Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Super (a, d)-H Total Decomposition of Graf Helm Rosyidah, Kholifatur; Dafik, Dafik
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selimut dari $G$ adalah $H = {H_{1},H_{2},H_{3},...,H_{k}}$ keluarga subgraf dari $G$ dengan sifat setiap sisi di $G$ termuat pada sekurang-kurangnya satu graf $H_i$ untuk suatu $i in {1,2,...,k}$. Jika untuk setiap $i in {1,2,...,k}$, $H_{i}$ isomorfik dengan suatu subgraf $H$, maka $H$ dikatakan selimut-$H$ dari $G$. Selanjutnya, jika selimut-$H$ dari $G$ memiliki sifat yaitu setiap sisi G termuat dalam tepat satu graf $H_{i}$ untuk suatu $i in{1,2,...,k}$, maka selimut-$H$ disebut dekomposisi-$H$. Dalam hal ini, $G$ dikatakan memuat dekomposisi-$H$ atau $G$ terdekomposisi atas $H$. Sebuah graf $G(V,E)$ memiliki $(a,d)$-$H$ total dekomposisi jika setiap sisi $E$ merupakan sub graf dari $G$ yang isomorfik dengan $H$. Dalam penelitian ini akan dikaji super $(a,d)$-$H$ total dekomposisi dari graf helm.
Uji Antioksidan Senyawa Terpenoid Dari Fraksi M-17 Ekstrak Metilena Klorida Kulit Batang Tumbuhan Kasturi (Mangifera casturi) Prayitno, Budi; Rosyidah, Kholifatu; Astuti, Maria Dewi
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang isolasi senyawa dari ekstrak metilen klorida telah dilakukan. Hasil analisis diduga senyawa tersebut adalah senyawa (23-E)-27-nor-3β-hidroksisikloart-23-en-25-on. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikril hidrazil). Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Senyawa 1 memiliki nilai IC50 sebesar 6.751 ppm dan IC50 vitamin C sebesar 2,98 ppm, sehingga senyawa ini tidak aktif antioksidan.  Kata kunci: Mangifera  casturi., antioksidan, triterpenoid
PEMANFAATAN CANGKANG BEKICOT (ACHATINA FULICA) SEBAGAI KATALIS UNTUK REAKSI TRANSESTERIFIKASI (Kajian Pengaruh Temperatur Reaksi dan Rasio Mol Metanol: Minyak) Sunardi, Sunardi; Rosyidah, Kholifatu; Octaviana, Toto Betty
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2636

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur kalsinasiterhadap kristalinitas dan aktivitas katalis CaO dari limbah cangkang bekicot (Achatinafulica) dalam sintesis biodiesel dari minyak sawit. Preparasi katalis dilakukan denganmengkalsinasi cangkang pada variasi temperatur 700oC, 800oC dan 900oC selama 4jam untuk mendapatkan senyawa CaO dan dianalisis dengan XRD (X-Ray Difraction)untuk mengetahui karakteristik katalis yang diperoleh. Katalis kemudian digunakanuntuk reaksi transesterifikasi untuk mengetahui aktivitas katalitik dari CaO. Hasil yangdidapat menunjukkan bahwa katalis terbaik didapatkan pada temperatur kalsinasi800oC. Kondisi terbaik dicapai pada temperatur reaksi transesterifikasi 60oC denganrasio mol metanol:minyak 12:1.Kata Kunci: Biodiesel, Cangkang Bekicot, Transesterifikasi, CaO.
Super (a, d)-H Total Decomposition of Graf Helm Rosyidah, Kholifatur; Dafik, Dafik
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1 No 5 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selimut dari $G$ adalah $H = \{H_{1},H_{2},H_{3},...,H_{k}\}$ keluarga subgraf dari $G$ dengan sifat setiap sisi di $G$ termuat pada sekurang-kurangnya satu graf $H_i$ untuk suatu $i \in \{1,2,...,k\}$. Jika untuk setiap $i \in \{1,2,...,k\}$, $H_{i}$ isomorfik dengan suatu subgraf $H$, maka $H$ dikatakan selimut-$H$ dari $G$. Selanjutnya, jika selimut-$H$ dari $G$ memiliki sifat yaitu setiap sisi G termuat dalam tepat satu graf $H_{i}$ untuk suatu $i \in\{1,2,...,k\}$, maka selimut-$H$ disebut dekomposisi-$H$. Dalam hal ini, $G$ dikatakan memuat dekomposisi-$H$ atau $G$ terdekomposisi atas $H$. Sebuah graf $G(V,E)$ memiliki $(a,d)$-$H$ total dekomposisi jika setiap sisi $E$ merupakan sub graf dari $G$ yang isomorfik dengan $H$. Dalam penelitian ini akan dikaji super $(a,d)$-$H$ total dekomposisi dari graf helm.
ISOLASI DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA AKTIF DARI EKSTRAK METILENA KLORIDA (MTC) LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga (L)Willd) Jayanti, Nolika Wiji; Astuti, Maria Dewi; Komari, Noer; Rosyidah, Kholifatu
CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.5.2.2012.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi senyawa hasil isolasi ekstrak metilena klorida lengkuas putih, Alpinia galanga (L) Willd berdasarkan data spektra UV-Vis dan spektra IR, serta menentukan nilai Lethal Concentration (LC)50 senyawa aktif hasil isolasi. Pemisahan ekstrak metilena kloridamenggunakan kromatografi kolom gravitasi (KKG) menghasilkan 220 vial yang digabung menjadi 12 fraksi gabungan (fraksi A-L). Uji Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) menunjukkan fraksi I berpotensi sebagai antikanker. Fraksi I dimurnikan lebih lanjut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) preparatif hingga didapatkan 3 fraksi (I1, I2, dan I3). Fraksi I1 dan I2 diuji kemurniannya dengan KLT tiga sistem eluen dan KLT dua dimensi, menghasilkan senyawa murni, I1 dan I2. Senyawa I1 didapat sebanyak 3,67 mg padatan berwarna kuning dan senyawa I2 didapat sebanyak 6,97 mg padatan berwarna putih. Spektra UV-Vis senyawa I1 menunjukkan adanya cincin aromatik. Spektra IR senyawa I1 menunjukkan adanya gugus –OH, -C=O, -CH alifatik dan –C-O. Senyawa I1 diduga kuat sebagai senyawa flavonoid golongan flavon. Spektra UV-Vis senyawa I2 menunjukkan adanya kromofor -C=C yang tidak terkonjugasi. Spektra IR senyawa I2 menunjukkan adanya gugus –CH alifatik, –C=O, –C=C dan –C–O. Senyawa I2 diduga kuat golongan triterpenoid. Uji toksisitas dilakukan pada senyawa I2 dengan metode Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) diperoleh nilai LC50 sebesar 62,4979 ppm. Senyawa I2 berpotensi sebagai antikanker.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi senyawa hasil isolasi ekstrak metilena klorida lengkuas putih, Alpinia galanga (L) Willd berdasarkan data spektra UV-Vis dan spektra IR, serta menentukan nilai Lethal Concentration (LC)50 senyawa aktif hasil isolasi. Pemisahan ekstrak metilena kloridamenggunakan kromatografi kolom gravitasi (KKG) menghasilkan 220 vial yang digabung menjadi 12 fraksi gabungan (fraksi A-L). Uji Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) menunjukkan fraksi I berpotensi sebagai antikanker. Fraksi I dimurnikan lebih lanjut menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) preparatif hingga didapatkan 3 fraksi (I1, I2, dan I3). Fraksi I1 dan I2 diuji kemurniannya dengan KLT tiga sistem eluen dan KLT dua dimensi, menghasilkan senyawa murni, I1 dan I2. Senyawa I1 didapat sebanyak 3,67 mg padatan berwarna kuning dan senyawa I2 didapat sebanyak 6,97 mg padatan berwarna putih. Spektra UV-Vis senyawa I1 menunjukkan adanya cincin aromatik. Spektra IR senyawa I1 menunjukkan adanya gugus –OH, -C=O, -CH alifatik dan –C-O. Senyawa I1 diduga kuat sebagai senyawa flavonoid golongan flavon. Spektra UV-Vis senyawa I2 menunjukkan adanya kromofor -C=C yang tidak terkonjugasi. Spektra IR senyawa I2 menunjukkan adanya gugus –CH alifatik, –C=O, –C=C dan –C–O. Senyawa I2 diduga kuat golongan triterpenoid. Uji toksisitas dilakukan pada senyawa I2 dengan metode Brine Shrimps Lethality Test (BSLT) diperoleh nilai LC50 sebesar 62,4979 ppm. Senyawa I2 berpotensi sebagai antikanker.
Dua Dimer Resveratrol dari Kulit Batang Shorea parvifolia (dipterocarpaceae) Rosyidah, Kholifatu; Juliawati, Lia Dewi; Syah, Yana Maolana; Hakim, Euis Holishotan; Achmad, Sjamsul Arifin; Makmur, Lukman
Jurnal Natur Indonesia Vol 12, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.681 KB) | DOI: 10.31258/jnat.12.2.163-166

Abstract

Two resveratrol dimers, (-)-ampelopsin F dan (-)-laevifonol were isolated from aceton extract of the stem bark ofShorea parvifolia. The structures of these compounds were determined based on their spectroscopic data includingspectroscopy ultra violet (UV), infra red (IR), nuclear magnetic resonance (1H-NMR, 13C-NMR) and also were comparedto the reported data.
Uji Aktivitas antioksidan dan Analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) Fraksi Etil Asetat Daun Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Ridhana Fitriani; Kholifatu Rosyidah; Tafiqur Rohman
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32204

Abstract

Salah satu tumbuhan yang banyak terdapat di lahan rawa Kalimantan Selatan yaitu purun tikus (E. dulcis). Penelitian ini betujuan untuk menentukan nilai IC50 dari uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun purun tikus (E. dulcis) dan kandungan senyawa. Proses ekstraksi menggunakan pelarut metanol selanjutnya dipartisi dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat yang diperoleh sebesar 22,18%. Nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar 55,64 ppm sedangkan nilai IC50 dari pembanding vitamin C sebesar 7,07 ppm. Berdasarkan gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) diketahui bahwa fraksi etil asetat terdapat tiga senyawa utama yaitu senyawa metil 14-metil pentadekanoat, mentol, p-metil benzaldehida.
Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa α-Amirin Dari Kulit Batang Binjai (Mangifera Caesia) Kholifatu Rosyidah; Nor Latifah; Maria Dewi Astuti
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.161 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.202

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi senyawa α-amirin dari kulit batang binjai (Mangiferacaesia). Hasil analisis spektra IR menunjukkan adanya gugus OH, C-H, C=C, dan gem dimetil.Spektra 1H-NMR dan 13C-NMR menunjukkan adanya 30 karbon, delapan diantaranya merupakanunit metil, dan satu ikatan rangkap. Struktur senyawa dikarakterisasi berdasarkan data spektroskopiIR dan NMR serta dibandingkan dengan data spektroskopi dari literatur. Berdasarkan data tersebut,senyawa hasil isolasi adalah α-amirin.
ANALISIS PROKSIMAT DAN FITOKIMIA BUAH PEDADA (Sonneratia ovata Back.) Maria Dewi Astuti; Mahrita Wulandari; Kholifatu Rosyidah; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.797 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.10728

Abstract

Penelitian tentang analisis proksimat dan fitokimia buah pedada (Sonneratia ovata Back.) telah dilakukan.  Tumbuhan pedada (S. ovata Back.) telah digunakan sebagai bahan pangan ataupun sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Hal ini berkaitan erat dengan zat gizi dan fitokimia dari buah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proksimat dan kandungan fitokimia pada buah S. ovata Back.. Penetapan kadar proksimat meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Analisis fitokimia meliputi skrining fitokimia dan penetapan kadar saponin berdasarkan metode gravimetri dan flavonoid berdasarkan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan buah pedada (S. ovata Back.) memiliki kadar air 64,28%, abu 1,04%, lemak 1,80%, protein 9,33%, dan karbohidrat 2,19%. Skrining fitokimia menunjukkan buah pedada mengandung flavonoid, saponin, karotenoid, dan steroid. Kadar saponin total sebesar  0,99% dan kadar flavonoid total sebesar 4,6154 mgQE/g.
UJI ATRAKTAN PADA EKSTRAK PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) SEBAGAI PERANGKAP HAMA PENGGEREK BATANG PADI PUTIH Kholifatu Rosyidah; Zacky Insan; Dahlena Ariyani
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11289

Abstract

Purun tikus (Eleocharis dulcis) are wild plants found on swamp land which are quite abundant in South Kalimantan. This research was conducted to find out the most active extract from Chinese water chestnut as an attractant of white rice stem borer (Scirpophaga innotata). Purun tikus were made into extracts using the stepwise extraction method using n-hexane, ethyl acetate, and methanol, with yields of 0.74%, 0.81%, and 7.58%, respectively. The results of the attractant test on purun tikus extract showed that the extract of n-hexane purun tikus was the most active extract as an attractant in white rice stem borer (Scirpophaga innotata). The results of the analysis using GC-MS showed that the extract of n-hexane purun tikus contained several compounds, namely 2-methyltetrahydrofuran, isopulegol, citronellal, citronellyl acetate, βcitronellol, Z-citral, 1-bromo-3,7-dimethyl-2,6-octadiene, citral, linalyl acetate, trans-caryophyllen, trans-phytol, verticellol.