cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
PERHITUNGAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERDASARKAN KETERSEDIAAN AIR DAN PRODUKTIVITAS LAHAN DI KECAMATAN TUJUH BELAS KABUPATEN BENGKAYANG Anggun Rea Pramesty
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7660

Abstract

ABSTRAK Menurut UU No. 32 Tahun 2009 daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antar keduanya.. Lokasi penelitian terletak pada Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, yang berdasarkan data BPS Kabupaten Bengkayang tahun 2013 dengan kepadatan penduduk yaitu sebesar 11.538 jiwa. Kecamatan Tujuh Belas merupakan daerah pemukiman agraris yang terus berkembang, namun taraf hidup penduduk di Kecamatan Tujuh Belas masih relatif rendah. Rendahnya taraf hidup penduduk ditinjau dari aspek daya dukung air dan daya dukung lahannya. Tujuan penelitian ini menentukan nilai surplus/defisit dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air, menentukan nilai surplus/defisit dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan lahan, serta memberikan rekomendasi untuk ketersediaan dan kebutuhan air serta ketersediaan dan kebutuhan lahan, Meningkatkan taraf hidup penduduk Kecamatan Tujuh Belas yang ditinjau dari daya dukung air dan daya dukung lahan. Metodologi yang digunakan untuk menentukan daya dukung air dan daya dukung lahan mengacu pada Permen LH No. 17 Tahun 2009. Berdasarkan hasil penelitian yang mengacu pada Permen Lh No 17 tahun 2009, untuk ketersediaan air di Kecamatan Tujuh Belas pada tahun *(2014 – 2023) diperkirakan sama dan tidak bertambah yaitu sebesar #77.451.118 m3/tahun dikarenakan dalam penggunaan lahan untuk tahun *(2014 - 2023) tidak diketahui, sedangkan untuk kebutuhan air pada tahun 2013 sebesar 18.460.800 m3/tahun dan pada tahun 2023 mengalami peningkatan yaitu sebesar 23.775.300 m3/tahun. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah daya dukung air di Kecamatan Tujuh Belas surplus hal ini menunjukkan ketersediaan air yang sekarang dan prediksi untuk 10 tahun kedepan mencukupi kebutuhan air baik dari segi kebutuhan domestik maupun kebutuhan pangan dan lainnya. Sebaiknya kondisi yang sekarang dipertahankan sesuai dengan fungsi lahannya. Ketersediaan lahan di Kecamatan Tujuh Belas adalah 8641,489 ha, sedangkan kebutuhan lahannya adalah sebesar 4807,50 ha. Untuk kebijakan pengembangan di sektor pertanian sebagai sektor unggulan di Kecamatan Tujuh Belas, maka dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas ke luar wilayah dengan mengembangkan aksesibilitas pemasaran ke luar wilayah. Rendahnya taraf hidup penduduk Kecamatan Tujuh Belas tidak berkaitan dengan daya dukung air dan daya dukung lahan, karena berdasarkan perhitungan ketersediaan air dan kebutuhan air serta ketersediaan lahan dan kebutuhan lahan menunjukkan bahwa daya dukung lingkungannya mencukupi untuk kebutuhan manusia baik domestik maupun domestik. Kemungkinan yang menyebabkan taraf hidup rendah disebabkan oleh hal lain seperti : pendidikan yang minim, fasilitas kesehatan, dan infrastuktur yang tidak memadai penduduk untuk membawa hasil panen ke kota. Kata Kunci: Kecamatan Tujuh Belas, Daya Dukung Lingkungan Defisit,Surplus
Pengaruh Penambahan Lumpur PDAM dan Zeolit sebagai Media Imobilisasi Bakteri terhadap Produksi Biogas dari Limbah Organik Pasar (Effect of Addition PDAM Sludge and Zeolite as Bacterial Immobilization Media on Biogas Production from Organic Waste) Wivina Diah Ivontianti; Rinjani Ratih Rakasiwi; Dwi Asniawati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.43189

Abstract

Abstract Organic waste can be processed into biogas through the anaerobic decomposition process. Anaerobic decomposition can be influenced by various factors including the addition of immobilization media. Cell immobilization is an attempt to increase the stability of the anaerobic process while reducing the potential for washout. Adding this solid material can increase reactor efficiency and can increase methane yield. The research on the addition of zeolite and PDAM sludge as immobilization media aims to find out how the effect of the addition of immobilized media, as well as the best composition between PDAM slurry and zeolite as immobilization media in the biogas production process from organic waste. The immobilization media used has three variations in the composition ratio between PDAM sludge and zeolites, namely 2:0, 2:1, 1:1 and a control reactor. Observation parameter are of VS, pH, concentration of methane gas and gas volume. Based on observations made, it was known that the addition of zeolite and sludge PDAM as a medium of immobilization in the biogas production process could increase biogas production and the concentration of methane produced. Of the three variations in the composition of the media used in this study, the composition ratio of 2: 1 gave the best biogas production results in the amount of 23.2844 L. As for the methane concentration, the overall reactor with the addition of immobilization media results in higher biogas concentrations and the reactor with the addition of media with a ratio of 2: 1 gave the largest methane concentration results. Keywords: biogas, immobilization, PDAM  Sludge, zeolite Abstrak Sampah organik pasar dapat diolah menjadi biogas melalui proses penguraian anaerobik. Penguraian anaerobik ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya penambahan media imobilisasi. Imobilisasi sel adalah salah satu usaha untuk meningkatkan stabilitas proses anaerob sekaligus mengurangi potensi washout. Penambahan material padatan ini dapat meningkatkan efisiensi reaktor dan dapat meningkatkan yield metana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan media imobilisasi tersebut, serta komposisi terbaik antara lumpur limbah PDAM dan zeolit sebagai media imobilisasi pada proses produksi biogas dari limbah pasar. Media imobilisasi yang digunakan memiliki tiga variasi perbandingan komposisi antara lumpur PDAM dan zeolit, yaitu 2:0, 2:1,  1:1 dan  reaktor kontrol. Parameter pengamatan adalah  nilai VS, pH, konsentrasi gas metana, dan volume gas. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa penambahan zeolit dan lumpur PDAM sebagai media imobilisasi pada proses produksi biogas dapat meningkatkan produksi biogas serta konsentrasi metana yang dihasilkan. Dari tiga variasi perbandingan komposisi media yang digunakan dalam penelitian ini, perbandingan komposisi  2:1 memberikan hasil produksi biogas terbaik yaitu sebesar 23,2844 L. Sedangkan untuk konsentrasi metana, reaktor dengan penambahan media imobilisasi menghasilkan konsentrasi biogas yang  lebih tinggi dengan hasil terbaik yaitu variasi  perbandingan 2:1. Kata kunci: biogas, immobilisasi, lumpur PDAM, zeolit
PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KAWASAN PASAR ANGGREK KOTA PONTIANAK ASTARI ISNA APRIANI WINARDI
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.11202

Abstract

ABSTRAK Perancangan sistem pengolahan limbah cair pada sebuah pasar diperlukan untuk memperbaiki kualitas air yang akan dibuang sehingga tidak mencemari lingkungan. Studi kasus pada skripsi ini adalah Pasar Anggrek Kota Pontianak yang terletak di pertigaan Jalan Ya’M Sabran dan Jalan Sultan Hamid Pontianak Timur. Pasar Anggrek ini belum beroperasi dan belum memiliki sebuah  IPAL. Perancangan ini  menggunakan pengolahan secara fisik dan biologis. Sistem pengolahan biologi yang digunakan adalah biofilter anerob aerob terpisah dengan proses pengolahan yang meliputi, bak screen, bak ekualisasi,bak pengendap pertama, biofilter anerob, biofilter aerob, bak pengendap akhir. Dalam hal ini limbah cair pasar masuk dalam kategori limbah cair domestik. Tahap perancangan IPAL Pasar Anggrek Kota Pontianak meliputi pengambilan sampel air limbah Pasar Flamboyan, menghitung debit limbah cair, menentukan metode pengolahan limbah cair Pasar Anggrek Kota Pontianak, merencanakan IPAL, menghitung anggaran biaya. Debit air limbah yang dihasilkan diperkirakan sebesar 1,44 m3/hari dengan konsentrasi limbah pH 6,19, BOD 1.264,8 mg/l, TSS 9.729 mg/l, minyak dan lemak 0,025 mg/l. Instalasi Pengolahan Air Limbah Pasar Anggrek ini memiliki 5 kompartemen yaitu Bar Screen yang memiliki volume 0,24m3/hari,bak ekualisasi memiliki volume 0,24m3/hari,bak pengendap pertama memiliki volume 0,18 m3,biofilter anaerob memiliki volume 0,73m3, biofilter anaerob-aerob memiliki volume 0,25m3, dan bak pengendap akhir memiliki volume 0,25m3. Biaya anggaran biaya yang akan dibutuhkan untuk merancang IPAL di Pasar Anggrek Kota POontianak sebesar Rp. Rp. 26.955.500,00,- ( Dua Puluh Enam Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Lima Ribu Lima Ratus Rupiah ).   Kata kunci : Biofilter, IPAL pasar, pengolahan limbah pasar, karakteristik limbah cair pasar
Produksi Bersih Industri Roti di Kota Pontianak Dinda Deli Lestari
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 9, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v9i1.44205

Abstract

Abstract Clean production is an activity to increase efforts to handle the waste of an industry. The purpose of this research is to identify the production process, to know the waste generated and to design a clean production that will reduce the waste generated. This research was conducted in a bakery located in Kota Baru, precisely on Jalan Prof. M. Yamin, Kota Baru, Pontianak. The research begins by identifying the general condition of the industry, then identifying the production process and problems in the industry and continuing with the analysis of appropriate clean production alternatives. The recommended clean production is the utilization of eggshell waste into organic fertilizer and handling plastic waste by giving the waste to the nearest waste bank. Keywords: bread industry, clean production, egg shell, minimation of waste Abstrak Produksi bersih adalah kegiatan untuk meningkatkan upaya penanganan limbah suatu industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses produksi, mengetahui limbah yang dihasilkan dan rancangan produksi bersih yang akan mengurangi limbah yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di toko roti yang berlokasi di Kota Baru, tepatnya di Jalan Prof. M. Yamin, Kota Baru, Pontianak. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi kondisi umum industri, selanjutnya dilakukan identifikasi proses produksi dan masalah pada industri serta dilanjutkan dengan analisis alternatif produksi bersih yang tepat. Produksi bersih yang disarankan berupa pemanfaatan limbah kulit telur menjadi pupuk organik serta menangani limbah plastik dengan cara memberikan limbah tersebut ke bank sampah terdekat. Kata Kunci: industri roti, kulit telur, minimasi limbah, produksi bersih 
INVENTARISASI EMISI CH4 DI TPA BATU LAYANG KOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT Mutiara Rizki Khatulistiwa; Dian Rahayu Jati; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.13572

Abstract

ABSTRAKSalah satu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim adalah CH4, yang dihasilkan oleh timbunan sampah. Emisi CH4 dari sampah merupakan hasil dekomposisi anaerobik dari bahan organik dalam sampah. Timbunan sampah yang semakin tinggi di TPA tanpa pengolahan lebih lanjut dapat menimbulkan emisi CH4 yang semakin besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah TPA Batu Layang Kota Pontianak, menentukan estimasi emisi CH4 di TPA Batu Layang Kota Pontianak dengan menggunakan rumus IPCC dan memberikan rekomendasi berupa upaya mitigasi dan adaptasi berdasarkan jumlah emisi CH4 di TPA Batu Layang Kota Pontianak. Perhitungan emisi CH4 menggunakan acuan rumus IPCC Waste Model Calculation tahun 2006 dengan Tier-2. Hasil penelitian menunjukkan Timbulan sampah Kota Pontianak pada tahun 2015 adalah 0,52 kg/org/hari dengan komposisi sampah yang didominasi oleh sampah organik dengan presentase 81,4% dan sampah anorganik  18,6%. Nilai potensi emisi CH4 di TPA Batu Layang Kota Pontianak Tahun 2015 adalah 4298,95  ton/tahun dan pada proyeksi Tahun 2020 adalah 4720 ton/tahun. Upaya mitigasi dan adaptasi yang dapat direkomendasikan adalah dengan sosialisasi teknik 3R, optimalisasi pengomposan dari sumber maupun TPA, peningkatan pengoperasian TPA dengan mengaplikasikan tanah penutup secara berkala, dan pemanfaatan volume gas yang lebih banyak di TPA, sehingga dapat mengurangi emisi CH4 yang lepas keatmosfer. Kata Kunci : Sampah, CH4, TPA Batu Layang.
ANALISA KAWASAN BANJIR DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG Aditya Abiharyo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.16070

Abstract

ABSTRAK Sungai Ambawang merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Kubu Raya.  Kondisi topografi Kecamatan Sungai Ambawang relatif datar sehingga daerah ini sering terjadi banjir secara periodik. Untuk itu perlu dilakukan kajian ilmiah tentang kondisi lingkungan serta besarnya debit banjir  dan pemetaan daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data sekunder antara lain data curah hujan, peta-peta seperti peta tata guna lahan, peta kemiringan lereng, dan peta jenis tanah,  sedangkan data primer yang digunakan adalah data kecepatan aliran sungai dan luas penampang sungai. Analisis besarnya debit banjir dilakukan dengan analisa curah hujan rancangan menggunakan Log Person tipe III dan analisa perhitungan debit banjir dengan menggunakan rumus rasional. Sedangkan untuk membuat peta rawan banjir menggunakan analisa data spasial data sekunder dengan software Arcgis. Setelah itu diberikan skoring parameter kerentanan pada peta tematik yang sudah diolah dan juga data curah hujan, setelah itu melakukan pengabungan/ tumpang tindih (Overlay) terhadap semua peta tematik tersebut. Kemudian melakukan analisis nilai kerentanan banjir dan melakukan input data kedalam peta yang sudah digabungkan dan akan didapatkan peta rawan banjir. Hasil analisa menunjukkan semua Sub DAS yang terdapat di Kecamatan Sungai Ambawang dapat menampung debit rencana yang ada. Daerah rawan banjir memiliki lima kategori yaitu daerah  sangat rentan seluas 218,30 km2, daerah rentan seluas 117,07 km2, daerah sedang seluas 627,86, km2, daerah kurang rentan seluas 166,97 km2, dan yang terakhir daerah tidak rentan seluas 0,07 km2. Analisa daerah rawan banjir ini dilakukan berdasarkan pemberian skoring dengan melihat kondisi fisik kawasan Kecamatan Sungai Ambawang.   Kata- Kata Kunci: Peta rawan banjir, tata guna lahan, perangkat lunak Arcgis.
EVALUASI TEKNIK OPERASIONAL PERSAMPAHAN KECAMATAN SAMBAS Agung Ananda Saugi; Dian Rahayu Jati; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18406

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah timbul karena tidak seimbangnya produksi sampah dengan pengelolaannya. Menurut data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan Sambas memiliki 56.787 warga pada tahun 2015. Setiap hari warga Kecamatan Sambas menghasilkan sampah sekitar 156,164 m3/ hari dan hanya 45% warga yang terlayani dengan asumsi satu orang menghasilkan 2,75 liter sampah perhari. Kinerja dari sistem pengelolaan sampah pada suatu kawasan atau wilayah akan menentukan kondisi lingkungan pada wilayah tersebut. Pengelolaan sampah di Kecamatan Sambas merupakan suatu permasalahan yang menjadi prioritas untuk diselesaikan. Peningkatan volume sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas masyarakat membutuhkan penanganan dengan teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan agar sampah – sampah yang dihasilkan oleh aktivitas masyarakat tidak menimbulkan berbagai masalah yang dapat mengganggu lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur zona timbunan TPA Sorat dan mengevaluasi teknik operasional persampahan di Kecamatan Sambas. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung di lapangan dan membandingkan antara kondisi teknik operasional di Kecamatan Sambas dengan SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan. Analisis data dilakukan dengan melakukan perhitungan sesuai dengan SNI 3242-2008 tentang Pengelolaan Sampah di Permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur zona timbunan TPA Sorat diprediksi dapat mencapai hingga 9 tahun kedepan dengan akumulasi timbunan sampah mencapai 122.315 m3 dan zona timbunan yang dipersiapkan seluas 1,25 Ha, yaitu dari tahun 2016 sampai tahun 2025 serta teknik operasional persampahan pada aspek pengumpulan sampah dan pengangkutan sampah di Kecamatan Sambas masih belum seluruhnya menerapkan SNI 19-2454-2002.Kata Kunci : Kecamatan Sambas, TPA Sorat, Teknik Operasional
ANALISIS SEBARAN OKSIGEN TERLARUT SALURAN SUNGAI JAWI Nurul Shaumi Ramadhani, Rizki Purnaini, Kiki Prio Utomo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.2110

Abstract

Sungai Jawi adalah salah satu saluran drainase utama di Pontianak yang menerima air hujan dan airlimbah dari pemukiman manusia di sepanjang jangkauannya. Hal ini penting untuk menyelidikikualitas airnya. Salah satu parameter kualitas air yang diteliti dalam makalah ini Dissolved Oxygen(DO) konsentrasi dan profil sepanjang saluran.Untuk mempelajari DO profil dalam saluran, salah satunya dapat merujuk kepada PP Nomor 110Tahun 2003 (dekrit yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia tentang kualitas air).Metode ini bertujuan sesuai dengan keputusan Metode Streeter - Phelps. Sampel air diambilsebanyak 12 titik di sepanjang saluran Sungai Jawi. Titik sampling dipilih sesuai penggunaan lahan disepanjang saluran Sungai Jawi dan periode sampling ditentukan oleh periode pasang surut di KapuasKecil Sungai yang mempengaruhi aliran air dan ketinggian air serta kualitas air di saluran. Kecepatanair dan lima parameter lain yang diukur adalah suhu, pH, kekeruhan, oksigen terlarut (DO) dankebutuhan oksigen biokimia (BOD).Hasil dari pengukuran di lapangan kemudian dibandingkan dengan hasil dari model matematikaberdasarkan Metode Streeter - Phelps. Hasil regresi menunjukkan pasang dan surut yang mendekati1 yang berarti Streeter Phelps tersebut dapat digunakan sebagai model matematika untukmenggambarkan profil konsentrasi DO di Saluran Sungai Jawi. Hasil ini juga menunjukkan bahwasaluran tersebut tidak dapat memulihkan konsentrasi DO saat air surut. Sementara saat pasangtinggi, Saluran Sungai Jawi dapat mengalami proses pemurnian diri.Kata Kunci:Sungai Jawi, Oksigen Terlarut(DO), Metode Streeter -Phelps
PEMANFAATAN CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DAN ZEOLIT SEBAGAI MEDIA FILTER KERAMIK UNTUK PENGOLAHAN AIR GAMBUT Muchlis Kiki Priyo Utomo Ulli Kadaria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.21901

Abstract

ABSTRAKKalimantan Barat sebagian besar memiliki lahan gambut yaitu sekitar 1,7 juta hektar. Masyarakat yang tidak mendapatkan akses air bersih menggunakan air sumur sebagai air baku untuk minum. Air gambut secara umum tidak memenuhi persyaratan kualitas air minum berdasakan PERMENKES No.492 Tahun 2010 karena memiliki ciri-ciri intensitas warna yang tinggi, pH asam, kandungan zat organik tinggi, dan kandungan logam besi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja filter keramik dengan campuran media filter cangkang kerang darah (Anadara Granosa) dan zeolit untuk pengolahan air gambut. Filter keramik dibuat dari campuran zeolit dan cangkang kerang darah (Anadara Granosa) dengan perekat Polivinil Alkohol (PVA) yang disintering dengan suhu 250oC selama 2 jam. Variasi komposisi bahan cangkang kerang darah dan zeolit yang dibuat adalah 25%:75%, 50%:50% dan 75%:25% dengan perekat PVA masing-masing sebanyak 1 gram. Penelitian dilakukan dengan melewatkan air gambut pada filter keramik, kemudian dilakukan karakterisasi fisik filter keramik serta uji laboratorium sebelum dan setelah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan filter keramik dengan campuran cangkang kerang darah dan zeolit untuk masing-masing komposisi 25%:75% (F1), 50%:50% (F2) dan 75%:25% (F3) yaitu memiliki densitas sebesar 1,53 gr/cm3, 1,56 gr/cm3 dan 1,58 gr/cm3, porositas sebesar 49,61%, 55,12% dan 60,63%, dan fluks sebesar 7,4 L/m2.jam, 5,9 L/m2.jam, dan 2,8 L/m2.jam. Filter keramik dengan perbandingan 75%:25% (F3) efektif meningkatkan pH air gambut dari 4,4 menjadi 6,5 dengan efektivitas sebesar 52,27%  dan menurunkan parameter besi dari 0,577mg/L menjadi 0,487 mg/L dengan efektifitas sebesar 15,6%, sedangkan filter keramik dengan perbandingan 25%:75% (F1) dapat menurunkan zat organik dari 334,9 mg/L menjadi 322,3 mg/L dengan efektifitas sebesar 3,76%.Kata Kunci : air gambut, filter keramik, kerang darah 
Remediasi Tanah Tercemar Logam Timbal (Pb) Menggunakan Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) NOVANDI R
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.5565

Abstract

ABSTRAKPencemaran tanah oleh logam timbal (Pb) merupakan salah satu bentuk pencemaran yang sangat berbahaya bagi mahluk hidup. Jumlah logam timbal (Pb) di dalam tanah yang telah melebihi standar baku mutu menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (self purification), sehingga diperlukan suatu alternatif pengolahan khusus. Salah satunya adalah dengan metode fitoremediasi menggunakan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji potensi tanaman bayam cabut dalam meremediasi logam Pb dalam tanah serta proses yang terjadi dalam penyerapan tersebut dan seberapa besar kinetika reaksinya. Penelitian ini dilakukan dengan menanam tanaman bayam cabut yang telah disemai selama 2 minggu di tanah dengan rentang pH 6,2-6,9 dan telah tercemar Pb dengan konsentrasi 100 mg/kg. Selanjutnya diukur kadar Pb di dalam tajuk tanaman yang ditanam di tanah tercemar pada hari ke-7, ke-14 dan ke-21 serta tajuk tanaman yang ditanam di tanah tidak tercemar pada hari ke-21. Selain di tajuk, dilakukan juga pengukuran pada akar tanaman yang ditanam di tanah tercemar pada hari ke-21. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai bioconcentration factor (BCF) sebesar 0,071 dan translocation factor (TF) sebesar 0,12. Nilai tersebut menujukan bahwa tanaman bayam cabut termasuk dalam akumulator rendah dan proses yang terjadi dalam remediasi adalah fitostabilisasi. Nilai konstanta laju reaksi (k) proses remediasi ini adalah sebesar 0,1613 hari-1 dan mengikuti orde 1 yang menunjukan bahwa laju dari reaksi ini bergantung pada konsetrasi reaktan dipangkatkan dengan satu atau laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi. Walaupun penyerapan Pb oleh tanaman bayam cabut tergolong rendah, tetapi kondisi tanaman yang secara visual masih sehat dan baik serta pertumbuhannya yang cepat menjadikan tanaman ini masih dapat dipertimbangkan sebagai agen fitoremediasi pencemaran Pb di tanah.Kata Kunci : Fitoremediasi, logam timbal (Pb), tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.)

Page 11 of 49 | Total Record : 486