cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2020)" : 12 Documents clear
EFEKTIFITAS MANDI CHLORHEXIDINE GLUCONATE TERHADAP PENURUNAN ANGKA KEJADIAN HAIs: LITERATURE REVIEW Tia Atnawanty; Sri Yona; Riri Maria
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2630.072 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.234

Abstract

INTISARI : Latar Belakang: Insiden Health-care Associated Infections (HAIs) atau infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan di dunia semakin meningkat sehingga menyebabkan morbiditas, mortalitas, dan biaya tinggi bagi rumah sakit. Klorheksidin glukonat sebagai antiseptik dengan aktivitas antimikroba spektrum luas telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian sebagaiABSTRAKLatar belakang: Penyakit infeksi di fasilitas kesehatan atau disebut juga Healthcare Associated Infections (HAIs) menjadi masalah besar yang masuk ke rumah sakit karena dapat meningkatkan angka morbiditas (kesakitan), angka mortalitas (kematian) dan menambah biaya perawatan yang besar bagi rumah sakit. Chlorhexidine gluconate sebagai antiseptik dengan aktivitas antimikroba spektrum luas merupakan komponen penting dalam pencegahan infeksi. Rutinitas mandi harian di perawatan kritis dan intensif dan mandi sebelum operasi dengan sabun Chlorhexidine gluconatetelah menurunkan infeksi aliran darah, infeksi daerah operasi dan akuisi organisme patogen berbahaya dan resisten yang terdapat di rumah sakit. Namun karena belum konsistennya hasil penelitian terkait hal ini, akibatnya mandi Chlorhexidine belum dilakukan secara universal sebagai prosedur tetap dan masih menyisakan sampai sekarang. Kajian literatur ini bertujuan untuk menilai efektifitas mandi Chlorhexidine gluconate terhadap penurunan kejadian infeksi yang berkaitan dengan kesehatan dan mikroorganisme penyebabnya.Metode: Penulis melakukan pencarian literatur dengan mengumpulkan beberapa artikel terindeks yang berhubungan dengan topik yang diangkat menggunakan database seperti Clinical key, Elsevier, ProQuest , dan ScienceDirect dengan kata kunci chlorhexidine gluconate, chlorhexidine bathing, health care related infeksi .Hasil: Dari 3871 artikel umum, dilakukan penyaringan menjadi 269 artikel yang terkait, dikumpulkan sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan topik dan 8 artikel yang sesuai kriteria sebagai bahan kajian literatur.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa mandi dengan Chlorhexidine gluconate secara rutin penerapan “ bundles ” pencegahan dapat menurunkan prevalensi mikroorganisme berbahaya termasuk kuman patogen yang resisten terhadap antimikroba, namun efektifitas biaya, integritas kulit dan resistensi tetap harus. Kata kunci: chlorhexidine gluconate, mandi chlorhexidine, infeksi terkait perawatan kesehatan ABSTRAKLatar Belakang: Infectious diseases in health facilities also known as Healthcare Associated Infections (HAIs) are major problem facing hospitals because they can increase morbidity rates (pain), mortality rates (deaths) and increase the cost of care for hospitals. Chlorhexidine gluconate as an antiseptic with broad spectrum antimicrobial activity is an important component in infection prevention. Daily bathing routine in critical or intensive care and pre-surgery showers with Chlorhexidine soap have reduced bloodstream infections, surgical area infections and the acquisition of harmful and resistant pathogenic organisms found in hospitals. However, due to the inconsistency of research results related to this matter, as a result chlorhexidine bathing has not been done universally as a permanent procedure and still leaves debate until now. This literature review aims to assess the effectiveness of chlorhexidine gluconate baths in reducing the incidence of infections related to health services and their causative microorganisms. Metode: Penulis melakukan pencarian dengan mengumpulkan beberapa artikel terindeks yang berhubungan dengan topik yang diangkat dari beberapa database seperti Clinical keys, Elsevier, ProQuest dan ScienceDirect dengan kata kunci chlorhexidine gluconate, chlorhexidine bathing, perawatan kesehatan terkait infeksi .Hasil: Dari 3871 artikel umum yang disaring menjadi 269 artikel terkait, didapatkan sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan topik dan 8 artikel yang memenuhi kriteria sebagai bahan studi literatur.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa mandi dengan klorheksidin glukonat secara rutin dengan aplikasi “bundel” pencegahan infeksi dapat menurunkan prevalensi mikroorganisme berbahaya termasuk patogen resisten antimikroba, namun pertimbangan efektivitas biaya, integritas kulit, dan resistensi tetap harus diperhatikan. Kata kunci: klorheksidin glukonat, mandi klorheksidin, infeksi terkait perawatan kesehatankomponen tant dalam pencegahan infeksi di unit perawatan pasien. Salah satunya dengan rutinitas mandi sehari-hari di ruang perawatan kritis / intensif dan mandi sebelum operasi dengan sabun klorheksidin telah mengurangi infeksi aliran darah, infeksi area operasi dan didapatnya organisme patogen berbahaya dan resisten yang terdapat di rumah sakit. Namun karena ketidakkonsistenan hasil penelitian terkait hal tersebut, akibatnya mandi klorheksidin belum dilakukan secara universal sebagai prosedur permanen dan masih menyisakan perdebatan hingga saat ini. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menilai keefektifan mandi klorheksidin glukonat dalam mengurangi kejadian infeksi yang berkaitan dengan layanan kesehatan dan mikroorganisme penyebabnya.Metode: Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur baik nasional maupun internasional yang dilakukan dengan menggunakan database Clinical keys, Elsevier, ProQuest, dan lain-lain.Hasil: Dari hasil pencarian diperoleh sebanyak 22 artikel terkait yang dijadikan studi literatur.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa mandi dengan klorheksidin glukonat secara rutin dengan aplikasi “bundel” pencegahan infeksi dapat menurunkan prevalensi mikroorganisme berbahaya termasuk patogen resisten antimikroba, namun pertimbangan efektivitas biaya, integritas kulit, dan resistensi tetap harus diperhatikan.
PENGARUH METODE SMALL GROUP DISCUSSION CLASS TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENOREA PADA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 10 DENPASAR Ni Kadek Ayu Warsiti; Made Rimawan; Ni Ketut Noriani,S.Si.T., M.Kes
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.439 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.238

Abstract

 ABSTRAK Latar belakang: Proses menstruasi yang disertai dismenorea pada siswi sekolah berdampak  terhadap kualitas pendidikan seperti tingginya absen ketidakhadiran, penurunan konsentrasi dan motivasi belajar serta kesehatan fisik, terdapat.lebih dari 50% temaja mengalami dismenorea dan tidak mendapat penanganan yang baik sehingga dibutuhkan suatu pendekatan yang implementatif dalam pendidikan dan peningkatan pengetahuan siswi sekolah.  Small Group Discussion merupakan elemen belajar secara aktif yang mempunyai memberikan kesempatan terbuka serta dapat mengevaluasi pengetahuan siswi secara lisan perorang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh metode small group discussion class terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenorea pada siswi kelas VII di SMP Negeri 10 Denpasar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Denpasar dari tanggal 9-11 Mei 2018. Cara pengambilan sampel dengan teknik probability sampling dengan proportional random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data diolah menggunakan uji Wilcoxon Sign Ranks Test.Hasil: Hasil pengukuran pengetahuan remaja putri tentang dismenorea sebelum diberikan intervensi didominasi pengetahuan cukup (65%) sedangkan setelah diberikan intervensi didapatkan hasil semua responden berpengetahuan baik (100%). Hasil uji statistik Wilcoxon Sign ranks test didapatkan bahwa ada pengaruh metode small group discussion class terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenorea pada siswi kelas VII di SMP Negeri 10 Denpasar dengan nilai p-value <0,001.  Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode small group discussion class berpengaruh terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenorea pada siswi kelas VII di SMP Negeri 10 Denpasar menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil yang didapat diharapkan metode small group discussion class dapat dijadikan referensi dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan. 
Uji Aktivitas Filter Buah Juwet (Syzygium cumini) sebagai Peluruh Radikal Bebas Terhadap Paparan Asap Rokok pada Hati Mencit Jantan (Mus musculus L.) Ida Ayu Manik Damayanti; Ni Wayan Sukma Antari; Anak Agung Sagung Alit Sukmaningsih
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1831.232 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.240

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histologi hepar mencit jantan (Mus musculus) yang diberi ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) pada filter rokok kretek sebagai peluruh radikal bebas pada asap rokok. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni (true experimental) dengan pendekatan post test only control group design. Data hasil penelitian diuji statistik menggunakan SPSS 21.0, hasil uji Shapiro Wilk  menunjukan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05, selanjutnya dilakukan uji homogenitas yang hasilnya menunjukan data homogen, dengan nilai p< 0,05. Setelah itu dilanjutkan dengan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit yang diberikan rokok kretek  memiliki hasil yang signifikan dengan kelompok kontrol sebesar 5,78±1,64 dimana sel nekrosis dan perlemakan hati lebih banyak terjadi pada mencit yang diberikan rokok kretek dibandingkan dengan yang tidak diberikan rokok kretek. Pemberian filter ekstrak juwet pada mencit jantan yang terpapar asap rokok menunjukkan hasil yang signifikan menurunkan jumlah nekrosis dan perlemakan hati, hal ini ditunjukkan dari hasil uji statistic nilai p<0,05 dimana kelompok kontrol tidak menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap kelompok perlakuan yang diberikan filter ekstrak juwet . Pada penelitian ini filter rokok ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) dapat menurunkan nekrosis dan perlemakan hati pada mencit jantan. (Mus musculus) yang terpapar asap rokok.
GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIBERI EKSTRAK BUAH JUWET (Syzygium cumini) SEBAGAI PELURUH RADIKAL BEBAS PADA ASAP ROKOK Anak Agung Istri Mas Padmiswari; Nadya Treesna Wulansari; A.A.S.A. Sukmaningsih K
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1836.308 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.241

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah juwABSTRAKLatar Belakang : Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) terhadap histologi ginjal mencit jantan (Mus musculus) yang terpapar asap rokok.Metode : Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 3 kelompok mencit jantan yang terdiri dari control (P0) diberi air minum sebanyak 0,2 ml, perlakuan 1 (P1) diberi paparan asap rokok, dan perlakuan 2 (P2) diberi ekstrak buah juwet sebanyak 0,2 ml dan paparan asap rokok. Semua kelompok perlakuan dilakukan selama 36 hari. Data hasil penelitian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel menggunakan program statistik komputer (SPSS 20.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah juwet berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap jumlah nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal mencit jantan yang terpapar asap rokok.Kesimpulan : pemberian ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) sebanyak 0,2 ml dapat menurunkan jumlah nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal mencit jantan (Mus musculus) yang terpapar asap rokok. Kata kunci: asap rokok, ekstrak buah juwet, nekrosis glomerulus, nekrosis tubulus, ginjal ABSTRACTIntroduction : The purpose of this research is to prove the effects of the java plum fruit extract to the necrosis of glomerulus and tubule of the kidney of cigarette smoke exposed mice.Method : The experimental design used within study was a Completely Randomised Design (CRD) with three groups: control (P0) treated with water 0,2 ml, P1 treated with cigarette smoke exposed, and P2 treated with java plum fruit extract treatment 0,2 ml and cigarette smoke exposed. All Treatment and exposure cigarette smoke was given about 36 days. Data were analyzed with statistic program (SPSS 16.0 for Windows) with One Way Annova.Result : The result showed that the extract java plum fruit significantly increased (P<0,05) the number of necrosis of glomerulus and tubule of the kidney of cigarette smoke exposed mice.Conclusion : giving 0.2 ml of juwet fruit extract (Syzygium cumini) can reduce the amount of glomerular necrosis and renal tubular necrosis of male mice (Mus musculus) exposed to cigarette smoke. Keywords: Cigarrete smoke, java plum fruit extract, necrosis of glomerulus, necrosis of   tubule, kidneyet (Syzygium cumini) terhadap histologi ginjal mencit jantan (Mus musculus) yang terpapar asap rokok. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 3 kelompok mencit jantan yang terdiri dari control (P0) diberi air minum sebanyak 0,2 ml, perlakuan 1 (P1) diberi paparan asap rokok, dan perlakuan 2 (P2) diberi ekstrak buah juwet sebanyak 0,2 ml dan paparan asap rokok. Semua kelompok perlakuan dilakukan selama 36 hari. Data hasil penelitian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel menggunakan program statistik komputer (SPSS 20.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah juwet berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap jumlah nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal mencit jantan yang terpapar asap rokok. Kata kunci: asap rokok, ekstrak buah juwet, nekrosis glomerulus, nekrosis tubulus, ginjal
UJI EFEKTIVITAS L-CARNITINE TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK Ni Wayan Sukma Antari; Ida Ayu Manik Damayanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1721.329 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas spermatozoa dan hormon testosteron setelah pemberian L-carnitine terhadap pada Mencit Jantan (Mus musculus)  Penelitian ini dilakukan dengan memberikan L-carnitine sebagai perlakuan selama 42 hari pada Mencit Jantan dengan variasi dosis 100 mg/kg bb, 150 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb dan menggunakan kontrol sebagai pembanding. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kualitas spermatozoa yaitu: morfologi, motilitas, viabilitas, integritas membrane dan melihat kadar hormone testosteron. Data hasil penelitian diolah menggunakan program statistik komputer (SPSS 22.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen L-carnitin dengan dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan menurunnya kualitas spermatozoa yaitu: morfologi, motilitas, viabilitas, dan integritas membran
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PREBIOTIK TERHADAP DURASI DIARE PADA ANAK PRA SEKOLAH DI RUANG DURIAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KLUNGKUNG A.A. Ngurah Nara Kusuma; Ni Ketut Sri Wahyuni
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.804 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.244

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of death in children in the world, as well as in Indonesia. To reduce mortality due to diarrhea, it needs fast and appropriate management. Probiotics have been widely used in cases of acute diarrhea in children but have not been recommended at the Klungkung Regional General Hospital. This study aims to determine the effectiveness of prebiotic administration on the duration of diarrhea in pre-school children.This type of quantitative observational research uses a comparative study design. This study involved 40 respondents who were selected based on inclusion and exclusion criteria with purposive sampling technique.The results showed that the duration of diarrhea in pre-school children given prebiotics averaged 23.74 or 24 hours 14 minutes, while the duration of diarrhea in pre-school children given standard therapy was on average 47 hours 49 minutes. The results of the Independent T Test obtained p value = 0.001 <0.05, which means that prebiotic administration is more effective than giving standard therapy to the duration of diarrhea in pre-treated children. Suggested to the Hospital so that prebiotics can be used as standard therapy for pediatric patients who suffer from diarrhea. Keywords: Prebiotics, Duration of Diarrhea, Pre-school Children 
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI SMPN 11 DENPASAR Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Nurtini; Ni Putu Riza Kurnia I
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2105.023 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.245

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi. Hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi (WHO, 2011; 2016). SMPN 11 Denpasar merupakan salah satu SMPN di kota Denpasar yang terpapar oleh “Gerakan Jum’at dengan Pil Pintar, Sehat dan Cantik (Gemar Tersyantik)”. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMPN 11 Denpasar.Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel: siswi SMPN 11 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel simple ramdom sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil : Sebagian besar siswi memiliki pengetahuan yang baik(88/51,46%) karena sudah melakukan penginderaan melalui membaca atau mendengarkan informasi tentang konsumsi tablet tambah darah yang dapat diakses dari berbagai media. Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Sebagian besar siswi memiliki sikap positif (93/54,39%) tentang konsumsi tablet tambah darah yang merupakan respon tertutup dari penginderaan yang telah dilakukan tentang konsumsi tablet tambah darah, yaitu berupa penyuluhan atau informasi dari media massa. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus (Notoatmodjo, 2010). Sebagian besar siswi memiliki perilaku yang baik (88/51,46%).karena adanya stimulus yang baik tentang konsumsi tablet tambah darah seperti adanya akses informasi melalui media massa atau penyuluhan.Skiner dalam Notoadmodjo (2010) menyatakan perilaku merupakan reaksi seseorang terhadap stimulus. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Tablet Tambah Darah ABSTRACTBackground : Adolescent girls at puberty are very at risk of developing iron deficiency anemia. This is due to the large amount of iron lost during menstruation (WHO, 2011; 2016). SMPN 11 Denpasar is one of the middle school in Denpasar which is exposed to the "Friday Smart pills, Healthy and Beauty (Gemar Tersyantik)". This study aims to describe the knowledge, attitudes and behavior of consuming blood-supplemented tablets in SMPN 11 Denpasar students.Method : This study is a descriptive study. Sample: SMPN 11 Denpasar students who meet the inclusion criteria. The sample size was 171 people with simple random sampling technique. The data collect by questionnaire.Results : Most of the students have good knowledge (88 / 51.46%) because they have sensed them through reading or listening to information about the consumption of blood-added tablets which can be accessed from various media. According to Notoatmodjo (2010),  knowledge is the result of a person's sensing of an object through his senses. Most of the students had a positive attitude (93 / 54.39%) about the consumption of blood supplemented tablets which was a closed response from the sensing that had been done about the consumption of blood supplemented tablets, namely in the form of counseling or information from the mass media.Attitude is a reaction or response that is still closed from a person to a stimulus (Notoatmodjo, 2010). Most of the students had good  attitudes (88 / 51.46%) due to a good stimulus regarding the consumption of blood-added tablets, such as access to information through mass media or counseling. Skiner in Notoadmodjo (2010) states that behavior is a person's reaction to a stimulus. Keywords : Knowledge, Attitude, Behavior, Blood Tablets
STUDI DESKRIPTIF FAKTOR HAMBATAN REMAJA DALAM MELAKUKAN VAKSINASI HUMAN PAPILLOMVIRUS (HPV) DI SMA NEGERI 1 KEDIRI Ni Made Purwahyuni; Made Rismawan; Nadya Treesna Wulansari
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.63 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.246

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penghambat remaja untuk melakukan vaksinasi human papilloma virus (HPV) di SMA Negeri 1 Kediri. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross–sectional dan dilakukan tanggal 28 Februari – 28 Maret 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X SMA Negeri 1 Kediri dengan jumlah sampel sebanyak 125 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah self-completed questionnaire dan alat pengumpulan data adalah kuesioner. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariate dalam frekuensi dan persentase.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebanyak 45,6% responden memiliki hambatan biaya kesehatan yang tinggi untuk melakukan vaksinasi HPV, sementara itu fasilitas dan informasi kesehatan menjadi hambatan yang sedang untuk melakukan vaksinasi HPV (66,4% dan 60,8%).Kesimpulan : Responden memiliki hambatan yang tinggi terhadap biaya yang diperlukan untuk melakukan vaksinasi HPV karena harga vaksin yang cukup mahal. Diharapkan pemerintah melalui puskesmas dapat memberikan vaksinasi gratis terhadap remaja putri sebagai upaya pencegahan kanker servik sejak dini Kata kunci: Faktor Penghambat, Remaja, Vaksinasi HVP
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S; Made Rismawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1688.891 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.247

Abstract

Pendahuluan : Orang tua tentu mengharapkan memiliki anak yang sehat dan dapat berkembang dengan baik. Akan tetapi terkadang tidak semua anak dapat lahir dengan kondisi sehat. Kelahiran seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya dapat menjadi beban bagi keluarga itu sendiri sehingga dapat mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak itu sendiri. Permasalahannya adalah kebanyakan penelitian yang dilakukan terkait factor yang mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus masih terfokus pada salah satu factor dan belum menjelaskan factor dominannya. Metodologi : Metode yang digunakan pada penelitian adalah korelasi analitik. Responden pada penelitian ini adalah orang tua anak berkebutuhan khusus di 3 SLB wilayah Propinsi Bali dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Variable diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan Spearman Rho.Hasil : Hasil analisa hubungan didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan penerimaan orang tua terhadap anak retardasi mental dengan nilai signifikan P= 0,000, nilai r = 0,612 dan arah korelasi kedua variabel bersifat positif (+).Diskusi :  Kurangnya pengetahuan dan informasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada penerimaan anak retardasi mental dimana tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih  mudah mencari informasi dan memahami masalah yang dialami oleh anak dan mencari penyembuhan. Penerimaan orang tua adalah perasaan atau perilaku orang tua yang dapat menerima keberadaan anaknya tanpa syarat seperti rasa sayang, kelekatan, kepedulian, dukungan dan pengasuhan. faktor penyebab keluarga tidak menerima anak mereka disebabkan karena keluarga tidak memiliki informasi, pengetahuan dan kesiapan dalam menerima anak mereka. Hal ini yang menyebabkan saat anak mereka lahir dan mengalami tumbuh kembang yang tidak normal, keluarga menganggap mereka adalah anak yang merepotkan dan aib dalam keluarga. Selain itu sikap tidak menerima kehadiran anak dengan retardasi mental juga dipengaruhi oleh penolakan dari lingkungan sosial yang beranggapan bahwa mereka adalah hambatan dalam masyarakat
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEMBALINYA MENSTRUASI PADA IBU MENYUSUI Idah Ayu Wulandari, S.SiT., M.Keb.; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.491 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.248

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dapat digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi yang disebut dengan amenohrea laktasi. Ibu yang memberikan ASI secara eksklusif umumnya mengalavsmi penundaan waktu kembalinya menstruasi dibandingkan dengan yang tidABSTRAKLatar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dapat digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi yang disebut dengan amenohrea laktasi. Ibu yang memberikan ASI secara eksklusif umumnya mengalami penundaan waktu kembalinya menstruasi dibandingkan dengan yang tidak memberikan ASI Eksklusif.  Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif waktu kembalinya menstruasi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Metodologi: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah adalah ibu menyusui yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri (PMB) yang mempunyai bayi umur 6-1 tahun yang berada di bawah wilayah kerja Puskemas II Denpasar Barat dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil: Terdapat hubungan yang sangat signifikan anatara pemberian ASI Ekslusif dengan kembalinya mentruasi pada ibu (P<0,001), dengan kekuatan hubungan yang kuat (r=656) dan arah korelasi yang negatif. Simpulan: PMB selaku tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan dalam pemberian informasi mengenai ASI Eksklusi beserta kiat-kiat ibu dalam memperbanyak produksi ASI dan cara penyimpanan ASI serta masyarakat khususnya keluarga dari ibu yang sedang menyusui dapat memberikan support kepada ibu menyusui agar mampu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Kembalinya Menstruasi  ABSTRACTBackground: Exclusive breastfeeding can be used as a contraceptive method. Mothers who give exclusive breastfeeding usually had delay to get menstruation compared to those who do not provide exclusive breastfeeding. The aims: To determine the effect of exclusive breastfeeding on the return of menstruation to breastfeeding mothers in the Denpasar Barat II PHC. Methodology: This was an observational study with a cross sectional design. The sample was breastfeeding mothers who examined at the Independent Practice Midwife (PMB) under the working Denpasar Barat II PHC who had babies aged 6-1 years by using consecutive sampling technique. Results: There was a very significant relationship between exclusive breastfeeding and the return of menstruation to the mother (P <0.001), with a strong relationship strength (r = 656) and a negative correlation. Conclusion: PMB as a health worker is expected to further improve the provision of information about exclusive breastfeeding along with tips for mothers to increase milk production and how to store breast milk; and for the community especially for families of breastfeeding mothers can provide support for breastfeeding mothers to be able to provide exclusive breastfeeding to their babies.Key Word: Exclusive Breastfeeding, Return of Menstruationak memberikan ASI Eksklusif.  Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif waktu kembalinya menstruasi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Metodologi: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah adalah ibu menyusui yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri (PMB) yang mempunyai bayi umur 6-1 tahun yang berada di bawah wilayah kerja Puskemas II Denpasar Barat dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil: Terdapat hubungan yang sangat signifikan anatara pemberian ASI Ekslusif dengan kembalinya mentruasi pada ibu (P<0,001), dengan kekuatan hubungan yang kuat (r=656) dan arah korelasi yang negatif. Simpulan: PMB selaku tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan dalam pemberian informasi mengenai ASI Eksklusi beserta kiat-kiat ibu dalam memperbanyak produksi ASI dan cara penyimpanan ASI serta masyarakat khususnya keluarga dari ibu yang sedang menyusui dapat memberikan support kepada ibu menyusui agar mampu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12