cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 235 Documents
ANALISIS TULISAN MAHASISWA DALAM MELAPORKAN MASALAH KESEHATAN OLEH MAHASISWA KEPERAWATAN ITEKES BALI Galang Surya Pradnyana
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1923.905 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.217

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Masalah dalam menggunakan tata bahasa tidak dapat ditemukan hanya dalam bahasa lisan tetapi juga dalam bentuk tertulis serta kesulitan mahasiswa juga didasari dengan basic mereka yang tidak dari program studi bahasa inggris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tulisan masiswa dalam melaporkan masalah kesehatan oleh mahasiswa keperawatan ITEKES Bali.Metode: Penelitian ini menggunakan desain ex post facto, laporan tentang masalah kesehatan yang dialami pasien adalah instrumen penelitian dari penelitian ini, Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dan dianalisis menggunakan metode analisis kesalahan dari model Conder.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian kesalahan yang dibuat oleh sampel kesalahan kata kerja kelompok yaitu 74 (51,04 %), 59 (40,68%) kesalahan penghubungan subjek – kata kerja, serta 12 (8,28%) kesalahan dalam penggunaan kata ganti.Kesimpulan: kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kesalahan yang dibuat oleh sampel dominan dalam kata kerja kelompok. Peneliti berharap hasil pemelitian ini dapat digunakan sebagai umpan balik untuk memutuskan teknik maju dalam mengajar tata bahasa untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa.Kata Kunci: kesalahan analisis, pelaporan masalah kesehatanABSTRACTBackground: Problems in using grammar cannot be found only in spoken language but also in written form. And the difficulties of students are also based on their basic not from English study programs. This study aims to analyze student writing in reporting health problems by ITEKES Bali nursing students.Methods: This study employed an ex post facto design. Reporting on health problems experienced by patients were the research instruments of this study. This study employed a saturated sampling technique and was analyzed by using the error analysis method of the Conder model.Results: Based on the results of research on errors made by a sample of group verb errors was 74 (51.04%), 59 (40.68%) errors connecting subject-verbs, and 12 (8.28%) errors in using pronouns.Conclusion: The conclusion from the results of this study is an error made by a dominant sample in group verbs. Researchers hope that the results of this research can be used as feedback to decide on advanced techniques in teaching grammar to improve students' abilities.Keywords: error analysis, reporting health problem
POSISI DUDUK DALAM PELUKAN ORANG TUA SELAMA INSERSI INTRAVENA: APLIKASI COMFORT FOOD FOR THE SOUL Ni made Sri Rahyanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.091 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.226

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Posisi duduk dalam pelukan orang tua selama prosedur insersi kateter intravena merupakan intervensi kenyamanan dari teori keperawatan Kolcaba. Proyek inovasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan rasa nyaman pada anak selama prosedur insersi kateter intravena melalui intervensi posisi duduk dalam pelukan orang tua untuk mengurangi nyeri anak.Metode: Metode yang digunakan adalah metode PICO (Patient, Intervention, Comparison, Outcome) dan melibatkan 18 responden anak usia 1-4 tahun yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Proyek inovasi ini dilaksanakan selama 3 bulan.Hasil: Analisa uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nyeri posisi duduk dalam pelukan orang tua dengan posisi telentang (p=0,016; α=0,05).Kesimpulan: Posisi duduk dalam pelukan orang tua dapat mengurangi skor nyeri anak selama prosedur insersi kateter intravena serta posisi ini mudah dan sederhana untuk dilakukan.    Kata Kunci: comfort, insersi, pelukan, posisi dudukABSTRACTBackground: Sitting position in parent's hold during insertion intravenous catheter is a comfort intervention from Kolcaba’s theory of nursing. This innovation project aimed to describe application of comfort intervention during insertion intravenous catheter through sitting position in parent's hold to reduce children pain. Methods: The innovation project used PICO method (Patient, Intervention, Comparison, and Outcome) involving 18 respondents, aged 1–4 years, who were included in the intervention and control group. This innovation project has been applied in 3 month. Results: The result of a Mann-Whitney U test analysis showed a significant difference in the pain score between the intervention and control groups (p= 0,016; α =0,05). Conclusion: Sitting position in parent's hold can reduce children pain during insertion intravenous catheter. This intervention is easy and simple to do.Keyword : comfort, insertion, holding, sitting position
AKUPUNKTUR TERAPI UNTUK MENURUNKAN LEVEL ANSIETAS PADA WANITA DENGAN WEIGHT LOSS RELATED AMENORRHEA: A PILOT STUDY Ida Ayu Suptika Strisanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1692.529 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.227

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Weight loss related amenorrhea merupakan suatu kondisi amenorea yang disebabkan oleh disfungsi hypothalamus atau disebut juga dengan Functional Hypothalamic Amenorrhea (FHA). Ketika seorang wanita mengalami amenorea dalam jangka waktu yang relatif lama, tentunya kondisi ini akan mempengaruhi psikologis wanita tersebut. Oleh sebab itu, mengkaji kondisi psikis dari wanita yang menderita weight loss related amenorrhea dan membantu menurunkan level ansietasnya juga sangat di perlukan. Pilot study ini dilakukan untuk mengetahui efek dari akupunktur terapi untuk menurunkan level ansietas pada wanita dengan weight loss related amenorrhea.Metode: Sebanyak 15 orang wanita dengan diagnose weight loss related amenorrhea bersedia menjadi partisipan dalam pilot study ini. Seluruh partisipan mendapatkan 20 kali terapi yang dilakukan di Shanghai Research Institute of Acupuncture and Meridian, Shanghai-China. Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) questionnaire digunakan dalam pilot study ini sebagai alat ukur terhadap level ansietas partisipan. Data yang didapatkan dalam study ini, dianalisa menggunakan paired-sample t-test dengan level signifikansi p≤0.05.Hasil: Terdapat penurunan yang signifikan pada hasil SAS partisipan dalam study ini. Sebelum terapi dilakukan, diperoleh hasil SAS sebesar 46.60±8.58 yang mengindikasikan ansietas sedang. Setelah menjalani 20 kali treatment, hasil SAS mengalami penurunan menjadi 41.80±3.07 (p<0.05), yang menunjukan ansietas dalam rentang normal.Kesimpulan: Hasil ini mengindikasikan bahwa akupunktur dapat dijadikan sebagai salah satu metode pengobatan untuk menurunkan level ansietas yang disebabkan oleh weight loss related amenorrhea.Kata kunci: Akupunktur, SAS, ansietas, weight loss related amenorrheaABSTRACTBackground: Weight loss related amenorrhea is a condition caused by dysfunction of the hypothalamic pituitary ovarian axis due to significant weight loss. Amenorrhea that caused by dysfunction of hypothalamic also known as Functional Hypothalamic Amenorrhea (FHA). When this amenorrhea last for long duration of time, it might involve our psychologist condition. This pilot study was conducted to investigate the effect of acupuncture to reduce anxiety level among women with weight loss related amenorrhea. Methods: Fifteen participants were enrolled in this pilot study. The participants received 20 sessions of acupuncture treatment and all of the treatment sessions was conducted in Shanghai Research Institute of Acupuncture and Meridian, Shanghai-China. Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) questionnaire was used as a measurement tool to measure the anxiety level among participants. Paired-sample t-test was performed to analyze the data result, with significant p value ≤0.05. Results: Significant changes was found in mean score of SAS before and after treatment. It approximately 46.60 ± 8.58 before treatment and it decrease to 41.80 ± 3.07 after treatment (p<0.05). Conclusion: The result of this pilot study suggest that acupuncture is effective and it can be used as treatment method to reduce anxiety level among participants with weight loss related amenorrhea.Keywords: Acupuncture, SAS, anxiety, weight loss related amenorrhea
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI noverita irmayati; Agung Waluyo
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.403 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.229

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest design pada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis. Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients. Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to function and participate in enjoyable activities. In several evidences show that Yoga effective in managing fatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods : This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest design involving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga  ABSTRAKLatar Belakang :Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest designpada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis.Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients.Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to functionand participate in enjoyable activities.In several evidences show that Yoga effective in managingfatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods :This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest designinvolving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT DENGAN KEPATUHAN PENDERITA MENGKONSUMSI OBAT ANTI TUBERCULOSIS DI DENPASAR SELATAN PUTU AYU INTAN PERMATASARI
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1737.964 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.230

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kepatuhan minum obat masih menjadi masalah pada pasien Tuberculosis  (TB) meskipun  sudah ditetapkan pengawas  menelan obat (PMO) untuk mensukseskan pengobatan dan mencegah penularan TB dimasyarakat. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini  adalah analytic correlation dengan pendekatan cross sectional research. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan jumlah sampel 99  responden. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Spearman Rho. Hasil : terdapat hubungan yang significan dengan korelasi kuat antara peran PMO dengan kepatuhan penderita mengkonsumsi obat TB (p-value 0,001 < α = 0,05, rs = 0,44). Kesimpulan : Semakin baik peran pengawas menelan obat maka semakin baik kepatuhan minum obat pasien tuberculosis TB. Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat memberikan  pengawasan secara berkala terhadap pasien dan pengawas menelan obat agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.Kata Kunci : Peran, PMO, Kepatuhan minum obat, Tuberculosis.ABSTRACT Background: Adherence to TB treatment still as a problem for patients even the family member was taken role to observed taking medication directly. Methods: The study employed analytic correlation with a cross sectional approach. There were 99 respondents recruited as the sample by using a total sampling technique. The data were collected using questionnaire and analyzed used Spearman Rho's Correlation. Results: The finding indicated that there was a positive and strong statistically significant correlation between the role of the medication supervisors and medication compliance of TB patients in the Public Health Center South Denpasar with (p-value of 0.001 <α 0.05; r = 0.441).Conclusion: The better the role of supervisor, the better the medication compliance of tuberculosis patients. It is expected that in future studies can provide regular supervision of patients to get maximum results.Keywords: Role, Medication supervisor, Medication compliance, Tuberculosis
EFEKTIFITAS MANDI CHLORHEXIDINE GLUCONATE TERHADAP PENURUNAN ANGKA KEJADIAN HAIs: LITERATURE REVIEW Tia Atnawanty; Sri Yona; Riri Maria
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2630.072 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.234

Abstract

INTISARI : Latar Belakang: Insiden Health-care Associated Infections (HAIs) atau infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan di dunia semakin meningkat sehingga menyebabkan morbiditas, mortalitas, dan biaya tinggi bagi rumah sakit. Klorheksidin glukonat sebagai antiseptik dengan aktivitas antimikroba spektrum luas telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian sebagaiABSTRAKLatar belakang: Penyakit infeksi di fasilitas kesehatan atau disebut juga Healthcare Associated Infections (HAIs) menjadi masalah besar yang masuk ke rumah sakit karena dapat meningkatkan angka morbiditas (kesakitan), angka mortalitas (kematian) dan menambah biaya perawatan yang besar bagi rumah sakit. Chlorhexidine gluconate sebagai antiseptik dengan aktivitas antimikroba spektrum luas merupakan komponen penting dalam pencegahan infeksi. Rutinitas mandi harian di perawatan kritis dan intensif dan mandi sebelum operasi dengan sabun Chlorhexidine gluconatetelah menurunkan infeksi aliran darah, infeksi daerah operasi dan akuisi organisme patogen berbahaya dan resisten yang terdapat di rumah sakit. Namun karena belum konsistennya hasil penelitian terkait hal ini, akibatnya mandi Chlorhexidine belum dilakukan secara universal sebagai prosedur tetap dan masih menyisakan sampai sekarang. Kajian literatur ini bertujuan untuk menilai efektifitas mandi Chlorhexidine gluconate terhadap penurunan kejadian infeksi yang berkaitan dengan kesehatan dan mikroorganisme penyebabnya.Metode: Penulis melakukan pencarian literatur dengan mengumpulkan beberapa artikel terindeks yang berhubungan dengan topik yang diangkat menggunakan database seperti Clinical key, Elsevier, ProQuest , dan ScienceDirect dengan kata kunci chlorhexidine gluconate, chlorhexidine bathing, health care related infeksi .Hasil: Dari 3871 artikel umum, dilakukan penyaringan menjadi 269 artikel yang terkait, dikumpulkan sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan topik dan 8 artikel yang sesuai kriteria sebagai bahan kajian literatur.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa mandi dengan Chlorhexidine gluconate secara rutin penerapan “ bundles ” pencegahan dapat menurunkan prevalensi mikroorganisme berbahaya termasuk kuman patogen yang resisten terhadap antimikroba, namun efektifitas biaya, integritas kulit dan resistensi tetap harus. Kata kunci: chlorhexidine gluconate, mandi chlorhexidine, infeksi terkait perawatan kesehatan ABSTRAKLatar Belakang: Infectious diseases in health facilities also known as Healthcare Associated Infections (HAIs) are major problem facing hospitals because they can increase morbidity rates (pain), mortality rates (deaths) and increase the cost of care for hospitals. Chlorhexidine gluconate as an antiseptic with broad spectrum antimicrobial activity is an important component in infection prevention. Daily bathing routine in critical or intensive care and pre-surgery showers with Chlorhexidine soap have reduced bloodstream infections, surgical area infections and the acquisition of harmful and resistant pathogenic organisms found in hospitals. However, due to the inconsistency of research results related to this matter, as a result chlorhexidine bathing has not been done universally as a permanent procedure and still leaves debate until now. This literature review aims to assess the effectiveness of chlorhexidine gluconate baths in reducing the incidence of infections related to health services and their causative microorganisms. Metode: Penulis melakukan pencarian dengan mengumpulkan beberapa artikel terindeks yang berhubungan dengan topik yang diangkat dari beberapa database seperti Clinical keys, Elsevier, ProQuest dan ScienceDirect dengan kata kunci chlorhexidine gluconate, chlorhexidine bathing, perawatan kesehatan terkait infeksi .Hasil: Dari 3871 artikel umum yang disaring menjadi 269 artikel terkait, didapatkan sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan topik dan 8 artikel yang memenuhi kriteria sebagai bahan studi literatur.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa mandi dengan klorheksidin glukonat secara rutin dengan aplikasi “bundel” pencegahan infeksi dapat menurunkan prevalensi mikroorganisme berbahaya termasuk patogen resisten antimikroba, namun pertimbangan efektivitas biaya, integritas kulit, dan resistensi tetap harus diperhatikan. Kata kunci: klorheksidin glukonat, mandi klorheksidin, infeksi terkait perawatan kesehatankomponen tant dalam pencegahan infeksi di unit perawatan pasien. Salah satunya dengan rutinitas mandi sehari-hari di ruang perawatan kritis / intensif dan mandi sebelum operasi dengan sabun klorheksidin telah mengurangi infeksi aliran darah, infeksi area operasi dan didapatnya organisme patogen berbahaya dan resisten yang terdapat di rumah sakit. Namun karena ketidakkonsistenan hasil penelitian terkait hal tersebut, akibatnya mandi klorheksidin belum dilakukan secara universal sebagai prosedur permanen dan masih menyisakan perdebatan hingga saat ini. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menilai keefektifan mandi klorheksidin glukonat dalam mengurangi kejadian infeksi yang berkaitan dengan layanan kesehatan dan mikroorganisme penyebabnya.Metode: Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur baik nasional maupun internasional yang dilakukan dengan menggunakan database Clinical keys, Elsevier, ProQuest, dan lain-lain.Hasil: Dari hasil pencarian diperoleh sebanyak 22 artikel terkait yang dijadikan studi literatur.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa mandi dengan klorheksidin glukonat secara rutin dengan aplikasi “bundel” pencegahan infeksi dapat menurunkan prevalensi mikroorganisme berbahaya termasuk patogen resisten antimikroba, namun pertimbangan efektivitas biaya, integritas kulit, dan resistensi tetap harus diperhatikan.
PENGARUH METODE SMALL GROUP DISCUSSION CLASS TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENOREA PADA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 10 DENPASAR Ni Kadek Ayu Warsiti; Made Rimawan; Ni Ketut Noriani,S.Si.T., M.Kes
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.439 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.238

Abstract

 ABSTRAK Latar belakang: Proses menstruasi yang disertai dismenorea pada siswi sekolah berdampak  terhadap kualitas pendidikan seperti tingginya absen ketidakhadiran, penurunan konsentrasi dan motivasi belajar serta kesehatan fisik, terdapat.lebih dari 50% temaja mengalami dismenorea dan tidak mendapat penanganan yang baik sehingga dibutuhkan suatu pendekatan yang implementatif dalam pendidikan dan peningkatan pengetahuan siswi sekolah.  Small Group Discussion merupakan elemen belajar secara aktif yang mempunyai memberikan kesempatan terbuka serta dapat mengevaluasi pengetahuan siswi secara lisan perorang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh metode small group discussion class terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenorea pada siswi kelas VII di SMP Negeri 10 Denpasar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Denpasar dari tanggal 9-11 Mei 2018. Cara pengambilan sampel dengan teknik probability sampling dengan proportional random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data diolah menggunakan uji Wilcoxon Sign Ranks Test.Hasil: Hasil pengukuran pengetahuan remaja putri tentang dismenorea sebelum diberikan intervensi didominasi pengetahuan cukup (65%) sedangkan setelah diberikan intervensi didapatkan hasil semua responden berpengetahuan baik (100%). Hasil uji statistik Wilcoxon Sign ranks test didapatkan bahwa ada pengaruh metode small group discussion class terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenorea pada siswi kelas VII di SMP Negeri 10 Denpasar dengan nilai p-value <0,001.  Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode small group discussion class berpengaruh terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenorea pada siswi kelas VII di SMP Negeri 10 Denpasar menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil yang didapat diharapkan metode small group discussion class dapat dijadikan referensi dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan. 
Uji Aktivitas Filter Buah Juwet (Syzygium cumini) sebagai Peluruh Radikal Bebas Terhadap Paparan Asap Rokok pada Hati Mencit Jantan (Mus musculus L.) Ida Ayu Manik Damayanti; Ni Wayan Sukma Antari; Anak Agung Sagung Alit Sukmaningsih
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1831.232 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.240

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histologi hepar mencit jantan (Mus musculus) yang diberi ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) pada filter rokok kretek sebagai peluruh radikal bebas pada asap rokok. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni (true experimental) dengan pendekatan post test only control group design. Data hasil penelitian diuji statistik menggunakan SPSS 21.0, hasil uji Shapiro Wilk  menunjukan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05, selanjutnya dilakukan uji homogenitas yang hasilnya menunjukan data homogen, dengan nilai p< 0,05. Setelah itu dilanjutkan dengan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit yang diberikan rokok kretek  memiliki hasil yang signifikan dengan kelompok kontrol sebesar 5,78±1,64 dimana sel nekrosis dan perlemakan hati lebih banyak terjadi pada mencit yang diberikan rokok kretek dibandingkan dengan yang tidak diberikan rokok kretek. Pemberian filter ekstrak juwet pada mencit jantan yang terpapar asap rokok menunjukkan hasil yang signifikan menurunkan jumlah nekrosis dan perlemakan hati, hal ini ditunjukkan dari hasil uji statistic nilai p<0,05 dimana kelompok kontrol tidak menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap kelompok perlakuan yang diberikan filter ekstrak juwet . Pada penelitian ini filter rokok ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) dapat menurunkan nekrosis dan perlemakan hati pada mencit jantan. (Mus musculus) yang terpapar asap rokok.
GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIBERI EKSTRAK BUAH JUWET (Syzygium cumini) SEBAGAI PELURUH RADIKAL BEBAS PADA ASAP ROKOK Anak Agung Istri Mas Padmiswari; Nadya Treesna Wulansari; A.A.S.A. Sukmaningsih K
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1836.308 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.241

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah juwABSTRAKLatar Belakang : Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) terhadap histologi ginjal mencit jantan (Mus musculus) yang terpapar asap rokok.Metode : Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 3 kelompok mencit jantan yang terdiri dari control (P0) diberi air minum sebanyak 0,2 ml, perlakuan 1 (P1) diberi paparan asap rokok, dan perlakuan 2 (P2) diberi ekstrak buah juwet sebanyak 0,2 ml dan paparan asap rokok. Semua kelompok perlakuan dilakukan selama 36 hari. Data hasil penelitian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel menggunakan program statistik komputer (SPSS 20.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah juwet berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap jumlah nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal mencit jantan yang terpapar asap rokok.Kesimpulan : pemberian ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) sebanyak 0,2 ml dapat menurunkan jumlah nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal mencit jantan (Mus musculus) yang terpapar asap rokok. Kata kunci: asap rokok, ekstrak buah juwet, nekrosis glomerulus, nekrosis tubulus, ginjal ABSTRACTIntroduction : The purpose of this research is to prove the effects of the java plum fruit extract to the necrosis of glomerulus and tubule of the kidney of cigarette smoke exposed mice.Method : The experimental design used within study was a Completely Randomised Design (CRD) with three groups: control (P0) treated with water 0,2 ml, P1 treated with cigarette smoke exposed, and P2 treated with java plum fruit extract treatment 0,2 ml and cigarette smoke exposed. All Treatment and exposure cigarette smoke was given about 36 days. Data were analyzed with statistic program (SPSS 16.0 for Windows) with One Way Annova.Result : The result showed that the extract java plum fruit significantly increased (P<0,05) the number of necrosis of glomerulus and tubule of the kidney of cigarette smoke exposed mice.Conclusion : giving 0.2 ml of juwet fruit extract (Syzygium cumini) can reduce the amount of glomerular necrosis and renal tubular necrosis of male mice (Mus musculus) exposed to cigarette smoke. Keywords: Cigarrete smoke, java plum fruit extract, necrosis of glomerulus, necrosis of   tubule, kidneyet (Syzygium cumini) terhadap histologi ginjal mencit jantan (Mus musculus) yang terpapar asap rokok. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 3 kelompok mencit jantan yang terdiri dari control (P0) diberi air minum sebanyak 0,2 ml, perlakuan 1 (P1) diberi paparan asap rokok, dan perlakuan 2 (P2) diberi ekstrak buah juwet sebanyak 0,2 ml dan paparan asap rokok. Semua kelompok perlakuan dilakukan selama 36 hari. Data hasil penelitian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel menggunakan program statistik komputer (SPSS 20.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah juwet berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap jumlah nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal mencit jantan yang terpapar asap rokok. Kata kunci: asap rokok, ekstrak buah juwet, nekrosis glomerulus, nekrosis tubulus, ginjal
UJI EFEKTIVITAS L-CARNITINE TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK Ni Wayan Sukma Antari; Ida Ayu Manik Damayanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1721.329 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas spermatozoa dan hormon testosteron setelah pemberian L-carnitine terhadap pada Mencit Jantan (Mus musculus)  Penelitian ini dilakukan dengan memberikan L-carnitine sebagai perlakuan selama 42 hari pada Mencit Jantan dengan variasi dosis 100 mg/kg bb, 150 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb dan menggunakan kontrol sebagai pembanding. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kualitas spermatozoa yaitu: morfologi, motilitas, viabilitas, integritas membrane dan melihat kadar hormone testosteron. Data hasil penelitian diolah menggunakan program statistik komputer (SPSS 22.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen L-carnitin dengan dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan menurunnya kualitas spermatozoa yaitu: morfologi, motilitas, viabilitas, dan integritas membran