cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 287 Documents
Optimalisasi Literasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Pencegahan Unwanted Pregnancy Pada Remaja di Area Lahan Basah Wardani, Adek Yeary; Aditya, Renny
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i3.14298

Abstract

Unwanted pregnancy merupakan masalah dalam Kesehatan Masyarakat. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan memingkatkan literasi Kesehatan. Literasi kesehatan, didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan dan melakukan pengambilan keputusan terkait dengan kesehatan diri individu tersebut.  Tingkat literasi kesehatan individu tercermin dalam perilaku kesehatan individu. Remaja dengan literasi kesehatan reproduksi yang buruk lebih berisiko untuk mengalami berbagai permasalahan kesehatan reproduksi.  Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan literasi Kesehatan reproduksi pada remaja untuk mencegah terjadinya unwanted pregnancy di area lahan basah. Pengabdian Masyarakat  ini dilakukan di Pesantren Miftahaudarisalam di Desa Pati Muhur Baru Kecamatan Anjir Muara. Siswanya adalah seluruh pelajar wanita dan laki- laki yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Para siswa akan diberi interpensi berupa penyuluhan mengenai Kesehatan reproduksi yang akan dievaluasi menggunakan kuiosner pretest dan posttest. Data kemudian akan di uji dengan  Uji T berpasangan. Siswa remaja Wanita menunjukkan bahwa nilai Sig. ( 2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05  maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada pretest dan posttest. Pada remaja laki-laki didapatkan nilai Sig. ( 2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05  maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada pretest dan posttest. Hal ini menunjukan bahwa intervensi berupa penyediaan informasi mengenai kesehatan reproduksi kepada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada remaja .  Peningkatan literasi Kesehatan reproduksi pada pada remaja  menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya unwanted pregnancy.
Aplikasi Eco-Enzyme oleh Gen Z untuk Mendukung Ekonomi Hijau pada Budidaya Kelulut di Desa Padang Panjang, Kabupaten Banjar Anang Kadarsah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17217

Abstract

Permasalahan limbah organik dan rendahnya partisipasi generasi muda dalam pengelolaan lingkungan menjadi tantangan utama dalam mewujudkan ekonomi hijau di kawasan pedesaan tropis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepedulian lingkungan mahasiswa Generasi Z melalui aplikasi eco-enzyme dalam budidaya lebah kelulut (Heterotrigona itama) di Desa Padang Panjang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilakukan melalui empat tahap: (1) persiapan dan sosialisasi, (2) pelatihan pembuatan eco-enzyme dari limbah organik, (3) aplikasi lapangan pada sarang lebah, dan (4) evaluasi serta refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek capaian dengan rata-rata skor meningkat dari 3,1 menjadi 4,6 (kenaikan 46%). Aspek kepedulian lingkungan memperoleh skor tertinggi (4,8), diikuti pemahaman konsep eco-enzyme (4,6) dan kolaborasi tim (4,6). Aplikasi bioteknologi sederhana berbasis eco-enzyme terbukti memperkuat literasi ekologis generasi muda, mendukung konservasi lebah kelulut, dan memperkuat sinergi kampus–masyarakat dalam mewujudkan ekonomi hijau di lahan basah Kalimantan Selatan.
Penerapan Teknologi Kalibrasi Alat Medis Berbasis Standar untuk Menjamin Keandalan Diagnostik di Puskesmas Banjarbaru Selatan Rezky Rahmadany Rachman
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.17046

Abstract

AbstractThe main problem faced by Banjarbaru Selatan Community Health Center (Puskesmas) is the potential inaccuracy of primary medical devices following relocation, exacerbated by the fact that the device calibration period will expire in June 2025. This risks compromising diagnostic reliability. The objective of this service is to ensure the accuracy of medical devices according to standards, and to enhance health personnel's awareness and student competency through socialization, training, and the implementation of standard-based medical device calibration. The activity was conducted on July 31, 2025, at Puskesmas Banjarbaru Selatan. The subjects were 20 health personnel, 5 students (as training participants and assisting executors), and five types of calibrated medical devices (10 Tensiometers, 2 Baby Scales, 2 Adult Scales, and 1 USG). Calibration involved the proposing team and the Medical Device and Health Facility Testing Agency (LPAFK). The results showed that all devices were successfully calibrated, obtained official calibration certificates, and were labelled, supported by increased health personnel understanding and students' practical experience, thus ensuring measurement reliability and guaranteeing the quality of health services at the Puskesmas.Keywords: Accuracy; Calibration; Medical Devices; Precision; Quality Assurance AbstrakPermasalahan utama Puskesmas Banjarbaru Selatan adalah potensi ketidakakuratan alat medis utama pasca relokasi gedung baru, diperburuk dengan fakta bahwa masa berlaku kalibrasi alat tersebut akan habis pada Juni 2025. Hal ini berisiko mengganggu keandalan diagnostik. Tujuan pengabdian ini adalah menjamin akurasi alat medis sesuai standar, serta meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan dan kompetensi mahasiswa melalui sosialisasi, pelatihan, dan pelaksanaan kalibrasi alat medis berbasis standar. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2025 di Puskesmas Banjarbaru Selatan. Subjek pengabdian meliputi 20 tenaga kesehatan, 5 mahasiswa (sebagai peserta pelatihan dan pelaksana asistensi), serta lima jenis alat medis yang dikalibrasi (10 Tensimeter, 2 Timbangan Bayi, 2 Timbangan Dewasa, dan 1 USG). Pelaksanaan kalibrasi melibatkan tim pengusul dan Lembaga Pengujian Alat dan Fasilitas Kesehatan (LPAFK). Hasilnya, seluruh alat berhasil terkalibrasi, memperoleh sertifikat kalibrasi resmi, dan dipasang label, didukung peningkatan pemahaman tenaga kesehatan serta pengalaman praktis mahasiswa, sehingga memastikan keandalan pengukuran dan menjamin mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas.Kata Kunci: Akurasi; Alat Medis; Kalibrasi; Penjaminan Mutu; Presisi
Strategi Peningkatan Kualitas UMKM Melalui Literasi Keuangan Dan Manajemen Keuangan Kewirausahaan Di Kota Banjarmasin Sufi Jikrillah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16971

Abstract

Abstrak               Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta rendahnya literasi keuangan digital. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan akses permodalan, rendahnya daya saing, dan lemahnya kemampuan adaptasi terhadap transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan manajemen keuangan kewirausahaan melalui program pelatihan terstruktur bagi UMKM binaan Dinas Koperasi Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei kebutuhan, sosialisasi, dan pelatihan tatap muka yang melibatkan narasumber berkompeten di bidang keuangan dan pemasaran digital. Materi yang diberikan meliputi pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan utang dan piutang, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, perencanaan keuangan jangka panjang, serta pemanfaatan teknologi finansial dan platform pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar literasi keuangan, mulai dari pencatatan arus kas, perencanaan anggaran, hingga strategi pembiayaan jangka panjang. Pengenalan teknologi keuangan digital seperti dompet elektronik, aplikasi akuntansi sederhana, dan peer to peer lending juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses pendanaan, mengelola transaksi, dan memperluas pasar melalui saluran digital. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan berbasis pelatihan praktik mampu meningkatkan profesionalisme, efisiensi, dan daya saing UMKM di era ekonomi digital. Program serupa dapat direplikasi di daerah lain dengan menyesuaikan kebutuhan lokal, serta dilengkapi dengan dukungan infrastruktur digital dan pendampingan berkelanjutan.
Peningkatan Keselamatan Kerja Melalui Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang Aman dan Efektif pada Pekerja Industri Sasirangan di Kota Banjarmasin Widya Nursantari; Farida Heriyani; Nika Sterina Skripsiana; Sukses Hadi; Oski Illiandri; Yulia Syarifa; Lisda Hayatie; Siti Habibah Zein; Wahyu Setyaningsih; Fitria Dewi Puspita
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16792

Abstract

Kejadian Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja terus meningkat setiap tahunnya, tidak terkecuali pada Pekerja industri rumahan Kain Sasirangan di Banjarmasin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan dan perawatan APD yang benar serta pekerja terampil dalam menggunakan APD yang sesuai. Metode yang digunakan adalah intervensi edukatif berupa penyuluhan, pemutaran video, dan pelatihan pada 30 pekerja di Kelurahan Sungai Jingah Kota Banjarmasin. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest-posttest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik, dimana rerata nilai peserta meningkat dari 65,3 pada saat pretest menjadi 89,3 pada saat posttest (Uji Wilcoxon, p=0,000). Hal ini membuktikan bahwa metode edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pekerja dalam penggunaan APD dan perawatannya sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di industri sasirangan Kota Banjarmasin. 
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Program Kampung Siaga Bencana (KSB) Trisakti di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Safa Muzdalifah; Rosalina Kumalawati; Dewi Purboningsih; Muhammad Kelpin; Siti Fatimah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.17284

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat Kampung Siaga Bencana(KSB) Tri Sakti di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Mitra yaitu KSB Tri Sakti memiliki persoalan utama yang menuntut segera untuk diselesaikan, yaitu mitra memiliki pemahaman yang rendah pada penanggulangan bencana, mitra memiliki  kesadaran dan kewaspadaan yang rendah akan bencana, dan mitra memiliki pemahaman yang rendah pada aspek administrasi kebencanaan. Solusi untuk permasalahan ini yaitu dengan mengadakan pelatihan/penyuluhan terkait mitigasi bencana, penyuluhan urgensi kesiapsiagaan dan kewaspadaan bencana, pelatihan administrasi bencana pada bidang gardu sosial dan lumbung sosial, serta perumusan panduan strategi optimalisasi KSB Tri Sakti. Kegiatan tersebut dilakukan terhadap  35 anggota KSB Tri Sakti dan bertempat di Aula Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Hasil kegiatan yaitu terjadi peningkatan pemahaman dan perubahan sikap pada arah yang lebih baik terkait kemampuan penanggulangan bencana dari 71% menjadi 97%, terkait kesiapsiagaan dan kesadaran bencana mengalami peningkatan dari 62,8% menjadi 100%, terkait bidang administrasi dari 62% menjadi 97% terjadi perubahan sikap pada pengelolaan administrasi kebencanaan, terkait kemanfaatan teknologi yang diberikan diketahui bahwa 100% menyatakan sangat bermanfaat. Kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu kegiatan ini  merupakan kegiatan yang bermanfaat, berhasil meningkatkan pemahaman dan memberikan perubahan sikap menjadi lebih baik pada bidang mitigasi bencana, administrasi kebencanaan, dan penggunakan teknologi sebagai inovasi optimalisasi KSB. Saran yang diberikan yaitu perlu peningkatan skil lanjutan, kolaborasi bersama stake holder, meningkatkan inovasi dengan pemanfaat tekhnologi untuk mitigasi bencana.  
Pencegahan Jentik pada Fase Akuatik dan 4M Plus di SDN Pematang Panjang Pardi Affandi Affandi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16647

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease in Indonesia caused by the dengue virus and transmitted by Aedes aegypti mosquitoes. One effective measure to prevent its transmission is the eradication of mosquito larvae during the aquatic phase. This article discusses an outreach program conducted at SDN Pematang Panjang, Banjar Regency, which aimed to enhance elementary school students’ understanding of the dangers of DHF and the importance of clean and healthy living behaviors through the 4M Plus movement. The method employed was interactive counseling using psychological, scientific, and practical approaches, accompanied by evaluations through pretests and posttests. The results showed an improvement in students’ comprehension of DHF prevention, as indicated by increased posttest scores and enthusiasm throughout the activity. Early education of this kind is expected to serve as a long-term strategy to reduce DHF cases in endemic areas. 
Peningkatan Kapasitas untuk Menghadapi Bencana di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Safa Muzdalifah; Rosalina Kumalawati; Dewi Purboningsih; Astinana Yuliarti; Arief Rahman Nugroho; Yogi Prasakti; Inu Kencana Hadi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17240

Abstract

Kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana di Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, dilaksanakan di Kelurahan Sungai Tiung. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan/lahan. Melalui metode pelatihan, sosialisasi, simulasi, dan forum diskusi kelompok (FGD), masyarakat memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan tanggap darurat, serta pemahaman tentang mitigasi bencana. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran kolektif, kemampuan teknis, serta koordinasi antarwarga dan instansi terkait. Terbentuknya struktur organisasi KSB yang efektif menjadi langkah penting dalam membangun kelembagaan lokal berbasis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kemitraan antara BPBD, Dinas Sosial, PMI, TAGANA, dan kelompok masyarakat lainnya dalam upaya penanggulangan bencana. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan resiliensi masyarakat dan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas merupakan strategi efektif dalam mewujudkan masyarakat yang tanggap, tangkas, dan tangguh terhadap bencana.
Fasilitasi Kolaborasi Stakeholder Untuk Penanganan Darurat Sampah Di Kota Banjarmasin sugi Sugiannor
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.17185

Abstract

AbstractThe city of Banjarmasin is currently facing a waste management emergency due to the closure of the Basirih Final Disposal Site (TPAS) in February 2025. This situation was exacerbated by the limited capacity of the Banjarbakula Regional Landfill to accommodate waste from the city, resulting in overflowing garbage at various sites. This community service program aimed to facilitate stakeholder collaboration through a pentahelix model (government, academia, community, private sector, and media) to identify problems, build shared understanding, and design a collaborative institutional model for emergency waste management. The main activity was a Focus Group Discussion (FGD) involving the Environmental Agency, the Green Community Forum, academics, small entrepreneurs, and media. The results revealed an initial commitment among parties to draft a Policy Brief proposing a permanent Pentahelix Collaboration Forum for waste management. The program also produced media coverage, educational videos, and strategic recommendations for local government. This collaborative model demonstrates effectiveness in fostering cross-sector synergy toward resilient and sustainable waste governance.Keywords: stakeholder collaboration, pentahelix, waste management, facilitation, Banjarmasin
Pengaruh Karakteristik Usia dan Gender Santri di Ma’had Bakkah Martapura terhadap Kesadaran Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik Hesti Wijayanti; Primata Mardina; Rinna Juwita; Lailan Ni&#039;mah; Jefriadi Jefriadi; Desi Nurandini; Indah Retno Wulandary; Yulia Nurul Ma&#039;rifah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16700

Abstract

Children's awareness of disposing of waste in designated bins is a crucial factor in environmental health education, fostering a clean and healthy environment. A lack of understanding among children regarding waste management can be addressed through educational approaches that provide knowledge about organic and inorganic waste types. These efforts should begin early, during the formative "golden age" of behavioral development, as habits formed at this stage are easier to establish and yield more visible results in later life. Developing waste management behaviors at an early age can start with cultivating the habit of sorting and disposing of waste properly, which is expected to become a lifelong practice.The target group for this community service activity consisted of first, second, and third-grade students of SDITQ Ma’had Bakkah, Martapura. The objective of this community service initiative was to educate students who still disposed of waste carelessly, raise awareness about the importance of separating organic and inorganic waste, and implement waste sorting practices within the Ma’had Bakkah environment. The outcomes of this initiative included students gaining an understanding of the importance of maintaining cleanliness both at school and beyond, as well as learning to manage and sort organic and inorganic waste. Furthermore, the activity successfully fostered behavioral changes among the community, encouraging greater awareness and commitment to waste management and sorting within the school environment. Keywords: awareness; organic waste; inorganic waste; students (santri); Ma’had Bakkah