cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
PANDUAN
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i1.759

Abstract

RAKAPANGAN
PROFIL ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK DALAM FERMENTASI INASUA GURARA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 1 : Juni 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i1.2716

Abstract

Pengolahan inasua yang dilakukan masyarakat Teon, Nila, dan Serua di Maluku terdiri atas inasua tanpa nira kelapa dan inasua nira kelapa. Kedua produk fermentasi ini memiliki karakteristik sensorik dan masa simpan yang berbeda. Karakteristik sensorik bahan pangan sangat ditentukan oleh kadar asam amino dan asam lemak dalam pangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi profil asam amino dan asam lemak dalam kedua jenis inasua. Sampel inasua menggunakan ikan gurara (Lutjanus vitta) sebagai bahan dasar yang diambil dari pengrajin di Desa Layeni, Maluku Tengah. Analisis kadar asam amino menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), sedangkan kadar asam lemak menggunakan Gas Chromatography (GC).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam amino dan asam lemak meningkat sejalan bertambahnya waktu fermentasi.  Kadar asam amino total inasua tanpa nira adalah 20,96 %, sedangkan inasua nira hanya mencapai 15,31%. Kadar asam lemak total inasua nira adalah 87,48 %, sedangkan inasua tanpa nira hanya mencapai  58,59 %. Asam amino tertinggi pada kedua inasua adalah asam glutamat, sedangkan asam lemak tertinggi adalah asam palmitat. Profil asam amino dan asam lemak diperlukan sebagai referensi untuk memperbaiki nilai nutrisi dan cita rasa inasua sebagai salah satu produk pangan lokal di Maluku. Kata kunci : Asam glutamat, asam palmitat, karakteristik sensorik, nira kelapa DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2716
SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK SIMULASI TALAS (KAJIAN PROPORSI TALAS:TEPUNG TAPIOKA DAN PENAMBAHAN NaHCO 3)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 2: Desember 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i2.680

Abstract

ABSTRAKKeripik simulasi adalah keripik yang dibuat dari bahan baku tepung melaluiproses pengadonan tepung, pembuatan lembaran tipis, pencetakaan lembaran danpenggorengan Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proporsitalas:tapioka dan penambahan Natrium Bikarbonat sehingga diperoleh produk yangbermutu dan dapat diterima oleh konsumen.Penelitian ini menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, faktor pertama adalah proporsi talas:tapiokayaitu (90:10), (80:20), (70:30) dan faktor kedua adalah konsentrasi Natrium Bikarbonat1%; 2% dan 3% dan masing-masing faktor diulang sebanyak tiga kali. Hasil analisismenunjukkan perlakuan terbaik proporsi talas:tapioka (80:20) dengan penambahanNaHCO3 2% yang menghasilkan keripik simulasi talas dengan kadar air 11,27%, pati52,38%, serat kasar 2,39%, rendemen 62,57%, volume pengembangan 143,33, dayapatah 2,92 N/cm2. Hasil uji hedonik menunjukkan total ranking kerenyahan 79 (suka),warna 80 (suka), dan rasa 71 (agak suka).Kata kunci : talas, tapioka, NaHCO3, ebi, keripik simulasiABSTRACTChips Simulation is chips Made From raw material powder through process ofkneading flour, Thin Sheet Making, pencetakaan Gazette and frying Research Singeraims to review study the effect of the proportion of taro: tapioca and disposals Sodiumbicarbonate so Products Quality and can be received by customer. The singerresearch using completely randomized design (CRD) with prayers factors, first factor isthe proportion of taro: Namely tapioca (90:10), (80:20), (70:30) And the second factoris the concentration of sodium bicarbonate 1%; 2% and 3% and each factor wasrepeated three times. Best treatment analysis showed the proportion of taro: tapioca(80:20) with disposals NaHCO3 2% The yield taro chips Simulation with air content of11.27%, 52.38% starch, crude fiber 2.39%, the yield of 62.57% Volume development143.33, broken power of 2.92 N / cm2. Hedonic test results show ranked numberkerenyahan 79 (Suka), color 80 (Suka), and taste 71 (Kinda Like).Keywords: taro, tapioca, NaHCO3, dried shrimp, chips Simulation
PRODUKSI SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISIS ENZIMATIS PATI GARUT ( Glucose syrup from enzymatic hydrolysis of arrowroot starch)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2: Desember 2012
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v6i2.651

Abstract

ABSTRACTThe aim of the research is study the effect of concentration arrowroot starch and pHsaccharification ( research I ), and the influence of glucoamylase concentration andsaccharification time ( research II ) toward of glucose syrup. This research used CompletelyRandomized Design which consists of two factors with two replications. The first factor onarrowroot starch is concentration (25; 30; 35%), the second factor is the pH ofsaccharification (4, 5, 6). While the first factor of research II of glucoamylase is enzymeconcentration (0.06; 0.075, and 0.09 ml), the second factor is time saccharification (12; 18;24 hours). The best result of glucose syrup from the first research is obtained fromcombined treatment arrowroot starch concentration of 30% and pH saccharification 6.0 with56.590% DE, 37.923% reducing sugar, 60.779% water content, viscosity of 4.6 cps, 0.341%dextrin, 0.388% maltrotriose, 3.094% maltose and 32.897% glucose, while the secondresearch is at treatment concentrations of enzyme glucoamylase0.075 ml andsaccharification time 24 hours with the criteria of 53.138% DE, reducing sugar 32.233%,64.091% water content, viscosity 4.70 cps, 0.330% dextrin, 0.352% maltrotriose, 2.565%maltose and 33.472% glucose.Key word : glucose syrup, arrowroot strach, α-amylase, glukoamylaseABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu membuat sirup glukosa dari pengaruh konsetrasi pati garut , pHsakarifikasi ( Penelitian I ) ; pengaruh konsentrasi enzim glukoamilase dan lama sakarifikasi (Penelitian II) . Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari dua faktordengan dua kali ulangan. Faktor pertama pada penelitian I yaitu konsentrasi pati garut (25;30; 35%), faktor kedua yaitu pH sakarifikasi ( 4; 5; 6 ). Sedangkan pada penelitian II faktorpertama yaitu konsentrasi enzim glukoamilase ( 0,06; 0,075; dan 0,09 ml ) , faktor keduayaitu waktu sakarifikasi (12; 18; 24 jam ). Sirup glukosa terbaik dari penelitian I diperolehdari kombinasi perlakuan konsentrasi pati garut 30% dan pH sakarifikasi 6,0 dengan 56,590%DE, gula reduksi 37,923%, kadar air 60,779%, viskositas 4,6 cps, dekstrin 0,341% ,maltrotriosa 0,388%, maltosa 3,094% dan glukosa 32,897%, sedangkan dari penelitian IIpada perlakuan konsentrasi enzim glukoamilase 0,075 ml dengan waktu sakarifikasi 24 jamyang mempunyai kriteria 53.138 %DE, gula reduksi 32,233%, kadar air 64,091%, viscositas4.70 cps, dekstrin 0,330% , maltrotriosa 0,352%, maltosa 2,565% dan glukosa 33,472%.Kata kunci : sirup glukosa, pati garut, α-amlysae, glukoamylase
PENGARUH KOMPOSISI DAN SUHU TERHADAP KUAT TARIK LEATHER KANGKUNG DAN OPTIMASINYA (Influence Of Composition And Temperature Against The Strong Pull Of Leather Ipomoea Reptans Poir And Optimization)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 2: Desember 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i2.678

Abstract

ABSTRAKFruit leather merupakan makanan ringan yang berbentuk lembaran tipismempunyai tekstur sedikit liat dan mudah digulung. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji pengaruh komposisi dan suhu terhadap kuat tarik leather kangkung.Penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan 3 faktoryaitu kadar pektin, asam sitrat dan suhu dan 5 level masing-masing faktor, yaitudengan kadar pektin 4, 6, 8, 10, 12%, asam sitrat 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, 0,5% dan suhu 50,55, 60, 65, 70oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kadar pektinmaka akan tinggi nilai kuat tarik, penambahan asam sitrat juga menambah kuat tarik.Semakin tinggi suhu maka akan mempengaruhi tekstur kekerasan. Optimum kuat tarikleather kangkung adalah 0,7170 kg.force dengan kadar pektin sebanyak 7,3986%,asam sitrat 0,2896% dan suhu 50,0oC dengan nilai composite desirability d = 0,05515.Kata Kunci : Kangkung, Leather, Pektin, Asam Sitrat, Suhu, (RSM).ABSTRACTFruit leather is snacks in the shape of a thin sheet, e.astic texture and easilyrolled. This research assessed the influence of composition and temperature on thetensile strength of water spinach (Ipomoea reptans Poir) leather. This researchemployed the Response Surface methodology (RSM) with the three factors, namelythe level of pectin, citric acid and temperature at 5 levels of each factor, with pectinlevels of 4, 6, 8, 10, 12%, citric acid 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, 0.5% and temperature of 50, 55,60, 65, 70oC. The results showed that the higher levels of pectin the higher tensilestrength. Similarly, pectin concentration also showed positive correlation on tensilestrength of the leather. Temperature significantly and positively affected tensilestrength. Optimum tensile strength of leather was 0.7170 kg.force with 7.3986% pectin,0.2896% citric acid and 50oC, with the value of the desirability of composite d =0.05515.Key words : Ipomoea reptan poir, leather, pectin, citric acid, tempetature (RSM).
PENGGUNAAN TEPUNG BERAS HITAM DAN GLISEROL MONOSTEARAT PADA PEMBUATAN ROTI TAWAR (Using of Black Rice Flour and Glycerol Monostearate In Making of White Bread)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2: Desember 2012
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v6i2.658

Abstract

ABSTRACTThe study was aimed to acknowledge the best combinationbetween the proportionofblack rice andwheat flour,andthe addition ofglycerolmonostearateto producebreadwithgoodqualityandfavoredby consumers. The bestresult of the research showed the besttreatmentonthecombined treatmentofblackrice flour andwheat flour60%: 40% withaproteincontent of9.393%, 29.911% antioxidant activityandanthocyanincontent of81.699%and125color test, 126 taste test and126testtexture.Panelist preferredproduct in terms of color,flavorandtexturethatcan be developedas afunctional food.Key words: black rice, glycerolmonostearate, white bread ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara proporsi beras hitamtepung beras hitam dan penambahan gliserol monostearat sehingga dihasilkan roti tawar dengankualitas baik dan disukai oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaikterdapat pada kombinasi perlakuan antara tepung beras hitam : tepung terigu 60% : 40% dengankadar protein 9,393%, aktivitas antioksidan 29,911%, dan kadar antosianin 81,699% dan nilai ujiwarna 125, uji rasa 126 dan uji tekstur 126. Produk yang dihasilkan disukai panelis dari segiwarna, rasa dan tekstur sehingga dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional.Kata kunci : beras hitam, gliserol monostearat, roti tawar
Evaluasi Sifat Fisikokimia Food bar dari Tepung Komposit (Pedada,Talas dan Kedelai ) Sebagai Alternatif Pangan Darurat
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i1.758

Abstract

Food bar merupakan pangan berkalori tinggi dibuat dari campuran bahan pangan (blended food), diperkayadengan nutrisi, berbentuk padat dan kompak. Secara umum Food bar memiliki kandungan energi sebesar 2100kkal terdiri dari 35-45% lemak, 10-15% protein dan 40-50% karbohidrat. Penelitian ini bertujuan mengetahuipengaruh penambahan tepung pedada (20%), tepung talas dan tepung kedelai terhadap kualitas food bar yangdihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktor, faktor pertama yaitu penambahantepung talas (30, 40 dan 50 gr) per 100gr bahan, sedangkan faktor kedua tepung kedelai (50, 40, dan 30 gr) per100 gr bahan. Parameter yang diamati yaitu kadar air, abu, karbohidrat, protein, jumlah kalori, daya patah, danuji organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program minitab v 17 One-Way Anova, dilanjutkandengan uji Tukey 5%. Hasil penelitian terbaik menunjukkan bahwa food bar dengan 50% tepung talas 30%tepung kedelai menghasilkan food bar dengan kriteria kadar air 3,32%, kadar abu 3,43%, kadar karbohidrat68,61%, kadar protein 10,81%, kadar lemak 21,65%, jumlah kalori 512,11 kkal dan daya patah 34,55 N. Hasil ujiorganoleptik dengan jumlah rangking terhadap rasa 116, warna 109,5, aroma 108,5 dan tekstur 113.Kata kunci : food bar, tepung pedada, tepung talas, tepung kedelai
KAJIAN PEMANFAATAN BIJI NANGKA DENGAN PLASTICIZER GLISERIN DARI MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN EDIBLE COATING
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 2: Desember 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i2.677

Abstract

ABSTRAKBiji nangka adalah salah satu sumber pati yang belum banyak dimanfaatkanselama ini, bahan ini merupakan limbah padat dari pengolahan makanaan berbahandasar buah Nangka. Biji nangka mempunyai kadar karbohidrat yang tinggi, sehinggadapat diekstrak senyawa patinya sebagai bahan edible coating. Proses polimerisasipati biji nangka sebagai edible coating dapat dibantu dengan penambahan plasticizergliserin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan plasticizergliserin terhadap uji mekanik berupa elongation dan tensile strength. Penelitian inidilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pembuatan pati dari biji nangka, gliserin dariminyak jelantah, dan pembuatan edible coating. Metode yang digunakan dalampembuatan edible coating adalah pencampuran pati 10, 15, 20, 25, 30 gram denganmenggunakan plasticizer gliserin sebanyak 30, 40, 50 dan 60 mL. Hasil uji mekanik,yaitu tensile strength dan elongation, menunjukkan bahwa kenaikan kadar gliserinmengakibatkan penurunan tensile strength dan kenaikan elongation. Edible coatingyang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengemas makanan, yaitu lombok kecil,lombok besar, tomat serta buah stroberi, dan dapat menghambat proses pembusukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tensile strength paling besar adalah pada pati 10gram dan 50mL gliserin yaitu sebesar 33,39 Mpa, Sedangkan elongation of breakadalah sebesar 23,87%.Kata Kunci: Biji Nangka, gliserin, pati, edible coatingABSTRACTJackfruits seed is one of starch resource that haven’t used yet in many things.Jackfruit seeds have high levels of carbohydrates, that can be extracted its starchcompounds as a material of the edible coating. The polymerization process of jackfruitseeds starch to edible coatings can be assisted by the addition of a plasticizer glycerin.This research aims to know the influence of the addition of glycerin as plasticizertoward the mechanical test (elongation break and tensile strength). The research doneby three stages that were making starch from the jackfruits seed, glycerin from usedoils, and making of edible coatings. The methods were used in the manufacture of anedible coatings were 10,15, 20, 25, 30 grams respectively, and using glycerin asplasticizer 30, 40, 50 and 60 ml. The results of mechanical test are tensile strengthand elongation at break, showed that the increasing of the quantity of a substance inglycerin made tensile strength and elongation at the break. Edible coating producedcan be used as food chili are small chili large, tomato a fruit, as the strawberry andcould impede the process of putrefaction.The result showed that the most are tensilestrength on starch 10 grams and glycerin are 50ml of 33,39 mpa, the elongation atbreak is 23,87%Keywords : Jackfruit seed, glycerin, starch, edible coating
STUDI PEMBUATAN KUE KERING DARI TEPUNG SAGU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BLONDO (Study of Making Cookies from Sago Flour With Addition of Blondo Flour)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 2: Desember 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i2.899

Abstract

RINGKASAN Blondo merupakan protein nabati yang diperoleh dari hasil samping pembuatan minyak kelapa dengan proses basah yakni proses ekstraksi minyak kelapa dari bahan santan kelapa. Blondo mengandung asam amino esensial dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan atau alternatif makanan bergizi tinggi yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue kering yang terlebih dahulu diolah menjadi tepung. Tujuan dari penelitian ini yaitusebagai pemanfaatan produk samping dari pembuatan minyak kelapa, yang diaplikasikan dalam pembuatan kue kering, menentukan formulasi terbaik tepung blondo yang digunakan dalam pembuatan kue kering sehingga dapat diterima oleh konsumen dan mampu memberi asupan nutrisi yang tinggiberdasarkan analisis kimia dan uji organoleptik.Pembuatan tepung blondo dilakukan dengan pengeringan menggunakan oven blower pada suhu 600C selama 12 jam. Setelah itu dilakukan penghalusan menggunakan grinder kemudian diayak 80 mesh. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini terbagi atas formula A1 (65% tepung sagu : 35% tepung blondo), A2 (60% tepung sagu : 40% tepung blondo) dan A3 (55% tepung sagu : 45% tepung blondo). Parameter pengamatan pada penelitian ini yaitu perlakuan uji proksimat (kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat) dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Pengolahan data dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) berdasarkan data hasil pengamatan terhadap parameter pengujian dengan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisa dengan uji sidik ragam (ANOVA) menggunakan SPSS dan MS.Excel.Berdasarkan hasil uji organoleptik perlakuan terbaik adalah A3 dengan skor organoleptik warna 3,6 (suka), aroma 3,6 (suka), rasa 3,8 (suka), dan tekstur 3,66 (suka), sedangkan hasil uji proksimat yaitu dengan nilai kadar air 2,53%, kadar abu 3,25%, protein 11,45%, lemak 27,41%, dan karbohidrat 55,36%. Kata kunci : Blondo, Kue kering, protein. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v11i2.899
PENGEMBANGAN OLAHAN KERUPUK IKAN MANYUNG PADA WARGA GANG DOLLY SURABAYA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 2: Desember 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i2.900

Abstract

Abstrak Penyuluhan dan pelatihan dari Program Abdimas ini merupakan aplikasi dari hasil penelitian untuk menjadikan aneka produk pangan yang berbasis ikan sebagai alternatif produk pangan bergizi tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan pada warga Gang Dolly Surabaya untuk meningkatkan pendapatan. Metoda yang digunakan dalam memfasilitasi peningkatan ketrampilan olahan ikan di wilayah Gang Dolly Surabaya ini adalah dengan mengadakan pelatihan dengan metode pelatihannya adalah : metode ceramah, metode praktek dan metode pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan usaha dan pemasaran hasil. Kondisi Obyektif yang ada adalah rendahnya produktivitas produsen olahan perikanan yang dihasilkan selama ini lebih disebabkan oleh lemahnya sumberdaya manusia di bidang manajemen, organisasi yang kurang professional, kurangnya penguasaan teknologi pengolahan dan informasi serta pemasaran yang lemah, dan rendahnya kualitas kewirausahaan dari para pelaku usaha . Untuk itu pada program ini dilakukan pelatihan ibu-ibu warga Putat Jaya (Gang Dolly) dalam pembuatan kerupuk dari ikan Manyung. Dalam bidang ekonomi ataupun bisnis, ikan manyung merupakan ikan ekonomis yang penting sebagai ikan konsumsi yang dapat dijadikan sebagai bahan penghasil uang. Dibanding dengan ikan tengiri yang banyak digunakan sebagai bahan kerupuk ikan, ikan manyung lebih menjanjikan untuk menghasilkan uang karena harga ikan manyung relatif lebih murah dibanding ikan tengiri. Dan yang pasti kandungan protein dalam ikan manyung sangat tinggi. Kata Kunci : dolly, manyung, kerupuk, pangan, protein, gizi, murah DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v11i2.900

Page 8 of 36 | Total Record : 351