cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
EVALUASI UNIT BIOFILTER ANAEROB SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) ANUGERAH BUNDA KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK Rachmat dyanto Winardi yusuf kiki priyo utomo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.12617

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan salah satu sarana dan prasarana yang dalam proses pengoperasiannya menghasilkan limbah. Air limbah yang dihasilkan dari rumah sakit memiliki potensi yang dapat mencemari lingkungan apabila baku mutu yang dihasilkan belum memenuhi standar yang ditetapkan. Agar baku mutu air limbah dapat tercapai, maka diperlukan suatu teknologi yang berfungsi untuk mengolah air limbah. Teknologi tersebut dikenal dengan istilah IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi unit IPAL khususnya unit biofilter anaerob dan memberikan rekomendasi alternatif pengolahan IPAL yang sesuai untuk mengolah air limbah yang dihasilkan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Anugerah Bunda Khatulistiwa. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap IPAL berdasarkan aspek kinetika proses yang meliputi rasio nilai F/M, kuantitas dan keberagaman jenis bakteri pendegradasi pada unit biofilter anaerob. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil terdapat 2 genus bakteri pendegradasi yang terdapat di dalam air limbah yaitu Bacillus sp. dan Stapylococcus sp. sehingga diharuskan dilakukan penambahan konsorsium dengan keberagaman jenis bakteri yang beragam. Sistem pengolahan yang dilakukan pada IPAL RSIA Anugerah Bunda Khatulistiwa hanya menerapkan sistem pengolahan dengan biofilter anaerob yang menyebabkan air hasil olahan IPAL belum memenuhi standar baku mutu, sehingga diperlukan adanya penambahan unit proses berupa penambahan proses aerob yang dikombinasikan menjadi biofilter anaerob-aerob agar air limbah hasil olahan dapat memenuhi standar baku mutu lingkungan menurut Kepmen LH No. KEP-58/MENLH/12/1995. Kata Kunci — Bakteri, Biofilter Anaerob, IPAL, Konsorsium, Rasio F/M.
PERBANDINGAN EFISIENSI CASCADE AERATOR DAN BUBBLE AERATOR DALAM MENURUNKAN KADAR BESI AIR SUMUR BOR Utri Diansari
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.48539

Abstract

Salah satu sumber air bersih yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah air tanah dari air sumur bor. Air sumur bor di Kelurahan Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mempunyai kadar Fe sebesar 21,05 mg/L, yang berarti melebihi baku mutu berdasarkan PerMenKes No. 32 Tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pengaruh penggunaan cascade  aerator dan bubble aerator untuk menurunkan kadar Fe dalam air sumur bor, mengetahui besar efisiensi penurunan kadar Fe dalam air sumur bor dan mengetahui waktu kontak optimum cascade aerator dan bubble aerator untuk menurunkan kadar Fe dalam air sumur bor. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan pengulangan sebanyak 3 kali untuk setiap metode aerasi. Sampel penelitian diambil dengan teknik grab sampling, proses aerasi dilakukan di salah satu rumah warga dan pemeriksaan kadar besi di laboratorium. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada perbedaan antara cascade aerator dengan bubble aerator, dimana cascade aerator lebih efektif dalam menurunkan kadar Fe dalam air sumur bor. Besar efisiensi penurunan kadar Fe dalam air sumur bor dengan menggunakan cascade aerator sebesar 50,45% dengan waktu kontak optimum 28 menit dan besar efisiensi penurunan kadar Fe dalam air sumur bor dengan menggunakan bubble aerator sebesar 6,13% dengan waktu kontak optimum 40 menit.
PENURUNAN KEKERUHAN AIR BAKU PDAM GUNUNG POTENG SINGKAWANG DENGAN MENGGUNAKAN KOAGULAN TAWAS DAN PAC BEWA MULYATAMA; Laili Fitria; Ulli Kadaria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.17889

Abstract

ABSTRAKPengolahan air baku di PDAM Gunung Poteng Singkawang menggunakan proses pengolahan konvensional lengkap. Koagulan yang digunakan adalah tawas. Hasil pengolahan air baku masih belum konsisten. Pengolahan air baku pada tahun 2015 menghasilkan kekeruhan antara 0,2 NTU sampai 9,2 NTU. Upaya perbaikan untuk masalah di PDAM Gunung Poteng Singkawang adalah dengan mencampurkan koagulan tawas dan PAC yang diharapkan dapat mengurangi kekeruhan dari hasil pengolahan air baku. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut: Menganalisis efektifitas penurunan kadar kekeruhan dengan pencampuran koagulan tawas dan PAC untuk memperbaiki tingkat kekeruhan air baku di PDAM Gunung Poteng Singkawang sesuai baku mutu dan menganalisis perbandingan dosis pencampuran koagulan tawas dan PAC yang optimum terhadap tingkat kekeruhan di PDAM Gunung Poteng Singkawang. Pengujian yaitu dengan mengadakan eksperimen pengolahan air baku menggunakan koagulan Tawas dan PAC yang dilakukan dengan menggunakan metode Jar Test. Percobaan dilanjutkan dengan pemeriksaan kualitas air yang meliputi kekeruhan dan pH yang akan dilakukan sebelum dan setelah jar test. Variasi larutan Tawas dan PAC dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, 2:1, 1:3, 3:1 dan 0:1. Hasil dari penelitian didapat bahwa dosis 1:0 dan 0:1 menghasilkan kekeruhan yang buruk daripada perbandingan dosis lainya. Pengkondisian kekeruhan dari data sekunder kualitas air baku PDAM Gunung Poteng Singkawang tahun 2015 didapat kekeruhan 116 NTU untuk kekeruhan tertinggi dan 9,6 NTU untuk kekeruhan terendah. Pengujian penegasan dilakukan dengan kondisi kekeruhan sebenarnya di lapangan didapat kekeruhan 22,42 NTU. Perbandingan yang efektif untuk kondisi kekeruhan 116 NTU adalah 1:2 dengan efektivitas penurunan kekeruhan mencapai 98,9 % dan kondisi kekeruhan 9,6 NTU adalah 1:3 dengan efektivitas penurunan kekeruhan 93,5 %. Hasil uji penegasan menghasilkan perbandingan efektif dengan kondisi kekeruhan 22,42 NTU (kekeruhan air baku bulan September tahun 2016) adalah 1:2  dengan efektivitas penurunan kekeruhan 96,3 %. Penggunaan perbandingan dosis pencampuran koagulan dapat menunjukkan bahwa pada kondisi kekeruhan kurang dari 10 NTU sampai 20 NTU dapat menggunakan perbandingan dosis 1:3. Kekeruhan pada nilai 21 NTU sampai 116 NTU dapat menggunakan dosis pencampuran 1:2.Kata Kunci : Kekeruhan, air baku, koagulan, tawas, PAC
PEMANFAATAN GREEN ROOF SEBAGAI MEDIA FILTER AIR HUJAN DI KOTA PONTIANAK Uria Karlena Sely Sakong .
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.1706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh green roof terhadap kualitas air hujan di KotaPontianak. Pengaruh tersebut dipelajari dengan cara membandingkan antara kualitas air hujan yang melewatigreen roof dengan kualitas air yang tidak melewati green roof. Penelitian diawali dengan merancang danmembuat model green roof. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali dan diuji di laboratoriumterhadap parameter pH, kekeruhan, Pb terlarut dan E.Coli. Metode analisa menggunakan metode analisastatistika anova satu jalur (one way-anova). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah rata-rata pH air hujan lewat green roof sebesar 6,29sedangkan air hujan yang tidak lewat green roof sebesar 5,29 dan 5,33. Rata-rata kekeruhan air hujan yanglewat green roof sebesar 149,75 NTU sedangkan rata-rata air hujan yang tidak melewati atap hijau sebesar1,235 NTU dan 1,845 NTU. Rata-rata Pb terlarut pada air hujan yang lewat green roof dan tidak lewat greenroof sebesar 0,0161 ppm, 0,0144 ppm, dan 0,0169 ppm. Indentifikasi bakteri E.Coli pada air hujan lewat greenroof negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, atap hijau memberikan pengaruh signifikan terhadapparameter pH dan kekeruhan, namun tidak pada parameter Pb terlarut dan E.Coli.Kata kunci: Green roof, Kualitas Air Hujan, Kota Pontianak
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS DI PEMUKIMAN KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS : PEMUKIMAN SUNGAI RAYA DALAM KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA) Ferdyana Annisa Alsey
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18543

Abstract

ABSTRAK Kebisingan adalah suara yang  tidak dikehendaki oleh manusia dan merupakan faktor lingkungan yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia dalam tingkat dan jangka waktu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebisingan akibat arus lalu lintas di kawasan pemukiman dan untuk mengetahui tingkat ketergangguan masyarakat terhadap kebisingan jalan pada pemukiman Jl. Sungai Raya Dalam Kecamatan Pontianak Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebisingan di pemukiman Jl. Sungai Raya Dalam Kecamatan Pontianak Tenggara memiliki nilai tertinggi pada titik satu, yaitu pada Komplek Villa Lestari sebesar 68,8 dB pada hari kerja dan  65,8 dB pada hari libur dengan waktu pengukuran 06.00 – 08.00 WIB dan 15.00 – 17.00 WIB. Tingkat ketergangguan yang didapat dengan menggunakan perhitungan skala Likert memiliki hasil 51% dengan tingkat ketergangguan sedang terganggu. Nilai korelasi yang dihasilkan dengan menggambarkan hubungan tingkat kebisingan dan tingkat ketergangguan masyarakat dengan alat bantu SPSS ver 16.0 adalah 0,14 pada hari kerja di kebisingan pagi hari dan 0,07 pada hari libur di kebisingan sore hari. Nilai korelasi tersebut termasuk korelasi lemah. Tingkat kebisingan di pemukiman Jl. Sungai Raya Dalam Kecamatan Pontianak Tenggara telah melebihi batas ambang baku mutu menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 yang hanya diperbolehkan 55 dB untuk kawasan pemukiman sehingga dapat diberikan upaya pengendalian. Upaya pengendalian yang dapat direkomendasikan adalah penanggulangan langsung di sumbernya dengan penambahan rambu jalan, membuat barrier dalam bentuk pagar dan dinding tinggi, penggunaan jalur hijau dengan menanam pohon di sekitar area pemukiman sehingga dapat mengurangi tingkat kebisingan pada daerah pemukiman. Kata Kunci : Kebisingan, Arus Lalu Lintas, Pemukiman Kota Pontianak
STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH UNTUK KAWASAN PEMUKIMAN KABUPATEN KUBU RAYA Lorensius Yanuar
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.3556

Abstract

Angka pertumbuhan penduduk berbanding lurus dengan peningkatan jumlah air limbah. Air limbah yang dihasilkan terutama yang mengandung ekskreta manusia dapat mengandung patogen yang berbahaya, oleh karena itu harus dikelola dan diolah dengan baik. Permasalahan yang terjadi pada wilayah permukiman di Kabupaten Kubu Raya, khususnya Kecamatan Sungai Raya adalah belum adanya sistem pengolahan limbah untuk limbah non toilet dan sistem pengolahan limbah setempat yang dimiliki umumnya belum dapat mengolah limbah toilet dengan maksimal. Studi yang ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi sistem dan teknologi dalam pembangunan pengolahan air limbah untuk kawasan permukiman di daerah Kabupaten Kubu Raya. Studi ini dilakukan dengan cara menganalisa jumlah penduduk, volume air limbah total, dan kepadatan penduduk wilayah studi sebagai acuan dalam pembagian zonasi pengolahan air limbah, dimana zonasi ini yang akan menentukan teknologi pengolahan air limbah yang akan direkomendasikan untuk wilayah permukiman Kabupaten Kubu Raya. Di samping aspek teknis, juga dilakukan analisa mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi dalam pengolahan air limbah. Pengolahan proyeksi jumlah penduduk, volume total air limbah, dan kepadatan penduduk menggunakan metode geometrik. Studi literatur dilakukan guna menganalisa aspek-aspek yang berpengaruh dalam pengolahan air limbah serta teknologi pengolahan air limbah untuk daerah spesifik. Dari hasil studi diperoleh bahwa Desa Sungai Raya dan Desa Limbung memiliki kepadatan yang cukup tinggi pada tahun 2032, sehingga teknologi pengolahan air limbah yang direkomendasikan adalah teknologi pengolahan komunal seperti MCK+ dan tangki septik komunal, sedangkan untuk Desa Teluk Kapuas, Arang Limbung, Kapur, dan Kuala Dua direkomendasikan teknologi pengolahan air limbah individual seperti tangki septik pribadi dan cubluk. Aspek-aspek non teknis yang mempengaruhi pengolahan air limbah adalah aspek demografi, ekonomi, sosial, geografis, serta kesehatan.
PENGOLAHAN LIMBAH LABORATORIUM LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK DENGAN KOMBINASI PROSES KIMIA DAN BIOLOGI Nina Yohana Arifin Lia Destiarti
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i1.24221

Abstract

ABSTRAKLimbah laboratorium merupakan limbah yang berasal dari buangan hasil reaksi-reaksi berbagai larutan kimia dalam suatu eksperimen. Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura merupakan laboratorium yang belum memiliki pengolahan. Hal ini akan berdampak pada lingkungan jika dibuang langsung tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik dengan kombinasi proses kimia dan biologi yang bertujuan untuk menurunkan parameter Chemical Oxygen Demand (COD), Fe dan Pb agar sesuai dengan baku mutu menurut PERMEN LH No.5 Th 2014 serta mengidentifikasi efektivitas pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan Fakultas Teknik. Pengolahan dilakukan dengan dua perlakuan. Perlakuan ke-I yaitu proses netralisasi menggunakan soda ash (Na2CO3), koagulasi menggunakan tawas dan adsorpsi menggunakan adsorben zeolit dan karbon aktif, serta proses fitoremediasi mengggunakan eceng gondok, sedangkan pada perlakuan ke-II proses fitoremediasi dilakukan terlebih dahulu sebelum proses adsorpsi. Berdasarkan uji pendahuluan nilai pH pada perlakuan ke-I sebelum dilakukan proses pengolahan yaitu 1,3, COD sebesar 1617,1 mg/l, Fe sebesar 12,59 mg/l dan Pb sebesar 6,75 mg/l. Kondisi sampel awal sebelum dilakukan proses pengolahan pada perlakuan ke-II memiliki nilai pH 1,2, COD sebesar  1635,3 mg/l, Fe sebesar 8,46 mg/l dan Pb sebesar 7,36  mg/l. Nilai tersebut masih diatas baku mutu PERMEN LH No.5 Th 2014 yaitu konsentrasi COD sebesar 100 mg/l, Fe sebesar 5 mg/l dan Pb sebesar 0,1 mg/l. Pengolahan ini dilakukan dengan sistem batch dalam skala laboratorium dan dilakukan tiga kali ulangan dalam setiap perlakuan. Perlakuan ke-I memiliki efektivitas rata-rata dalam penurunan parameter COD sebesar 89% yaitu dari 1617,1 mg/l menjadi 161,9 mg/l, logam Fe 79% dari 12,6 mg/l menjadi 2,59 mg/l dan logam Pb sebesar 99% dari 6,75 mg/l menjadi 0,064 mg/l. Sedangkan pada perlakuan ke-II efektivitas rata-rata penurunan COD yaitu sebesar 86% dari 1635,3 mg/l menjadi 233,6 mg/l, logam Fe 53% dari 8,46 mg/l menjadi 3,94 mg/l dan logam Pb sebesar 99% dari 7,36 mg/l menjadi 0,043 mg/l. Nilai pH limbah yang dihasilkan pada perlakuan ke-I dari 1,3 menjadi 7,8 dan pada perlakuan ke-II dari 1,2 menjadi 7,8. Berdasarkan nilai efektivitas yang diperoleh dari dua perlakuan tersebut dapat diketahui bahwa nilai COD yang dihasilkan masih diatas baku mutu. Karena dalam penelitian ini tidak dilakukan analisis uji besaran parameter per unit pengolahan, sehingga tidak diketahui unit pengolahan yang lebih spesifik dalam penurunan parameter COD. Oleh sebab itu, disarankan dapat melengkapi penelitian dengan menguji besaran parameter per unit pengolahan.Kata Kunci : Limbah Cair Laboratorium, Proses Kimia, Proses Biologi
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH MAKAN MENGGUNAKAN SISTEM KOMBINASI ABR DAN WETLAND DENGAN SISTEM KONTINYU Wiwien Mardianto
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6746

Abstract

ABSTRAKSalah satu masalah yang timbul akibat meningkatnya kegiatan rumah makan/restaurant adalah tercemarnya air pada sumber-sumber air karena menerima beban pencemaran yang melampaui daya dukungnya. Berdasarkan tingkat kepadatan penduduk dan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, maka air limbah yang berasal dari rumah makan untuk masa yang akan datang berpotensi menjadi ancaman yang cukup serius terhadap pencemaran lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui karakteristik limbah cair domestik rumah makan Raje Laot; (2) Mengetahui efektifitas pengolahan limbah cair domestik dengan menggunakan kombinasi prosese Anaerobic baffle reactor (ABR) dan wetland dalam satu unit teknologi pengolahan; (3) Mengetahui waktu tinggal terbaik untuk mengolah limbah cair domestik dengan kombinasi proses Anaerobic baffle reactor (ABR) dan wetland. Dalam penelitian ini digunakan sistem kombinasi anaerobic baffle reactor (ABR) dan sistem lahan basah (wetland) ke dalam satu unit teknologi pengolahan air limbah untuk mengurangi ancaman limbah cair domestik bagi lingkungan. Proses kombinasi pengolahan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan limbah cair domestik. Limbah cair yang dihasilkan oleh rumah makan Raje Laot dikumpulkan ke dalam satu bak penampungan di dalam laboratorium untuk kemudian diolah dengan variasi waktu tinggal 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Dalam studi kasus penelitian ini, hasil pengolahan terbaik dengan metode kombinasi ABR dan wetland mampu menurunkan konsentrasi pencemaran dengan nilai efisiensi pengolahan pH 6,47, BOD sebesar 57,1 %, TSS 72,4 %, COD 58,7 % dan Minyak-Lemak dengan efisiensi 97,1 %. Nilai efisiensi tersebut menunjukan bahwa persentase penurunan konsentrasi pencemar paling baik terjadi pada waktu tinggal pengolahan 48 jam atau 2 hari.Kata Kunci: Air Limbah domestik, ABR dan Wetland, Waktu tinggal, Efisiensi
ISOTERM ADSORPSI FENOL OLEH LEMPUNG ALAM Nelly Wahyuni; Imelda H. Silalahi; Dina Angelina
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 7, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v7i1.34363

Abstract

Abstrak Fenol merupakan polutan yang sangat berbahaya di lingkungan karena bersifat racun dan sulit terdegradasi oleh organisme pengurai. Lempung alam yang berasal dari Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang  akan dikaji penggunaannya sebagai adsorben fenol. Adsorpsi dilakukan dengan metoda batch pada variasi waktu kontal dan konsentrasi awal fenol. Data kesetimbangan adsorpsi diuji dengan isoterm Langmuir dan Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan waktu kontak optimum adsorpsi adalah 4 jam. Proses adsorpsi fenol  oleh lempung alam  mengikuti model isoterm adsorpsi Langmuir dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,65mg/g. Kata Kunci: fenol, Freundlich, isoterm adsorpsi, Langmuir, lempung alamAbstract Phenol is a pollutant that is very dangerous in the environment because it is toxic and difficult to degrade by decomposing organisms. Natural clay from Capkala District, Bengkayang Regency will be studied as phenol adsorbent. Batch experiments were carried out by varying the parameters like contact time of adsorption and initial phenol concentration. The equilibrium data were tested with Langmuir and Freundlich isotherm. The results showed that the optimum contact time for adsorption was 4 hours. The process of adsorption of phenol by natural clay follows the Langmuir adsorption isotherm model with an adsorption capacity of 0.65mg/g.  Keywords: adsorption isotherm, Freundlich, natural clay, phenol, Langmuir.
Potensi Cangkang Telur Ayam sebagai Media Filter untuk Meningkatkan pH pada Pengolahan Air Gambut (The Potential of Chicken Eggshells as a Filter Media to Increase pH for Peat Water Treatment) Novianti Novianti; Laili Fitria; Ulli Kadaria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v7i2.37234

Abstract

Abstract The availability of clean water in peat areas is limited, for the color of the water in these areas are having some shade of dark brown, the content of organic matter is high, but has a level of acidity (pH), thus making the peat water not fit for consumption and a treatment is needed in advance to use the water suitable for daily use. Therefore, this study aims to analyze the ability of the filter media with a variety of chicken egg shell thickness of 20 cm, 30 cm and 40 cm to increases of pH level of peat water. The use of debit inlet in this matter is 8,3 x 10-3 m3/h and is repeated 2 times (Duplo) on trial. Peat water test results prior to the processing of pH is 4.63 and doesn’t fullfil the quality standard of PERMENKES (minister of health regulation) No. 32 of 2017. The best results were obtained for pH of 4.63 becomes 7.78 with 40.45% efficiency. Optimum results obtained at a thickness of 20 cm filter media has been able to increase pH become 7,31.Keywords: Peat water, Chicken Egg Shells, Filtration  Abstrak Ketersediaan air bersih menjadi terbatas pada wilayah dengan jenis tanah gambut yang memiliki air berwarna merah kecoklatan, kandungan zat organik yang tinggi, namun mempunyai derajat keasaman (pH) yang relatif rendah sehingga membuat air gambut tidak layak konsumsi dan diperlukan pengolahan sebelum menggunakan air tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan media filter cangkang telur ayam dengan variasi ketebalan 20 cm, 30 cm dan 40 cm dalam meningkatkan pH pada air gambut. Debit inlet yang digunakan yaitu 8,3 x 10-3 m3/jam. Dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali (duplo) pada percobaan. Hasil uji air gambut sebelum pengolahan untuk pH sebesar 4,63 dan tidak memenuhi baku mutu PERMENKES No 32 Tahun 2017. Hasil terbaik yang diperoleh untuk pH 4,63 menjadi 7,78 dengan ketebalan 40 cm dengan efisiensi sebesar 40,45%. Hasil optimal diperoleh pada ketebalan media filter 20 cm telah dapat meningkatkan pH menjadi 7,31.Kata Kunci: Air Gambut, Cangkang Telur Ayam, Filtrasi

Page 10 of 49 | Total Record : 486