cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PRIMER PARIT SUNGAI RAYA DI KOTA PONTIANAK Atmi Ayu Sisdamantri .
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.1971

Abstract

Perencanaan ini bertujuan untuk mengevaluasi atau memperhitungkan serta mendesainsaluran drainase pada Parit Sungai Raya dalam mengalirkan air ke pembuangan akhir mengingatbeban drainase yang semakin hari semakin bertambah sesuai dengan dimensi saluran yangdirencanakan. Dalam perencanaan ini diawali dengan menganalisa frekuensi curah hujan untukmendapatkan besarnya hujan rencana dan intensitas curah hujan untuk berbagai periode ulang.Kemudian untuk menganalisa debit yang dipengaruhi oleh pasang surut dan curah hujan denganperiode ulang 10 tahun digunakan suatu model matematika yang disebut program DUFLOW.Berdasarkan simulasi program Duflow didapatkan debit aliran pada daerah hulu sebesar7,845 m3/dtk dengan dimensi saluran untuk lebar penampang sebesar 12,57 m dan kedalamansebesar 2,60 m. Pada daerah tengah debit aliran sebesar 8,040 m3/dtk dengan dimensi saluranuntuk lebar penampang sebesar 12,88 m dan kedalaman sebesar 2,60 m. Sedangkan pada daerahhilir debit aliran sebesar 8,862 m3/dtk dengan dimensi saluran untuk lebar penampang sebesar13,68 m dan kedalaman sebesar 2,70 m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dimensi saluranParit Sungai Raya mampu menampung kapasitas debit maksimum akibat pasang surut dan curahhujan yang tinggi. Namun masih ada beberapa titik dikawasan ini yang mengalami genanganbanjir.
STUDI PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI KUALA DUA UNTUK KEPERLUAN BAHAN BAKU AIR BERSIH Donatus Franky Sisuanto
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.20417

Abstract

ABSTRAK   Sungai Kuala Dua merupakan bagian dari sub DAS Kapuas yang aliran airnya bermuara pada Sungai Kapuas Kecil dan letak hulu Sungai Kuala Dua yang berada dan berhubungan langsung dengan Sungai Kapuas Besar. Keberadaan pemukiman penduduk yang padat di wilayah aliran Sungai Kuala Dua sangat mempengaruhi kualitas air, seperti aktifitas buangan domestik yang berasal dari rumah tangga. Keberadaan salon, bengkel, rumah makan, dan Pasar Kuala Dua yang belum memiliki IPAL di bantaran Sungai Kuala Dua juga semakin menambah sumber beban pencemar yang masuk ke Sungai Kuala Dua. Hal tersebut menjadi dasar peneltian ini, yaitu untuk menentukan status mutu air Sungai Kuala Dua yang digunakan sebagai keperluan bahan baku air bersih oleh warga sekitar dan memberikan rekomendasi untuk Sungai Kuala Dua yang dilihat dari status mutu air Sungai Kuala Dua. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kualitas air dengan melakukan uji terhadap parameter-parameter pencemaran air yang dibandingkan dengan baku mutu air kelas II PP No. 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang meliputi parameter fisik (suhu dan TSS); parameter kimia (pH, BOD, dan Minyak dan Lemak); dan parameter mikrobiologi (Total Koliform). Penentuan status mutu air dengan menggunakan metode indeks pencemaran yang dibandingkan dengan baku mutu air kelas II PP No. 82/2001, dimana metode ini terlampir dalam Kepmen LH No. 115/2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Penentuan lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi 4 lokasi yaitu hulu Sungai Kuala Dua, pemukiman, pasar, dan hilir Sungai Kuala Dua saat kondisi pasang dan surut pada bulan Januari 2017. Kondisi Kualitas air Sungai Kuala Dua berdasarkan uji parameter pencemaran air menunjukkan parameter pH, BOD, dan Total Koliform yang melebihi baku mutu kelas II di semua lokasi pengambilan sampel pada saat kondisi pasang dan surut. Analisis Indeks Pencemaran Sungai Kuala Dua menunjukkan saat kondisi pasang nilai Indeks Pencemaran 4,09 (hulu sungai), 4,22 (pemukiman), 4,25 (pasar), 1,97 (hilir sungai). Saat kondisi surut nilai Indeks Pencemaran 4,22 (hulu sungai), 4,52 (pemukiman), 4,44 (pasar), 3,62 (hilir sungai). Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan status mutu air Sungai Kuala Dua dalam kondisi cemar ringan pada semua lokasi pengambilan sampel saat kondisi pasang dan surut, yang ditunjukkan dengan nilai Indeks Pencemaran 1,1 – 5,0 merupakan mutu perairan yang memiliki status kondisi cemar ringan (Kepmen LH No. 115 tahun 2003). Rekomendasi yang diberikan untuk pengendalian pencemaran air Sungai Kuala Dua adalah melakukan inventarisasi dan identifikasi sumber pencemaran air, meningkatkan pengelolaan limbah, dan meningkatkan pemantauan kualitas air Sungai Kuala Dua.   Kata kunci: Sungai Kuala Dua, Status Mutu Air, Indeks Pencemaran
ANALISIS SEBARAN OKSIGEN TERLARUT PADA SUNGAI RAYA ANITA SAPUTRI
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.4618

Abstract

Daerah aliran Sungai Raya merupakan kawasan yang saat ini berkembang dan mempunyai panjang sungai 4,93 km yang bermuara di Sungai Kapuas, kondisi aliran Sugai Raya dipengaruhi juga oleh aliran pasang surut air laut. Sebagian besar penduduknya bemukim dan berusaha dibantaran sungai serta langsung membuang limbah kedalam sungai. Badan air Sungai Raya juga masih digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar buangan limbah organik masyarakat Sungai Raya akibat banyaknya pemukiman dan perdagangan disepanjang Sungai Raya dan untuk mengetahui kondisi kualitas air Sungai Raya serta hubungannya terhadap oksigen terlarut serta parameter lain seperti BOD, Suhu, pH, Kekeruhan dan Salinitas, sehingga air tersebut masih layak atau tidak diperuntukkan bagi masyarakat sekitar. Tahap penelitian dimulai dengan penentuan titik sampel yang berada di 10 titik lokasi sepanjang Sungai Raya, penentuan titik lokasi dilihat berdasarkan tata guna lahan serta aktivitas yang berlangsung disepanjang aliran. Hasil analisis kualitas air Sungai Raya yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian diketahui bahwa konsentrasi DO didalam Sungai Raya berkisar antara 1,3 3,6 mg/l ketika pasang dan 1,4 2,3 mg/l ketika surut, ini berarti nilai DO pada Sungai Raya hanya memenuhi standar baku mutu kualitas air kelas IV menurut PP NO 82 Tahun 2001 , yang mana kualitas air kelas IV hanya dapat diperuntukkan untuk mengairi pertanaman dan untuk peruntukkan lainnya. Serta nilai BOD didalam Sungai Raya berkisar antara 6,1 mg/l dilokasi simpang Sudarso 20,0 mg/l dilokasi pasar Swadaya untuk kondisi pasang dan 9,9 mg/l dilokasi griya permata 25,2 mg/l dilokasi Simpang Sudarso pada kondisi surut, dimana nilai pH yaitu berkisar antara 5,4 6,7 untuk kondisi pasang maupun surut, sedangkan untuk kekeruhan nilainya berkisar antara 11,0 22,6 NTU pada kondisi pasang maupun surut serta salinitas dengan nilai berkisar antara 0,2 0,5 0/00. Dilihat dari hasil analisis tersebut, kondisi kualitas air Sungai Raya telah mengalami pencemaran sehingga tidak layak diperuntukkan bagi masyarakat sekitar sebagai sarana air bersih. Kata Kunci : Kualitas Air, Pencemaran Air, Sungai Raya Kota Pontianak
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS SLUDGE IPAL RUMAH POTONG HEWAN (RPH) NIPAH KUNING DENGAN PENAMBAHAN RUMEN SAPI Yunita Arifin Yulisa Fitrianingsih
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i1.26110

Abstract

ABSTRAKRumah Potong Hewan (RPH) di Kota Pontianak memegang peranan penting dalam pengelolaan dan penyediaan daging untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Proses penyembelihan hewan dilakukan di RPH sehingga limbah yang dihasilkan terkonsentrasi di RPH.  Ada 2 jenis limbah yang dihasilkan oleh RPH yaitu limbah cair dan padat. Limbah padat yang dihasilkan berasal dari proses pengolahan limbah cair dan pemotongan hewan. Penelitian ini memanfaatkan limbah padat dari RPH yaitu sludge dan rumen sapi untuk dijadikan sebagai kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan kompos sludge-rumen secara fisik dan kimia agar dapat menambah nilai jual kompos. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil kompos dengan dan tanpa penambahan starter menggunakan uji Mann-Whitney. Pengomposan dilakukan selama 6 minggu dengan total 8 perlakuan dan dilakukan secara duplo. Ciri fisik dari hasil pengomposan telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004 yaitu berwarna kehitaman, tidak berbau dan tekstur menyerupai tanah. Temperatur sampel juga sudah mendekati temperatur tanah yaitu sekitar 290C. Kualitas kematangan kompos secara kimia yaitu kandungan N, P dan K juga telah melampaui batas minimum standar SNI 19-7030-2004. Kandungan tertinggi parameter N yaitu pada perlakuan P2 (60% sludge dan 40% rumen) dengan nilai 1,995%. Hal ini dikarenakan N yang tidak stabil karena berbentuk gas amonia. Kualitas kematangan tertinggi untuk parameter P dan K yaitu perlakuan P8 (80% sludge dan 20% rumen) dengan nilai P=1,975% dan K=3,755%.Hanya parameter C/N pada perlakuan P8 yang memenuhi rentang standar yaitu 10,15 sedangkan perlakuan lain masih di bawah batas minimum. Baku mutu pH pada kompos yaitu 6,8 – 7,49 sedangkan pH pada perlakuan P1 (50% sludge dan 50% rumen) masih belum memenuhi SNI yaitu 8,5. Hal ini dikarenakan masih terjadi perombakan didalam kompos sehingga memerlukan waktu lebih lama dibandingkan perlakuan lain. Hasil uji Mann-Whitney pada parameter kimia menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter C/N rasio sedangkan N, P dan K tidak menunjukkan perbedaan. Hasil pengujian statistik ini didukung dengan hasil laboratorium dari kompos dengan dan tanpa penambahan starter yang tidak jauh berbeda sehingga parameter N, P dan K tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: Kompos, rumah potong hewan, rumen, sludge, starter
RANCANG BANGUN SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK TERPADU (COMPACT SYSTEM) Agung Kurniawan
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6933

Abstract

ABSTRAK Pemukiman yang pada umumnya tidak memiliki pengolahan limbah cair, menyebabkan sebagian besar limbah cairnya (grey water) dibuang melalui sumur peresapan maupun langsung kedalam badan air yang ada di lingkungan sekitar, sehingga akan mengakibatkan tercemarnya badan air maupun air tanah yang ada. Dalam upaya menurunkan kandungan pencemar yang terdapat di dalam limbah cair domestik, diperlukan suatu pengendalian yaitu dibangunnya suatu instalasi pengolahan limbah cair domestik. Tujuan dari perancangan dan pembuatan instalasi pengolahan limbah cair domestik terpadu ini adalah mendapatkan kualitas efluen yang memenuhi baku mutu kualitas air kelas III, dan mengetahui efisiensinya. Tahapan perancangan instalasi pengolahan limbah cair domestik terpadu meliputi : pengumpulan data sekunder dan analisis awal, perancangan sistem yang diikuti pembuatan sistem, serta pengujian dan evaluasi kinerja yang dilakukan sebanyak 3 kali pengujian (triplo) dengan kapasitas pengolahan 50 liter. Sampel limbah awal yang di analisis memiliki karakteristik COD sebesar 108 mg/l, 27 mg/l, 94 mg/l, TSS sebesar 58 mg/l, 2 mg/l, 100 mg/l, sedangkan Total Coliform sebesar 1600, 16x105, 90x104, (MPN). Komponen yang terdapat pada Instalasi ini yaitu : (1) tangki aerobik dengan dimensi tinggi 43 cm, panjang dan lebar 40 cm dengan ketebalan dinding tangki 5 cm dan memiliki pengaduk propeller. (2) Tangki clarifier dengan dimensi tinggi dan lebar 48 cm, panjang 34 cm dengan kedalaman kerucut lumpur 7 cm yang. (3) Tangki filtrasi pasir lambat dengan dimensi tinggi 48 cm, panjang dan lebar 20 cm dengan media dari atas kebawah yakni pasir halus, pasir kasar, kerikil, karbon aktif dengan kedalaman masing – masing media 10 cm. (4) Tangki desinfeksi dengan dimensi tinggi 25 cm panjang dan lebar 60 cm yang menggunakan sinar matahari. Karakteristik efluen yang dihasilkan yaitu COD sebesar 70 mg/l, 41 mg/l, 31 mg/l, TSS sebesar 1 mg/l, 3 mg/l, 1 mg/l, Total Coliform sebesar 0, 1100, 1600 (MPN). Rata – rata efisiensi yang diperoleh dari pengolahan tersebut untuk COD sebesar 51 %, TSS sebesar 98,5%, Total Coliform sebesar 99,5%. Nilai parameter dari effluen yang dihasilkan telah memenuhi baku mutu kualitas air kelas III. Kata kunci: COD, IPAL Compact, Lumpur Aktif, Sinar UV, Total Coliform, TSS,
Pengaruh Susunan Multimedia Filter dalam Kolom Filtrasi terhadap Penurunan Parameter Zat Organik (Effect of Multimedia Filter Composition in Filtration Column Against the Decrease in Organic Matter Parameters) Rozy Medi Wilian; Laili Fitria; Hendri Sutrisno
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v7i2.35978

Abstract

AbstractGenerally, the artesian well water has a reddish or brown color after contact with air, leaving a yellow color on clothes and kitchen equipment, and potentially causing disease. Therefore, treatment is needed so that the well water is fit to be used as clean water. This study aims to analyze the effectiveness of each filter media combination in reducing the parameters of organic matter in well water. Multimedia filters are used with shell sand media, manganese greensand and activated carbon with a height of 25 cm each media. Inlet discharge used is 0.05 m3/hour. The initial concentration of artesian well water parameters of organic matter 147.6 mg/L has exceeded the PERMENKES No. 32 the Year 2017 quality standard. The best results obtained after processing with multimedia filter namely a decrease in organic matter 147.6 mg/L to 6 mg/L with an efficiency of 95.94%.Keywords: artesian well water, activated carbon, manganese greensand and sand shells, Indonesia. AbstrakUmumnya air sumur bor memiliki warna kemerah-merahan atau coklat setelah terjadi kontak dengan udara, sehingga meninggalkan warna kuning pada pakaian dan peralatan dapur, serta berpotensi menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan agar air sumur layak digunakan sebagai air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas setiap kombinasi media filter dalam menurunkan paramater zat organik pada air sumur. Digunakan multimedia filter dengan media pasir kerang, manganese greensand dan karbon aktif dengan ketinggian masing-masing media 25 cm. Debit inlet yang digunakan ialah 0,05 m3/jam. Konsentrasi awal air sumur bor parameter zat organik 147,6 mg/L telah melebihi batas baku mutu PERMENKES No 32 Tahun 2017. Hasil terbaik yang didapat setelah pengolahan dengan multimedia filter yakni terjadi penurunan zat organik 147,6 mg/L menjadi 6 mg/L dengan efisiensi 95,94%.Kata Kunci: air sumur bor, karbon aktif, manganese greensand dan pasir kerang, Indonesia.
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Auliya Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7255

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Sungai Kakap merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya.Metode perencanaan sistem jaringan distribusi air bersih yang digunakan adalah dengan melakukan survei topografi menggunakan alat ukur GPS, analisa kuantitas air dengan memperdiksi laju kebutuhan air domestik dan non domestik penduduk Kecamatan Sungai Kakap, serta menganalisa jaringan pipa distribusi air bersih dengan menggunakan program EPANET 2. Desain teknis perencanaan ini yaitu panjang jalur pipa distribusi (jarak Reservoir ke daerah pelayanan). Berdasarkan hasil perhitungan, letak Reservoir direncanakan pada ketinggian ±9.00 mdpl dan berjarak ±50 m dari letak intake. Jenis reservoir yang digunakan yaitu ground reservoir dengan kapasitas reservoir sebesar 216,23 lt/det yaitu kebutuhan jam puncak air bersih dari enam desa untuk 20 tahun dan dimensi reservoir sebesar (35,6x35x2,5) m. Jenis pipa yang digunakan pada perencanaan ini adalah pipa HDPE dengan pipa primer f 500 mm untuk mengaliri kebutuhan air empat desa yaitu Desa Sungai Kakap, Desa Sungai Itik, Desa Jeruju Besar dan Desa Sungai Kupah. Pipa sekunder f 350 mm mengaliri kebutuhan air dua desa yaitu Desa Pal IX dan Desa Sungai Rengas, Pipa sekunder f 300 mm untuk mengaliri kebutuhan air tiga desa yaitu Desa Sungai Itik, Desa Jeruju Besar dan Desa Sungai Kupah. Pressure pada tiap pipa (≥ 10 meter) dan velocity pada tiap pipa (0,3-3 m/s).Sistem pengaliran yaitu secara sistem pemompaan. Kata kunci: air bersih, jaringan pipa distribusi air bersih, EPANET 2.
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI ANALISIS TIMBULAN DAN KARAKTERISTIK SAMPAH DI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT Ricka Aprillia; Ika Muthya Anggraini
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v7i2.37481

Abstract

Abstract College or university is one place that has high waste production potential. As a tertiary institution, UNU West Kalimantan continues to experience the development of building quantity and the development of human resources, namely an increase in the number of students, educators and education staff. These developments led to an increase in activities that impacted on the amount of waste generated from each activity. Waste that is not managed properly will have a bad impact on the environment because it will disrupt the aesthetics, cause odors and interfere with the teaching process. The purpose of this study was to determine the amount of generation, composition and characteristics of waste produced and formulate a waste management system strategy such as operational technical, storage, collection and processing of waste in the UNU West Kalimantan. This research was conducted in January to December 2019 and located in the UNU West Kalimantan. The object of this research is the waste generated at UNU West Kalimantan. The research procedures carried out consisted of four stages, namely the preparation phase, the stage of data collection, the stage of data analysis and planning, and the final stage, namely the output of research results. Measurement and sampling methods use SNI 19-3964-1994, and data analysis using formulas and existing rules in accordance with the planning approach. From the results of the study note that the generation of waste generated from the four faculties and canteens in West Kalimantan UNU amounted to 476.42 L / day or 41.42 kg / day. The composition of UNU Kalbar's waste consists of organic waste at 3.37 kg / day, paper at 11.55 kg / day, wood at 1.58 kg / day, plastic at 24.15 kg / day, and B3 waste at 0, 37 kg / day. From the composition of the waste, the most common type of waste is plastic waste. From the generation and composition data, it is planned that the amount of storage needs with a volume of 50 L is 10 pieces that will be placed in each faculty and canteen. Waste that has been produced will then be collected by officers and disposed of at the Temporary Disposal Site (TPS). The location of the TPS is planned to be located in the area behind the campus with consideration so as not to disturb the aesthetics and avoid odor generation. The garbage transportation route starts from the front area of the building to the back of the campus. Garbage collection services use one motorized garbage collection wagon with a capacity of 2.5 m3. Keywords: waste management strategy; West Kalimantan UNU; operational techniques; generation; garbage characteristics Abstrak Perguruan tinggi atau universitas merupakan salah satu tempat yang memiliki potensi produksi sampah yang tinggi. Sebagai suatu perguruan tinggi, UNU Kalbar terus mengalami perkembangan kuantitas bangunan maupun perkembangan sumber daya manusia yaitu peningkatan jumlah mahasiswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Perkembangan tersebut menyebabkan peningkatan aktivitas yang berdampak pada jumlah sampah yang dihasilkan dari setiap kegiatan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk bagi lingkungan karena akan mengganggu estetika, menimbulkan bau dan mengganggu proses pengajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah timbulan, komposisi dan karakteristik sampah yang dihasilkan serta menyusun strategi sistem pengelolaan sampah seperti teknis operasional, pewadahan, pengumpulan dan pengolahan sampah di kawasan UNU Kalbar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Desember 2019 dan berlokasi di kawasan UNU Kalbar.  Objek dalam penelitian ini adalah sampah yang dihasilkan di UNU Kalbar.  Adapun prosedur penelitian yang dilakukan terdiri dari empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisa data dan perencanaan, dan tahap akhir yaitu output hasil penelitian. Metode pengukuran dan sampling menggunakan SNI 19-3964-1994, dan analisis data dengan menggunakan rumus dan aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan perencanaan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa timbulan sampah yang dihasilkan dari empat fakultas dan kantin yang berada di UNU Kalbar sebesar 476,42 L/hari atau 41,42 kg/hari. Komposisi sampah UNU Kalbar yaitu terdiri dari sampah organik sebesar 3,37 kg/hari, kertas sebesar 11,55 kg/hari, kayu sebesar 1,58 kg/hari, plastik sebesar 24,15 kg/hari, dan limbah B3 sebesar 0,37 kg/hari. Dari komposisi sampah tersebut jenis sampah yang paling banyak ditemukan yaitu sampah plastik. Dari data timbulan dan komposisi tersebut direncanakan jumlah kebutuhan pewadahan dengan volume 50 L yaitu sebanyak 10 buah yang akan ditempatkan pada tiap fakultas dan kantin. Sampah yang telah dihasilkan kemudian akan dikumpulkan oleh petugas dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Lokasi TPS ini direncanakan terletak di area belakang kampus dengan pertimbangan agar tidak mengganggu estetika dan menghindari timbulan bau. Rute pengangkutan sampah dimulai dari area depan bangunan hingga ke area belakang kampus. Pelayanan pengumpulan sampah menggunakan satu gerobak motor pengumpul sampah dengan kapasitas 2,5 m3.Kata kunci : strategi pengelolaan sampah; UNU Kalbar; teknik operasional; timbulan; karakteristik sampah
Pengaruh Konservasi Arwana dan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu AFIF FAKHRUZZI
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.9077

Abstract

ABSTRAK Arwana merupakan sumber daya alam dalam bentuk ikan hias kebanggaan Indonesia, yang banyak ditemukan di kawasan Danau Sentarum Kalimantan Barat. Jenis arwana yang ada di dunia, jenis ikan hias yang paling populer dan berkelas adalah Arwana asal Indonesia, yang jenis super red dan golden red. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : pertama, mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi serta persepsi masyarakat sekitar kawasan Konservasi Arwana di Desa Nanga Empangau di Kabupaten Kapuas Hulu; kedua, mengetahui manfaat ekonomi dari penangkaran ikan Arwana di daerah kawasan Konservasi Danau Lindung di Desa Nanga Empangau di Kabupaten Kapuas Hulu ; ketiga, mengetahui perkembangan pengelolaan lingkungan berbasis lokal terhadap masyarakat di Desa Nanga Empangau di Kabupaten Kapuas Hulu ; keempat, mengetahui peluang pemberdayaan nilai kearifan lokal dalam kebijakan pengelolaan lingkungan pada konservasi arwana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan studi literatur. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskripstif, dan regresi logistik dengan bantuan program Excel dan SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pertama, mayoritas masyarakat di Desa Empangau berpendapatan ≤Rp. 1.250.000,00, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), serta memiliki pekerjaan petani dan nelayan dengan pengetahuan konservasi yang biasa saja; kedua,  konservasi dan kearifan lokal  berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap pendapatan, sedangkan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat; ketiga, pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal di Desa Empangau menggunakan peraturan adat-istiadat yang masih berlaku baik tertulis dan tidak tertulis; keempat, peluang pemberdayaan nilai kearifan lokal dalam kebijakan pengelolaan lingkungan pada konservasi Arwana sangat besar. Kata Kunci : Arwana, Konservasi, Kearifan Lokal
Pengaruh Waterfront Terhadap Kondisi Lingkungan Sosial Kelurahan Benua Melayu Laut Nana Novita Pratiwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 9, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v9i1.46077

Abstract

Waterfront is a concept to support the availability of open spaces in Pontianak City. Besides functioning ecologically, Waterfront can also function aesthetically and economically so that its existence affects the social environment. One of the most popular Waterfront locations for visitors is the Waterfront  in Benua Melayu Laut Ubran Village. The study aims to determine the effect of the Waterfront on the conditions of the social environment in Benua Melayu Laut Urban Village. The analysis used is the frequency distribution and composite index. The results showed that the effect of Waterfront on social environmental conditions was high with an index value of 3.01. This influence can be in the form of a positive or negative influence. Positive influences include increased public awareness of the social environment, increased sense of responsibility in maintaining environmental quality, a high sense of care among fellow citizens and increased cooperation in improving environmental quality and aesthetics. The magnitude of this positive influence can have implications for the comfort and safety of the social environment. Meanwhile, the negative effects that can occur are high conflicts and unfair competition which have an effect on the decline in the social security of the Waterfront Benua Melayu Laut.