cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP SEBARAN SALINITAS DI SUNGAI KAPUAS KECIL Rizki Purnaini; Sudarmadji Sudarmadji; Suryo Purwono
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i2.30239

Abstract

Sungai Kapuas Kecil sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut, pada musim kemarau intrusi air permukaan sering menjadi masalah bagi PDAM karena menjadi penyebab berubahnya kualitas air baku yang akan diolah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh pasang surut terhadap sebaran salinitas di sungai Kapuas Kecil pada musim kemarau. Penelitian dilakukan di Sungai Kapuas Kecil bagian hilir sepanjang ± 30 km dari batas hulu lokasi penelitian sampai ke muara. Pengambilan sampel air dilakukan pada musim kemarau saat kondisi pasang dan surut di 7 (tujuh) lokasi stasiun pemantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan; pengambilan sampel air dan analisis insitu dan eksitu; membuat grafik sebaran salinitas dan menentukan tipe estuari; dan metode statistik regresi-korelasi untuk mengetahui pengaruh pasang surut terhadap kualitas air di Sungai Kapuas Kecil. Hasil penelitian sebaran salinitas secara horizontal di Sungai Kapuas Kecil dari hulu ke hilir cenderung terus meningkat pada saat pasang dengan jarak jangkauan air laut mencapai ± 20 km ke arah hulu sungai dengan nilai salinitas berkisar 1,5 ppt. Sebaran salinitas secara vertikal pada 3 lapisan kedalaman menunjukkan peningkatan salinitas dari lapisan permukaan menuju dasar perairan. Berdasarkan struktur salinitasnya tipe estuari Sungai Kapuas Kecil adalah “tercampur sebagian”. Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan nilai koefisien determinasi (adjusted R square) = 0,760, yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa pasang surut dan jarak berpengaruh terhadap kualitas air (nilai TDS) sebesar 76 %.
ANALISIS WILLINGNESS TO PAY MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN PDAM DI JALAN DANAU SENTARUM DAN SEKITARNYA Suprihatiningsih Lestari
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7227

Abstract

ABSTRAK Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Berkaitan dengan hal tersebut, dengan adanya sarana dan prasarana air bersih serta ditunjang perencanaan yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi akan kebutuhan air bersih, karena kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci (bermacam-macam cucian) dan sebagainya. Pelayanan pendistribusian air di Kota Potianak tidak semua jalur pendistribusian dapat menggunakan air dari PDAM ini dengan maksimal karena adanya kendala dalam pendistribusian air tersebut maka ada beberapa wilayah di Kota Pontianak yang mengalami permasalahan dalam pengaliran air bersih dari PDAM Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode CVM (Contingent Valuation Method) digunakan untuk mengestimasi biaya yang akan dikeluarkan masyarakat, dan metode regresi berganda digunakan untuk menganalisa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi masyarakat dalam membayar iuran PDAM setiap bulannya. Pogram yang dapat membantu dalam penelitian ini yaitu Microsoft Excel 2007 dan SPSS versi 16. Hasil Penelitian yang dihasilkan yaitu besarnya estimasi nilai WTP (willingness To Pay) masyarakat terhadap peningkatan pelayanan PDAM di Jalan Danau Sentarum dan sekitarnya yaitu Rp 1.800,-. Sedangkan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kesediaan membayar masyarakat dalam membayar iuran air untuk peningkatan pelayanan  PDAM di Jalan Danau Sentarum dan sekitarnya yaitu tingkat pendapatan, tingkat pengetahuan dan pengeluaran rata-rata rumah tangga. Kata Kunci: WTP (willingness To Pay), PDAM Kota Pontianak
POTENSI AIR TANAH DANGKAL DI DAERAH KELURAHAN KOTA BARU KECAMATAN PONTIANAK SELATAN - KOTA PONTIANAK (Studi Kasus Jalan Dr. Sutomo – Ampera) Astra Wijaya
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7299

Abstract

ABSTRAKDaerah Kota Baru, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, tepatnya di jalan Dr. Sutomo sampai jalan Ampera merupakan daerah pemukiman serta perdagangan yang sering mengalami kekurangan air bersih terutama pada musim kemarau. Daerah tersebut sebenarnya sudah terjangkau oleh jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) namun jumlah air masih terbatas dan kualitas masih kurang baik hanya melayani 78.194 pelanggan dengan cakupan 74,1% penduduk (Perusahaan Daerah Air Minum Kota Pontianak, 2012). Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan air baku adalah dengan memanfaatkan sumber air tanah bebas sebagai sumber air baku. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kuantitas air menurut Kepmen Energi dan SDM No.1451/10/MEM/2000, kualitas air berdasarkan PP No.82 Tahun 2001 kelas I serta arah aliran/pola sebaran didaerah penelitian. Pengukuran tinggi muka air tanah dan pengambilan sampel air tanah pada waktu sebelum hujan/kemarau pada tanggal 3 Februari 2014 dan setelah hujan pada tanggal 1 Maret 2014. Sumur yang dipilih sebanyak 12 titik untuk pengukuran tinggi muka air tanah serta kuantitas air di daerah penelitian sedangkan uji kualitas dipilih 4 sumur dengan metode pengambilan sampel menggunakan grab sampel. Parameter yang di uji adalah TSS, TDS, Besi (Fe), pH, Sulfat (SO4) dan BOD5. Kuantitas air tanah sebelum hujan untuk debit maksimum 0,003645 l/detik sedangkan setelah hujan debit maksimum sebesar 0,004062 l/detik. Hasil ini menunjukkan bahwa kuantitas air tanah bebas di daerah tersebut masuk kedalam kategori potensi kecil karena berada < 2 liter/detik. Analisis kualitas air sumur parameter TSS tertinggi sebelum hujan 89 mg/l dan terendah 11 mg/l sedangkan nilai tertinggi setelah hujan 73 mg/l dan terendah 3 mg/l. Nilai TDS tertinggi sebelum hujan 742 mg/l dan terendah 189,9 mg/l sedangkan nilai tertinggi setelah hujan 1148 mg/l dan terendah 213 mg/l. Nilai Besi (Fe) tertinggi sebelum hujan 9,294 mg/l dan terendah 0,896 mg/l sedangkan nilai tertinggi setelah hujan 0,306 mg/l dan terendah 0,034 mg/l. Nilai pH tertinggi sebelum hujan sebesar 7,25 dan terendah 6,82 sedangkan nilai tertinggi setelah hujan 6,93 dan terendah 6,142. Nilai Sulfat (SO4) tertinggi sebelum hujan 32 mg/l dan terendah 0 mg/l sedangkan nilai tertinggi setelah hujan 77 mg/l dan terendah 25 mg/l. Nilai BOD tertinggi sebelum hujan 135,59 mg/l dan terendah 17,28 mg/l sedangkan nilai tertinggi setelah hujan 24,91 dan terendah 12,2 mg/l. Hasil uji kualitas air tanah menunjukkan tidak layak untuk digunakan untuk air baku air minum dan/atau peruntukan lainnya karena masih terdapat parameter yang berada di atas baku mutu. Pola aliran air tanah di daerah penelitian mengalir dari arah selatan menuju ke arah utara yaitu bermuara ke sungai kapuas. Pola sebaran parameter pencemar mengikuti arah arah aliran air tanah dan dipengaruhi oleh aktivitas yang ada disekitar lokasi sumur.Kata Kunci : Air Tanah, Kuantitas air tanah, Kualitas air tanah, arah aliran, pola sebaran parameter pencemar.
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH SERABUT KELAPA (COCOFIBER) MENJADI POT SERABUT KELAPA (COCOPOT) (The Potential Utilization of Coconut Fiber Waste into Vase of Coconut Fiber (Cocopot)) Dawud Abdullah Azzaki; Muhammad Iqbal; Vera Maulidia; Arifin Arifin; Isna Apriani; Dian Rahayu Jati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i1.42730

Abstract

Abstract This study aims to examine the strength of cocopot, analyze cocopot as a seedling media, evaluate the potential utilization of coconut waste from making cocopot and analyze economic development from making cocopot to organic plant farmers. The study used a burlap karoni mold with dimensions of 30 cm x 15 cm. The study was carried out with variations in adhesives namely starch adhesives, wood glue and polybags as controls. Research on air falls and immersion in the air is done to fight cocopot's durability and adhesiveness. Research on the impact of using cocopot on plants was carried out with indicators of the height and number of leaves of cayenne. The results of the research on the strength of durability, the adhesiveness of cocopot and the impact of cocopot on plants prove that cocopot with starch adhesives is better than adhesives of wood glue and polybags. Keywords: Cocopot, cocofiber, organic pot. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekuatan cocopot, menganalisa pengaruh cocopot sebagai media semai, mengevaluasi potensi pengurangan limbah serabut kelapa dari pembuatan cocopot dan menganalisa pengaruh ekonomi dari pembuatan cocopot terhadap petani tanaman organik. Penelitian ini menggunakan alat cetakan berlapis karung goni dengan dimensi 30 cm x 15 cm. Penelitian dilakukan dengan variasi perekat yaitu perekat kanji, lem kayu dan polybag sebagai kontrol. Penelitian terhadap jatuhan air dan perendaman dalam air dilakukan untuk menguji kekuatan daya tahan dan daya rekat cocopot. Penelitian dampak penggunaan cocopot terhadap tanaman dilakukan dengan indikator tinggi dan jumlah daun tanaman cabai rawit. Hasil penelitian kekuatan daya tahan, daya rekat cocopot dan dampak cocopot terhadap tanaman menunjukkan bahwa cocopot dengan perekat kanji lebih baik daripada perekat lem kayu dan polybag. Kata Kunci: Cocopot, cocofiber, pot organik.
EFEKTIVITAS PENGHALANG VEGETASI SEBAGAI PEREDAM KEBISINGAN LALU LINTAS DI KAWASAN PENDIDIKAN JALAN AHMAD YANI PONTIANAK Febi Resiana
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.9290

Abstract

ABSTRAK Kawasan pendidikan memerlukan suasana yang tenang dari kebisingan. Kebisingan menyebabkan meningkatnya keluhan, menimbulkan gangguan kesehatan psikologis antara lain gangguan kenyamanan, gangguan komunikasi dan gangguan konsentrasi. Tingkat kebisingan akibat kendaraan lalu lintas dapat melebihi baku mutu kebisingan yang diperbolehkan untuk kawasan pendidikan, yaitu 55 dBA, sehingga perlu penanganan segera supaya kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Penanganan pereduksi kebisingan sebagai alternatif adalah dengan penghalang vegetasi. Tujuan penelitian mengetahui berapa efektivitas penghalang vegetasi yang terdapat di lokasi SMA Sultan Syarif Abdurrahman, SMK N 5 dan SD S Bruder Nusa Indah di Jalan Ahmad Yani Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur tingkat kebisingan berdasarkan volume kendaraan lalu lintas dan mengukur volume kerimbunan daun. Tingkat kebisingan selama pengukuran adalah 69,78-75,86 dBA, melampaui baku mutu kebisingan kawasan pendidikan, 55 dBA. Total volume kerimbunan daun tertinggi terdapat di SMA Sultan Syarif Abdurrahman pada Plot 2 dengan 102593 m3, dengan hasil reduksi kebisingan oleh penghalang vegetasi tidak sebesar di SMK N 5 pada Plot 4 yang memiliki total volume kerimbunan 4877 m3. Disebabkan vegetasi di SMK N 5 Plot 4 memiliki kerapatan tumbuh vegetasi yang tinggi, kombinasi jenis dan ketinggian vegetasi yang memiliki kerapatan daun merata hingga permukaan tanah. Efektivitas vegetasi sebagai peredam kebisingan tergolong rendah, 3,69-16,04%, disebabkan jenis vegetasi dengan ciri peredam kebisingan seperti memiliki daun tebal dan kaku, kerapatan daun yang tinggi, dan kombinasi tanaman dengan berbagai tingkatan tinggi, tidak ditanam secara merata sehingga penyerapan tidak maksimal. Perlunya mempertimbangan penempatan ruang publik dan privat pada kawasan pendidikan untuk mengurangi dampak kebisingan dari aktivitas kendaraan lalu lintas.   Kata Kunci : Kebisingan, Kawasan Pendidikan, Efektivitas Vegetasi
EFISENSI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR HOTEL MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) Dhuhan Dhuhan; Laili Fitria; Ulli Kadaria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v9i2.47491

Abstract

Abstract The increase in the number of hotels in Pontianak City has a impact, namely the increase in the generation of wastewater. The hotel wastewater treatment process is widely used by hotels in Pontianak, especially at the Aston hotel, which already has a sewage treatment plant with suspended biological treatment. The processed water often does not meet the quality standards of wastewater which may be disposed of in accordance with PERMEN/LH/68/2016 concerning domestic wastewater quality standards. In this study, the parameters measured were BOD, TSS and pH. The purpose of this study was to determine the efficiency of Aston hotel wastewater treatment using an attached reactorMBBR (moving bed biofilm reactor) with Kaldnes K3 media in reducing BOD and TSS parameters. Growing microorganisms and biofilms on adhesive media for 14 days. Giving Kaldnes K3 adhesive media as much as 30%. Based on the research results of Aston hotel wastewater treatment with attached reactor MBBR able to reduce BOD and TSS parameters. Best lowering efficiency in attached reactor MBBR with the best time of 7 days was able to reduce the BOD parameter from 109.81 mg/L became 7.28 mg/L with an efficiency of 93.37%, and the TSS parameter decreased from the initial concentration of 78 mg/L to 8 mg/L and the efficiency was 89.74%.  Keywords : BOD, Kaldnes, Hotel Waste Waste, MBBR, TSS Abstrak Peningkatan jumlah hotel di Kota Pontianak memberi dampak, yaitu meningkatnya timbulan limbah cair. Proses pengolahan air limbah hotel banyak digunakan hotel-hotel di Pontianak. Hotel Aston telah memiliki instalasi pengolahan limbah dengan pengolahan biologi tersuspensi. Air hasil olahannya sering kali belum memenuhi baku mutu air limbah yang boleh dibuang sesuai dengan PERMEN/ LH/ 68/ 2016 tentang baku mutu air limbah domestik. Pada penelitian ini parameter yang diukur yaitu BOD, TSS dan pH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pengolahan limbah cair hotel Aston menggunakan reaktor terlekat MBBR (moving bed biofilm reactor) dengan media Kaldnes K3 dalam menurunkan parameter BOD dan TSS. Dilakukan penumbuhan mikroorganisme dan biofilm pada media lekat K3 selama 14 hari. Pemberian media lekat Kaldnes K3 sebanyak 30% dari volume reaktor. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan limbah cair hotel Aston dengan reaktor terlekat MBBR mampu menurunkan parameter BOD dan TSS. Efisiensi penurunan terbaik pada reaktor terlekat MBBR dengan waktu 7 hari, mampu menurunkan parameter BOD dari 109,81 mg/L menjadi 7,28 mg/L dengan efisiensi 93,37 %, dan penurunan parameter TSS dari konsentrasi awal 78 mg/L menjadi 8 mg/L (efisiensi 89,74%). Kata Kunci : BOD, Kaldnes, Limbah Cair Hotel, MBBR, TSS.
DAMPAK LIMBAH CAIR RUMAH POTONG HEWAN SAPI TERHADAP KUALITAS AIR DRAINASE DI NIPAH KUNING KOTA PONTIANAK Supriyatin Johnny MTS Endang Mulyani
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.12981

Abstract

ABSTRAK Seiring bertambahnya kebutuhan daging pada masyarakat maka keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi yang baik (bersih, sehat, dan halal dikonsumsi) sangat diperlukan. RPH sapi Kota Pontianak terletak di dekat saluran drainase dan badan Sungai Kapuas. Saluran Drainase RPH Sapi merupakan saluran yang dibangun sebagai pembatas antara lahan RPH Sapi dan pemukiman warga yang juga dimanfaatkan warga untuk kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK). RPH Sapi sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) namun masih menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar. Untuk itu perlu dianalisa seberapa besar pencemaran limbah cair dan beban pencemaran terhadap saluran drainase dan badan Sungai Kapuas. Tahapan dalam penelitian ini yakni dengan menghitung kecepatan aliran, perhitungan debit aliran, pengambilan sampel air dan perhitungan beban pencemaran. Pengambilan sampel air dilakukan dengan metode pengambilan sesaat (grab sample) pada kondisi pasang dan surut di 4 titik pada saluran drainase, 1 effluen, dan 2 bak pengolahan biologi dengan parameter pencemar yaitu BOD, COD, TSS, NH3-N, minyak dan lemak, dan pH yang diuji di laboratorium. Hasil uji laboratorium akan dianalisa dan dibandingkan dengan baku mutu air pada Permen LH NO.05 tahun 2014 untuk air limbah dan PP Nomor 82 tahun 2001 untuk air drainase. Kualitas air limbah dilihat dari bak pengolahan akhir IPAL RPH berada di bawah ambang baku mutu. Konsentrasi kualitas air drainase sebelum RPH pada saat pasang parameter BOD 17,12 mg/l; COD 96 mg/l; TSS 30 mg/l; Amonia 1,43 mg/l; Minyak dan Lemak 0,025 mg/l; Ph 6,62. Saat surut konsentrasi pada parameter BOD 14,98 mg/l; COD 104 mg/l; TSS 56 mg/l; Amonia 8,61 mg/l; Minyak dan Lemak 0,025 mg/l dan pH 6,62. Konsentrasi kualitas air drainase setelah RPH saat pasang pada parameter BOD Pada saat surut BOD 14,98 mg/l; COD 76 mg/l; TSS 40 mg/l; Amonia 2,94 mg/l; Minyak dan Lemak 0,025 mg/l dan pH 6,8. Pada saat surut BOD 21,4 mg/l; COD 168 mg/l; TSS 44 mg/l; Amonia 5,59 mg/l; Minyak dan Lemak 0,025 mg/l dan pH 6,8. Hasil penelitian kualitas air disaluran drainase RPH Sapi Beban Pencemaran pada kondisi pasang yakni BOD 131 kg/hari, COD 588 kg/hari, TSS 508 kg/hari, amonia 8 kg/hari, dan minyak dan lemak 3,67 kg/hari. Pada kondisi surut beban pencemaran adalah sebesar BOD 139 kg/hari, COD 748 kg/hari, TSS 305 kg/hari, amonia 10 kg/hari, dan minyak dan lemak 1,18 kg/hari.
Efektivitas Jerapan Total Suspended Particulate oleh Pohon Tanjung (Mimusops elengi) sebagai Tanaman Barrier di Jalan Khatulistiwa Pontianak Rurika Widya Ningrum Palureng
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.51650

Abstract

Total suspended particulate (TSP) is one of the air pollution parameters that causes various impacts and diseases on humans. Reforestation or planting vegetation is one of the solution to overcome this problem. However, it is known that not all vegetation has the ability to be particulate adsorbent. Therefore this study was conducted to determine the effectiveness of Mimusops elengi that found on Jalan Khatulistiwa in adsorbing particulate by using High Volume Air Sampler (HVAS) to measure the concentration of particulate. Based on the results of the study, it found that the effectiveness of Mimusops elengi in adsorbing particulate was 31.34% and was classified as good enough. It has oblong-shaped leaves with tapered leaf tips, has trichomes, rough and thick leaf surfaces and has a dense canopy that meets the criteria for being particulate adsorbent. AbstrakTotal suspended particulate (TSP) merupakan salah satu parameter pencemaran udara yang dapat memicu berbagai dampak dan penyakit pada manusia. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan penghijauan atau penanaman vegetasi. Namun diketahui tidak semua vegetasi memiliki kemampuan yang baik dalam menjerap TSP. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pohon Tanjung yang terdapat di Jalan Khatulistiwa dalam menjerap TSP dengan menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) untuk mengukur konsentrasi TSP. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa efektivitas pohon Tanjung adalah sebesar 31,34% dalam menjerap TSP dan tergolong cukup baik. Hal ini dikarenakan pohon Tanjung memiliki daun berbentuk jorong dengan ujung daun meruncing, bertrikoma atau memiliki rambut daun yang halus, permukaan daun kasar dan tebal serta memiliki tajuk yang rimbun yang sesuai dengan kriteria penjerap TSP.   
ANALISIS POLA DISPERSI DAN TINGKAT PENCEMARAN GAS CO DARI SUMBER GARIS MENGGUNAKAN MODEL CALINE4 DI KOTA PONTIANAK Juan Andhika
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.15037

Abstract

ABSTRAK Polusi udara sangat berpengaruh pada kawasan jalan raya di Kota Pontianak. Berdasarkan hasil Laporan Akhir Dinas Perhubungan Kota Pontianak tentang “Kinerja Ruas Jalan Utama di Kota Pontianak Tahun 2011” tidak dilakukan perhitungan pada Jalan Sultan Syarif Abdurrahman dan Jalan Sutan Syahrir dari 46 jalan yang masuk dalam laporan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran dan pola sebaran dari gas CO sumber transportasi di Jalan Sultan Syarif Abdurrahman dan Jalan Sutan Syahrir. Metode yang digunakan adalah pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan dengan jumlah titik pengukuran 3 titik untuk kedua jalan. Dasar pemilihan 3 titik pengukuran dikarenakan ketiga titik tersebut membentuk 1 garis lurus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model CALINE4 ver 2.1 dengan bantuan visual surfer 8. Berdasarkan baku mutu udara ambien nasional menurut PP RI No. 41 tahun 1999 dan Indeks Standar Pencemar Udara KEP MENLH No. 45 tahun 1997. Hasil pengukuran road side dan pemodelan CALINE4 pada 3 titik pengukuran di Jalan Sultan Syarif Abdurrahman dan Jalan Sutan Syahrir, tingkat pencemaran gas CO yang terjadi masih tergolong aman berkisar pada tingkat baik (1946,83 - 4924,34 μgr/Nm3) dan sedang (5153,37 - 9963,19 μgr/Nm3), serta berada dibawah baku mutu udara ambien nasional untuk gas CO pengukuran 1 jam yaitu dibawah 30000 μgr/Nm3. Tingkat akurasi dan validasi dari pemodelan CALINE4 pada hari Senin yang RMSPE terpenuhi <10% sebesar 83%, sedangkan hari Jum’at sebesar 61%. Perbedaan tingkat akurasi dan validasi antara hari Senin 83% dan Jum’at 61% dikarenakan adanya faktor lain yang mempengaruhi kondisi stabilitas atmosfer di lokasi penelitian salah satunya penyinaran matahari. Pola dispersi atau sebaran yang terbentuk dari hasil visual pemodelan CALINE4 mengikuti arah angin yang terjadi. Pola dispersi gas CO cenderung membentuk pola yang hampir sama atau mirip jika faktor arah anginnya sama.   Kata Kunci : kota Pontianak, model CALINE4 ver 2.1, konsentrasi CO
RANCANG BANGUN ALAT PENGOLAHAN AIR GAMBUT DENGAN SISTEM FILTRASI UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN Anugrah Rais
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18354

Abstract

ABSTRAK Air gambut adalah air yang terdapat di lahan gambut. Salah satu pemanfaatan air gambut yang dilakukan oleh masyarakat di Kalimantan Barat khususnya di masyarakat Desa Lingga Kecamatan Ambawang Kabupaten Kuburaya adalah menggunakan air gambut sebagai sumber air dalam budidaya ikan lele (Clarias gariepinus). Berdasarkan data hasil uji pendahuluan kualitas air gambut yang dilakukan di Desa Lingga menunjukan bahwa air gambut di Desa Lingga memiliki nilai pH 3,2, kadar kekeruhan sebesar 88,8 mg/l, kadar zat organik sebesar 79 mg/l dan kadar besi (Fe) sebesar 6,324 mg/l. Data tersebut menunjukkan bahwa sebelum dimanfaatkan sebagai sumber air dalam budidaya ikan lele, air gambut masih memerlukan pengolahan khusus terlebih dahulu. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas pengolahan media filter air gambut dengan menggunakan media pasir halus, cangkang kerang darah, karbon aktif dan zeolit. Penelitian ini merupakan Experiment Study with pre test and post test without controlgroup design. Metode eksperimen untuk menguji dan mengetahui efektifitas penggunaan, pasir halus, cangkang kerang darah, karbon aktif, dan zeolit dengan masing – masing ketebalan media filter secara berurutan yaitu 50 cm, 40 cm, 45 cm dan 45 cm. Sistem aliran yang digunakan yaitu jenis aliran downflow dengan debit sebesar 0,05 liter/detik. Hasil dari penelitian didapat bahwa Pengolahan air gambut dengan menggunakan sistem filtrasi telah mampu meningkatkan keempat kualitas air gambut yaitu, derajat keasaman (pH) dari 3,3 menjadi 7,6, Zat Organik dari 79 mg/ l menjadi 11, 4 mg/l,  kekeruhan dari 88,8 NTU menjadi 4 NTU, dan besi (Fe) dari 6,324 mg/l menjadi 1,728 mg/l.Efektifitas penurunan nilai dari masing – masing parameter kualitas air gambut yaitu, kekeruhan sebesar 95,45%, Ph sebesar 57,89%. Besi (Fe) sebesar 72,78% dan zat organik sebesar 85,57%. Hal ini menunjukan bahwa air keluaran hasil pengolahan air gambut telah dapat digunakan sebagai sumber air untuk budidaya ikan lele (Clarias gariepinus).   Kata Kunci : air gambut, filtrasi, Kekeruhan, pH, zat organik, besi (Fe).