cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 235 Documents
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PREBIOTIK TERHADAP DURASI DIARE PADA ANAK PRA SEKOLAH DI RUANG DURIAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KLUNGKUNG A.A. Ngurah Nara Kusuma; Ni Ketut Sri Wahyuni
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.804 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.244

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of death in children in the world, as well as in Indonesia. To reduce mortality due to diarrhea, it needs fast and appropriate management. Probiotics have been widely used in cases of acute diarrhea in children but have not been recommended at the Klungkung Regional General Hospital. This study aims to determine the effectiveness of prebiotic administration on the duration of diarrhea in pre-school children.This type of quantitative observational research uses a comparative study design. This study involved 40 respondents who were selected based on inclusion and exclusion criteria with purposive sampling technique.The results showed that the duration of diarrhea in pre-school children given prebiotics averaged 23.74 or 24 hours 14 minutes, while the duration of diarrhea in pre-school children given standard therapy was on average 47 hours 49 minutes. The results of the Independent T Test obtained p value = 0.001 <0.05, which means that prebiotic administration is more effective than giving standard therapy to the duration of diarrhea in pre-treated children. Suggested to the Hospital so that prebiotics can be used as standard therapy for pediatric patients who suffer from diarrhea. Keywords: Prebiotics, Duration of Diarrhea, Pre-school Children 
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI SMPN 11 DENPASAR Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Nurtini; Ni Putu Riza Kurnia I
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2105.023 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.245

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi. Hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi (WHO, 2011; 2016). SMPN 11 Denpasar merupakan salah satu SMPN di kota Denpasar yang terpapar oleh “Gerakan Jum’at dengan Pil Pintar, Sehat dan Cantik (Gemar Tersyantik)”. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMPN 11 Denpasar.Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel: siswi SMPN 11 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel simple ramdom sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil : Sebagian besar siswi memiliki pengetahuan yang baik(88/51,46%) karena sudah melakukan penginderaan melalui membaca atau mendengarkan informasi tentang konsumsi tablet tambah darah yang dapat diakses dari berbagai media. Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Sebagian besar siswi memiliki sikap positif (93/54,39%) tentang konsumsi tablet tambah darah yang merupakan respon tertutup dari penginderaan yang telah dilakukan tentang konsumsi tablet tambah darah, yaitu berupa penyuluhan atau informasi dari media massa. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus (Notoatmodjo, 2010). Sebagian besar siswi memiliki perilaku yang baik (88/51,46%).karena adanya stimulus yang baik tentang konsumsi tablet tambah darah seperti adanya akses informasi melalui media massa atau penyuluhan.Skiner dalam Notoadmodjo (2010) menyatakan perilaku merupakan reaksi seseorang terhadap stimulus. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Tablet Tambah Darah ABSTRACTBackground : Adolescent girls at puberty are very at risk of developing iron deficiency anemia. This is due to the large amount of iron lost during menstruation (WHO, 2011; 2016). SMPN 11 Denpasar is one of the middle school in Denpasar which is exposed to the "Friday Smart pills, Healthy and Beauty (Gemar Tersyantik)". This study aims to describe the knowledge, attitudes and behavior of consuming blood-supplemented tablets in SMPN 11 Denpasar students.Method : This study is a descriptive study. Sample: SMPN 11 Denpasar students who meet the inclusion criteria. The sample size was 171 people with simple random sampling technique. The data collect by questionnaire.Results : Most of the students have good knowledge (88 / 51.46%) because they have sensed them through reading or listening to information about the consumption of blood-added tablets which can be accessed from various media. According to Notoatmodjo (2010),  knowledge is the result of a person's sensing of an object through his senses. Most of the students had a positive attitude (93 / 54.39%) about the consumption of blood supplemented tablets which was a closed response from the sensing that had been done about the consumption of blood supplemented tablets, namely in the form of counseling or information from the mass media.Attitude is a reaction or response that is still closed from a person to a stimulus (Notoatmodjo, 2010). Most of the students had good  attitudes (88 / 51.46%) due to a good stimulus regarding the consumption of blood-added tablets, such as access to information through mass media or counseling. Skiner in Notoadmodjo (2010) states that behavior is a person's reaction to a stimulus. Keywords : Knowledge, Attitude, Behavior, Blood Tablets
STUDI DESKRIPTIF FAKTOR HAMBATAN REMAJA DALAM MELAKUKAN VAKSINASI HUMAN PAPILLOMVIRUS (HPV) DI SMA NEGERI 1 KEDIRI Ni Made Purwahyuni; Made Rismawan; Nadya Treesna Wulansari
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.63 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.246

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penghambat remaja untuk melakukan vaksinasi human papilloma virus (HPV) di SMA Negeri 1 Kediri. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross–sectional dan dilakukan tanggal 28 Februari – 28 Maret 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X SMA Negeri 1 Kediri dengan jumlah sampel sebanyak 125 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah self-completed questionnaire dan alat pengumpulan data adalah kuesioner. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariate dalam frekuensi dan persentase.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebanyak 45,6% responden memiliki hambatan biaya kesehatan yang tinggi untuk melakukan vaksinasi HPV, sementara itu fasilitas dan informasi kesehatan menjadi hambatan yang sedang untuk melakukan vaksinasi HPV (66,4% dan 60,8%).Kesimpulan : Responden memiliki hambatan yang tinggi terhadap biaya yang diperlukan untuk melakukan vaksinasi HPV karena harga vaksin yang cukup mahal. Diharapkan pemerintah melalui puskesmas dapat memberikan vaksinasi gratis terhadap remaja putri sebagai upaya pencegahan kanker servik sejak dini Kata kunci: Faktor Penghambat, Remaja, Vaksinasi HVP
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S; Made Rismawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1688.891 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.247

Abstract

Pendahuluan : Orang tua tentu mengharapkan memiliki anak yang sehat dan dapat berkembang dengan baik. Akan tetapi terkadang tidak semua anak dapat lahir dengan kondisi sehat. Kelahiran seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya dapat menjadi beban bagi keluarga itu sendiri sehingga dapat mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak itu sendiri. Permasalahannya adalah kebanyakan penelitian yang dilakukan terkait factor yang mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus masih terfokus pada salah satu factor dan belum menjelaskan factor dominannya. Metodologi : Metode yang digunakan pada penelitian adalah korelasi analitik. Responden pada penelitian ini adalah orang tua anak berkebutuhan khusus di 3 SLB wilayah Propinsi Bali dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Variable diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan Spearman Rho.Hasil : Hasil analisa hubungan didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan penerimaan orang tua terhadap anak retardasi mental dengan nilai signifikan P= 0,000, nilai r = 0,612 dan arah korelasi kedua variabel bersifat positif (+).Diskusi :  Kurangnya pengetahuan dan informasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada penerimaan anak retardasi mental dimana tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih  mudah mencari informasi dan memahami masalah yang dialami oleh anak dan mencari penyembuhan. Penerimaan orang tua adalah perasaan atau perilaku orang tua yang dapat menerima keberadaan anaknya tanpa syarat seperti rasa sayang, kelekatan, kepedulian, dukungan dan pengasuhan. faktor penyebab keluarga tidak menerima anak mereka disebabkan karena keluarga tidak memiliki informasi, pengetahuan dan kesiapan dalam menerima anak mereka. Hal ini yang menyebabkan saat anak mereka lahir dan mengalami tumbuh kembang yang tidak normal, keluarga menganggap mereka adalah anak yang merepotkan dan aib dalam keluarga. Selain itu sikap tidak menerima kehadiran anak dengan retardasi mental juga dipengaruhi oleh penolakan dari lingkungan sosial yang beranggapan bahwa mereka adalah hambatan dalam masyarakat
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEMBALINYA MENSTRUASI PADA IBU MENYUSUI Idah Ayu Wulandari, S.SiT., M.Keb.; Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.491 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.248

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dapat digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi yang disebut dengan amenohrea laktasi. Ibu yang memberikan ASI secara eksklusif umumnya mengalavsmi penundaan waktu kembalinya menstruasi dibandingkan dengan yang tidABSTRAKLatar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dapat digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi yang disebut dengan amenohrea laktasi. Ibu yang memberikan ASI secara eksklusif umumnya mengalami penundaan waktu kembalinya menstruasi dibandingkan dengan yang tidak memberikan ASI Eksklusif.  Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif waktu kembalinya menstruasi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Metodologi: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah adalah ibu menyusui yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri (PMB) yang mempunyai bayi umur 6-1 tahun yang berada di bawah wilayah kerja Puskemas II Denpasar Barat dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil: Terdapat hubungan yang sangat signifikan anatara pemberian ASI Ekslusif dengan kembalinya mentruasi pada ibu (P<0,001), dengan kekuatan hubungan yang kuat (r=656) dan arah korelasi yang negatif. Simpulan: PMB selaku tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan dalam pemberian informasi mengenai ASI Eksklusi beserta kiat-kiat ibu dalam memperbanyak produksi ASI dan cara penyimpanan ASI serta masyarakat khususnya keluarga dari ibu yang sedang menyusui dapat memberikan support kepada ibu menyusui agar mampu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Kembalinya Menstruasi  ABSTRACTBackground: Exclusive breastfeeding can be used as a contraceptive method. Mothers who give exclusive breastfeeding usually had delay to get menstruation compared to those who do not provide exclusive breastfeeding. The aims: To determine the effect of exclusive breastfeeding on the return of menstruation to breastfeeding mothers in the Denpasar Barat II PHC. Methodology: This was an observational study with a cross sectional design. The sample was breastfeeding mothers who examined at the Independent Practice Midwife (PMB) under the working Denpasar Barat II PHC who had babies aged 6-1 years by using consecutive sampling technique. Results: There was a very significant relationship between exclusive breastfeeding and the return of menstruation to the mother (P <0.001), with a strong relationship strength (r = 656) and a negative correlation. Conclusion: PMB as a health worker is expected to further improve the provision of information about exclusive breastfeeding along with tips for mothers to increase milk production and how to store breast milk; and for the community especially for families of breastfeeding mothers can provide support for breastfeeding mothers to be able to provide exclusive breastfeeding to their babies.Key Word: Exclusive Breastfeeding, Return of Menstruationak memberikan ASI Eksklusif.  Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif waktu kembalinya menstruasi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Metodologi: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah adalah ibu menyusui yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri (PMB) yang mempunyai bayi umur 6-1 tahun yang berada di bawah wilayah kerja Puskemas II Denpasar Barat dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil: Terdapat hubungan yang sangat signifikan anatara pemberian ASI Ekslusif dengan kembalinya mentruasi pada ibu (P<0,001), dengan kekuatan hubungan yang kuat (r=656) dan arah korelasi yang negatif. Simpulan: PMB selaku tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan dalam pemberian informasi mengenai ASI Eksklusi beserta kiat-kiat ibu dalam memperbanyak produksi ASI dan cara penyimpanan ASI serta masyarakat khususnya keluarga dari ibu yang sedang menyusui dapat memberikan support kepada ibu menyusui agar mampu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. 
DAMPAK PEMBELAJARAN DARING TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA SEMESTER AWAL Putri Ayu Fitria; Desma Yuliadi Saputra
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2498.646 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.250

Abstract

Pandemi global yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) karena kemunculan penyakit baru yaitu Covid-19 membuat banyak perubahan besar di dunia, salah satunya yaitu pembelajaran yang sekarang dilakukan secara daring. Tujuan ini bertujuan untuk mengetahui dampak apa saja yang dirasakan oleh mahasiswa semester awal dan bagaimana hubungannya dengan kesehatan mental. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuesioner dengan melibatkan 110 responden yang merupakan mahasiswa semester awal dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan selama 6 hari, dimulai dari tanggal 21 sampai dengan 26 November 2020. Hasil penelitian menunjukkan 58 mahasiswa semester awal merasakan dampak negatif (52,7%) dan 52 mahasiswa yang merasakan dampak positif (47,3%). Selanjutnya dari 110 responden, 94 mahasiswa di antaranya mengalami stres (85,5%) dengan berbagai macam tingkatan (stres ringan, stres sedang, dan stres berat) dan 16 mahasiswa di antaranya tidak mengalami stres (14,5%).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIV/AIDS DENGAN STIGMA TERHADAP ODHA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR SELATAN Jeanne Valentina Natassa Bely Natassa Bely; Anak Agung Ayu yuliati Darmini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1691.991 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.251

Abstract

ABSTRACTBackground: HIV/AIDS is one of an infected disease. Until now days, there is not find an effective medicine or treatment to cure this diseases. The last six years, this disease shows an incretion rapidly either in the world or Indonesia. Often in the community people with HIV/AIDS has an alienated stigma. Purpose: To determine correlation  level of public knowledge about HIV / AIDS stigma to the people with HIV / AIDSMethod: The study design was descriftive correlational survey with crossectionamethod. Sample of the study was  100 respondents was taken by simple random sampling technique, Data was collected by a questionnaire and analyze by Spearman Rho statistical test with SPSS version 20. Result: The study Findings shows; 79% respondances classified into good categoriey, 85% classified into sufficient category poor. There is a significan correlation with negative direction between knowledge with stigma with the correlation value p= 0,000 (r = -0,543). Conclussion: Communit y Knowledge level has a closed correlation with stigma. More higer community knowledge level they will perform a low stigma. The community hope to find more information about HIV/AIDS in other to decriese stigma to the people with HIV/AIDS. Keywords: Knowledge, Public, HIV/AIDS, Stigma, ODHA.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN INTERNET DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA SISWA SMK BINTANG PERSADA Nita Sri Wahyuni; Ni Luh Putu Dina Susanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.562 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.304

Abstract

Latar Belakang : tidur merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia terutama di usia produktif, sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta produktivitas dalam bekerja dan konsentrasi dalam belajar.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan internet dengan gangguan pola tidur pada siswa SMK Binta PersadaMetode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 84 orang orang siswa SMK Bintang Persada. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Program SPSS for Windows 17,0 version.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan internet memiliki hubungan yang bermakna terhadap gangguan pola tidur dengan nilai p<0.001Kesimpulan : penggunaan internet memiliki hubungan yang significant terhadap gangguan pola tidurKata Kunci : internet, pola tidur
GAMBARAN STRES SISWA SMA MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH DARI RUMAH SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN I MENGWI Ni Luh Putu Dina Susanti; Ni Nyoman Nuartini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1718.868 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.305

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Fenomena yang sedang terjadi di kalangan Siswa SMA adalah adanya kecemasan karena akan mengikuti ujian sekolah dari rumah yang sangat menentukan bisa tidaknya seorang siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena adanya pandemi Covid-19. Keadaan yang berlarut-larut tanpa kepastian dan penanganan yang baik  dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan umum, kesehatan reproduksi bahkan gannguan kejiwaan Metode :Rancangan penelitian ini adalah penelitian qualitative. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam terhadap partisipan terkait yang berjumlah 13 orang dan data dianalisis secara tematik  yang disajikan dalam bentuk narasi.    Hasil dan Pembahasan: Secara umum partisipan pada penelitian ini memiliki persepsi bahwa ujian sekolah dari rumah merupakan langkah yang tepat dilakukan pada masa pandemic Covid-19 ini. Masih ditemukan permasalahan yang menimbulkan stress pada siswa khususnya dampak pada kesehatan reproduksi yang dialami oleh siswa laki-laki adalah penurunan stamina dan pada siswa perempuan adanya gangguan pada menstruasi.Simpulan dan Saran : Siswa SMA mengalami stress menghadapi ujian sekolah yang berdampak pada kesehatan umum dan kesehatan reproduksi. Pihak orangtua/wali siswa dan pihak sekolah sudah berusaha memfasilitasi dan berharap adanya akses internet gratis dari pemerintah dan pandemic ini akan segera berakhir. 
SELF CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN PENYULIT ULKUS KAKI DIABETIK Sri Dewi Megayanti; Ns. Putu Inge Suantika, S.Kep.,M.Kep
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2151.696 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.306

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes self-care merupakan perilaku perawatan diri pasien diabetes yang meliputi pengaturan diet, penggunaan insulin, olahraga dan perawatan kaki. Diabetes self-care memiliki efek langsung pada kontrol glikemik dalam terjadinya ulkus kaki diabetic. Skor PEDIS merupakan form pemeriksaan yang digunakan perawat dalam menilai keparahan ulkus kaki. Keterbatasan intervensi ulkus kaki yang diberikan oleh perawat saat ini disebabkan oleh terbatasnya data tentang self-care pada pasien diabetes. Tujuan penelitian mengetahui self-care pasien diabetes dengan komplikasi ulkus kaki menggunakan metode pengukuran skor PEDIS yang teridiri dari pemeriksaan perfusi, luas luka, kedalaman luka, keberadaan infeksi dan sensasi kaki.Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dimana penentuan responden menggunakan teknik Convenience sampling dengan jumlah sampel adalah 125, analisa data yang digunakan dengan metode  deskriptif.Hasil: Pada penelitian ini 53,8 % reponden memiliki diabetes self-care yang adekuat dan rata- rata responden memiliki Skor PEDIS 2,08.Kesimpulan: dalam penelitian ini sebagian besar responden memiliki diabetes self-care yang tidak adekuat.  Nilai Diabetes self-care dapat digunakan oleh perawat untuk mengetahui tingkat kualitas perawatan diri pasien selama ini sehingga memudahkan dalam menentukan intervensi yang tepat untuk mencegah terajadinya perburukan ulkus kaki. Kata kunci: diabetes mellitus tipe 2, diabetes self-care, dan ulkus kaki diabetik. ABSTRACTBackground: Diabetes self-care is a diabetes patient self-care behavior that includes diet management, insulin use, exercise and foot care. Diabetes self-care has a direct effect on glycemic control in the occurrence of diabetic foot ulcers. The PEDIS score is an examination form that nurses use in assessing the severity of foot ulcers. The limitations of the foot ulcer intervention given by nurses at this time are due to limited data on self-care in diabetic patients. The aim of this study was to determine the self-care of diabetic patients with complications of foot ulcers using the PEDIS score measurement method which consists of examination of perfusion, wound area, wound depth, presence of infection and foot sensation.Methods: This research is a quantitative study, where the determination of the respondents using the convenience sampling technique with a sample size of 125, the data analysis used is the descriptive method.Results: In this study 53.8% of respondents had adequate diabetes self-care and the mean of respondents had a PEDIS score of 2.08. Conclusion: in this study most of the respondents had inadequate self-care diabetes. The value of diabetes self-care can be used by nurses to determine the level of quality of patient self-care so far, making it easier to determine the right intervention to prevent worsening of foot ulcers. Keywords: type 2 diabetes mellitus, diabetes self-care, and diabetic foot ulcers.