cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 235 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN PASIEN UNTUK KONTROL TEKANAN DARAH I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara; Ni Wayan Serly Jiryantini; Ni Wayan Parwati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.741 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.176

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita hipertensi cenderung mengalami peningkatan. Hipertensi yang tidak terkontrol akan mengembangkan dan menyebabkan komplikasi berbahaya bagi penderitanya. Dalam perkebangannya, hipertensi di masyarakat masih sering diabaikan. Banyak penderita hipertensi tidak memeriksakan kondisinya secara rutin. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan pasien untuk kontrol tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan korelasi desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan sampel jenuh melibatkan 197 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan tes Spearman rho. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang hipertensi, sebagian besar dalam kategori sedang (46,7%). Demikian pula, kepatuhan dalam mengontrol tekanan darah juga sebagian besar dalam kategori sedang (82,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan yang signifikan tentang hipertensi dan kepatuhan pasien untuk kontrol tekanan darah (nilai p <0,001 dan r = 0.271).
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA: SETTING RAWAT JALAN SARAH WULANDARI
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.642 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.179

Abstract

Jumlah untuk kasus kanker di Indonesia, kasus baru dan angka kematian tertinggi ditempati oleh kanker payudara. Proses pengobatan yang salah satunya adalah kemoterapi secara spesifik dilaporkan dapat mempercepat penuaan dan penurunan kemampuan kognitif yang dapat merujuk pada perubahan kondisi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas hidup pasien kanker payudara yang telah menjalani kemoterapi. Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang dan pengambilan sampel secara purposive ini mendapatkan 53 responden perempuan kanker payudara dengan rentang umur 20-70 tahun. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner. Hasil analisa menunjukkan kondisi kualitas hidup responden mayoritas berada pada kondisi cukup s.d. baik (9-16) dari rentang 0-16. Kondisi ini diharapkan agar pasien kanker payudara yang masih bias ditingkatkan kualitas hidupnya diberikan intervensi sesuai kebutuhan. Penelitian terkait kualitas hidup dengan komponen yang lebih kompleks juga dapat dikembangkan pada penelitian mendatang.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN DIRI (SELF CARE ACTIVITY) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Ni Wayan Yatik Marlinda; I Kadek Nuryanto; Ni Ketut Noriani
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.501 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.182

Abstract

This study was to determine the correlation between family support and self-care activity in patient with type 2 diabetes mellitus at public health center II west Denpasar. This study employed correlative analytics design with cross sectional study. The population of this study were 131 patients with type 2 diabetes mellitus. There were 99 respondents recruited as the sample of the study which were selected by using non-probability, consecutive sampling technique. The data were collected by using questionnaire and analyzed statistically y using Spearman’s Rho test. The finding of this study showed that there were 59 respondents (56.6%) had moderate family support and 77 respondents (77.8%) had good self-care activity. There was a positive correlation between family support and self-care activity in patient with type 2 diabetes mellitus (p-value = 0.001; r = 0.370). Good family support could affect self-care activity in patients with type 2 diabetes mellitus. Family are expected to motivate patient in carry-out self-care activity. Keywords: Family support, Self-care activity, Type 2 diabetes mellitus
HUBUNGAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DENGAN MINAT MAHASISWA KEBIDANAN DALAM BERWIRAUSAHA KESEHATAN Ni Made Nurtini; NI KETUT NORIANI; KOMANG AYU PURNAMA DEWI
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1698.856 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.208

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Entrepreneurship merupakan proses penerapan kreativitas dan emosi dalam memecahkan suatu pemasalahan atau persoalan dan menemukan suatu peluang untuk memperbaiki kehidupan. Entrepreneurial activity akan semakin tinggi entrepreneurship level suatu negara. Pendidikan kewirausahaan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi seorang wirausahawan sehingga mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha sebagai pilihan karir. Metode : Desain dalam penelitian ini analitik cross sectional dengan populasi seluruh mahasiswa Prodi D III Kebidanan STIKES Bali yang berjumlah 61 responden dengan teknik nonprobability sampling (total populasi) 61 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik analisa data Pearson product moment test. Hasil : Pada faktor internal dalam berwirausaha paling banyak tinggi yaitu 52 orang (85,2%). Faktor eksternal dalam berwirausaha kesehatan paling banyak tinggi yaitu 38 orang (62,3%). Minat mahasiswa dalam berwirausaha kesehatan paling banyak tinggi yaitu 52 orang (85,2%). Analisis korelasi (r) antara faktor internal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha 0,870 menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara faktor internal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha dengan p-value sebesar <0,001. Analisis korelasi (r) antara faktor eksternal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha 0,439  menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara faktor internal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha dengan p-value sebesar <0,001. Kesimpulan : Meningkatkan faktor internal dan eksternal mahasiswa untuk meningkatkan minat berwirausaha sangat penting dalam rangka memantapkan mahasiswa agar mampu bersaing di pasar bebas khususnya wirausaha bidang kesehatan.Kata Kunci : Internal, Eksternal, Minat BerwirausahaABSTRACTBackground : Entrepreneurship is the process of applying creativity and emotion in solving a problem or problem and finding an opportunity to improve life. Entrepreneurial activity will be the higher level of entrepreneurship in a country. Entrepreneurship education can shape the mindset, attitudes, and behavior of students to become entrepreneurs so that it directs them to choose entrepreneurship as a career choice.Methods : The design in this study was cross sectional analytic with the participation of all students of Study Program D III of STIKES Bali Midwifery involving 61 respondents with nonprobability sampling (total population) 61 respondents. Data collection using a questionnaire with Pearson product moment test data analysis techniques.Results : The most internal factors in entrepreneurship were 52 people (85.2%). External factors in entrepreneurship are 38 people (62.3%). The smallest number of students in health entrepreneurship were 52 people (85.2%). Analysis of the difference (r) between internal factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship 0.870 shows the factors that occur between internal factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship with a p-value of <0.001. Analysis of the difference (r) between external factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship 0.439 shows the fact that occurs between internal factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship with a p-value of <0.001.Conclussion : Improving the internal and external factors of students to increase entrepreneurial interest is very important in order to strengthen students to be able to compete in the free market, especially health care entrepreneurs.Keywords: Internal, External, Entrepreneurial Interest
GAMBARAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN DENGAN ULKUS KAKI DIABETES MELITUS DI BALI Manik Elisa Putri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.594 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.209

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Quality of Life (QoL) atau Kualitas hidup pasien dengan ulkus kakik diabetes melitus lebih buruk, daripada pasien dengan Diabetes Melitus (DM) tanpa ulkus kaki dalam populasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Quality of Life (Kualitas hidup) pada pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus (Diabetic Foot Ulcer / DFU) di Bali.Metode : Desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel direkrut menggunakan convenience sampling yang melibatkan pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus (Diabetic Foot Ulcer / DFU) dengan total sampel yang melibatkan 201 orang responden. yang dilakukan di ruangan department rawat jalan bedah Rumah Sakit Wangaya serta klinik perawatan luka di Bali Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetic Foot Ulcer Scale-Short Form (DFS-SF) dan Independent t-test digunakan untuk memahami gambaran kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki dengan DFU. Penelitian ini sudah mendapatkan ijin etik oleh komite etik Universitas Udayana.Hasil : Karakteristik responden perempuan (n= 103; 51.2%), dan laki-laki (n= 98; 48.8%). Kualitas hidup sebagian besar memiliki kualitas hidup rendah yang buruk yaitu (<50)(n=133; 66.2%), dan kualitas hidup yang lebih baik yaitu (> 50)[n=68; 33.8%]. Skor rata-rata kualitas hidup pada pasien dengan DFU 42.4±15.5.Kesimpulan: Laki-laki dan perempuan pada pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus menunjukkan kualitas hidup perempuan lebih rendah daripada laki-laki dengan diabetes melitus (DFU). Keluarga diharapkan tetap memotivasi dan mendukung pasien agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan atau kegiatan positif lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapat, Pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus, baik laki-laki maupun perempuan merupakan suatu hal yang perlu kita perhatikan.  Kata Kunci : Ulkus Kakik Diabetes Mellitus, Jenis kelamin, dan Kualitas Hidup  ABSTRACTBackground: Quality of Life (QoL) or Quality of Life of patients with diabetic ulcer diabetes is worse, than patients with Diabetes Mellitus (DM) without foot ulcers in the general population. The purpose of this study was to study the description of Quality of Life (quality of life) in patients with Diabetic Foot Ulcer (DFU) in Bali. Methods: Descriptive design by discussing cross sectional. Sampling techniques were recruited using convenience sampling involving diabetic foot ulcer patients with diabetes mellitus (DFU) with a total sample involving 201 respondents. Performed in the Wangaya Hospital surgical outpatient room and wound care in Bali Indonesia. Data were collected using a Diabetic Foot Ulcer Scale-Short Form (DFS-SF) questionnaire and Independent t-test was used to collect assessments of quality of life between women and men with DFU. Udayana University Ethics Committee.Results: Characteristics of female respondents (n = 103; 51.2%), and male (n = 98; 48.8%). Quality of life mostly has a low quality of life that is poor (<50) [n = 133; 66.2%], and a better quality of life (> 50) [n = 68; 33.8%]. The mean score of quality of life was 42.4±15.5. Conclusion: Male and female patients with diabetes mellitus foot ulcers show a lower quality of life for women than men with diabetes mellitus (DFU). Families are expected to continue to motivate and support patients to participate in religious activities or other positive activities.Keywords: diabetic foot ulcer, gender, and quality of life
PENGARUH DEMONSTRASI HAND WASHING DANCE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH TENTANG MENCUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN 2 PEMECUTAN Ni Komang Mei Kumala Dewi Lestari; IGN Made Kusuma Negara; Nadya Treesna Wulansari
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1891.7 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.210

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Cuci tangan dengan benar sangat penting karena merupakan salah satu cara yang efektif untuk pencegahan penyakit melalui tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh demonstrasi hand washing dance terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan yang benar di SDN  2 Pemecutan.Metode : Penelitian ini menggunakan desain Pre Exsperimental Designs jenis One-Group Pretest-Postest Design. Teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan sebelum diberikan metode hand washing dance adalah kurang 74,3% dan setelah perlakuan adalah baik 88,6%. Analisis menunjukkan ada pengaruh demonstrasi hand washing dance terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan yang benar di SDN  2 Pemecutan (p value < 0,001).Kesimpulan : Pemberian demonstrasi hand washing dance efektif meningkatkan tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang mencuci tangan yang benar. Pihak sekolah agar lebih meningkatkan pemberian informasi kesehatan khususnya tentang cuci tangan yang benar melalui metode pendidikan kesehatan yang beragam agar anak usia sekolah senang dan tidak bosan dalam mengikutinya.Kata Kunci :Tingkat pengetahuan, Cuci tangan, Hand washing danceABSTRACTBackground : Hand washing is very important because it is one for the effective ways for disease prevention through the hand. Purpose of the research was to determine the effect of hand washing dance demonstration on school-aged children knowledge level about proper hand washing at Elementary School 2 Pemecutan. Methods : This study employed a Pre Experimental Designs type of One-Group Pretest-Posttest Design. The sampling technique used total sampling with a total sample of 35 respondents.The data were collected using a questionnaire and analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test statistical test. Results : The result showed that the knowledge of school-age children about washing handsbefore the demonstration of hand washing dance was in poor category (74.3%) and after the treatment was in good category (88.6%). Analysis indicated that there was an effect of hand washing dance demonstrations on the knowledge level of school-aged children about proper hand washing in Elementary School 2 Pemecutan (p-value < 0.001). Conclusion : The demonstration of hand washing dance effectively increases the knowledge level of school-aged children about proper hand washing at Elementary School 2 Pemecutan. Hence, the school is expected to improve the health information provision, especially regarding proper hand washing through various health education methods, therefore, school-aged children are happy and not bored in following it.Keywords: Knowledge Level, Hand Washing, Hand Washing Dance
GAMBARAN LAYANAN ENTERPRENEURSHIP KEBIDANAN PADA PRAKTEK MANDIRI BIDAN (PMB) DI DENPASAR SELATAN Ni Ketut Noriani,S.Si.T., M.Kes; Ni Made Nurtini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.604 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.213

Abstract

ABSTRAKLatar Beakang: Besarnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kebidanan di masyarakat, menuntut adanya inovasi pelayanan kebidanan dari praktek kebidanan itu sendiri. Berbagai bentuk enterpreneurship dari Bidan Praktek Mandiri (BPM) menjadi pilihan bagi para bidan dalam meningkatkan jenis layanan kebidanan pada praktek mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran layanan enterpreneurship kebidanan pada praktek mandiri bidan di Denpasar Selatan.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptip crossectional dengan populasi adalah bidan yang memiliki praktek mandiri, sampel dipilih secara total sampling dengan jumlah sampel sebesar 19 sampel BPM di Kecamatan Denpasar Selatan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel adalah lulusan D3 kebidanan 60% dengan masa kerja 5-10 tahun, 32%. BPM yang melakukan  enterpreneurship sebesar 56% dengan bentuk layanan enterpreneur terbesar adalah yoga ibu hamil 60% dan  baby spa 52%, faktor pengetahuan dan pengalaman menjadi alasan BPM melakukan praktek enterpreneurship. Faktor penghambat seperti biaya pelatihan yang cukup mahal dan jenis pelatihan yang terbatas. Praktek enterpreneurship pada BPM secara langsung dapat menambah pengalaman dan juga penghasilan, hal ini menuntut profesi bidan untuk selalu berinovasi dan peka dengan perkembangan jaman serta harus memaksimalkan peranannya sebagai  promotor dan advokator bagi masyarakat.Kesimpulan: Pengetahuan dan pengalaman praktek sangat berpengaruh terhadap layanan enterpreneurship. Peran serta pemerintah dan organisasi profesi sangat diharapkan dalam penyelenggaraan pelatihan serta pendidikan enterpreneurship pada BPM.Kata Kunci: Enterpreneurship, Bidan, Praktek mandiri  ABSTRACTBackground: The highest of community demands for midwifery services needs the innovation from midwifery services in their private practice. Various of entrepreneurship from BPM as a choice for midwive to improving their services. This study aims to determine the description of midwifery entrepreneurship services in BPM at South Denpasar. Methods: This study used a cross-sectional descriptive design, the poulation is BPM practices and sample was selected by total sampling amount of 19 BPM in South Denpasar. Results: The results showed that most of midwife is graduates of midwifery diploma 60%, with experiance in service 5-10 years (32%). BPM with entrepreneurship service 56% with the highest services is yoga for pregnant 60% and baby spa 52%, knowledge and experience factors are the reasons of BPM doing the entrepreneurship practice, Inhibiting factors such as the training costs and the type of training is limited.The entrepreneurship practices at BPM is related with experience and income. The midwife need to innovate and updates of knowleges and improving their role as a promoter and advocate in community.Conclusion: Knowledge and practical experience are very influential on entrepreneurship services. The participation of the government and professional organizations is highly expected in the organization of training and entrepreneurship education for BPM.Keywords: Enterpreneurship,midwife, private practice
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEINGINAN IBU HAMIL DALAM MEMILIH METODE VAGINAL BIRTH AFTER CAESAREAN (VBAC) Made Diaris; Purwaningtyas Kusumaningsih
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1672.386 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.214

Abstract

ABSTRAK                                       Latar Belakang: ibu yang melahirkan dengan persalinan Sectio Caesarea (SC) terbukti secara bermakna meningkatkan kematian ibu. Risiko banyak terjadi pada persalinan SC yang direncanakan elektif(Villar, 2006). Beberapa tahun terakhir angka kejadian tindakan persalinan melalui SC meningkat melebihi target WHO. Upaya Vaginl Birth After Caesarean (VBAC) masih sedikit peminatnya (ACOG, 2010). Ibu yang takut menjalani proses persalinan secara normal disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah masalah kecemasan dan ketidaktahuan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi apakah pengetahuan ibu hamil berhubungan dengan keinginan ibu untuk memilih metode VBAC.Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan Rancangan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dengan riwayat SC non indikasi mutlak sebanyak 1 kali. Pada penelitian ini instrumen yang akan digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data menggunakan Chi Square.Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan keinginan ibu dalam memilih metode persalinan VBAC dengan nilai p= 0.01.Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan keinginan ibu dalam memilih metode persalinan VBAC sehingga disarankan bagi penyedia layanan kesehatan dapat membantu ibu dan memotivasi ibu dengan memberikan kelas ibu hamil sebelum ibu melalui proses persalinan.Kata kunci: pengetahuan, ibu hamil, VBACABSTRACTBackground: mother who was giving the birth a child with Sectio Caesarea (SC) is proved significant to improve mother’s death. Many risks occur to childbirth SC that has been planned effectively (Villar, 2006). In recent years the case of childbirth through the SC has increased beyond WHO targets. The efforts to Vaginl Birth After Caesarean (VBAC) are still relatively small in demand (ACOG, 2010). Mothers who are afraid to process childbirth normally are caused by many factors, one of which is their anxiety and ignorance. The aim of this study was to determine whether the knowledge of pregnant women is related to the motivation of mothers to choose the VBAC method.Methods: the method used in this research is observational analytic with Cross Sectional Study Design. The sample in this study was mothers with a history of non-absolute indication as much as 1 time. In this study the instrument to be used was a questionnaire sheet. Data analysis is used Chie Square.Results: the results showed that there was a relationship between mother's knowledge and mother's in choosing the VBAC delivery method with p = 0.01.Conclusion: It can be concluded that knowledge is related to the motivation of mothers by selected the VBAC childbirth method so that it is recommended for health care providers to help mothers and motivate mothers by giving grades of pregnant women before mothers to process through childbirth.Keywords: knowledge, pregnant women, VBAC
PENGALAMAN IBU MUDA TERHADAP KELAHIRAN ANAK PERTAMA DI KELURAHAN KALIABANG TENGAH BEKASI UTARA 2017 Regina Vidya Trias Novita; Anastasya Victoria Kamasi; Lina Dewi Anggrareni
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.091 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.215

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: kurangnya pengetahuan dan informasi menjadi salah satu hambatan yang dialami oleh remaja terhadap kesehatan reproduksi remaja. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi perubahan yang terjadi seperti dorongan seks mulai meningkat dan sulit dikendalikan. Penelitian bertujuan untuk mengeksplor pengalaman kelahiran anak pertama pada ibu muda dengan usia remaja.Metode: metode pada penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Informan terdiri dari tujuh orang ibu dengan usia remaja saat pertama kali melahirkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner semi terstruktur dengan teknik wawancara mendalam dan menggunakan teknik Colaizzi untuk analisa data.Hasil: hasil dari penelitian ini terdapat empat tema, yaitu emosi yang dialami ibu muda saat melahirkan, kendala yang dihadapi, upaya mengatasi kendala, konsekuensi menjadi ibu baru, dan dukungan pada ibu muda. Kendala yang utama dirasakan adalah merawat bayinya ketika sakit dan ketidakmampuan menyusui. Pengetahuan dan dukungan sangat kurang dan ibu muda berusaha mengatasi kendala tersebut dengan meminta bantuan orang yang berpengalaman. Kesimpulan: penting artinya pendampingan dari tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk melakukan kunjungan rumah sehingga kendala yang dihadapi mendapatkan solusi yang tepat. Ibu remaja diberikan konseling, informasi, dan edukasi saat kehamilan agar dapat mempersiapkan diri guna menjalankan perannya sebagai ibu baru.Kata kunci: pengalaman, ibu muda, remaja, kehamilan, pertama kali melahirkan ABSTRACTBackground: lack of knowledge and information becomes one of the obstacles experienced by adolescents about adolescent reproductive health. Unpreparedness adolescents to face the changes that occur as sex drive begins to Increase and difficult. This study aimed to explore the experiences of the birth of the first child in adolescent mothers. Methods: this research used a qualitative method with snowball sampling. In this research, the researcher had a role as an instrument. The informants of this research involved seven mothers with teenage age at the first time of giving birth. Data collection was collected by open questioners semi-structured, using in-depth interviews with the Colaizzi technique for the data analysis. Results: results of this study were findings that have four themes, such as the emotions experienced at the first time giving birth, obstacles in caring for babies, the effort was made to cope the obstacles faced by young mothers, the consequences of being a new mother, and support in young mothers. Conclusions: the main obstacle felt was caring for her baby when sick and the inability to breastfeed. Knowledge and support were very lack and young mothers try to overcome these obstacles by asking for the helped of experienced people. Assistance from health workers such as PUSKESMAS and Posyandu cadres must conduct home visits so that the obstacles they encounter are getting the right solution. ConYoung mothers are given counseling, information, and education during pregnancy so they can prepare themselves to carry out their roles as new mothers.Keywords: experiences, young mothers, adolescents, pregnancy, birth of the first child
PENGALAMAN PENDERITA SKIZOFRENIA DALAM MELAKSANAKAN PEMBERDAYAAN BERBASIS SPIRITUAL DI RUMAH SINGGAH I Gusti Ayu Rai Rahayuni
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.148 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.216

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Rumah singgah merupakan pusat pemberdayaan Orang Dengan Skizofrenia (ODS) di masyarakat. Rumah Singgah Rai-Manggis Kelurahan Pedungan Denpasar Selatan memfasilitasi ODS melaksanakan kegiatan berbasis spiritual yaitu memotong kembang rampe dan membuat canang sebagai pelengkap upacara agama hindu.Metode: Studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam Pengalaman ODS dalam Melaksanakan Pemberdayaan, meliputi gambaran riwayat hidup, perasaan, pengalaman, masalah-masalah yang dihadapi dan harapan. Indeepth Interview dilakukan kepada 11 informan yang meliputi 5 ODS sebagai Informan utama dan 6 Informan Pendukung yaitu 3 keluarga, 2 orang petugas kesehatan dan 1 orang kader kesehatan jiwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling pada bulan Mei-Juni 2019.Hasil: Hasil penelitian secara umum menyatakan ODS kadang masih memandang dirinya negatif mengingat beberapa kali rawat inap di rumah sakit jiwa (RSJ) dengan kondisi kekambuhan yang dideritanya sejak 5 sampai puluhan tahun. Meraka merasa senang bahwa kegiatan dirumah singgah sangat bagus, bermanfaat dan positif, selain bisa bersosialisasi dengan sesama juga dapat melatih kemampuan yang dimiliki dengan kegiatan produktif sehingga harga diri bisa meningkat secara bertahap.Kesimpulan: Pengalaman mereka dalam Melaksanakan Pemberdayaan sangat berharga sehingga berharap adanya pengembangan kelompok usaha secara berkesinambungan, pengaturan manajemen dengan baik sehingga usaha dapat menghasilkan income serta mengurangi kekambuhan. Kendala yang informan rasakan terkait modal karena yang disediakan berupa alat juga memerlukan bahan baku untuk operasionalnya untuk menghasilkan produksi yang banyak selain itu juga masalah antar jemput ke lokasi rumah singgah.Kata Kunci: Rumah Singgah, Pemberdayaan, SkizofreniaABSTRACTBackground: The Halfway house is a place for empowered people with schizphrenia ( ODS )  in the community. Rumah Singgah Rai-Manggis, Kelurahan Pedungan in South of Denpasar, provide the facilitation for ODS to implemented spiritual-based activities, there are cutting Rampe flowers and making Canang for Hindu religious ceremonies.Methods: This qualitative study with a phenomenological approach aims to find out in depth the ODS's Experience in Implemented Empowerment that include a description of  ODS’s life history, feelings, experiences, problems encountered and expectations. Indeepth Interview was conducted on 11 informants that include 5 ODS as main informants and 6 Supported Informants that include 3 families, 2 health workers and 1 mental health voluntier who were selected by using purposive sampling techniques during May-June 2019.  Results: The results of the study generally stated the Main Informants sometimes they feeling negative about themself because have experiences a long time was hospitalized in a mental hospital with conditions of reccurence which suffered from 5 to more than 10 years ago. They feel happy that the activities at Halfway house was very good, useful and positive, in addition they able to socialize with others and also can train their abilities with productive activities so that the self-esteem can gradually increase.Conclusion: Their experience in implemented empowerment is valuable. They hope that volunteer provided sustainable business group development, good management arrangements so that the businesses can generate income and also reduce recurrence. The problem that the informant feels is related to the money because in that place only provided the form of tools also requires raw materials for its operations to produce more products. Besides that, the problem of transportation to go to the location of the Halfway house.Keywords: Halfway house, Empowerment, schizophrenia

Page 11 of 24 | Total Record : 235