cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
IDENTIFIKASI SENYAWA HASIL TRANSESTERIFIKASI MINYAK GORENG BEKAS TERKATALISIS KALSIUM OKSIDA DAN PENGARUHNYA PADA KARAKTERISTIK BIODIESEL Ika Kusuma Nugraheni; Kurnia Dwi Artika; Rusuminto Syahyuniar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.826 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9605

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi senyawa hasil transesterifikasi minyak goreng bekas terkatalisis CaO. Transesterifikasi dilakukan untuk mengubah minyak goreng bekas yang hingga saat ini belum termanfaatkan, menjadi bahan bakar biodiesel. Kalsium Oksida (CaO) yang merupakan katalis heterogen dan mudah didapat digunakan sebagai katalis dalam penelitian ini. CaO diaktivasi secara fisika dengan dikalsinasi pada suhu 550-950 OC selama 4 jam. Transesterifikasi dilakukan menggunakan methanol dengan rasio molar minyak : methanol 1:12.  Variasi katalis yang ditambahkan sebesar 1%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dari berat minyak. Transesterifikasi dilakukan pada sistem refluks dengan suhu pemanasan 60 oC selama 30 menit dan didiamkan 24 jam. Metil ester yang dihasilkan dianalisis menggunakan GCMS untuk diketahui kandungan senyawanya dan diuji nilai densitas dan viskositasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terbesar kandungan senyawa metil ester yang dihasilkan adalah golongan asam palmitat (asam heksadekanoat) dan asam oleat (9-octadecenoic acid). Adanya  senyawa tertinggi ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai densitas dan viskositas Biodiesel
PEMANFAATAN SELULOSA DARI KULIT UMBUT ROTAN (Calamus sp) SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU Nyahu Rumbang; Whendy Trissan; Karelius Karelius; Retno Agnestisia
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.173 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.8266

Abstract

Kulit umbut rotan merupakan bahan berlignoselulosa. Kandungan selulosa yang cukup tinggi pada kulit umbut rotan, menjadikan selulosa kulit umbut rotan (Calamus sp) dapat dipertimbangkan sebagai sumber adsorben metilen biru. Persiapan Sampel Kulit Umbut Rotan (Calamus sp) dimulai dari pemotongan, pengeringan, penghalusan, dan pengayakan 60 mesh hingga diperoleh sampel kulit umbut rotan yang selanjutnya akan dilakukan isolasi selulosa. Dilanjutkan tahapan untuk memisahkan selulosa kulit umbut rotan (Calamus sp) dari komonen-komponen kimia yang lain dapat menggunakan pelarut NaOH 20% panas. Tahap terakhir adalah Uji adsorpsi terhadap metilen biru dilakukan dengan kajian pengaruh pH, kinetika adsorpsi dan kesetimbangan adsorpsi terhadap serbuk kulit umbut rotan dan selulosa kulit umbut rotan. Isolasi selulosa dari kulit umbut rotan dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut basa (NaOH) panas yang dapat menyerang dan merusak struktur lignin pada bagian kristalin dan amorf serta memisahkan sebagian hemiselulosa. Proses adsorpsi serbuk selulosa kulit umbut rotan terhadap metilen biru mencapai optimum pada pH 8, dengan waktu optimum 40 menit. Kajian kinetika dan kesetimbangan adsorpsi menunjukkan bahwa adsorpsi metilen biru oleh selulosa kulit umbut rotan mengikuti kinetika orde dua semu dengan pola isoterm Langmuir.
INVESTIGASI SIFAT MAGNET DAN LUAS PERMUKAAN BENTONIT TERMAGNETISASI SEBAGAI ADSORBEN CEPAT PISAH Dyah Ayu Pramoda Wardani; Akhmad Damsyik; Karelius Karelius; Suyanta Suyanta; Dwi Siswanta
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.361 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9726

Abstract

Bentonit merupakan material alam yang memiliki kecenderungan yang tinggi membentuk koloid, ukuran partikelnya yang dapat membesar sampai beberapa kali lipat jika terkontak dengan air dan membentuk suspensi, akan menimbulkan kesulitan dalam proses pemisahannya dari fasa cair setelah proses adsorpsi. Salah satu upaya untuk mengatasi kelemahan tersebut ialah dengan melakukan modifikasi bentonit menggunakan magnetit (Fe3O4), yang akan mengakibatkan adanya sifat kemagnetan pada material tersebut. Sifat kemagnetan ini diharapkan memudahkan pemisahan partikel–partikel bentonit termodifikasi setelah proses adsorpsi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat menggunakan medan magnet eksternal. Dalam studi ini dikaji sifat kemagnetan bentonit termagnetisasi menggunakan instrumen VSM (Vibrating Sample Magnetometer) dan dikaji luas permukaan bentonit teraktivasi dan bentonit termagnetisasi menggunakan SSA (Surface Sorption Analyzer) berdasarkan persamaan BET.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis VSM memberikan nilai Ms pada Fe3O4 murni lebih besar (64 emu/g) dibandingkan bentonit termagnetisasi (11 emu/g). Berdasarkan data analisis SSA diperoleh bahwa sampel bentonit termagnetisasi memiliki luas permukaan spesifik yang lebih kecil bila dibandingkan dengan bentonit teraktivasi, yaitu masing-masing sebesar 222 dan 138 m2/g.
ANALISIS PROKSIMAT DAN FITOKIMIA BUAH PEDADA (Sonneratia ovata Back.) Maria Dewi Astuti; Mahrita Wulandari; Kholifatu Rosyidah; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.797 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10728

Abstract

Penelitian tentang analisis proksimat dan fitokimia buah pedada (Sonneratia ovata Back.) telah dilakukan.  Tumbuhan pedada (S. ovata Back.) telah digunakan sebagai bahan pangan ataupun sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Hal ini berkaitan erat dengan zat gizi dan fitokimia dari buah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proksimat dan kandungan fitokimia pada buah S. ovata Back.. Penetapan kadar proksimat meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Analisis fitokimia meliputi skrining fitokimia dan penetapan kadar saponin berdasarkan metode gravimetri dan flavonoid berdasarkan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan buah pedada (S. ovata Back.) memiliki kadar air 64,28%, abu 1,04%, lemak 1,80%, protein 9,33%, dan karbohidrat 2,19%. Skrining fitokimia menunjukkan buah pedada mengandung flavonoid, saponin, karotenoid, dan steroid. Kadar saponin total sebesar  0,99% dan kadar flavonoid total sebesar 4,6154 mgQE/g.
ESTERIFIKASI GLISEROL MENJADI TRIBUTIRIN MENGGUNAKAN 4-(N,N-DIMETILAMINO)-PIRIDINA (DMAP) Kamilia Mustikasari; Maulisa Rahmah; Devia Salastiansyah Elwaty; Edi Mikrianto; Maria Dewi Astuti; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.096 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9775

Abstract

Penelitian tentang sintesis tributirin menggunakan DMAP telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan mol antara gliserol: butanoil klorida dan variasi DMAP terhadap reaksi esterifikasi antara gliserol dan butanoil klorida. Variasi perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang digunakan 1: 5; 1: 7; 1: 9; dan 1:11, sedangkan variasi DMAP yang ditambahkan adalah 0; 3,75; 5; dan 6,25%. Perbandingan rasio mol gliserol: butanoil klorida menggunakan katalis DMAP optimal pada 1: 3, dengan tributirin yang dihasilkan sebesar 55,23% (% GC). Semakin besar perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang ditambahkan, semakin kecil tributirin yang dihasilkan. Begitu juga dengan penambahan DMAP, semakin besar DMAP yang ditambahkan maka semakin kecil tributirin yang dihasilkan.
KAJIAN VARIASI KONSENTRASI NaOH DALAM EKSTRAKSI SILIKA DARI LIMBAH SEKAM PADI BANJAR JENIS “PANDAK” Dwi Rasy Mujiyanti; Dahlena Ariyani; Nurul Paujiah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2758.136 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10373

Abstract

Telah dilakukan kajian variasi konsentrasi NaOH dalam ekstraksi silika dari limbah sekam padi Banjar jenis “Pandak”. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data ilmiah dari pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap kemurnian silika serta hasil karakterisasi berdasarkan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan X-Ray Fluoresence (XRF). Metode penelitian yang dilakukan menggunakan sekam yang berasal dari Desa Kurau Kabupaten Tanah Laut dengan melewati proses pembakaran untuk menghasilkan abu sekam padi Pandak dan dilanjutkan proses ekstraksi dengan variasi konsentrasi NaOH 1,0 M; 1,5 M; 2,0M; 2,5M; 3,0M. Hasil pembakaran dari sekam padi Pandak diperoleh abu dengan rendemen sebesar 22,14% dengan hasil ekstraksi silika tertinggi pada konsentrasi NaOH 3,0M yaitu seberat 6,1377 gram dengan rendemen sebesar 61,3764%. Kemudian untuk hasil karakterisasi identifikasi gugus fungsi berdasarkan FTIR menunjukkan bahwa abu dan silika dari sekam padi Pandak memiliki gugus dominan yaitu gugus silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si), sedangkan untuk karakterisasi komposisi menggunakan XRF senyawa silika memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 48,600% yang diperoleh pada konsentrasi NaOH 2,0M.Kata kunci: abu sekam padi Pandak, ekstraksi, silika.
KARAKTERISTIK BATAKO DARI LIMBAH BOTOL PLASTIK Lailan Ni'mah; Isna Syauqiah; Agus Suryani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.841 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9864

Abstract

Peningkatan penggunaan dari plastik maka limbah yang berupa sampah plastik pun meningkat. Sampah plastik yang digunakan didominasi oleh jenis PE (Polyethylene) yang berbentuk botol, yang terbagi atas LDPE (Low Density Polyethylene) dan HDPE (High Density Polyethylene) dan jenis PP (Polypropylene). Plastik merupakan polimer hidrokarbon yang sulit terurai. Sehingga banyak sampah plastik yang tertimbun dan tidak terolah dengan baik dan benar, padahal diperlukan waktu yang lama agar plastik dapat terurai sempurna. Salah satu cara dalam mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan kembali sampah plastik seperti pembuatan batako dari limbah plastik. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah botol plastik:lem=1:1; limbah botol plastik:pasir= 1:1 (tanpa layer) dan limbah botol plastik:pasir= 1:1 (dengan 3 layer). Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa batako plastik dengan variasi limbah botol plastik:lem= 1:1 memiliki densitas sebesar 0,86 g/cm3 dan daya serap air sebesar 0,18%; batako plastik dengan variasi limbah botol plastik:lem= 1:1 (tanpa layer) memiliki densitas sebesar 1,12 g/cm3 dan daya serap air sebesar 0,34%; Batako plastik dengan variasi limbah botol plastik:pasir= 1:1 (dengan 3 layer) memiliki densitas sebesar 1,19 g/cm3 dan daya serap air sebesar 0,05%.
UJI NILAI GIZI DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN PADA LOLOH TANAMAN CEMCEM (Spondias Pinnata (L.F) Kurz.) DAERAH DESA BEBALANG, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI, BALI I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Rahayu Artini; Putu Gede Ayu Erika Juliari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.609 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10345

Abstract

Masyarakat Bali tentunya sudah tidak asing lagi dengan minuman penuh khasiat yang bernama Loloh Cemcem. Minuman khas desa terbersih di Bali, yakni Penglipuran, Bangli ini merupakan minuman sejenis jamu yang kini sudah tersohor di seluruh wilayah luar Bangli. Daun cemcem adalah tanaman herbal yang diolah sebagai bahan baku untuk membuat loloh cemcem. Mulai dari memetik daun cemcem, mencuci, kemudian dimasukan ke dalam mesin penggilingan selanjutnya disaring untuk mendapatkan sarinya. Loloh cemcem memiliki rasa asam, manis, asin dan sedikit pahit. Rasa asam dari loloh cemcem didapat dari komposisi tamarin alias buah asam. Kemudian rasa manis dan asin didapat dari komposisi gula juga garam. Sedangkan rasa pahit didapat dari daun cemcem. Dari latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian untuk melihat nilai gizi dan kapasitas antioksidan dar loloh cemcem.  Untuk melakukan penelitian ini dialakukan dengan beberapa metode analisis untuk penentuan kadar protein mengggunakan metode Kjeldahl, penentuan kadar karbohidrat menggunakan metode anthrone, penentuan kadar lemak menggunakan metode titrasi, penentuan vitamin C menggunkan metode spektrofotometri UV-Vis dan menentukan kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari pengujian didapatkan hasil loloh cemecem 1 dan loloh cemcem 2 untuk kadar protein sebesar 0,7631% dan  0,7647%, untuk kadar karbohidrat  sebesar 4,2779% dan 3,1700%, untuk kadar lemak sebesar 0,0087% dan 0,0017%, kadar vitamin C sebesar  26,7932 mg/100 g dan 27,0748 mg/100 g, dan kapasitas antioksidan sebesar 23,50 mg/L GAEAC dan 25,38 mg/L GAEAC.

Page 1 of 1 | Total Record : 8