cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 235 Documents
MOVEMENT OF MENTAL REVOLUTION WITHIN NURSING PERFORMANCE IN GIVING NURSING CARE AT RSUD JEMBER Asmuji asmuji
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.941 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.62

Abstract

Abstract: Nursing resource has been come to dominate the number of other human resources in health care.. However there was biased news about nursing performances in giving nursing care. Mental revolution in public health services was hoped it could make the personal inside will have character with higher integrity, good work ethic that focused on professionalism, independent, creative, innovative, and be a life-long learners. Purpose: to analyze the relationship between educational level, work period, nurse’s perception about mental revolution in giving nursing care. Methods: Design of this research was correlation. The research population was all nurses at inpatient room with 40 nurses as sample who spread out over 4 rooms that taken by simple random sampling. Questionnaire was used in this research as collecting data instrument and spearman rho with α= 0.05 was used to see the correlation between both of the variables. Result: The result of this research showed: 1) no relationship were note between education level of respondent and their performance in giving nursing care (p= 0.702; α= 0.05; r= -0.063), 2) no relationship were noted between variable of respondent’s work period and their performance in giving nursing care (p= 0.447; α= 0.05; r= - 0.124); 3) the relationship noted between perception variable about movement of mental revolution and their performance in giving nursing care (p= 0.028; α= 0,05; r= 0.348). Conclusion: Therefore the relationships noted between perception variable about movement of mental revolution and their performance in giving nursing care. Monitoring and evaluation periodically on performance of their nurses, trying to evaluate performance of nurses/ employees through 360O model, such as combination between self-evaluation, manager evaluation, peer- evaluation, and user evaluation. Keywords: Mental Revolution, Nursing Performance, Nursing Care
TINGKAT PENGETAHUAN PENGUNJUNG DALAM HAND HYGIENE DI RUANG ICU RUMAH SAKIT BALI ROYAL Made Adi Sinta Meryanti; Anak Agung Ayu Yuliati Darmini; I Gusti Ayu Rai Rahayuni
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.889 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.64

Abstract

ABSTRAK Infeksi nosokomial dapat dicegah dengan cara hand hygiene efektif namun belum sepenuhnya individu memahami hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pengunjung dalam melakukan Hand Hygiene .Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini  menggunakan teknik Consecutive Sampling pada 55 pengunjung Rumah Sakit di ruang Ruang ICU Rumah Sakit Bali Royal. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki 31 (56,45%), berpendidikan sebagian besar sarjana 24 (43,6%), bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 24 (43,6%). Sebagian besar pengunjung memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 38 (69,1%), memiliki pengetahuan cukup sebanyak 13 (23,6%) dan pengetahuan kurang sebanyak 4 (7,3%) responden. Meskipun sebagian besar pengunjung memiliki pengetahuan baik tentang hand hygiene, masih ada sebagian yang perlu ditingkatkan pemahaman tentang hand hygiene pada saat membesuk pasien ke rumah sakit untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Kata Kunci : Hand Hygiene, Pengetahuan  ABSTRACTNosocomial infections can prevent by effective but not all individual know about this. Study aimed to describe the level of knowledge of visitors in conducting Hand Hygiene in ICU Bali Royal Hospital. Descriptive research design with cross-sectional approach was used consecutive Sampling technique with 55 hospital visitors in the Intensive Care Unit of Bali Royal Hospital. The result showed the majority respondents is male (31 respondents; 56.45%), most of them were scholars educated (24 respondents; 43.6%) and work as self-employed about (24 respondents; 43.6%). It could be seen most of the visitors had a good knowledge (38 repondents; 69.1%), had sufficient knowledge (13 respondents; 23.6%) and lack of knowledge (4 respondents; 7.3%). The study concluded that even though most of hospital’visitor have good knowledge about hand hygiene when visit the patient at the hospital, but still need to improve the knowledge about hand hygiene to prevent nosocomial infections.  Keywords: Hand Hygiene, Knowledge 
STUDI DESKRIPTIF TENTANG FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA STROKE DI RUANG STROKE CORNER BRSU TABANAN TAHUN 2015 Luh Gede Nita Sri Wahyuningsih; Ni Putu Kamaryati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.595 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.71

Abstract

Background:Stroke is a brain attacks caused by blockage or rupture of brain blood vessels. Until now, stroke is unknown causes. Some risk factors may effect  in increasing of stroke incidence.Aim: This study aimed to determine the risk factors influenced incident of stroke in the Stroke Corner, Tabanan Hospital.Methods: This research was a retrospective descriptive study involved 172 patients who had been treated in Stroke corner. Data were collected by chart-reviewed. Further, data were analyzed descriptively using SPSS for windows 17.0.Results: Findings found that majority of respondents aged over 65 years (39%) with male (53.5%). The results of this study also showed that there were three of highest risk factors influenced stroke incident such as hypertension (41.2%), diabetes mellitus (15.1%), and cardiac problem (7.6%).Conclusion:  Although the cause of stroke is unknown but several factors such as hypertension, diabetes and heart problems greatly contribute to the incidence of stroke. Therefore, it is essential for health personnels to be more focused in managing risk factor for recurrent stroke prevention.
DUKUNGAN SOSIAL DAN PERILAKU PROMOSI KESEHATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Kadek Nuryanto; Nengah Adiana
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.239 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.72

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh semua lapisan masyarakat. Salah satu golongan umur yang banyak menderita hipertensi adalah lansia. Selain perubahan fisik alasan umum berkembangnya penyakit hipertensi berhubungan dengan perilaku promosi kesehatan, seperti perilaku mengkonsumsi makanan tinggi lemak, garam, mengkonsumsi alkohol, serta kurangnya aktivitas fisik.Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui hubungan dukungan sosial dengan perilaku promosi kesehatan pada lansia dengan hipertensi.Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional Penelitian ini melibatkan 132 lansia yang diambil dengan tehnik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara secara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Spearmen’s rho digunakan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan perilaku promosi kesehatan.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial masyarakat sebagian besar dalam katagori cukup 58,3%, begitu pula perilaku promosi kesehatan sebagian besar cukup 59,1%. Berdasarkan uji statistic spearman’s, diperoleh hasil r=0,2, p p < 0,01) yang berarti ada hubungan antara dukungan social dengan perilaku promosi kesehatan lansia yang mengalami hipertensiSimpulan. Semakin baik dukungan sosial maka semakin baik pula perilaku promosi kesehatan lansia dalam menanggulangi masalah kesehatannya.  
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TINDAKAN MASSAGE DAN PEMBERIAN RENDAM AIR HANGAT DALAM MEMENUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Elizabeth Ari Dionesia
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.468 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.79

Abstract

Lansia adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih.  Dengan pertambahan umur, terutama memasuki usia lanjut banyak terjadi perubahan pada kesehatan lansia terutama dalam memenuhi kebutuhan tidur. Kualitas tidur yang baik adalah suatu keadaan dimana tidur yang dijalani seorang individu menghasilkan kesegaran dan kebugaran ketika terbangun. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat dan massage terhadap kualitas tidur lansia. Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment pendekatan two group comparation pre post design terhadap 20 responden yang diberikan 2 perlakuan yang berbeda. Kualitas tidur diukur dengan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian uji statistik Fisher’s Exact test diperoleh hasil: kualitas tidur setelah tindakan massage dan pemberian  rendam air hangat yang menunjukan nilai signifikansi 0,738 (p)≥0,05 maka tidak ada perbedaan efektivitas tindakan massage dan  pemberian rendam air hangat dalam memenuhi kualitas tidur lansia di PSTW Senjarawi Bandung. Saran kepada pengurus PSTW Senjarawi Bandung untuk melakukan massage atau rendam air hangat pada lansia yang mengalami gangguan kualitas tidur agar dapat meningkatkan kualitas tidur.Kata Kunci      : Kualitas Tidur, Lansia, Rendam Air Hangat, Massage. Elderly is a group of people aged 60 years or older. With age, especially entering old age many changes in elderly health, especially in problem the needs of sleep. Good sleep quality is a condition where an individual's sleep produces freshness and fitness when awakened. The purpose of this research is to know the effect of warm water immersion therapy and massage to elderly sleep quality. This research uses quasi experiment approach of two group comparation pre post design to 20 respondents given 2 different treatment. Sleep quality is measured by The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The results of Fisher's Exact test statistic test results obtained: the quality of sleep after the action of massage and the provision of warm water soak that shows the significance value of 0.738 (p) ≥0.05 then there is no difference in the effectiveness of massage action and the provision of warm water soak to meet the quality of elderly sleep in PSTW Senjarawi Bandung. Advice to the board PSTW Senjarawi Bandung to do massage or soak warm water in the elderly who experience sleep quality disorders in order to improve the quality of sleep. Keywords: Sleep Quality, Elderly, Warm Water Immersion.
STUDI EKSPLORATIF TENTANG PERAWAT PUSKESMAS DI INDONESIA: KARAKTERISTIK, LAYANAN, DAN PRAKTIK MANDIRI Agus Setiawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.419 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.80

Abstract

Latar Belakang: Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan adalah komponen penting dalam penguatan sistem kesehatan. Tenaga keperawatan merupakan tenaga kesehatan terbanyak di Indonesia, dan bertugas di setiap tingkat layanan kesehatan, termasuk puskesmas.Tujuan: Mengeskplorasi karakteristik perawat puskesmas di 16 provinsi dengan populasi terpadat di Indonesia, termasuk jenis layanan yang diberikan di puskesmas, dan kecenderungan untuk melakukan praktik mandiri di area kerjanyaMetode: Studi ini menganalisis data 758 puskesmas dan 6844 perawat di 16 provinsi di Indonesia, yang terlibat dalam Indonesia Family Life Survey-5 (IFLS-5). Karakteristik dan jenis layanan yang diberikan oleh perawat dijabarkan secara deskriptif, dan dibandingkan antara daerah perkotaan dan pedesaan, dengan menggunakan uji chi-square dan t. Selanjutnya, analisis logistic regresi dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kemungkinan seorang perawat melakukan praktik mandiri.Hasil: Hampir 25% tenaga perawat telah bekerja selama lebih dari 10 tahun di puskesmas, dengan rata-rata lama bekerja adalah 8,7 tahun (SD=7,6 tahun), dengan mayoritas bekerja 25 – 48 jam/ minggu. Dibandingkan dengan perawat puskesmas yang bekerja di perkotaan, lebih banyak perawat di pedesaan yang terlibat dalam layanan langsung kesehatan prenatal, kesehatan anak, kesehatan umum (dewasa), dan kesehatan lansia (p<0,05). Sebesar 17% perawat telah memiliki praktik mandiri. Mereka yang merupakan perawat laki-laki, memiliki masa kerja di puskesmas lebih panjang, dan bertugas di pedesaan, bekerja kurang dari 24 jam/ minggu di puskesmas, dan bekerja di puskesmas dengan wilayah kerja yang luas memiliki kecenderungan lebih besar untuk melakukan praktik mandiri (p<0,001).Kesimpulan: Lebih tingginya proporsi perawat di pedesaan yang terlibat langsung dalam keempat jenis layanan yang dinilai (berdasarkan fase kehidupan/ kelompok umur) mengindikasikan bahwa tuntutan kerja perawat di pedesaan lebih tinggi daripada di perkotaan. Hal ini juga ditunjukkan dengan lebih tingginya kemungkinan perawat di pedesaan untuk memiliki layanan mandiri dibanding di perkotaan. Selain itu, hubungan positif antara jumlah area kerja puskesmas dengan kecenderungan seorang perawat memiliki layanan praktik mandiri, mengindikasikan potensi peran perawat dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat.Kata kunci: perawat; puskesmas; layanan kesehatan primer; praktik mandiri; Indonesia
GASTRITIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH (STUDI KASUS KONTROL) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2017 Silvi Imayani; Myrnawati CH; Juneris Aritonang
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.899 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.81

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Gastritis merupakan gangguan sistem pencernaan berupa peradangan mukosa lambung yang paling sering disebabkan oleh ketidakteraturan diet, rokok dan konsumsi kopi dengan keluhan nyeri pada lambung, mual, muntah, lemas, kembung, dan terasa sesak, nyeri pada ulu hati, tidak ada nafsu makan, wajah pucat, suhu badan naik, keringat dingin, pusing atau bersendawa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017.Metodologi : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei bersifat analitik dengan menggunakan desain kasus kontrol, jumlah sampel kasus pada penelitian ini yaitu sebanyak 23 orang dan kontrol sebanyak 46 orang dengan analisa data yang diuji menggunakan uji regresi logistic. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil ada pengaruh yang signifikan pola makan, stres dan rokok dengan kejadian gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kejadian gastritis dengan nilai (OR = 10.150), stress dengan nilai (OR = 9,109)dan merokok dengannilai (OR = 0.209).Diskusi : Kepada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dihimbau supaya lebih memperhatikan serta menghindari faktor penyebab gastritis seperti memperbaiki pola makan makan yang benar, lebih meminati pekerjaan serta mengurangi mengkonsumsi rokok. Kata Kunci : Pola Makan, Stres, Rokok dan Kejadian Gastritis
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI LANJUTAN PENTABIO PADA BALITA USIA 17-18 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH KOTA BANDA ACEH TAHUN 2017 Ulfa Husna Dhirah; Indra Utama; Juneris Aritonang
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.268 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.82

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Kasus difteri di Aceh tahun 2012 sebanyak 16 kasus dan 4 orang di antaranya meninggal, yang berasal dari Kota Banda Aceh. Pada awal tahun 2017 ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh kembali ditemukan sebanyak 67 kasus suspect difteri dimana di antaranya 11 kasus berasal dari Kota Banda Aceh. Untuk mencegah angka kejadian difteri, pemerintah menargetkan pencapaian cakupan imunisasi dasar (DPT) dan lanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh Tahun 2017.Metodologi : Desain penelitian bersifat kuasi eksperimen dengan pendekatan case control, penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juni s/d 13 Juli 2017. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 17-18 bulan, dengan teknik pengambilan sampel teknik accidental sampling, berjumlah sebanyak 40 orang.Hasil : Hasil penelitian diperoleh hasil uji statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengetahuan (p=0,032), dan sikap (p=0,000).Diskusi : Dengan adanya pendidikan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, dan sikap ibu tentang pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan, sehingga dapat membawa anaknya kembali untuk diberikan imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Lanjutan 17-18 bulan
KETERPAPARAN MEDIA INFORMASI TERHADAP PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJADI DESA PURWODADI KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2016 Yunida Simanjutak
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.954 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.83

Abstract

ABSTRAKRemaja merupakan suatu masa kehidupan individu dimana terjadi eksplorasi psikologis untuk menemukan identitas diri. Pada masa transisi dari masa anak-anak ke masa remaja, individu mulai mengembangkan ciri-ciri abstrak dan konsep diri menjadi lebih berbeda. Medan menurut data proyeksi penduduk tahun 2014 jumlah remaja mencapai sekitar 65 juta jiwa  atau 25%  dari 255 juta jiwa jumlah penduduk. Mengingat jumlah dan proporsinya yang besar ini pengetahuan, pandangan, sikap dan keputusan remaja sangat berpengaruh, tidak hanya bagi kelompok remaja sendiri namun bagi seluruh penduduk yang tidak hanya berpengaruh pada masa depan, namun juga masa sekarang.Perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi khususnya di Desa Purwodadi masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik (pengetahuan dan sikap) remaja terhadap perilaku kesehatan reproduksi di Desa Purwodadi Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah remaja di Desa Purwodadi. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja desa Purwodadi dengan jumlah 670 remaja, dengan sampel 247 remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistic chi square () dan regresi logistik berganda, dengan tingkat kepercayaan = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai signifikan keterpaparan sumber informasi p=0,000 dengan (OR=  60,649) terhadap perilaku kesehatan reproduksi remaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh keterpaparan sumber informasi terhadap perilaku kesehatan reproduksi remaja di Desa Purwodadi Kabupaten Deli Serdang. Kata Kunci      : Media Informasi, Perilaku, Remaja
HUBUNGAN ANTARA SOSIO-DEMOGRAFIK DAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMILIHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI DENPASAR I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara; I Dewa Ayu Agra Darmawati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.338 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.84

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat bergantung kepada orang dewasa dimana berperan sebagai orang tua. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah semakin berkurangnya daya kreatif yang dimiliki oleh anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pola asuh orang dewasa atau perilaku orang tua dalam pemberian alat permainan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosio-demografic dan pengetahuan dengan perilaku orang tua dalam pemilihan alat permainan edukatif (APE) di Denpasar.Metodologi: Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan  kuesioner. Responden yang diguanakan adalah orang tua yang memiliki balita dan berada di wilayah Puskesmas III Denpasar Selatan. Jumlah sampel sebanyak 106 responden. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis analitik korelational.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara factor sosio-demographic dan pengetahuan dengan perilaku orang tua dalam pemilihan APE. Kata kunci:  Alat Permainan Edukatif, bermain, balita.

Page 4 of 24 | Total Record : 235