cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2" : 6 Documents clear
Inventarisasi Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat di Desa Lahei Kecamatan Muara Lahei Kabupaten Barito Utara Anti Larici; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.74 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.475

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di Desa Lahei Kecamatan Muara Lahei Kabupaten Barito Utara ditemukan banyak jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat setempat. Masyarakat lebih senang menggunakan ramuan tradisional sebelum berobat ke puskesmas atau rumah sakit, bahkan apabila kekurangan biaya maka obat tradisional menjadi pilihan alternatif dalam rangka penyembuhan suatu penyakit. Selain itu di Desa Lahei belum pernah diadakan penelitian tentang jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang sering digunakan masyarakat disana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu dengan turun langsung kelapangan (observasi) untuk pengamatan dan pengambilan sampel guna mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat obat, dan dilakukan wawancara guna memperoleh informasi tentang tanaman yang berkhasiat obat. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. yaitu peneliti mengambil sendiri contoh sampel dan menanyakan dengan tiga orang tokoh masyarakat yang mengetahui dan memahami apakah sampel tersebut memiliki khasiat atau tidak. Jadi, hanya tumbuhan yang memiliki khasiat obat saja yang diambil untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Ada 22 spesies tumbuhan berkhasiat obat yang ditemukan yaitu, Centella asiatica, Phyllanthus ninuri L, Mimosa pudica L, Piper betle L, Alpinia galanga (L) Swartz, Melastoma candidum D.Don, Costus speciosus, Morinda citrifolia Linn, Talinum paniculatum, Averhoa bilimbi L, Cordylineterminalis (L) Kunth, Tinospora crispa, Zingiber officinale, Citrus aurantiifolia, Plumeria acuminate Ait, Sauropus abdrogynus (L), Kaempferia galangal, Sansevieria trifasciata Prain, Apium graveolens L, Elephantopus scaber L, Cucumis sativus L, Sisyrinchium palmifolium L. Pemanfaatan bagian-bagian tumbuhan yang digunakan meliputi akar, rimpang, daun, batang, bunga, getah, buah dan semua bagian tanaman.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dengan Menggunakan Model Problem Solving Kelas XI C Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura SMK Negeri 1 Banua Lawas Pada Konsep Identifikasi Limbah Masdewita Masdewita; Abidinsyah Abidinsyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.085 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.476

Abstract

Berdasarkan informasi yang didapat dari guru biologi di SMK Negeri 1 Banua Lawas, diketahui bahwa siswa kurang aktif dan kurang semangat dalam belajar, siswa masih sulit memahami materi pembelajaran identifikasi limbah, kurangnya persiapan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dan siswa hanya mengaharapkan informasi pembelajaran dari guru tanpa mencari tahu sendiri informasi tentang materi yang akan diajarkan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, hasil belajar siswa dan keterlaksanaan proses pembelajaran pada siswa kelas XIC ATPH SMK Negeri 1 Banua Lawas dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dirancang 2 siklus. Pada siklus 1 terdiri dari 2 kali pertemuan dan pada siklus 2 terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIC ATPH SMK Negeri 1 Banua Lawas Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Solving dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I dari pertemuan 1 dan 2 dengan nilai rata-rata 68 dan 69, sedangkan pada siklus II dari pertemuan 1 dan 2 dengan nilai rata-rata 78 dan 82. Hasil belajar siswa aspek kognitif mengalami peningkatan dari ketuntasan klasikal siklus I dari pertemuan 1 dan 2 sebesar 40% dan 60%, sedangkan siklus II dari pertemuan 1 dan 2 sebesar 80% dan 90%. Keterlaksanaan proses pembelajaran pada siklus I dengan kategori cukup (71%) dan meningkat pada siklus II dengan kategori baik (86%)
Keanekaragaman Dan Kemelimpahan Gastropoda Pada Persawahan Desa Sungai Pinang Baru Kabupaten Banjar Arpani Arpani; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.948 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.478

Abstract

Gastropoda adalah hewan bertubuh lunak, tidak memiliki ruas tubuh dan ditutupi oleh cangkang atau rumah yang keras. Kelas Gastropoda termasuk dalam filum mollusca. Gastropoda dapat ditemukan dimana-mana saja baik di darat, di air tawar, maupun di laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies-spesies Gastropoda apa saja yang terdapat pada persawahan Desa Sungai Pinang Baru Kabupaten Banjar, dan keanekaragaman serta kemelimpahan Gastropoda pada persawahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, yaitu pengamatan langsung kelapangan untuk mendapatkan data keanekaragaman dan kemelimpahan Gastropoda, dengan titik pengamatan di 3 stasiun penelitian dan mengukur parameter lingkungan. Hasil penelitian bahwa didapatkan 5 spesies Gstropoda yaitu: Bellamnya javanica, Pila ampulacea, Pomacea canaliculata, Corbicula javanica, Pilsbryoconcha exilis, yang terdiri dalam 4 familia (Viviparidae, Ampularidae, Veneridae, dan Unionidae) dan tergabung dalam 3 ordo (Mesogastropda, Aplacophora, dan Eulamellibranchiata). Indeks diversitas (keanekaragaman) Gastropoda yaitu didapatkan sebesar 1,60 yang berarti dalam kategori sedang. Kemelimpahan spesies gastropoda yang ditemukan pada persawahan yang tetinggi adalah Pila ampulacea dengan jumlah 107. Sedangkan kemelimpahan paling rendah ditempati oleh spesies Bellamnya javanica dengan jumlah 81.
Respon Siswa Kelas VII MTs Al-Ihsan Gambah Dalam Terhadap Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Keanekaragaman Makhluk Hidup Evi Riana Ningsih; Saidatun Ni'mah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.296 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.481

Abstract

Informasi yang diperoleh dari guru Biologi MTs Al-Ihsan Gambah Dalam menunjukkan bahwa pembelajaran biologi saat ini masih kurang memuaskan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran, pembelajaran yang masih di dominasi oleh guru, kurangnya kreativitas siswa, dan rendahnya motivasi siswa untuk belajar. Oleh karena itu, pemahaman yang diperoleh siswa masih tergolong rendah. Rendahnya pemahaman yang diperoleh siswa dapat dilihat dari nilai ulangan harian yang telah diperoleh sebelumnya dimana dari 22 orang siswa, hanya 11 orang siswa yang memperoleh nilai diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa kelas VII MTs Al-Ihsan Gambah Dalam terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi keanekaragaman makhluk hidup. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Ihsan Gambah kelas VII dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang. Data yang diperoleh hanya respon siswa dan diambil melalui lembar angket yang diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran (akhir siklus II). Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui tentang tanggapan atau pendapat siswa terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan model PBL. Berdasarkan hasil perhitungan angket siswa diketahui bahwa kategori respon positif (siswa yang memilih jawaban Ya) sebesar 93,94% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Respon siswa yang sangat tinggi menunjukkan adanya minat siswa dalam belajar dengan pembelajaran mengunakan model PBL.
Penggunaan Model Inkuiri Pada Konsep Sistem Reproduksi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas XI SMAN 3 Tanjung Qamariah Qamariah; Nana Citrawati Lestari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.064 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.482

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMAN 3 Tanjung menunjukkan bahwa pembelajaran sains saat ini kurang mengedepankan keterampilan proses sains dan berada di bawah KKM, padahal aspek keterampilan proses sains merupakan dasar utama pembelajaran sains. Keterampilan proses sains sangat penting bagi setiap peserta didik sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan sains. Mengatasi hal tersebut perlu adanya perubahan dalam pembelajaran misalnya dengan menggunakan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran agar keterampilan-keterampilan peserta didik lebih terlatih. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan proses sains, hasil belajar peserta didik, kinerja guru melaksanakan kegiatan pembelajaran serta respon peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI SMAN 3 Tanjung yang berjumlah 15 orang, jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi, test dan angket. Analisis data dilakukan secara kuantitatif.
Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Siswa Kelas X-Mipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin Pada Konsep Ekosistem Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Mardiningsih Mardiningsih; Saliyem Saliyem
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.824 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.483

Abstract

Pembelajaran Ekosistem di kelas X-Mipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin sebagian besar masih dilakukan secara konseptual. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pada pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan tujuan dari disajikannya mata pelajaran Biologi itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan proses, hasil belajar, respon siswa, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan pengelolaan pembelajaran terhadap kegiatan konsep Ekosistem menggunakan model pembelajaran Inkuiri. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-Mipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 36 orang. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus, Masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan setara dengan 3 jam pelajaran. Pada Siklus I membahas Ekologi, ekosistem, komponen penyusun Ekositem dan Pola Interaksi, Siklus II membahas tentang Piramida ekologi dan Daur Biogeokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuirih dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XMipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin pada konsep Ekosistem. Hasil ini ditunjukkan oleh hasil belajar kognitif produk siswa pada Siklus I sebesar 69,4% dan pada Siklus II sebesar 97,2%. Hasil belajar kognitif proses siswa pada Siklus I sebesar 75,5 dan pada Siklus II sebesar 81,3, ini menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pada hasil keterampilan proses siswa selama pembelajaran pada Siklus I dan Siklus II tergolong baik. Proses pembelajaran sudah berpusat pada siswa, pembelajaran ini mendapat respon yang positif dari siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6