cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 292 Documents
Pentingnya Logo dan Branding di Media Sosial untuk Eksistensi Kain Sasirangan di Era Digital Yuliani, Rahma
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.16740

Abstract

Kain Sasirangan merupakan kain khas Banjar dengan keunikan motif dan makna simbolis yang menjadi representasi keindahan budaya di Kalimantan Selatan. Meski demikian, sebagian besar pelaku UMKM yang memproduksi kain ini masih mengandalkan cara pemasaran konvensional. Contohnya Amanah Sasirangan. Masih mengandalkan metode pemasaran tradisional, produk dijual tanpa merek dan logo, dan belum adanya pemanfaatan media digital sebagai media promosi, membuat Amanah Sasirangan harus menjual produknya dengan harga yang lebih murah untuk dijual ke toko-toko besar yang ada di kota. Kurangnya pemanfaatan media digital ini, membuat Amanah Sasirangan kesulitan menjangkau pasar yang luas dan konsumen yang modern. Sehingga diperlukan pengabdian untuk membantu Amanah Sasirangan siap terjun ke dunia media sosial. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menarik perhatian konsumen modern dengan logo menarik dan branding media sosial yang kuat sebagai upaya mempertahankan eksistensi kain Sasirangan yang merupakan warisan budaya khas Banjar Kalimantan Selatan.
Program Inovasi Promosi Digital untuk Meningkatkan Daya Tarik Museum Berbasis Konten Visual Dinamis Yunita, Helda; Noor, Muhammad Fajrian; Maulida, Muti'a; Mustamin, Nurul Fathanah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17040

Abstract

Museum Lambung Mangkurat memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya Kalimantan Selatan. Seiring perkembangan teknologi, promosi museum memerlukan inovasi yang dapat menyesuaikan diri dengan tren digital agar informasi dan nilai-nilai budaya yang dimiliki dapat menjangkau masyarakat luas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan program inovasi promosi digital berbasis konten visual dinamis guna meningkatkan daya tarik dan keterlibatan masyarakat terhadap Museum Lambung Mangkurat. Metode kegiatan meliputi pengumpulan data, desain dan produksi, pengembangan modul, pelaksanaan pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari para staf dan pengelola museum. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat tujuh skenario tugas yang diikuti oleh seluruh peserta dengan tingkat keberhasilan mencapai 85%, yang menunjukkan kemampuan peserta dalam memahami dan menerapkan teknik pembuatan konten digital. Program ini juga menghasilkan model promosi digital yang dapat diadaptasi oleh lembaga budaya lain. Dengan demikian, Program ini dapat berkontribusi terhadap penguatan branding digital dan pelestarian budaya daerah melalui pemanfaatan teknologi komunikasi modern. 
Perakitan Mandiri Spektrofotometer Visible Sederhana: Potensi Aplikasinya Pada Penentuan Konsentrasi Larutan Susilo, Tanto Budi; Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Utami, Umi Baroroh Lili; Akbar, Arief Rahmad Maulana; Thresye, Thresye
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16050

Abstract

Abstrak Perakitan mandiri spektrofotometer sederhana ini bertujuan untuk menyediakan alat yang dapat digunakan dalam pembelajaran praktikum penentuan konsentrasi larutan di laboratorium. Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang diserap oleh suatu larutan pada panjang gelombang tertentu. Dalam program kegiatan masyarakat ini, dilakukan perakitan alat spektrofotometer sederhana dengan komponen-komponen yang mudah didapatkan, seperti LED sebagai sumber cahaya, filter cahaya, kuvet, fotodioda sebagai detektor, dan voltmeter sebagai mikrokontroler untuk pengolahan data absorbansi. Alat ini dapat mengukur absorbansi larutan dan menentukan konsentrasi berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan perakitan mandiri ini, diharapkan siswa/mahasiswa dapat memahami prinsip kerja spektrofotometri secara lebih mendalam, serta meningkatkan keterampilan praktikum dalam pengukuran konsentrasi larutan. Kegiatan ini telah berhasil membuat spektrofotometer visible sederhana dan telah diuji serapannya pada plastik transparan warna biru. Hasilnya menunjukkan tanggapan 17 responden sebagai berikut ini; sangat mengerti (10,8%), mengerti (62,7%), kurang mengerti (26,5%), dan tidak mengerti (0%). Sebagai tambahan informasi bahwa alat ini dapat digunakan dengan baik untuk kegiatan pembelajaran dengan akurasi yang cukup memadai. Perakitan alat ini memperkaya khazanah praktikum, diantaranya mahasiswa bukan hanya sebagai operator dan penguna, tetapi sebagai creator spektofotometer.Kata kunci: spektrofotometer; filter cahaya; voltmeter  
Penyuluhan Artifak Museum Lambung Mangkurat: Potensi De-Extinction Fosil Gajah Kalimantan Susilo, Tanto Budi; yunus, rahmat; Soesanto, Oni; Hindarto, Imam; Utami, Umi Baroroh Lili; Idris, Muddatstsir; Mikrianto, Edi; Mursyidin, Dindin Hidayatul
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16203

Abstract

Abstrak Museum bukan hanya tempat untuk koleksi artefak kebudayaan bangsa, tetapi juga tempat untuk artefak intelektual bangsa, atau tempat koleksi epistemologi intelektual bangsa. Sementara itu, ibu kandung kebudayaan adalah pendidikan. Museum Lambung Mangkurat adalah rumah bagi anak kandung artefak kebudayaan dan ibu kandung bagi pendidikan masyarakat Kalimantan ini. Nama Lambung Mangkurat sendiri, diambil dari putra seorang pedagang (kasta Waisya) keturunan etnis Keling, era kerajaan Mapapahit. PKM ini membahas temuan artefak bendawi (tangible), berupa fosil gajah kisaran 5000 tahun lalu. Fosil ini berperan strategis dalam projek pembangkitan spesies yang punah (de-extintion) pada masa depan. Pokok bahasan ini menjelaskan peristiwa sejarah tentang asal usul gajah kecil (hobbit elephant) yang ada di Kalimantan. Fosil gajah menjelaskan bahwa gajah Kalimantan adalah asli (indigenius) meski kolonial Inggris juga mendatangkan sebagai gajah introduser dari India. Program kreatifitas masyarakat (PKM) ini berupaya mengapresiasi terhadap temuan gajah Kalimantan di daerah Kabupaten Batola. Metode hermeneutika yang dielaborasi structural equation modelling (SEM) digunakan sebagai koleksi tanggapan responden generasi muda. Hasil evaluasi PKM ini adalah sebagai berikut; sangat mengerti (12,5%), mengerti (45%), kurang mengerti (30%) dan tidak mengerti (12,5%) terhadap 12 responden. Hasil PKM menyatakan bahwa generasi muda mengerti atas pentingnya temuan fosil gajah yang terhubung dengan perdagangan era kolonial Inggris di Kalimantan.Kata kunci: Museum; Lambung Mangkurat; fosil gajah 
Pemanfaatan Limbah Ikan Gabus Sebagai Pakan Fungsional untuk Mendukung Usaha Berkelanjutan Burung Puyuh Mikrianto, Edi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.16756

Abstract

Kegiatan PKM ini di mulai dengan riset awal tentang pengaruh penambahan pakan alternative burung puyuh dari limbah ikan gabus terhadap produktifitas telur burung puyuh. Burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) dikenal sebagai salah satu jenis unggas potensial yang dapat dimanfaatkan baik sebagai penghasil telur maupun daging. Dalam usaha budidaya, pakan merupakan faktor dominan karena sekitar 80% biaya produksi dialokasikan untuk kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan limbah ikan gabus sebagai bahan substitusi tepung ikan pada pakan buatan. Pemanfaatan limbah ini diharapkan mampu menekan penggunaan tepung ikan konvensional. Hasil analisis kimia proksimat menunjukkan kadar protein kasar pada tepung limbah ikan gabus sebesar 48,43%. Pengabdian PKM ini bertujuan mengevaluasi kandungan nutrisi tepung limbah ikan gabus serta pengaruhnya terhadap performa pertumbuhan puyuh. Kegiatan pengabdian PKM dengan menerapkan hasil pengabdian PKM yaitu menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan rata-rata, dan konversi pakan. Hasil pengabdian PKM memperlihatkan bahwa tepung limbah ikan gabus berperan positif terhadap efisiensi pakan, pertumbuhan, serta konversi ransum. Dengan demikian, limbah ikan gabus berpotensi sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan puyuh petelur dengan produksi telur yang sama dengan pakan komersil.
Perancangan Sistem Fertigasi dan Vermikompos di Kebun Sumber Berkah Kelurahan Batu Ampar Rohimsyah, Fikan Mubarok; Awali, Jatmoko; Muyassir, Nur Aushaf; Rajid, Nabila Faiza Putri; Rahmah, Fadhilah; Aurelya, Meyriska; Rohmah, Hidhayatul Isnaini; Simbolon, Samuel Caesario; Hidayat, Alfito Rafli; Majid, Nurkholis
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17271

Abstract

Perkebunan Sumber Berkah di Kota Balikpapan merupakan salah satu bentuk penerapan pertanian perkotaan yang berfokus pada budidaya tanaman hortikultura secara berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia serta meningkatnya volume limbah organik rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik melalui sosialisasi pembuatan pupuk vermikompos, serta mendampingi mitra kebun dalam penerapan pembuatan dan pemanfaatannya. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra kebun secara aktif dalam setiap tahap pembuatan vermikompos, mulai dari pengumpulan bahan organik, pra-pengomposan, pemberian cacing Lumbricus rubellus, hingga pemanenan selama 30 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan vermikompos mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman hingga 23% lebih cepat dibandingkan tanpa perlakuan, serta membantu mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar. Sementara itu, kegiatan sosialisasi kepada masyarakat meningkatkan pemahaman peserta tentang pengelolaan limbah organik sebesar 82%. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mendorong penerapan pengelolaan limbah ramah lingkungan di wilayah perkotaan. Kata kunci: Pupuk alami; Sampah organik; Perkebunan Sumber Berkah; Pertanian perkotaan;Vermikompos
Edukasi Digital Marketing Sebagai Upaya Pengembangan Strategi Pemasaran Pada UMKM Di RT 48 Kelurahan Margo Mulyo Kecamatan Balikpapan Barat Waty, Marlinda
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17277

Abstract

Abstract The community service carried out in RT 48, Margo Mulyo Sub-district, West Balikpapan District, Balikpapan City has a main problem, namely the limited ability of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to maximize the use of digital as a promotional and marketing media. Most MSMEs in this region still rely on conventional marketing methods, making it difficult for potential consumers to find these MSME businesses on digital platforms. The lack of accurate data collection regarding the active status of each business unit is also an obstacle for Margo Mulyo Sub-district to carry out targeted guidance. The solution taken to overcome this problem, the implementer determined 4 (four) main activities: (1) brief education about marketing digitalization as an effort to increase competitiveness and expand market reach; (2) assistance with digital marketing management; (3) inclusion of location MSMEs on Google Maps; (4) comprehensive re-data collection of all MSME actors in Margo Mulyo Sub-district, especially in the RT. 48. This service activity, which is implemented through 4 (four) main activities, aims to increase the understanding and digital marketing skills of MSMEs and that MSMEs have competitiveness in the era of digital transformation. The implementation method used is participatory education, where MSMEs are active subjects in the entire educational process. This is done to increase involvement, in-depth understanding and develop critical thinking skills in solving MSME problems. Discussions and educational interactions as well as assistance in the form of direct practice were carried out door to door considering the lack of accurate MSME data, especially regarding the active status of each business unit in RT 48, Margo Mulyo Sub-district. Activity results: (1) MSMEs gain enlightenment and understanding of the importance of digital marketing strategies and basics (social media, branding strategies, etc.); (2) several MSMEs have succeeded in changing private accounts to public accounts, editing bio descriptions to make them more attractive, reposting product photos on feed, posting price lists on Instagram Stories (IGS) and beautifying the appearance of Instagram highlights; (3) several MSMEs have succeeded in activating their accounts and listing their business locations on Google Maps; (4) compiling a database of MSMEs in Margo Mulyo Sub-district, especially RT.48 (active business status, type of product/service and business location) . Thus, this service activity can be said to be effective in increasing digital literacy of MSMEs and able to provide practical solutions in expanding market access through digitalization and fostering the confidence of business people to utilize online platforms in supporting business growth.    Keywords: Education; Digital Marketing; Marketing Strategy; MSME Abstrak Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RT 48 Kelurahan Margo Mulyo Kecamatan Balikpapan Barat Kota Balikpapan memiliki permasalahan utama yaitu terbatasnya kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memaksimalkan penggunaan digital sebagai media promosi dan pemasaran. Sebagian besar UMKM di wilayah ini masih mengandalkan metode pemasaran konvensional sehingga sulit bagi konsumen potensial untuk menemukan usaha UMKM tersebut pada platform digital. Kurangnya pendataan yang akurat mengenai status aktif tidaknya setiap unit usaha juga menjadi kendala bagi pihak Kelurahan Margo Mulyo untuk melakukan pembinaan yang tepat sasaran. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, pelaksana menetapkan 4 (empat) kegiatan utama: (1) edukasi singkat tentang digitalisasi pemasaran sebagai upaya meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar; (2) pendampingan pengelolaan digital marketing; (3) pencantuman lokasi UMKM di Google Maps; (4) pendataan ulang secara menyeluruh terhadap seluruh pelaku UMKM di Kelurahan Margo Mulyo khususnya di RT.48. Kegiatan pengabdian ini yang diimplementasikan melalui 4 (empat) kegiatan utama bertujuan agar pemahaman dan keterampilan digital marketing UMKM meningkat dan UMKM memiliki daya saing di era transformasi digital. Metode pelaksanaan yang digunakan berupa edukasi partisipatif, dimana UMKM sebagai subjek aktif dalam seluruh proses edukasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan, pemahaman mendalam serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam memecahkan masalah UMKM. Diskusi dan interaksi edukasi serta pendampingan berupa praktik langsung dilakukan secara door to door mengingat minimnya data UMKM yang akurat terutama terkait status aktif tidaknya setiap unit usaha di RT 48 Kelurahan Margo Mulyo. Hasil kegiatan: (1) UMKM memperoleh pencerahan dan pemahaman akan pentingnya strategi dan dasar-dasar pemasaran digital (media sosial, strategi branding, dll); (2) beberapa UMKM berhasil merubah akun private ke akun publik, mengedit deskripsi bio agar lebih menarik, memposting ulang photo produk di feed, memposting daftar harga di Instastory (IGS) dan mempercantik tampilan highlight (sorotan) instagram; (3) beberapa UMKM berhasil mengaktifkan akun dan mencantumkan lokasi usahanya di Google Maps; (4) tersusunnya database UMKM Kelurahan Margo Mulyo khususnya RT. 48 (status aktif usaha, jenis produk/jasa dan lokasi usaha). Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan literasi digital UMKM dan mampu memberikan solusi praktis dalam memperluas akses pasar melalui digitalisasi serta menumbuhkan rasa percaya diri pelaku usaha untuk memanfaatkan platform online dalam mendukung pertumbuhan usahanya. Kata kunci: Edukasi; Pemasaran Digital; Strategi Pemasaran; UMKM
Pemberdayaan Petani Budidaya Sayur di Lahan Gambut Dangkal dengan Aplikasi Teknologi Pengelolaan Air dan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Amal, Nilna; Yulianti, Mira; Nashrullah, Eddy; Zulkifli, Eko
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16899

Abstract

Caraka Jaya Village, Liang Anggang District, has significant agricultural potential, particularly for vegetables. Farmers in the village grow various types of vegetables on peatlands and produce quite good yields. However, over the past two years, there has been a phenomenon where yields have decreased. This is suspected to be due to excessive exposure to chemical fertilizers and pesticides. Furthermore, some farmers complain about limited water resources, forcing them to only plant according to the availability of rainwater. Therefore, they desire a more secure water source, so they have proposed building groundwater wells with a simple irrigation network, a simple technology application in peatlands. Furthermore, the application of organic fertilizer, as a continuation of previous community service activities, is also being carried out to prevent the proliferation of pests and to increase agricultural production. Another necessary activity is providing communication strategy training to strengthen institutional capacity so that farmers are empowered to negotiate with collectors not only as individuals but also as institutions representing the interests of farmers. The results of this empowerment are expected to improve the lives of farmer groups that are part of the farming community, thereby boosting the economy and supporting the realization of environmentally friendly agriculture.
Rancang Bangun Kolam Lele dengan Teknologi Bioflok dan Energi Terbarukan Adnyani, Luh Putri
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17274

Abstract

Catfish farming is one of the freshwater fisheries businesses that is widely developed by the community because it has high economic value, easy farming techniques, and relatively low business capital. However, in Kampung Pelita RT 10, Sumber Rejo Village, Balikpapan Tengah District, catfish farming activities that were previously running are no longer active due to limited facilities, conventional methods, and high operational costs. Through this community service activity, a biofloc method was implemented in combination with renewable energy (solar panels) to support the pond aeration system. The activity was carried out over three months through the stages of survey, problem identification, design, implementation, and evaluation. The results of the activity showed that the biofloc system was able to increase feed efficiency by up to 25% and maintain stable water quality, while the use of solar panels succeeded in reducing electricity costs and ensuring a 24-hour oxygen supply. Based on a questionnaire of 20 respondents, 80% of residents showed an increase in their understanding of biofloc and solar energy technologies. Thus, the application of this appropriate technology not only increases the productivity and efficiency of aquaculture but also strengthens community independence in managing an environmentally friendly energy-based economy.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Purwosari II Dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga Sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Organik Purboningsih, Dewi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.16933

Abstract

Sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, menjadi permasalahan utama di Desa Purwosari II, Kabupaten Barito Kuala, yang mengancam kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang belum optimal menyebabkan banyaknya sampah yang dibuang ke sungai, memperburuk pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi tentang Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah serta pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jenis-jenis sampah dan pentingnya memilah sampah. Pelatihan pembuatan kompos memberikan keterampilan praktis yang memungkinkan masyarakat mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan untuk pertanian rumah tangga atau dijual. Penggunaan alat sederhana (TASERIK) dalam pelatihan mengurangi hambatan teknis dan biaya, memungkinkan implementasi yang mudah dan murah di tingkat rumah tangga Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tentang pengolahan sampah organik.. Keberlanjutan program ini sangat penting untuk memastikan masyarakat terus mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.