cover
Contact Name
Nofri Wandi
Contact Email
wandie.88one@gmail.com
Phone
+6281268949444
Journal Mail Official
bhakti.nagori@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto KM. 7 Kebun Nenas, Desa Jake, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Prov. Riau, Indonesia
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 28077792     EISSN : 28076907     DOI : 10.36378/bhakti_nagori
Jurnal ini memuat tulisan – dari berbagai bidang ilmu yang memuat kegitan dosen dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat , artikel yang dimuat dalam jurnal Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) merupakan hasil penelitian ilmiah dosen UNIKS yang selanjutnya penerbitan naskah ilmiah yang berkaitan teknik, sosial, pertanian, pendidikan, komputer, Jurnal ini dipublikasikan 2 kali dalam 1 tahun, yaitu antara bulan Juni edisi pertama, dan Desember edisi kedua. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah komunikasi ilmiah antar akademisi, peneliti dan praktisi dalam menyebarluaskan hasil penelitian serta demi tercapainya catu dharma perguruan tinggi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 443 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PRODUKSI PUPUK KOMPOS ORGANIK BERKELANJUTAN DARI LIMBAH RUMAH TANGGA Yuniar Alam; Moh. Hasan Fauzi; Harliana; Ulfa Niswatul Khasanah; Wahyu Dwi Handoko
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5146

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di lingkungan masyarakat, terutama tingginya proporsi sampah organik yang mencapai 60–70% dari total timbulan sampah. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah organik menyebabkan meningkatnya volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos organik secara berkelanjutan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan praktik komposting berbasis rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pre-test, pelatihan komposting, pendampingan proses selama 3–4 minggu, serta post-test. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran teknis parameter kompos seperti suhu, kelembaban, serta berat input dan output. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 66% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, masyarakat berhasil menghasilkan kompos dengan karakteristik berwarna coklat kehitaman, bertekstur remah, dan bebas bau. Volume sampah organik rumah tangga juga berkurang rata-rata sebesar 10%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah berkelanjutan. Program direkomendasikan untuk direplikasi pada wilayah lain dengan dukungan fasilitas komposter dan pendampingan lanjutan.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI BAHAN UTAMA PEMBUATAN TUDUNG SAJI RAMAH LINGKUNGAN DI WAE BUKA Nova, Angelita; Adelheit Yatin; Florida Bahagia; Mariana Henderika Hende; Pascoela Frietas; Maria Fatima Santara; Alfiana Ratna Sari
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5159

Abstract

Limbah sabut kelapa di Pasar Impres Ruteng banyak dibuang atau dibakar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan sabut kelapa sebagai bahan utama pembuatan tudung saji ramah lingkungan sebagai upaya pengurangan limbah organik. Proses pembuatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pemilahan sabut kelapa tua, penyisiran serat, perendaman, pengeringan, pengintalan, pembentukan pola menggunakan tudung saji asli, dan penguatan struktur dengan resin. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Satar Tacik, wilayah Wae Buka, dengan melibatkan warga setempat dalam proses pembuatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sabut kelapa dapat diolah menjadi tudung saji yang kuat, bersih, dan layak digunakan. Pemanfaatan ini tidak hanya mengurangi limbah sabut kelapa, tetapi juga meningkatkan kreativitas masyarakat dan memberikan contoh pengolahan limbah organik yang bermanfaat.
EVALUASI KELAYAKAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI UPT SD NEGERI 060912 BERDASARKAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Rizqina Katsirah Hasibuan; Siti Rahmadani Hasibuan; Dinda Adila; Winda Khairiah; Siti Holijah Siregar; Nabila Amalia Nasution; Salim
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5167

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan memiliki peran strategis dalam menunjang efektivitas proses pembelajaran di sekolah dasar. Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya ketidaksesuaian antara kondisi sarana dan prasarana sekolah dengan Standar Nasional Pendidikan, khususnya pada sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan lahan dan fasilitas pendukung. Permasalahan tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan belajar, mutu pembelajaran, serta pengembangan potensi peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana pendidikan di UPT SD Negeri 060912 Medan Denai serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara terbatas, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan magang mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan kondisi faktual di lapangan dengan ketentuan Standar Nasional Pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa secara umum sekolah telah memiliki sarana dasar yang cukup untuk menunjang pembelajaran, seperti ruang kelas, ruang guru, dan lingkungan sekolah yang relatif tertata. Namun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan, antara lain belum tersedianya laboratorium, musholla, dan ruang Bimbingan dan Konseling khusus, serta pengelolaan perpustakaan dan kantin yang belum optimal. Kegiatan ini menghasilkan gambaran kondisi riil sarana dan prasarana sekolah serta rekomendasi awal sebagai bahan evaluasi bagi pihak sekolah. Disimpulkan bahwa evaluasi sarana dan prasarana secara sistematis dapat menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan pengelolaan pendidikan yang berkelanjutan.