cover
Contact Name
-
Contact Email
filantropi.mazawa20@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
filantropi.mazawa20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf
ISSN : 27235416     EISSN : 27235424     DOI : 10.22515/finalmazawa
Core Subject : Science,
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf publishes qualified articles both conceptual and research results in islamic philanthropic studies (Zakat, Waqf, Infaq and Shodaqah).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi" : 5 Documents clear
PENGARUH LITERASI DAN KESADARAN TERHADAP PERILAKU MEMBAYAR ZAKAT BAGI JURAGAN NELAYAN JARING TANGKAP BERKANTONG (JTK) Murniasari, Nisa; Rahmawati, Lilik; Syihabuddin, Atok
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.7107

Abstract

Fisherman Skippers is the ship owner responsible for all operations. Since the income of the captain fisherman is several times higher than that of the crew, it can be said that the captain fisherman is obligated to pay zakat. The purpose of this study is to partially and simultaneously analyze the effects of literacy and awareness on the behavior of paying zakat to net fishermen by bags of nets (JTK). The method used in this study is a quantitative method using random sampling and questionnaire data collection with a total of 89 respondents. The results of this study indicate that literacy and awareness simultaneously and partially influence the zakat payment behavior of JTK fisherman captains. The resulting R-squared value is 0.242, indicating that the magnitude of the influence of the variables X1, X2, and Y is considered collectively. And the rest are influenced by factors outside this study. It is hoped that Fisherman Captains (JTK) will learn more about fishing zakat regulations and that Amil Zakat institutions around the site will be more active in communityization. Juragan Nelayan adalah seorang pemilik kapal yang bertanggung jawab terhadap seluruh operasional. Pendapatan yang diperoleh juragan nelayan berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan anak buah kapal, maka dapat dikatakan bahwa juragan nelayan wajib zakat.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi dan kesadaran secara parsial dan simultan terhadap perilaku membayar zakat pada juragan nelayan Jaring Tangkap Berkantong (JTK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 89, dan pengumpulan data menggunakan  kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan Literasi dan kesadaran berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap perilaku membayar zakat bagi juragan nelayan JTK. Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,242 menunjukkan bahwa besaran pengaruh variabel X1, X2 dan variabel Y secara gabungan. Dan sisanya dipengaruhi oleh faktor dari luar penelitian ini. Diharapkan juragan nelayan (JTK) lebih mencari tahu tentang ketentuan zakat tangkap ikan dan untuk lembaga amil zakat  sekitar lokasi lebih aktif dalam memberikan sosialisasi pada masyarakat diharapkan juga bagi peneliti selanjutnya bisa menambah variabel dan mencari faktor lainnya untuk dapat lebih mengkaji terusan penelitian ini.
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH DI LAZ ALMADINA Qurrotul Aini, Hana; Ayu Safitri, Intan; Adi Saputra, Moh. Juan; Aprilia Sari, Chusmawati; Sa'adah, Mazro'atus
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.9010

Abstract

The obligation of zakat fitrah has social, economic, and spiritual aspects that are very important in the lives of Muslims. The management of zakat fitrah in amil zakat institutions is vital. The efficient and transparent collection, management, and distribution of zakat fitrah is an important factor in ensuring maximum benefits for beneficiaries. This study aims to explore the practice of managing zakat fitrah in an amil zakat institution with institutions, policies, and implementation. This research is descriptive qualitative with research methods that use observation and interviews. Research is descriptive and tends to use inductive analysis. The process of collecting Zakat Fitrah at LAZ ALMADINA is involved in publication and socialization to the community. LAZ ALMADINA holds regular recitations every Monday night at their location. The mechanism for distributing Zakat Fitrah to Eligible Recipients is carried out from various segments of society, including pilgrims and residents who attend the recitation. Kewajiban zakat fitrah memiliki aspek sosial, ekonomi, dan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Pengelolaan zakat fitrah di lembaga amil zakat menjadi hal yang vital. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami praktik pengelolaan zakat fitrah di suatu lembaga amil zakat dengan kelembagan, kebijakan, dan implementasi. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian yang menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis induktif. Proses pengumpulan Zakat Fitrah di LAZ ALMADINA terlibat dalam publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. LAZ ALMADINA menyelenggarakan pengajian rutin setiap malam Senin di lokasi mereka. Mekanisme pendistribusian Zakat Fitrah Kepada Penerima yang Memenuhi Syarat dilakukan dari berbagai segmen masyarakat, termasuk jamaah dan warga yang mengikuti pengajian.
ANALISIS PEMBERIAN ZAKAT KEPADA SABILILLAH DALAM KONTEKS KLASIK DAN MODERN Qothrunnada, A. Izka; Firmansyah, Mu’min
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.9039

Abstract

This research discusses the definition and application of zakat "fî sabilillah" in traditional and contemporary Islamic contexts, as well as its impact on the allocation of zakat funds in modern society. The definition of zakat comes from the Arabic "zaka," which means blessing and cleanliness, while "fi sabilillah" refers to devotion in the way of Allah, both in the context of war and social and economic development. In classical times, zakat for "fi sabilillah" was primarily allocated for military purposes, but contemporary scholars broaden its meaning to include various forms of social contribution and religious education. Through case studies in Indonesia and other Muslim-majority countries, this research highlights the differences in interpretation and application of zakat "fi sabilillah" by da'wah organizations and zakat management institutions. The results of the analysis show that flexibility in the interpretation of Islamic law allows the allocation of zakat funds that are more varied and relevant to the current social conditions and needs of the people. Thus, this research provides a deeper view of the importance of adaptation and inclusiveness in zakat management to improve the welfare of Muslims at large. Penelitian ini membahas definisi dan penerapan zakat "fi sabilillah" dalam konteks tradisional dan kontemporer Islam, serta dampaknya terhadap alokasi dana zakat dalam masyarakat modern. Definisi zakat berasal dari bahasa Arab "zaka," yang berarti berkah dan bersih, sementara "fi sabilillah" merujuk pada pengabdian di jalan Allah, baik dalam konteks perang maupun pengembangan sosial dan ekonomi. Dalam zaman klasik, zakat untuk "fi sabilillah" terutama dialokasikan untuk kepentingan militer, tetapi ulama kontemporer memperluas maknanya untuk mencakup berbagai bentuk kontribusi sosial dan pendidikan agama. Melalui studi kasus di Indonesia dan negara mayoritas Muslim lainnya, penelitian ini menyoroti perbedaan interpretasi dan penerapan zakat "fi sabilillah" oleh organisasi dakwah dan lembaga pengelola zakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam interpretasi hukum Islam memungkinkan alokasi dana zakat yang lebih bervariasi dan relevan dengan kondisi sosial dan kebutuhan umat saat ini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pandangan yang lebih mendalam tentang pentingnya adaptasi dan inklusivitas dalam pengelolaan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam secara luas.
ANALISIS JPZIS NU-CARE LAZISNU JAWA TIMUR TERHADAP PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH DALAM MASJID Syafiullah, Moh. Rizki; Alamsyah, M. Ghifarri; Rofiqqih, Moh.; Shobah, M. Rajudin; Sa’adah, Mazro’atus
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.9098

Abstract

Zakat is a type of philanthropy in the Islamic religion that has a very important role in improving the welfare of the Muslim Ummah and is one of the five pillars of Islam. In terms of zakat management, it is not only the responsibility of the government but there needs to be a role from the community and zakat amil institutions organized by local communities. Especially in terms of Islamic community life, mosques have a very close relationship. Mosques not only function as places of worship but have a very important role in terms of zakat management with models of collecting, distributing, utilizing zakat, and managing human resources for zakat managers. The existence of zakat amil institutions in Indonesia, can help facilitate the process of collecting and distributing zakat in Indonesia. Zakat adalah salah satu filantropi dalam agama Islam yang mempunyai peran yang sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan Umat Islam dan merupakan salah satu rukun dari lima rukun Islam. Dalam hal pengelolaan zakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun perlu adanya peran dari masyarakat dan lembaga amil zakat yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat. Khususnya dalam hal kehidupan masyarakat Islami, masjid mempunyai kaitan yang sangat erat. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata, tetapi mempunyai peran yang amat penting dalam hal pengelolaan zakat dengan model pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan zakat dan manajemen sumber daya manusia pengelola zakat. Dengan adanya lembaga-lembaga amil zakat yang ada indonesia dapat membantu memudahkan proses pengumpulan dan penyaluran zakat yang ada di Indonesia.
PERAN INDEKS ZAKAT NASIONAL (IZN) DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS BAZNAS SURAKARTA Purwaningrum, Windiani; Yazid, Afthon
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.10045

Abstract

This research aims to find out how the performance of BAZNAS City Surakarta which has so far been assessed by the Society is a Trustworthy and professional Institution. In this study the author used the method that has been established by BAZNAS Indonesia as a measuring tool to measure how BAZNAS Central, BAZNAS Province and BAZNAS Regency / City itself. And thus the authors hope this research can be useful for BAZNAS City Surakarta in an effort to maximize BAZNAS performance and as an evaluation of BAZNAS performance over the course of a year. The type of research the author writes is quantitative. Primary data sources are conducted with a survey questionnaire to the BAZNAS City Surakarta Mustahik period of recipient of productive economic assistance in June 2023. While secondary data is obtained through BAZNAS City Surakarta in the form of financial statements, changes in funds, mustahik databases and muzzaki, journals, books, documents, archives, and all information related to the performance measurements of the Institution using IZN. The data collection technique used is interview questionnaire survey and library methods. The results of this study BAZNAS City Surakarta fall into the category “quite good” in the index value of 0.41-0.60, and in its performance there is still something that needs to be corrected, as in the service process to the impaired is good, all submissions are processed openly with data verification directly and through the system, and decided in the leadership meeting openly. So in the selection of filing files from mustahik still prioritize objectivity and guided to Sharia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja dari BAZNAS Kota Surakarta yang sejauh ini dinilai Masyarakat merupakan Lembaga yang Amanah dan professional. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan metode yang telah ditetapkan BAZNAS Indonesia sebagai alat ukur untuk mnegukur bagaimana kinerja BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi maupun BAZNAS Kabupaten/Kota itu sendiri. Dan dengan demikian penulis berharap penelitian ini dapat berguna bagi BAZNAS Kota Surakarta sebagai upaya memaksimalkan kinerja BAZNAS dan sebagai evaluasi BAZNAS  terkait kinerja BAZNAS selama setahun. Jenis penelitian yang ditulis penulis adalah kuantitatif. Sumber data primer dilakukan dengan kuisioner survey kepada mustahik BAZNAS Kota Surakarta periode penerima bantuan ekonomi produktif bulan Juni 2023. Sedangkan data sekunder didapatkan melalui BAZNAS Kota Surakarta berupa laporan keuangan, perubahan dana, database mustahik dan muzzaki, ,jurnal, buku, dokumen, arsip-arsip, dan semua informasi yang berkaitan dengan pengukuran kinerja Lembaga menggunakan IZN. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara kuisioner survey dan metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini BAZNAS Kota Surakarta masuk dalam kategori “cukup baik” berada pada rentan nilai indeks 0.41-0.60, dan dalam kinerjanya masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti dalam proses pelayanan kepada mustahik sudah baik, seluruh pengajuan diproses secara terbuka dengan verifikasi data secara langsung dan melalui sistem, dan diputuskan dalam rapat pimpinan secara terbuka. Sehingga dalam seleksi berkas pengajuan dari mustahik tetap mengedepankan objektivitas dan berpedoman pada syariat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5