cover
Contact Name
Ahmad Andi
Contact Email
agrifarm@uwgm.ac.id
Phone
+6285751504649
Journal Mail Official
agrifarm@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 28 RT.007 Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifarm
ISSN : 23019700     EISSN : 25408992     DOI : https://doi.org/10.24903
Core Subject : Agriculture,
AGRIFARM is Agricultural Science Journal, Faculty of Agriculture Agrotechnology Study Program, Widya Gama Mahakam University with pISSN 2301-9700 and eISSN 2540-8992 publish twice a year in July and December, which publishes scientific work on research, development, thought studies or theoretical studies related to agricultural technology and development. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Agronomy, Geology, Agribusiness, Pests and Diseases, Agricultural Technology, Agricultural Counseling
Articles 205 Documents
Growth Response Three Seed Varieties Durian (Durio zibethinus Murr) Provision Against Various concentrations of Organic Liquid Fertilizer D.I Grow Green.: Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Bibit Durian (Durio zibethinus Murr) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair D.I Grow Green. Eko Jarkoni; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.143 KB)

Abstract

Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Bibit Durian (Durio zibetinus Murr) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentarsi Pupuk Organik Cair D.I Grow Green.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian POC D.I Grow Green dan konsentrasi optimum pada pertumbuhan tiga varietas bibit durian (Durio zibethinus Murr). Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 4 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai dengan November 2013, tempat penelitian di lahan Jl. Thoyib Hadiwijaya Sempaja Selatan, Samarinda Utara dan Provinsi Kalimatan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 3 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas bibit (V) durian yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : v1 (varietas salisun), v2 (varietas kani) dan v3 (varietas otong) dan faktor kedua adalah pemberian konsentrasi POC D.I. Grow Green (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : d0 (kontrol), d1 (1,5 ml/ liter air), d2 (3,0 ml/ liter air) dan d3 (4,5 ml/ liter air). Perlakuan jenis varietas tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 21 hari setelah tanam, tetapi berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 42 dan 63 hari setelah tanam, pertambahan jumlah daun dan pertambahan jumlah cabang. Perlakuan yang terbaik untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada varietas v1 (varietas salisun) yaitu 24,55 cm, sedangkan perlakuan terendah dicapai pada varietas v2 (varietas kani) yaitu 20,65 cm. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair D.I Grow Green tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 21 hari setelah tanam, tetapi berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 42 dan 63 hari setelah tanam, pertambahan jumlah daun dan pertambahan jumlah cabang. Perlakuan yang terbaik untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada perlakuan d2 (3,0 ml/liter air) yaitu 24,53 cm, sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan d0 (kontrol) yaitu 21,73 cm. Interaksi antara jenis varietas dan konsentrasi pupuk organik cair D.I Grow Green tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata Kunci : Varietas durian dan pupuk organik cair D.I Grow Green.
Effect of Liquid Organic Fertilizer Concentration on Growth Seeds Nasa Cocoa (Theobroma cacao L): Pengaruh Kosentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L) Rusdiadi; Hamidah; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.99 KB)

Abstract

Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao.Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 4 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai dengan November 2013, tempat penelitian di lahan Jl. Thoyib Hadiwijaya Sempaja Selatan, Samarinda Utara dan Provinsi Kalimatan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 3 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas bibit (V) durian yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : v1 (varietas salisun), v2 (varietas kani) dan v3 (varietas otong) dan faktor kedua adalah pemberian konsentrasi POC D.I. Grow Green (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : d0 (kontrol), d1 (1,5 ml/ liter air), d2 (3,0 ml/ liter air) dan d3 (4,5 ml/ liter air). Hasil konsentrasi pupuk organik cair Nasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar utama, berat akar basah dan berat akar kering. Taraf perlakuan p3 merupakan memiliki pengaruh yang paling tinggi. Kata kunci : Pupuk organik cair Nasa dan bibit lai.
The Influence of the Concentration and the Time Interval of PGR Provision Ghost Multipurpose Exclusive to the Growth of Seedlings Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc.): Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc.) Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.337 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio kutejensis Hassk Becc). Tujuan penelitan ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive dengan konsentrasi yang berbeda serta interval waktu penyemprotan terhadap pertumbuhan bibit Lai. Lokasi penelitian dilaksanakan di Jl. K. H. Wahid. Hasyim. Lahan praktek pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda. Waktu penelitian selama 3 bulan mulai dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2013. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 4 x 3 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ZPT (H) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : h0 (kontrol), h1 (0,25%/liter air), h2 (0,5%/ liter air) dan h3 (0,75%/liter air). Sedangkan faktor kedua adalah interval penyemprotan yang terdiri dari 3 taraf yaitu : i1(5 hari sekali), i2 (10 hari sekali) dan i3 (15 hari sekali). Perlakuan pemberian konsentrasi ZPT Hantu Multiguna Exclusive berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman umur 60 dan 90 hari setelah tanam, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam, rata-rata diameter batang, rata-rata jumlah daun dan rata-rata luas daun umur 30, 60 dan 90 hari setelah tanam. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada perlakuan h2 (0,5%/liter air) yaitu 15,17 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan h0 (kontrol) yaitu 10,50 cm. Perlakuan interval waktu pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman umur 30,60 dan 90 hari setelah tanam, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap,rata-rata diameter batang, rata-rata jumlah daun, dan rata-rata luas daun umur 30, 60 dan 90 hari setelah tanam. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada perlakuan i2 (10 hari sekali) yaitu 14,56 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan i3 (15 hari sekali) yaitu 11,31 cm. Sedangkan interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kombinasi perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada kombinasi perlakuan h2i2 yaitu 18,75 cm, sedangkan tinggi tanaman terendah dicapai pada kombinasi perlakuan h0i3 yaitu 9,00 cm. Kata kunci : ZPT Hantu Multiguna Exclusive dan bibit lai
Plant Growth Response Rubber (Hevea brasiliensis Muell Arg) Provision Against Different Hormone Concentration and Interval Fertilizer Plant Excellence.: Respon Pertumbuhan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul Khamim; Hamidah; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.958 KB)

Abstract

Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul. Tujuan penelitan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul dan interval pemberian yang terbaik serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman karet dipersemaian. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus - November 2014 lokasi penelitian dilaksanakan di lahan praktek UPTB BAPELTAN Provinsi Kalimantan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 4 x 4 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul (H) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : h0 (kontrol), h1 (2,5 ml/liter air), h2 (5,0 ml/liter air) dan h3 (7,5 ml/liter air). Sedangkan faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari 4 taraf yaitu : i1(5 hari sekali), i2 (10 hari sekali), i3 (15 hari sekali) dan i4 (20 hari sekali). Perlakuan berbagai konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun umur 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan h2 (5,0 ml/liter air) yaitu 15,63 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan h0 (kontrol) yaitu 11,04 cm. Perlakuan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan i2 (10 hari sekali) yaitu 15,78 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan i1 (5 hari sekali) yaitu 10,32 cm. Interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh nyata terhadap rata-rata panjang akar dan jumlah akar. Kata kunci : karet, konsentrasi dan interval pupuk hormon tanaman unggul
Different Types of Organic Fertilizer Application and Dosage on Growth Seeds Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc).: Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Muhammad Anas Sholikhin; Rustam Baraq Noor; Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.917 KB)

Abstract

Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pupuk organik yang tepat, untuk mengetahui pemberian dosis pupuk yang tepat dan mengetahui interaksi penggunaan pupuk organik dan dosis pupuk yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman Lai Mahakam. Lokasi penelitian ini dilaksanakan diLahan Pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda Kalimantan Timur. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan September sampai dengan November 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 6 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan pupuk organik (P) yang terdiri dari 6 taraf yaitu : p0 (kontrol), p1 (pupuk organik kotoran kambing), p2 (pupuk organik kotoran ayam petelur), p3 (pupuk organik kotoran ayam potong), p4 (pupuk organik kotoran sapi) dan p5 (pupuk organik kotoran burung walet). Faktor kedua adalah pemberian dosis (D) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : d0 (kontrol), d1 (5 g/polybag) dan d2 (10 g/polybag).Perlakuan penggunaan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan.. Interaksi antara aplikasi perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan dosis tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci : Pupuk organikdan bibit lai
Test The Use Of Fertilizer On The Growth Three Goats Coop Variety Durian ( Durio Zibethinus . Murr ) Yet Making: Uji Pemanfaatan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Tiga Varietas Durian (Durio Zibethinus. Murr) Belum Menghasilkan Akhmad Sopian; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.26 KB) | DOI: 10.24903/ajip.v4i1.1290

Abstract

Di daerah Kalimantan Timur, penanaman durian relatif banyak menghadapi masalah, terutama bila kondisi tanah kurang subur, sehingga proses pemupukan harus dilakukan beberapa kali. Upaya untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah yaitu dengan penambahan bahan organik kedalam tanah. Bahan organik juga dapat berasal dari kotoran kambing yang diklaim berdampak negatif terhadap lingkungan. Kotoran kambing berfungsi selain menambah hara ke dalam tanah, juga meningkatkan kandungan bahan organik tanah yang diperlukan bagi perbaikan sifat fisik tanah.Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman tiga varietas tanaman durian belum menghasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanian dengan kondisi berbukit di kelurahan air putih Kecamatan Samarinda Ulu, pelaksanaan penelitian selama 4 bulan mulai Agustus sampai dengan Nopember 2014. Penelitian ini dalam bentuk percobaan lapangan yang di susun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan Faktorial 3 x 3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu Varietas durian yang terdiri atas : V1 : Montong, V2 = Salisun, V3 = Matahari. Sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang kambing yang terdiri atas ; K0 = kontrol ; K10 = 10 kg/pkk, K15 = 15 kg/pkk. Hasil penelitian menunjukkan 1) Perlakuan pupuk kandang kambing tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah cabang pada usia 30 dan 60 hari setelah perlakuan, 2) Varietas durian Salisun memiliki respon yang nyata dibanding varietas durian Monthong maupun varietas Matahari, 3) Kombinasi perlakuan pupuk kandang kambing dan jenis varietas durian tidak menunjukkan interaksi yang nyata. Kata kunci : Montong, Salisun, Matahari, Pupuk Kandang Kambing
Intercropping system and NPK Fertilizer on Growth Phonska Rutai Banana (Musa sp): Sistem Tumpang Sari dan Pupuk NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan Pisang Rutai (Musa sp) Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.651 KB)

Abstract

Tanaman pisang rutai merupakan tanaman lokal yang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun keberadaan tanaman ini sudah mulai langka di kebun petani. Buah pisang rutai berukuran kecil dan sangat disukai banyak orang karena aromanya yang khas dan memiliki rasa yang manis dengan kandungan vitamin yang tinggi. Bentuk buahnya yang kecil sangat cocok menjadi hidangan pembuka pada restauran atau warung makan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah menjadikan pisang Rutai sebagai hidangan pembuka yang wajib di Kutai Kartanegara. Dari hasil penelitian pemupukan pisang rutai pada lahan petani menunjukkan produktivitas yang sangat tinggi sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan tanaman pisang rutai yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan. Hal ini mengingat tanaman pisang rutai menggunakan jarak tanam 3 m x 3 m, sehingga di antara tanaman pisang masih terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui sistem tumpang sari pisang rutai dan tanaman pangan yang efisien pada budidaya tanaman pisang rutai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan tumpang sari terdiri dari 4 taraf yaitu : s0 = tanpa tumpang sari, tanpa pemupukan, s1 = tanpa tumpang sari dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon, s2 = tumpang sari tanaman cabai dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon, s3 = tumpang sari tanaman jagung dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon. Data yang diperoleh dari pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan BNT pada taraf 5%. Kegiatan penelitian meliputi (1) penyiapan lahan (2) penanaman bibit pisang rutai dan bibit jahe (3) perlakuan pupuk NPK Phonska (4) perlakuan pupuk Biokultur (5) perlakuan pupuk POC Nasa (6) pemeliharaan (7) pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman pisang rutai pada sistem tumpang sari memiliki pertumbuhan yang terbaik dibandingkan dengan tanpa tumpang sari. Perlakuan tumpang sari pisang rutai dengan tanaman jagung dan pupuk NPK Phonska 0,5 kg/pohon menunjukkan produktivitas tanaman tertinggi. Kata Kunci: Tumpang sari, Pupuk NPK Phonska, Pisang Rutai
Effect of Liquid Organic Fertilizer NPK Mutiara NASA and Seed on Growth Orange Citron (Citrus medica): Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair NASA dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Sitrun (Citrus medica) Fiana Asrofah; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.18 KB)

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair NASA dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Sitrun (Citrus medica). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) NASA dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman jeruk JC. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Nopember 2014. Tempat penelitian dilaksanakan di Balai Benih Induk Hortikultura Kalimantan Timur. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4 dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu perlakuan konsentrasi POC NASA (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : k0 (Kontrol), k1 (Konsentrasi aplikasi 1 ml POC NASA / L air / bibit), k2 (Konsentrasi aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit), k3 (Konsentrasi aplikasi 3 ml POC NASA / L air / bibit). Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk NPK Mutiara (B) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : b0 (Kontrol), b1 (Konsentrasi aplikasi 3 g NPK Mutiara / L air / bibit), b2 (Konsentrasi aplikasi 5 g NPK Mutiara / L air / bibit), b3 (Konsentrasi aplikasi 7 g NPK Mutiara / L air / bibit). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi aplikasi POC NASA sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Perlakuan terbaik pada k2 (Konsentrasi Aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit). Perlakuan konsentrasi aplikasi pupuk NPK Mutiara sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Perlakuan terbaik pada b2 (Konsentrasi Aplikasi 5 g pupuk NPK Mutiara / L air / bibit). Kombinasi perlakuan konsentrasi aplikasi POC NASA dan pupuk NPK Mutiara sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Kombinasi perlakuan terbaik pada k2b2 {(Konsentrasi Aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit) ; (Konsentrasi Aplikasi 5 g pupuk NPK Mutiara / L air / bibit)}. Kata kunci : Pupuk organik cair NASA, NPK Mutiara dan bibit jeruk sitrun
Dose Effect of NPK Mutiara and Dolomite At Plant Nursery Oil Palm (Elaeis quineensis Jacq) In Main Nursery: Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Dolomit Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq) Di Main Nursery Rusdi; Tutik Nugrahini; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2015): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.002 KB)

Abstract

Dose Effect of NPK Mutiara and Dolomite At Plant Nursery Oil Palm (Elaeis Jacq quineensis) In Main Nursery. The purpose of this study to determine the Pearl NPK fertilizer and lime Dolomite as well as interactions between NPK fertilizer and lime Dolomite Pearl the best. The study was conducted over six months, starting in April 2010 to September 2010. The location of research at Nursery Gardens Pilot Program Crops Cultivation Agricultural Polytechnic State Samarinda. Research arranged in a randomized block design (RAK) with 2 x 3 factorial experiment as much as 6 times the number of replications. The first factor is the granting Lime Dolomite (D) comprising, namely: d1 = 5 g / staple crops, d2 = 10 g / staple crops. The second factor is the Pearl of NPK fertilizer consists of three levels, namely: m1 = 5 g / staple crops, m2 = 10 g / staple crops, m3 = 15 g / staple crops. The results showed the treatment of lime Dolomite significant effect on the parameters diameter hump month 1, but does not affect the measurement of the diameter of the stump month 2 to month 6, and did not significantly affect the number of parameters midrib, and did not affect the parameters plant height. Effect of NPK Mutiara best to the growth of oil palm seedlings in the nursery play is achieved by treatment of m2 (NPK Mutiara 10 g / staple crop). The results showed the interaction between Dolomite Lime and NPK Mutiara significantly affect the number of midrib, stump diameter and plant height. Interaction between NPK best dose Pearl and Lime Dolomite (DXM) for the growth of oil palm seedlings in the nursery play is achieved by treatment (d2m2) Dolomite lime is 10 g / staple crop NPK Mutiara + 10 g / staple crops. Keywords: NPK Mutiara, Dolomite and oil palm Plant
Effect of Fertilizer and Fertilizer Manure Nickerson Star Swallow on Growth Seeds Rubber (Havea brasiliensis Muell Arg) Origin Grafting: Pengaruh Pemberian Pupuk Nickerson Star dan Pupuk Kotoran Burung Walet Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Karet (Havea brasiliensis Muell Arg) Asal Okulasi Jarkani; Akhmad Sopian; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2015): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.498 KB)

Abstract

Effect of Organic Fertilizer and Fertilizer Manure Nickerson Star Swallow on Growth Seeds Rubber (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Origin grafting. The purpose of research to determine the effect of fertilizer and manure Nickerson star swiftlets to growth rubber seedlings (Hevea brasiliensis Muell Arg.) From grafting. This research was carried out for 4 (four) months, from May to August 2012. The study was conducted in the village of Loa Kulu Margasari District of Kutai Regency Village Jembayan Kertanegara East Kalimantan. Research arranged in a randomized block design with 3 x 4 factorial analysis and repeated 3 times. The first factor is the provision of Nickerson star fertilizer (N) which consists of three levels, namely: N0 (control), N1 (200 g / polybag), N2 (400 g / polybag). The second factor is the provision of manure swiftlet (W) which consists of 4 levels, namely: W0 (control), W1 (200 g / polybag), W2 (250 g / polybag), W3 (300 g / polybag). The results showed organic fertilizer Nickerson star treatment had no significant effect on all parameters plant height, stem diameter, number of leaves and number of umbrella, while the birds' manure very significant effect on the best treatment W1 (200 g / polybag). This is because the manure is very rich in elements swallow total N and organic C coupled with a high pH so as to spur the growth of rubber seedlings and efficiency in the use of land.