hemoglobin level was measured using the Hemato Analyzer. The research method is analytic by using a cross sectional approach. The data were analyzed univariately and bivariately with a different test (t-test) Independent. The results showed that the prevalence of anemia in respondents was 17.2%, protein intake was less 58.2%, iron (Fe) intake was less 96.8%, vitamin B.6 intake was less than 85.2%, and vitamin C intake was 93. 4%, and respondents with KEK status 46.7%. As for the results of the different tests, there was no significant difference between the intake of protein, iron, vitamin B6, and vitamin C as well as the LILA of the anemic and non-anemic respondents. It is recommended that related parties conduct socialization of healthy feeding for adolescents. ABSTRAKAnemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah gizi pada remaja putri yang perlu mendapat perhatian khusus. Kecuali kekurangan asupan zat besi, penyebab tejadinya anemia akibat kekurangan asupan mikronutrien yang berperan dalam metabolism zat besi, eritropoesis, maupun pembe ntukan hemoglobin antara lain vitamin B6 dan vitamin C. Masalah gizi lain yang sering dialami oleh remaja putri adalah Kurang Energi Kronis akibat dari asupan energy kurang dari kebutuhan yang berlangsung lama. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi protein, zat besi, vitamin B 6, vitamin C dan status KEK pada remaja putri anemia dan non anemia. Pengambilan data dilakukan bulan Agustus-September tahun 2020 pada 122 responden. Jumlah asupan zat gizi diperoleh melalui wawancara dan alat ukur kadar hemoglobin responden menggunakan Hemato Analizer. Metode penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji beda (t-test) Independent. Dari hasil penelitian diperoleh prevalensi responden anemia 17,2%, asupan protein kurang 58,2%, asupan zat besi (Fe) kurang 96,8%, asupan vitamin B.6 kurang 85,2%, dan asupan vitamin C kurang 93,4%, serta responden dengan status KEK 46,7%. Adapun dari hasil uji beda tidak ada perbedaan yang significant antara asupan protein, Fe, vitamin B6, dan vitamin C serta LILA responden yang anemia dan yang tidak anemia. Disarankan agar pihak terkait melakukan sosialisasi pemberian makan yang sehat bagi remaja.
PEMBINAAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA CISAAT KABUPATEN SUKABUMI HESRI MINTAWATI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.348 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i2.1193

Abstract

The problem of short toddlers (stunting) is a priority problem that occurs in Cisaat Sukabumi village. the results of data from 20 villages in Sukabumi, the priority for the village with the most stunting is Cisaat Village, Sukabumi, with 131 children under five. The impact of stunting can affect children's growth and development, cognitive abilities, and even cause mortality. The purpose of this article is to explain, and analyze the development and prevention of stunting in Cisaat Sukabumi Village. The writing of this article uses a literature review study of the literature review data carried out by searching for relevant articles from electronic databases (Google Scholar, DOAJ, Pubmed, Garuda portal, Mendeley, Sinta and Rama). cognitive decline, and if preventive measures are not taken, it can cause children to be disturbed in brain development, body metabolism, and physical growth. ABSTRAKPermasalahan balita pendek (stunting) merupakan prioritas masalah yang terjadi di desa cisaat sukabumi. hasil data dari 20 desa yang ada di Sukabumi, yang menjadi prioriras desa terbanyak stunting adalah desa cisaat sukabumi 131 anak balita. Dampak dari stunting dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, dan bahkan menyebabkan mortalitas. Penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan, dan menganalisis pembinaan dan pencegahan stunting desa cisaat sukabumi. Penulisan artikel ini menggunakan studi literatur review data Tinjauan Pustaka dilakukan melalui pencarian artikel yang relevan dari database elektronik (Google Scholar, DOAJ, Pubmed, portal Garuda,mendeley,sinta dan rama) didapatkan hasil stunting memiliki implikasi biologis terhadap perkembangan otak dan neurologis yang diterjemahkan kedalam penurunan nilai kognitif, dan apabila tidak dilakukan tindakan pencegahan dapat menyebabkan anak terganggu perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6