cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 235 Documents
Beban Keluarga Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II I Ketut Alit Adianta; Gusti Ayu Wardianti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.289 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.102

Abstract

ABSTRACTDiabetes mellitus (DM) is chronic disease characterized by blood glucose level high than normal. When one of family member suffers from illness, it will affect family condition in managing treatment and caring.This study aimed to identify family burden of patients with Type II DM in Puskesmas III of North Denpasar including objective, subjective, and iatrogenic burden. This study employed descriptive design with cross sectional approach. The study involved 102 respondents with consecutive sampling. Data were collected by questionnaire. Findings indicated that objective burden of family with mild, moderate, and heavy burden were 24.5%, 8.8% and  66.7%; respectively). Subjective burden indicating mild, moderate, and heavy burden were 6.9%, 70.6% and 22.5% respectively. Iatrogenic burden indicating mild, moderate, and heavy burden were 8.8%,  1% and 90.2% respectively. All families experienced heavy burden in caring for patients with DM because of difficulty in treatment.  Keywords: Objective Burden, Subjective Burden, Iatrogenic Burden, Diabetes Mellitus
KARAKTERISTIK MASALAH PASIEN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH, DENPASAR Inca Buntari Agustini; Putu Darma Suyasa; Ketut Widia
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.265 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.103

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Rumah sakit dimana Poliklinik Penyakit Dalam sebagai salah satu fasilitas perawatan kesehatan individu menjadi bagian dari sumber daya kesehatan perlu untuk mendukung pelaksanaan upaya kesehatan. Data statistik di Rumah Sakit Sanglah menunjukkan bahwa ada peningkatan kunjungan pasien ke Poliklinik Penyakit Dalam dari tahun ke tahun, namun tidak ada catatan khusus dan belum ada upaya sistematis dalam menganalisanya. Selain itu, penerapan asuhan keperawatan juga perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kunjungan pasien ke Poliklinik Penyakit Dalam dan evaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Sanglah Denpasar.Metode: Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Sanglah. Penelitian ini adalah penelitian retrospektif menggunakan chart review untuk pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 306 sampel berdasarkan teknik sampling acak sistematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 51 responden (13,4%) mengunjungi rumah sakit dengan keluhan nyeri, 46 responden (12,1%) mengeluhkan kelemahan, 17 responden (4,5%) mengeluhkan pusing, 96 responden (26,5%) memiliki diagnosis keperawatan pada terapi regimen yang tidak efektif. , dan 103 responden didiagnosis secara medis (93,7%) dengan Penyakit Ginjal Kronis.Kesimpulan: Informasi ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk pengembangan kualitas layanan nantinya. Tenaga kesehatan diharapkan mengelola masalah-masalah kesehatan yang dialami oleh pasien.Kata kunci: penyakit dalam, poliklinik penyakit dalam, asuhan keperawatan ABSTRACTIntroduction: The hospital where medical out-patient department as one of the individual health care facilities become a part of the health resources need to support the implementation of health efforts.The statistic data in Sanglah Hospital showed that there was improvement of patient visits to the medical out-patient department from year to year, however there was no specific record and there has been no systematic effort in analyzing it. In addition, the description of nursing care implementation also needed to be evaluated. This study aimed to determine the description of patient visits to the medical out-patient department and the evaluation of nursing care implementation on medical out-patient department in Sanglah Hospital Denpasar.Methods: This research was conducted in medical out-patient department of Sanglah Hospital. This study was retrospective study using chart review for data collection. The study involved 306 samples based on sistematic random sampling technique.  Results: Results showed that there were 51 respondents (13.4%) visited hospital with pain, 46 respondents (12.1%) complained of weakness, 17 respondents (4.5%) complained dizziness, 96 respondents (26.5%) had nursing diagnosis of ineffective regimen therapeutic, and 103 respondents were medically diagnosed (93.7%) with Chronic Kidney Disease.Conclusion: This information can be used as the basic data for the development of service quality later. Health personnel are expected to manage health problems experienced by patients.    Keywords: internal disease, out-patient department, nursing care
APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN GENERALIS DAN PSIKORELIGIUS PADA KLIEN GANGGUAN SENSORI PERSEPSI: HALUSINASI PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN Irma Erviana; Giur Hargiana
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.295 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.106

Abstract

Hallucinations are the most common problems in nursing diagnoses of mental disordes. Hallucinations are the distortions of false perceptions that occur in maladaptive neurobiological responses. Hallucinations usually appear in patients with mental disorders the result of the change in reality orientation, patients feel the stimulation that actually does not exist. In this profession program the author has the opportunity to manage directly, by providing nursing care and analyzing the final results that will be documented in the form of final scientific work ners. The care of nursing for a client a of sensory perception disorder: sight and hearing hallucinations that is a symptom of an early  psychosis, the majority of this case which happened in the end of adolescenceor early adulthood , confuse is the role which have affect to the fragile personality disorder so that there is the disorder of self-concept and pulling themselves from a social environment that gradually get the teenager become too deep in fantasy and cause the emergence of hallucinations. The nursing process is performed based on generalist nursing care standard for 9 days of hospitalization, Started from the date of 2 and 10 of May 2018. Theobtained results are the main nursing problems which is  perception sensory disorder: hallucinations.The Implementations that focus on controlling hallucinatory efforts by rebuking and also modalities of therapy: psychoreligious. The nursing order that is provided give good results to the clients on the mark by no longer hearing the voices that often mock clients and the diminishing intensity of dajjal’s presence that be seen by the clients.
PENGARUH STRES TERHADAP FUNGSI MEMORI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KOTA DEPOK Fathiya Hanisya; Dikha Ayu Kurnia
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.76 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.107

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi sisi psikologi penderitanya. Stres merupakan salah satu akibat dari penyakit kronis. Stres memiliki dampak negatif pada penderita diabetes melitus karena menyebabkan keadaan hiperglikemia. Hiperglikemia merupakan awal mula dari kerusakan fungsi kognitif, salah satunya kerusakan pada fungsi memori. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara stres dengan fungsi memori. Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan 85 responden penderita diabetes melitus di Kecamatan Sawangan Depok. Stres dinilai menggunakan Depression, Anxiety, Stress scale 42 khususnya pada subscale stres sebanyak 14 pernyataan. Sedangkan fungsi memori dinilai menggunakan digit span forward and backward. Uji analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stres dan fungsi memori pada penderita diabetes melitus di Kota Depok (p<0,05). Penelitian ini merekomendasikan kepada praktisi kesehatan untuk menekankan manajemen stres dalam tatalaksana diabetes melitus dan penilaian awal tingkat stres sebelum dilakukan pendidikan kesehatan pada penderita diabetes melitus. Kata kunci: stres, fungsi memori, diabetes melitus, depok AbstractDiabetes mellitus is a chronic disease that affect psychological side of individual with diabetes. Stress is one of the result of chronic disease. Stress has a negative impact on people with diabetes melitus because it causes a state of hyperglycemia. Hyperglycaemia is the beginning of cognitive function impairment, one of which is damage to memory function. This study aims was to determine the relationship between stress and memory function. The design of this study was correlative analytic with cross sectional approach, using 85 respondents with diabetes mellitus in Kecamatan Sawangan Depok. Stress was assessed using Depression, Anxiety, Stress scale 42 (DASS 42), especially on stress subscales consists of 14 statements. While the memory function was assessed using the forward and backward digit span. Bivariate analysis test using Spearman Rank test stated that there was a significant relationship between stress and memory function in people with diabetes mellitus in Depok City (p <0,05). This study recommends to health practitioners to emphasize stress management in the management of diabetes mellitus and early assessment of stress levels prior to health education in people with diabetes mellitus. Keywords: stress, memory function, diabetes mellitus, depok
Hubungan Dukungan Emosional Keluarga Klien DM Tipe 2 Dengan Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di Kecamatan Tebet Muhammad Ihsan; Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.611 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.108

Abstract

Dukungan keluarga diperlukan untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu dukungan keluarga yang paling mudah dilakukan oleh keluarga kepada pasien diabetes adalah dukungan emosional. Penelitian ini bertujuan diidentifikasinya hubungan dukungan emosional keluarga klien diabetes melitus tipe 2 dengan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Tebet Juni 2018. Desain dalam penelitian analitik cross sectional dengan jumlah sampel 100 klien DM tipe 2. Analisa data menggunakan korelasi Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hubungan antara dukungan emosional keluarga klien DM dengan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan (p value 0,004, α: 0.05). Perawat diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan yang optimal dan meningkatkan dukungan emosional keluarga klien dalam memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan dengan pendidikan kesehatan terstruktur, mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dengan memperhatikan konsep dukungan keluarga klien DM Tipe 2 dalam kaitannya dengan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dan puskesmas kecamatan harus mendukung keberhasilan program PTM yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat agar dapat mengatasi masalah kesehatan lebih lanjut. 
PERILAKU KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA DENGAN PASIEN KANKER Nurlita Dwi Hikmatia; Anggri Noorana Zahra
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.079 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.110

Abstract

Pendahuluan: Kanker adalah penyakit yang berdampak pada perubahan perilaku kesehatan baik bagi pasien maupun anggota keluarga. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perilaku kesehatan anggota keluarga penderita kanker. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan dengan 100 anggota keluarga pasien kanker yang berusia 18-75 tahun di RSPAD Gatot Soebroto: Klinik Bedah melalui teknik pengambilan sampel berturut-turut. Pengumpulan data menggunakan data kuesioner karakteristik dan Kuesioner Survey of Health Behavior: Family member. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perilaku diet, penurunan aktivitas fisik intensitas sedang, dan perilaku penghentian merokok yang baik pada keluarga dengan pasien kanker. Saran: Anggota keluarga pasien kanker memiliki gambaran yang baik tentang perilaku diet dan merokok. Namun, terjadi penurunan aktivitas fisik pada anggota keluarga pasien kanker setelah mengetahui anggota keluarganya terdiagnosis kanker. Rekomendasi penelitian ini terletak pada penyediaan pendidikan tentang gaya hidup sehat bagi penderita kanker dan keluarga. Kata kunci: Kanker, perilaku kesehatan keluarga, perilaku aktivitas fisik, perilaku diet sehat, perilaku merokok.
GAMBARAN SWAMEDIKASI ANALGESIK PADA LANSIA DENGAN NYERI SENDI DI PELAYANAN KOMUNITAS Dwi Arymbhi Sanjaya; Ida Ayu Manik Damayanti; Ni Wayan Sukma Antari; Anak Agung Istri Mas Padmiswari
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.942 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.112

Abstract

Pendahuluan: Analgesik merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan secara swamedikasi oleh pasien lansia. Keluhan yang mendorong pasien lansia menggunakan anlgesik secara swamedikasi adalah nyeri sendi. Mengingat pentingnya swamedikasi analgesik yang tepat pada nyeri sendi yang dialami oleh lansia, maka penelitian ini dilakukan sebagai penelitian pendahuluan untuk memperoleh profil penggunaan analgesik dan gambaran pasien lansia yang melakukan swamedikasi anlagesik pada nyeri sendi. Metode: Penelitian ini dilakukan di salah satu apotek swasta di Denpasar yang memiliki pelayanan khusus konsultasi, informasi dan edukasi obat bagi lansia selama bulan April-Juni 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang menggunakan lembar observasi untuk pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 87 sampel penelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri sendi lebih sering terjadi pada pasien lansia yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 63,2% dengan rata-rata frekuensi swamedikasi 13,31 kali per bulan. Pasien lansia yang tidak sekolah sebesar 35,5% melakukan swamedikasi analgesik dengan rata-rata frekuensi swamedikasi 15,87 kali per bulan Pasien lansia yang tinggal sendiri melakukan swamedikasi analgesik pada nyeri sendi sebesar 56,35% dengan rata-rata frekuensi swamedikasi 12,76 kali per bulan. Golongan analgesik yang digunakan adalah analgesik kombinasi non-steroid antiinflammantory drugs (NSAID) dan non-NSAID (58%) dengan jenis NSAID terbanyak yaitu natrium diklofenak (28,7%) dan non-NSAID terbanyak yaitu dexamethasone (31%) untuk mengatasi nyeri pada asam urat (72,4%). Kesimpulan: Penelitian ini memberikan gambaran swamedikasi analgesik pada lansia dengan nyeri sendi tanpa melihat dan menganalisa kekuatan hubungan yang mempengaruhi setiap parameter.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN CAIRAN DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL TERMINAL DI RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA JAKARTA TIMUR Levy Wayiqrat; chiyar edison sunarya
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.974 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.113

Abstract

Latar Belakang. Kepatuhan pembatasan cairan merupakan permasalahan yang akan terus dihadapi pasien GGT. Ketidakpatuhan pembatasan cairan dapat menyebabkan kegagalan terapi, menurunnya kualitas hidup pasien, bahkan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan. Untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan tentang manajemen cairan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien GGT dengan hemodialisis di RSAU dr. Esnawan Antariksa. Metode.Desain penelitian adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 91 responden dengan consecutive sampling. Pengumpulan data kepatuhan dengan cara pengisian kuesioner dan pengamatan IDWG (Interdialytic Weight Gain). Hasil. Analisis hasil penelitian menggunakan Chi-Square (bivariat) dengan α=0,05, didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang manajemen cairan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan (p value 0,88>α). Kesimpulan. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan.Kata Kunci     :  Cairan, GGT, Hemodialisis, Kepatuhan, Pengetahuan
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN BUNDLE VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA Denissa Faradita Aryani; Yuyun Durhayati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.662 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.116

Abstract

Ventilator associated pneumonia (VAP) adalah yang sering terjadi di rumah sakit terutaman di ruang intensif. VAP merupakah infeksi saluran pernapasan bawah yang mengenai parenkim paru setelah pemakaian ventilasi mekanik lebih dari 48 jam. Kejadian VAP dapat ditekan dengan pelaksanaan bundle VAP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain crosssectional dengan sampel sebanyak 45 perawat ICU. Alat ukur yang digunakan adalah VAP Bundle Checklist dari Institute for healthcare improvement (IHI) 2012 dan adaptasi PRECEDE model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan perawat terhadap bundle VAP adalah tinggi (75,9%). Analisa dengan Chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor predisposisi, pemungkin dan penguat terhadap kepatuhan (nilai p 0,473). Rekomendasi dari penelitian ini adalah perawat harus meningkatkan pengetahuan dan motivasi terkait dengan implementasi bundle VAP.Kata kunci: Faktor kepatuhan, Kepatuhan perawat, Bundle VAP, Ventilator associated pneumonia
PENERAPAN STRATEGI MENGINGAT MNEMONIC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGINGAT MAHASISWA PSIKOLOGI USM- INDONESIA Sinarsi meliala; Dwi Nursiti; Ika Corry Hartati Sipayung
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.403 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.117

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Penerapan Strategi Mengingat Mnemonic untuk Meningkatkan Kemampuan Mengingat Mahasiswa Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Penelitian ini akan dilakukan dengan desain eksperimen kelompok eksperimen prestest-postest untuk mengetahui peranan metode chunking untuk peningkatan memori jangka pendek. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan maka penelitian ini akan dilaksanakan dengan tiga tahapan. Masing-masing tahapan akan terdiri dari pertemuan pelatihan yang diberikan agar subyek penelitian benar-benar memahami metode chunking sebagai salah satu strategi untuk mengingat. Setiap akhir tahap akan diadakan evaluasi untuk mengetahui kemajuan dan semual permasalahan yang timbul.             Subyek penelitian adalah mahasiswa yang terdaftar di Program Studi Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia yang berjumlah 60 orang. Adapu tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan memori mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sari Mutiara dan menunjang kemampuan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sari Mutiara dalam menguasai berbagai konsep psikologi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian berdasarkan uji t tes diperoleh nilai p value 0.000 yang artinya ada hubungan Penerapan Strategi Mengingat Mnemonic untuk Meningkatkan Kemampuan Mengingat Mahasiswa Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan metode chunking. Kata kunci : Mnemonic, Memori jangka pendek, eksperimen, psikologi kognitif.  ABSTRACTThis research is entitled Implementation Of Mnemonic Memorizing Strategy to Improve Memorizing Ability of USM-Indonesia Psychological Students. This research will be conducted with the experimental design of the prestest-posttest experimental group to determine the role of the chunking method for improving short-term memory. To achieve the desired goals, this research will be carried out in three stages. Each stage will consist of training meetings provided so that research subjects truly understand the chunking method as a strategy to remember. At the end of each stage an evaluation will be held to find out the progress and all the problems that arise. The research subjects were 60 students enrolled in the Sari Mutiara Indonesia University Psychology Study Program. Adapu, the purpose of this study was to improve the memory skills of the students of the Faculty of Psychology at Sari Mutiara University and to support the ability of the Psychology University Faculty of Psychology students to master various psychological concepts during the learning process. The results of the research based on the test t test obtained the value of p value 0.000 which means that there is a relationship between Implementation Of Mnemonic Memorizing Strategy to Improve Memorizing Ability of USM-Indonesia Psychological Students by the chunking method. Keywords: Mnemonic, short-term memory, experiment, cognitive psychology

Page 6 of 24 | Total Record : 235