cover
Contact Name
Fitrahayunitisna
Contact Email
fitrahayunitisna@ub.ac.id
Phone
+6285777556060
Journal Mail Official
kusalawafibub@gmail.com
Editorial Address
Jalan Veteran, Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kusa Lawa
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 28278194     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.kusalawa
Jurnal ini mewadahi gagasan ilmiah dan publikasi hasil penelitian dari para ilmuwan, akademisi, maupun peneliti. Untuk itu jurnal ini terbuka dan menerima artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian, gagasan ilmiah, dan penciptaan seni.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 8 Documents clear
Ekspresi Organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada Studi Kasus Pembangunan Masjid di Desa Godog, Lamongan Nisa' Fahrun
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.05

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman budaya yang sangat melimpah. Keragaman budaya di Indonesia terdiri dari suku bangsa, tradisi, budaya masyarakat dan lain sebagainya.  Keragaman budaya terikat dalam berbagai macam bahasa, agama, ilmu pengetahuan, sistem sosial, kekerabatan, sistem politik dan ekonomi pada tingkat lokal. Banyak keragaman yang ada di Indonesia, tidak hanya budayanya saja mealinkan kondisi sosial masyarakatnya juga berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, hal tersebut tidak membuat masyarakat Indonesia terpecah belah. Permasalahan atau konflik mungkin sudah biasa terjadi di dalam kehidupan bermasyarkat. Tetapi, hal tersebut tidak membuat masyarakat Indonesia terpecah belah antara satu dengan yang lainnya. Organisasi adalah wadah bagi kumpulan individu dengan tujuan dan kepentingan yang sama. Melalui organisasi seseorang mampu memperoleh kekuatan untuk merubah suatu kebijakan atau menggerakkan massa. Organisasi dan politik bukanlah suatu hal yang kotor, keduanya baik ketika digunakan untuk kepentingan bersama dan memperhatikan kebutuhan masyarakat tanpa ada niatan untuk memarginalkan suatu kelompok. Di dalam jurnal kali ini, penelitian yang dilakukan berjudul “Ekspresi Organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada Studi Kasus Pembangunan Masjid di Desa Godog, Lamongan.”
Konstruksi Pernikahan Wanita Usia Muda Pada Masyarakat Desa Purwosono, Kabupaten Lumajang Dewi Ariyanti Soffi
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.01

Abstract

Pernikahan wanita usia muda menjadi fenomena yang umum di negara Indonesia, terutama pada daerah Tapal Kuda. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang termasuk dalam daerah Tapal Kuda dengan tingkat pernikahan wanita usia muda yang cukup tinggi. Pada tahun 2017 persentase perempuan Kabupaten Lumajang usia 10 tahun ke atas yang menikah di bawah umur atau kurang dari 17 tahun mencapai 31.45%. Penelitian ini dilakukan di Desa Purwosono, dengan fokus pada dua dusun yakni Dusun Karanganyar dan Dusun Darungan. Informan dalam penelitian ini yakni lima wanita usia muda yang menikah hingga usia 21 tahun. Hasil dari penelitian ini dianalisis melalui teori Konstruksi Sosial dari Peter L Berger dan Thomas Luckmann melalui metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini, pernikahan wanita usia muda dibawah 21 tahun diakibatkan oleh adanya konstruksi sosial dari pengaruh budaya (Jawa-Madura), pendidikan rendah hinga faktor agama. Oleh karena itu menjadi sebuah kebiasaan turun temurun. Hal ini diakibatkan oleh adanya proses internalisasi, objektivasi hingga eksternalisasi yang telah tertanam dari individu saat usia kanak-anak. Pernikahan usia muda yang terjadi di Desa Purwosono mengakibatkan beragam dampak sosial, seperti: KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) hingga perceraian. Namun ada juga pernikahan usia muda yang masih berjalan dengan lancar hingga saat ini, hal itu diakibatkan oleh adanya kedewasaan masing-masing individu dalam menghadapi permasalahan.
Metafor Bunga Mawar Merah Sebagai Ide Visual Penciptaan Karya Seni Lukis Aziz Al Bilad
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.02

Abstract

Bunga mawar identik dengan lambang cinta atau keromantisan. persoalan ide dan gagasan bunga mawar merupakan ungkapan rasa cinta penulis terhadap sosok wanita yang dikagumi. Penulis menginterprestasikan  bunga mawar sebagai wanita yang dikagumi seperti bunga mawar yaitu indah, cantik, dan rupawan.Tema yang diangkat pada ide penciptaan merupakan metafor perumpamaan perasaan cinta penulis terhadap wanita yang dikagumi. Adanya metafor sebagai ide gagasan tugas akhir ini,  penulis dapat bercerita tentang perumpamaan mengenai Alisha bersama Penulis. Cerita yang ingin disampaikan yaitu rasa yang tidak dapat disampaikan atau diwujudkan secara realita.Sebagai bentuk agar terealisasikan karya seni lukis yang diciptakan, Penulis menggunakan teknik drawing dan cat acrylic sebagai point of interest atau titik perhatian makna yang akan disampaikan. Karya visual berikut merupakan pada bagian Metafor bunga mawar digambarkan berwarna sedangkan bagian background atau objek pendukung lainnya menggunakan teknik drawing. Maka harapan penulis tentunya melalui ide dan gagasan metafor bunga mawar ini dapat memberi wawasan baru bagi apresiator. Kata Kunci: Bunga Mawar, Metafor, Seni Lukis
Peran Media Terhadap Pengembangan Eduwisata Sebagai Strategi Pariwisata (Studi Kasus: Kebun Pak Budi) Atima Ni’matul Maghfiroh
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.03

Abstract

Media memiliki peranan penting pada era digital. Media sosial utamanya sebagai salah satu wadah yang dapat memberikan trend yang masif yang dapat mempengaruhi pengembangan dunia parwisata. Objek fokus penulisan artikel ini diarahkan kajian media yang digunakan oleh wisata Kebun Pak Budi. Berangkat dari pertanyaan bagaimana pemanfaatan media dalam membangun inspirasi eduvacation pada wisata Kebun Pak Budi dalam industri pariwisata. Metode penelitian menggunakan Participatory Learning and Action yang di dalam tahapanya mengambil data primer dan sekunder. Data primer diambil dari hasil wawancara, sedangkan data sekunder didapatkan dari kajian pustaka dan analisis data. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan media memiliki peranan penting pada pembentukan segmentasi pasar. Kebun Pak Budi sebagai wisata edukasi telah memiliki segmentasi tersendiri pada media dengan daya tarik fasilitas dan tempat yang disajikan. Media memiliki andil besar dalam perkembangan pariwisata sebagai wadah pemberian informasi serta dapat digunakan untuk menerima masukan dari pengunjung
Evolusi dan Devusi Kebudayaan dalam Dinasti Atut di Banten Dede Nursaid
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.04

Abstract

Ratu Atut dikenal sebagai perempuan hebat yang mampu memimpin provinsi baru pada tahun 2000 saat Banten melepaskan diri dari Jawa Barat dan membentuk provinsi baru. Secara tidak langsung Ia mampu membuka mata masyarakat luas dan menekankan bahwa perempuan pun bisa menjadi pemimpin. Tak hanya dalam ranah kecil saja, melainkan dalam ranah besar sekaligus. Hal ini jelas berkaitan dengan teori evolusi kebudayaan, bahwa pada zaman dahulu perempuan di beberapa adat dilarang untuk menjadi pemimpin. Dari hal tersebut dapat ditemukan dua pertanyaan yang menarik untuk didiskusikan dalam pembahasan. Pertama, yaitu seperti apa evolusi kebudayaan dari peran para perempuan dalam Dinasti Atut dalam sektor publik? Kedua yaitu bagaimana persebaran keluarga Ratu Atut dalam memimpin daerah-daerah yang ada di Banten? Dari kedua pertanyaan tersebut penulis membutuhkan banyak data untuk menjawab dengan akurat. Data-data tersebut menjadi sumber bagi penulis untuk mengaitkan antara evolusi kebudayaan dengan perjalanan karir perempuan dan difusi kebudayaan dengan persebaran Dinasti Atut. Dengan demikian, dalam pembahasan artikel ini perlu menyesuaikan kedua aspek yang berbeda ini.
Eksplorasi Budaya Lembata: Upaya Revitalisme Budaya sebagai Modal Sosial Pembangunan Aileen Aileen; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.06

Abstract

Pembangunan fisik atau jasmani seringkali mendapat perhatian lebih dibandingkan pembangunan mental atau rohani. Padahal pembangunan mental atau rohani yang tidak dapat dilihat secara kasat mata memiliki peran penting dalam pembangunan sebagai fondasi utama. Pembangunan fisik tanpa fondasi dari pembangunan mental tidak jarang memunculkan persoalan. Pembangunan mental dapat dilakukan dengan menggunakan modal sosial karena dapat menyentuh manusia sebagai pelaku pembangunan. Modal sosial dalam masyarakat dapat ditemukan dengan menggali kembali kekuatan budaya, karena budaya telah hidup dan berkelindan di dalam masyarakat itu sendiri. Hal ini yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lembata dengan membuat kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kembali nilai-nilai budaya dalam hidup masyarakat Lembata. Tulisan ini berupaya untuk melihat upaya revivalisme budaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata dan hasil dari proses revivalisme budaya yang dapat diinterpretasi menjadi modal sosial pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penulisan etnografi. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah masyarakat melakukan upaya revivalisme dengan menjalankan dan menghidupkan kembali ritual-ritual yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka. Ritual-ritual yang dijalankan oleh masyarakat memuat nilai-nilai yang berdasar pada pengalaman hidup mereka, sehingga setelah kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata masyarakat bersama dengan akademisi dan pemerintah mengukuhkan nilai-nilai tersebut sebagai modal sosial pembangunan Kabupaten Lembata.
Citra Tubuh Perempuan sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Mix Media Rosella Deby Permatasari; Mayang Anggrian
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.07

Abstract

Citra Tubuh merupakan persepsi seseorang yang dipengaruhi oleh mental terhadap pengamatan dan penilaian seseorang tentang dirinya sendiri terkait penampilan, kemampuan, dan kepribadian. Persepsi terhadap bentuk tubuh, berat tubuh, tinggi, jenis rambut, warna kulit, cara bicara, cara bergaul, serta cara bagaimana seseorang ingin menjadi tipe ideal masyarakat. Penciptaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan gagasan positif citra tubuh dalam bentuk digital art dan konvensional serta, menyuarakan bagaimana pentingnya citra tubuh positif bagi seseorang tepatnya perempuan. Penciptaan ini memiliki beberapa tahap, antara lain: 1) Tahap eksplorasi (pengumpulan data dari berbagai sumber) data inilah yang kemudian menjadi inspirasi dan isi pesan dalam karya digital art dan konvensional ini. Konsep digital ini dipilih untuk menyesuaikan dengan tema citra tubuh, 2) Tahap improvisasi (merancang gambaran) menentukan bentuk visualnya memiliki gaya desain sesuai konsep yang ada seperti objek perempuan, beberapa tambahan objek pendukung dan alat pengkaryaannya. 3) Tahap visualisasi (proses pengkaryaan) pemilihan warna yang colorful sesuai dengan gaya perempuan yang ceria, serta bisa menyampaikan isi pesen yang terkandung dengan baik oleh masyarakat. Hasil dari proses  pengkaryaan seni ini mewujudkan 7 buah karya lukisan dengan media kanvas dan  perpaduan mix media  konvensional. Menyuguhkan sebuah pameran seni lukis yang dikemas dengan rapih dan apik, serta menyajikan visual konsep standar kecantikan perempuan yang sesuai dengan tujuan penulis, yaitu menyuarakan argumen-argumen pentingnya citra tubuh bagi perempuan.
Peran Serta Posisi 'Hysteria' Colaboratorium And Creative Impact HUB. di Era Disrupsi: Dampak Teknologi pada Medan Sosial Seni Rupa di Kota Semarang Muhammad Sobih Almusoffa; Mayang Anggrian
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.08

Abstract

Penelitian ini menggali bagaimana eksistensi dari sebuah komunitas seni dapat berpengaruh terhadap laju perkembangan ekosistem seni pada satu kota. Hysteria merupakan ruang yang diinisiasi guna menciptakan sebuah ekosistem seni yang sehat di Kota Semarang. Regenerasi seniman yang ada di Kota Semarang cenderung mengalami hambatan dari segi ketersediaan ruang untuk berkarya. Ruang publik yang seharusnya dialokasikan guna kegiatan kesenian dan kebudayaan belum bisa dimaksimalkan penggunaannya. Peran dan posisi Hysteria akan dilihat dalam konstruk medan sosial seni rupa pada era disrupsi dengan kemajuan teknologi sebagai hal yang berdampak pada ekosistem seni di Kota Semarang. Dalam penelitian ini penulis akan melakukan riset dengan metode pengumpulan data yang berupa observasi langsung pada lokasi Hysteria, melakukan wawancara terkait studi program yang telah dicapai Hysteria dalam beberapa tahun terakhir, serta turut ikut serta dalam program Hysteria selama penelitian berlangsung. Dengan demikian data yang akan dihasilkan nantinya dapat benar-benar menjawab semua permasalahan terkait dengan peran dan posisi Hysteria dalam upaya membangun ekosistem seni di Kota Semarang di era disrupsi. Bahasan profil Hysteria dalam membangun ekosistem seni dengan program kolaborasi serta bagaimana Hysteria berjejaring dengan media digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 8