cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
EVALUASI BAKTERI PATOGEN PADA BERBAGAI KONDISI KEMASAN PEMPEK
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2947

Abstract

Pempek adalah  makanan khas Sumatera selatan yang berbahan baku daging ikan giling dan tepung tapioka. Pempek mengandung kadar air dan protein yang tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan. Kerusakan pempak ditandai dengan adanya perubahan aroma, tekstur, rasa dan warna pempek. Kerusakan pempek dapat disebabkan oleh adanya pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme berbahaya atau patogen yang tidak diperbolehkan terdapat di dalam pempek adalah E.coli, Salmonella dan Staphylococcus aureus, sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengujian. Pempek disimpan pada dua kondisi kemasan yaitu vakum dan tidak vakum, dan disimpan pada suhu dingin dan suhu ruang. Pengujian bakteri patogen pada pempek dilakukan menggunakan SNI 01-2331.1-2006, SNI 01-2332.2-2006, dan SNI 2332.9-2011. Berdasarkan hasil uji, diperoleh bahwa bakteri yang menkontaminasi dan mudah tumbuh pada pempek adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri Staphylococcus aureus dapat tumbuh pada pempek dalam berbagai kondisi kemasan baik vakum dan tidak vakum DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2947
Flake LABU KUNING (cucurbita moschata) DENGAN KADAR VITAMIN A TINGGI (Pumpkin (cucurbita moschata) flake with high-vitamin a content)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1: Juni 2010
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v4i1.434

Abstract

Flake is a type of breakfast , ready meals  and golden brown with a crunchy texture. In general, flake were made from wheat flour or from starch tubers like tapioca starch. Pumpkin has  vitamin  A  and  high  fiber  content.  Therefore  flakes  may  be  added  starch  and  materials developers  Sodium  bicarbonate  (NaHCO3)  is  expected  to  assist  the  process  of  gelatinization perfectly  until the flakes produced  porous and crisp.This research aims to study the effect of the  proportion  of  pumpkin  and  tapioca  flour  with  the  addition  of  sodium  bicarbonate  to  the flakes  to  obtain  flake  with  acceptable  quality.  The  methods    are  factorial design which arranged completely randomized and each of two treatment combination was replicated three times. The first factor is the proportion of pumpkin flour: tapioca (60: 40: 65: 35: 70: 3;) g and the  second  factor  was  the  concentration  of  sodium  bicarbonate  (0.25,  0.50,  0.75)%.  The  best results  were  getted  with  the  proportion  of  pumpkin  flour:  tapioca  flour(65:  35)  g  with  the addition  of  0.50%  sodium  bicarbonate  to  produce  flakes  with  water  content  7.56%,  starch 43.23%, fiber 8.03%, β-carotene 33.74 μ g / g, 30.11% rehydration capacity and texture of 0.27  kg  /  cm,  while  the  method  of  ranking  organoleptic  texture  values  obtained  91  and  86 colors (highly preferred) and a sense of 71 (less preferable).Key word: Flakes, pumpkin, starch, tapioka, β karoten
MUTU KERUPUK LIMBAH INSANG IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) DITINJAU DARI ANALISIS PROKSIMAT
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 1 : Juni 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i1.2715

Abstract

Insang ikan belum banyak dimanfaatkan, biasanya terbuang. Insang dapat diolah sebagai bahan campuranpembuatan kerupuk. Penggunaan ikan kurisi disebabkan cukup banyak terdapat di pesisir utara Jawa, danharganya murah. Tujuan penelitian untuk mengetahui mutu kerupuk dari penambahan insang ikan kurisi danmembandingkan dengan mutu kerupuk dari daging ikan. Pengujian mutu berupa analisa proksimat meliputikadar protein, lemak, karbohidrat, air, dan abu. Metode experimental, analisa data menggunakan uji t, 2 macamperlakuan dan 15 ulangan. Penambahan insang dan daging ikan dalam pembuatan kerupuk diberikankonsentrasi yang sama 30%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sangat nyata (P<0,01) antarakerupuk dengan penambahan insang dan daging ikan kurisi untuk kadar protein (13,55% dan 16,01% ); lemak(0,53% dan 0,87%); karbohidrat (75,87% dan 73,58%) dan abu (2,44% dan 2,14%), sedangkan kadar air tidakterdapat perbedaan yang nyata (P>0,05) sebesar 7,61% dan 7,42%. Kerupuk insang ikan dapat menjadi produkmakanan yang bergizi, dan memberi alternatif peluang usaha.Kata kunci : Insang, ikan kurisi, mutu kerupuk, proksimat DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2715
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAN AIR BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) PADA TIKUS WISTAR JANTAN (Activities Antiinflammatory Ethanol Extract And Water Black Rice ( Oryza Sativa L. Indica ) On Male Wistar Rats)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1: Juni 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i1.692

Abstract

ABSTRAK Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan dan infeksi didalam sel tubuh. Pada kondisi tertentu inflamasi yang terjadi menyebabkan bahaya bagi penderita salah satu respon bahaya yang ditunjukkan adanya respon inflamasi, sehingga dibutuhkan agen inflamasi dari luar tubuh seperti obat anti inflamasi yaitu flavonoid yang diperoleh dari ekstrak beras hitam (Oryza sativa L. indica). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antiinflamasi ekstrak etanol dan air beras hitam (Oryza sativa L. indica) terhadap edema kaki tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi dengan karagenan 0,2 %. Pengujian dilakukan dengan metode Rat hind paw edema atau pembentukan radang buatan pada telapak kaki kiri tikus putih jantan. Perlakuan dilakukan terhadap lima kelompok yaitu kelompok kontrol positif diberi Natrium diklofenak, kontrol negatif diberi akuades dan kelompok uji diberi ekstrak beras hitam 30 mg/KgBB, 100 mg/KgBB dan 300 mg/KgBB. Volume edema kaki tikus putih jantan galur wistar diukur setiap jam selama 5 jam menggunakan plethysmometer. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji MANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beras hitam dapat menurunkan volume edema kaki tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi dengan larutan natrium diklofenak 0,2 % dengan daya antiinflamasi tertingi pada ekstrak etanol beras hitam100 mg/KgBB sebesar 91,65 %,lebih tinggi dibandingkan dengan natrium diklofenak yang memiliki daya antinflamasi 85,93%.  Kata Kunci :  anti-inflamasi, beras hitam, etanol, air  ABSTRACT Inflammation is a responce to tissue injureand infection beneath the body cell.In certain condition, the inflammation can cause danger to the patient. One of dangerous response is anafilatic reaction. Therefore, inflammation agent from outside the body is urgently needed, such as, flavonoid, compound which is obtained from  black rice (Oryza sativa L. indica).  This study aims to examine the antiinflammatory effects of ethanol and water extract from black rice (Oryza sativa L. indica)  on edema of white males wistar foot induced with 0,2% karagenan. The test was done using rat hind paw edema or esthablished an artificial inflammation in left foot of white male rats.The treatments were carried out on five groups, the positive control group was administered with diclofenac sodium, the negative control group was administered with aquadest, and the extract groups were administered with 30 mg/KgBB, 100 mg/KgBB and 300 mg/KgBB of black rice extract. Edema volume were measured every hour for 5 hours using plethysmometer. Obtained data were analyzed by one-way MANOVA followed by LSD test with confident level was 0,05. The result of this study indicate that black rice can reduce edema volume of rat foot that induced with 0,2% karagenan and antiinflamatory of ethanol extract from black rice 100 mg/KgBB by 91,65 %, higher compared with diclofenac sodium which has anti-inflammatory 85.93%.  Keywords: Antiinflamation,black rice, ethano, water.
STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS PALATE CLEANSER UNTUK EVALUASI SENSORI PRODUK SUSU PASTEURISASI DAN TURUNANNYA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i1.756

Abstract

Palate cleanser merupakan komponen penting yang digunakan dalam evaluasi sensori untukmenetralkan mulut sebelum dan di antara sampel yang digunakan. Keefektivan palate cleanserditunjukkan melalui kemampuannya untuk meningkatkan sensitivitas panelis dalam mengenali danmembedakan sampel. Dalam studi ini, digunakan susu skim, susu full cream, dan krim sebagai sampeluntuk mengetahui efektivitas beberapa jenis palate cleanser, antara lain air soda tawar, teh hitam,mentimun dan air. Dari hasil penelitian terhadap 100 orang, diperoleh informasi bahwa penggunaan palatecleanser tidak dapat digeneralisasi untuk semua jenis sampel yang digunakan. Pada atribut flavor susu (pvalue<0.05) yang berkaitan dengan eksistensi lemak, mentimun lebih baik digunakan sebagai palatecleanser dibandingkan soda, teh, dan air. Namun, dalam mengevaluasi parameter tekstur berlemak dansensasi lengket di langit-langit mulut, soda lebih optimal (p-value<0.05) digunakan sebagai palatecleanser dari pada teh, mentimun, dan air.Kata kunci: evaluasi sensori, krim, palate cleanser, susu skim, susu full cream
PENGEMBANGAN PRODUK FRUIT LEATHER DARI BUAH SIRSAK DAN BUNGA ROSELLA (Product Development of Fruit Leather Made From Soursop Fruit and Rosella Flower)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1: Juni 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i1.699

Abstract

ABSTRAKFruit leather adalah produk pangan mirip selai yang dibuat dari bubur daging buah yang dikeringkan sampai kadar air sekitar 20%, sehingga berbentuk lembaran tipis yang dapat digulung. Pada penelitian ini digunakan buah sirsak dan bunga rosella karena banyak mengandung vitamin A, B, C, dan fosfor, kalsium serta serat. Kriteria yang diharapkan dari fruit leather adalah warnanya yang menarik,teksturnya yang sedikit liat dan kompak, serta memiliki plastisitas yang baik sehingga dapat digulung (tidak mudah patah). Untuk menghasilkan fruit leather dengan kriteria tersebut maka ditambahkan gum arab dan gula yang diharapkan dapat memperbaiki plastisitas dan daya awet dari fruit leather. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi gum arab dan gula yang menghasilkan fruit leather dengan sifat fisik, kimia yang baik dan disukai konsumen.Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi gum arab (0,3%, 0,6%, 0,9%) dan faktor kedua adalah konsentrasi gula (20%, 30%, 40%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik diperoleh dari konsentrasi gum arab 0,6% dan gula 40% yang menghasilkan fruit leather sirsak-rosella dengan kadar air 14,517%, total asam 0,8179 mg/g, aw 0,64, tekstur 0,158 mm/g.dt, pH 3,48, dan daya putus 2,3958 N.Kata kunci : fruit leather, sirsak, bunga rosella, gum arab, gulaABSTRACTFruit leather is a jam-like product which is made from fruit flesh porridge, prior to drying (into 20% of moisture), sheeting and rolling. This reseach used soursop fruit and Rosella flower because they are rich in Vitamin A, B, C, phospor, calsium and crude fiber. The best fruit leather characteristics are having interesting colour, elastic and compact texture and having good plasticicity properties.So that the product can be rolled and is not broken. The aim of this research is to study the best treatment combination between Arabic gum concentration and sugar which produced fruit leathier with good physicochemical properties and accepted bu the consumer. This reseach used Factorial pattern of Completely Randomized Design with two factors and 3 repetitions. The first factor is Arabic gum concentration (0.3%, 0.6%, 0.9%) and second factor is sugar concentration (20%, 30%, 40%).The result showed that the best treatment is comination of 0.6% of Arabic gum and 40% sugar which produced soursop-rosella fruit leather with 14.51% of moisture content, 0.8179 mg/g of total acid, aw 0.64, texture score 0.158 mm/gs, pH 3.48 and breaking strength 2.3958 N.Keywords: fruit leather, soursop fruit, Rosella flower, Arabic gum, sugar
EVALUASI PROSES FERMENTASI PADA KUALITAS TEMPOYAK (Fermentation Process Evaluationo on Tempoyak Quality)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 1: Juni 2014
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v8i1.478

Abstract

Abstract Tempoyak is made by spontaneous fermentation and manufacturing is done with the addition of salt to the durian flesh and subsequently fermented anaerobically for 3-7 days. The main problem was having on the product tempoyak taste too sour, so the manufacture tempoyak in Kalimantan (especially in Ketapang District), the addition of sugar. The addition of sugar gave a sweet taste and served as a substrate for lactat acid bacterial growth that is expected to speed up the fermentation process. The addition of sugar also serves as a substrate for the growth of lactic acid bacteria and provide a bright and attractive colors. The addition of sugar to speed up the fermentation process because the role of sugar as a substrate for the growth of bacteria that can convert sugar into alcohol and CO2. The research aimed to study the effect of the addition of sugar and fermentation time on the changing of the chemical, microbiological and organoleptic during fermentation tempoyak and determine the best treatment combination between added sugars and fermentation time on the quality tempoyak. This method used a factorial completely randomized design with two factors and two replications. The first factor is the addition of sugar to the concentration (0%, 3%, and 6%) and the second factor is the length of fermentation (0 days, 5 days, 10 days, 15 days, and 20 days). The results showed that the best treatment outcomes in treatment is the addition of 6% sugar and fermentation time 5 days, which resulted in tempoyak with 61.500% moisture content, water activity of 0.835, total sugars 6,502%, 1,719% total acid, total lactic acid bacteria 7, 4976 log CFU / ml, 1.605% alcohol content, crude fiber content of 2.46% and 4.17 organoleptic test of the texture (soft), 2.20 color (yellow), aroma 4.80 (like) and the sense of 4.73 ( like).   Keywords: Fermentation, Tempoyak, quality, sugar   Abstrak T 84 empoyak merupakan produk makanan yang dibuat dengan cara fermentasi spontan dan pembuatannya dilakukan dengan penambahan garam pada daging buah durian dan selanjutnya difermentasi secara anaerob selama 3 – 7 hari. Permasalahan utama pada produk tempoyak adalah mempunyai rasa yang terlalu asam, sehingga pembuatan tempoyak di Kalimantan (khususnya di Kabupaten Ketapang), dilakukan penambahan gula. Penambahan gula pada pembuatan tempoyak selain untuk memberikan cita rasa yang manis juga berperan sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri asam lakat sehingga diharapkan dapat mempercepat proses fermentasi. Penambahan gula juga berfungsi sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri asam laktat serta memberi warna yang cerah dan menarik. Selain itu penambahan gula dapat mempercepat proses fermentasi karena peranan gula sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri sehingga dapat merubah gula menjadi alkohol dan CO2. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan gula dan lama fermentasi terhadap perubahan sifat kimia, mikrobiologi, dan organoleptik selama fermentasi tempoyak dan mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara penambahan gula dan lama fermentasi terhadap kualitas tempoyak. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor dan 2 kali ulangan. Faktor pertama yaitu penambahan gula dengan konsentrasi (0%, 3%, dan 6%) dan faktor kedua adalah lama fermentasi (0 hari, 5 hari, 10 hari, 15 hari, dan 20 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan penambahan gula 6 % dan lama fermentasi 5 hari, yang menghasilkan tempoyak dengan kadar air 61,500%, aktivitas air 0,835, total gula 6.502 %, total asam 1,719%, total bakteri asam laktat 7,4976 log CFU/ml, kadar alkohol 1,605%, kadar serat kasar 2,46% dan uji organoleptik terhadap tekstur 4,17 (lembut), warna 2,20 (kuning), aroma 4,80 (suka) dan rasa 4,73 (suka).   Kata Kunci: Fermentasi, Tempoyak, kualitas, gula
PEMBUATAN BAKSO VEGETARIAN YANG MENYEHATKAN
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2: Desember 2012
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v6i2.654

Abstract

AbstractVegetarian meatballs is one of product that is made using materials - vegetable protein.This study was added gluten, soy flour and sesame oil with other ingredients to improve thenutritional value. The use of materials aims to create a product that has meatballs high proteincontent, flavor and texture are preferred by consumers. Methods of research used CompletelyRandomized Design (CRD) factorial with two factors and two replications. The first factor is theproportion of gluten: soy flour (80:20,70:30 and 60:40) and the second factor: the addition ofsesame oil (5%, 10%, 15%). The results showed the proportion of gluten: soy flour 70:30 andaddition of sesame oil 15%, meatballs was acceptable to consumers. This result had watercontent 52.053%, 20.024% protein content, fat content of 9.556%, 34.498% starch content,WHC 53.410%, elasticity 14.03 mm / gr.dtk, 272.23% yield, color (like) 70, a sense of (likes) andtextures 120.5 (love) 116.Keywords: Meatballs, gluten, soy flour, sesame oilAbstrakBakso vegetarian merupakan salah satu produk yang dibuat dengan menggunakanbahan – bahan protein nabati, dalam hal ini adalah gluten yang ditambahkan dengan bahan lainuntuk meningkatkan nilai gizinya. Pada pembuatan bakso sintetis ini, dilakukan penambahantepung kedelai dan minyak wijen. Penggunaan kedua bahan inni bertujuan untuk menciptakansuatu produk bakso yang memiliki kadar protein tinggi, cita rasa dan tekstur yang disukaikonsumen. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorialdengan dua faktor dan dua kali ulangan. Faktor pertama proporsi gluten : tepung kedelai(80:20,70:30 dan 60:40) dan faktor kedua : penambahan minyak wijen ( 5%, 10%, 15%). Hasilpenelitian menunjukkan perlakuan proporsi gluten : tepung kedelai 70:30 dan penambahanminyak wijen 15% menghasilkan bakso yang dapat diterima konsumen. Perlakuan tersebutmenghasilkan kadar air 52,053%, kadar protein 20,024%, kadar lemak 9,556%, kadar pati34,498%, WHC 53,410%, kekenyalan 14,03 mm/gr.dtk, rendemen 272,23%, warna (suka) 70,rasa (suka) 120,5 dan tekstur (suka) 116.Kata Kunci: Bakso, gluten, tepung kedelai, minyak wijen
PRODUKSI PROTEIN SEL TUNGGAL (SPIRULINA SP.) SEBAGAI BAHAN BAKU SUPER FOOD UPAYA PENANGGULANGAN GIZI BURUK (Production of Single Cell Protein (Spirulina Sp.) As Raw Materials of Super Food)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2: Desember 2012
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v6i2.657

Abstract

AbstractThe Type of fertilizer is economical as MET (Sprouts Extract media) and urea Whichmay be an option in developing a culture of Spirulina sp., Because in addition to the low costit also has a macronutrient and micronutrient content which supports cell growth of Spirulinasp. The Research is carried out by modifying the growing medium Spirulina sp. to optimizeits role and functions, namely the combination of urea concentration and bean sproutsextract media (MET). The Combinations are as follows: P1: MET 2% urea 80 ppm, P2: MET2% urea 100 ppm, P3: MET 2% urea 120 ppm, P4: MET 4% urea 80 ppm, P5: MET 4% urea100 ppm, P6: 4% urea MET 120 ppm, P7: MET 6% urea 80 ppm, P8: MET 6% urea 100ppm, P9: MET 6% urea 120 ppm, and P10: sea water. highest cell density (19.53 x 103sinusoid / ml in media treatment of P1. ANOVA test results (at p> 0.05) showed the influenceof MET combination with urea fertilizer to the cell density of Spirulina sp. multiple comparisontest results for cell density Spirulina sp. showed a significant difference between the mediatreatment of sea water by the combination of MET, except between P1 to P10. this is anindication that the concentration of MET combination with urea fertilizer has the potential tobe used as an alternative fertilizer in cultured Spirulina sp. To obtain high cell biomass andlow fertilizer costs. So it can be applied in the production of single cell protein (PST) fromSpirulina sp. as a super food.Key words: Spirulina sp., Urea fertilizer, bean sprouts extract media (MET) cell density AbstrakJenis pupuk yang bersifat ekonomis seperti MET (media Ekstrak Tauge) dan ureadapat menjadi pilihan dalam mengembangkan kultur Spirulina sp., karena selain biaya yangrendah juga memiliki kandungan makronutrien dan mikronutrien yang mendukungpertumbuhan sel Spirulina sp. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi media tumbuhSpirulina sp. untuk mengoptimalkan peran dan fungsinya yaitu penambahan beberapakombinasi konsentrasi pupuk Urea dan media ekstrak tauge (MET). Kombinasi yangdilakukan adalah : P1 : MET 2% pupuk urea 80 ppm, P2 : MET 2% pupuk urea 100 ppm, P3: MET 2% pupuk urea 120 ppm, P4 : MET 4% pupuk urea 80 ppm, P5 : MET 4% pupuk urea100 ppm, P6 : MET 4% pupuk urea 120 ppm, P7: MET 6% pupuk urea 80 ppm, P8: MET 6%pupuk urea 100 ppm, P9: MET 6% pupuk urea 120 ppm, dan P10 : air laut. kepadatan seltertinggi (19,53 x 103 sinusoid/ml dalam media perlakuan P1. Hasil uji ANOVA (pada p>0,05) menunjukkan adanya pengaruh kombinasi MET dengan pupuk urea terhadapkepadatan sel Spirulina sp. Hasil uji perbandingan berganda terhadap kepadatan selSpirulina sp. menunjukkan adanya perbedaan nyata antara media perlakuan air laut dengandengan kombinasi MET, kecuali antara P1 dengan P10. Hal ini memberikan indikasi bahwakombinasi konsentrasi MET dengan pupuk urea memiliki potensi untuk dijadikan pupukalternatif dalam kultur Spirulina sp. untuk memperoleh biomasa sel yang tinggi serta biayapupuk yang rendah sehingga dapat diaplikasikan dalam produksi protein sel tunggal (PST)dari Spirulina sp. sebagai super food.Kata kuci: Spirulina sp., pupuk urea, media ekstrak tauge (MET) kepadatan sel
KUALITAS ES KRIM YOGHURT SINBIOTIK DENGAN KOMBINASI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus (L.) Urb) DAN NANAS MADU (Ananas cosmosus (L.) Merr)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 14, No 2 : Desember 2020
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v14i2.2446

Abstract

Es krim yoghurt sinbiotik adalah es krim yang dibuat menggunakan yoghurt sinbiotik. Yoghurt sinbiotikmerupakan yoghurt yang dibuat dengan mengombinasikan probiotik dan prebiotik. Umbi bengkuang(Pachyrhizus erosus) mengandung inulin Pyang digunakan sebagai substrat untuk pertumbuhan probiotik yangdikenal dengan sebutan prebiotik. Nanas madu (Ananas cosmosus) mengandung glukosa yang dapatdimanfaatkan untuk pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL). Bakteri asam laktat yang ditambahkan sebagaistarter yakni Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum. L. acidophilus dan B. longum merupakanBAL probiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi kombinasi filtrat bengkuang dan nanasmadu (B:N) terhadap es krim yoghurt sinbiotik serta mengetahui kombinasi yang tepat untuk mendapatkan eskrim yoghurt dengan kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4perlakuan kombinasi (B:N) sebanyak (2:13)%, (4:11)%, (6:9)%, dan (0:0)% dengan 3 kali ulangan. Parameteruji pada penelitian ini meliputi kualitas mikrobiologis, kimia, fisik dan organoleptik. Hasil penelitian yang telahdilakukan menunjukkan bahwa kombinasi 4% filtrat bengkuang dan 11% nanas madu menghasilkan kualitas eskrim yoghurt sinbiotik terbaik berdasarkan parameter fisik, kimia dan mikrobiologis serta memenuhi syarat mutuyoghurt SNI 2981-2009 dan syarat mutu es krim SNI 01-37313.  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2446

Page 6 of 36 | Total Record : 351