cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2014)" : 8 Documents clear
TOKSISITAS EKSTRAK N-HEKSANA DAN METANOL DAUN KELOPAK TAMBAHAN TUMBUHAN PERMOT (Passiflora foetida L) Maria Dewi Astuti; Dewi Umaningrum; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.54 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2136

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia dan uji toksisitas ekstrak n-heksana dan metanol dari daun kelopak tambahan tumbuhan permot (Passiflora foetida L). Skrining fitokimia dilakukan berdasarkan uji kualitatif dengan pereaksi spesifik untuk fitokimia tertentu dan uji toksisitas dilakukan berdasarkan metode BSLT (Brine Shrimps Lethality Test). Hasil penelitian tentang skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana mengandung alkaloid, flavonoid, dan steroid sedangkan ekstrak metanol mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid, steroid, dan saponin. Uji toksisitas memperlihatkan bahwa ekstrak metanol lebih toksik (LC50 546,56 ppm) daripada ekstrak n-heksana (LC50 821,41 ppm). Kata kunci: skrining fitokimia, uji toksisitas, permot, Passiflora foetida L, daun kelopak tambahan 
TERMODINAMIKA ADSORPSI Ca(II) DAN Cd(II) PADA ADSORBEN AMPAS TAHU Hermania Em Wogo; Luther Kadang; Magdalena A. Mir
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.596 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2141

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kemampuan ampas tahu sebagai adsorben dalam mengadsorpsi Ca(II) dan Cd(II) baik secara tunggal maupun simultan. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu preparasi adsorben, karakterisasi adsorben yang meliputi penentuan kadar air, gugus fungsi, keasaman permukaan, dan luas permukaan, serta penentuan kemampuan adsorben dalam mengadsorpsi kedua jenis logam tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air adsorben (6,802%), gugus fungsi yang berperan dalam proses adsorpsi (-NH, -OH, dan C=O), keasaman permukaan (7 μmol/g) dan luas permukaan (7,843 m2/g). Adapun kapasitas adsorpsi Ca(II) lebih besar dari Cd(II) baik tunggal maupun simultan dimana nilai kapasitas adsorpsi Ca(II) tunggal (2.857,143 μmol/g), Ca(II) simultan (2.272,727 μmol/g), Cd(II) tunggal (806,452 μmol/g), Cd(II) simultan (769,231 μmol/g). Namun energi adsorpsi Cd(II) lebih besar dari Ca(II) baik tunggal maupun simultan, dimana nilai energi adsorpsi Cd(II) tunggal (20,995 kJ/mol), Cd(II) simultan (21,439 kJ/mol), Ca(II) tunggal (13,577 kJ/mol) dan Ca(II) simultan (13,761) yang sejalan dengan konsep asam basa keras lunak. Kata kunci: adsorpsi, ampas tahu, tunggal, simultan 
KAJIAN ABSORPSI LOGAM Fe DAN Mn OLEH TANAMAN PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) PADA AIR ASAM TAMBANG SECARA FITOREMEDIASI Dahlena Ariyani; Ramlah Syam; Umi Baroroh Lili Utami; Rd Indah Nirtha
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.735 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2137

Abstract

Penambangan batubara terbuka yang mendorong terjadinya oksidasi mineral sulfida, melepaskan asam sulfat yang akan menurunkan pH secara drastis. Peristiwa ini dikenal dengan istilah air asam tambang yang mengakibatkan tingginya akumulasi logam berat pada tanah dan air. Salah satu alternatif penangananakumulasi logamyang murah, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan adalah metodefitoremediasi dengan konsep pemanfaatan tanaman untuk penanganan limbah dan sebagai indikator pencemaran udara dan air pada suatu lahan basah. Pada penelitian ini digunakan tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) untuk mengakumulasi logam berat karenakemampuannyadapat hidup pada daerah lahan basah dengan kandungan besi dan mangan tinggi, serta memiliki fitostabilisasi dan fitoekstraksi.Penelitian dilakukan di sekitar pertambangan batubara PT. Jorong Barutama Greston dan bertujuan untuk mengetahui berapa besar kemampuan penyerapan tanaman purun tikus terhadap logam Fe dan Mn pada air asam tambang dengan waktu kontak yang telah ditentukan (per dua minggu).. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan penyerapanpurun tikus untuk logam Fe berkisar antara 26,92 mg/gsampel 91,76 mg/g sampel di lokasiM23-E (pH 4 – 5). Sedangkan pada lokasi M4-E (pH 6 – 7) berkisar antara 25,27 mg/g sampel 63,74 mg/g sampel. Untuk logam Mnberkisar antara 0,0596 mg/g sampel 0,2364 mg/g sampel dilokasi M23-E. Sedangkan pada lokasi M4-E berkisar antara 0,0617 mg/g sampel 0,1891 mg/g sampel dalam waktu kontak yang telah ditentukan. Kata kunci: Air asam tambang, purun tikus, logam berat, dan fitoremediasi 
EKSTRAKSI LIPID DARI BIOMASSA Synechococcus sp. DENGAN METODE OSMOTIC SHOCK Ahmad Budi Junaidi; Zulfikurrahman Zulfikurrahman; Abdullah Abdullah; Gunawan Gunawan
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.561 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2138

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai ekstraksi lipida dari biomassa mikroalga Synechococcus sp. dengan metode osmotic shock. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum ekstraksi, produktivitas lipida, dan karakteristik lipida yang dihasilkan. Osmotic agent yang digunakan dalam penelitian ini adalah NaCl, KCl, CH3COONa, dan glukosa dengan variasi konsentrasi 50, 100, 150, 200, dan 250 g/L. Hasil ekstraksidan produktivitas lipida tertinggi dari Synechococcus sp. diperoleh menggunakan osmotic agent CH3COONa pada konsentrasi 250 g/L dengan nilai berturut- turut 12,19% dan 95,42 mg/L/hari. Karakterisasi produk esterifikasi menggunakan GCMS diperoleh lima senyawa metil ester utama yang menyusun produk hasil esterifikasi yaitu metil palmitat, metil linoleat, metil stearat, metil elaidat dan metil oleat. Berdasarkan data-data yang diperoleh, mikroalga Synechococcus sp.potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel. Kata kunci: osmotic shock, osmotic agent, lipid, mikroalga, Synechococcus sp. 
KARAKTERISASI GEOKIMIA ORGANIK BATUBARA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Nur Ita Ulfaniyah; R. Y. Perry Burhan
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.14 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2134

Abstract

Sampel batubara Samarinda dianalisis berdasarkan aspek geokimia organik melalui profil senyawa biomarka fraksi hidrokarbon alifatik, aromatik, ketondan asam. Sampel batubara di ekstraksi terlebih dahulu dengan aseton:kloroform:metanol (47%: 23%: 30% v/v), selanjutnya difrakasinasi menggunakan metode kromatografi kolom dan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) untuk memperoleh fraksi alifatik, aromatik, dan keton. Karakterisasi senyawa biomarka batubara dilakukan menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM) Shimadzu QP2010S. Teridentifikasinya senyawa n-alkana dan metil keton yang didominasi oleh karbon rantai panjang menunjukkan bahwa masukan bahan organik pembentuk batubara berasal dari tanaman tingkat tinggi. Hal tersebut juga diperkuat dengan teridentifikasinya senyawa kadalena, retena, pisena, dan simonelit pada fraksi aromatik. Senyawa-senyawa tersebut merupakan penanda bagi tanaman Dipterocapaceae famili Angiospermae dan conifer famili Gimnospermae yang terbentuk pada zaman Miosen. Senyawa perilena dalam batubara Samarinda merupakan indikator bahwa batubara ini terbentuk pada kondisi lingkungan pengendapan reduktif. Data fisik batubara yang meliputi data energi dan proksimat menunjukkan bahwa batubara Samarinda, Kalimantan Timur adalah batubara jenis sub-bituminus. Berdasarkan hal tersebut, maka batubara ini berpotensi untuk dicairkan pada proses pemanfaatannya. Kata kunci: batubara Samarinda, batubara miosen, senyawa biomarka 
OMPLEKS TEMBAGA(II) DARI 2-TIOFENAKARBONILHIDRAZON-3-(N-METIL)-5-BROMOISATIN: SINTESIS DAN UJI ANTIBAKTERI Arif Fadlan; Mardi Santoso; Ratna Ediati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.266 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2139

Abstract

Kompleks tembaga(II) (4a,b) masing-masing telah berhasil disintesis dari reaksi antara 2- tiofenakarbonilhidrazon-3-(N-metil)isatin (3a) dan 2-tiofenakarbonilhidra-zon-3-(N-metil)-5-bromoisatin (3b) dengan tembaga(II) asetat monohidrat. Uji aktivitas terhadap bakteri Bacillus subtilis menunjukkan bahwa kompleks (4b) memiliki daya hambat yang lebih tinggi (MIC 250 μg/mL) dari pada kompleks (4a) (MIC 2000 μg/mL). Key-words:isatin, kompleks tembaga(II), antibakteri 
KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) PADA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI PERAIRAN TRISAKTI BANJARMASIN Etty Novita; Utami Irawati; Noer Komari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.035 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2135

Abstract

Tingginya aktivitas bongkar muat di Sungai Barito sekitar Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menyebabkan perairan tercemar. Bahan percemar perairan antara lain adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan Cd dan Zn pada ikan Baung (Hemibagrus nemurus) di perairan Trisakti Banjarmasin. Penentuan kadar logam berat menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel diambil di tiga lokasi, yaitu Trisakti, Basirih, dan Banjar Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Cd dan Zn bervariasi di tiap lokasi. Kandungan Cd di Trisakti, Basirih dan Banjar Raya berturut-turut adalah 0,104-160 ppm, 0,072–0,184 ppm, dan 0,07–0,144 ppm. Kadar Zn di Trisakti, Basirih, dan Banjar Raya berturut-turut adalah 0,940-1,588 ppm, 0,564-1,432 ppm, dan 0,540- 1,044 ppm. Kadar Cd dan Zn pada ikan Baung masih berkesesuaian dengan baku mutu. Ikan Baung di sungai Barito sekitar perairan Trisakti Banjarmasin masih layak untuk dikonsumsi. Kata kunci : Sungai Barito, Kadmium, Seng, Ikan Baung, Spektrofotometer Serapan Atom 
PENENTUAN KANDUNGAN TIMBAL, TEMBAGA DALAM AIR-SEDIMEN PADA SALAH SATU LUBANG TAMBANG INTAN DI KELURAHAN SUNGAI TIUNG KOTA BANJARBARU Dwi Rasy Mujiyanti; Utami Irawati; Radna Nurmasari; Messy Risna
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.915 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2140

Abstract

Logam berat merupakan unsur yang seringkali menjadi polutan utama dalam pencemaran air dan dapat membahayakan kehidupan organisme. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya kandungan logam berat Pb dan Cu pada air dan sedimen dan pada lingkungan air asam tambang di Kelurahan sungai Tiung Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil analisis laboratorium diperoleh rata-rata kandungan Pb dan Cu dalam sampel air masing- masing sebesar 1,113 mg/L dan 0,464 mg/L. Rata-rata kandungan Pb dan Cu pada sedimen adalah masing-masing 231,61 mg/Kg dan 112,186 mg/Kg. Kata kunci: logam berat, Pb, Cu, air, sedimen 

Page 1 of 1 | Total Record : 8